cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Channel : Jurnal Komunikasi
ISSN : 23392681     EISSN : 26212579     DOI : 10.12928
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
Evaluasi Strategi Komunikasi Konselor BP4 dalam Mencegah Perceraian Yenni Sri Utami
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.497 KB) | DOI: 10.12928/channel.v3i2.3276

Abstract

The divorce rate in the of Yogyakarta city also increased in this two last years, while the KUA strives to improve the quality of marriage according teaching of islamic.through counseling and marriage counseling continuously and consistently. It is inteded that can to realize home stairs that harmonious. BP4 (Badan Penasihat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan) through counseling and mediation serve consultations marriage against the family problematic. The Capacity of communicating a BP4 counselors play an important role in carrying out its duties to prevent divorce. This reasearch was conducted to evaluate the communication strategy executed BP4 counselors Mergangsan District of Yogyakarta in preventing divorce. Through research kualitatif with approaches to case study (studi kasus) is used to solve the existing problems in this study. The results of the research showed that the BP4 as a semi-official agency under the coordination KUA role in mediating and preventing divorce is merely to help resolve the problems faced by married couples who disagree so peaceful. However, in practice communication BP4 less able to function properly to prevent divorce. This is due to personal ability BP4 who do not have the ability as a mediator. The counselor BP4 at KUA Mergangsan district of Yogyakarta besides there is only one person, and even then did not have the educational background of competent, well in carrying out its duties do not have a Standard Operating Procedure (SOP) a counselor. Thus the need for reform and improvement of the quality of existence BP4 counselors at KUA Mergangsan district of Yogyakarta since there are many who need it.Key words: Marriage, KUA, Counseling.
STRATEGI HUMAS DALAM MENJALIN GOOD RELATIONSHIP DENGAN EXTERNAL STAKEHOLDERS UAD Choirul Fajri
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.836 KB) | DOI: 10.12928/channel.v4i2.6225

Abstract

AbstrakHubungan baik antara organisasi dengan stakeholders sangat diperlukan untukmendukung kesuksesan organisasi.. UAD sebagai salah satu organisasi pendidikan, telahmenempatkan fungsi humas dalam berbagai peranan, termasuk dalam menjalankan fungsipencitraan dan menjalin hubungan baik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuistrategi yang bisa dilakukan humas untuk menjalin hubungan baik dengan stakeholders external,terkait dengan sinergitas diantara keduanya. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti akanmenggunakan metode studi kasus. Pemilihan metode studi kasus, dilakukan untuk mengetahuibagaimana peranan maupun strategi-strategi humas yang bisa dijalankan untuk membangunkedekatan dengan stakeholders external. Adapun teknik pengumpulan dalam penelitian ini adalahdengan menggunakan wawancara, serta focus group discussion dengan para stakeholdersexternal UAD. Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah publikasi ilmiah dalam bentukjurnal dan mendapatkan pengakuan Hak Kekayaan Interlektual (HAKI). Selain itu, penelitian inijuga diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai strategi-strategi humas yang bisadijalankan ke depannya, untuk menjalin hubungan baik dengan stakeholders external.
ANALISA KEGAGALAN KOMUNIKASI POLITIK DALAM PILKADA SERENTAK 2015 DI KABUPATEN SLEMAN (STUDI KASUS PDI PERJUANGAN) Choirul Fajri; Dani Fadillah
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.131 KB) | DOI: 10.12928/channel.v5i2.7976

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kegagalan proses komunikasi dalam sebuahdinamika politik dalam konteks Pilkada. Pada pemilihan kepala daerah 2015 lalu di Sleman DIY,PDIP Perjuangan yang merupakan partai besar, dengan basis massa yang banyak, dan merupakanpartai pemenang pemilu ternyata mengalami kekalahan.Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tipe daripenelitian ini adalah melakukan penelaahan secara mendalam terhadap strategi politik yangdilakukan oleh PDI Perjuangan serta strategi yang dilakukan oleh rival politiknya, sehinggamenyebabkan kegagalan kemenangan pasangan calon yang disusng oleh PDI Perjuangan.Beberapa aktivitas dilaksanakan seperti melakukan wawancara, mengumpulkan data dan mengkajipemberitaan-pemberitaan yang ada.Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya kegagalan komunikasi politik PDIP dalamPilkada Serentak di Sleman 2015, hal tersebut karena PDIP kurang mengintegrasikan ranahkomunikasi internalnya, tidak memainkan isu-isu untuk menciptakan opini publik, dan mengelolamedia komunikasi dengan baik.Kata Kunci: Komunikasi Politik, Pilkada, dan PDI Perjuangan.
PENGARUH SOSIALISASI TERHADAP PENGETAHUAN PELAJAR MENGENAI HOAX (Studi Pada Program Diseminasi Informasi Melalui Media Jukrak Di SMKN 1 Pangandaran) Nisa Nurmauliddiana Abdullah; Kharisma Nasionalita
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.352 KB) | DOI: 10.12928/channel.v6i1.10217

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosialisasi yang dilakukan oleh Divisi Komunikasi dan Publik Diskominfo Prov. Jabar dengan judul “Diseminasi Informasi Melalui media Jukrak” mengenai Hoax berpengaruh terhadap pengetahuan kepada para pelajar yang mengikuti sosialisasi di SMKN 1 Pangandaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan membagikan angket kepada para pelajar. Teori yang menjadi dasar penelitian adalah sosialisasi, proses komunikasi dan pengetahuan. Populasi dalam penelitian ini yaitu para pelajar yang mengikuti sosialisasi di SMKN 1 Pangandaran dengan jumlah sampel sebanyak 87 responden. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu probability sampling dengan jenis simple random sampling. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier sederhana, uji korelasi, koefisien determinasi dan uji hipotesis dibantu dengan aplikasi SPSS for Windows 22.Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh yang signifikan dari sosialisasi diseminasi informasi terhadap pengetahuan pelajar di SMKN 1 Pangandaran. Berdasakan dari analisis koefisien yang dilakukan diperoleh nilai sebesar 0,497. Sehingga, sosialisasi “Diseminasi Informasi Melalui Media Jukrak” yang dilakukan oleh Divisi Komunikasi dan Publik Diskominfo Prov. Jabar berpengaruh sebesar 49,7% terhadap pengetahuan pelajar di SMKN 1 Pangandaran, sedangkan sisanya 50,3% dipengaruhi oleh hal lain diluar penelitian ini.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah variabel sosialisasi “Diseminasi Informasi Melalui Media Jukrak” dan pengetahuan pelajar di SMKN 1 Pangandaran sudah baik karena beradapada kategori kuat dan seluruh dimensi dari sosialisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengetahuan pelajar di SMKN 1 Pangandaran.Kata Kunci: Sosialisasi, Hoax, Pengetahuan, Diseminasi Informasi
Uncertainty Reduction Theory dalam Pola Komunikasi Pemain dan Pelatih Sepakbola Usia Dini di PFA (Pasoepati Football Academy) Arif Nugrahadi
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.056 KB) | DOI: 10.12928/channel.v7i2.13611

Abstract

Communication at the beginning of the meeting is a key communication that will be a benchmark for the relationship between future interpersonal communication that will be undertaken by those who communicate. A sense of uncertainty and anxiety will arise when we do not know the information about our interlocutors who encourage us to do things that will reduce the sense of uncertainty. Inhibiting factors from inside and outside of people who communicate are very influential in the emergence of uncertainty and anxiety. Moreover, this study examines early childhood who are ill in the developing ages in their environment. This study aims to determine the type of uncertaintyexperienced by early football players and coaches Pasoepati Football academyand how their rategies in reducing uncertainty through Charles Berger’stheory of uncertainty reduction. The researcher used a qualitative descriptive method by conducting in-depth interviews with players and PaseopathicFootball Academy coaches. This udy shows that the uncertainty experiencedby players and coaches is cognitive uncertainty, and for uncertainty reductionrategies using active, passive, and interactive strategies.
Fenomena Remaja Menggunakan Media Sosial dalam Membentuk Identitas Primada Qurrota Ayun
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.38 KB) | DOI: 10.12928/channel.v3i2.3270

Abstract

The Internet and teens are the two things are interrelated. Survey from the Ministry of Communications and Information in Indonesia showed that the largest internet usage is to access social media. In Indonesia, the phenomenon of young people in using social media is quite interesting to study. Teens build their self-identity to obtain the image they want and express private problem into a social media issues raised in this study. The theory used in this research is the Social Identity Theory, Symbolic Interaction and Media Ecology. This study is a qualitative study using phenomenological method. Results from this study showed that adolescents show identity vary in their social media and they express personal problems in social media, but in the form implied.Keywords: Social Media, Teens, Identity.
Persepsi Anak Muda Tentang Radio Muslim (Studi Kualitatif Terhadap Pendengar Radio MQ FM Yogyakarta) Fatma Dian Pratiwi
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.661 KB) | DOI: 10.12928/channel.v4i1.4209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan dan menjelaskan persepsi anak muda tentang radio muslim sebagai media dakwah. Menggunakan 4 aspek dakwah sebagai unit analisis, yaitu 1. Isi Al Quran dan Hadits, 2. Dai 3. Metode dakwah dan 4. Target audiens Penelitian ini menjadikan 6 orang anggota Sahabat MQ sebagai narasumber penelitian. Mewakili dari sisi gender 3 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Dari sisi usia, 2 orang mewakili usia muda awal (19-23 tahun), 2 orang menengah muda (24-27 tahun), dan 2 orang mewakili akhir usia muda (28-30 tahun). Didapatkan hasil bahwa, persepsi mereka mengenai isi Al-Quran dan hadits adalah bahwa mereka disiarkan dengan bagus dan berlaku juga untuk aspek yang lain. Hal ini mengindikasikan bahwa mereka masih membutuhkan radio dakwah sebagai alternatif stasiun radio untuk didengarkan. Selain itu, MQ FM juga telah berhasil mendorong para anak muda ini untuk melakukan dakwah, dan bahwa radio dakwah dalam hal ini MQ FM menjadi metode yang tepat untuk melakukan dakwah kepada anak muda. Kata kunci persepsi, anak muda, radio muslim
REPRESENTASI PANGAN DALAM KOMUNIKASI RITUAL (Kajian Komunikasi Ritual dalam Perayaan Sekaten di Yogyakarta 2015 - 2016) Rosalia Prismarini Nurdiarti
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.307 KB) | DOI: 10.12928/channel.v5i1.6358

Abstract

AbstrakPangan merupakan bagian dari peradaban manusia. Pangan tidak sekedar memenuhikebutuhan hidup semata, tetapi juga mengandung sebuah relasi sosial, ekonomi dan politik.Fenomena begitu lekatnya pangan dengan kehidupan keseharian kita hadir dalam wujud pangantradisional sebagai uborampe dalam tradisi Sekaten di Yogyakarta. Di sana, pangan merupakanwujud kebudayaan yang berkaitan erat dengan cara manusia membangun pesan, komunikasi daninteraksi kebudayaan. Pangan dalam ritual syukuran Sekaten, tidak terlepas dari konteks sosiohistorisyang melingkupi masyarakat dankebudayaan Yogyakarta khususnya dan Jawa padaumumnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pangan dalam ritual Sekaten merepresentasikanbagaimana pangan lebih dari sekedar kebutuhan dasar, tetapi juga diyakini sebagai bagian dariBerkah dan mampu memberikan rejeki pada anak turun mereka hingga kini. Sekatendiselenggarakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang dilakukan oleh rajasebagai penguasa setempat dalam rangka menyiarkan agama Islam dan melestarikan tradisi yangdiwarisinya. Dalam situasi ekonomi global yang memprihatinkan termasuk Indonesia (jugamasyarakat suku Jawa di Yogyakarta), Sekaten tetap diselenggarakan tidak hanya terkait sematatentang pangan tapi juga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.Kata kunci: sekaten, pangan, simbol, interpretasi.
MITOS KEBUDAYAAN DALAM FILM JAWARA KIDUL, TINUK DAN KTP: ANALISIS SEMIOLOGI BARTHESIAN Vani Dias Adiprabowo
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.149 KB) | DOI: 10.12928/channel.v6i1.10211

Abstract

AbstrakFilm Jawara Kidul, Tinuk dan KTP adalah tiga pemenang kategori umum Festival Video Edukasi (FVE) 2016. Ketiga film tersebut dikaji dengan teori semiologi Roland Barthes untuk mengungkap perihal mitos atau wacana yang berusaha dibangun oleh film tersebut melalui tanda-tanda kebudayaan. Dalam hal ini, film dianggap sebagai produk budaya karena memproduksi dan mereproduksi tanda maupun wacana kebudayaan. Selain itu juga, film dianggap sebagai alat komunikasi publik dalam menyampaikan pesan melalui tanda-tanda kebudayaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitataif yang berusaha mengungkap makna dalam fenomena kebudayaan, serta memahami pengalaman dan pemikiran manusia. Selain itu, penelitian ini menggunakan sudut pandang konstruktivisme budaya, yang menganggap bahwa budaya merupakan bentukan secara sosial dan politik. Maka dari itu, budaya kerap diandaikan sebagai wacana dan mitos. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa film Jawara Kidul berusaha untuk membangun mitos kesaktian dan kejantanan yang menunjukkan adanya wacana dominasi laki-laki. Film ini membangun wacana Jawara yang laki-laki, jantan, sakti sekaligus relijius. Sedangkan film Tinuk berusaha membangun mitos kelas sosial, yang menyajikan wacana kelas sosial bawah dan kelas sosial atas. Masyarakat kelas sosial bawah kemudian tak sanggup untuk membeli barang kelas menengah atas. Terakhir yakni film KTP, yang berusaha untuk membangun mitos negara. Dalam film tersebut, negara diwacanakan sebagai pihak pengayom yang berusaha membantu persoalan masyarakat, khususnya kelas sosial bawah. Negara juga diwacanakan ikut terlibat aktif dalam bermusyawarah bersama warga masyarakat.Kata Kunci: Budaya, Mitos, Dominasi, Kelas Sosial dan Negara
Pola Jaringan Komunikasi Layanan Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas Korban Erupsi Gunungapi Merapi Wuri Rahmawati; Hari Akbar Sugiantoro
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v7i2.11979

Abstract

The objective of this research in the future is to get a disaster communication design especially for disability communities. And the short objective of this research are to know the health service communication network design especially for disability communities.This research used a qualitative method with purposive sampling. Informant of this research are disability,government, NGO and volunteer. Primary and secondary data used in this research. Interview, forum group discussion and observation are to get primary data and than writing and documentation are to get secondary data.The results of this research showed that the disability communities as victims of the Merapi volcanic eruption in 2010 had not received special treatment either during evacuation or while in refugee camps. The facilities for evacuation and evacuation facilities are not yet diffable-friendly. While health services were available for victims of the Merapi volcanic eruption. Volunteers deliver or announce information about the availability of health services to refugees using loudspeakers (microfon) so that they can be heard simultaneously by refugees including persons with disabilities except deaf.Pattern of communication network for health services for victims of Merapi volcanic eruptions, namely the wheel pattern, volunteers as sources or information centers regarding the availability of health services for disaster victims (refugees). Whereas the role formed in the health service communication network for disabilities communities is volunteers as Liaison (person who outside the group that connect disabilities groups with medical team groups), medical teams as opinion leaders (people who are asked for opinions on health and influence disabilities to behave accordingly with recommendations in the treatment and prevention of diseases and persons with disabilities (deaf) as isolates (person that have very limited or minimal to access health services information as a result of their limitations and methods of delivering information using loudspeakers. Â