cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
arabiyah@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jln. H. M. Yasin Limpo No. 36 Romangpolong, Samata, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Shaut Al-'Arabiyah
ISSN : 2354564X     EISSN : 25500317     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Shaut Al-'Arabiyah published twice a year since 2013 (June and December), is a multilingual (Bahasa, Arabic, and English), peer-reviewed journal, and specializes in Arabic Education, Hadits, and Other Arabic Studies. This journal is published by the Arabic Education Department, Faculty of Education and Teachers Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Arjuna Subject : -
Articles 283 Documents
الإعراب والبناء Azizul Hakim
Shaut al Arabiyyah Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Shaut Al-'Arabiyah
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v1i1.190

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini membahas kajian Nahu yaitu ilmu yang membahas tentang kaidah-kaidah untuk mengetahui keadaan kata bahasa Arab dari segi i‘rab (kata yang mengalami perubahan baris akhir) dan bina>’ (kata yang tidak mengalami perubahan baris akhir/tetap).Mengetahui materi ini penting terutama bagi mereka yang suka dan sering menulis, berpidato, dan mengkaji kesusasteraan Arab. Demikian pentingnya sehingga para pengarang buku kaidah-kaidah bahasa Arab menempatkan materi ini pada awal pembahasan.Masalah pokok yang penulis bahas dalam tulisan ini adalah: 1) Pengertian i‘rab dan bina>’, 2) Macam-macam bina>’ serta tanda-tandanya yang asli, dan 3) Macam-macam i‘rab serta tanda-tandanya yang asli.Kesimpulan dari tulisan ini adalah : 1) I‘rab adalah perubahan, Bina>’ adalah tanpa perubahan atau tetap. Ism Mu‘rab adalah kata yang berubah baris akhirnya dikarenakan perubahan ‘a>mil (faktor). Ism Mabni> adalah kata yang tidak berubah baris akhirnya sekalipun terjadi perubahan ‘a>mil (faktor), 2) Macam-macam bina’ ada empat yaitu al-suku>n, al-damm, al-fath, dan al-kasr. Adapun tanda-tandanya yang asli adalah mabni> ‘ala al-suku>ni (tetap berbaris sukun), mabni> ‘ala al-d}ammi (tetap berbaris dammah), mabni> ‘ala al-fath}i (tetap berbaris fathah), dan mabni> ‘ala al-kasri (tetap berbaris kasrah), 3) Macam-macam i‘rab ada empat yaitu al-raf‘u, al-nasbu, al-jarru, dan al-jazmu. Adapun tanda-tandanya yang asli adalah al-dammah untuk al-raf‘u, al-fath}ah untuk al-nas}bu, al-kasrah untuk al-jarr, dan al-suku>n untuk al-jazm.Tulisan ini tentunya belum sempurna seperti yang diharapkan. Oleh karena itu penulis berharap adanya kritik saran yang membangun sehingga tulisan ini bisa lebih disempurnakan.Nasykurukum wa Jazaakumullah khair al-Jazaa’..!!!
أحاديث النبي في تربية الأخلاق لللأطفال (إرشاد النبى صلى الله عليه وسلم فى تحلى الأطفال بالفضائل و تخليهم عن الرذائل) Munir Munir
Shaut al Arabiyyah Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Shaut Al-'Arabiyah
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v5i1.2685

Abstract

الأخلاق فى خلاصتها مجموعة من الفضائل والرذائل, ترمى إلى الخير والشر والفضيلة والرذيلة, طرفان متناقضتان لايجتمعان, لأن الفضيلة هى الكمال والرذيلة هى النقصان, والانسان يحس نقصه حين يرتكب الرذائل المختلفة, إنما يثبت على نفسه هذا النقص, ولكن الانسان يحاول التخلص من النقص, وينطلق نحو الكمال. هذا التطلع هو الرقى بنفسه, والحياة كلها ترمى إلى الرقى والكمال, وقد يصل الانسان إلى شيئ من هذا ولكنه لايبلغ النهاية ولا يصل إلى الذروة لأن الكمال الخالص لله وحده وللانسان فى هذا السعى.(۱) ولا يتيسر لللإ نسان الوصول إلى الفضيلة إلا بالتعلم والقدوة, وسيرة الرسول صلى الله عليه وسلم هى قدوة للمسلمين, إذ تعلم سيرته صلى الله عليه وسلم ذات فائدة خلقية عظيمة, لأنه يضرب الأمثال للصبيان خاصة فى الأخلاق الفاضلة. وسيتعرض هذا البحث فى إرشاد النبى صلى الله عليه وسلم فى تحلى الأطفال بالفضائل السلوكية والاجتماعية وتخليهم عن الرذائل خلال تعامله الحكيم مع الأطفال بالعناوين التالية:
Implementasi Pendekatan Fungsional Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Di Mtsn Al- Hilal Een Tur'aeni
Shaut al Arabiyyah Vol 7 No 2 (2019): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH (IN PRESS)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v7i2.10644

Abstract

Belajar bahasa membutuhkan strategi – strategi pembelajaran yang tepat, mulai dari pendekatan, metode, dan tekniknya. Pemilihan teknik berdasarkan pendekatan yang tepat dan akan membantu kebutuhan seseorang dalam belajar bahasa. Namun perlu dimaklumi bahwa diantara semua tidak ada yang terbaik, hanya ketetapan dalam mengolaborasikannya. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai optimal.Strategi pembelajaran adalah serangkaian upaya yang dilakukan oleh pengajaran bahasa arab untuk membuat proses pembelajaran berjalan yang sesuai dengan konsep yang sebenarnya. Adapun pendekatan yaitu asumsi mengenai hakikat belajar mengajar bahasa arab dan bersifat aksiomatis. atau pendekatan adalah suatu keyakinan atau pandangan fiosofis tentang fitra bahasa. Salah satu pendekatan bahasa arab yaitu pendekatan komunikatif (Al – madkhal Al- ittisali). Pada pendekatan komunikasi mengasumsikan bahwa pengajaran bahasa arab adalah belajar komunikasi. Pembelajaran bahasa arab diarahkan untuk meningkatkan kemampuan baik dalam berkomunikasi lisan maupun tulisan. Bahasa sebagai sarana berkomunikasi digunakan berbagai fungsi dan disajikan dalam konteks yang bermakna, tidak dalam bentuk kalimat lepas hingga mampu mewujudkan oreantasi bealajar mengajar bahasa yang berdasarkan tugas dan fungsi berkomunikasi. Secara umum pembelajaran bahasa arab bertujuan agar peserta didik mempunyai kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efesien sesuai etika yang berlaku, baik lisan maupun tulisan. Sehingga bahasa arab dapat digunakan dengan tepat dan kreatif. Sedangkan tujuan khusus pembelajaran bahasa arab materi yang di ajarkan dipahami oleh para peserta didik. Tujuan yang paling utama pengajaran bahasa adalah membantu pembelajaran menggunakan bahasa target mengharapkan para siswanya mampu menggunakan bahasa arab sebagai alat komunikasi baik itu reseptif maupun produktif. Artinya pembelajaran mampu memahami dan menyerap bahasa lisan ataupun bahasa tulisan. Kemudian mampu memproduk menggunakan bahasa arab itu sebagai alat komunikasi agar di pahami oleh orang lain yang dituangkan dalam bentuk kegiatan kalam dan kegiatan kitabah.
Metode Pembelajaran Bahasa Arab Perspektif Teoretis Syahruddin Syahruddin
Shaut al Arabiyyah Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Shaut Al-'Arabiyah
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v3i2.1256

Abstract

Metode merupakan action plan yang disusun oleh pendidik sebelum melakukan aktivitas pembelajaran, dengan tujuan agar peroses pembelajaran berjalan dengan efektif dan efisien. Keberhasilan pembelajaran sangat terkait dengan keterampilan seorang pendidik memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik itu sendiri.Metode pembelajaran bahasa Arab yang diaplikasikan oleh pendidik/guru/ dosen bahasa Arab hendaknya mengacu pada prinsip-prinsip pembelajaran.  Penerapan metode pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan efisien sebagai media pengantar materi pengajaran bila penerapannya tanpa didasari dengan pengetahuan yang memadai tentang metode.
Metodologi Kitab Kamus Hadis (Studi Kitab “Al-Jami’ al-Sagir” Karya al-Sayuti). Ilyas Ilyas
Shaut al Arabiyyah Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Shaut Al-'Arabiyah
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v4i2.1223

Abstract

Kehadiran kitab kamus hadis dalam menelusuri hadis-hadis yang ada sangat dibutuhkan, karena dengan kamus tersebut dapat memudahkan para pencari hadis dalam menemukan hadis-hadis yang diinginkannya.  Kitab Al-Jami’ al-S{agi>r” Karya al-Sayut}i adalah salah satu kitab kamus hadis yang sangat mudah diaplikasikan dalam mencari hadis, karena kitab kamus hadis ini disusun dengan menggunakan pendekatan alfabetis. Sistimatika penulisannya mengidentifikasi dan mengkategorisasi huruf awal yang terdapat pada lafaz awal dari matan hadis. Hanya saja, kekurangan dari kitab ini ketika menyebutkan sumbernya tidak menyebutkan juz ke berapa dari kitab sumber tersebut berada, di sini biasanya para pencari hadis mengalami kesulitan, sehingga tetap membutuhkan kitab atau kamus yang lain untuk menelusuri hadis tersebut.  Di samping itu,  penulis kitab ini juga menyebutkan kualitas hadis yang termuat di dalamnya dengan menerangkan s}ahih, hasan dan d{a’ifnya sebuah hadis. Meskipun demikian, al-Sayut}i dinilai oleh sebagian kalangan sebagai orang yang sangat longgar dan elastis dalam memberikan penilaian sebuah hadis, ia tidak cukup teliti dan cermat dalam menilai hadis.
أثر اللغة العربية فى استنباط الأحكام الشرعية Muhammad Mawardi DJ
Shaut al Arabiyyah Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Shaut Al-'Arabiyah
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v1i1.186

Abstract

ABSTRAKTulisan ini berangkat dari judul: pengaruh bahasa Arab dalam mengistinbatkan hukum. Dua pilar  sangat penting dalam mempelajari  ilmu usul fiqh yaitu; 1. Pembahasan tentang cara istidlal (mendeteksi dalil hukum), 2. Pembahasan tentang lafal. Pembahasan tentang istidlal sasarannya  bagaimana menemukan hukum dengan mendeteksi dalil-dalil yang berkaitan dengannya. Sementara pembahasan tentang lafal titik fokusnya adalah kaedah-kaedah kebahasaan yang digunapakai dalam bahasa Arab. Sumber utama hukum Islam, al-Qur’an dan Hadis disajikan dalam bahasa Arab. Sebagai konsekuensi dari hal tersebut memahami pesan-pesan hukum dan moral dalam al-Qur’an dan hadis, para peminat usul fiqh  harus mengetahui dan memahami  seluk-beluk bahasa Arab dan kaedah-kaedah kebahasaan yang berkaitan dengannya.  Sepanjang sejarah kaedah-kaedah kebahasaan dalam mengetahui maksud-maksud Syariat sangat diperhatikan para ulama. Tulisan ini akan menyajikan kaedah-kaedah kebahasaan yang dijadikan landasan dalam istinbat hukum, seperti; al-Umum, al-khusus, al-mutlaq, al-Muqayyad, al-Isytirak dan al-Tadaad.
Hal-Ihwal Jumlah Ismiyah Dalam Bahasa Arab Rappe Rappe
Shaut al Arabiyyah Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Shaut Al-'Arabiyah
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v6i1.5606

Abstract

Tulisan ini mengungkapkan tentang macam-macam bentuk jumlah ismiyah dalam Bahasa Arab. Di sini diungkapkan bagaiman unsur jumlah ismiyah yang terdiri dari mubtada’ dan khabar dipahami dan diperlakukan sesuai kaidah bahasa Arab, sehingga akan ditemukan kaidah-kaidah yang mewajibkan mubtada’ selalu didahulukan dari khabar, kaidah-kaidah yang mewajibkan khabar didahulukan dari mubtada’, kaidah-kaidah yang mewajibkan mubtada’ tidak disebutkan dalam kalimat, dan kaidah-kaidah yang mewajibkan khabar tidak disebutkan dalam kalimat.
Pembelajaran yang Mencerahkan Melalui Manajemen Nurturant Shopia Azhar
Shaut al Arabiyyah Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Shaut Al-'Arabiyah
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v3i2.1261

Abstract

da suatu asumsi yang mengatakan bahwa yang banyak berkembang di Indonesia, sampai dewasa ini, adalah paham teologi kehendak mutlak Tuhan (Jabarîyah)  yang  tak  menyokong  bagi  peningkatan  produktivitas.  Oleh karena  itu,  kalau  produktivitas   dan  kinerja  masyarakat  Indonesia  terasa  kurangmeningkat    (termasuk    kinerja    hasil    pembelajaran),    maka    pandangan   teologiJabarîyahlah penyebabnya. (Nasution, 1995: 120-121).Sejalan dengan itu, ada pula suatu asumsi yang menyatakan, bahwa masyarakat pada negara-negara sedang berkembang memiliki dimensi budaya kerja yang kurang mendukung  bagi  peningkatan   kualitas   sumber  daya  manusianya  (Mendonca  & Kanungo 1990: 139). Hal itu  disebabkan antara  lain karena dianutnya  paham yang berimplikasi fatalis (Weber, 1958).
Analisis Teks Dalam Penelitian Kebahasaan (Sebuah Teori dan Aplikatif) Dasep Bayu Ahyar
Shaut al Arabiyyah Vol 7 No 2 (2019): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH (IN PRESS)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v7i2.10273

Abstract

Penelitian merupakan suatu kewajiban bagi para mahasiswa baik Sarjana, Magister, dan Doktoral dalam menempuh suatu pendidikan tinggi. bagi mereka yang sedang menyelesaikan pendidikannya tanpa di akhiri sebuah karya tulis  ilmiah, maka gelar tidak dapat di raihnya. Pada artikel ini akan dibahas salah satu metode penelitian yang biasa di gunakan dikalangan akademisi yaitu Studi Teks. Studi teks merupakan salah satu metodologi dalam lingkup kajian penelitian kualitatif yang menitik beratkan pada analisis atau interpretasi bahan  tertulis berdasarkan  konteksnya. Bahan bisa berupa catatan yang terpublikasikan, dan lain sebagainya. Beragam model atau jenis analisis studi teks yang bisa di aplikatifkan dalam penelitian ilmiah diantaranya, Analisis Isi, Analisis Wacana, Analisis Semiotika, Analisis Hermeneutika, Analisis Gaya Teks, Analisis Struktur teks dan masih banyak analisis yang bisa di kembangkan pada penelitian Studi Teks. Tentunya pada artikel ini maskipun tidak sepenuhnya di kaitkan dengan kajian-kajian teks kebahasaaraban setidaknya mendapatkan gambaran secara global tentang Analisis Studi teks kebahasaan. Pada artikel ini hanya mengulas singkat beberapa model atau jenis penelitian tentang Analisis Studi Teks dan beserta contoh-cohtoh penggunannya.
Kata Tugas dalam Bahasa Arab Sabaruddin Garancang
Shaut al Arabiyyah Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Shaut Al-'Arabiyah
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v3i2.1252

Abstract

Huruf al-ma’ani dalam bahasa Arab dapat dipadankan dengan kata tugas dalam bhasa Indonesia, meskipun berbeda dalam hal jumlah kelas atau jenis kata. Dalam hal penentuan jumlah kata tugas dalam bahasa Arab, para ulama bahasa kadang-kadang berbeda, tergantung dari sudut mana mereka memandangnya. Dari sudut pandang jumlah  huruf, ada yang mengbaginya menjadi lima, dari sudut pandang tentang fungsi atau penerapan ada yang membaginya menjadi dua kategorisasi dan lain-lain sebagainya. Kata tugas tersebut mempunyai ciri yang sama dalam semua bahasa. Ciri yang dimaksud adalah: (1)  tidak dapat berdiri sendiri sebagai kata, (2) keanggotaannya relative tetap, (3) merupakan kelas kata yang bersifat tertutup, dan (4) tidak dapat menempati fungsi-fungsi pokokdalam sebuah kalimat.

Page 5 of 29 | Total Record : 283