Articles
21 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 1 (2018)"
:
21 Documents
clear
KOLABORASI MERAWAT BRANTAS (SEBUAH STUDI KOMUNIKASI LINGKUNGAN DI DESA SUMBER BRANTAS, KOTA BATU, JAWA TIMUR)
P, Victor Kurniawan;
Sudjoko, Anang;
ni, Anto
CHANNEL Jurnal Komunikasi Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (148.456 KB)
IntisariPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Komunikasi Lingkungan dalam merawat Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, di desa Sumber Brantas, Kota Batu. Penelitian ini dilakukan untuk memperkaya kajian Komunikasi Lingkungan dalam konteks Asia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kontruktifis dengan metode penelitian kualitatif dengan pemilihan informan Purposive Sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (indept interview) dan observasi partisipan (overt participant) guna mendapatkan data yang akurat dari informan sesuai dengan kebutuhan. Hasil penelitian ini adalah adanya kolaborasi antara perum Jasa Tirta, Tahura Soerya, dan masyarakat dalam merawat Daerah Aliran Sungai Brantas (DAS) yang difasilitasi oleh pemerintah desa Sumber Brantas. Kunci dari kolaborasi yang efektif dalam merawat DAS Brantas adalah: Kesadaran akan nilai strategis Brantas, pemahaman terhadap peran masing-masing intitusi, aspek budaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Komunikasi Lingkungan di desa Sumber Brantas dipengaruhi oleh pemahaman setiap stakeholder, nilai DAS Brantas, dan juga aspek budaya.Kata Kunci: Komunikasi Lingkungan; Kolaborasi; Konservasi; Komunikasi Perspektif Asia
PERSEBAYA DAN BONEK DALAM KONGLOMERASI JAWA POS
Junaedi, Fajar;
Nugroho, Heru;
Wahyono, Sugeng Bayu
CHANNEL Jurnal Komunikasi Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (112.317 KB)
IntisariPada awal dekade 1980-an, Jawa Pos adalah sebuah koran yang hampir bangkrut setelah mengalami krisis sejak satu dekade sebelumnya. Pada akhir 1970-an, oplah Jawa Pos mengalami kemerosotan tajam, dan titik nadir Jawa Pos terjadi ketika di tahun 1982, oplahnya tinggal 6.800 perhari. Pemilik Jawa Pos, The Chung Sen memutuskan menjual Jawa Pos kepada kelompok bisnis media Tempo Grafiti. Kelompok bisnis media ini menunjuk Dahlan Iskan sebagai nahkoda baru Jawa Pos. Jawa Pos di bawah kendali Dahlan Iskan mengembangkan jurnalisme olahraga, sebuah praktek jurnalisme yang sering disebut sebagai jurnalisme mainan karena sifatnya yang tidak serius, dengan mengangkat secara massif pemberitaan tentang Persebaya dan Bonek. Persebaya adalah klub sepakbola dari kota Surabaya dan Bonek adalah fans Persebaya. Awalnya, Jawa Pos memanfaatkan Persebaya untuk menaikan oplahnya dengan cara mengalokasikan pemberitaan yang berlimpah tentang klub sepakbola ini, dan sekaligus mereproduksi identitas Bonek bagi fansnya. Bersamaan dengan berlimpahnya pemberitaan tentang Persebaya dan reproduksi terhadap identitas Bonek, Jawa Pos berkembang menjadi koran terkemuka di kota Surabaya pada akhir dekade 1980-an. Sejak dekade 1990-an, Jawa Pos berkembang menjadi koran nasional dan mengembangkan bisnisnya baik di lini media maupun non media. Jawa Pos berkembang menjadi konglomerasi media dan non media di tingkat nasional dengan keberhasilannya melakukan ekspansi bisnis ke berbagai lini media. Di tengah redupnya bisnis media cetak, terutama akibat laju pertumbuhan media daring, Jawa Pos mengembangkan konglomerasinya dengan mengambil alih kepemilikan Persebaya pada awal tahun 2017.Kata Kunci : Konglomerasi, Jawa Pos, Persebaya, Bonek
MENYAMBUT ERA PENYIARAN DIGITAL 2018
M.Hum, Umarino;
Puspita, Ida;
Fajri, Choirul;
Fadillah, Dani
CHANNEL Jurnal Komunikasi Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (30.57 KB)
IntisariRencana perpindahan penyiaran analog ke digital menyebabkan banyaknya implikasi pada industri penyiaran itu sendiri. Jika negara-negara di barat sudah semenjak lama mengimplementasikan adanya perpindahan media analog ke digital ini, maka Indonesia sendiri telah membuat master plan yakni pada tahun 2018 untuk melakukan switch off menuju penyiaran digital. Berbagai persoalan dilahirkan atas lahirnya kebijakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kesiapan media penyiaran di Indonesia dalam menyambut era penyiaran digital 2018. Hasil dan penelitian ini menunjukkan bahwa guna menyambut era penyiaran digital 2018, media lokal perlu memperhatikan beberapa aspek, seperti: proses, manajemen, sumber daya manusia, dan teknologi.Kata Kunci: Digitalisasi, Media, dan Penyiaran.
DIALOG DAN MEDIASI: PERSPEKTIF KOMUNIKASI KONFLIK DALAM STRATEGI MANAJEMEN KONFLIK (Studi Fenomenologi terhadap Konflik Perguruan Pencak Silat di Madiun â Jawa Timur)
Widiyowati, Estu;
Kriyantono, Rachmat;
Prasetyo, Bambang Dwi
CHANNEL Jurnal Komunikasi Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (119.037 KB)
IntisariKonflik di Madiun yang terjadi antara perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate dengan Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda tergolong ke dalam konflik masyarakat. Konflik terjadi secara berulang pada dua waktu yaitu terjadi pada Bulan Suro dan terjadi dalam keseharian anggota perguruan. Perspektif komunikasi konflik memberikan sudut pandang bahwa dialog dan mediasi menjadi strategi manajemen konflik yang efektif digunakan dalam mengelola konflik masyarakat. Namun, dalam fenomena konflik perguruan pencak silat yang terjadi di Madiun, dialog dan mediasi belum mampu mengelola konflik secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi proses manajemen konflik yang telah dilakukan oleh jajaran pengurus perguruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua faktor utama yang menghambat proses dialog dan mediasi, yaitu adanya pengaruh dari kepentingan politik dan ekonomi, sosialisasi kebijakan yang belum menyeluruh, dan proses pengelolaan konflik yang bersifat kondisional. Terwujudnya efektifitas proses dialog dan mediasi didorong oleh faktor netralitas pihak yang berkonflik, pemberdayaan komunitas, dan program kerja yang berkelanjutan.Kata Kunci: Konflik Masyarakat, Manajemen Konflik, Komunikasi Konflik
STRATEGI PROMOSI PENERIMAAN SISWA BARU (STUDI KASUS SMK KESEHATAN CIPTA BHAKTI HUSADA YOGYAKARTA)
Wardhana, Ardiyanto
CHANNEL Jurnal Komunikasi Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (85.969 KB)
IntisariAdanya persaingan antar sekolah yang semakin meningkat beberapa waktu belakangan ini, maka upaya pemasaran untuk di sebuah lembaga pendidikan mutlak diperlukan. Sekolah sebagai lembaga penyedia jasa pendidikan perlu berbenah diri serta belajar agar memiliki inisiatif untuk dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dalam hal ini siswa maupun siswi. Di zaman serba kompetitif seperti halnya saat ini, sesuatunya akan menjadi sulit apabila organisasi untuk dapat hidup dengan baik jika tidak memiliki kemampuan mengubah diri atau mempromosikan diri dengan baik serta secara cepat mampu berkembang dan memahami berbagai tuntutan yang diinginkan oleh para stakeholder. Oleh sebab itu, maka diperlukanlah strategi promosi khususnya di bidang jasa pendidikan yang tepat untuk memenangkan sebuah kompetisi antar sekolah sehingga meningkatkan animo calon peserta didik baru atau siswa, dan juga untuk meningkatkan akselerasi peningkatan kualitas dan profesionalisme manajemen sekolah. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan studi kasus tunggal terpancang. Data dalam penelitian kualitatif ini diperoleh melalui human dan nonhuman. Sumber human diperoleh melalui wawancara (interview) dan atau observasi dengan mencatat tanda-tanda nonverbal yang ditransmisikan ke dalam bentuk catatan lapangan (field notes) ketika interview atau pada saat observasi berlangsung sedangkan untuk sumber nonhuman meliputi dokumen, rekaman, tempat dan sebagainya.Kata kunci: Komunikasi Pemasaran, Keahlian, Dunia Kerja
MITOS KEBUDAYAAN DALAM FILM JAWARA KIDUL, TINUK DAN KTP: ANALISIS SEMIOLOGI BARTHESIAN
Adiprabowo, Vani Dias
CHANNEL Jurnal Komunikasi Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (764.149 KB)
AbstrakFilm Jawara Kidul, Tinuk dan KTP adalah tiga pemenang kategori umum Festival Video Edukasi (FVE) 2016. Ketiga film tersebut dikaji dengan teori semiologi Roland Barthes untuk mengungkap perihal mitos atau wacana yang berusaha dibangun oleh film tersebut melalui tanda-tanda kebudayaan. Dalam hal ini, film dianggap sebagai produk budaya karena memproduksi dan mereproduksi tanda maupun wacana kebudayaan. Selain itu juga, film dianggap sebagai alat komunikasi publik dalam menyampaikan pesan melalui tanda-tanda kebudayaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitataif yang berusaha mengungkap makna dalam fenomena kebudayaan, serta memahami pengalaman dan pemikiran manusia. Selain itu, penelitian ini menggunakan sudut pandang konstruktivisme budaya, yang menganggap bahwa budaya merupakan bentukan secara sosial dan politik. Maka dari itu, budaya kerap diandaikan sebagai wacana dan mitos. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa film Jawara Kidul berusaha untuk membangun mitos kesaktian dan kejantanan yang menunjukkan adanya wacana dominasi laki-laki. Film ini membangun wacana Jawara yang laki-laki, jantan, sakti sekaligus relijius. Sedangkan film Tinuk berusaha membangun mitos kelas sosial, yang menyajikan wacana kelas sosial bawah dan kelas sosial atas. Masyarakat kelas sosial bawah kemudian tak sanggup untuk membeli barang kelas menengah atas. Terakhir yakni film KTP, yang berusaha untuk membangun mitos negara. Dalam film tersebut, negara diwacanakan sebagai pihak pengayom yang berusaha membantu persoalan masyarakat, khususnya kelas sosial bawah. Negara juga diwacanakan ikut terlibat aktif dalam bermusyawarah bersama warga masyarakat.Kata Kunci: Budaya, Mitos, Dominasi, Kelas Sosial dan Negara
STRATEGI KOMUNIKASI SOSIAL KOMUNITAS PELAPAK BUKALAPAK
Sujanto, Raditia Yudistira
CHANNEL Jurnal Komunikasi Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (568.601 KB)
IntisariPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi sosial yang dijalankan oleh perusahaan bisnis pasar daring Bukalapak. Teori mengenai investasi sosial dan tanggung jawab sosial perusahaan digunakan untuk membahas temuan penelitian. Hasil penelitian yang ditemukan adalah Bukalapak berhasil mengembangkan komunitas berisi pelapak di berbagai daerah di penjuru Indonesia. Keberhasilan dari penanaman investasi sosial dibuktikan dengan tingginya tingkat kesukarelaan, keaktifan, inisiatif dan kesetiaan dari para pelapak yang menjadi anggota komunitas Bukalapak. Beragam program sosial yang diinisiasi oleh komunitas tidak diadakan oleh manajemen Bukalapak atau bahkan dibiayai. Komunitas secara sukarela mencari sponsor sendiri, menjadi panitia sendiri, dan sebagainya. Manajemen hadir sebagai pemantau dan pemberi dukungan moril. Penggunaan media sosial sangat dioptimalkan sehingga komunikasi selalu ada. Keberadaan sosok pimpinan tertinggi perusahaan (CEO Bukalapak) di tengah-tengah media sosial komunitas menjadi pendobrak dinding pemisah antara pihak manajemen dengan pihak komunitas pelapak Bukalapak.Kata kunci: program sosial, CSR, Bukalapak, komunitas
ANALISIS STUDI JARINGAN KOMUNIKASI KELUARGA KERAJAAN SINGHASARI BERDASARKAN SENTRALITAS AKTOR
Laiqi, Ritdza Gianjar;
ni, Anto;
Kanto, Sanggar
CHANNEL Jurnal Komunikasi Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (171.052 KB)
IntisariPosisi aktor dalam jaringan komunikasi tidak dipengaruhi oleh atribut yang dibawanya. Ken Arok merupakan tokoh penting dalam perkembangan kerajaan Singhasari, namun terdapat aktor-aktor lain yang memiliki pengaruh dalam jaringan komunikasi keluarga kerajaan Singhasari. Aktor-aktor ini dipengaruhi oleh posisinya dalam level sentralitas. Untuk mengetahui posisi aktor berdasarkan level sentralitas, dibutuhkan program UCINET 6 versi 6.629. Melalui program UCINET maka dapat terlihat aktor mana yang paling dominan dan yang paling berpengaruh dalam jaringannya. Selain itu juga, melalui program UCINET pada penelitian ini, ditemukan bahwa terdapat satu aktor dapat memiliki dua posisi sentralitas.Kata kunci: Jaringan komunikasi, Aktor, Sentralitas aktor
JURNAL VISUALISASI SINDROM SANGKAR KOSONG PADA FILM âMARAKâ
Pungkiawan, Pius Rino
CHANNEL Jurnal Komunikasi Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1220.633 KB)
IntisariPenurunan kondisi fisik, psikis, dan sosial membawa rasa kurang percaya diri, tidak berguna, kesepian bahkan depresi. Kemudian, rasa kesepian dan depresi karena kurangnya dukungan sosial keluarga khususnya anak dalam istilah psikologi dikenal sebagai sindrom sarang kosong. Sebagian besar perhatian manusia berfokus pada perkembangan dan pembangunan yang hanya identik dengan kaum muda. Banyak orang tua yang lebih fokus pada perkembangan dan permasalahan anaknya daripada orangtuanya atau kakek neneknya yang sudah lansia dan tidak produktif lagi. Fenomena sindrom sarang kosong menjadi perlu diperhatikan karena masalah lansia sering terlupakan. Sindrom sarang kosong tidak bisa dilihat secara fisik sehingga butuh visualisasi untuk dapat mengerti bagaimana sindrom tersebut terjadi. Karya ini mefokuskan pada visualisasi sindrom sarang kosong yang diderita lansia. Visualisasi akan menggunakan metode penggunaan unsur naratif dan sinematik film. Dengan demikian diharapkan penonton dapat ikut merasakan sindrom sangkar kosong yang divisualisasikan dalam karya ini.Kata-kata Kunci : Lansia, sindrom sarang kosong, visualisasi.film
PENGARUH SOSIALISASI TERHADAP PENGETAHUAN PELAJAR MENGENAI HOAX (Studi Pada Program Diseminasi Informasi Melalui Media Jukrak Di SMKN 1 Pangandaran)
Abdullah, Nisa Nurmauliddiana;
Nasionalita, Kharisma
CHANNEL Jurnal Komunikasi Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (258.352 KB)
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosialisasi yang dilakukan oleh Divisi Komunikasi dan Publik Diskominfo Prov. Jabar dengan judul âDiseminasi Informasi Melalui media Jukrakâ mengenai Hoax berpengaruh terhadap pengetahuan kepada para pelajar yang mengikuti sosialisasi di SMKN 1 Pangandaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan membagikan angket kepada para pelajar. Teori yang menjadi dasar penelitian adalah sosialisasi, proses komunikasi dan pengetahuan. Populasi dalam penelitian ini yaitu para pelajar yang mengikuti sosialisasi di SMKN 1 Pangandaran dengan jumlah sampel sebanyak 87 responden. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu probability sampling dengan jenis simple random sampling. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier sederhana, uji korelasi, koefisien determinasi dan uji hipotesis dibantu dengan aplikasi SPSS for Windows 22.Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh yang signifikan dari sosialisasi diseminasi informasi terhadap pengetahuan pelajar di SMKN 1 Pangandaran. Berdasakan dari analisis koefisien yang dilakukan diperoleh nilai sebesar 0,497. Sehingga, sosialisasi âDiseminasi Informasi Melalui Media Jukrakâ yang dilakukan oleh Divisi Komunikasi dan Publik Diskominfo Prov. Jabar berpengaruh sebesar 49,7% terhadap pengetahuan pelajar di SMKN 1 Pangandaran, sedangkan sisanya 50,3% dipengaruhi oleh hal lain diluar penelitian ini.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah variabel sosialisasi âDiseminasi Informasi Melalui Media Jukrakâ dan pengetahuan pelajar di SMKN 1 Pangandaran sudah baik karena beradapada kategori kuat dan seluruh dimensi dari sosialisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengetahuan pelajar di SMKN 1 Pangandaran.Kata Kunci: Sosialisasi, Hoax, Pengetahuan, Diseminasi Informasi