cover
Contact Name
Dr. Evi Mu'afiah
Contact Email
muafiahevi@gmail.com
Phone
(0352) 481277
Journal Mail Official
-
Editorial Address
LPPM IAIN Ponorogo Jl. Pramuka No.156 Ponorogo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam
ISSN : 19076371     EISSN : 25279254     DOI : -
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam is a journal based on Islamic research published by Institute for Research and Community Services, State Islamic Institute of Ponorogo. This journal first published in 2007 to facilitate the publication of research, articles, and book review. The Journal issued biannually in June and December.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 17 No 1 (2023)" : 15 Documents clear
IMPLEMENTASI KLASIFIKASI ILMU AL-FARABI DALAM MATERI BIMBINGAN PERKAWINAN Asrori, Moh. Andi; Soleh, Achmad Khudori
Kodifikasia Vol 17 No 1 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i1.5459

Abstract

Klasifikasi ilmu al-Farabi dalam materi bimbingan perkawinan penting untuk memastikan seluruh materi memiliki objek, tujuan, dan metode. Tujuan penelitian ini ialah untuk untuk mewujudkan efektifitas bimbingan perkawinan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi pustaka dengan menganalisis enam belas materi bimbingan perkawinan kemudian dikatagorikan dengan klasifikasi ilmu al-Farabi. Hasil dari penelitian ini ialah: Pertama, enam belas materi dalam bimbingan perkawinan ketika diklasifikasi menggunakan klasifikasi ilmu al-Farabi akan menjadi: (1) Ilmu lisan: Komunikasi Efektif dalam Pengelolaan Hubungan Keluarga. (2) Ilmu mantik: Nilai-nilai dalam Keluarga untuk Mewujudkan Muasyarah Bilma’ruf, Formulasi Sukses dalam Mengelola Kehidupan Perkawinan dan Keluarga, Faktor Penyebab Konflik, dan Solusi atau cara mengatasi konflik. (3) Ilmu matematika: Fungsi Ekonomi. (4) Ilmu fisik dan metafisik: Fungsi Kasih Sayang dan Afeksi. (5) Ilmu budaya atau peradaban, fiqih, teologi: Undang-undang Perkawinan dan KHI, Undang-undang KDRT, Undang-undang Perlindungan Anak, Fungsi Agama, Fungsi Perlindungan, Fungsi Pendidikan dan Sosialisasi Nilai, Fungsi Sosial Budaya, Uapaya Mencapai Keluarga sakinah, dan Membina Hubungan dalam Keluarga. Kedua, sumber yang digunakan al-Farabi untuk mengklasifikasi ilmu ialah ilmu agama dan filsafat, adapun metode yang dipakai ialah dengan mempertimbangkan keagungan materi, kedalaman bukti, dan besarnya manfaatnya yang kemudian ilmu-ilmu yang ada diklasifikasikan menjadi lima kategori
ANALISIS SISTEM PERADILAN AGAMA DI NEGARA KUWAIT DAN PELAKSANAANYA Alhakimi, M. Kamil; Asasriwarni, Asasriwarni; Zulfan, Zulfan
Kodifikasia Vol 17 No 1 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i1.5512

Abstract

AbstractKuwait is a country with a majority Muslim population and is one of the largest oil producing countries in the world. As a country rich in agricultural products. Kuwait is considered a strategic country so many foreign countries are trying to control Kuwait. The legal system in Kuwait currently is a combination of British common law, French civil law, Egyptian civil law and Islamic law (Shariah) by implementing Sharia Law for its civil law. This research aims to find out and understand the development of the justice system in the State of Kuwait. The method used in this research uses library research, which is a data collection technique by reviewing various library literature, including journals, books, magazines and other data sources, with the aim of connecting the results obtained from these various sources. The results of this research discussion are that, however, there are two separate legal systems in Kuwait. The first system is based on Sharia, or Islamic law originating from the Koran. Sharia courts handle family and personal matters, and laws are rarely codified. Within each of the three levels of courts, special boards or tribunals are created to adjudicate civil, criminal, commercial/financial, administrative, and personal status matters, and the courts may establish additional special councils or tribunals as needed.AbstrakKuwait termasuk negara dengan mayoritas penduduknya Muslim dan menjadi salah satu negara penghasil minyak bumi terbesar di dunia. Sebagai negara yang kaya akan hasil bumi. Kuwait dianggap sebagai negara yang strategis sehingga banyak negara luar yang berupaya untuk menguasai Kuwait. Sistem hukum di negara Kuwait pada saat ini merupakan perpaduan British common law, French civil law, Egyptian civil law dan hukum Islam (Syariah) dengan menerapkan Undang-Undang Syari’at bagi hukum perdatanya. Penelitian ini bertujuan agar dapat mengetahui serta untuk pemahaman mengenai perkembangan sistem peradilan yang ada di Negara Kuwait. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan Studi Kepustakaan (Library Research) yang merupakan teknik pengumpulan data dengan melakukan penelaahan terhadap berbagai literatur-literatur pustaka diantaranya jurnal, buku, majalah,maupun sumber data lainnya, dengan tujuan menghubungkan hasil yang didapatkan dari berbagai sumber tersebut. Adapun hasil dari pembahasan penlitian ini yaitu Namun, ada dua sistem hukum yang terpisah di Kuwait. Sistem pertama didasarkan pada Syariah, atau hukum Islam yang bersumber dari Al- Qur'an. Pengadilan Syariah menangani masalah keluarga dan pribadi, dan hukum jarang dikodifikasi. Dalam masing-masing dari tiga tingkat pengadilan, dewan atau majelis khusus dibuat untuk mengadili masalah perdata, pidana, komersial/keuangan, administrasi, dan status pribadi, dan pengadilan dapat membentuk dewan atau majelis khusus tambahan sesuai kebutuhan.
INTERRELIGIOUS HARMONIZATION (ANALYTIC STUDY OF KALICINTA VILLAGE, KOTABUMI, LAMPUNG) Susanto, Roni; Rohmah, Wahidatur; Hidayanti, Sanita Nur; Sugiyar, Sugiyar
Kodifikasia Vol 17 No 1 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i1.5729

Abstract

This research is motivated by the harmonization of inter-religious communities in Lampung province. The harmonization of religious communities is evidenced by the Islamic community's cultural activities involving Christians. This phenomenon is in the village of Kalicinta, Kotabumi district, Lampung province. This research discusses the analysis of the harmonization of religious communities in Kalicinta Village, Kotabumi, and Lampung. The research method uses a qualitative research approach. The source of data consists of primary and secondary data. Primary data was obtained by observing and interviewing ten informants consisting of four village officials and six communities. Secondary data sources were obtained from related articles. The analytical method used data reduction, data display, and conclusion. The results of the study found that: (1) the Kalicinta village community has a high tolerance attitude in maintaining inter-religious harmonity (2) the Kalicinta village community understands exclusivism in the theological realm and inclusivism in the social realm. Research ini di latar belakangi oleh harmonisasi antar umat beragama yang berada di provinsi Lampung. Harmonisasi umat beragama di dibuktikan dengan aktivitas budaya masyarakat Islam yang melibatkan warga  kristiani. Fenomena ini berada di desa Kalicinta, kabupaten Kotabumi provinsi Lampung. Research ini membahas tentang analisis harmonisasi umat beragama di desa kalicinta kotabumi lampung. Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan observasi dan wawancara sepuluh informan yang terdiri dari empat perangkat desa dan enam masyarakat. Sumber data sekunder diperoleh dari artikel-artikel yang terkait. Metode analisis yang digunakan adalah data reduksi, data display, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa : (1) masyakarat desa Kalicinta memiliki sikap toleransi yang tinggi dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan, (2) Masyarakat desa kalicinta ber-faham esklusivisme pada ranah teologi dan inklusivisme pada ranah sosial.
INDIVIDUAL BEHAVIOUR FORMED BY ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTIONS IN INDONESIA: ANALYSIS-DESCRIPTIVE STUDY Muzakki, Hawwin; Natsir, Ahmad; Nuha, Muhammad Afthon Ulin
Kodifikasia Vol 17 No 1 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i1.5788

Abstract

This research will examine how organizational institutions influence the formation of individual behaviour, while many other studies emphasize how individual behaviour influences organizational culture. This research will provide a broader picture of the factors that influence the formation of individual behaviour, especially from the perspective of organizational institutions. The method used in this research is a literature study, which collects data through written sources such as relevant journals and books. Data analysis was done using descriptive analysis, looking for patterns and finding themes from the collected materials. This study concludes (1) Islamic educational institutions in Indonesia can shape the biographical character of moderate Indonesian Islam, (2) Islamic educational institutions in Indonesia seek to shape individual behaviour that has the expected abilities following Islamic teachings and principles, (3) Islamic educational institutions in Indonesia strive to form positive personalities, namely individuals who have integrity, professionalism, innovation, responsibility and exemplary. (4) The process of behaviour change that occurs in Islamic educational institutions in Indonesia can occur through social interaction, understanding of Islamic teachings, and the relationship between individual behaviour and the consequences it produces. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana institusi organisasi mempengaruhi pembentukan perilaku individu, sementara banyak penelitian lain yang menekankan bagaimana perilaku individu mempengaruhi budaya organisasi. Penelitian ini akan memberikan gambaran yang lebih luas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan perilaku individu, terutama dari sudut pandang institusi organisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yaitu pengumpulan data melalui sumber tertulis seperti jurnal dan buku yang relevan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif, mencari pola dan menemukan tema dari bahan yang dikumpulkan. Penelitian ini menyimpulkan (1) Lembaga pendidikan Islam di Indonesia dapat membentuk karakter biografi Islam Indonesia yang moderat, (2) Lembaga pendidikan Islam di Indonesia berupaya membentuk perilaku individu yang memiliki kemampuan yang diharapkan sesuai dengan ajaran dan prinsip Islam, (3) Pendidikan Islam institusi di Indonesia berupaya untuk membentuk pribadi-pribadi positif, yaitu individu-individu yang mempunyai integritas, profesionalisme, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan. (4) Proses perubahan perilaku yang terjadi pada lembaga pendidikan Islam di Indonesia dapat terjadi melalui interaksi sosial, pemahaman ajaran Islam, dan hubungan antara perilaku individu dengan akibat yang ditimbulkannya.
IMPLEMENTASI KEADILAN GENDER DI PERADILAN AGAMA: ANALISIS PERTIMBANGAN HAKIM TERKAIT NILAI PEMBUKTIAN SAKSI NIKAH PEREMPUAN DALAM PERKARA ISTBAT NIKAH BERDASARKAN PENETAPAN NOMOR 0133/PDT.P/2019/PA.TDN Af'idah, Barir Masna
Kodifikasia Vol 17 No 1 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i1.5923

Abstract

Peradilan Agama adalah bagian dari kekuasaan kehakiman yang harus menegakkan keadilan. Di sisi lain, di dalam Hukum Islam, kesaksian seorang perempuan seringkali dinilai memiliki nilai pembuktian yang lebih lemah dibandingkan kesaksian satu orang laki-laki. Terkait keabsahan pernikahan, bahkan hanya laki-laki yang dapat menjadi saksi suatu pernikahan yang mana dalam Penetapan Nomor 0133/Pdt.P/2019/PA.Tdn,   hanya terdapat satu orang laki dan satu orang perempuan yang menjadi saksi pernikahan dalam permohonan itsbat nikah tersebut kemudian dikabulkan oleh Majelis Hakim. Hal demikian menimbulkan pertanyaan, bagaimanakah pertimbangan Majelis Hakim dalam perkara a quo dilihat dari perspektif keadilan gender berdasarkan Hukum Islam? Guna menjawab permasalahan, penelitian menggunakan metode penelitian yuridis-normatif yang mana berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa Majelis Hakim dalam perkara a quo mengabulkan permohonan dengan 10 pertimbangan yang meliputi pertimbangan dari sisi sosio-historis, konstitusi NKRI, Hukum Internasional, maupun penafsiran terhadap Al-Quran dan AL-Hadits, termasuk Perma No. 3 Tahun 2017 dan Inpres Nomor 9 Tahun 2000 tentang pengarusutamaan gender. [The family is like an ark and therefore leadership in Muslim families is important in achieving family goals. On the other hand, the emergence of views on gender equality that are increasingly sticking out in the modern era poses challenges in the implementation of leadership and responsibility arrangements in the family as regulated by family law in Indonesia. Therefore, this study aims to examine the construction of leadership and responsibility in the family based on a gender perspective. This study uses a normative juridical research method. The results of the study found that as rahmatan lil alamin, the roles and responsibilities between husband and wife are different but balanced and have been explicitly regulated in the Al-Quran and Al-Hadith by paying attention to history and interpretation of language, which are in line but also have differences. with the theory of Structural-Functional Gender and Positive Law in Indonesia.]
UIN MALANG STUDENT DEVIATIONS IN TIKTOK CONTENT (AHMAD BARAJA ISLAMIC BEHAVIOR ANALYSIS) Arifa, Laily Nur
Kodifikasia Vol 17 No 1 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i1.6012

Abstract

Tiktok sebagai sebuah aplikasi, telah digunakan oleh 22,2 juta pengguna di Indonesia. Beberapa masalah mulai muncul ketika banyak hal dilakukan agar menjadi FYP, mulai dari melakukan joget di depan umum, mengarah ke asusila dan juga banyak hal lain yang diangap tidak sesuai dengan norma agama Islam dan etika kepatutan di Indonesia. Penelitian  ini menggunakan paradigma kualitatif dengan desain analisis konten. Jumlah akun yang ditelit sebanyak 105 akun dengan 7730 video. Hasil penelitian ini adalah; pertama, Tipologi kontek Tiktok mahasiswa UIN Malang adalah sebagai berikut; daily activity 5,2%; tiktok hits 21,28571; a day in the life of  2,6 %; telling story 2,05%; hashtag challenge 4,03%; dance challenge 17.9 %; Life at 11,98%; Receh 27,74%; Edukasi 2,98%; Lainnya 4,28%. Kedua, Perilaku perilaku dominan yang dilakukan oleh mahasiswa UIN pada konten tiktok adalah sebagai berikut; perilaku narsis dengan video close-up; bergoyang mengikuti irama music; perilaku menirukan suara/sound yang viral; perilaku agresif ketika menjawab QnA; perilaku menertawakan orang atau sesuatu di sekitar yang dianggap lucu; perilaku interaksi dengan lawan jenis; curhat di Tiktok;perilaku tenang dan lugas; perilaku membuka aurat; berpose; perilaku ghibah; perilaku pamer. Ketiga, perbandingan antara akun dengan konten menyimpang, dan sesuai dengan perilaku islami Ahmad Baradja adalah 31% dan 69%. Mayoritas penyimpangan itu  berupa aurat yang terlihat, interaksi dengan lawan jenis, hilangnya rasa malu, riya’,  serta mengucapkan kata yang tidak pantas. Menariknya adalah, tidak ada video pada satu hingga tiga unggahan pertama yang memiliki konten menyimpang. Artinya, konten menyimpang ditemukan paling awal di konten keempat. Penyimpangan ini kemudian dilakukan secara berulang pada unggahan-unggahan selanjutnya.Tiktok is a widely-used application in Indonesia; its users reach 22.2 million at present. Some problems have arisen due to FYP-purpose, including dancing in public, actions that lead to immorality, and many other inappropriate behaviors against Islam and decency values in Indonesia. This study used qualitative research using a content analysis design. The number of accounts being studied was 105, with 7730 videos. The study results are: first, the Tiktok content typology of UIN Malang students is: daily activity (5,2%); TikTok hits 21,28571; a day in the life of 2,6 %; telling stories, 2,05%; hashtag challenges, 4,03%; dance challenges, 17.9 %; life at 11,98%; frivolous, 27,74%; education, 2,98%; others, 4,28%. Secondly, dominant behaviours of UIN students in their TikTok content include narcissism by making close-up videos, dancing to music, imitating viral sounds, aggressive behaviours in answering QnA, laughing at other people or an event considered funny, interacting with different gender, sharing sessions, calm and direct behavior, exposing body parts forbidden according to Islam, posing in specific styles, talking about other people, and flexing. Third, accounts with content against Islam are 31%, while those with content not against Islam are 69%. Most violations involve exposing body parts forbidden in Islam, interaction with different gender, the absence of shame, riya’ (pretending virtuousness) and expressing bad words.An interesting finding reveals that none of the first three contents has violated Islamic rule. Only in the fourth content did that violation start to appear. This violation then occurred multiple times in the following contents.
THE MEMORISATION CURRICULA IN THE ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTIONS Yunita, Yunita; Baidi, Yasin; Muhajir, Muhajir
Kodifikasia Vol 17 No 1 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i1.6085

Abstract

Pertanyaan apakah menghafal itu penting atau tidak akhir-akhir ini mendapat perhatian besar. Pakar pendidikan telah mengajukan berbagai argumen, baik yang mendukung maupun menentang, namun pendapat para pendidik Islam belum didengarkan. Dengan menelusuri perkembangan teknik hafalan di lembaga pendidikan Islam sejak masa Ottoman hingga saat ini di Indonesia, tulisan ini berupaya untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Isu krusial kedua yang diangkat dari analisis literatur ini adalah terdepresiasinya penghafal Al-Qur'an akibat meningkatnya jumlah rumah tangga tahfidz di Indonesia belakangan ini. Ringkasnya, artikel ini mengemukakan tiga poin penting: Pertama, kurikulum pendidikan Islam kini memasukkan hafalan sebagai strategi pembelajaran dan akan selalu demikian. Kedua, menghafal tidak secara inheren mendiskualifikasi proses pemahaman. Pertentangan antara kedua konsep ini hanyalah salah satu contoh bagaimana cara berpikir kita dikaburkan oleh perbedaan ontologi sistem pendidikan Islam dan Eropa. Ketiga, cita-cita luhur seorang Muslim untuk mewujudkan Al-Qur'an dalam dirinya telah menjadi ciri khas lembaga pendidikan Islam selama berabad-abad dan terancam punah. Ketiga kesimpulan ini berkaitan dengan peningkatan setidaknya dua metodologi pengajaran dalam pendidikan Indonesia: kebutuhan untuk mempertahankan sistem pendidikan yang asli dari lembaga pendidikan Islam dan keberlanjutan tingkat pendidikan Islam.The question of whether memorizing things is essential or not has recently gained substantial attention. Education specialists have offered a range of arguments, both for and against, but Islamic educators' opinions have not been heard. By tracking the development of memorization techniques in Islamic educational institutions from the Ottoman era to the present day in Indonesia, this essay seeks to address this gap. The second crucial issue brought up by this literature analysis is the depreciation of memorizing the Qur'an as a result of the recent increase in tahfidz households in Indonesia. In summary, this article makes three crucial points: First, the Islamic educational curriculum now incorporates memorization as a learning strategy and always will. Second, memorization does not inherently disqualify the understanding process. The conflict between these two concepts is just one example of how our way of thinking is clouded by the divergent ontologies of the Islamic and European educational systems. Third, the lofty goal of a Muslim embodying the Qur'an inside himself or herself has been the hallmark of Islamic educational institutions for centuries and is in risk of disappearing. These three conclusions are pertinent to the promotion of at least two instructional methodologies in Indonesian education: the need to maintain an educational system that is native to the womb of Islamic educational institutions and the sustainability of Islamic educational levels.
FAKTOR - FAKTOR KESULITAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MTS NURUL MUJTAHIDIN MLARAK PONOROGO Prahara, Erwin Yudi; Rochmawati, Marshella Putri Anggraini Noor; Hakiem, Ahmad Nu'man
Kodifikasia Vol 17 No 1 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i1.7887

Abstract

Basically the purpose of education is not only to shape students to be intelligent but also to shape individuals so that they have character or personality which can later grow and develop with a personality in which there are noble values and religion. Therefore, by incorporating religious values into subjects at school, it is hoped that it can create students with characters in which there are noble and religious values, one of which is through the subject of Islamic Cultural History (SKI). It is undeniable, for whatever we aim for, we will definitely encounter difficulties and challenges, as well as in the implementation of education based on Islamic values. This difficulty will later affect all aspects of student progress. For example, what happened to a school located in Ponorogo Regency, namely MTs Nurul Mujtahidin Mlarak, also experienced difficulties and challenges in delivering Islamic values-based learning, especially in the subject of Islamic Cultural History (SKI). Therefore, it is important to review further about the forms of difficulties, as well as what factors are likely to become obstacles in learning Islamic Cultural History (SKI), as well as solutions to deal with the various difficulties that have been mentioned. Pada dasarnya tujuan pendidikan tidak hanya membentuk siswa menjadi cerdas tetapi juga membentuk individu agar memiliki karakter atau kepribadian yang nantinya dapat tumbuh dan berkembang dengan kepribadian yang didalamnya terdapat nilai nilai luhur dan agama. Oleh karena itu dengan memasukkan nilai nilai keagamaan pada mata pelajaran di sekolah diharapkan dapat mewujudkan peserta didik dengan karakter yang didalamnya terdapat nilai nilai luhur dan agama, salah satunya melalui mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Tak bisa dipungkiri, atas segala apapun yang kita tuju pasti menemukan kesulitan dan tantangannya tersendiri, begitu juga dalam penyelenggaraan pendidikan berbasis nilai Islam ini. Kesulitan ini nantinya akan mempengaruhi segala aspek kemajuan peserta didik. Seperti misalnya yang terjadi pada salah satu sekolah yang berlokasi di Kabupaten Ponorogo, yakni MTs Nurul Mujtahidin Mlarak, pun mengalami kesulitan dan tantangan dalam menyampaikan pembelajaran bebrbasis nilai Islam, khusunya pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Oleh karenanya, penting untuk ditinjau lebih lanjut mengenai bentuk-bentuk kesulitan, serta factor-faktor factor-faktor apa saja yang memungkinkan untuk menjadi hambatan dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), serta bagaimana pula solusi untuk menghadapi berbagai kesulitan yang telah disebutkan. 
ANALISIS SISTEM PERADILAN AGAMA DI NEGARA KUWAIT DAN PELAKSANAANYA Alhakimi, M. Kamil; Asasriwarni, Asasriwarni; Zulfan, Zulfan
Kodifikasia Vol 17 No 1 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i1.5512

Abstract

AbstractKuwait is a country with a majority Muslim population and is one of the largest oil producing countries in the world. As a country rich in agricultural products. Kuwait is considered a strategic country so many foreign countries are trying to control Kuwait. The legal system in Kuwait currently is a combination of British common law, French civil law, Egyptian civil law and Islamic law (Shariah) by implementing Sharia Law for its civil law. This research aims to find out and understand the development of the justice system in the State of Kuwait. The method used in this research uses library research, which is a data collection technique by reviewing various library literature, including journals, books, magazines and other data sources, with the aim of connecting the results obtained from these various sources. The results of this research discussion are that, however, there are two separate legal systems in Kuwait. The first system is based on Sharia, or Islamic law originating from the Koran. Sharia courts handle family and personal matters, and laws are rarely codified. Within each of the three levels of courts, special boards or tribunals are created to adjudicate civil, criminal, commercial/financial, administrative, and personal status matters, and the courts may establish additional special councils or tribunals as needed.AbstrakKuwait termasuk negara dengan mayoritas penduduknya Muslim dan menjadi salah satu negara penghasil minyak bumi terbesar di dunia. Sebagai negara yang kaya akan hasil bumi. Kuwait dianggap sebagai negara yang strategis sehingga banyak negara luar yang berupaya untuk menguasai Kuwait. Sistem hukum di negara Kuwait pada saat ini merupakan perpaduan British common law, French civil law, Egyptian civil law dan hukum Islam (Syariah) dengan menerapkan Undang-Undang Syari’at bagi hukum perdatanya. Penelitian ini bertujuan agar dapat mengetahui serta untuk pemahaman mengenai perkembangan sistem peradilan yang ada di Negara Kuwait. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan Studi Kepustakaan (Library Research) yang merupakan teknik pengumpulan data dengan melakukan penelaahan terhadap berbagai literatur-literatur pustaka diantaranya jurnal, buku, majalah,maupun sumber data lainnya, dengan tujuan menghubungkan hasil yang didapatkan dari berbagai sumber tersebut. Adapun hasil dari pembahasan penlitian ini yaitu Namun, ada dua sistem hukum yang terpisah di Kuwait. Sistem pertama didasarkan pada Syariah, atau hukum Islam yang bersumber dari Al- Qur'an. Pengadilan Syariah menangani masalah keluarga dan pribadi, dan hukum jarang dikodifikasi. Dalam masing-masing dari tiga tingkat pengadilan, dewan atau majelis khusus dibuat untuk mengadili masalah perdata, pidana, komersial/keuangan, administrasi, dan status pribadi, dan pengadilan dapat membentuk dewan atau majelis khusus tambahan sesuai kebutuhan.
INTERRELIGIOUS HARMONIZATION (ANALYTIC STUDY OF KALICINTA VILLAGE, KOTABUMI, LAMPUNG) Susanto, Roni; Rohmah, Wahidatur; Hidayanti, Sanita Nur; Sugiyar, Sugiyar
Kodifikasia Vol 17 No 1 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i1.5729

Abstract

This research is motivated by the harmonization of inter-religious communities in Lampung province. The harmonization of religious communities is evidenced by the Islamic community's cultural activities involving Christians. This phenomenon is in the village of Kalicinta, Kotabumi district, Lampung province. This research discusses the analysis of the harmonization of religious communities in Kalicinta Village, Kotabumi, and Lampung. The research method uses a qualitative research approach. The source of data consists of primary and secondary data. Primary data was obtained by observing and interviewing ten informants consisting of four village officials and six communities. Secondary data sources were obtained from related articles. The analytical method used data reduction, data display, and conclusion. The results of the study found that: (1) the Kalicinta village community has a high tolerance attitude in maintaining inter-religious harmonity (2) the Kalicinta village community understands exclusivism in the theological realm and inclusivism in the social realm. Research ini di latar belakangi oleh harmonisasi antar umat beragama yang berada di provinsi Lampung. Harmonisasi umat beragama di dibuktikan dengan aktivitas budaya masyarakat Islam yang melibatkan warga  kristiani. Fenomena ini berada di desa Kalicinta, kabupaten Kotabumi provinsi Lampung. Research ini membahas tentang analisis harmonisasi umat beragama di desa kalicinta kotabumi lampung. Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan observasi dan wawancara sepuluh informan yang terdiri dari empat perangkat desa dan enam masyarakat. Sumber data sekunder diperoleh dari artikel-artikel yang terkait. Metode analisis yang digunakan adalah data reduksi, data display, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa : (1) masyakarat desa Kalicinta memiliki sikap toleransi yang tinggi dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan, (2) Masyarakat desa kalicinta ber-faham esklusivisme pada ranah teologi dan inklusivisme pada ranah sosial.

Page 1 of 2 | Total Record : 15