Articles
798 Documents
SOSIALISASI PEMBUATAN TEH HERBAL DALAM KEMASAN TEH CELUP PADA KELOMPOK PKK KALABBIRANG, KABUPATEN TAKALAR
Irma Santi;
Sitti Amirah;
Irma Andriani
Dharmakarya Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i1.32667
Masyarakat luas kurang meminati teh herbal karena kurangnya pengetahuan terutama tentang khasiatnya, cara pengolahan yang tepat, adanya aroma dan rasa pahit atau hambar (tidak berasa) yang biasa muncul dari teh herbal serta kemasan yang kurang praktis dan menarik. Kegiatan pengabdiaan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat terkait pembuatan teh celup kemasan dari tanaman herbal yang memiliki cita rasa aroma yang nikmat. Pada kegiatan pengabdiaan ini, dilakukan metode yaitu penyuluhan dan pelatihan pembuatan teh herbal pada anggota kelompok pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK) dengan membuat teh herbal kombinasi daun pegagan (Centella asiatica) dan kayu secang (Caesalpinia sappan L) dengan penambahan pemanis daun stevia (Stevia rebaudiana) serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan pengabdiaan ini menujukkan tingkat pengetahuan peserta meningkat dari tingkat pengetahuan kurang (46,66 %) menjadi tingkat pengetahuan baik (80%). ini berdasarkan pertanyaan yang diberikan kepada peserta kegiatan. mengenai khasiat,cara yang tepat dalam proses pemetikan, pengolahan tanaman herbal menjadi simplisia hingga cara pembuatan teh herbal dalam bentuk kemasan teh celup yang sebelumnya mereka belum ketahui dengan baik.
PENINGKATAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT MELALUI PSIKOEDUKASI KESEHATAN JIWA KEPADA KADER POSYANDU DI WILAYAH PUSKESMAS CIGEUREUNG KOTA TASIKMALAYA
Dudi Hartono;
Peni Cahyati
Dharmakarya Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i1.36988
Angka kejadian gangguan jiwa dari tahun ke tahun terus meningkat. Orang dengan gangguan jiwa mengalami berbagai gangguan dalam kehidupannya yang pada akhirnya akan menyebabkan beban bagi keluarganya baik secara subyektif maupun obyektif. Akan tetapi, di masyarakat sendiri, pemahaman mengenai gangguang jiwa masih minim,, sehinggga orang dengan gangguan jiwa kerap kali mendapatkan perlakuan negative dari masyarakat dimana mereka tinggal dengan keluarganya. Mengingat sebagian besar pasien dengan gangguan jiwa akan hidup di lingkungan dimana mereka tinggal, permasalahan pemahaman masyarakat tentang kesehatan jiwa perlu ditangani. Salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan masyarakat untuk mendukung orang dengan gangguan jiwa adalah dengan dengan memberdayakan kader posyandu. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan jiwa masyarakat kader posyandu perlu dibekali pengetahuan dan ketrampilan melalui suatu psikoedukasi tentang upaya kesehatan jiwa. Sebanyak 43 kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Cigeureung menjadi peserta pelatihan peningkatan kesehatan jiwa masyarakat melalui psikoedukasi kesehatan jiwa . Kegiatan dilaksanakan dalam rangkaian program pengabdian kepada masyarakat IPTEKS bagi masyarakat (IbM) Politeknik Kesehatan Tasikmalaya. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober 2021. Hasil pelatihan menunjukkan skor pengetahuan kader tentang kesehatan jiwa masyarakat naik sebesar 29 poin dibandingkan sebelumnya. Secara statistik, dengan menggunakan uji Wilcoxon hasilnya menunjukan adanyat perbedaan rata-rata skor pengetahuan sebelum dan setelah pelatihan, dengan taraf signifikansi ρ = 0,0001 (ρ < 0,05). Diharapkan setelah diberikan pembekalan maka kader posyandu akan berkontribusi dalam peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan jiwa melalui kegiatan penyuluhan, melakukan bimbingan dan pemantauan terhadap keluarga yang memiliki anggota keluarga gangguan jiwa.
INTENSIFIKASI BUDIDAYA PAKAN ALAMI SEBAGAI PENUNJANG PENINGKATAN PRODUKSI BENIH IKAN TAGIH (Mystus nemurus C.V.)
Yuli Andriani
Dharmakarya Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i1.33084
Kegiatan penyuluhan ini telah dilaksanakan di Kelompok UPR Karper Mina, Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan dalam membudidayakan pakan alami Chlorella dan Artemia sebagai salah satu jenis pakan alami untuk benih ikan. Metode yang dilakukan pada program ini meliputi : survei dan observasi lapangan, sosialisasi, penyuluhan, pembuatan media budidaya pakan lami, budidaya pakan alami dan pendampingan. Penyediaan pakan alami untuk kegiatan budidaya benih ikan selama ini dilaksanakan dengan cara menangkap dari alam, sehingga pembudidaya sebaiknya memiliki kemampuan berbudidaya secara mandiri untuk menjada kuantitas dan kualitas pakan alami. Hasil survei dan observasi lapangan menunjukkan terdapat potensi sumber pakan alami serta sumber daya manusia yang dapat dioptimalisasikan untuk mendukung kegiatan perikanan diantaranya budidaya pakan alami untuk meningkatkan produksi benih ikan. Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran terdiri para pembenih ikan yang tergabung dalam Kelompok UPR Karper Mina. Tahap pertama yaitu penyuluhan mengenai potensi dan peran penting pakan alami dalam kegiatan pembenihan ikan. Setelah dilakukan penyuluhan tentang jenis-jenis pakan alami dan media yang digunakan untuk budidaya selanjutnya dilakukan praktek budidaya pakan alami jenis Chlorella dan Artemia. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat memahami urgensi pakan alami untuk pertumbuhan benih ikan, megetahui jenis-jenis pakan alami dan dapat membudidayakan pakan alami secara mandiri.
PELATIHAN HIDROPONIK DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI PADA PEMUDA MUHAMMADIYAH KELURAHAN KASSI-KASSI KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR
Arniati Arniati;
Muryani Arsal;
Warda Warda;
Asdar Asdar;
Nasrullah Nasrullah;
Masrullah Masrullah
Dharmakarya Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i1.37878
Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan kemampuan pemuda Muhammadiyah dalam mengembangkan pertanian melalui hidroponik sayuran sederhana sehingga menghasilkan sayuran yang sehat dan meningkatkan perekonomian dalam kebutuhan sehari-hari. Metode pelaksanaan yaitu sosialisasi, pelatihan, praktek dan pendampingan dengan mitra pemuda Muhammadiyah RT. 2/RW. 14 Kelurahan Kassi-Kassi Kecamatan Rappocini sebanyak 8 orang. Hasil yang dicapai yaitu terbentuknya aktifitas bertanam hidroponik yang memanfaatkan lahan sempit, pahamnya bertanam sayuran dengan teknik hidroponik, pahamnya manajemen pemasaran, meningkatnya pengetahuan bertanam dengan teknik hidroponik yang baik, meningkatnya kesejahteraan masyarakat di masa pandemi covid 19. Tindak lanjut dari kegiatan ini dilakukan melalui kegiatan pembuatan hidroponik sederhana dengan lebih banyak yang disesuaikan dengan kemajuan IPTEKS dan desain yang lebih menarik dan pemuda Muhammadiyah menjadi lebih semangat dalam belajar dan berpikir kreatif.
PENINGKATAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN PADA SISWA SEKOLAH MELALUI BANK SAMPAH DI DESA TANGSIMEKAR, KECAMATAN PASEH, KABUPATEN BANDUNG
Hardian Eko Nurseto
Dharmakarya Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i1.26408
Sampah menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pengelolaannya karena dapat menimbulkan masalah yang merugikan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Bank Sampah menjadi salah satu solusi untuk mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan manfaat. Meskipun di desa Tangsimekar sudah terdapat Bank Sampah, namun kinerjanya belum optimal, jumlah sampah yang diolah masih rendah. Oleh karena itu diperlukannya sosialisasi pada siswa SMP dan SMK di desa Tangsimekar, agar dapat meningkatkan kepedulian warga untuk berpartisipasi di bank sampah. Dari hasil observasi, wawancara, dan focus group discussion (FGD) yang dilakukan tim KKNM di desa Tangsimekar, ditemukan masalah dari bank sampah adalah kurangnya jumlah sampah yang diberikan oleh warga. Pemahaman warga tentang bank sampah juga masih rendah, sehingga diperlukan sosialisasi program bank sampah ini pada warga desa. Sosialisasi mengenai Bank Sampah dilakukan di dua SMP-SMK Dharma Agung. Hasil sosisalisasi Bank Sampah ini berhasil membuat para siswa tertarik untuk manabung sampah karena dapat menambah uang jajan, dan menambah pemasukan uang kelas dari hasil mengumpulkan sampah sekaligus menanamkan rasa peduli lingkungan.
PENGENALAN TEKNOLOGI KOMPUTER BAGI WARGA NELAYAN DI PULAU PASARAN BANDAR LAMPUNG
Ochi Marshella Febriani;
Suhendro Yusuf Irianto;
Dona Yuliawati
Dharmakarya Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i1.36262
ABSTRAK. PULAU PASARAN terkenal dengan hasil panen laut seperti ikan teri asin. PULAU PASARAN merupakan daerah yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan dan buruh pengolah ikan teri. Selama ini pengolahan dan pemasaran yang dilakukan di pulau pasaran hanya mengandalkan pasar di sekitar pulau serta koperasi Pulau Pasaran, akan tetapi pemasaran produk menggunakan online sistem ini sangat dimungkinkan mengingat fasilitas internet Kawasan sentra pengolahan ikan yang terletak di Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung ini rencananya akan dikembangkan sebagai kawasan metropolitan melalui program Kementerian Komunikasi dan Informasi ( kemenkominfo ) Bandar Lampung, Kemenkominfo bekerjasama dengan masyarakat dan koperasi setempat. Berkaitan dengan rencana tersebut maka Kemenkominfo didukung oleh Telkomsel Bandar Lampung telah mengoptimalkan fasilitas Teknologi Informasi termasuk optimalisasi akses internet di kawasan tersebut dan pemanfaatan Teknologi Komputer dan web untuk media pemasaran hasil pertanian. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan di bidang TI, khususnya pengenalan Komputer dan WEB, kepada masyarakat nelayan Pulau Pasaran. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan pelatihan, di mana melatihan dilakukan dengan praktek sebanyak 90% dan teori 10%. Sehingga dapat memberikan solusi dalam hal pengenalan TI dan peran penting TI khususnya Pelatihan penggunaan web serta pembuatan laporan dengan menggunakan ms.office. Kegiatan pengabdian ini dapat membantu meningkatkan pengetahuan dari masyarakat Pulau Pasaran.
PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH PERTANIAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL TANAMAN SAYURAN DI DESA CILELES, JATINANGOR, KABUPATEN SUMEDANG
Mieke Rochimi Setiawati
Dharmakarya Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i1.36834
Desa Cileles merupakan salah satu desa di Kecamatan Jatinangor yang memiliki area pertanian yang luas dengan mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Penggunaan pupuk untuk meningkatkan produksi tanaman di Indonesia sudah membudaya dan membuat ketergantungan akan ketersediaan pupuk, khususnya pupuk anorganik. Ketergantungan terhadap pupuk anorganik ini dialami juga oleh petani di Desa Cileles. Harga pupuk anorganik yang tidak stabil dan banyaknya limbah hasil pertanian yang terbuang sia-sia menjadi topik permasalahan bagi petani dan lingkungan sekitarnya. Penggunaan pupuk organik cair yang dibuat dari limbah pertanian dapat menjadi salah satu solusi masalah tersebut. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui kegiatan penyuluhan berupa pemberian pengetahuan kepada petani di Desa Cileles terkait penggunaan pupuk organik cair yang terbuat dari limbah pertanian guna meningkatkan hasil tanaman sayuran dan pemberian kuisioner yang diisi sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan pengetahuan petani setelah mengikuti penyuluhan. Data dianalisis menggunakan Uji Dua Sampel Berpasangan (Paired Sample T-Test) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan petani terkait pupuk organik cair dan pupuk hayati cair setelah diberikan penyuluhan.
PENERAPAN TEKNOLOGI AEROPONIK UNTUK PRODUKSI BENIH KENTANG DI DESA NGADISARI KABUPATEN PROBOLINGGO
Slameto Slameto;
Indri Fariroh;
Riza Yuli Rusdiana
Dharmakarya Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i1.36136
Petani kentang di Desa Ngadisari selama ini menggunakan benih kentang dari daerah lain atau benih dari pertanaman sebelumnya dalam budidaya kentang, sehingga kualitas benih tidak dapat terjamin. Selain itu, benih yang digunakan mudah terserang penyakit sehingga menyebabkan produktivitas kentang turun. Harga benih kentang yang mahal juga menjadi masalah bagi petani. Produksi benih kentang menggunakan teknologi aeroponik merupakan salah satu solusi dalam meningkatkan wawasan petani di bidang teknologi pertanian, meningkatkan produktivitas kentang, serta kemandirian petani dalam memproduksi benih kentang yang bermutu. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan beberapa pendekatan yaitu sosialisasi tentang persiapan bibit kentang, pemasangan aeroponik, penanaman planlet, dan pemberian nutrisi pada tanaman. Setelah mengikuti kegiatan pengabdian, anggota kelompok tani Jaya Makmur bertambah wawasannya tentang teknologi pembibitan kentang serta memahami tentang pentingnya penggunaan benih bermutu untuk meningkatkan produktivitas kentang. Penerapan teknologi aeroponik dalam produksi benih kentang di Desa Ngadisari mampu meningkatkan produktivitas kentang, mengasah keterampilan petani dalam menghasilkan benih kentang yang bermutu, serta memberikan motivasi bagi petani untuk menjalankan usaha di bidang penyediaan benih kentang.
EDUKASI DAN LITERASI MENGENAI PERAN SISWA SEKOLAH DASAR TERHADAP WISATA PERKOTAAN DI KOTA BANDUNG
Rosaria Mita Amalia;
Eva Tuckyta Sari Sujatna;
Heriyanto Heriyanto;
Ekaning Krisnawati;
Kasno Pamungkas
Dharmakarya Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i1.33220
Indonesia memiliki potensi pariwisata yang sangat besar dengan keragaman keindahan alam serta kekayaan budaya yang terdapat di dalamnya merupakan salah satu kekuatan bagi Indonesia untuk mengembangkan sektor pariwisatanya. Kota Bandung sebagai salah satu kota wisata di Propinsi Jawa-Barat mampu menjadi daya tarik destinasi wisata dengan keberagaman tempat wisata yang ditawarkan yaitu wisata alam, wisata buatan, wisata belanja, dan wisata kuliner. Kesemua jenis-jenis wisata tersebut dapat dinikmati oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Dengan kekayaan dan keragaman tersebut, siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) memiliki peran penting sebagai salah satu penikmat dan pelaku pariwisata untuk tetap menjaga kelestarian serta kelangsungan tempat-tempat wisata tersebut (actors of sustainable tourism). Karena itulah penting bagi mereka mendapatkan edukasi mengenai peran tersebut sehingga tingkat literasi serta kepedulian mereka terhadap tempat-tempat wisata khususnya di Kota Bandung dapat terus meningkat. Adapun peran yang dapat mereka jalankan adalah; (1). menjaga kebersihan dan keindahan tempat wisata, (2). tidak makan di tempat wisata kecuali di tempat makannya, (3). membuang sampah pada tempatnya, (4) mengajak keluarga, saudara, teman dan sahabat untuk menjaga lingkungan, serta (5). menjadi siswa sadar wisata yang ramah terhadap wisatawan dan lingkungan.
INSTALASI PENERANGAN JALAN UMUM TENAGA SURYA (PJUTS) UNTUK WARGA GUHA KULON KLAPANUNGGAL
Nuha Nadhiroh;
Anicetus Damar Aji;
Kusnadi Kusnadi;
Murie Dwiyaniti
Dharmakarya Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i1.36331
Warga Kampung Guha Kulon Desa Leuwikaret Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor terdiri dari 233 keluarga yang sebagian besar berpenghasilan rendah. Sementara itu, akses menuju fasilitas umum seperti tempat ibadah sangat minim penerangan. Kondisi jalan yang gelap, naik turun dan tidak rata dapat menimbulkan resiko kecelakaan dan kejahatan. Bercermin pada kondisi tersebut, maka kebutuhan akan penerangan jalan umum menjadi utama. Dengan pertimbangan kemampuan ekonomi warga Kampung Guha Kulon, penerangan jalan utama menggunakan tenaga surya lebih cocok diterapkan. Sistem Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) memiliki keunggulan dibandingkan sistem PJU dengan sumber listrik dari PLN, karena PJUTS mendapatkan sumber energi langsung dari matahari. Sehingga masyarakat tidak perlu membayar tagihan tambahan untuk PJUTS. Komponen pada PJUTS adalah panel surya, lampu sorot dengan sumber tegangan DC, dan baterai. Melalui pemasangan PJUTS diharapkan warga Kampung Guha Kulon dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan nyaman, meningkatkan pengetahuan akan instalasi listrik tenaga surya, serta meningkatkan kesadaran pengunaan energi terbarukan tenaga surya. Pemasangan PJUTS dilakukan sebanyak 5 titik dengan 10 lampu PJU.