cover
Contact Name
Santosa Kusumah
Contact Email
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat
ISSN : 23028955     EISSN : 26142392     DOI : -
Jurnal Dharmakarya terbit 4 (empat) kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember)
Arjuna Subject : -
Articles 798 Documents
PENGUATAN LITERASI AKADEMIK BAGI GURU SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) KOTA SUKABUMI Ratna Erika Mawarrani; Dian Ekawati; Susi Yuliawati
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.33489

Abstract

Menulis karya ilmiah adalah kewajiban bagi pengembangan diri profesi mengajar. Keterampilan literasi akademik sebagai bagian penting dari penulisan adalah keterampilan yang belum dikenali sepenuhnya oleh seluruh tenaga pendidik, khususnya tenaga pendidik jenjang pendidikan dasar. Pengetahuan tentang konvensi tulisan akademik, pencarian basis data penelitian, dan critical thinking menjadi sebuah bentuk literasi yang perlu dikuatkan dan diterapkan. Dalam kegiatan PPM ini, tim peneliti mengadakan penyuluhan yang ditujukan untuk memperkuat literasi akademik guru-guru SD Negeri di Kota Sukabumi, Jawa Barat sehubungan dengan kewajiban para guru mempublikasikan artikel ilmiah untuk kepentingan kenaikan pangkat. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini terkait langsung dengan pengetahuan penulisan ilmiah yang dapat menunjang peningkatan kinerja dan kompetensi tenaga pendidik di tingkat pendidikan dasar. Kegiatan berbentuk penyuluhan dan pendampingan menulis ilmiah ini memastikan agar pihak- pihak yang telibat tetap fokus pada keadaan dan kearifan lokal yang kuat di daerah tersebut serta research interest dari masing-masing para tenaga pendidik. Dengan penyuluhan ini, para tenaga pendidik berhasil mendapatkan informasi dasar literasi akademik, memulai pengembangan keterampilan dalam pencarian di basis data penelitian, serta mendapatkan pengetahuan lebih mendalam tentang konvensi tulisan akademik.Writing scientific papers is one of the main responsibilities for the self-development of the teaching profession. Academic literacy skills as significant part of writing are the skills that have not been fully recognized, especially by teachers at the basic education level. Knowledge of academic writing conventions, research database searches, and critical thinking are forms of academic literacy that required to be strengthened and further applied. In this Pengabdian Pada Masyarakat activity, the research team held training to develop the academic literacy of state elementary school teachers in Sukabumi City, West Java in connection with the obligation of teachers to publish scientific articles for career development purposes. This Community Service Program is directly related to scientific writing knowledge that can support improving the performance and competence of educators at the basic education level. This activity involved close-assistance sessions to ensure that the participants are able to focus on their local situations and trend in their schools as well as their personal research interests. With this program, the teachers were able to obtain basic information on academic literacy, start developing skills in searching research databases, and gain more in-depth knowledge of academic writing conventions.
PENINGKATAN PENGETAHUAN HOME GARDENING SEBAGAI UPAYA KEMANDIRIAN PANGAN KELUARGA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Linda Riski Sefrina; Milliyantri Elvandari; Risma Rahmatunisa
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.37195

Abstract

Sejak tahun 2020 telah terjadi pandemi covid-19 yang memberikan dampak pada masyarakat secara ekonomi, seperti penurunan pendapatan bahkan kehilangan pekerjaan. Hal tersebut berdampak pada menurunnya akses pangan masyarakat Indonesia. Salah satu upaya untuk menangani masalah kekurangan pangan di tingkat rumah tangga adalah pembuatan home gardening. Oleh karena itu tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat dan tata cara home gardening. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam bentuk webinar yang dilakukan melalui Zoom dan Youtube. Metode yang digunakan untuk menilai peningkatan pengetahuan menggunakan kuesioner online (pre-test dan post-test) yang diisi oleh 56 peserta kegiatan. Berdasarkan hasil pengambilan data didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kategori baik sebanyak 53,6% dan kategori sangat baik 32,1%. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak yang baik terhadap peserta, berupa peningkatan pengetahuan tentang home gardening.Since 2020, there has been a Covid-19 pandemic which has an impact on reducing income and losing jobs. This had an impact of decreasing food access for the Indonesian people. One of the efforts to address food insecurity at the household level is home gardening. Therefore, the aim of this activity is to educate the public about the benefits and procedures of home gardening. Community service activities are carried out in the form of webinars which are conducted through Zoom and Youtube. The method used to assess the increase in knowledge used an online questionnaire (pre-test and post-test) which was filled in by 56 participants. Based on the results, it was found that there was an increase in good category knowledge as much as 53.6% and very good category 32.1%. This shows that this activity has a good impact in the form of increasing participants' knowledge about home gardening.
PENGUATAN BUDAYA USAHA MELALUI PENGEMBANGAN BUSINESS PLAN DAN MEDIA SOSIAL PADA UMKM RAJOET BINONG JATI Dwi Kartini
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.41030

Abstract

Artikel ini diawali dari adanya keunikan sekaligus permasalahan permodalan dan pasokan di Sentra Rajoet-Binong-Jati yang belum terpantau oleh Koperasi Sentra tersebut. Hal ini tampak dari Perencanaan Bisnis mereka yang belum tepat guna dan belum tepat sasaran, khususnya dengan masa Pandemi ini. Tujuan kegiatan ini agar  terdapat sinergitas antara Kadin dengan Unpad dalam mengembangkan Business Plan 2021-2023 yang lebih tepat guna dan tepat sasaran disamping  melatih untuk berjiwa entrepreuner mahasiswa melalui kegiatan PPM-Virtual-2021. Metode Pengabdian ini bersifat deskriptif-kualitatif. Pengambilan sampel melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data sekunder melalui Peraturan sekaligus pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara mendalam kepada MenKop-UMKM, KADIN, Sentra Rajoet-Binong-Jati. Juga melalui FGD kepada Praktisi sebagai Expert-Judgment, dan mahasiswa ikut memberi masukan dengan mengisi celah-celah yang bisa memperkuat budaya usaha berbasis teknologi melalui Business Plan dan media sosial. Dari Hasil Pengabdian ini terdapat kesamaan persepsi dalam Penyusunan Business Plan yang lebih tepat sasaran dengan mendayagunakan Koperasi di Sentra tersebut untuk menjembatani pinjaman modal bergulir dari MenKop-UMKM, disamping juga bermitra dengan pabrik benang yang kredibel sebagai pemasok pengganti para pemasok liar. This article begins with the uniqueness as well as the problems of capital and supply at the Rajoet-Binong-Jati Center that have not been monitored by the central cooperative. This would be seen from their business planning which is not effective and on target yet, especially during this pandemic. The aim of this activity is that there is synergy between Kadin and Unpad in developing a more effective and targeted 2021-2023 Business Plan in addition to training student entrepreneurial souls through the PPM-Virtual-2021 activities. The method is descriptive-qualitative. Sampling was taken through purposive sampling. Secondary data collection techniques are through regulations and primary data collection through observation, in-depth interviews with Indonesian SME’s and Cooperative Minister, Indonesian Commerce and Industry Chamber, Rajoet-Binong-Jati Center. Also through FGDs for practitioners as Expert-Judgment. Students participate in providing input by filling in the gaps that would strengthening the technology-based business culture through the Business Plan and Social Media. From the Results of this Service, there is a common perception in the preparation of a more targeted Business Plan by empowering the Cooperative in the Center to bridge revolving capital loans from Indonesian SME’s and Cooperative Minister, as well as partnering with a credible yarn factory as a substitute supplier for illegal suppliers. 
PENGEMBANGAN DESAIN KURIKULUM ILMU POLITIK DALAM KONTEKS MERDEKA BELAJAR-KAMPUS MERDEKA Caroline Paskarina; Mudiyati Rahmatunnisa; Ari Ganjar Herdiansah
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.36717

Abstract

Artikel ini membahas hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk workshop pengembangan desain kurikulum Ilmu Politik dalam konteks Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Pemberlakuan Permendikbud No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi mendorong Program Studi untuk meninjau kembali kurikulumnya agar memenuhi standar nasional, termasuk juga dalam hal standar proses pembelajaran. Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka merupakan dasar hukum bagi penyelenggaraan pembelajaran di luar Program Studi, yang bertujuan agar mahasiswa memperoleh pengalaman empirik yang dapat melengkapi proses perkuliahan di dalam Program Studinya. Tetapi, penjabaran dan adaptasi kebijakan ini dalam struktur kurikulum Program Studi masih menghadapi sejumlah permasalahan, antara lain terkait dengan pengaturan proporsi mata kuliah, Satuan Kredit Semester, dan konversi atau pengakuan aktivitas mahasiswa di luar kampus ke dalam Satuan Kredit Semester. Workshop yang diselenggarakan bersama dengan Asosiasi Program Studi Ilmu Politik Indonesia ini menyimpulkan bahwa desain kurikulum dalam konteks Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini dapat menjadi peluang untuk menguatkan keunggulan Program Studi. Upaya ini perlu diimbangi dengan penguatan jejaring dan kerja sama antarlembaga agar keunggulan tersebut juga mendapat pengakuan secara nasional maupun internasional.This article discusses the results of the implementation of community service activities in the form of a Political Science curriculum design development workshop in the context of Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (Independent Learning-Independent Campus). Enactment of Permendikbud No. 3 of 2020 concerning National Standards for Higher Education encourages study programs to review their curriculum to meet national standards, including in terms of standard learning processes. The Merdeka Belajar-Kampus Merdeka's policy is the legal basis for the implementation of learning held outside the study program, which aims to provide students with empirical experience that can complement the lecture process in their study program. However, the elaboration and adaptation of this policy in the curriculum structure of the study program still face a number of problems, including those related to setting the proportion of courses, semester credit units, and the conversion or recognition of student activities outside the campus into semester credit units. The workshop, which was held together with the Association of Indonesian Political Science Study Programs, concluded that the curriculum design in the context of the Merdeka Belajar-Kampus Merdeka could be an opportunity to strengthen the excellence of the study program. This effort needs to be balanced with strengthening networks and inter-institutional cooperation so that these advantages can also be recognized nationally and internationally.
PERAN EDUKASI PEMASARAN DIGITAL UNTUK PELAKU USAHA KELAUTAN DAN PERIKANAN Atikah Nurhayati
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.32522

Abstract

COVID-19 saat ini telah menjadi pandemi dan memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat Indonesia. Sektor usaha mikro kecil dan menengah perikanan dan kelautan mengalami penurunan dan memerlukan pendampingan melalui edukasi mengenai pemasaran digital. Penelitian ini bertujuan uuntuk menganalisis dan merancang penyuluhan edukasi pemasaran digital bagi pelaku usaha UMKM kelautan dan Perikanan. Metode yang digunakan pada penelitian ini deksripsi kuantitatif, dengan jumlah responden 100 pelaku usaha perikanan dan kelautan. Berdarsarkan hasil penelitian penurunan tingkat konsumsi masyarakat berpengaruh terhadap pendapatan pelaku usaha UMKM Kelautan dan Perikanan. Peningkatan edukasi pemasaran digital, melalui kegiatan pendampinga dan penyuluhan yang dilakukan secara simultan, memberikan kontribusi peningkatan penjualan produk. Responden pelaku usaha UMKM kelautan dan perikanan sebanyak 90 % mencoba menggunakan aplikasi pemasaran digital dan 6 % terkendala dengan akses internet dan 4 %  kurang terbiasa menggunakan media sosial. Faktor minat (interest), menilai (evaluation), mencoba (trial) dan adopsi (adoption)., mempunyai pengaruh terhadap keputusan mengadopsi pemasaran prooduk perikanan dengan menggunakkan pemasaran digital. Pendampingan melalui edukasi pemasaran digital yang dilaksanakan dapat membantu mitra atau pelaku usaha UMKM Kelautan dan Perikanan dalam meningkatkan kualitas dan profit penjualan,  pemasaran digital dalam menarik lebih banyak lagi pelanggan dan bertahan serta berinovasi di tengah pandemik.COVID-19 has now become a pandemic and affects various sectors of Indonesian people's lives. The fisheries and marine micro, small and medium enterprises sector has experienced a decline and requires assistance through education on digital marketing. This research aims to analyze and design digital marketing education for marine and fisheries MSMEs. The method used in this reserach  is a quantitative description, with the number of respondents 100 fishery and marine business actors. Based on the research results, the decrease in the level of public consumption has an effect on the income of marine and fisheries MSMEs business actors. Increasing digital marketing education, through simultaneous mentoring and counseling activities, contributes to increased product sales. As many as 90% of marine and fisheries MSME business respondents try to use digital marketing applications and 6% are constrained by internet access and 4% are less accustomed to using social media. Interest, evaluating, trial and adoption factors have an influence on the decision to adopt marketing of fishery products using digital marketing. Assistance through digital marketing education that is carried out can help partners or MSME Marine and Fisheries business actors in increasing sales quality and profit, digital marketing in attracting more customers and surviving and innovating in the midst of a pandemic.
EKSPLORASI DAN SOSIALISASI POTENSI PANGAN LOKAL UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN MASYARAKAT DI DESA RANCAKALONG, KABUPATEN SUMEDANG Eneng Nunuz Rohmatullayaly
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.33850

Abstract

Seribu hari pertama kehidupan merupakan fase krusial dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia. Pada periode ini, seorang anak membutuhkan asupan gizi yang baik dan dalam jumlah cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tersebut secara optimal, sehingga tidak mengalami stunting. Stunting merujuk pada kondisi di mana seorang anak memiliki ukuran tinggi badan kurang dari rata-rata tinggi badan seusianya atau dengan kata lain pendek. Masalah stunting ini terkait dengan kondisi gizi dimulai dari masa pra-kehamilan seorang ibu hingga pasca melahirkan yang pada akhirnya merujuk pada aspek pangan bahkan ketahanan pangan keluarga. Oleh karena itu, perlu adanya eksplorasi potensi pangan lokal, dalam hal ini yang diproduksi masyarakat, sehingga dapat mendukung ketersediaan pangan keluarga serta mensosialisasikan informasi tersebut kepada masyarakat. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa Desa Rancakalong memiliki potensi sumber pangan yang melimpah, baik dari pertanian, peternakan, dan perikanan. Terdapat 59 spesies tanaman pangan yang terdiri dari dua spesies padi-padian, tiga spesies umbi-umbian, empat spesies kacang-kacangan, 21 spesies buah-buahan, 21 spesies sayur-sayuran, dan delapan spesies rempah-rempah, yang diperoleh dari hutan, sawah, ladang, kebun, serta pekarangan. Kondisi stunting yang masih terjadi, mungkin dikarenakan pola konsumsi pangan masyarakat yang belum beragam dan komposisi gizi yang belum seimbang yang berlangsung dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, penyadartahuan mengenai menu gizi seimbang dengan memberdayakan potensi pangan di desa dan pemantauan kondisi kesehatan balita dilakukan sebagai langkah awal perbaikan kondisi kesehatan masyarakat di masa yang akan datang.The first thousand days of life is a crucial phase in human growth and development. A child needs good nutrition and in sufficient quantities to support optimal growth and development, so the stunting condition does not occur in this period. Stunting refers to a condition in which a child has a height that is less than the average or short height for their age. The stunting problem is related to nutritional conditions starting from the pre-pregnancy period of a mother until after giving birth which is corelated to food and even family food security. Therefore, it is necessary to explore the potential of local food, in this case, produced by the community, to support the availability of family food and disseminate this information to the community. Exploration results show that Rancakalong Village has abundant potential food sources, from agriculture, animal husbandry, and fisheries. There are 59 species of food crops consisting of 2 species of grains, 3 species of tubers, 4 species of legumes, 21 species of fruits, 21 species of vegetables, and 8 species of spices, which were obtained from forests, rice fields, fields, gardens, and yards. However, the condition of stunting that still occurs may be due to people's food consumption patterns that are not yet diverse and nutritional composition that has not been balanced for a long time. Thus, that awareness about a balanced nutritional menu by empowering food potential in the village and monitoring the health condition of children under five years are carried out as an initial step to improve public health conditions in the future.
PENDIRIAN POJOK DIGITAL DALAM UPAYA MENGATASI TANTANGAN KESENJANGAN DIGITAL DI DESA JATIHURIP Viani Puspita Sari
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.37335

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat Desa Jatihurip yang terletak di Kecamatan Sumedang Utara. Kemajuan teknologi membuat sebagian masyarakat di Desa Jatihurip mulai menggunakan internet untuk mencari berbagai macam informasi, bahkan masyarakat juga dapat mempromosikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dimilikinya melalui sosial media yang tentunya memerlukan jaringan internet. Namun, beragam UMKM, mulai dari produsen batu bata, hingga bisnis kuliner masih terhambat dengan adanya  kondisi digital divide di Desa Jatihurip. Produk-produk UMKM tersebut pada dasarnya memiliki potensi besar untuk dapat menjangkau calon pelanggannya bila dapat dipasarkan melalui e-commerce atau marketplace seperti bukalapak, shopee, dan e-commerce lainnya. Kondisi pandemi COVID-19 yang telah berlangsung selama hampir dua tahun lamanya ini telah memberikan suatu dorongan bagi para pelaku UMKM untuk mencari jalan keluar dari digital divide ini. Tujuan dari pengabdian  kami adalah untuk mengembangkan UMKM di Desa Jatuhurip dengan fasilitas pengiriman barang dalam e-commerce, meningkatkan akses internet warga Desa Jatihurip melalui zona internet dan meningkatkan daya jangkau calon Badan Usaha Milik Desa Jatihurip melalui website khusus Pojok Digital. Pengabdian dilakukan secara hybrid, yakni kombinasi kegiatan daring dan luring langsung di lapangan. Hasil dari kegiatan pengabdian pada masyarakat tematik Pojok Digital ini berupa berdirinya Pojok Digital di Desa Jatihurip dengan dukungan  fasilitas yaitu WiFizone dari penyedia layanan Indihome  selama 4 bulan yang telah disediakan  secara gratis, dan pojok digital ini menjalankan fungsi sebagai sarana pemasaran bagi bisnis UMKM yang telah didampingi oleh tim Pengabdian Kewirausahaan Universitas Padjadjaran yang selanjutnya dibantu oleh Tim Pojok Digital. Selain itu, pojok digital juga difungsikan sebagai perantara ekspedisi atau pengiriman barang yang diakses melalui aplikasi Bukasend.The development of information and communication technology has had a major influence on the development of society, including the people of Jatihurip Village, which is located in North Sumedang District. Technological advances have made some people in Jatihurip Village start using the internet to find various kinds of information, even the community can also promote their Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) through social media which of course requires an internet network. However, various MSMEs, ranging from brick manufacturers to culinary businesses are still hampered by the digital divide condition in Jatihurip Village. Basically, MSME products have great potential to reach potential customers if they can be marketed through e-commerce or marketplaces such as Bukalapak, Shopee, and other e-commerce. The condition of the COVID-19 pandemic which has lasted for almost two years has provided an impetus for MSME actors to find a way out of this digital divide. The purpose of our service is to develop MSMEs in Fallurip Village with e-commerce delivery facilities, increase internet access for Jatihurip Village residents through the internet zone and increase the reach of prospective Jatihurip Village-Owned Enterprises through a special website for the Digital Corner. The service is carried out in a hybrid way, namely a combination of online and offline activities directly in the field. The results of this Digital Corner thematic community service activity are the establishment of a Digital Corner in Jatihurip Village with the support of facilities, namely WiFizone from the Indihome service provider for 4 months which has been provided free of charge, and this digital corner functions as a marketing tool for MSME businesses that have been accompanied by the Padjadjaran University Entrepreneurship Service team which was further assisted by the Digital Corner Team. In addition, the digital corner also functions as an intermediary for expeditions or goods delivery which is accessed through the Bukasend application
PELATIHAN STRATEGI PROMOSI DAN KOMUNIKASI DIGITAL BAGI PELAKU PARIWISATA DAN UMKM DI MASA PANDEMIK Elvi Citraresmana; Erlina Erlina; Randy Ridwansyah; Kriswanda Krishnapatria
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.32560

Abstract

Adanya Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai kebijakan untuk menekan penyebaran virus Corona yang diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Jabar 30/2020 tentang pedoman PSBB serta Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 443/Kep-240-Hukham/2020 tentang Pemberlakuan PSBB di Daerah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang telah melumpuhkan perekonomian Kota Bandung terlebih lagi pada sektor pariwisata. Kondisi ini menyebabkan menurunnya tingkat kunjungan wisata dari 4,8 juta orang per tahun menjadi hanya 1,2 juta orang menurut data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat pada September 2020.  (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ---Disparbud) Kabupaten Bandung Barat pada September 2020. Sehubungan dengan hal tersebut perlu diambil langkah-langkah untuk mencari solusi dari dampak pandemi COVID-19 ini. Semua upaya yang dilakukan harus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat yang terpadu dengan program KKN (Kuliah Kerja Nyata) 2020/2021 Universitas Padjadjaran secara daring, mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada berhimpun untuk turut berpartisipasi menghidupkan kembali sektor pariwisata khususnya di Kota Bandung melalui promosi digital. Untuk mencapai hasil yang maksimal dilakukanlah program pelatihan secara intensif terkait strategi promosi dan komunikasi digital bagi pelaku pariwisata dan UMKM di Kota Bandung. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan literasi digital dan pelatihan strategi promosi dan komunikasi digital kepada para pelaku Pariwisata dan UMKM di Kota Bandung agar produsen dapat menjangkau konsumen. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan praktik langsung yang dilakukan secara daring. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dihasilkan konten digital dalam bentuk poster, iklan, dan video untuk tujuan komersil. Strategi promosi dan komunikasi digital semasa pandemik memberikan nilai positif bagi para produsen untuk menjangkau konsumen terutama pada saat diterapkannya pembatasan sosial berskala besar.Social distancing policy in Indonesia is implemented to flatten the COVID-19 curve and regulated under West Java Governor regulation number 30 of 2020 regarding social distancing guidance and Governor Decree number 443/Kep240-Hukham/2020 regarding social distancing implementation in Bandung, Cimahi, Bandung Regency, West Bandung Regency, and Sumedang Regency. However, the policy implementation has crippled the economy of Bandung, and the tourism industry has been hit hard. Bandung Culture and Tourism Agency (Disparbud) recorded a significant decline in Bandung visitor arrival, falling from 4,8 million to 1,2 million visitors in 2020. In light of this issue, it is crucial to take practical measures to stimulate Bandung tourism industry during the pandemic while following the social distancing protocols. Universitas Padjadjaran (Unpad) Community Service, integrated with Student Fieldwork (KKN 2020/2021), was conducted to address the issue. Students from various faculties in Unpad and the Faculty of Cultural Sciences lecturers collaborated with micro, small and medium enterprises (MSME) in Bandung to promote digital marketing and communication strategies. The students worked together with MSME practitioners to produce digital content, such as posters and videos, to promote their products and services.
EDUKASI PENGETAHUAN TENTANG PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT PADA MASYARAKAT DI BERBAGAI LOKASI KEDIAMAN MAHASISWA KKN INTEGRATIF UNPAD Kartiawati Alipin
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.38539

Abstract

Kekayaan Indonesia akan tumbuhan obat sangat besar. Pemanfaatannya sudah dilakukan sejak berabad yang lalu oleh nenek moyang sebagai ramuan tradisional dalam menyembuhkan berbagai penyakit maupun menjaga kesehatan. Namun seiring dengan perkembangan zaman pengetahuan tentang tumbuhan obat maupun  pemanfaatannya semakin menurun. Tujuan penelitian pada kegiatan PPM KKN Integratif Unpad periode Januari-Februari 2022 ini untuk memberikan edukasi pengetahuan tentang manfaat tumbuhan obat yang ada disekitar rumah. Metode yang digunakan yaitu melakukan wawancara terhadap responden mengenai pengetahuan tumbuhan obat, manfaatnya serta keterlibatannya dalam memanfaatkan TOGA, serta kegiatan penyuluhan daring melalui Webinar yang melibatkan mahasiswa KKN integrative Unpad periode Januari-Februari 2022 dan masyarakat di lokasi kediamannya. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan wawancara dalam satu RT dari 20 rumah diperkirakan hanya 20% yang menanam tumbuhan obat, hal ini menunjukkan terjadinya penurunan pengetahuan masyarakat akan manfaat dari tumbuhan obat. Setelah dilakukan edukasi melalui webinar maka didapat hasil pre-test dan post-test pada saat webinar terjadi peningkatan pengetahuan akan manfaat tumbuhan obat dari 75% menjadi 92%.Indonesia's wealth of medicinal plants is very large. Its use has been carried out since centuries ago by the ancestors as a traditional herb in curing various diseases and maintaining health. But along with the times, knowledge about medicinal plants and their use is decreasing. The purpose of the research in the Unpad Integrative KKN PPM activity for the January-February 2022 period is to provide education and knowledge about the benefits of medicinal plants around the house. The method used is conducting interviews with respondents regarding knowledge of medicinal plants, their benefits and involvement in utilizing TOGA, as well as online counseling activities through webinars involving Unpad integrative KKN students for the January-February 2022 period and the community in their residential locations. The results showed that based on interviews in one RT out of 20 houses, it was estimated that only 20% grew medicinal plants, this indicates a decline in public knowledge about the benefits of medicinal plants. After education through the webinar, the results of the pre-test and post-test during the webinar increased knowledge of the benefits of medicinal plants from 75% to 92%. 
PKM PRODUKSI MIE WORTEL SEHAT DAN HALAL PADA IBU-IBU RT NON PRODUKTIF DI DESA MALINO, TINGGIMONCONG, GOWA Sukmawati Sukmawati; Ansariah Ansariah; Munawir Munawir
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.41649

Abstract

Wortel merupakan sayuran yang sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia dan populer sebagai sumber vitamin A karena memiliki kadar karotena (provitamin A) yang tinggi. Pada tahun 2019, produksi wortel di Kabupaten Gowa sebanyak 14.454 kuintal. Ketersediaan wortel yang melimpah dan sifat produk yang mudah rusak menyebabkan harga jual wortel rendah.. Oleh karena itu perlu adanya proses pengolahan wortel lebih lanjut yang dapat meningkatkan nilai ekonomis dan umur simpan wortel. Beberapa pokok permasalahan antara lain: kurangnya pemahaman tentang Iptek dan waktu luang untuk kegiatan yang bersifat produktif terkait dengan pengolahan hasil perkebunan wortel yang dapat diolah menjadi beberapa produk bernilai tinggi seperti mie wortel sehat dan halal. Terbatasnya introduksi peralatan untuk mengolah wortel menjadi produk hilir (olahan) baru yang menjadi kebutuhan pangsa pasar. Keterampilan produksi yang terbatas, pengolahan wortel antara lain kurangnya pengetahuan tentang jenis-jenis produk olahan wortel dan cara membuatnya. Lemahnya kemampuan manajemen usaha termasuk proses pemasaran dan pendistribusian produk. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membantu masyarakat melalui peningkatan ekonomi dengan kegiatan pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga non produktif untuk peningkatan nilai tambah wortel melalui pembuatan mie wortel di Desa Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Metode yang dilakukan: Community Based Reseach berbasis hasil penelitian. Pembelajaran dengan praktek, pendampingan produksi, manajemen keuangan skala mikro dan makro dalam tahap UMKM serta pemasaran. Hasil penerapan ipteks melalui pengabdian ini terjadinya peningkatan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengolahan wortel menjadi produk mie wortel yang lebih berkualitas, sehat dan higienis dengan kemasan yang baik, menghasilkan produk yang ekonomis serta mampu menerapkan manajemen keuangan dan strategi-strategi pemasaran yang sudah diperoleh dalam kegiatan pengabdian ini.Carrots are vegetables that are very well known to the Indonesian people and are popular as a source of vitamin A because they have high levels of carotene (provitamin A). In 2019, carrot production in Gowa Regency was 14,454 quintals. The abundant availability of carrots and the perishable nature of the product causes the selling price of carrots to be low. Therefore, it is necessary to have further processing of carrots that can increase the economic value and shelf life of carrots. Some of the main problems include: lack of understanding of science and technology and free time for productive activities related to processing carrot plantation products which can be processed into several high value products such as healthy and halal carrot noodles. Limited introduction of equipment to process carrots into new downstream (processed) products which are the needs of market share. Limited production skills, carrot processing, among others, lack of knowledge about the types of carrot processed products and how to make them. Weak business management capabilities, including the marketing process and product distribution. This service aims to help the community through economic improvement by empowering non-productive housewives to increase the added value of carrots through making carrot noodles in Malino Village, Tinggimoncong District, Gowa Regency. The method used: Community Based Research based on research results. Practical learning, production, micro- and macro-scale financial management in the UMKM stage and also marketing assistance. The results of the application of science and technology through this service are an increase in understanding,

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya Maret 2025 Vol 13, No 4 (2024): Desember : 2024 Vol 13, No 3 (2024): September : 2024 Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024 Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024 Vol 12, No 4 (2023): Desember, 2023 Vol 12, No 3 (2023): September, 2023 Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023 Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023 Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022 Vol 11, No 3 (2022): September, 2022 Vol 11, No 2 (2022): Juni. 2022 Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022 Vol 10, No 4 (2021): Desember, 2021 Vol 10, No 3 (2021): September, 2021 Vol 10, No 2 (2021): Juni, 2021 Vol 10, No 1 (2021): Maret, 2021 Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020 Vol 9, No 3 (2020): September, 2020 Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020 Vol 9, No 1 (2020): Maret, 2020 Vol 8, No 4 (2019): Desember 2019 Vol 8, No 3 (2019): September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 7, No 4 (2018): Desember Vol 7, No 3 (2018): September Vol 7, No 2 (2018): Juni Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 4, No 2 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 2 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): DHARMAKARYA Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya More Issue