cover
Contact Name
Dr. Evi Mu'afiah
Contact Email
muafiahevi@gmail.com
Phone
(0352) 481277
Journal Mail Official
-
Editorial Address
LPPM IAIN Ponorogo Jl. Pramuka No.156 Ponorogo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam
ISSN : 19076371     EISSN : 25279254     DOI : -
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam is a journal based on Islamic research published by Institute for Research and Community Services, State Islamic Institute of Ponorogo. This journal first published in 2007 to facilitate the publication of research, articles, and book review. The Journal issued biannually in June and December.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 17 No 2 (2023)" : 17 Documents clear
ISLAMIC ETHNOMETHODOLOGY STUDY TO REVEAL LOCAL WISDOM VALUE BEHIND AGRICULTURAL ACCOUNTING PRACTICES Thalib, Mohamad Anwar
Kodifikasia Vol 17 No 2 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i2.7056

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan tentang semakin termarginalisasikan nilai-nilai budaya lokal akibat pengadopsian dan pengembangan riset akuntansi yang hanya berfokus pada nilai-nilai modernitas berupa egoisme, materialisme, dan sekularisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai kearifan lokal di balik praktik akuntansi pertanian. Penelitian ini menggunakan pardigma Islam. Etnometodologi Islam adalah pendekatan yang digunakan dalam kajian ini. Terdapat lima tahapan analisis data yaitu amal, ilmu, iman, informasi wahyu, dan ihsan. Hasil kajian menunjukkan terdapat dua praktik akuntansi pertanian yaitu keuntungan dan kerugian. Praktik akuntansi keuntungan hidup dengan semanagat tolong menolong atau dalam kebudayaan Islam Gorontalo lebih dikenal dengan sebutan huyula. Praktik akuntansi kerugian diimpelemtasikan oleh para petani dengan nilai kesabaran. Dalam kebudayaan Islam Gorontalo, nilai kesabaran tersebut sering diinternalisir oleh para tua-tua melalui ungkapan (lumadu) eya dila pito-pito’o artinya Tuhan tidak menutup mata. Makna ungkapan ini adalah apapun yang kita lakukan Allah selalu melihat. Implikasi penelitian ini adalah menghadirkan konsep akuntansi pertanian berbasis nilai kearifan lokal This research departs from the problem of the increasingly marginalized local cultural values due to the adoption and development of accounting research that focuses only on modern values in the form of egoism, materialism, and secularism. This study aims to reveal the value of local wisdom behind agricultural accounting practices. This study uses an Islamic paradigm. Islamic ethnomethodology is the approach used in this study. There are five data analysis stages: charity, knowledge, faith, revelation information, and courtesy. The results of the study show that there are two agricultural accounting practices, namely advantages and disadvantages. The accounting practice for living with the spirit of mutual help, or in Gorontalo's Islamic culture, is better known as huyula. Farmers with the value of patience implement the practice of accounting for losses. In the Islamic culture of Gorontalo, the elders often internalize the value of patience through the expression (lumadu) eya dila pito-pito'o, which means God does not close his eyes. This phrase means that whatever we do, Allah is always watching. The implication of this research is to present the concept of agricultural accounting based on local wisdom values.
INTERNALIZATION OF RELIGIOUS MODERATION VALUE THROUGH FATHUL KUTUB PROGRAM FOR 6 GRADE STUDENTS AT AL IMAN ISLAMIC BOARDING SCHOOL PONOROGO Mayasari, Lutfiana Dwi; Agustina, Ulfa Wulan; Jauhari, Irfan
Kodifikasia Vol 17 No 2 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i2.7634

Abstract

Radikalisme dan ekstremisme bermula dari cara keagamaan yang eksklusif dan fanatisme dalam mazhab. Pesantren/pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia pun tak luput dari berbagai stigmatisasi karena dianggap sebagai tempat persemaian pemahaman agama yang tidak moderat. Pondok Pesantren Al-Iman yang berlokasi di Ponorogo, Jawa Timur, aktif melakukan internalisasi nilai moderasi beragama sebagai salah satu upaya menghilangkan stigma tersebut. Salah satunya dilaksanakan dengan program Fathul Kutub yang wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas 6 KMI (setingkat aliyah kelas 3). Dengan menggunakan jenis penelitian lapangan dan penggalian data melalui wawancara, diperoleh dua kesimpulan. Pertama, pada program Fathul Kutub, mahasiswa dibiasakan mempelajari kasus-kasus kontemporer yang dikontekstualisasikan dengan menggunakan berbagai referensi buku, baik klasik maupun kontemporer. Agar santri terbiasa menyikapi perbedaan pendapat yang disebabkan oleh perbedaan referensi dan menekankan bahwa tidak ada kebenaran tunggal dalam madzhab. Kedua, tahapan analisis kajian pada program Fathul Kutub terdiri atas; seminar tentang metodologi interpretasi; analisa masalah; presentasi hasil analisis. Program tersebut merupakan bukti nyata kontribusi pesantren al-Iman dalam menghalau paham radikal dengan pendekatan Islam moderat. Dampak dari program tersebut, hingga saat ini belum ada satu pun alumni Pondok Pesantren al-Iman Ponorogo yang terafiliasi dengan organisasi transnasional radikal. Radicalism and extremism originated from an exclusive religious way and fanaticism in madhab. Pesantren/boarding school as the oldest educational institution in Indonesia has not escaped from various stigmatizations because it is considered a nursery for immoderate religious understanding. Al-Iman Islamic Boarding School located in Ponorogo, East Java, actively internalizes the value of religious moderation as one of the efforts to eliminate the stigma. One of them is carried out with Fathul Kutub program which must be followed by all students of 6th grade KMI (at the same level as 3rd grade aliyah). By using this type of field research and data mining through interviews, two conclusions were obtained. First, in Fathul Kutub program, students are accustomed to study contemporary cases that are contextualized using various book references, both classical and contemporary. So that students are accustomed to dealing with differences of opinion caused by differences in references and emphasizing that there is no single truth in madhhab. Second, the stages of study analysis in the Fathul Kutub program consist of; seminar on interpretation methodology; problem analysis; presentation of analysis results. The program is clear evidence of the contribution of al-Iman Islamic boarding school in dispelling radical understanding with a moderate Islamic approach. The impact of the program, until now there is not a single alumni of the al-Iman Ponorogo Islamic Boarding School affiliated with radical transnational organizations.
Pemahaman Anak dan Pengalaman Belajar dalam Program Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) KUA Curup Utara untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menghafal Al-Quran Carles, Eko; Hiptraspa, Zepri; Warsah, Idi; Morganna, Ruly
Kodifikasia Vol 17 No 2 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i2.7992

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan pemahaman anak dan pengalaman belajar dalam Program Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) yang dilaksanakan oleh KUA Curup Utara dengan fokus pada peningkatan kemampuan membaca dan menghafal Al-Quran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap penyuluh, anak-anak (peserta program) dan kepala KUA yang terlibat dalam program BPI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Bimbingan Konseling Islam (BPI) di KUA Curup Utara sangat berperan dalam upaya meningkatkan kemampuan anak dalam membaca dan menghafal Al-Quran. Program ini memberi anak-anak pengalaman belajar yang berkesan, menyenangkan, dan termotivasi. Anak-anak menunjukkan motivasi belajar yang tinggi, kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an, dan orang tua mereka secara aktif mendukung mereka dalam program ini. Program BPI KUA Curup Utara juga menumbuhkan apresiasi dan pemahaman Islam pada anak-anak.
ANALISIS KRITIS PERKEMBANGAN BSI PASCA MERGER Kamiliyah, Nuril
Kodifikasia Vol 17 No 2 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i2.8156

Abstract

Bank Syariah Indonesia is the result of a merger of 3 Islamic banks which aims to improve Sharia finance in Indonesia. This merger is expected to be able to provide a new choice of financial institutions for the community as well as being able to encourage market share growth in Islamic Banks. In addition, this bank is also expected to become a global player in Islamic banking considering that Indonesia has great potential in realizing this. After the merger has been running for less than 3 years, it is necessary to see the effectiveness of BSI's presence for the development of Indonesian Islamic banking. Both in terms of concrete steps to realize the motivation for the merger, as well as by looking at its financial performance. This research uses a descriptive qualitative method to describe the effectiveness of BSI for Islamic banking in Indonesia, with a library research analysis approach related to the study of the object of this research. The result of the research is within a period of 3 years BSI took various steps to realize the motivation for the bank merger, one of which was by increasing the products offered so that they could reach the Indonesian people more broadly. BSI's financial performance based on ROA and ROE ratio analysis can also be categorized as healthy, with fluctuating developments from the beginning of its establishment. This shows BSI's effective steps for the development of Islamic banking in Indonesia.
MERAWAT KEBERAGAMAN SOSIAL PESANTREN AL-ISLAM JORESAN MELALUI PERAN KONSULAT Muzakki, Ibnu Hamdan
Kodifikasia Vol 17 No 2 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i2.8232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas urgensi konsulat yang terletak di pondok pesantren Al-Islam Joresan. Konsulat merupakan salah satu terobosan dalam menjaga keberagaman sosial pesantren yang mahasiswanya berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda. Pesantren merupakan aset pendidikan yang dapat bertahan hingga era modern ini. Sehingga pesantren selalu berusaha mempertahankan eksistensinya dan mentransformasi sistem untuk memberikan kehidupan di masyarakat. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, yakni penelitian yang datanya dianalisis dengan memperbanyak informasi, mencari relasi dan menemukan pola berdasarkan data sesungguhnya tentang keragaman sosial pesantren dan keberadaan konsulat di Al-Islam Joresan. Data diperoleh dari hasil wawancara dan observasi di lokasi penelitian. Temuan dalam penelitian ini adalah keragaman sosial pesantren di Al-Islam Joresan, urgensi, fungsi dan dampak peran konsulat terhadap keragaman sosial pesantren Al-Islam Joresan.
MASA TADWIN ISLAM JAWA (Mengungkap Konstruksi Tadwin Islam Jawa Pada Masa Walisongo) Lutfi, Ahmad
Kodifikasia Vol 17 No 2 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i2.8567

Abstract

Tadwin dalam ilmu Islam di Nusantara ini berlangsung sekitar awal abad ke 14. Tadwin itu mengusung satu konsep Islam, yang sering dinarasikan sebagai asli babak baru Jawa. Namun anehnya, peralihan itu justru menciptakan dominasi dari orang Campa ke pribumi. Dari persoalan ini, tulisan ini akan memfokuskan pada kekuasaan Islam. rumusan masalahnya antara lain Pertama, bagaimana problematika historis yang mengitari lahirnya karya-karya pemikiran masa sastra Islam yang menjadi pintu lahirnya masa tadwin era Islam Jawa? kedua, Bagaimana konstruksi tadwin Islam era Baru dalam babakan sejarah Jawa, yang telah dikonstruksi oleh Walisongo dalam sastra Islam? Tujuan pembahasannya pertama, mengungkap aspek problematika yang mengirinya lahirnya karya sastra Islam. pembahasan ini akan mengarahkan pada situasi politik yang ada pada masa itu.. Kedua, mengungkap tentang konstruksi ilmu-ilmu ke-Islaman sebagai masa peralihan dari masa Jawa ke Islam. Untuk pembahasannya kami akan menggunakan pendekatan Post-Kolonial Ashis Nandy.
Transformation Leadership Model In Improving The Literature Culture Of Santri In PP Al-Bidayah Jember Yuliani, Bustanul; Arif, Shaifudin; Kuswoyo, Kuswoyo
Kodifikasia Vol 17 No 2 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i2.9540

Abstract

Literacy culture in pesantren is a process of habituation to reading and writing. This activity is a requirement for students as a provision for learning at the pesantren. It takes a strong and visionary transformation paradigm so that it can lead the institution to be born as an institution that has a strong advantage in a particular discipline or field. This kind of indicator was found by the caregivers of the PP Al-Bidayah in Jember in offering a specification of literacy advantages in reading the kitab kuning with various supporting literature. One of the interesting things that the researcher heard and found was the statement he always echoed to the students, namely "read, read, read. Memorize, memorize, memorize." That's a statement that contains the commitment of the caregivers of the PP Al-Bidayah in motivating the students to study hard. The nature of this research is descriptive-qualitative which seeks to provide descriptions of the background, characteristics and distinctive characters in the field. Data in the form of a description of the activities or behavior of the subject and other documents obtained through interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that there are several aspects that are emphasized in the transformational leadership model of the Al-Bidayah pesantren caregivers, namely: policy, role model/uswah, learning innovation (implementation of the Al-Bidayah method). Literacy culture can be seen in various daily activities of santri in pesantren, including reading the basic books of the basic theory of nahwu until memorizing; tatbiq activities (analysis of Arabic text by word from the nahwiyyah and shorfiyyah aspects), reading selected nadhoms in the basic theory book for every maktubah prayer, reading nahwiyyah and shorfiyyah dialogue books in every afternoon activity.
Nilai-Nilai Keluarga Sakinah Dalam Tradisi Begalan Banyumasan Addin’s, Mukhamad ‘Abdul Khamid
Kodifikasia Vol 17 No 2 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i2.9541

Abstract

This research is based on the belief of the Banyumasan people in the tradition in their marriage customs. In the marriage ceremony of this community is known the tradition of the first grandson or daughter-in-law. It is intended as a refusal for both brides in the future family life and as a counsel for both. The ball is played by Joko Sengkolo and Joko Kelheng, both of whom play the ball in a dialogue of humor, with the instrument of the ball as a medium of transformation of the symbolic values contained in it. From the sociological side of its meaning, this tradition has fulfilled the nine functions of the family: religious, biological, caring, education, economics, protection, socialization, recreation, and family status. If both brides can follow this long tradition, the family functions will go well and the family will be peaceful, happy, and prosperous. The focus of this research consists of two issues: 1) the process of implementation of the traditions of begal in the Bathroom marriage and its symbols; and 2) the analysis of the values of the family begal contained in the bathroom marital tradition.
HISTORIOGRAFI ISLAM KLASIK: METODOLOGI, SEJARAWAN DAN KARYANYA Sa'adillah, Aldho Efbinawan; Syauqi, Fachri
Kodifikasia Vol 17 No 2 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang metodologi yang digunakan oleh sejarawan Islam dalam mengembangkan kepenulisan sejarah Islam atau historiografi Islam pada masa klasik. Hasil penelitian didapatkan bahwa penulisan sejarah Islam klasik awalnya belum dipengaruhi oleh tradisi luar, seperti Persia atau Yunani. Setelah kedua kebudayaan tersebut tersebar dan menjadi suatu kebudayaan yang didukung oleh pihak khalifah, penulisan sejarah Islam klasik mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Beberapa tema penting yang diangkat dalam historiografi Islam klasik di antaranya maghazi, sirah, ansab, Tarikh al-alam, dan Futuhat. Sementara metodologi yang berkembang dan digunakan dalam penulisan sejarah Islam klasik yaitu riwayat, dirayat, hawliyat, dan maudhuiyat. Masing-masing metodologi memiliki coraknya tersendiri dengan basis landasan ilmiah, bahkan metodologi sejarah yang dikembangkan oleh para akademisi tidak terlepas dari pengaruh metodologi sejarah Islam.
ISLAMIC ETHNOMETHODOLOGY STUDY TO REVEAL LOCAL WISDOM VALUE BEHIND AGRICULTURAL ACCOUNTING PRACTICES Thalib, Mohamad Anwar
Kodifikasia Vol 17 No 2 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i2.7056

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan tentang semakin termarginalisasikan nilai-nilai budaya lokal akibat pengadopsian dan pengembangan riset akuntansi yang hanya berfokus pada nilai-nilai modernitas berupa egoisme, materialisme, dan sekularisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai kearifan lokal di balik praktik akuntansi pertanian. Penelitian ini menggunakan pardigma Islam. Etnometodologi Islam adalah pendekatan yang digunakan dalam kajian ini. Terdapat lima tahapan analisis data yaitu amal, ilmu, iman, informasi wahyu, dan ihsan. Hasil kajian menunjukkan terdapat dua praktik akuntansi pertanian yaitu keuntungan dan kerugian. Praktik akuntansi keuntungan hidup dengan semanagat tolong menolong atau dalam kebudayaan Islam Gorontalo lebih dikenal dengan sebutan huyula. Praktik akuntansi kerugian diimpelemtasikan oleh para petani dengan nilai kesabaran. Dalam kebudayaan Islam Gorontalo, nilai kesabaran tersebut sering diinternalisir oleh para tua-tua melalui ungkapan (lumadu) eya dila pito-pito’o artinya Tuhan tidak menutup mata. Makna ungkapan ini adalah apapun yang kita lakukan Allah selalu melihat. Implikasi penelitian ini adalah menghadirkan konsep akuntansi pertanian berbasis nilai kearifan lokal This research departs from the problem of the increasingly marginalized local cultural values due to the adoption and development of accounting research that focuses only on modern values in the form of egoism, materialism, and secularism. This study aims to reveal the value of local wisdom behind agricultural accounting practices. This study uses an Islamic paradigm. Islamic ethnomethodology is the approach used in this study. There are five data analysis stages: charity, knowledge, faith, revelation information, and courtesy. The results of the study show that there are two agricultural accounting practices, namely advantages and disadvantages. The accounting practice for living with the spirit of mutual help, or in Gorontalo's Islamic culture, is better known as huyula. Farmers with the value of patience implement the practice of accounting for losses. In the Islamic culture of Gorontalo, the elders often internalize the value of patience through the expression (lumadu) eya dila pito-pito'o, which means God does not close his eyes. This phrase means that whatever we do, Allah is always watching. The implication of this research is to present the concept of agricultural accounting based on local wisdom values.

Page 1 of 2 | Total Record : 17