cover
Contact Name
Santosa Kusumah
Contact Email
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat
ISSN : 23028955     EISSN : 26142392     DOI : -
Jurnal Dharmakarya terbit 4 (empat) kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember)
Arjuna Subject : -
Articles 798 Documents
PELATIHAN PENYUSUNAN KONTRAK JUAL BELI BAGI UMKM DI DESA MANGUNGJAYA DAN DESA SUKANAGALIH KECAMATAN RAJAPOLAH KABUPATEN TASIKMALAYA DALAM RANGKA MENUNJANG KEGIATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT Suwandono, A. -; Faisal, P. -; Zamil, Y.S. -
Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.651 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v4i1.9037

Abstract

Permasalahan hukum yang terjadi dalam suatu kontrakjual beli sangat merugikan para pihak dalam dunia bisnis.Pengetahuan dan keterampilan dalam membuat suatukontrak jual beli harus dimiliki oleh para pelaku usahasehinga dapat menghindari kesalahan dan meminimalisirsengketa yang timbul dari suatu kontrak. Dalam suatukegiatan bisnis diperlukan suatu kontrak yang baik danbenar dalam rangka memberikan kepastian hukum bagipara pihak. Metode yang digunakan dalam kegiatan iniberupa pelatihan, yang diawali dengan ceramah, praktikpenyusunan kontrak, dilanjutkan dengan tanya jawabdengan peserta pelatihan. Melalui ceramah disampaikanmateri mengenai hukum kontrak dan penyusunankontrak. Praktik penyusunan kontrak dilaksanakandengan bantuan isntruktur. Tanya jawab dapatmelengkapi materi yang belum jelas serta menyelesaikanpermasalahan yang dihadapi oleh warga masyarakat.Pelatihan penyusunan kontrak jual beli itu dilaksanakandalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilandalam menyusun suatu kontrak jual beli.Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilanini, UMKM/ masyarakat dapat menyusun kontrak jualbeli dengan baik dan benar sehingga dapat menghindarikesalahan-kesalahan dalam penyusunan kontrak jualbeli serta memberikan kepasian hukum kepada parapihak sehingga dapat membantu menunjang kegiatanperekonomian masyarakat.Kata kunci : pelatihan, kontrak, jual beli.
PENINGKATAN SIKAP POSITIF MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN TANAMAN OBAT PEKARANGAN RUMAH DI DESA SUKAMAJU DAN GIRIJAYA KABUPATEN GARUT Sofian, F.F. -; Supriyatna -; Moektiwardoyo, M. -
Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.891 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v2i2.8223

Abstract

Pemanfaatan bahan alam yang berpotensi sebagai obat di pekarangan rumah pendudukterdorong olehadanya pemahaman yang benar mengenai obat herbal. Potensi desa di Kabupaten Garut, yaitu DesaSukamaju dan Desa Girijaya memberikan peluang yang besar untuk dikembangkannya hal tersebut. Dalamhal ini, kegiatanPengabdian kepada Masyarakat Program Integratif dilakukan untuk meningkatkan sikappositif masyarakat desa dalam pemanfaatan tanaman obat di pekarangan rumah menjadi produk obatherbal untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.Tahapan kegiatan yang dilakukan adalah mengkajikeadaan pengetahuan awal masyarakat melalui kuesioner, memberikan pendidikan dan pengetahuan,serta menjelaskan cara pengolahan tanaman pekarangan menjadi produk obat herbal. Berdasarkanhasil kuesioner terhadap total 181 responden dari masyarakat Desa Sukamaju dan Girijaya, hasilnyamenunjukkan bahwa masyarakat Desa Sukamaju memiliki sikap negatif terhadap perilaku menanamtanaman obat di pekarangan, artinya mereka belum memiliki kecenderungan untuk menanam tanamanobat di pekarangan. Sedangkan, masyarakat Desa Girijaya memiliki sikap positif terhadap perilakumenanam tanaman obat di pekarangan rumah. Kurangnya lahan pekarangan yang bisa dimanfaatkanuntuk tanaman obat membuat masyarakat cenderung untuk tidak menanam tanaman obat di pekaranganrumah, karena disebabkan mereka merasa kurang memiliki pengetahuan mengenai jenis tanaman obatdan pengolahan tanaman obat tersebut. Berdasarkan hasil kuesioner tersebut, program kegiatan yangdilakukan dititikberatkan kepada menumbuhkan kesadaran masyarakat pentingnya untuk meluangkanwaktu, tenaga, dan lahannya untuk dimanfaatkan menanam tanaman obat.Hasilnya masyarakat merasapenyuluhan ini dapat menambah pengetahuan mengenai jenis-jenis tanaman obat, bisa memanfaatkantanaman-tanaman obat yang sudah ada di pekarangan, serta bagi mereka yang belum memiliki tanamanobat menjadi terdorong untuk menanam tanaman tersebut di pekarangan rumah.Kata kunci: Tanaman Obat, Pekarangan, Desa Sukamaju, Girijaya.
SOSIALISASI MODEL PRAKTIK KOLABORASI INTERPROFESIONAL PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT Francisca Sri Susilaningsih
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.052 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i1.14870

Abstract

Pelayanan pasien secara terintegrasi, utuh dan berkesinambungan dalam tatanan pelayanan rumah sakit sudah menjadi satu keharusan. Kompleksitas permasalahan pasien dan manajemen pelayanan yang melibatkan multi profesi berpotensi menimbulkan fragmentasi pelayanan yang dapat berimplikasi pada masalah keselamatan pasien, bila kerjasama tim tidak efektif, oleh karenanya diperlukan kolaborasi interprofesional sebagai upaya  mewujudkan asuhan pasien yang sinergis dan mutual sehingga pasien mendapatkan pelayanan yang utuh dan berkesinambungan. Pengelola rumah sakit dan professional pemberi asuhan pada umumnya memahami kebutuhan ini, tetapi akses terhadap model kolaborasi dan bagaimana model ini diimplementasikan masih belum jelas. RSUD Cibabat sebagai RS tipe B, terakreditasi KARS, dan sedang menyiapkan diri menjadi rumah sakit pendidikan memerlukan informasi tentang model kolaborasi interprofesional. Tujuan kegiatan ini di RS Cibabat adalah mengenalkan model kolaborasi interprofesional pelayanan kesehatan, komponen model dan  proses untuk mengimplementasikannya di tatanan ruang rawat inap. Sosialisasi model dengan metode seminar, melibatkan para pemangku kepentingan di rumah sakit yang terdiri dari berbagai profesi kesehatan, case manager, kepala bagian, kepala bidang dan diklat serta komite etik rumah sakit. Interes dan pemahaman dilihat dari berbagai pertanyaan, klarifikasi dan pernyataan tentang pentingnya model ini bagi pelayanan pasien dan manfaatnya bagi rumah sakit. Untuk mengadopsi model diperlukan internalisasi dan  kajian lanjut tentang  kesiapan para praktisi terhadap iklim kolaborasi pada keempat komponen model yang diukur dari kultur kolektif dan kultur individu para praktisi klinis. Sebagai hasil kajian awal diperoleh rerata skor kultur kolektif lebih besar dari kultur individu pada alur klinis pengelolaan pasien dan pengelolaan pasien secara tim. Pada komponen dokumen asuhan terpadu dan pemecahan masalah bersama, skor kultur individu lebih besar dari skor kultur kolektif, ini menjadi catatan penting untuk proses pendampingan implementasi  model kolaborasi interprofesional pada tahapan berikutnya.
PEMBERDAYAAN REMAJA DALAM OPTIMALISASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI DESA SUKAMANDI DAN CICADAS KECAMATAN SAGALAHERANG KABUPATEN SUBANG Maryati, I. -; Juniarti, N. -; Hidayat, N. -
Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.468 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v1i1.8191

Abstract

Institusi pendidikan dipandang sebagai tempat yang strategis untuk mempromosikan kesehatanreproduksi, dimana peserta didik dapat diajarkan tentang maksud perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS)dan tidak sehat serta konsekuensinya (Sarafino (dalam Smet, 1994)). Selain itu, usia sekolah (termasukkelompok usia dini) merupakan masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai PHBS khususnyakesehatan reproduksi dan berpotensi sebagai agent of change untuk mempromosikan PHBS khususnyakesehatan reproduksi baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Namun pengetahuandan kemampuan siswa dalam hal tersebut terbatas sehingga diperlukan pembinaan dan bimbingan yangbaik melalui kegiatan “Pemberdayaan remaja dalam upaya optimalisasi kesehatan reproduksi remaja diDesa Cicadas dan Sukamandi Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang” oleh Tim Dosen FakultasKeperawatan Unpad bekerjasama dengan mahasiswa KKN Unpad periode Januari-April 2011. Kegiatanpembinaan remaja dilaksanakan dalam bentuk pelatihan selama satu hari di sekolah dasar yang beradadi kedua desa tersebut, dengan jumlah peserta 80 orang. Secara garis besar, kegiatan PKM ini berjalandengan baik dan diperoleh peningkatan nilai pengetahuan sebesar 14,64 point. Kemudian setelahkegiatan pelatihan, dilakukan program pendampingan oleh mahasiswa KKN. Sehingga diharapkankegiatan PHBS pada siswa dapat berjalan dengan optimal dan untuk itu diperlukan adanya pelatihandan pembinaan kepada siswa yang berkelanjutan dari pihak sekolah dan Puskesmas.Kata kunci : siswa, kesehatan reproduksi
SOSIALISASI SISTEM AGROFORESTRI DI DESA CILAMPUYANG, KECAMATAN MALANGBONG, KABUPATEN GARUT Ridha Hudaya; Anne Nurbaity; Abraham Suriadikusumah; Reza Septianugraha
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.623 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i1.14803

Abstract

Pada tahun 2004 di DAS Cimanuk Hulu telah diperkirakan mempunyai lahan kritis seluas 40.876 ha, namun hingga kini belum diketahui bagaimana penanganan terhadap fenomena tersebut. Sementara itu kejadian cuaca ekstrim di wilayah ini pada tanggal 20 September 2016 yang melahirkan bencana banjir bandang di kota Garut dapat dijadikan sebagai indikator tentang masih belum tertanganinya secara baik lahan kritis yang ada. Untuk itu perlu adanya upaya untuk menangani masalah tersebut, salah satunya dengan upaya deforestasi melalui agroforestri. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Cilampuyang Kecamatan Malangbong  ini berupa sosialisasi, penyuluhan, dan penanaman pohon. Penyuluhan dan diskusi dilaksanakan sebanyak dua kali bertempat di aula BPDASHL Cimanuk desa Cilampuyang. Kegiatan penanaman dilaksanakan setelah acara sosialisasi untuk memberikan ketrampilan secara teknis mengenai sistem agroforestry. 
PENGOBATAN MANDIRI YANG RASIONAL DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PENGETAHUAN DAN WAWASAN KESEHATAN DI DESA TAMBAK SARI DAN DESA KARANG PANINGGAL KECAMATAN TAMBAKSARI KABUPATEN CIAMIS Budiman, A. -; Sunan, I.K.S -
Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.973 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v3i2.8352

Abstract

Pendidikan kesehatan adalah bagian dari seluruh upaya kesehatan yang menitikberatkan pada peningkatan perilaku hidup sehat. Pengetahuan mengenai obatobatan sangat bermanfaat, karena obat selain dapat sebagai penyembuh dari sakit juga berpotensi untuk mendatangkan malapetaka. Tujuan kegiatan iniadalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya yang ada di Desa Tambaksari dan Desa Karangpaninggal Kabupaten Ciamis yang masih awam dalam pengetahuan obat-obatan sehingga kekhawatiran akan terjadi kesalahaan dalam penggunaan obat dapat dihindari. Kegiatan ini berupa sosialisasi yang intensif tentang pendidikan kesehatan khususnya swamedikasi obat dalam upaya peningkatan hidup sehat dari masyarakat. M etode yang digunakan dalam sosialisasi swamedikasi obat ini adalah penyuluhanguna menambah pemahaman masyarakat tentang obatobatan sehingga penyalahgunaan konsumsi obat dapat dihindari. Selain itu, dibuat brosur sebagai media guna membantu masyarakat dalam memahami swamedikasiobat. Dalam pelaksanaan kegiatan, masyarakat Desa Tambaksari dan Karangpaningal masih mempunyai pengetahuan yang minim tentang obat-obatan. Hal itu dapat diketahui dari hasil wawancara dan tanya jawabdengan masyarakat yang ada dua desa itu. Manfaat dari kegiatan ini dapat dilihat dengan adanya perubahan pemahaman masyarakat tentang obat-obatan dan rasa ingin tahu yang tinggi akan pengetahuan obat-obatan yang ditandai dengan banyaknya masyarakat yang bertanya atau berkonsultasi tentang obat-obatan. Selain itu, keberhasilan dari kegiatan yang dilaksanakan ditandai dengan sikap masyarakat dan tenaga kesehatan setempat akan pola penerapan dari penyuluhan yang telah diberikan, seperti pengetahuan mengenai jenis, penggunaan, dan penyimpanan obat-obatan yang tepat dan aman untuk digunakan atau yang harus diwaspadai pemakaiannya.Kata kunci : obat, swamedikasi, penyuluhan obat
PEMANFAATAN PROGRAM-PROGRAM MULTIMEDIA RELIGIUS SEBAGAI SARANA PEMBINAAN KEAGAMAAN MASYARAKAT DESA KERESEK DAN PADASUKA KECAMATAN CIBATU KABUPATEN GARUT Nursaleh, N. -; Baihaqie, E. -; Kosasih, A. -
Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.1 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v2i1.8214

Abstract

Pelatihan pemanfaatan program-program multimedia religius bertujuan untuk memberikan keterampilandalam pemanfaatan dan pembuatan media pembelajaran multimedia yang menarik dengan cara yang relatifmudah. Dengan dikuasainya media pembelajaran multimedia oleh para peserta diharapkan akan memicuminat masyarakat untuk lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran agama, dan pada akhirnya akanmeningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalahpresentasi mengenai pengenalan software, pemanfaataannya, penerapannya dalam pembuatan mediapembelajaran interaktif, demonstrasi mengenai pengoperasionalisasian program dan praktik yaitu pembuatanmedia pembelajaran secara langsung oleh peserta sesuai dengan materi yang diberikan. Metode evaluasidengan mengamati perbedaan kemampuan peserta sebelum dan setelah pelatihan. Dengan hasil yang dicapaiterlihat peningkatan kemampuan yang cukup signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan iniberhasil dengan baik Evaluasi hasil dilihat dari penilaian tugas praktik yang menggambarkan keberhasilanpenyampaian materi yang telah disajikan. Selain itu juga, dicermati kinerja dan partisipasi para peserta diakhir kegiatan tim menjaring data kebermaknaan program kepada para peserta. Diharapkan agar programpelatihan ini terus diadakan karena sangat dirasakan manfaatnya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Peningkatan Pengetahuan Perawat dan Bidan tentang Evidence-Based Practice melalui Pelatihan Penerapan Evidence-Based Practice Anita Setyawati; Hasniatisari Harun; Yusshy Kurnia Herliani
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.31 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i1.14854

Abstract

Perawat dan bidan dituntut untuk dapat memberikan asuhan keperawatan pada pasien sesuai dengan evidence-based practice. Akan tetapi, pelaksanaan evidence-based practice hingga saat ini belum merata di seluruh pelayanan kesehatan. Salah satu masalahnya adalah perawat dan bidan kurang terpapar dengan konsep evidence-based practice. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pelatihan evidence-based practice terhadap peningkatan pengetahuan perawat dan bidan tentang konsep evidence-based practice.                Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimental pendekatan pretest-posttest design. Penelitian ini dilakukan terhadap 14 perawat dan bidan sebagai responden penelitian. Pengetahuan responden diukur dengan cara mengisi kuesioner yang berisi tentang konsep evidence-based practice, sebelum dan setelah pelatihan. Setelah dilakukan uji normalitas data yang menunjukkan bahwa data sebelum pelatihan berdistribusi normal sementara data setelah pelatihan tidak berdistribusi normal, maka dilakukan uji perbedaan data sebelum dan setelah pelatihan menggunakan uji Wilcoxon.                Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pelatihan penerapan evidence-based practice terhadap peningkatan pengetahuan perawat dan bidan tentang konsep evidence-based practice secara signifikan (p=0,000). Pengetahuan yang didapat pada penelitian ini didukung oleh karakteristik perawat dan bidan yang meliputi riwayat pendidikan dan usia. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka diperlukan pelatihan-pelatihan yang efektif dan efisien untuk memaparkan penerapan evidence-based practice secara berkesinambungan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETAMPILAN PENGOLAHAN PRODUK PETERNAKAN DI DESA CIBEREUM KECAMATAN TALAGA Andry Pratama
Dharmakarya Vol 8, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i4.21381

Abstract

emenuhan bahan pangan berkualitas dengan jumlah yang mencukupi merupakan salah satu upaya yang harus ditempuh untuk tercapainya kesejahteraan masyarakat dalam era globalisasi saat ini. Sayangnya di Desa hal ini belumlah terpenuhi secara merata. Keterbatasan pangetahuan dan keterampilan menjadi salah satu penyebabnya. Pengenalan dan penganekaragaman produk berbahan dasar hasil ternak merupakan salah satu solusi yang tepat. Potensi ternak dan sumber daya manusia (kelompok PKK) yang ada desa Cibereum diharapkan dapat menunjang pendapatan dan kebutuhan masyarakat akan tersedianya makanan bergizi, khususnya protein hewani. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah penyuluhan dan pendekatan baik secara personal maupun kepada kelompok PKK yang ada di Desa Cibereum. Hasil dari program pengabdian kepada masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan kelompok PKK mengenai teknologi pengolahan dan penganekaragaman produk yang baik. Hasil uji T-test tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan menunjukan perbedaan nyata. Respon kelompok PKK secara umum terhadap program pengabdian kepada masyarakat ini sangat baik karena program ini dinilai dapat memberikan manfaat secara nyata bagi kelompok PKK di wilayah setempat 
PELATIHAN PENGEMBANGAN KOMUNIKASI PEMASARAN INDUSTRI PARIWISATA MELALUI PRODUK INOVATIF KREATIF DI KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN Iwan Koswara; Putri Trulline; Dedi Rumawan Erlandia
Dharmakarya Vol 8, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.877 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i3.19941

Abstract

Tujuan dari kegiatan PPM ini adalah untuk: (1) Memberikan pengetahuan dasar atas manfaat dan pentingnya komunikasi pemasaran bagi usaha kecil/industri kecil, dan menengah serta masyarakat pada umumnya, (2) Memberikan pengetahuan mengenai konsep pemasaran produk lokal orisinal, serta (3) Memberikan keterampilan praktis tentang pemilihan media komunikasi pemasaran (promosi) bagi pemasaran hasil industri produksi produk/jasa lokal. Peserta pelatihan ini adalah para usaha kecil, menengah, karang taruna/pemuda, serta masyarakat Desa Ciliang, Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Adapun metode pelaksanaan PPM ini, melalui penyuluhan, dialog, dan diskusi, serta simulasi praktek langsung kegiatan komunikasi pemasaran industri pariwisata. Kegiatan PPM ini diharapkan akan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Desa Ciliang Kecamatan Parigi Khususnya, dan masyarakat Kabupaten Pangandaran pada umumnya, terutama para pelaku usaha kecil dan menengah. Kemampuan dan Keterampilan ini selanjutnya diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan diri dan menjadi wirausahawan sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupannya.Adapun target yang menjadi indikator pencapaian tujuan dari kegiatan PPM ini: Secara Kualitatif meningkatnya pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi daerahnya dalam melakukan pemasaran industri pariwisata barang/jasa melalui produk inovatif kreatif; Secara Kuantitatif meningkatnya aktivitas kegiatan komunikasi pemasaran pariwisata dalam menunjang peningkatan perekonomian masyarakat, melalui penciptaan wirausaha baru yang kreatif dan inovatif, dengan sumber daya lokal dari masyarakat Kabupaten Pangandaran

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya Maret 2025 Vol 13, No 4 (2024): Desember : 2024 Vol 13, No 3 (2024): September : 2024 Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024 Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024 Vol 12, No 4 (2023): Desember, 2023 Vol 12, No 3 (2023): September, 2023 Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023 Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023 Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022 Vol 11, No 3 (2022): September, 2022 Vol 11, No 2 (2022): Juni. 2022 Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022 Vol 10, No 4 (2021): Desember, 2021 Vol 10, No 3 (2021): September, 2021 Vol 10, No 2 (2021): Juni, 2021 Vol 10, No 1 (2021): Maret, 2021 Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020 Vol 9, No 3 (2020): September, 2020 Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020 Vol 9, No 1 (2020): Maret, 2020 Vol 8, No 4 (2019): Desember 2019 Vol 8, No 3 (2019): September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 7, No 4 (2018): Desember Vol 7, No 3 (2018): September Vol 7, No 2 (2018): Juni Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 4, No 2 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 2 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): DHARMAKARYA Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya More Issue