Articles
798 Documents
PELATIHAN SENAM JANTUNG SEHAT DAN PENILAIAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERKAIT HIPERTENSI DI DESA CIBEUREUM WETAN, KECAMATAN CIMALAKA, KABUPATEN SUMEDANG
Yunisa Pamela
Dharmakarya Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i4.23705
Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Di Indonesia, hipertensi merupakan penyebab kematian nomor lima pada semua umur. Hipertensi bisa jadi merupakan penyakit keturunan, namun gaya hidup turut berperan sebagai faktor risiko terjadinya hipertensi. Modifikasi gaya hidup yang diketahui dapat mencegah hipertensi adalah aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur, misalnya senam. Pelatihan senam jantung sehat telah dilakukan kepada masyarakat di Desa Cibeureum Wetan untuk membantu pencegahan hipertensi. Sebanyak 30 orang peserta berpartisipasi dalam pelatihan senam yang diakhiri dengan pemberian video senam jantung sehat kepada perwakilan warga. Selain senam, dilakukan juga penyebaran kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi. Sebanyak 26 peserta dengan rentang usia 23 hingga 65 tahun telah mengisi kuesioner dengan lengkap. Sebagian besar peserta menjawab 7 pertanyaan dengan benar dari 11 pertanyaan yang diberikan. Setelah dilakukan pelatihan senam jantung sehat, masyarakat diharapkan dapat mengadakan pelatihan senam secara mandiri dan teratur. Beberapa usaha seperti pendidikan kesehatan dapat dilakukan kepada warga untuk membantu meningkatkan tingkat pengetahuannya mengenai hipertensi, sehingga dapat meningkatkan kesadaran warga untuk secara mandiri mencegah hipertensi.
STRATEGI PENGEMBANGAN SENI LUKIS KACA DI KECAMATAN GEGESIK KABUPATEN CIREBON SEBAGAI ATRAKSI WISATA
Reiza D. Dienaputra;
Susi Yuliawati;
Agusmanon Yunaidi
Dharmakarya Vol 10, No 1 (2021): Maret, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i1.30858
Seni lukis kaca merupakan salah satu seni tradisi khas yang ada di Kabupaten Cirebon. Seni lukis kaca di Kabupaten Cirebon memiliki akar sejarah yang panjang, jauh hingga masa-masa sebelum kemerdekaan. Dalam perkembangan kontemporer, seni lukis kaca banyak menghadapi tantangan untuk sekedar bisa bertahan, terlebih manakala Kabupaten Cirebon, sebagaimana wilayah lainnya di Indonesia dihadapkan oleh berbagai permasalahan sebagai akibat terjadinya pandemi Covid-19. Dalam kaitan itu semua, perlu dilakukan upaya-upaya yang tepat agar seni lukis kaca mampu bertahan dan tetap hadir sebagai seni tradisi khas Kabupaten Cirebon. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menjadikan seni lukis kaca sebagai atraksi wisata di Kabupaten Cirebon. Strategi untuk mengembangkan seni lukis kaca Kabupaten Cirebon, khususnya di Kecamatan Gegesik, sebagai destinasi wisata ini antara lain peningkatan kreativitas pelukis kaca Cirebon untuk lebih adaptif dengan selera pasar dan perbaikan dan pengadaan sarana dan prasarana yang mendukung upaya pengembangan ini.
RINTISAN PEMBANGUNAN KAMPUNG TERNAK-PISANG SEBAGAI DESTINASI WISATA NON BAHARI DI DESA PARAKANMANGGU KABUPATEN PANGANDARAN, JAWA BARAT
Sondi Kuswaryan;
Reginawanti Hindersah;
Nia Kurniati
Dharmakarya Vol 10, No 3 (2021): September, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i3.33011
Sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran adalah penyumbang pendapatan asli daerah terbesar, dengan destinasi andalannya adalah wisata bahari. Tujuan wisata body rafting di perdesaan kurang berjalan optimal karena tidak sesuai untuk wisata keluarga. Wisata berbasis perdesaan dapat dibangun dan selaras dengan wisata non bahari tersebut. Tujuan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini adalah menampung aspirasi dan membangun komitmen masyarakat untuk membangun rintisan Kampung Ternak-Pisang. Kegiatan PPM di Desa Parakanmanggu Kecapamatan Parigi Kabupaten Pangandaran dilaksanakan secara campuran luring, daring dan virtual. Kegiatan PPM ini berhasil membangun rintisan Kampung Ternak-Pisang dalam bentuk satu unit kandang domba di Kampung Ternak dan Kampung Pisang dalam bentuk kebun pisang seluas 1.200 m2 di Dusun Parakan. Setelah mengikuti PPM ini masyarakat memiliki keyakinan bahwa membangun destinasi agrowisata tidak selalu membutuhkan invenstasi yang besar. Kajian ini menjelaskan bahwa untuk pengembangan Kampung Ternak dan Kampung Pisang diperlukan langkah (a) Pembentukan forum untuk mewadahi aspirasi. (b). Merancang disain lokasi tujuan wisata. (c). Penyelenggarakan pelatihan kepariwisataan bagi masyarakat. (d). Membentuk kelompok kerja pengendalian lingkungan, sosial budaya, SAR and Rescue (e). Melengkapi transportasi, komunikasi, air, listrik, sarana kesehatan, dan keamanan. Pemerintah perlu meningkatkan perannya, khususnya dalam penyediaan kemudahan akses jalan ke lokasi, serta aturan-aturan yang mendorong dan menjamin kesinambungan pengembangan destinasi wisata di lokasi ini.
PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK DI GRIYA KATULAMPA DENGAN KETERAMPILAN MEMBUAT MINUMAN LEMON SEREH JAHE YANG KAYA AKAN ANTIOKSIDAN SERTA PEMBIASAAN HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI MASA PANDEMI COVID-19
Sara Nurmala;
Ike Yulia Wiendarlina;
Cantika Zaddana;
Novi Fajar Utami
Dharmakarya Vol 10, No 3 (2021): September, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i3.30828
Penularan Covid-19 saat ini lebih dominan tinggi ke arah kluster keluarga, maka peran keluarga dalam hal ini Ibu sangat penting dalam hal mempertahankan kondisi kesehatan keluarga tetap baik dengan menjaga imunitas tubuh dan menjaga kebersihan serta kesehatan keluarga salah satunya dengan rajin mengkonsumsi asupan yang kaya akan antioksidan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran akan bahaya penularan Civid-19 yang terjadi pada keluarga dan memberikan pemberdayaan kepada ibu-ibu PKK untuk memanfaatkan bahan-bahan yang biasa digunakan untuk memasak dibuat kedalam bentuk minuman kesehatan yang mengandung Lemon, Sereh dan Jahe yang kaya akan antioksidan sehingga diharapkan seluruh anggota keluarga memiliki imunitas yang baik. Pada kegiatan ini dilakukan beberapa tahap diantaranya yang pertama pemberian penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kesehatan dengan pembiasaan hidup bersih dan sehat, diantaranya adalah dengan memakai masker, mencuci tangan, berolahraga dan rajin mengkonsumsi antioksidan. Setelah pemberian penyuluhan dilakukan demo bagaimana cara membuat minuman kesehatan yang mengandung Lemon, Sereh dan Jahe serta dijelaskan apa saja manfaat dari ketiga bahan tersebut untuk kesehatan. Tahap yang terakhir adalah pemeriksaan dan konsultasi yang meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan dan tinggi badan. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah Produk minuman Lemon, Sereh dan Jahe yang disukai oleh pada peserta pengabdian dan dapat dibuat dengan mudah di rumah sehingga diharapkan anggota keluarga di rumah memiliki imunitas tubuh yang baik untuk mencegah penularan virus Covid-19 selain membiasakan diri untuk hidup bersih dan sehat. Ibu-ibu PKK Griya Katulampa lebih mengerti dan memahami bagaimana virus Covid-19 dapat menyebar dan apa saja tindakan pencegahan penyebarannya. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa perlunya pemberdayaan masyarakat terkait pengenalan Covid-19 dan apa saja hal-hal yang perlu dilakukan untuk menghindari tertularnya virus tersebut.
Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal untuk Meningkatkan Produksi Padi di Desa Cileles Kecamatan Jatinangor
Betty Natalie Fitriatin;
Emma Trinurani Sofyan;
Anni Yuniarti
Dharmakarya Vol 10, No 3 (2021): September, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i3.26891
Upaya meningkatkan produksi padi secara berkelanjutan dan mengurangi kebutuhan pupuk anorganik dapat dilakukan dengan pemanfaatan sumber daya hayati yang potensial untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Mikroorganisme lokal atau MOL merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan masyarakat atau petani untuk mengurangi kebutuhan pupuk anorganik dengan memanfaatkan limbah yang teredia serta untuk menerapkan sistem pertanian yang berkelanjutan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Cileles Kecamatan Jatinangor ini memberikan pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat melalui penyuluhan, praktek pembuatan MOL serta praktek lapangan (demplot aplikasi MOL pada tanaman padi). Percobaan lapangan sebagai demplot terdiri atas empat petak percobaan pada tanaman padi gogo varietas Luhur yaitu perlakuan : (1) aplikasi MOL, (2) kombinasi MOL dan NPK 75% dosis rekomendasi, dan (3) NPK dosis 100% rekomendasi. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi MOL dan NPK 75% dosis rekomendasi memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan padi yaitu tinggi tanaman dan jumlah anakan dan hasil padi dibandingkan perlakuan lainnya
SOSIALISASI PROTOKOL ADAPTASI KEBIASAAN BARU DI MASYARAKAT DESA SAYANG MELALUI MEDIA SOSIAL DAN TEMU MAYA
Muchtaridi Muchtaridi;
Cecep Suhendi;
Nasrul Wathoni;
Sandra Megantara;
Eli Halimah
Dharmakarya Vol 10, No 3 (2021): September, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i2.31147
Pandemi coronavirus yang diakibatkan oleh SARS-CoV-2 (Covid-19) telah menyebabkan berbagai permasalahan, meliputi kesehatan, ekonomi, dan sosial. Penyesuaian dalam menjalani kehidupan sehari-hari di masa pandemi penting untuk dilakukan demi mencegah penularan dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat Desa Sayang, Kabupate Sumedang, dilakukan survey mengenai pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) dan ditindaklanjuti dengan pemberian materi berupa “Sosialisasi Protokol Adaptasi Kebiasan Baru pada Masyarakat Kabupaten Sumedang” dalam bentuk webinar. Hasil survey menunjukkan bahwa 95,2% masyarakat sudah mengetahui adanya penerapan protokol kesehatan di masa AKB. Namun demikian, hanya 64% masyarakat saja yang mengetahui tata cara pelaksanaan protokol kesehatan di masa AKB. Dengan demikian, diharapkan bahwa melalui sosialisasi protokol kesehatan di masa AKB dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam menjalankan hidup sehat di masa AKB
PENINGKATAN PENGETAHUAN TERKAIT PERKEMBANGAN DAN PEMERIKSAAN COVID-19 MELALUI WEBINAR PADA SISWA JURUSAN ANALIS KESEHATAN DI SMK BHAKTI KENCANA GARUT
Dwi Davidson Rihibiha;
Fini Ainun Qolbi Wasdili;
Iis Herawati
Dharmakarya Vol 10, No 3 (2021): September, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i3.33961
Pada saat ini dunia sedang dilanda pandemi yang cukup mengkhawatirkan, yaitu Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Pemerintah Indonesia telah menetapkan status darurat bencana yang terkait dengan pandemi virus ini. Pemutusan rantai penularan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang tidak mengikuti anjuran tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dilakukannya kegiatan Praktek Pembangunan Kesehatan Masyarakat (PPKM) yang merupakan suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk dapat mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah kesehatan yang dihadapi di masyarakat. Kegiatan PPKM kali ini berupa sosialisasi secara daring dalam bentuk webinar dengan judul “Putuskan Rantai Penyebaran Covid! Pengentahuan, Pencegahan dan Pemberantasan (3P)” dengan peserta adalah siswa/i jurusan Analis Kesehatan, SMK Bhakti Kencana, Bayongbong, Garut. Webinar yang dilakukan terdiri dari paparan materi terkait perkembangan Covid-19 dan juga teknik pemeriksaan laboratorium Covid-19 sebagai wawasan tambahan pada siswa/i jurusan Analis Kesehatan. Hasil kuisioner menunjukkan peserta dari SMK Bhakti Kencana Bayongbong ini dalam keadaan sehat, namun untuk tingkat kesadaran terhadap kesehatan masih kurang yang ditandai dengan pola hidup yang kurang sehat, jarang berolahraga dan jarangnya memeriksaan diri kepelayanan kesehatan. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan pada sebagian besar peserta setelah webinar yang ditandai kenaikan nilai antara nilai pre-test dengan nilai post-test. Hasil kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memotivasi para guru dan pengajar untuk lebih meningkatkan promosi kesehatan maupun pengetahuan mengenai Covid-19
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PETERNAK SAPI MELALUI BUDIDAYA RUMPUT MULATO DAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH TERNAK
Novi Mayasari;
Indra Firmansyah;
Muhammad Rifqi Ismiraj
Dharmakarya Vol 10, No 3 (2021): September, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i3.32392
Pengadaan pakan terutama ketersediaan hijauan yang kontinuitas dan berkualitas dalam usaha peternakan merupakan input utama yang harus dipenuhi untuk hidup ternak, sehingga mampu mencapai produksi optimal. Di sisi lain, salah satu persyaratan aktivitas peternakan yang berkesinambungan perlu mempertimbangkan aspek kelestarian lingkungan, salah satunya adalah sistem penanganan limbah yang baik. Guna mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan pengetahuan mengenai jenis hijauan yang berkualitas, serta pengenalan teknologi pengolahan limbah yang dapat diaplikasikan di peternakan. Salah satu jenis rumput yang dilaporkan berpotensi memiliki kandungan nutrient yang baik adalah rumput mulato II (Brachiaria hybrid cv. Mulato), yang dilaporkan memiliki keunggulan, seperti daya adaptasi rumput mulato pada kualitas tanah yang rendah pada musim kemarau sangat baik. Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah mengkonversi bahan-bahan bernilai nutrient dalam limbah ternak menjadi produk gas yang dapat digunakan sebagai sumber energi, melalui fenomena fermentasi anaerob yang dilangsungkan oleh bakteri fermentatif anaerob yang dapat menghasilkan biogas. Hasil dari laporan-laporan studi tersebut dirasa perlu untuk diinformasikan kepada para peternak, dengan cara penyuluhan. Penyuluhan dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan penyuluhan daring yang berisikan materi mengenai pengenalan teknologi pengolahan limbah peternakan dan pengenalan potensi rumput mulato sebagai hijauan untuk ruminansia dapat diterima dengan baik oleh para peserta penyuluhan, ditandai dengan 90% peserta dapat menjawab pertanyaan evaluasi dari para narasumber.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN WANITA MENGENAI KONDISI TUBUH YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT RONGGA MULUT MELALUI PENYULUHAN
Sri Tjahajawati;
Anggun Rafisa;
Cucu Zubaedah;
Rasmi Rikmasari
Dharmakarya Vol 10, No 3 (2021): September, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i3.31249
Saliva adalah cairan tubuh yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan dan kesehatan rongga mulut Keseimbangan tersebut dapat terganggu dan menyebabkan penyakit rongga mulut apabila terdapat perubahan pada tubuh seperti kehamilan, kebiasaan merokok, menopause, diabetes mellitus dan hipertensi Pengetahuan masyarakat terutama wanita mengenai berbagai kondisi yang berhubungan dengan penyakit dalam rongga mulut harus menjadi perhatian karena perubahan hormonal pada saat kehamilan dan menopause hanya dialami oleh wanita dan anatomi serta fisiologi tubuh wanita juga berbeda dengan pria sehingga lebih berisiko terkena penyakit mulut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tersebut adalah dengan melakukan penyuluhan sebagai bentuk dari promosi kesehatan. Peserta yang memenuhi kriteria sampel diambil secara keseluruhan (total sampling), berjumlah 81 orang wanita dari Desa Cikeruh. Penyuluhan dilaksanakan secara daring menggunakan media presentasi power point dan video edukasi melalui zoom meeting. Materi penyuluhan memaparkan diabetes melitus, hipertensi, kehamilan, menopause dan kebiasaan merokok yang bermanifestasi pada tubuh dan rongga mulut. Kegiatan penyuluhan terdiri dari tiga tahap yaitu pemberian pre-test, penyampaian materi penyuluhan dan post-test. Peningkatan nilai rata-rata peserta kegiatan penyuluhan pada post-test terlihat pada kelima topik. Sejumlah 76 orang (93.8%) responden mengalami peningkatan nilai rata-rata pada post-test, sejumlah 5 orang (6,2 %) responden tampak memiliki penurunan nilai rata-rata post-test termasuk ke dalam kelompok ibu hamil. Kegiatan penyuluhan pada wanita di Desa Cikeruh menunjukkan peningkatan pengetahuan mengenai kondisi tubuh yang berhubungan dengan penyakit dalam rongga mulut. Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat mendorong para peserta kegiatan dan masyarakat untuk merubah perilaku ke arah pola hidup yang lebih sehat.
PEMDAMPINGAN PENYUSUNAN BAHAN AJAR ETHNO-SCIENTIFIC BAGI GURU SEKOLAH DASAR
Sekar Dwi Ardianti;
Himmatul Ulya
Dharmakarya Vol 10, No 3 (2021): September, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i3.29735
Permasalahan mitra guru di SD 4 Dersalam adalah kurangnya pengetahuan guru mengenai pengembangan bahan ajar sesuai dengan keunggulan lokal daerah dan memasukkan pendekatan scientific. Selain itu, guru juga kesulitan menghubungkan materi pembelajaran dengan keunggulan lokal Kudus. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan kepada guru SD 4 Dersalam mengenai penyusunan bahan ajar ethno-scientific bagi guru SD 4 Dersalam. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan pelatihan interaktif dan pendampingan. Dalam proses pelatihan ada interaksi dua arah sehingga memberikan kesempatan kepada guru SD 4 Dersalam sebagai peserta pelatihan untuk menyumbangkan ide, pendapat, pikiran, dan pengalamannya. Pelaksanaan pendampingan pengembangan bahan ajar ethno-scientific pada guru SD 4 Dersalam dirancang dalam beberapa tahap, antara lain: perencanaan, pelaksanaan, follow up, dan evaluasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian yaitu guru di SD 4 Dersalam mampu menyusun draft bahan ajar ethno-scientific. Pendampingan penyusunan bahan ajar ethno-scientific memberikan pengetahuan kepada guru SD 4 Dersalam serta dapat meningkatkan keterampilan guru dalam mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan kondisi siswa.