cover
Contact Name
Santosa Kusumah
Contact Email
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat
ISSN : 23028955     EISSN : 26142392     DOI : -
Jurnal Dharmakarya terbit 4 (empat) kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember)
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022" : 17 Documents clear
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Ferli Hasanah; Prima Agustina Mariamurti; Mega Subekti
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.32821

Abstract

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi ini dilakukan oleh tim pengajar dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Metode kegiatan yang digunakan adalah difusi ilmu pengetahuan yang seluruhnya diselenggarakan secara virtual. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah masyarakat secara umum, khususnya siswa/siswi SMA. Mitra kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah SMAN 1 Rancaekek, SMAN Tanjungsari, SMA 2 Serang, dan Ummahathul Ghad PPI Tarogong Garut. Kegiatan dilakukan pada bulan Februari 2021 dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui rangkaian lomba dan tiga webinar yang mengusung tema pemberdayaan perempuan. Dengan melihat partisipasi aktif dan jumlah peserta berbagai kegiatan yang dilaksanakan, hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat mengenai pemberdayaan perempuan ini telah terselenggara dengan baik.This Community Service activity on empowering women through the use of information and communication technology was carried out by a teaching team from the Faculty of Cultural Sciences, Padjadjaran University. The method of activity used is the diffusion of knowledge, all of which are held virtually. The target audience for this activity is the general public, especially high school students. The partners of this Community Service activity are SMAN 1 Rancaekek, SMAN Tanjungsari, SMA 2 Serang, and Ummahathul Ghad PPI Tarogong Garut. The activity held on February 2021 in three stages: preparation, implementation, and evaluation stages. This activity was carried out through a series of competitions and three webinars with the theme of women's empowerment. By looking at the active participation and the number of participants in the various activities carried out, the results of the activities show that this Community Service activity regarding women's empowerment has been carried out well. 
INSIDENS HIPODONSIA PADA ANAK DENGAN SINDROM DOWN Willyanti Soewondo
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.40968

Abstract

Hipodontia adalah tidak adanya gigi secara kongenital dengan satu atau lebih gigi hilang. Hipodonsia terjadi pada anak dengan Sindrom Down. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian hipodontia pada anak dengan Sindrom Down. Dalam studi cross sectional ini, sejumlah 26 anak dengan Sindrom Down diikutsertakan dalam penelitian ini kriteria Sindrom Down ditentukan oleh dokter anak berdasarkan manifestasi klinis, analisis kromosom,  sementara hipodonsia ditentukan bila satu atau lebih gigi hilang dalam setiap rahang, dan tidak adanya benih gigi dengan pemeriksaan radiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa hipodontia terjadi pada 8 anak (32,5%) dan  mengenai gigi insisiv lateral pada semua anak dengan hipodonsia dari 26 anak. Hipodontia terjadi pada anak dengan Sindrom Down dan gigi insisiv lateral adalah gigi yang paling sering terkena.Hypodontia is the congenital absence of teeth with one or more teeth missing. Hypodontia occurs in children with Down Syndrome. The aim of this study was to determine the incidence of hypodontia in children with Down syndrome. In this cross-sectional study, a total of 26 children with Down Syndrome were included in the study. The criteria for this syndrome were determined by the children based on clinical manifestations, chromosomal analysis, while hypodontia was determined when one or more teeth were missing in each tooth, and the absence of totth germ by radiographic examination. The results showed that hypodontia occurred in 8 children (32.5%) and affected the lateral incisors in all children with hypodontia out of 26 children. Hypodontia occurs in children with Down Syndrome and the lateral incisors are the teeth most commonly affected.
PELATIHAN REVIEW POHON KINERJA DAN EVALUASI PENYUSUNAN LKJIP ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DI KABUPATEN SUKOHARJO Rutiana Dwi Wahyunengseh; Sri Hastjarjo; Didik Gunawan Suharto; Wahyu Nur Harjadmo; Sudarmo Sudarmo; Son Haji
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.40766

Abstract

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah adalah instrumen untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas, fungsi dan peran OPD dalam pengelolaan sumberdaya dan sumber dana serta kewenangan yang ada yang dipercayakan kepada publik guna pencapaian tujuan organisasi. Permasalahan yang dihadapi kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah adalah dalam tiga tahun terakhir berada di ranking paling bawah penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instasi Pemerintah Jawa Tengah selama beberapa tahun terakhir dan bertekad menaikkan posisi menjadi nilai B. Penanggung jawab pembinaan Perangkat daerah supaya nilai akuntabilitas kinerja baik adalah bagian organisasi Sekretariat Daerah. Oleh karena itu, Tim Pengabdi bermitra untuk membantu meningkatkan kapasitas staf perencana di Perangkat Daerah.  Metode yang digunakan adalah teknik “Participatory Community Problem Based Solving”.  Teknik pelatihan terdiri dari: (i) penyampaian materi untuk membekali konsep; (ii) bedah kasus salah satu indikator kinerja utama daerah; (iii) praktik bersama menyusun pohon kinerjanya; (iv) praktik di tim kelompok kerja berdasar rumpun urusan; (v) peserta mempresentasikan hasil kerja; (v) narasumber (tim pengabdi) memberikan review atas hasil kerja kelompok. Output dari pelatihan adalah: (i) dihasilkan cascading kinerja; (ii) dihasilkan sampel narasi evaluasi capaian 1 indikator kinerja utama perangkat daerah tahun N-1. Simpulan, hasil pengabdian ini meningkatkan pengetahuan peserta tentang bagaimana menyusun pohon kinerja Perangkat daerah berbasis Logicl Framework. Disamping itu juga meningkatkan keterampilan peserta menyusun narasi capaian kinerja pada dokumen Laporan Kinerja Instansi Perangkat Daerah.Government Agencies Performance Report is an instrument to account for the implementation of the duties, functions and roles of OPD in managing resources and sources of funds and existing authorities entrusted to the public in order to achieve organizational goals. The problem faced by Sukoharjo Regency, Central Java Province, is that in the last three years it has been at the bottom of the Central Java Government Performance Accountability System assessment for the past few years and is determined to increase its position to a B value. part of the Regional Secretariat organization. Therefore, the Service Team partnered to help increase the capacity of planning staff in the Regional Apparatus. The method used is the "Participatory Community Problem Based Solving" technique. The training techniques consist of: (i) delivery of materials to equip concepts; (ii) examine the case of one of the main regional performance indicators; (iii) joint practice of compiling a performance tree; (iv) practice in working group teams based on family of affairs; (v) participants present their work; (v) resource persons (service team) provide a review of the results of group work. The training materials consist of: (i) reviewing the logical framework of the performance tree and business processes for achieving regional strategic targets; (ii) measuring performance achievements; (iii) narrate the measurement results to a performance report document as a means of communication of accountability to the public. The outputs of the training are: (i) generated cascading performance; (ii) a sample narrative of the evaluation of the achievement of 1 main performance indicator of regional apparatus is produced in N-1. In conclusion, it is necessary to follow up in the form of regular desk evaluations for each OPD to ensure there is an improvement in skills in compiling narratives of performance achievements in the Performance Reports of Regional Apparatus Agencies. 
KEGIATAN “SELAMATKAN LAUT KITA” SEBAGAI MEDIA EDUKASI PEDULI LINGKUNGAN LAUT DAN SOSIALISASI DAMPAK PEMANASAN GLOBAL DI KABUPATEN CIREBON Sheila Zallesa
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.31184

Abstract

Kerusakan lingkungan laut diakibatkan oleh perbuatan manusia. Diantara dampak dari perbuatan manusia itu adalah pemanasan global dan pencemaran lingkungan. Lingkungan laut sensitif akibat dari perubahan lingkungan dan pencemaran. Kabupaten Cirebon yang dimana masyarakat berprofesi sebagai nelayan terkena dampak secara tidak langsung dari pemanasan global dan pencemaran lingkungan. Salah satu dampak bagi nelayan adalah berkurangnya hasil tangkapan ikan. Sehingga diperlukan edukasi mengenai peduli lingkungan laut dan dampak pemanasan global bagi usaha perikanan bagi masyarakat kabupaten Cirebon. Kegiatan dilakukan secara luring dan daring. Kegiatan “Selamatkan Laut Kita” cukup efektif untuk mengedukasi nelayan, siswa dan masyarakat umum di kabupaten Cirebon untuk lebih peduli lagi terhadap lingkungan, terutama laut. Kegiatan webinar cukup efektif mengkampanyekan peduli lingkungan laut untuk khalayak umum dan akademisi.Damaged marine environment mostly caused by human activity. Human activity impact on environment include  global warming and environmental pollution. The marine environment is sensitive due to environmental changes and pollution. Cirebon Regency, where people work as fishermen, is indirectly affected by global warming and environmental pollution. One of the impacts for fishermen is the reduced fish catch. There is a need for environmental education that provides people with awareness about the issue of marine environment and global warming impacts especially to Cirebon society. The Activity was conducted both offline and online. The activity with theme of  "Let’s Save the Ocean " is quite effective in educating fishermen, students and the general public at Cirebon Regency to more aware about the environment, especially the ocean environment. The webinar activity is  effective in campaigning the marine environment awareness for the general public and academician.
PENGUATAN LITERASI AKADEMIK BAGI GURU SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) KOTA SUKABUMI Ratna Erika Mawarrani; Dian Ekawati; Susi Yuliawati
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.33489

Abstract

Menulis karya ilmiah adalah kewajiban bagi pengembangan diri profesi mengajar. Keterampilan literasi akademik sebagai bagian penting dari penulisan adalah keterampilan yang belum dikenali sepenuhnya oleh seluruh tenaga pendidik, khususnya tenaga pendidik jenjang pendidikan dasar. Pengetahuan tentang konvensi tulisan akademik, pencarian basis data penelitian, dan critical thinking menjadi sebuah bentuk literasi yang perlu dikuatkan dan diterapkan. Dalam kegiatan PPM ini, tim peneliti mengadakan penyuluhan yang ditujukan untuk memperkuat literasi akademik guru-guru SD Negeri di Kota Sukabumi, Jawa Barat sehubungan dengan kewajiban para guru mempublikasikan artikel ilmiah untuk kepentingan kenaikan pangkat. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini terkait langsung dengan pengetahuan penulisan ilmiah yang dapat menunjang peningkatan kinerja dan kompetensi tenaga pendidik di tingkat pendidikan dasar. Kegiatan berbentuk penyuluhan dan pendampingan menulis ilmiah ini memastikan agar pihak- pihak yang telibat tetap fokus pada keadaan dan kearifan lokal yang kuat di daerah tersebut serta research interest dari masing-masing para tenaga pendidik. Dengan penyuluhan ini, para tenaga pendidik berhasil mendapatkan informasi dasar literasi akademik, memulai pengembangan keterampilan dalam pencarian di basis data penelitian, serta mendapatkan pengetahuan lebih mendalam tentang konvensi tulisan akademik.Writing scientific papers is one of the main responsibilities for the self-development of the teaching profession. Academic literacy skills as significant part of writing are the skills that have not been fully recognized, especially by teachers at the basic education level. Knowledge of academic writing conventions, research database searches, and critical thinking are forms of academic literacy that required to be strengthened and further applied. In this Pengabdian Pada Masyarakat activity, the research team held training to develop the academic literacy of state elementary school teachers in Sukabumi City, West Java in connection with the obligation of teachers to publish scientific articles for career development purposes. This Community Service Program is directly related to scientific writing knowledge that can support improving the performance and competence of educators at the basic education level. This activity involved close-assistance sessions to ensure that the participants are able to focus on their local situations and trend in their schools as well as their personal research interests. With this program, the teachers were able to obtain basic information on academic literacy, start developing skills in searching research databases, and gain more in-depth knowledge of academic writing conventions.
PENINGKATAN PENGETAHUAN HOME GARDENING SEBAGAI UPAYA KEMANDIRIAN PANGAN KELUARGA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Linda Riski Sefrina; Milliyantri Elvandari; Risma Rahmatunisa
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.37195

Abstract

Sejak tahun 2020 telah terjadi pandemi covid-19 yang memberikan dampak pada masyarakat secara ekonomi, seperti penurunan pendapatan bahkan kehilangan pekerjaan. Hal tersebut berdampak pada menurunnya akses pangan masyarakat Indonesia. Salah satu upaya untuk menangani masalah kekurangan pangan di tingkat rumah tangga adalah pembuatan home gardening. Oleh karena itu tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat dan tata cara home gardening. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam bentuk webinar yang dilakukan melalui Zoom dan Youtube. Metode yang digunakan untuk menilai peningkatan pengetahuan menggunakan kuesioner online (pre-test dan post-test) yang diisi oleh 56 peserta kegiatan. Berdasarkan hasil pengambilan data didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kategori baik sebanyak 53,6% dan kategori sangat baik 32,1%. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak yang baik terhadap peserta, berupa peningkatan pengetahuan tentang home gardening.Since 2020, there has been a Covid-19 pandemic which has an impact on reducing income and losing jobs. This had an impact of decreasing food access for the Indonesian people. One of the efforts to address food insecurity at the household level is home gardening. Therefore, the aim of this activity is to educate the public about the benefits and procedures of home gardening. Community service activities are carried out in the form of webinars which are conducted through Zoom and Youtube. The method used to assess the increase in knowledge used an online questionnaire (pre-test and post-test) which was filled in by 56 participants. Based on the results, it was found that there was an increase in good category knowledge as much as 53.6% and very good category 32.1%. This shows that this activity has a good impact in the form of increasing participants' knowledge about home gardening.
PENGUATAN BUDAYA USAHA MELALUI PENGEMBANGAN BUSINESS PLAN DAN MEDIA SOSIAL PADA UMKM RAJOET BINONG JATI Dwi Kartini
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.41030

Abstract

Artikel ini diawali dari adanya keunikan sekaligus permasalahan permodalan dan pasokan di Sentra Rajoet-Binong-Jati yang belum terpantau oleh Koperasi Sentra tersebut. Hal ini tampak dari Perencanaan Bisnis mereka yang belum tepat guna dan belum tepat sasaran, khususnya dengan masa Pandemi ini. Tujuan kegiatan ini agar  terdapat sinergitas antara Kadin dengan Unpad dalam mengembangkan Business Plan 2021-2023 yang lebih tepat guna dan tepat sasaran disamping  melatih untuk berjiwa entrepreuner mahasiswa melalui kegiatan PPM-Virtual-2021. Metode Pengabdian ini bersifat deskriptif-kualitatif. Pengambilan sampel melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data sekunder melalui Peraturan sekaligus pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara mendalam kepada MenKop-UMKM, KADIN, Sentra Rajoet-Binong-Jati. Juga melalui FGD kepada Praktisi sebagai Expert-Judgment, dan mahasiswa ikut memberi masukan dengan mengisi celah-celah yang bisa memperkuat budaya usaha berbasis teknologi melalui Business Plan dan media sosial. Dari Hasil Pengabdian ini terdapat kesamaan persepsi dalam Penyusunan Business Plan yang lebih tepat sasaran dengan mendayagunakan Koperasi di Sentra tersebut untuk menjembatani pinjaman modal bergulir dari MenKop-UMKM, disamping juga bermitra dengan pabrik benang yang kredibel sebagai pemasok pengganti para pemasok liar. This article begins with the uniqueness as well as the problems of capital and supply at the Rajoet-Binong-Jati Center that have not been monitored by the central cooperative. This would be seen from their business planning which is not effective and on target yet, especially during this pandemic. The aim of this activity is that there is synergy between Kadin and Unpad in developing a more effective and targeted 2021-2023 Business Plan in addition to training student entrepreneurial souls through the PPM-Virtual-2021 activities. The method is descriptive-qualitative. Sampling was taken through purposive sampling. Secondary data collection techniques are through regulations and primary data collection through observation, in-depth interviews with Indonesian SME’s and Cooperative Minister, Indonesian Commerce and Industry Chamber, Rajoet-Binong-Jati Center. Also through FGDs for practitioners as Expert-Judgment. Students participate in providing input by filling in the gaps that would strengthening the technology-based business culture through the Business Plan and Social Media. From the Results of this Service, there is a common perception in the preparation of a more targeted Business Plan by empowering the Cooperative in the Center to bridge revolving capital loans from Indonesian SME’s and Cooperative Minister, as well as partnering with a credible yarn factory as a substitute supplier for illegal suppliers. 
PENGEMBANGAN DESAIN KURIKULUM ILMU POLITIK DALAM KONTEKS MERDEKA BELAJAR-KAMPUS MERDEKA Caroline Paskarina; Mudiyati Rahmatunnisa; Ari Ganjar Herdiansah
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.36717

Abstract

Artikel ini membahas hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk workshop pengembangan desain kurikulum Ilmu Politik dalam konteks Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Pemberlakuan Permendikbud No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi mendorong Program Studi untuk meninjau kembali kurikulumnya agar memenuhi standar nasional, termasuk juga dalam hal standar proses pembelajaran. Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka merupakan dasar hukum bagi penyelenggaraan pembelajaran di luar Program Studi, yang bertujuan agar mahasiswa memperoleh pengalaman empirik yang dapat melengkapi proses perkuliahan di dalam Program Studinya. Tetapi, penjabaran dan adaptasi kebijakan ini dalam struktur kurikulum Program Studi masih menghadapi sejumlah permasalahan, antara lain terkait dengan pengaturan proporsi mata kuliah, Satuan Kredit Semester, dan konversi atau pengakuan aktivitas mahasiswa di luar kampus ke dalam Satuan Kredit Semester. Workshop yang diselenggarakan bersama dengan Asosiasi Program Studi Ilmu Politik Indonesia ini menyimpulkan bahwa desain kurikulum dalam konteks Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini dapat menjadi peluang untuk menguatkan keunggulan Program Studi. Upaya ini perlu diimbangi dengan penguatan jejaring dan kerja sama antarlembaga agar keunggulan tersebut juga mendapat pengakuan secara nasional maupun internasional.This article discusses the results of the implementation of community service activities in the form of a Political Science curriculum design development workshop in the context of Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (Independent Learning-Independent Campus). Enactment of Permendikbud No. 3 of 2020 concerning National Standards for Higher Education encourages study programs to review their curriculum to meet national standards, including in terms of standard learning processes. The Merdeka Belajar-Kampus Merdeka's policy is the legal basis for the implementation of learning held outside the study program, which aims to provide students with empirical experience that can complement the lecture process in their study program. However, the elaboration and adaptation of this policy in the curriculum structure of the study program still face a number of problems, including those related to setting the proportion of courses, semester credit units, and the conversion or recognition of student activities outside the campus into semester credit units. The workshop, which was held together with the Association of Indonesian Political Science Study Programs, concluded that the curriculum design in the context of the Merdeka Belajar-Kampus Merdeka could be an opportunity to strengthen the excellence of the study program. This effort needs to be balanced with strengthening networks and inter-institutional cooperation so that these advantages can also be recognized nationally and internationally.
PERAN EDUKASI PEMASARAN DIGITAL UNTUK PELAKU USAHA KELAUTAN DAN PERIKANAN Atikah Nurhayati
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.32522

Abstract

COVID-19 saat ini telah menjadi pandemi dan memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat Indonesia. Sektor usaha mikro kecil dan menengah perikanan dan kelautan mengalami penurunan dan memerlukan pendampingan melalui edukasi mengenai pemasaran digital. Penelitian ini bertujuan uuntuk menganalisis dan merancang penyuluhan edukasi pemasaran digital bagi pelaku usaha UMKM kelautan dan Perikanan. Metode yang digunakan pada penelitian ini deksripsi kuantitatif, dengan jumlah responden 100 pelaku usaha perikanan dan kelautan. Berdarsarkan hasil penelitian penurunan tingkat konsumsi masyarakat berpengaruh terhadap pendapatan pelaku usaha UMKM Kelautan dan Perikanan. Peningkatan edukasi pemasaran digital, melalui kegiatan pendampinga dan penyuluhan yang dilakukan secara simultan, memberikan kontribusi peningkatan penjualan produk. Responden pelaku usaha UMKM kelautan dan perikanan sebanyak 90 % mencoba menggunakan aplikasi pemasaran digital dan 6 % terkendala dengan akses internet dan 4 %  kurang terbiasa menggunakan media sosial. Faktor minat (interest), menilai (evaluation), mencoba (trial) dan adopsi (adoption)., mempunyai pengaruh terhadap keputusan mengadopsi pemasaran prooduk perikanan dengan menggunakkan pemasaran digital. Pendampingan melalui edukasi pemasaran digital yang dilaksanakan dapat membantu mitra atau pelaku usaha UMKM Kelautan dan Perikanan dalam meningkatkan kualitas dan profit penjualan,  pemasaran digital dalam menarik lebih banyak lagi pelanggan dan bertahan serta berinovasi di tengah pandemik.COVID-19 has now become a pandemic and affects various sectors of Indonesian people's lives. The fisheries and marine micro, small and medium enterprises sector has experienced a decline and requires assistance through education on digital marketing. This research aims to analyze and design digital marketing education for marine and fisheries MSMEs. The method used in this reserach  is a quantitative description, with the number of respondents 100 fishery and marine business actors. Based on the research results, the decrease in the level of public consumption has an effect on the income of marine and fisheries MSMEs business actors. Increasing digital marketing education, through simultaneous mentoring and counseling activities, contributes to increased product sales. As many as 90% of marine and fisheries MSME business respondents try to use digital marketing applications and 6% are constrained by internet access and 4% are less accustomed to using social media. Interest, evaluating, trial and adoption factors have an influence on the decision to adopt marketing of fishery products using digital marketing. Assistance through digital marketing education that is carried out can help partners or MSME Marine and Fisheries business actors in increasing sales quality and profit, digital marketing in attracting more customers and surviving and innovating in the midst of a pandemic.
EKSPLORASI DAN SOSIALISASI POTENSI PANGAN LOKAL UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN MASYARAKAT DI DESA RANCAKALONG, KABUPATEN SUMEDANG Eneng Nunuz Rohmatullayaly
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.33850

Abstract

Seribu hari pertama kehidupan merupakan fase krusial dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia. Pada periode ini, seorang anak membutuhkan asupan gizi yang baik dan dalam jumlah cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tersebut secara optimal, sehingga tidak mengalami stunting. Stunting merujuk pada kondisi di mana seorang anak memiliki ukuran tinggi badan kurang dari rata-rata tinggi badan seusianya atau dengan kata lain pendek. Masalah stunting ini terkait dengan kondisi gizi dimulai dari masa pra-kehamilan seorang ibu hingga pasca melahirkan yang pada akhirnya merujuk pada aspek pangan bahkan ketahanan pangan keluarga. Oleh karena itu, perlu adanya eksplorasi potensi pangan lokal, dalam hal ini yang diproduksi masyarakat, sehingga dapat mendukung ketersediaan pangan keluarga serta mensosialisasikan informasi tersebut kepada masyarakat. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa Desa Rancakalong memiliki potensi sumber pangan yang melimpah, baik dari pertanian, peternakan, dan perikanan. Terdapat 59 spesies tanaman pangan yang terdiri dari dua spesies padi-padian, tiga spesies umbi-umbian, empat spesies kacang-kacangan, 21 spesies buah-buahan, 21 spesies sayur-sayuran, dan delapan spesies rempah-rempah, yang diperoleh dari hutan, sawah, ladang, kebun, serta pekarangan. Kondisi stunting yang masih terjadi, mungkin dikarenakan pola konsumsi pangan masyarakat yang belum beragam dan komposisi gizi yang belum seimbang yang berlangsung dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, penyadartahuan mengenai menu gizi seimbang dengan memberdayakan potensi pangan di desa dan pemantauan kondisi kesehatan balita dilakukan sebagai langkah awal perbaikan kondisi kesehatan masyarakat di masa yang akan datang.The first thousand days of life is a crucial phase in human growth and development. A child needs good nutrition and in sufficient quantities to support optimal growth and development, so the stunting condition does not occur in this period. Stunting refers to a condition in which a child has a height that is less than the average or short height for their age. The stunting problem is related to nutritional conditions starting from the pre-pregnancy period of a mother until after giving birth which is corelated to food and even family food security. Therefore, it is necessary to explore the potential of local food, in this case, produced by the community, to support the availability of family food and disseminate this information to the community. Exploration results show that Rancakalong Village has abundant potential food sources, from agriculture, animal husbandry, and fisheries. There are 59 species of food crops consisting of 2 species of grains, 3 species of tubers, 4 species of legumes, 21 species of fruits, 21 species of vegetables, and 8 species of spices, which were obtained from forests, rice fields, fields, gardens, and yards. However, the condition of stunting that still occurs may be due to people's food consumption patterns that are not yet diverse and nutritional composition that has not been balanced for a long time. Thus, that awareness about a balanced nutritional menu by empowering food potential in the village and monitoring the health condition of children under five years are carried out as an initial step to improve public health conditions in the future.

Page 1 of 2 | Total Record : 17


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya Maret 2025 Vol 13, No 4 (2024): Desember : 2024 Vol 13, No 3 (2024): September : 2024 Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024 Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024 Vol 12, No 4 (2023): Desember, 2023 Vol 12, No 3 (2023): September, 2023 Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023 Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023 Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022 Vol 11, No 3 (2022): September, 2022 Vol 11, No 2 (2022): Juni. 2022 Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022 Vol 10, No 4 (2021): Desember, 2021 Vol 10, No 3 (2021): September, 2021 Vol 10, No 2 (2021): Juni, 2021 Vol 10, No 1 (2021): Maret, 2021 Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020 Vol 9, No 3 (2020): September, 2020 Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020 Vol 9, No 1 (2020): Maret, 2020 Vol 8, No 4 (2019): Desember 2019 Vol 8, No 3 (2019): September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 7, No 4 (2018): Desember Vol 7, No 3 (2018): September Vol 7, No 2 (2018): Juni Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 4, No 2 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 2 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 1 (2015): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya More Issue