cover
Contact Name
Santosa Kusumah
Contact Email
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat
ISSN : 23028955     EISSN : 26142392     DOI : -
Jurnal Dharmakarya terbit 4 (empat) kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember)
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2018): September" : 15 Documents clear
PENINGKATAN KEMAMPUAN MANAJEMEN PEMASARAN COFFEE SHOP DAN NILAI TAMBAH PANGAN BERBAHAN BAKU KOPI DI KOPERASI PRODUSEN KOPI MARGAMULYA (KPKM) Tuti Karyani
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.17 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.19496

Abstract

Saat ini bisnis warung kopi bermunculan di mana-mana karena  pemintaan dan kebiasaaan  ngopi di kafe/warung kopi untuk berkumpul bersama teman-teman , keluarga maupun sekedar gaya hidup sedang melanda negerii ini untuk semua kalangan  terutama  anak mudanya . Untuk  menangkap peluang ini maka Koperasi Produsen Kopi Margamulya (KPKM) membuka unit bisnis warung kopi (kafe) dengan nama Warung Kopi Gunung Tilu. Selain itu dengan dibukanya unit usaha warung kopi terbuka bagi ibu-ibu petani kopi untuk menitipkan produk turunan dari kopi baik makanan maupn non makanan .  Oleh karena itu dirasakan perlu pelatihan manajemen pemasarann warung kopi agar kafe bisa bersaing dan berkelanjutan, Demikian juga perlu pelatihan untuk ibu-ibu tani mengenai peningkatan  nilai tambah  produk kopi .  Metode yang dilakukan adalah pemberdayaan partisipatif, yang meliputi pelatihan, mentoring, monitoring  dan evaluasi  dengan  sasarannya adalah  pengelola Warung kopi (kafe) Gunung Tilu dan ibu-ibu tani  dan remaja putri petani kopi . Langkah pertama   dilakukan penelusuran informasi untuk kegiatan yang akan dibuat seperti perlunya peningkatan  nilai tambah dari kopi.serta pengelolaan warung kopi berunsur edukasi. Selanjutnya beberapa kali diberikan materi dan pelatihan keterampilan peningkatan nilai tambah yang mendatangkan nara sumber selain dari dosen dan mahasiswa  serta pemberian pengetahuan tentang penggunaan media social (medso) sebagai fasilitas untuk promosi dan materi mengenai pembuatan poster berunsur edukasi. Hasil evaluasi menunjukan pelatihan dinilai efektif karena pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta meningkat.   
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DAN PELATIHAN MANAJEMEN USAHA BAGI PENGRAJIN KAIN TENUN TRADISIONAL DI DESA WABULA KECAMATAN WABULA KABUPATEN BUTON PROVINSI SULAWESI TENGGARA Ansar Suherman; Sry Mayunita; Mahyudin Mahyudin
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.19062

Abstract

ABSTRACT. Small and medium enterprises, including home industries in regions in Indonesia, experience almost the same problems, namely low productivity, one of which is caused by business management that is still very traditional and the absence of use or use of information and communication technology to support goods promotion activities or services produced. The problem encountered by partners in this program is that the business management carried out is still very simple, does not have a good and neat bookkeeping system, so that profits and losses cannot be detected properly, and the marketing network that is owned is very limited, and does not have the ability to use technology Information as a media for promotion and marketing. Business management training and training in the use of information and communication technology in the form of using social media by maximizing social networks is expected to increase turnover or productivity levels of partners. With the aim of this activity, can provide solutions in the form of the ability to make bookkeeping, technical ability to get business assistance from other parties, and the motivation. Keyword: Social Media, Business Management, Traditional Woven Fabrics. ABSTRAK. Usaha kecil menengah termasuk industri rumah tangga yang terdapat di daerah-daerah di Indonesia mengalami permasalahn yang hampir sama yakni rendahnya produktifitas yang salah satunya disebabkan oleh manajemen usaha yang masih sangat tradisional dan belum adanya pemanfaatan atau penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung kegiatan promosi barang atau jasa yang dihasilkan. Permasalahan yang ditemui di pada UKM yang menjadi mitra dalam program ini adalah Manajemen usaha yang dijalankan masih sangat sederhana, belum memiliki sistem pembukuan yang baik dan rapi, sehingga keuntungan maupun kerugian tidak dapat terdeteksi dengan baik, dan jaringan pemasaran yang dimiliki sangat terbatas, serta belum memiliki kemampuan penggunaan Teknologi Informasi sebagai media promosi dan pemasaran. Pelatihan manajemen usaha dan pelatihan pemanfaatan tekonologi informasi dan komunikasi berupa pemanfaatan media sosial dengan memaksimalkan jejaring-jejaring sosial diharapkan mampu meningkatkan omset atau tingkat produktifitas para mitra. Dengan tujuan kegiatan ini, dapat memberikan solusi berupa kemampuan membuat pembukuan, kemampuan teknis mendapatkan bantuan usaha dari pihak lain, dan adanya motivasi berusaha. Kata kunci: Media Sosial, Manajemen Usaha, Kain Tenun Tradisional.
PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SECARA MANUAL DAN DIGITAL UNTUK START UP COMPANY Citra Sukmadilaga; Sudrajat sudrajat; Uswatun Khasanah; Tri Utami Lestari; Meita candra devi; Ardian Ardian
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.485 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.19951

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan bentuk usaha terkecil dalam dunia usaha. Bentuk ini bisa dilakukan perorangan atau berbadan hukum. Secara ketentuan perpajakan, yang dikatakan sebagai UMKM adalah usaha yang telah berjalan dan memiliki omzet setahun dibawah Rp 4,8M. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi UMKM saat ini terkait dengan pengelolaan dan pelaporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan gambaran kinerja UMKM pada stakeholder. DILO (Digital Innovative Lounge) merupakan suatu badan yang dibentuk oleh TELKOM untuk mewadahi para start uplokal untuk lebih siap berkompetisi di dunia usaha. Anggota DILO merupakan start upmurni yang memiliki kompetensi di bidang Teknologi Informasi (web, game maker, pembuat font, pembuat aplikasi) dan komunitas lainnya. Melihat kondisi tersebut maka dirasakan perlu untuk melakukan pendampingan dan pelatihan pengelolaan dan penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Bandung terutama untuk UMKM yang bergerak dibidang digital. Pelatihan ini mendasarkan pada Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Mikro, Kecil dan Menengah yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dan berlaku efektik mulai Januari 2018
MENGGALI KREATIVITAS REMAJA MELALUI PELATIHAN PROMOSI FILM INDIE DI DESA KRAMATMULYA, SOREANG, KABUPATEN BANDUNG Rangga Saptya Mohamad Permana; Lilis Puspitasari; Sri Seti Indriani
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.486 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.18170

Abstract

 ABSTRAKDi Indonesia, konsep film indie adalah film-film yang tidak diproduksi oleh rumah produksi besar dan film yang mengeksprsikan idealisme pembuatnya tanpa tekanan dari pihak manapun. Film-film pendek yang dibuat atas dasar hobi dan kecintaan khalayak pada dunia film juga termasuk ke dalam film indie. Terkait dengan hal tersebut, sebagian besar remaja di Desa Kramatmulya, Soreang, Kabupaten Bandung, telah memiliki akses pengetahuan dalam bidang produksi film-film pendek. Para remaja yang pada umumnya berusia antara 17-19 tahun ini telah memiliki pengalaman memproduksi film, mulai dari tahap pra-produksi sampai tahap post-produksi. Hanya saja, mereka belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai sistem dan model promosi film indie. Tujuan dari dilaksanakannya program pelatihan ini adalah memberikan pengetahuan mengenai promosi film indie kepada para remaja tersebut, serta memotivasi mereka, agar kelak ketika mereka ingin mencoba untuk memperkenalkan hasil karya mereka pada khalayak, mereka telah memiliki bekal pengetahuan untuk melakukannya melalui media promosi yang tepat. Metode-metode yang digunakan dalam pelatihan ini antara lain metode komunikasi bermedia (audio-visual), metode ceramah, metode interaktif, metode pre-test dan post-test, metode simulasi, serta metode ice breaking. Hasil yang dicapai setelah pelatihan ini dilaksanakan adalah para peserta menjadi memiliki pemahaman yang lebih baik megenai model, teknik dan pemilihan media promosi film indie serta memiliki keinginan dan motivasi untuk dapat memperkenalkan sampai mempromosikan film-film pendek yang telah mereka hasilkan. Kata Kunci: Kreativitas; Promosi; Film; IndieABSTRACTIn Indonesia, indie films are not produced by large production houses. These films express the idealism of the maker without any pressure from others. Short films made on the basis of hobbies and society’s passion of films are also included in indie films. Related to that, most teenagers aged 17-19 years old in Kramatmulya Village, Soreang, Bandung Regency, have had access to knowledge in the field of short films productions. The teenagers have experienced in producing films, from the pre-production stage to the post-production stage. It's just that, they don't have enough knowledge about indie film promotion systems and models. The purpose of this training program was to provide knowledge about indie film promotion to the teenagers, and motivate them, so that later when they want to try to introduce their work to the public, they will have knowledge to do it through the right promotional media. The methods used in this training include media communication methods (audio-visual), lecture methods, interactive methods, pre-test and post-test methods, simulation methods, and ice breaking methods. The results achieved after this training was to have the participants a better understanding of the models, techniques and selection of indie film promotion media the desire and motivation to be able to introduce and promote their short films. Keywords: Creativity; Promotion; Film; Indie
INISIASI ASI TERHADAP MOTORIK BAYI DI RW 08 DUSUN LEBAKJATI DESA CILELES KECAMATAN JATINANGOR In-In Hanidah; Indira Lanti; Wendry Setiyadi Putranto
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.512 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.20141

Abstract

The purpose of this study was to see the initiation habits of breastfeeding and the effect of breast milk on infant. This research is a descriptive qualitative study with subjects of mothers and infant aged 0-24 months. The data collection technique used is observation by observing infant reflexes, and using interview techniques to gather information through asking face-to-face. The analysis technique used is to describe the data obtained in the field. Based on the results of the analysis, it was concluded that infant who get breast milk from their mothers in full from the age of 0-24 months produce good infant reflexes and can carry out activities that are balanced with the development of their age.
PEMBUATAN BRIKET DARI LIMBAH BAMBU DENGAN MEMAKAI ADHESIVE PET PLASTIK DI DESA CILAYUNG, JATINANGOR Iwan Hastiawan
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.883 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.19347

Abstract

PKM bertujuan ini adalah memanfaatkan limbah biomassa bamboo, sisa kerajinan rakyat sebagai bahan baku pembuatan briket. Percobaan ini dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu: pengecilan ukuran limbah bambu dan plastic polyethylene terephthalate(PET); karbonisasi ; pencampuran serbuk arang limbah bambu, PET, dan tepung kanji; pembriketan, pemanasan,dan pengujian kualitas briket. Proses karbonisasi limbah bambu dilakukan pada suhu 450°C selama 30 menit, rasio pencampuran serbuk arang limbah bambu dan PET 90:10(%b/b) serta tepung kanji sebanyak7%.Pembriketan dilakukan pada7 MPa. Briket yang dihasilkan  ditentukan kualitasnya dengan menentukan parameter kadar air, volatile matter, kadar abu, dan nilai kalor.Briket yang dihasilkan memiliki nilai kalor, kadar air, kadar abu, dan kadar volatile matter berturut-turut sebesar 6221,98 kkal/kg, 4,74%, 5%, dan 9%.Nilai-nilai kualitas briket tersebut sudah sesuai dengan Standar Kualitas Briket Arang Kayu (SNI 1-6235-2000 ).
Inisiasi budidaya padi hitam untuk produksi produk pangan eksklusif di desa Cileles kecamatan Jatinangor kabupaten Sumedang Fiky Yulianto Wicaksono; Yudithia Maxiselly; Aep Wawan Irwan; Tati Nurmala
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.19459

Abstract

Desa Cileles berada di wilayah Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Desa Cileles memiliki wilayah seluas 320 Ha, dengan fungsi tata guna lahan untuk lahan pertanian sebesar 55% dan sisanya merupakan lahan pemukiman dan fasilitas umum. Sebagian besar profesi penduduk desa Cileles adalah petani dan buruh tani. Permasalahan pertanian yang ada di desa Cileles adalah petani hanya membudidayakan tanaman yang tidak memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu solusi untuk memecahkan masalah ketiadaan produk bernilai ekonomi tinggi namun masih bisa dikonsumsi sehari-hari adalah dengan mengenalkan budidaya padi/beras hitam. Padi hitam merupakan padi lokal yang mengandung pigmen antosianin yang paling baik sehingga termasuk ke dalam pangan fungsional. Beras hitam juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Pengenalan tanaman padi hitam dan teknologi budidayanya di Desa Cileles memiliki tujuan mensosialisasikan tanaman padi hitam di masyarakat agar masyarakat tertarik mengembangkannya. Sosialisasi ini menggunakan metode penyuluhan dan pembuatan demplot partisipatif pada para petani. Keberhasilan metode Pengabdian kepada Masyarakat yang dijalankan dapat diketahui dari kuesioner yang dibagikan pada peserta penyuluhan. Penyuluhan budidaya dan pascapanen padi hitam yang baik disertai pembuatan petak demonstrasi menimbulkan respons yang baik dari petani. Hal ini dapat dilihat dari pengetahuan petani terhadap padi hitam yang meningkat, keinginan masyarakat yang tinggi untuk membudidayakan padi hitam, serta masyarakat antusias untuk memasarkan sendiri produk padi hitam.Kata kunci: Jatinangor, Padi hitam, Pangan fungsional
TEKNOLOGI PENGOLAHAN EMPING JUBIKA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI GUNA JAGUNG MANIS DI DESA ARJASARI KABUPATEN BANDUNG Mohamad Djali; Indira Lanti Kayaputri; Dian Kurniati
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.14594

Abstract

Desa Arjasari dikenal dengan desa yang kaya akan kekayaan alamnya. Salah satu komoditas yang diunggulkan pada kekayaan alam desa tersebut adalah jagung manis. Namun pemanfaatan hasil panen jagung manis ini belum maksimal karena masih terbatas pada penjualan hasil panen pada tengkulak dan produk olahan tradisional. Oleh karenanya perlu dilakukan upaya peningkatan nilai guna dari jagung manis di Desa Arjasari, salah satunya dengan membuat produk olahan yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi dan menarik untuk dipasarkan dalam bentuk emping JUBIKA (Jagung Kulit Biji kakao). Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah transfer teknologi tepat guna pengolahan jagung manis menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan nilai guna jagung manis, memperpanjang umur simpan, dan berpotensi memberikan kontribusi kepada masyarakat baik petani jagung manis maupun pengolahan makanan dalam bentuk margin ekonomi. Metode pendekatan dilakukan melalui pendekatan partisipasif dengan kegiatan survey lokasi dan potensi desa, pelatihan baik teori atau praktek, monitoring dan evaluasi, dan persiapan pemasaran. Dari kegiatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa masyarakat desa Arjasari kecamatan Arjasari kabupaten Bandung terutama Ibu-ibu PKK, petani jagung manis, tokoh masyarakat, dan Karang Taruna menyambut baik kegiatan PPMD bertopik pembuatan JUBIKA, pengembangan olahan berbahan baku jagung ke depan dinilai memungkinkan karena ditunjang kesediaan bahan baku jagung manis di desa tersebut dan pada kegiatan PPM tahun berikut akan dilaksanakan pengembangan untuk produk olahan singkong dan pisang yang merupakan produk khas daerah setempat.
PEMBEKALAN TEKNOLOGI GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) SEBAGAI ALAT BANTU OPERASI PENANGKAPAN IKAN DI PANGANDARAN Izza Mahdiana Apriliani
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.649 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.19733

Abstract

Letak Pangandaran yang berhadapan dengan Samudera Hindia membuat sebagian penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan dengan peralatan menangkap  ikan yang sederhana. Teknologi Global Positioning System (GPS) ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas tangkapan nelayan yang dapat menaikkan pendapatan dan kesejahteraan kehidupan nelayan. Pembekalan teknologi GPS diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan nelayan akan pentingnya penggunaan alat bantu GPS dalam mendukung efektivitas penangkapan ikan. Berdasarkan hasil kegiatan pelatihan/workshop penggunaan GPS dalam operasi penangkapan ikan di Kab. Pangandaran perlu dilakukan keberlanjutan program. Keterampilan peserta pelatihan dalam pengoperasian GPS dapat dikatakan meningkat secara signifikan.  Buktinya dapat terlihat dari nelayan dapat mengoperasikan GPS dengan baik sehingga dapat diaplikasikan dalam kegiatan penangkapan ikan. Keberlanjutan program yang patut untuk dipertimbangkan adalah pengajuan bantuan GPS pada nelayan skala kecil ini. Sehingga nelayan skala kecil tersebut dapat meningkatkan produktivitasnya dan memberikan sumbangsih pada perikanan tangkap di Indonesia.
Tingkat Pengetahuan Peternak Kambing Perah Terhadap Penyakit Zoonosis Studi kasus “Kelompok Tani ternak Sympay Tampomas” Cimalaka Tyagita Hartady; Rini Widyastuti; Mohammad Ghozali
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.182 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.18401

Abstract

Hubungan antara peternak, hewan ternak, dan lingkungan sangat signifikan sehingga diperlukan studi untuk dapat mengetahui hubungan ketiga komponen tersebut terhadap penyakit zoonosis. Kegiatan diawali dengan menilai keadaan umum lingkungan peternakan dan kondisi kambing perah melalui tanya jawab berbagai faktor risiko timbulnya penyakit zoonosis, penyuluhan kepada peternak mengenai penyakit-penyakit yang umum menyerang kambing perah dan pentingnya pengelolaan kesehatan kambing perah. Sebanyak 75% peternak telah membuat kandang kambing dengan model panggung, beralas bambu, serta memiliki kisi-kisi di dindingnya untuk memudahkan perputaran udara, 25% kandang lainnya dibuat dengan model terbuka dan kambing langsung kontak dengan lantai. Jarak antar kandang di daerah ini umumnya tidak saling berdekatan. Di sisi lain, sejumlah 16,7 % peternak merupakan kelompok peternak berumur lebih dari 47 tahun dan beresiko tinggi terhadap infeksi penyakit. Sedangkan 16,7% peternak mengerti tentang penyakit zoonosis dari kambing ke manusia didukung dengan rendahnya upaya peternak dalam melakukan tindakan pencegahan terhadap infeksi zoonosis. Sebanyak 83,3% peternak cenderung tidak melakukan pencegahan terjadinya penyakit zoonosis. Mengenai perawatan kesehatan kambing, rata-rata 48% peternak tidak melakukan tindakan-tindakan pencegahan penyakit infeksi pada kambingnya. Kondisi ini berpotensi menyebabkan  kambing terjangkit penyakit dan tidak menutup kemungkinan menular ke ternak lainnya atau ke peternak.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya Vol 13, No 4 (2024): Desember : 2024 Vol 13, No 3 (2024): September : 2024 Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024 Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024 Vol 12, No 4 (2023): Desember, 2023 Vol 12, No 3 (2023): September, 2023 Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023 Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023 Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022 Vol 11, No 3 (2022): September, 2022 Vol 11, No 2 (2022): Juni. 2022 Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022 Vol 10, No 4 (2021): Desember, 2021 Vol 10, No 3 (2021): September, 2021 Vol 10, No 2 (2021): Juni, 2021 Vol 10, No 1 (2021): Maret, 2021 Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020 Vol 9, No 3 (2020): September, 2020 Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020 Vol 9, No 1 (2020): Maret, 2020 Vol 8, No 4 (2019): Desember 2019 Vol 8, No 3 (2019): September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 7, No 4 (2018): Desember Vol 7, No 3 (2018): September Vol 7, No 2 (2018): Juni Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 4, No 2 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 2 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 1 (2015): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya More Issue