cover
Contact Name
Dr. Evi Mu'afiah
Contact Email
muafiahevi@gmail.com
Phone
(0352) 481277
Journal Mail Official
-
Editorial Address
LPPM IAIN Ponorogo Jl. Pramuka No.156 Ponorogo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam
ISSN : 19076371     EISSN : 25279254     DOI : -
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam is a journal based on Islamic research published by Institute for Research and Community Services, State Islamic Institute of Ponorogo. This journal first published in 2007 to facilitate the publication of research, articles, and book review. The Journal issued biannually in June and December.
Articles 420 Documents
APLIKASI SYIRKAH BERBASIS BAGI HASIL TANGKAPAN IKAN NELAYAN: PERSPEKTIF SOSIAL EKONOMI Malahayatie Malahayatie; Suryani Suryani
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v14i2.2141

Abstract

This study aims to find out about the tradition of fishing revenue mudharabah systems and see various phenomena of poverty in fishermen in Banda Sakti District, Lhokseumawe city, Aceh. The method in this study uses descriptive qualitative methods with the type of research using field research. The results of the study revealed that the existing fisheries revenue sharing practices among fishermen in Banda Sakti District were viewed from two different regions and were led by two regional commander namely Kuala Pusong and Kuala Mamplam. Each region has a different production sharing practice. The practice of mudharabah syirkah application has been applied unwritten among the fishermen.Keywords: Syirkah, Mudharabah, Fishermen
SIMBOL DAKWAH KULTURAL WALI SONGO DALAM KITAB TARIKH AL-AULIYA’ KARYA KH. BISRI MUSTHOFA DAN KONTEKTUALISASINYA DALAM AKTIVITAS DAKWAH SAAT INI Fata Asyrofi Yahya
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v14i2.2106

Abstract

Di antara permasalahan yang melatar belakangi penelitian ini adalah adanya aktivitas dakwah di Indonesia yang berisi provokasi dan juga ujaran kebencian yang ditujukan kepada seseorang atau kelompok tertentu yang tidak jarang akhirnya menjadikan konflik internal diantara umat Islam sendiri. Maka dari itu dalam penelitian ini akan diungkapkan tentang strategi dakwah kultural walisongo di Nusantara yang terbukti efektif dalam penyebaran Islam di Nusantara. Pada penelitian ini yang dijadikan objek penelitian adalah kitab Tarikh Al-Auliya’ karya KH. Bisri Musthofa dan fokus membahas tentang strategi dakwah kultural walisongo dalam perspektif teori interaksionalisme simbolik. Terdapat dua rumusan masalah yang akan dipecahkan dalam penelitian ini; pertama, apa saja simbol dakwah kultural walisongo dalam kitab Tarikh Al-Auliya’?. Kedua, bagaimana kontekstualisasi simbol dakwah kultural walisongo dalam kitab Tarikh Al-Auliya’ dalam aktivitas dakwah saat ini?. Dari kedua rumusan masalah tersebut maka kesimpulan dari penelitian ini yaitu, pertama, simbol dakwah kultural walisongo dalam kitab Tarikh Al-Auliya’ adalah simbol pernikahan dan simbol pesantren. Sedangkan kontekstualisasi simbol dakwah tersebut saat ini masih relevan digunakan dalam aktifitas berdakwah, terbukti dengan adanya perkawinan endogamous antara keluarga kyai yang bisa dijumpai di berbagai pesantren saat ini. Sedangkan simbol pesantren juga sampai saat ini relevan digunakan sebagai strategi dakwah kultural, dimana terbukti semakin berkembangnya lembaga pesantren di Indonesia dengan berbagai bentuknya. [The problem underlying this research is the existence of da'wah activities in Indonesia, which contain provocation and hate speech aimed at a certain person or group. It often ends up causing internal conflict among Muslims. Therefore, this research reveals the walisongo cultural da'wah strategy in Nusantara, which has proven effective in Islam's spread. In this study, the research object is the book of Tarikh Al-Auliya' written by Bisri Musthofa. It focuses on discussing walisongo cultural da'wah strategies from the perspective of symbolic interactionalism theory. There are two research questions in this study. First, what are the walisongo cultural da'wah symbols in Tarikh Al-Auliya' book? Second, how is the contextualization of the walisongo cultural da'wah symbol in Tarikh Al-Auliya' book in current preaching activities? From the research problems, formulations, the conclusions are drawn as follows. First, the symbol of the walisongo cultural da'wah in Tarikh Al-Auliya' book symbolizes marriage and a symbol of pesantren. Moreover, the da'wah symbol contextualization is currently still relevant for use in preaching activities, as evidenced by the existence of endogamous marriages between kyai families that can be found in various pesantren today. Meanwhile, pesantren's symbol is also relevant to be used as a cultural da'wah strategy, which is evident in the growing development of pesantren in Indonesia in various forms.]
KOMPARASI ABORSI DALAM PERSPEKTIF MAQASHID SYARI’AH IMAM GHAZALI DAN HUBUNGANNYA DENGAN FAKTOR EKONOMI Hilda Fentiningrum
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v15i1.2607

Abstract

Kebolehan aborsi telah memperoleh legislasi di Indonesia, meskipun dalam hukum Islam melarang adanya praktik aborsi. Adanya legislasi ini membuat resah masyarakat karena hal ini bisa menyebabkan pihak lain dengan leluasa melakukan aborsi. Pada kenyataannya aborsi bisa dilakukan karena kehamilan yang tidak diharapkan (KTD) baik dalam perkawinan maupun di luar perkawinan seperti pemerkosaan. Korban perkosaan yang mengalami hamil akan memiliki trauma yang sangat luar biasa yang dapat mengancam dirinya. Maka dari itu perlu adanya tindakan-tindakan untuk mengurangi dampak yang terjadi pada diri korban. Selain itu, faktor ekonomi turut andil dalam menyumbang angka aborsi. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi sumber-sumber data dengan analisis menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Objek dari penelitian ini adalah pasal-pasal yang mengatur kebolehan aborsi dalam perundangan-undangan di Indonesia dengan analisis maqashid syari’ah Imam Ghazali. Kebolehan aborsi ini bertujuan untuk melindungi nyawa si ibu, karena ibu merupakan induk yang hidup dan memiliki tanggung jawab terhadap kehidupannya. Praktik Aborsi tentunya harus memperhatikan standar prosedur kelayakan yang telah ditetapkan oleh tim medis, tidak boleh melakukannya dengan cara illegal karena itu bisa membahayakan nyawa si ibu. Di samping itu, aborsi pun berhubungan dengan faktor ekonomi. [The permissibility of abortion has obtained legislation in Indonesia, although in Islamic law it prohibits the practice of abortion. The existence of this legislation has made the public uneasy because this could cause othe parties to carry out abortions. In fact, abortion can be done because of an unexpected pregnancy (KTD) both in marriage and outside of marriage such as rape. Rape victims who become pregnant will experience tremendous trauma that can threaten themselves. Therefore, it is necessary to take measures to reduce the impact on victims. Other than that, economic factors also contribute to the number of abortions. This type of research is a library with a qualitative approach, the data study method used is documentation of data sources with analysis using descriptive-qualitative methods. The object of this research is the articles regulating the permissibility of abortion in Indonesian legislation with the analysis of the maqashid syari’ah Imam Ghzali. Abortion permits are intended to protect the life of the mother, because the mother is a living parent and has responsibility for her life. The practice of abortion, of course, must pay attention to standard procedures set by the medical team, not to do it illegally because it could endanger the life of the mother. Othet than that, abortion is also relate to economic factors.]
THE CHANGE IN THE HAGIA SOPHIA MUSEUM BY ERDOGAN: HISTORICAL PERSPECTIVE AND ITS IMPLICATIONS FOR INDONESIAN Budi Sujati; Wahyu Iryana
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v14i2.2223

Abstract

Peristiwa Penaklukan Konstantinopel pada 1453 menjadi sorotan dunia sekarang ini salah satu pemicunya adalah presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengubah kebijakan status museum Hagia Sophia menjadi Masjid. Hal tersebut mendapatkan respon yang luar biasa dari masyarakat dunia terutama dari Barat dan Islam. Pro dan kontra muncul karena mereka menilai status Hagia Sophia merupakan warisan dunia yang tidak boleh berganti statusnya dan harus menjadi benda cagar budaya. Dari kubu yang mendukung memiliki argumentasi bahwa merupakan hak dan kebebasan suatu negara untuk merubah identitasnya dengan dukungan rakyatnya. Sementara mereka yang menolak status perubahan tersebut dikarenakan akses untuk mengunjungi tempat paling suci dan sakral akan mengalami kesulitan sehingga akan sulit untuk mengunjunginya dengan bebas. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metodologi kualitatif. Metodologi ini digunakan agar bisa menjelaskan suatu fenomena yang terjadi sekarang mengenai isu Hagia Sophia. Salah satu fenomena yang muncul di Indonesia, isu ini mendapat sorotan media nasional hingga internasional bahkan sampai viral. Sebagai umat Islam langkah yang diambil dalam mengambil keputusan yang bijak sesuai dengan sejarahnya melalui pendekatan sejarah dengan tahap heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. [The Conquest of Constantinople in 1453 is in the spotlight of the world today. One of the triggers is the Turkish president Recep Tayyip Erdogan changing the policy of the status of the Hagia Sophia museum into a mosque. This has received a tremendous response from the world community, especially from the West and Islam. Pros and cons arise because they consider the status of the Hagia Sophia to be a world heritage that cannot change its status and must become a cultural heritage object. Those from the supporting camp have argued that it is the right and freedom of a country to change its identity with the support of its people. Meanwhile, those who refuse the change of the status due to access to the most holy and sacred places will experience difficulties so that it will be difficult to visit them freely. This research is descriptive with a qualitative methodology. This methodology is used to explain a current phenomenon regarding the issue of the Hagia Sophia. One of the phenomena that have emerged in Indonesia, this issue became a prime focus of the national to the international media and even viral. As Muslims, steps are taken in making wise decisions by their history through a historical approach with the step of heuristic, criticism, interpretation, and historiography.]
VIRUS CORONA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PARIWISATA HALAL DUNIA Shinta Maharani; Asmak Ab Rahman
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v15i1.2689

Abstract

Wabah Covid-19menyebabkan dampak kerugian pada berbagai sektor ekonomi termasuk pariwisata halal. Larangan dari berbagai belahan dunia untuk keluar masuk telah menekan sumber pendapatan utama sektor pariwisata. Status waspada virus corona yang dinaikkan dari kuning menjadi merah, yang menandakan penyebaran virus corona sangat serius dan berdampak luas bagi kesehatan masyarakat.Kerugian secara ekonomi ini terjadi karena banyaknya wisatawan dari berbagai negara di dunia yang membatalkan liburan mereka karena takut tertular Covid-19. Hal baru dari paper ini adalah kurangnya penelitian yang mencoba menghubungkan antara dampak virus corona terhadap pariwisata halal. Adapun tujuan dari paper ini adalah: 1. Mendeskripsikan hubungan kausalitas antara virus corona dan dampaknya terhadap pariwisata halal. 2. Meningkatkan efisiensi di sektor pariwisata halal melalui destinasi domestik. 3. Menganalisis dampak virus corona yang menekan pariwisata halal. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan data instrumen yang digunakan adalah data sekunder berupa dokumentasi. Temuan paper ini menunjukkan bahwa virus corona secara signifikan memengaruhi masa depan pariwisata halal di destinasi global, sehingga destinasi domestik adalah solusi dari dampak virus corona untuk mencegah kerugian yang lebih besar pada pariwisata halal. Virus coronavirus menyatukan aktor-aktor utama yang terkait dengan pariwisata halal: medis, kebijakan global dan domestik, akademisi, fasilitas, layanan elektronik, akomodasi dan penerbangan. [The Covid-19 outbreak has a detrimental impact on various economic sectors, including halal tourism. The prohibition from various parts of the world to go in and out has suppressed the main source of income for the tourism sector. The coronavirus alert status has been raised from yellow to red, which indicates the spread of the coronavirus is very serious and has a wide impact on public health. This economic loss occurred because many tourists from various countries in the world canceled their holidays for fear of contracting Covid-19. The novelty of this paper is the lack of research that tries to link the impact of the coronavirus on halal tourism. The objectives of this paper are 1. To describe the causal relationship between the coronavirus and its impact on halal tourism. 2. Increase efficiency in the halal tourism sector through domestic destinations. 3. Analyzing the impact of the coronavirus that suppresses halal tourism. This paper method uses qualitative methods and data used is secondary data in the form of documentation. The findings of this paper indicate that the coronavirus significantly affects the future of halal tourism in global destinations and domestic destinations is a solution to prevent greater losses in halal tourism. The coronavirus brings together the main actors related to halal tourism: medical, global and domestic policy, academia, facilities, electronic services, accommodation, and aviation.]
DEVELOPING RELIGIOUS VALUES-BASED READING MATERIALS IN INTENSIVE COURSE FOR ISLAMIC HIGHER EDUCATION Nurul Khasanah; Maulida Nurhidayati
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v15i1.2757

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan bahan bacaan berbasis nilai-nilai agama dalam mata kuliah intensif yang dapat diterapkan secara tepat bagi mahasiswa baru Jurusan Bahasa Inggris InstitutAgama Islam Negeri Ponorogo. Perlu penelitian, merancang bahan bacaan, validasi profesional, merevisi bahan, menguji bahan, dan merevisi bahan semuanya digunakan dalam laporan ini. Mahasiswa diberikan angket dan diwawancarai oleh dosen pengajar dalam melakukan studi kebutuhan. Analisis kebutuhan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa setuju untuk mengembangkan bahan bacaan berbasis agama yang sesuai dengan jurusannya dan menyusun bahan sesuai dengan tingkat kesulitannya. . Validasi ahli menunjukkan bahwa materi yang dikembangkan memiliki kekuatan dan keterbatasan tertentu dan bahwa materi yang kurang baik perlu diperbarui. Bukti yang diperoleh dari penggunaan bahan-bahan yang dikembangkan oleh siswa menunjukkan bahwa bahan-bahan tersebut secara efektif membantu siswa dalam mempelajari keterampilan membaca dan komponen bahasa. Bukti pengamatan menunjukkan bahwa siswa terlibat secara positif selama uji coba. Salah satu alasannya adalah bahwa tema yang diperdebatkan menarik dan relevan dengan bidang konten utama siswa. Selanjutnya, kegiatan siswa akan membantu mereka membuka kesadaran mereka tentang topik dan keterampilan bahasa mereka. Berdasarkan hasil uji coba, beberapa perubahan dilakukan pada materi untuk meningkatkan dan akhirnya memenuhi tuntutan siswa. [This research and development aim to develop religious values-based reading materials in an intensive course that can be appropriately applied for freshmen of English Department of InstitutAgama Islam NegeriPonorogo. Need research, designing reading materials, professional validation, revising the materials, testing out the materials, and revising the materials were all used in this report. Students were given questionnaires and interviewed by a college instructor in conducting a need study.The needs analysis shows that the vast majority of the students agree to develop religious-based reading materials suitable for their department and arrange the materials according to the degree of their difficulty. The expert validation shows that the developed materials have particular strengths and limitations and that the poor ones need to be updated. The evidence obtained from the students' use of the developed materials indicates that they effectively assist students in learning reading skills and language components. Observational evidence suggests that the students were positively engaged during the tryout. One reason is that the themes being debated are engaging and relevant to the students' main content areas. Furthermore, the students' activities will help them unlock their awareness of the topics and their language skills. Based on the trial results, some changes are made to the materials to improve and finally meet the students' demands.]
MUDHARABAH SCHEME WITHIN THE ISLAMIC BANKING: PROFIT SHARING AND ASSOCIATED PROBLEMS IN IT Supriatna Supriatna; Irpan Helmi; Nurrohman Nurrohman
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v14i2.2121

Abstract

Artikel ini membahas prinsip bagi hasil dalam skema mudharabah di perbankan syariah dan permasalahan yang terdapat di dalamnya dengan metode deskriptif-kualitatif melalui studi kepustakaan dan eksploratif literatur. Skema mudharabah biasanya diterapkan pada produk pembiayaan dan investas yang melibatkan dua pihak: shahib al-maal dan mudharib. Kedua belah pihak bekerjasama untuk mendapatkan keuntungan yang akan dibagikan sesuai dengan nisbah yang telah disepakati di awal akad. Apabila terjadi kerugian finansial, shahib al-maal akan menanggung semuanya, tetapi jika disebabkan oleh kelalaian pengelola modal maka kerugian tersebut harus ditanggung oleh mudharib. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam akad mudharabah mayoritas bank syariah menerapkan prinsip revenue-sharing yang secara tidak langsung direstui oleh Fatwa DSN 07/2000. Penerapan prinsip ini dapat memicu timbulnya rasa ketidakadilan karena bagi hasil dihitung berdasarkan laba kotor yang lebih menguntungkan pihak shahib al-maal dan kurang menguntungkan bagi mudharib. Kondisi ini membuat nasabah kurang termotivasi untuk memilih bank syariah ketimbang bank konvensional. Dilihat dari perspektif fiqh, bagi hasil dihitung berdasarkan keuntungan bersih sebagaimana diterapkan pada prinsip profit/loss-sharing, yang penerapannya juga direkomendasikan oleh OKI. Pada akhirnya, penyempurnaan pada Fatwa DSN 07/2000 perlu dilakukan untuk memberikan rasa keadilan bagi semua entitas mudharabah: shahib al-maal dan mudharib. [This article was created to discuss the principle of profit-sharing in the mudharabah scheme in Islamic banking and the problems contained therein using descriptive-qualitative methods through library study and literature exploratory. Mudharabah schemes are usually applied to financing and investment products that involve two parties: shahib al-maal and mudharib. Both parties collaborate to get profits which will be shared according to the nisbah agreed at the beginning of the contract. If there is a financial loss, shahib al-maal will bear everything, but if it is caused by the negligence of the capital-user then the loss must be borne by the mudharib. The results showed that in the mudharabah contract, the majority of Islamic banks apply the principle of revenue-sharing which is indirectly blessed by Fatwa DSN 07/2000. The implementation of this principle could trigger a sense of injustice because the profit-sharing is calculated based on gross profit which is more beneficial for the shahib al-maal and less profitable for the mudarib. This condition makes customers less motivated to choose Islamic banks rather than conventional banks. From the perspective of fiqh, profit-sharing is calculated based on net profit as it’s applied to the principle of profit/loss-sharing as well as recommended by the OIC. At the end, improvements to the Fatwa 07/2000, needs to be done to provide a sense of justice for all mudharabah entities: shahib al-maal and mudharib.]
CONSUMER BEHAVIOR FOR LKMS-BMT MASLAHAH SIDOGIRI IN PASURUAN: INTERPRETATIVE STRUCTURAL MODELING APPROACH ANALYSIS STUDY Parmujianto Parmujianto
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v15i1.2458

Abstract

Perilaku Konsumen Lembaga Keuangan Mikro Sharia (LKMS)memiliki keunikan tersendiri terkait keputusan pemanfaatan produk jika dikaikan dengan lembaga  keuangan sharia dan konvensional. BMT Maslahah (BMTM) Sidogiri Pasuruan merupakan salah satu Lembaga Keuangan Mikro Sharia (LKMS) yang menyediakan jasa keuangan yang berbasis sharia yang tidak lepas dari persepsi dan penilaian calon konsumen yang menggunakan produknya. Mesti secara kuantitatif telah terjadi peningkatan jumlah konsumen, BMT Maslahah belum melakukan identifikasi khusus terkait perilaku audience yang berpotensi menjadi tantangan di masa depan.penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu análisis deskriptif dan Interpretative Structural Modeling (ISM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumen BMT Maslahah positif dalam penggunaan produk BMT Maslahah. Pemahaman dan sikap positif terhadap produk BMT Maslahah dilandasi oleh motif kebutuhan sehari-hari dan pengembangan usaha, disamping penerimaan nilai-nilai shariah berupa keberkahan dan keadilan ekonomi saat menggunakan produk BMT Maslahah. Upaya BMT Maslahah Sidogiri Pasuruan dalam membangun perilaku konsumtif kepada konsumen BMT Maslahah dengan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan rasio pengawas dan disiplin pengawasan serta mengembangkan beberapa produk sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). [Consumer behavior The Sharia Micro Institution Institution (LKMS) has unique characteristics related to product utilization decision making when it is associated with Islamic and conventional financial institutions. BMT Maslahah (BMTM) Sidogiri Pasuruan is one of the LKMS that provides Sharia-based financial services that cannot be separated from the perceptions and assessments of potential consumers using their products. Even though quantitatively there has been an increase in the number of consumers, BMTM has not made specific identifications related to the behavior of the target audience which could potentially be a challenge in the future. This study uses a qualitative approach, namely descriptive analysis and Interpretative Structural Modeling (ISM). The results showed that consumer behavior in BMTM is positive in the utilization of BMTM products. Understanding and positive attitude towards BMTM products is based on the motives of daily necessities and business development, besides the factors of acceptance of sharia values in the form of blessing and economic justice when using BMTM products. The efforts of BMT Maslahah Sidogiri Pasuruan in building consumer behavior to BMT by bringing services closer to the community, increasing the ratio of supervisors and discipline of supervision and developing several products according to community needs, as well as strengthening human resources.]
DIALEKTIKA KESENIAN JARANAN THEK DI PONOROGO DENGAN AGAMA ISLAM Ahmad Choirul Rofiq; Erwin Yudi Prahara
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v14i2.2192

Abstract

Sejarah kesenian Jaranan Thek di Ponorogo terkait dengan Kerajaan Kediri dan Kerajaan Bantarangin (Ponorogo). Kesenian Jaranan Thek bersumber dari kesenian jaranan di Kediri yang kemudian dikembangkan para seniman Ponorogo. Diyakini bahwa kesenian Jaranan Thek ada sejak zaman Kerajaan Wengker. Kesenian ini dinamakan Jaranan Thek karena diambil dari barongan (caplokan kepala naga) yang disebut Thek dan berbunyi “thek” ketika dibuka dan ditutup. Tahun 2009 didirikan paguyuban Jaranan Thek pertama bernama Turonggo Wengker di Kecamatan Jetis (Kabupaten Ponorogo) dan pada 2017 dibentuk Ikatan Seni Jaranan Thek Ponorogo (ISJTP) sebagai organisasi pemersatu seluruh paguyuban. Jaranan Thek berfungsi untuk pelestarian kebudayaan masyarakat Ponorogo dan hiburan masyarakat. Demi pelestarian kesenian Jaranan Thek, maka komunitas kesenian ini melakukan inovasi. Pertama, penyisipan kisah Kelono Sewandono (dari Kerajaan Bantarangin) dengan Dewi Songgolangit (dari Kerajaan Kediri). Kedua, penambahan variasi lagu (shalawatan, tembang Jawa, Campursari, maupun lagu populer di masyarakat). Ketiga, penambahan alat musik modern (misalnya, drum dan organ elektrik) sambil mempertahankan gamelan. Keempat, kombinasi Jaranan Thek dengan kesenian lain (misalnya, tari tayuban dan jathilan). Kelima, penyelarasan dengan ajaran Islam (misalnya, doa, ayat, maupun lafadh bernuansa Islam). Kesenian Jaranan Thek berkembang di masyarakat Islam Abangan yang masih mempertahankan tradisi-tradisi animisme, dinamisme, Hindu, dan Buddha yang ada sebelum kedatangan agama Islam, misalnya pemakaian sesajen, persembahan kepada makhluk halus, dan permintaan bantuan kepada makhluk halus agar merasuki pemain Jaranan Thek. Dialektika Jaranan Thek dengan agama Islam terwujud secara mencolok dalam bentuk sinkretisme setelah unsur-unsur keislaman dimasukkan dalam Jaranan Thek, misalnya ketika pawang (gambuh) menggunakan ayat, doa, atau lafadh bernuansa keislaman untuk memulai ataupun mengakhiri pementasan, serta menyadarkan pemain yang kesurupan. The history of Jaranan Thek's art in Ponorogo related to the Kingdom of Kediri and the Kingdom of Bantarangin (Ponorogo) because Jaranan Thek's art was from jaranan art in Kediri. It was believed that Jaranan Thek has existed since the Kingdom of Wengker. This art is called Jaranan Thek because it is taken from the barongan or clipped head of a dragon called Thek with its sound of "thek" when opened and closed. In 2009 the first Jaranan Thek group (Turonggo Wengker) was founded in Jetis District (Ponorogo Regency) and subsequently in 2017 the ISJTP (Ikatan Seni Jaranan Thek Ponorogo or the Ponorogo Thek Jaranan Art Association) was formed as the unifying organization of all Jaranan Thek groups in Ponorogo. The Jaranan Thek's art is performed to preserve the culture of Ponorogo and at the same time as a means of entertainment for public. For the sake of preservation of Jaranan Thek's art, there are many innovations in Jaranan Thek.  First, the insertion of the story of Kelono Sewandono (from Bantarangin Kingdom) with Dewi Songgolangit (from Kediri Kingdom). Second, the addition of song variations (with shalawatan, Javanese song, Campursari, and popular songs). Third, the addition of modern musical instruments (drums and electric organs), besides gamelan (traditional music instruments). Fourth, the combination of Jaranan Thek with other arts (tayuban and jathilan). Fifth, alignment with the teachings of Islam (Islamic prayers, verses, and sayings). The Jaranan Thek's art developed among the Abangan Islamic community who still retained the animism, dynamism, Hindu and Buddhist traditions that existed before the arrival of Islam, such as the use of offerings to spirits and requests for help to spirits to protect the players of Jaranan Thek. The Jaranan Thek's dialectics with Islam appears prominently in the form of syncretism between Islamic elements and Jaranan Thek's art.
PERAN WAKAF UANG DALAM MEMBERDAYAKAN PENDIDIKAN Syamsuri Syamsuri; Yusuf Al Mananaanu
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v15i1.2659

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran wakaf uang dalam memberdayakan pendidikan yang sudah teralisasikan di beberapa lembaga wakaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran wakaf uang sangat penting dalam memberdayakan pendidikan. Wakaf uang memberi peran terhadap beberapa lembaga wakaf dalam mendukung dan meningkatkan pendidikan secara materil. Peneliti memilih wakaf uang karena perlunya pendayagunaan wakaf uang yang memberi implikasi pada perkembangan pendidikan serta kurangnya sosialisasi pada masyarakat terhadap wakaf uang di Indonesia. Di sisi lain, peneliti ingin mendapat gambaran potensi wakaf uang dan gambaran strategi dalam upaya pengembangan ekonomi umat khususnya dalam bidang pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif untuk menjelaskan pelaksanaan wakaf uang dalam memberdayakan pendidikan. Ruang lingkup kegiatan penelitian, keterpaduan terbatas pada Lembaga Wakaf yang memaksimalkan wakaf uang dalam memberdayakan pendidikan di Indonesia, serta bagaimana menyusun model pemberdayaan wakaf uang tunai yang bersinergi dalam bidang pendidikan oleh lembaga wakaf. Selain itu juga untuk mendapatkan penelitian lebih mendalam tentang wakaf uang dan juga mengoptimalkan ke bidang lainnya guna memberdayakan umat. [The purpose of this study was to determine the role of cash waqf in empowering education that has been realized in several waqf institutions. The results showed that the role of cash waqf is very important in empowering education. It gives a role to several waqf institutions in supporting and improving education. Researchers chose cash waqf to utilize cash waqf which implicate the development of education when there is a lack of socialization of it in the community in Indonesia. On the other hand, the researcher wants to get an overview of the potential of cash waqf and a description of the strategy to develop the economy, especially in education. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive analysis approach to explaining the implementation of cash waqf in empowering education. The scope of the research was limited on the integration of waqf institutions that maximize cash waqf in empowering education in Indonesia, as well as how to develop a model for empowering cash waqf that synergizes in education by waqf institutions. Also to get more in-depth research on cash waqf and optimize it into other fields to empower people.]