cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
arabiyah@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jln. H. M. Yasin Limpo No. 36 Romangpolong, Samata, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Shaut Al-'Arabiyah
ISSN : 2354564X     EISSN : 25500317     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Shaut Al-'Arabiyah published twice a year since 2013 (June and December), is a multilingual (Bahasa, Arabic, and English), peer-reviewed journal, and specializes in Arabic Education, Hadits, and Other Arabic Studies. This journal is published by the Arabic Education Department, Faculty of Education and Teachers Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Arjuna Subject : -
Articles 283 Documents
WAWASAN AL-QURAN TENTANG PERUBAHAN (Analisis Qur'aniy dengan Metode Tafsir Tematik ) La Ode Ismail Ahmad
Shaut al Arabiyyah Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Shaut Al-'Arabiyah
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v4i1.1059

Abstract

Dunia manusia adalah dunia perubahan dan pergantian, tak ada sesuatu yang tetap di dalamnya. Segalanya akan senantiasa berubah, memudar dan setelah itu mati.Menurut Alquran, pelaku perubahan ada dua yakni Tuhan dan manusia. Manusia, khususnya manusia yang beriman haruslah mampu memberi arah moral bagi setiap perubahan sosial. Kegagalan memberi arah yang benar ini dapat berarti kegagalannya sebagai manusia beriman. Namun hendak diingat bahwa memberi arah yang benar itu hanyalah mungkin bila manusia menghayati hakekat perubahan itu hingga ia tahu betul di mana ia berada sekarang dan akan ke mana ia harus berangkat. Oleh sebab itu, pendekatan induktif dalam membaca perubahan sosial haruslah dikawinkan dengan pendekatan deduktif yang bersumber dari ajaran. Untuk membumikan suatu ajaran hanyalah mungkin apabila manusia memiliki data sosial yang memadai. Manusia beriman sebagai konsekuensi logisnya adalah manusia yang berdiri paling depan dalam memberikan alternatif-alternatif moral bagi suatu perubahan, setelah ia lebih dahulu memelopori kehidupan bermoral itu.Di antara indikator orang yang beriman ialah kepekaan nuraninya yang tajam terhadap masalah moralitas dan keadilan. Bila indikator ini tidak tampak, boleh jadi berarti bahwa nuraninya tidak lama tumpul dan karenanya perlu dipertajam lagi.
Pendekatan Struktural dalam Pelajaran Bahasa Arab Munir Munir
Shaut al Arabiyyah Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Shaut Al-'Arabiyah
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v6i1.5644

Abstract

Asumsi tentang bahasa bermacam-macam, antara lain asumsi yang menganggap bahasa sebagai  kebiasaan, ada pula yang menganggap bahasa sebagai suatu sistem komunikasi yang pada dasarnya dilisankan, dan ada lagi yang menganggap bahasa sebagai seperangkat kaidah, norma, dan aturan. Asumsi-asumsi tersebut menimbulkan adanya pendekatan-pendekatan yang berbeda, yakni: (1) Pendekatan yang mendasari pendapat bahwa belajar berbahasa, berarti berusaha membiasakan dan menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Tekanannya pada pembiasaan. (2) Pendekatan yang mendasari pendapat bahwa belajar berbahasa, berarti berusaha untuk memperoleh kemampuan berkomunikasi secara lisan. Tekanan pembelajarannya pada pemerolehan kemampuan berbicara. (3) Pendekatan yang mendasari pendapat bahwa dalam pembelajaran bahasa, yang harus diutamakan ialah pemahaman akan kaidah-kaidah yang mendasari ujaran, tekanan pembelajaran pada aspek kognitif bahasa, bukan pada kemampuan menggunakan bahasa. Di antara pendekatan bahasa Arab adalah Pendekatan struktural yang menuntut para pelajarnya untuk memahami rumus-rumus dan istilah-istilah bahasa, dan pelajar diharuskan untuk menghafalkan model-model kalimat atau fungsi kata. Dalam bahasa Arab bisa kita lihat pembelajaran dengan pendekatan struktural dituntut untuk mengetahui fi’il, faa’il, maf’ul dan masih banyak istilah-istilah ilmu bahasa yang lain.
JIHAD PERSPEKTIF AL-QUR’AN Hading Hading
Shaut al Arabiyyah Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Shaut Al-'Arabiyah
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v4i1.1056

Abstract

Jihad dari kata ’Arab جهد يجهد – جهدا وجهادا yang dimaksudkan sebagai upaya sungguh-sungguh yang dilakukan oleh setiap muslim disertai dengan kesabaran dalam menerima berbagai macam halangan dan rintangan demi terwujudnya apa yang dicita-citakan dan dalam rangka mencari keridhaan Allah swt. menurut al-Qur’an, dapat berupa jihad melawan musuh yang nyata yaitu orang-orang kafir dan munafiq, dapat pula dalam bentuk musuh yang tidak nyata yaitu diri sendiri dan bisikan setan, serta kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.Tujuan dari jihad itu sendiri dalam kenyataannya tidak hanya dilaksanakan dalam rangka mendakwahkan agama (Islam) ke seluruh umat manusia dan mengarahkan manusia untuk beriman kepada Sang Pencipta (Allah swt)., tetapi juga dilakukan dalam rangka mengokohkan kekuatan dan memperluas wilayah kekusaan, tentunya dengan jalan damai sesuai yang telah dicontohkan oleh Rsulullah saw.   Untuk suksesnya jihad, setiap muslim dituntut pengorganannya, baik berupa harta benda,  diri (anfus), maupun kedua-duanya dengan menggunakan berbagai sarana dan prasarana secara efektif dan efisien
Al-Na‘t Dalam Bahasa Arab dan Adjective dalam Bahasa Inggris (Suatu Analisis Kontrastif) Husnul Fahria
Shaut al Arabiyyah Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Shaut Al-'Arabiyah
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v6i1.5712

Abstract

 وهذا البحث يمثل ضربا من أضرب البحوث المكتبية إذ يختص بتناول البيانات والمعلومات المتصلة بالمسألة الأساسية فيه. فقد انتهج البحث المنهج التحليلي الوصفي التقابلي مع الاستعانة بالمدخل اللغوي نحو المصادر أو المراجع أساسية كانت أم ثانوية مما يتم العثور عليها عن طريق الكتب وما يشبهها من المراجع المكتبية. ودلت نتائج البحث على خمسة بنود، أولها: أن لكل من النعت وadjective تعريفا متشابها مما يصور ويوضح المنعوت، وقد يبدو في بعض الأحيان أن adjective هو الذي تم توضيح هيئته أو وضعه، وثانيها: أن النعت يطابق منعوته من ناحية الحكم الإعرابي والتعريف والتنكير، والتذكير والتأنيث، والعدد إفرادا وتثنية وجمعا، وأن adjective لا يناله التغيير إلا ما يحدث للأداة (to be) ولمنعوته، حيث يجب مواءمة كل منهما بالآخر إفرادا أو جمعا، وثالثها: أن الألفاظ المستخدمة نعوتا على العموم بما فيهاadjective  في اللغة الإنجلزية تكون من النعوت الوصفية، وأما النعوت المحدودة في اللغة الإنجلزية فقد لا تعتبر نعوتا في اللغة العربية إلا الأرقام الوصفية إذ هي ما زالت تعتبر نعوتا، وكذلك النعوت النسبية، ورابعها: أن النعت وadjective يقعان بعد منعوتهما أو ما يخبران عنه، ولكن adjective قد يقع قبل منعوته، وخامسها: أن النعت وadjective يفيدان الصفة أو اللون أو المذاق، أو الشكل، أو المقياس، أو النوعية، أو الشخصية أو المعنى المجرد من المنعوت الذي يخبران عن هيئته.
al-‘Adad wa al-Ma’du>d Sitti Aisyah Chalik
Shaut al Arabiyyah Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Shaut Al-'Arabiyah
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v4i1.1061

Abstract

Al-‘Adad adalah sesuatu yang menunjukkan terhadap hitungan atau bilangan. al-‘Adad wa al-Ma’du>d. Al-‘Adad ada beberapa macam yaitu Al-‘Adad al-As}li> yaitu apa yang menunjukkan terhadap jumlah sesuatu yang dihitung. Al-‘adad al-as}li> ada empat jenis yang pertama Mufrad, mencakup bilangan dari واحد sampai عشرة, termasuk juga المئة, الألف, dan yang serupa seperti المليون  dan المليار kedua adalah Murakkab, mencakup bilangan dari أحد عشر sampai تسعة عشر ketiga adalah ‘Uqu>d, yaitu bilangan عشرون, ثلاثون sampai تسعون keempat Ma’t}u>f, dari واحد و عشرون hingga تسعة و تسعون. al-‘Adad wa al-Ma’du>d. Al-‘Adad yang kedua adalah Al-‘Adad al-Tarti>bi> yaitu apa yang menunjukkan bilangan bertingkat. Al-‘Adad al-Tarti>bi> ada empat jenis juga yang pertama Mufrad, dari أول sampai عاشر, yang kedua adalah Murakkab, dari حادى عشر  sampai تاسع عشر, yang ketiga adalah‘Uqu>d, yaitu عشرون  sampai تسعون, dan mengikut juga المئة, الألف, المليون  dan المليار, yang keempat adalah Ma’t}u>f, dari حاد و عشرون  sampai تاسع و تسعون.
PENDEKATAN SOSIOLOGIS (Fungsinal, Konflik, Interpretatif) Hamka Ilyas
Shaut al Arabiyyah Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Shaut Al-'Arabiyah
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v1i1.191

Abstract

النهج السوسيولوجي(نظرية الصراع, الوظيفية, التفسيرية)           تبدو, أن في مناقشة الدين لا يمكن الهروب من ظاهرة حياة الاجتماعية التي تدين بدين معين . قال هارون ناسوتيون ؛ بين الدين والمجتمع هي تأثيرات متبادلة ، بمعنى أن الدين يؤثر على حياة الاجتماعية الإنسانية في أنهاء مجال ، و بالعكس، أن معظم تأثير الدين تنمو بتنمية المجتمع          من هنا تظهر لنا أن الدين لا تفضل من حيث الاعتقاد فحسب، بل هو أيضا تفضل ظاهرة الاجتماعية، وهذا يعني أن ديانة تظهر السلوك الاجتماعية، أي السلوك تنمو وتزدهر مع دين المجتمع .السلوك والدين تؤثران على بعضها  مع بعض. المعايير والقيم الدينية المزعومة تأثير على السلوك الاجتماعي.          النهج السوسيولوجي هو وسيلة أو طريقة التي تتم من خلال ربط علم الاجتماع لتحليل و كشف بيانات البحث. لذلك عندما يتم فحص أنشطة الدينية لشخص ما ، فالبيانات الاجتماعية التي تولد نتيجة التنوع هو تكون موضوع البحث.           النهج الاجتماع في فهم الدين مهم جدا، لأن العديد من الجمعيات الدينية مع المشاكل الاجتماعية المختلفة. اهتمام الدين لمشاكل الاجتماعية تشجع الناس لفهم علوم الاجتماعية كوسيلة لفهم الدين.           النظرية الوظيفية في نهج الاجتماعية هي تقصد بوظيفة  من مدى كل عضو المجتمع تأثير في تشكيل مجموعة التكامل أو التفكك المجموعة. إذا كان كل عضو في المجموعة تؤدي وظائفها بشكل صحيح لكل منها، فتشكيل تكامل مع الفريق على أي حال جيد. ولكن عندما يكون عضو في المجموعة لا تؤدي وظائفها بشكل صحيح، سوف يؤدي إلى تفكك المجموعة.          في حين أن نظرية الصراع تعني أن وجود الصراع سيسمح بإدماج مجموعة المجتمع ، و أيضا السماح للتفكك المجتمع ، وهذا يتوقف على جانب الصراع ستؤخذ ، إذا كانت من جانب الإيجابي ، فإنه سيتم إنشاء التكامل, و العكس إذا كان من جانب السلبي سوف تشكيل التفكك.           و النظرية التفسيرية تعني أن الحاجة إلى تفسير في أي إشعار من الحقائق الاجتماعية ، التفسير الذي يسمح لفهم مجتمع أو شكل من أشكال الحياة الاجتماعية
(دراسة عن اسم الموصول وصلتها في الجزء الأول من القرآن الكريم (دراسة تحليلية نحوية Nur Noviyanti
Shaut al Arabiyyah Vol 6 No 2 (2018): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v6i2.7160

Abstract

هذه الرسالة تبحث عن اسم الموصول وصلتها في الجزء الأول من القرآن الكريم (دراسة تحليلية نحوية). في هذه الرسالة تبين عن تعريف اسم الموصول و صلة الموصول، وتبين عن السورة التي تحتوي على اسم الموصول و صلتها في الجزء الأول من القرآن الكريم. وتتكون هذه الرسالة من مشكلات: ما هي اسم الموصول وأجزائه ؟ ما هي الآيات التي تحتوى على اسم الموصول وصلتها في الجزء الأول من القرآن الكريم؟ كيف تطبيقات اسم الموصول وصلتها في الجزء الأول من القرآن الكريم ؟هذا البحث هو البحث المكتبي. يشمل هذا البحث بجمع البيانات وتحليل البيانات. الطريقة استخدامها الباحثة في جمع البيانات عن طريقة قراءة الكتب المتعلقة البحث، و يسجل في مذكرة منفصلة كمصدر للقراءة في كتابة هذه الرسالة. قد عرفنا اسم الموصول هو الاسم الذي توصل به لفظا بآخر أو ألفاظا بأخرى، يحتاج اسم موصول إلى صلة التي تذكر بعد الموصول لمعرفية وبيان معناه، وعائد و محل من الإعراب.الجزء الأول من القرآن الكريم هو جزء الذي فيه سورة الفاتحة و سورة البقرة من آية 1-141. سورة الفاتحة أو السبع المثاني أو أم الكتاب هي أعظم سورة في القرآن الكريم، الذي يتكون من سبع آيات. وسورة البقرة هي اسم السورة الثانية من القرآن وهي مدنية. سورة البقرة أطول سورة في القرآن الكريم فقد استغرقت جزئين ونصف جزء تقريبا من ثلاثين جزءا قسم إليها القرآن.  أمّا عدد آيات سورة البقرة فبلغ إلى مائتين وست وثمانين آية. والبقرة من أوائل ما نزل من السور بعد الهجرة إلى المدينة.وقد وجدت الباحثة أن اسم موصول و صلتها في الجزء الأول من القرآن ، هناك 70 آيات التي تحتوي على اسم الموصول و صلتها. و عدد اسم الموصول وصلتها في كل آيات متفرق، في أية تحتوي على 1-3 اسم الموصول وصلتها، لذلك عدد كلها 107 التي تتكون من اسم الموصول خاص و مشترك، و تتكون صلة الموصول من جملة فعلية وجملة اسمية.
تأثير موقف اللغة لطلاب معهد الشيخ حسن اليماني على قدرة التحدث باللغة العربية تجريد البحث Abu Dzar Al-Gifari
Shaut al Arabiyyah Vol 6 No 2 (2018): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v6i2.7126

Abstract

قدم الباحث في هذه الرسالة تأثير موقف اللغة لطلاب معهد الشيخ حسن اليمانى علي قدرة التحدث باللغة العربية العام 2018. وأهداف هذا البحث هي لمعرفة موقف اللغة لطلاب معهد الشيخ حسن اليمانى، ولمعرفة قدرة الطلاب على التحدث باللغة العربية في معهد الشيخ حسن اليماني، ولمعرفة تأثير موقف اللغة لطلاب معهد الشيخ حسن اليماني على قدرة التحدث باللغة العربية.نوع هذا البحث هو بحث ميدني كمي، المجموع الكلى في هذ البحث جميع طلاب معهد الشيخ حسن اليمانى العام 2018. وأما الطريقة المستعملة في أخذ العينة النموذجية هي الملاحظة، والإستطلاع والوثيقة. ولذلك في هذا البحث، قام الباحث بأخذ العينات من الطلاب معهد الشيخ حسن اليمانى بلغ مجموعها 40 طالبا، وطريقة تحليل البيانات هي تحليل الإحصاء الوصْفي وتحليل الاستدلالي.نتائج موقف اللغة لطلاب معهد الشيخ حسن اليمانى في المسافة 40-43 بتردد من 10 ونسبة  %25 دخلت في فئة منخفضة. وفي المسافة 44-47 بتردد من 30 ونسبة % 75  دخلت في فئة مرتفع. وأما نتائج قدرة الطلاب علي التحدث باللغة العربية في المسافة 73-78 بتردد من 4 ونسبة  %10 دخلت في فئة منخفضة جدا. وفي المسافة 79-84 بتردد من 20 ونسبة  %50 دخلت في فئة منخفضة. وفي المسافة 85-90 بتردد من 11 ونسبة  % 27،5  دخلت من فئة كافا. وفي المسافة 91-96 بتردد من 5 ونسبة  % 12،5  دخلت في فئة كافا جدا. وفي إختبار الأحصاء الإستدلالي فيعرف r hitung  أكبر من r tabel 0,996>0,320 و Ho مردود و Ha   مقبول. فالإستنتاج أن موقف اللغة لطلاب معهد الشيخ حسن اليمانى لها تأثير إجابي على قدرتهم في التحدث باللغة العربية في مستوى جيد جدا. لذلك يحتاج الطلاب إلى إتخاذ موقف إيجابي والقيام بوظائفهم بحيث تنمو الإرادة في التطوير والحفاظ على اللغة العربية. 
Pembelajaran Bahasa Arab dan Penguatan Tradisi Keilmuan Pesantren di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang Muhammad Yunus Muin
Shaut al Arabiyyah Vol 6 No 2 (2018): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v6i2.7128

Abstract

Paradigma pembelajaran bahasa Arab yang dikembangkan di Pondok Pesantren As’adiyah adalah pembelajaran sebagai rekonstruksi pengalaman, pembelajaran sebagai perkembangan kognitif dan pembelajaran sebagai konstruksi sosio-kultural yang mengarahkan pembelajaran dalam setting social dan perkembangan kultural. Model pengajaran yang dilakukan di Pondok Pesantren As’adiyah adalah model memproses informasi, model interaksi sosial, model personal yang bertumpuh pada pengembangan individu santri. Paradigma dan model tersebut diaplikasikan dalam tradisi keilmuan pesantren sebagai pusat kajian bahasa Arab dan kitab kuning melalui Mangaji Tudang, Madrasah, Ma’had Aly, Pengajian Pesantren Mahasiswa, Nahdatul Qurra wal Huffadz, dan Pendidikan Diniyah Formal Ulya.
Kompetensi Pedagogik sebagai Agen Pembelajaran Bakri Anwar
Shaut al Arabiyyah Vol 6 No 2 (2018): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v6i2.7129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  menjelaskan  pentingnya kompetensi pedagogik dikuasai oleh seorang guru. Dengan penguasaan kompetensi  ini,  tujuan yang diharapkan peserta didik akan tercapai dengan sempurna. Begitu juga seorang guru harus mampu menguasai  metode  mengajar serta pendekatan yang berkaitan dengan materi ajar,  sehingga sasaran materi tercapai dengan baik. Guru  seharusnya cakap dan terampil mengelola kelas, sehingga pembelajaran berjalan dengan efektif dan menyenangkan, mampu mengenali berbagai karakter peserta didik, mampu memamahami,  melaksankan serta mengevaluasi kurikulum. Guru mampu merencanakan, melaksanakan setiap RPP yang ditulis, mampu mengembangkan, dan mengevaluasi proses pembelajaran. Kompetensi pedagogik ini guru  mampu membawa peserta didik untuk mengaktualisasikan potensi yang ada dalam diri mereka. Untuk mencapai indikator pembelajaran, pedagogik guru meliputi tujuh aspek penting 1. Menguasai karakteristik peserta didik 2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. 3. Mampu mengembangkan kurikulum 4. Mampu mengembangkan kegiatan pembelajaran yang efektif 5. Mampu mengembangkan potensi peserta didik. 6. Mampu berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik 7. Mampu melaksanakan penilaian dan evaluasi. Dengan penguasaan indikator di atas maka tujuan pendidikan akan tercapai secara sempurna selain dari indikator di atas guru harus terbuka, respek terhadapat pendapat siswa dan memiliki sifat bertanggung jawab.

Page 2 of 29 | Total Record : 283