cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Channel : Jurnal Komunikasi
ISSN : 23392681     EISSN : 26212579     DOI : 10.12928
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
Strategi Komunikasi Pemasaran Septia Hotel Yogyakarta Ardiyanto Wardhana
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6305.324 KB) | DOI: 10.12928/channel.v4i1.4042

Abstract

Maraknya pembangunan hotel disetiap sudut kota Yogyakarta mengindikasikan bahwa usaha bidang jasa khususnya perhotelan memiliki daya tarik bagi investor. Tentu saja hal tersebut akan menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatnya pendapatan asli daerah. Banyaknya hotel-hotel baru di Yogyakarta secara otomatis akan menimbulkan dampak ketatnya persaingan bisnis diantara hotel tersebut. Industri perhotelan dituntut untuk membeikan dan selalu mengembangkan layanan prima dan memiliki fasilitas yang memadai. Tentunya diperlukan upaya-upaya ataupun strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut.Kata kunci: Komunikasi Pemasaran, Differensiasi, dan Industri Perhotelan
BRANDING DAN EKSISTENSI PRODUK (KAJIAN TEORITIK KONSEP BRANDING DAN TANTANGAN EKSISTENSI PRODUK) Muhammad Nastain
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.941 KB) | DOI: 10.12928/channel.v5i1.6351

Abstract

AbstrakPersaingan ddalam dunia industry tidak mengakomodir stagnasi produk dan brand.Mereka yang tidak peka dengan perubahan dan tantangan pasar akan terlindas oleh competitor.Diperlukan upaya menyeluruh dan terus menerus untuk mempertahnakan brand. Eksistensi produkditopang dengan adanya differensiasi sebegai jawaban pemenuhan eksektasi pasar. Konsumenmemiliki hak sepenuhnya untuk menentukan pilihan produk ditengah ketatnya persaingan antarproduk. Proses branding dan eksistensi produk memberikan jawaban dari tantangan setiap perubahandalam bidang pemasaran. Strategi branding berupaya menempatkan produk pada posisibersaing kompetitif dengan produk lain.Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif untuk menggali informasi terkaitkonsep brand dan differensiasi produk. Membangun brand dapat dilakukan dengan “membangun”kepercayaan publik secara massif dan kontinyu atau dengan “meminjam” atau melekatkan denganbrand yang sudah lebih mapan. Akan tetapi perubahan mindset pelaku usaha dalam memperlakukanbrand menjadi kata kunci utama yakni menempatkan brand sebagai asset. Selanjutnya mempertahankanekuitas brand berada dalam skala atas merupakan prioritas. Menempatkan brand pada
MAKNA DESTINASI WISATA DI DUA ‘DUNIA’: Studi atas Gambaran Dunia Maya dan Fakta Empirik Destinasi Wisata Muhamad Sulhan
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.584 KB) | DOI: 10.12928/channel.v5i2.7980

Abstract

AbstrakTulisan ini berupaya mendeskripsikan dan mengelaborasi perbedaan makna yang munculatas gambaran destinasi wisata dalam dua bentuk. Di satu sisi adalah gambaran dunia maya di duasitus destinasi wisata, di sisi lain adalah gambaran fakta sesungguhnya setelah seseorang datangke sebuah tempat destinasi. Penelitian sebagai dasar tulisan ini menggabungkan analisis atas duahal. Pertama, mengambil dan menganalisis isi dua situs resmi dari dua destinasi wisata di Indonesiayang populer dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif atas gambar dan kalimat. Kedua,melakukan observasi dan wawancara mendalam terhadap informan yang datang dan menyaksikansebuah tempat destinasi wisata setelah mendapatkan informasi di laman digital. Analisis atasgabungan dua data tadi berupaya memperlihatkan keunikan, kesenjangan, dan perbedaan antaragambaran dunia maya atas destinasi wisata, dengan opini dan persepsi pengunjung wisata yangtelah melihat secara nyata destinasi tersebut. Pemanfaatan media digital telah membuat gambaransebuah destinasi dengan keunikan tersendiri. Terdapat gambaran yang ‘hiperbolik’ atas sebuahtempat destinasi. Gambaran yang ternyata menuai kritik, kekecewaan, dan ketidakpuasan setelahseorang pengunjung wisata datang dan menyaksikan sendiri tempat destinasi yang digambarkandalam dunia maya (blog, situs, fesbuk, twitter, dan lain-lain).Keyword: destinasi wisata, digital communication, hiperrealitas, cyberworld.
Antara Kiev dan Yogyakarta (Komunikasi Lintas Budaya Mahasiswa Ukraina di Program Darmasiswa Universitas Ahmad Dahlan) Muhammad Najih Farihanto
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.488 KB) | DOI: 10.12928/channel.v6i2.11577

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang komunikasi lintas budaya mahasiswa Ukrainadi Program Darmasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Penelitianmemperoleh gambaran gangguan apa saja komunikasi lintas budaya yangdialami oleh para mahasiswa Ukraina khususnya pada saat mereka tinggal diYogyakarta.Hasil dari penelitian ini adalah masalah komunikasi lintas budaya terbagimenjadi dua, komunikasi verbal dan non-verbal. permasalahan komunikasiverbal dari mahasiswa Ukraina adalah hal-hal yang berkaitan dengan semantisatau bahasa. Sementara permasalahan komunikasi non verbal adalah out fit,waktu, dan cita rasa makanan.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan menggunakanstudi kasus karena membicarakan masalah empiris mengenai kasus. Dalampenelitian ini menggunakan motode wawancara, dokumen dan observasidalam proses pengumpulan data.
Corporate Social Responsibility PT. Madubaru 2010-2015 Choirul Fajri
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.022 KB) | DOI: 10.12928/channel.v3i2.3274

Abstract

Program Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan sebuah program yang wajib dijalankan oleh suatu perseroan terbatas (PT).CSR sebagai sebuah tanggung jawab sosial perusahaan, merupakan sebuah terobosan untuk menjalin hubungan baik dengan masyarakat.Pemerintah sendiri telah mewajibkan dan mengatur pelaksanaan program CSR ini melalui Undang-Undang Perseoran Terbatas Tahun 2002.Sebagai badan usaha milik negara (BUMN), PT Madubaru tentunya juga melaksanakan program ini.Penelitian ini sendiri merupakan penelitian lanjutan yang pernah peneliti lakukan di tahun 2010 lalu, yakni mengenai Community Relations PG/PS Madukismo. Di mana dalam penelitian ini, melihat bagaimana strategi-strategi yang dilakukan oleh PG/PS Madukismo dalam melaksanaan program ini, sebuah sebuah cara untuk memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti memilih menggunakan metode studi kasus, guna menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai bagaimana proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program CSR tersebut. Dari hasil penelitian di dapatkan data, bahwa PT Madubaru telah melaksanakan program CSR tersebut dengan baik, adanya keterlibatan dari masyarakat, dan upaya-upaya pengembangan masyarakat. Hanya saja, upaya untuk membuat pelaporan kegiatan dengan memanfaatkan teknologi komunikasi seperti sekarang ini masih belum tampak.Padahal upaya tersebut, dapat digunakan untuk mencari feedback terkait dengan program yang telah dilaksanakan kepada masyarakat luas. Kata kunci: CSR, PT Madubaru, Strategi
MEMAHAMI PEMBAJAKAN DIGITAL DALAM BUDAYA MENGOPI VIDEO DI WARNET Irham Nur Anshari
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.945 KB) | DOI: 10.12928/channel.v4i2.6224

Abstract

AbstrakDalam beberapa tahun terakhir, mengopi video digital (film atau program televisi) telahmenjadi praktik sehari-hari pada beberapa warung internet (warnet) di Yogyakarta. Tulisan iniberangkat dari penelitian yang bertujuan mendokumentasikan praktik mengopi video tersebutbeserta implikasinya sebagai sumbangsih dalam memahami pembajakan digital. Denganmenggunakan pendekatan etnografi, informan dalam penelitian ini adalah para pelaku budayamengopi atau pengopi video di warnet. Penelitian ini menemukan bahwa pembajakan digitalterjadi karena telah adanya kultur dalam sebuah masyarakat untuk mengakses media seefektifmungkin seiring perkembangan teknologi media.Kata Kunci: Pembajakan Digital, Budaya Mengopi, Warnet, Video.
MEMBEDAH MAKNA TEMAN MURNI DALAM IKLAN BEAR BRAND (Analisis Semiotika Roland Barthes Dalam Iklan Bear Brand Versi ‘Teman Murni’) Freddy Yusanto
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.713 KB) | DOI: 10.12928/channel.v5i2.7975

Abstract

AbstrakSebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa lepas dari pengaruh manusia lain. Karena padadasarnya didalam diri manusia ada dorongan untuk berhubungan dengan orang lain.Hal inilah yang membuat nilai sosial pertemanan sangat sering kita jumpai dalam kehidupankita. Pertemananpun seringkali menjadi tema utama dalam sebuah iklan komersil, seperti iklanBear Brand yang menjadikan “Teman Murni” sebagai tagline nya. Betapa seorang teman murnimenjadi sebuah kekuatan yang mampu membuat seseorang mampu bertahan dalam menghadapicobaan hidup.Analisa ini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk membedah tandatandayang ditampilkan dalam iklan secara konotasi, denotasi dan mitos. Kemudian penulis jugamenggunakan komunikasi kinesik untuk membedah tanda yang berada pada ranah facial sign,gesture serta body posture.Kesimpulan dari analisa ini, level denotasi yang ditampilkan ‘meminjam’ moment yangsedang muncul pada saat itu, yaitu tahun baru Imlek. Sedangkan pada level konotasi, tanda yangditampilkan didukung oleh komunikasi kinesik yang baik sehingga makna teman murni sebagairepresentasi teman sejati tersaji dengan baik dalam iklan ini. Iklan ini mencoba mendekonstruksimakna sebuah kesuksesan. Sukses tidak cukup dengan materi yang berlimpah, sukses yangsebenarnya adalah bagaimana kita menyikapi secara positif pencapaian yang telah kita raih,menikmati dan mensyukurinya. Sukses yang sebenarnya adalah ketika kita dapat membahagiakanorang-orang disekitar kita dan ‘teman murni’ adalah bagian dari proses untuk mencapai sebuahkesuksesan.Kata Kunci: Iklan, Makna, Teman Murni, Semiotika Roland Barthes.
STRATEGI KOMUNIKASI SOSIAL KOMUNITAS PELAPAK BUKALAPAK Raditia Yudistira Sujanto
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.601 KB) | DOI: 10.12928/channel.v6i1.10216

Abstract

IntisariPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi sosial yang dijalankan oleh perusahaan bisnis pasar daring Bukalapak. Teori mengenai investasi sosial dan tanggung jawab sosial perusahaan digunakan untuk membahas temuan penelitian. Hasil penelitian yang ditemukan adalah Bukalapak berhasil mengembangkan komunitas berisi pelapak di berbagai daerah di penjuru Indonesia. Keberhasilan dari penanaman investasi sosial dibuktikan dengan tingginya tingkat kesukarelaan, keaktifan, inisiatif dan kesetiaan dari para pelapak yang menjadi anggota komunitas Bukalapak. Beragam program sosial yang diinisiasi oleh komunitas tidak diadakan oleh manajemen Bukalapak atau bahkan dibiayai. Komunitas secara sukarela mencari sponsor sendiri, menjadi panitia sendiri, dan sebagainya. Manajemen hadir sebagai pemantau dan pemberi dukungan moril. Penggunaan media sosial sangat dioptimalkan sehingga komunikasi selalu ada. Keberadaan sosok pimpinan tertinggi perusahaan (CEO Bukalapak) di tengah-tengah media sosial komunitas menjadi pendobrak dinding pemisah antara pihak manajemen dengan pihak komunitas pelapak Bukalapak.Kata kunci: program sosial, CSR, Bukalapak, komunitas
Peran Perusahaan BUMN dalam Mengakomodasi Kebutuhan Masyarakat Melalui Kegiatan CSR Raditia Yudistira Sujanto
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v7i2.13901

Abstract

PT TWC carries out corporate social responsibility activities through a special division namely PKBL. Social programs implemented are mainly of philanthropic activities such as providing assi ance such as educational funding for high-achieving udents, house renovation for members of the community in need, and assi ance for employees who are fully dedicated to the company. This research uses a quantitative approach with interview techniques with the PKBL Division Manager and documentation udies on the company’s o cial social media where the PKBL team publishes the social programs that have been implemented. This research found that PT TWC through the PKBL Division of corporate social responsibility programs is ill conventional in nature and not relevant enough to the company’s operational activities that focus on temple tourism parks. PT TWC should be able to involve the community in the process of program formulation through open dialogue so that the issues that become the basis of material of the social programs can be truly targeted both in terms of the community being targeted and the priority of the issue itself. Future udies can use other research techniques such as observation and interviews with the community around the company to get a perception of PT TWC.
Penggunaan Multi Media untuk Meningkatkan Efektivitas Pesan Khutbah Jumat Rendra Widyatama
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.82 KB) | DOI: 10.12928/channel.v3i1.2419

Abstract

Di kalangan umat Islam di seluruh dunia, termasuh Indonesia, khutbah jumat merupakan aktivitas rutin. Disebut rutin, karena ibadah tersebut diselenggarakan secara teratur tiap hari jumat. Ibadah ini wajib dilakukan oleh ummat Islam laki-laki yang sudah baliq. Seperti halnya dengan ibadah shalat jumat, penyampaian khutbah jumat juga merupakan aktivitas rutin bagi para khatib. Indikator rutinitas dapat dilihat dari aktivitas komunikasi yang dilakukan, yaitu cenderung monoton, tidak dipersiapkan secara memadai, dan tidak menggunakan bantuan media apapun. Khatib hanya memenuhi rukun dan syarat syah khutbah sehingga terkesan tidak memperdulikan respon jamaah. Penyampaian pesan khutbah jumat dengan metode seperti itu, jamaah tidak terlihat menyimak nasehat khutbah. Dari banyak pengamatan, jamaah jumat banyak yang tertidur pada saat khutbah sampai ibadah tersebut dimulai. Keadaan ini jelas membuat pesan khutbah tidak efektif. Sehubungan dengan hal tersebut, khatib dan takmir masjid perlu melakukan inovasi kreatif atas khutbah jumat. Salah satu cara adalah dengan menggunakan multimedia sebagai alat bantu penyampaian pesan sehingga khutbah jumat dapat lebih menarik dan efektif. Kata Kunci: Multimedia, Komunikasi, Pesan yang Efektif, Khutbah Jumat. 

Page 11 of 22 | Total Record : 213