cover
Contact Name
Santosa Kusumah
Contact Email
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat
ISSN : 23028955     EISSN : 26142392     DOI : -
Jurnal Dharmakarya terbit 4 (empat) kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember)
Arjuna Subject : -
Articles 798 Documents
UPAYA DETEKSI DINI DERMATITIS ATOPIK DAN PENYULUHAN PERSONAL HYGIENE PADA MURID SEKOLAH DASAR DI JATINANGOR Oki Suwarsa; Hartati Purbo Dharmadji; Endang Sutedja; Raden Mohamad Rendy Ariezal Effendi; Maryam Nissa Hazari; Yogi Faldian; Erda Avriyanti
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 3 (2022): September, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i1.27475

Abstract

ABSTRAK Dermatitis atopik (DA) merupakan penyakit peradangan kulit yang bersifat kronis berulang dengan gejala subjektif utama berupa rasa gatal dan disertai kulit kering. Penyakit ini sering timbul pertama kali pada masa bayi dan anak-anak. Perkembangan DA berkaitan dengan kondisi mikrobiota kulit yang dipengaruhi pola perilaku sehari-hari. Diagnosis DA dapat ditegakkan dengan berbagai kriteria diagnosis. Kriteria yang paling sering digunakan yaitu Hanifin-Rajka dengan kriteria minor yang dapat dengan mudah ditanyakan pada anak sekolah dasar. Tujuan kegiatan pengabdian dan penelitian ini adalah untuk deteksi dini DA dan pemberian penyuluhan dan pencegahan DA, serta personal hygiene. Metode penelitian adalah deskriptif, potong lintang menggunakan kuesioner di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cikeruh 1, Dusun Ciawi, Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Subjek penelitian dan penyuluhan adalah murid SDN kelas 5 dan 6. Pada hasil penelitian didapatkan bahwa pitiriasis alba terjadi pada sebagian besar murid dan merupakan salah satu gejala dalam kriteria minor DA, yang menjadi gambaran klinis DA. Kegiatan ini dapat meningkatkan penemuan kasus baru DA anak secara dini. Kebiasaan cuci tangan yang merupakan salah satu tindakan personal hygiene dilakukan oleh sebagian besar murid. Pemberian penyuluhan mengenai DA, pencegahan DA, serta personal hygiene, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup anak dengan DA.Kata kunci: anak, dermatitis atopik, penyuluhan, pencegahanABSTRACT Atopic dermatitis (AD) is a chronic, recurrent disease with an inflammatory skin lesion associated with itch as hallmark symptoms and dry skin. This disease often develops initially in infants and childhood. The AD development is related to skin microbiota which is influenced by daily behavior patterns. Various diagnostic criteria can confirm the diagnosis of AD. Hanifin-Rajka's criteria is the most common AD diagnostic criteria used. Its minor criteria could be asked conveniently to the elementary school children. The aim of the community service and research is for early detection of AD, followed by counseling and prevention of AD, and personal hygiene. The research method was descriptive, cross-sectional, using a questionnaire at Cikeruh 1 Elementary School, Ciawi Village, Cikeruh, Jatinangor District, Sumedang Regency. The subjects were grades 5 and 6 elementary school students. As a result, pityriasis alba is the most common finding and one of the minor AD criteria, a clinical feature of AD. Ultimately, this activity can increase the early detection of new AD cases in children. The habit of washing hands, which is one of the personal hygiene measures, is carried out by most students. Providing counseling and prevention of AD, and personal hygiene, are expected to improve the quality of life of children with AD.Keywords: atopic dermatitis, children, counseling, prevention 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN DESA WISATA Encang Saepudin
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 3 (2022): September, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i3.27569

Abstract

Pengembangan agro wisata selain berfungsi sebagai peningkatan  konservasi lingkungan, berfungsi pula sebagai pengembangan ekonomi masyarakat. Hal ini menggambarkan terjadinya proses pemberdayaan masyarakat secara ekonomi dan sosial. Dengan demikian, pengembangan wisata berbasis masyarakat merupakan upaya strategis untuk memberdayakan masyarakat. Kegiatan ini bertema Pemberdayaan  Masyarakat  melalui Pengembangan Desa Wisata. Dengan metode Participatory Rural Appraisal dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, Focus Group Discussion, dan studi pustaka kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para pengelola desa wisata Cibodas mengenai pelayanan prima dan promosi wisata. Hasil kegiatan menunjukan bahwa pengetahuan dan keterampilan para peserta pelatihan telah meningkat terutama mengenai pelayanan prima dan promosi wisata. Hal ini terlihat dari hasil evaluasi kegiatan terutama hasil pritest dan posttest. Hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan  bahwa pelaksanaan pelatihan telah mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan para pengelola desa wisata di Cibodas.
PENGUATAN PERAN WARGA MASYARAKAT DALAM MITIGASI DAN ADAPTASI MENGHADAPI MASA PANDEMI COVID-19 Tania Intan; Vincentia Tri Handayani; Nany Ismail
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 3 (2022): September, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i3.32031

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata Integratif Virtual 2021 yang diselenggarakan pada bulan Januari dan Februari 2021. Seluruh kegiatan dengan tema “Penguatan Peran Warga Masyarakat dalam Mitigasi dan Adaptasi Menghadapi Masa Pandemi Covid-19” dilakukan secara daring, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi, hingga pelaporan. Tim pelaksana terdiri dari tiga orang dosen, dengan salah satunya sebagai DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) dan dibantu oleh dua puluh orang mahasiswa yang berasal dari program studi berbeda di Universitas Padjadjaran. Masing-masing mahasiswa mendampingi dua subjek KKN yang berasal dari warga sekitar tempat tinggal masing-masing atau subjek lain yang dapat dijangkau secara daring. Dengan demikian, ada empat puluh subjek KKN sebagai mitra yang menjadi sasaran dari program-program yang dilaksanakan. Tema “Penguatan Peran Warga Masyarakat dalam Mitigasi dan Adaptasi Menghadapi Masa Pandemi Covid-19” dipilih karena sangat relevan dengan kondisi dan permasalahan yang dialami seluruh lapisan masyarakat saat ini. Tim PPM dan mahasiswa bekerja sama menggarap empat subtema yaitu: pendidikan, kesehatan dan lingkungan, ekonomi dan kewirausahaan, serta sosial dan budaya yang diturunkan ke dalam sejumlah program sosialisasi, edukasi, dan pembuatan poster serta video. Implikasi dari kegiatan ini adalah adanya perubahan-perubahan berupa peningkatan dari segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan para subjek dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Pelatihan Digital Marketing dan Strategi Pembiayaan untuk Industri Kreatif di Kota Bandung Rivani Rivani; Muhamad Rizal; Rudi Saprudin Darwis
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 3 (2022): September, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i3.25137

Abstract

Program pelatihan ini bertujuan untuk sosialisasi model bidang pembiayaan dan digital marketing untuk sektor industri kreatif, sekaligus meningkatkan pemanfaatan internet untuk sektor industri kreatif. Metodologi pelatihan yang digunakan adalah andragogi atau pelatihan untuk orang dewasa dengan metode ceramah, diskusi, simulasi dan wokshop. Pada umumnya pelatihan sudah terlaksana dengan baik, dengan beberapa saran perbaikan pada aspek kerja sama tim pelaksana, disiplin waktu pelaksanaan, serta perlunya program lanjutan dari pelatihan ini.
SOSIALISASI LITERASI KEUANGAN PADA PELAKU USAHA KECIL KOMUNITAS BUYS UNPAD Nenden Kostini; Ratna Meisa Dai; Pratami Wulan Tresna
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 3 (2022): September, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i3.29997

Abstract

Literasi keuangan masyarakat di Indonesia masih dikategorikan rendah. Rendahnya tingkat literasi keuangan tersebut dapat menjadi indikasi bahwa pengetahuan masyarakat khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan, baik untuk personal maupun unit usaha masih kurang baik. Hal ini dapat berdampak pada kesalahan dalam pengambilan keputusan keuangan yang salah. Oleh karena itu, banyak pihak yang berusaha untuk dapat meningkatkan literasi keuangan masyakarat di Indonesia. Salah satu khalayak masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah pelaku usaha Komunitas Buys Unpad. Adapun yang menjadi pertimbangannya adalah masih ada pelaku usaha kecil yang belum memiliki wawasan pengetahuan keuangan yang baik. Kegiatan untuk meningkatkan literasi keuangan yang dipilih adalah dalam bentuk sosialisasi. Kegiatan sosialisasi literasi keuangan pada pelaku usaha Komunitas Buys Unpad dilakukan dalam bentuk Zoom Conference dengan menampilkan narasumber yang berkompeten dalam aspek keuangan. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan yang dikumpulkan dalam Google Form dapat diketahui bahwa kegiatan sosialisasi literasi keuangan para pelaku usaha mengalami peningkatan meskipun tidak secara signifikan
PELAKSANAAN SOCIAL CAMPAIGN PEMANFAATAN JERUK NIPIS DAN JAHE SEBAGAI BAHAN BAKU DESINFEKTAN ALAMI (IMPLEMENTATION OF SOCIAL CAMPAIGN FOR THE UTILIZATION OF LIME ORANGE AND GINGER AS RAW MATERIAL OF NATURAL DESINFECTANT) Asri Widyasanti
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 3 (2022): September, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i3.32440

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM)  ini dilakukan untuk memproduksi desinfektan berbahan alami yang bertujuan sebagai perbekalan kesehatan untuk mengurangi penularan Covid-19. Dimana dalam meminimalkan penyebaran salah satunya menyemprotkan disinfektan pada benda-benda mati. Dalam rangka meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya disinfektan dapat dilakukan melalui kampanye di media sosial Instagram (limonen.id )dan pembagian disinfektan secara gratis kepada masyarakat. PPM ini dilakukan di Bandung, Bogor dan Tangerang. Tahapan kegiatan ini meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan dan tahap monitoring dan evaluasi. Hasil yang diperoleh komoditas jeruk nipis, jahe, cuka dan air dapat dimanfaatkan sebagai disinfektan yang dibuat secara alami. PPM ini dilakukan melalui daring didahului dengan workshop pembuatan disinfektan di Laboratorium Pascapanen dan Teknologi Proses, FTIP Unpad kemudian dilakukan kampanye sosial di media sosial Instagram. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa  kampanye melalui media sosial ini bisa memberikan edukasi kepada masyarakat agar paham bagaimana cara membuat, cara menggunakan disinfektan yang baik dan benar, serta senantiasa membiasakan diri menyemprotkan disinfektan pada permukaan benda yang akan di sentuh agar terhindar dari berbagai macam kuman atau virus, khususnya covid–19.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Ferli Hasanah; Prima Agustina Mariamurti; Mega Subekti
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.32821

Abstract

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi ini dilakukan oleh tim pengajar dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Metode kegiatan yang digunakan adalah difusi ilmu pengetahuan yang seluruhnya diselenggarakan secara virtual. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah masyarakat secara umum, khususnya siswa/siswi SMA. Mitra kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah SMAN 1 Rancaekek, SMAN Tanjungsari, SMA 2 Serang, dan Ummahathul Ghad PPI Tarogong Garut. Kegiatan dilakukan pada bulan Februari 2021 dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui rangkaian lomba dan tiga webinar yang mengusung tema pemberdayaan perempuan. Dengan melihat partisipasi aktif dan jumlah peserta berbagai kegiatan yang dilaksanakan, hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat mengenai pemberdayaan perempuan ini telah terselenggara dengan baik.This Community Service activity on empowering women through the use of information and communication technology was carried out by a teaching team from the Faculty of Cultural Sciences, Padjadjaran University. The method of activity used is the diffusion of knowledge, all of which are held virtually. The target audience for this activity is the general public, especially high school students. The partners of this Community Service activity are SMAN 1 Rancaekek, SMAN Tanjungsari, SMA 2 Serang, and Ummahathul Ghad PPI Tarogong Garut. The activity held on February 2021 in three stages: preparation, implementation, and evaluation stages. This activity was carried out through a series of competitions and three webinars with the theme of women's empowerment. By looking at the active participation and the number of participants in the various activities carried out, the results of the activities show that this Community Service activity regarding women's empowerment has been carried out well. 
INSIDENS HIPODONSIA PADA ANAK DENGAN SINDROM DOWN Willyanti Soewondo
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.40968

Abstract

Hipodontia adalah tidak adanya gigi secara kongenital dengan satu atau lebih gigi hilang. Hipodonsia terjadi pada anak dengan Sindrom Down. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian hipodontia pada anak dengan Sindrom Down. Dalam studi cross sectional ini, sejumlah 26 anak dengan Sindrom Down diikutsertakan dalam penelitian ini kriteria Sindrom Down ditentukan oleh dokter anak berdasarkan manifestasi klinis, analisis kromosom,  sementara hipodonsia ditentukan bila satu atau lebih gigi hilang dalam setiap rahang, dan tidak adanya benih gigi dengan pemeriksaan radiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa hipodontia terjadi pada 8 anak (32,5%) dan  mengenai gigi insisiv lateral pada semua anak dengan hipodonsia dari 26 anak. Hipodontia terjadi pada anak dengan Sindrom Down dan gigi insisiv lateral adalah gigi yang paling sering terkena.Hypodontia is the congenital absence of teeth with one or more teeth missing. Hypodontia occurs in children with Down Syndrome. The aim of this study was to determine the incidence of hypodontia in children with Down syndrome. In this cross-sectional study, a total of 26 children with Down Syndrome were included in the study. The criteria for this syndrome were determined by the children based on clinical manifestations, chromosomal analysis, while hypodontia was determined when one or more teeth were missing in each tooth, and the absence of totth germ by radiographic examination. The results showed that hypodontia occurred in 8 children (32.5%) and affected the lateral incisors in all children with hypodontia out of 26 children. Hypodontia occurs in children with Down Syndrome and the lateral incisors are the teeth most commonly affected.
PELATIHAN REVIEW POHON KINERJA DAN EVALUASI PENYUSUNAN LKJIP ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DI KABUPATEN SUKOHARJO Rutiana Dwi Wahyunengseh; Sri Hastjarjo; Didik Gunawan Suharto; Wahyu Nur Harjadmo; Sudarmo Sudarmo; Son Haji
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.40766

Abstract

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah adalah instrumen untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas, fungsi dan peran OPD dalam pengelolaan sumberdaya dan sumber dana serta kewenangan yang ada yang dipercayakan kepada publik guna pencapaian tujuan organisasi. Permasalahan yang dihadapi kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah adalah dalam tiga tahun terakhir berada di ranking paling bawah penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instasi Pemerintah Jawa Tengah selama beberapa tahun terakhir dan bertekad menaikkan posisi menjadi nilai B. Penanggung jawab pembinaan Perangkat daerah supaya nilai akuntabilitas kinerja baik adalah bagian organisasi Sekretariat Daerah. Oleh karena itu, Tim Pengabdi bermitra untuk membantu meningkatkan kapasitas staf perencana di Perangkat Daerah.  Metode yang digunakan adalah teknik “Participatory Community Problem Based Solving”.  Teknik pelatihan terdiri dari: (i) penyampaian materi untuk membekali konsep; (ii) bedah kasus salah satu indikator kinerja utama daerah; (iii) praktik bersama menyusun pohon kinerjanya; (iv) praktik di tim kelompok kerja berdasar rumpun urusan; (v) peserta mempresentasikan hasil kerja; (v) narasumber (tim pengabdi) memberikan review atas hasil kerja kelompok. Output dari pelatihan adalah: (i) dihasilkan cascading kinerja; (ii) dihasilkan sampel narasi evaluasi capaian 1 indikator kinerja utama perangkat daerah tahun N-1. Simpulan, hasil pengabdian ini meningkatkan pengetahuan peserta tentang bagaimana menyusun pohon kinerja Perangkat daerah berbasis Logicl Framework. Disamping itu juga meningkatkan keterampilan peserta menyusun narasi capaian kinerja pada dokumen Laporan Kinerja Instansi Perangkat Daerah.Government Agencies Performance Report is an instrument to account for the implementation of the duties, functions and roles of OPD in managing resources and sources of funds and existing authorities entrusted to the public in order to achieve organizational goals. The problem faced by Sukoharjo Regency, Central Java Province, is that in the last three years it has been at the bottom of the Central Java Government Performance Accountability System assessment for the past few years and is determined to increase its position to a B value. part of the Regional Secretariat organization. Therefore, the Service Team partnered to help increase the capacity of planning staff in the Regional Apparatus. The method used is the "Participatory Community Problem Based Solving" technique. The training techniques consist of: (i) delivery of materials to equip concepts; (ii) examine the case of one of the main regional performance indicators; (iii) joint practice of compiling a performance tree; (iv) practice in working group teams based on family of affairs; (v) participants present their work; (v) resource persons (service team) provide a review of the results of group work. The training materials consist of: (i) reviewing the logical framework of the performance tree and business processes for achieving regional strategic targets; (ii) measuring performance achievements; (iii) narrate the measurement results to a performance report document as a means of communication of accountability to the public. The outputs of the training are: (i) generated cascading performance; (ii) a sample narrative of the evaluation of the achievement of 1 main performance indicator of regional apparatus is produced in N-1. In conclusion, it is necessary to follow up in the form of regular desk evaluations for each OPD to ensure there is an improvement in skills in compiling narratives of performance achievements in the Performance Reports of Regional Apparatus Agencies. 
KEGIATAN “SELAMATKAN LAUT KITA” SEBAGAI MEDIA EDUKASI PEDULI LINGKUNGAN LAUT DAN SOSIALISASI DAMPAK PEMANASAN GLOBAL DI KABUPATEN CIREBON Sheila Zallesa
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.31184

Abstract

Kerusakan lingkungan laut diakibatkan oleh perbuatan manusia. Diantara dampak dari perbuatan manusia itu adalah pemanasan global dan pencemaran lingkungan. Lingkungan laut sensitif akibat dari perubahan lingkungan dan pencemaran. Kabupaten Cirebon yang dimana masyarakat berprofesi sebagai nelayan terkena dampak secara tidak langsung dari pemanasan global dan pencemaran lingkungan. Salah satu dampak bagi nelayan adalah berkurangnya hasil tangkapan ikan. Sehingga diperlukan edukasi mengenai peduli lingkungan laut dan dampak pemanasan global bagi usaha perikanan bagi masyarakat kabupaten Cirebon. Kegiatan dilakukan secara luring dan daring. Kegiatan “Selamatkan Laut Kita” cukup efektif untuk mengedukasi nelayan, siswa dan masyarakat umum di kabupaten Cirebon untuk lebih peduli lagi terhadap lingkungan, terutama laut. Kegiatan webinar cukup efektif mengkampanyekan peduli lingkungan laut untuk khalayak umum dan akademisi.Damaged marine environment mostly caused by human activity. Human activity impact on environment include  global warming and environmental pollution. The marine environment is sensitive due to environmental changes and pollution. Cirebon Regency, where people work as fishermen, is indirectly affected by global warming and environmental pollution. One of the impacts for fishermen is the reduced fish catch. There is a need for environmental education that provides people with awareness about the issue of marine environment and global warming impacts especially to Cirebon society. The Activity was conducted both offline and online. The activity with theme of  "Let’s Save the Ocean " is quite effective in educating fishermen, students and the general public at Cirebon Regency to more aware about the environment, especially the ocean environment. The webinar activity is  effective in campaigning the marine environment awareness for the general public and academician.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya Maret 2025 Vol 13, No 4 (2024): Desember : 2024 Vol 13, No 3 (2024): September : 2024 Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024 Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024 Vol 12, No 4 (2023): Desember, 2023 Vol 12, No 3 (2023): September, 2023 Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023 Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023 Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022 Vol 11, No 3 (2022): September, 2022 Vol 11, No 2 (2022): Juni. 2022 Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022 Vol 10, No 4 (2021): Desember, 2021 Vol 10, No 3 (2021): September, 2021 Vol 10, No 2 (2021): Juni, 2021 Vol 10, No 1 (2021): Maret, 2021 Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020 Vol 9, No 3 (2020): September, 2020 Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020 Vol 9, No 1 (2020): Maret, 2020 Vol 8, No 4 (2019): Desember 2019 Vol 8, No 3 (2019): September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 7, No 4 (2018): Desember Vol 7, No 3 (2018): September Vol 7, No 2 (2018): Juni Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 4, No 2 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 2 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): DHARMAKARYA Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya More Issue