cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Auladuna
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
APAKAH SISWA SEKOLAH DASAR PAHAM NILAI-NILAI KEWIRAUSAHAAN ? Sizillia Noranda Mayangsari
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v5i1a6.2018

Abstract

Abstrak Kecakapan hidup yang harus dipelajari anak sejak usia dini salah satunya adalah kewirausahaan. Siswa sekolah dasar adalah siswa dengan usia paling awal untuk mengkontruksi pengetahuannya dalam memahami apa itu kewirausahaan yang nantinya menjadi kecakapan hidup yang diharapkan menjadi pekerjaan di era milenia yang paling diharapkan oleh orang dewasa. Oleh sebab itu, perlu ditekankan dalam penelitian ini adalah pemahaman nilai-nilai kewirausahaan pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan nilai-nilai kewirausahaan yang dipahami oleh siswa sekolah dasar. Penelitian ini mengacu pada data yang berupa hasil wawancara dan observasi pada sekolah yang dijadikan subyek penelitian. Hasil penelitian berupa gambaran deskriptif bagaimana siswa sekolah dasar sudah mengenal nilai-nilai kewirausahaan antara lain percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil resiko, bertanggungjawab, jujur, kerja keras, dapat menjadi pemimpin yang baik, berorientasi ke masa depan, dan keorisinilan. Aplikasi dari nilai-nilai kewirausahaan ini pun sudah terlihat pada aktifitas sehari-hari yang dilakukan di sekolah yang menjadi subyek penelitian ini.Abstract Life skills that the children should be learn from an early age are entrepreneuship. Elementary school students is a students with the earliest age to construct their knowledge to understand what is entrepreneuship which later became the most expected live skills as the work  by adults. Therefore, it should be emphasized in this research is understood the values of entrepreneuship in elementary school students. This research is qualitative desccriptive research with purpose to descrptive values entrepreneuship which understood by elementary school students. This research refers to the data from interviews and observations at school as the subject of research. The result of the research is description how is the elementary school students already recognize values of entrepreneuship as confidence, oriented task n result, dare to the risks, responsible, honest, work hard, good leader, oriented the future and originality. Practice from the values entrepreneuship visible at daily activities on this school as subject of research.
HAK ANAK TERHADAP PENDIDIKAN Syahruddin Usman
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 1 No 2 (2014): Auladuna
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan suasana rumah tangga mawaddah warahmah atau harmonis sebagai wahana lahirnya generasi harapan bangsa dan terlaksananya tanggung jawab orang tua memenuhi hak-hak anaknya dengan baik. Suasana rumah tangga yang harmonis memberi kontribusi positif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab orang tua memenuhi hak-hak anakanaknya. Hak anak terhadap orang tuanya atau tanggung jawab orang tua dalam memenuhi hak anak-anaknya yaitu memberikan nama yang baik berdasarkan petunjuk agama Islam, memberikan pendidikan kesusilaan atau etika, baik etika terhadap Tuhannya, etika terhadap sesamanya, maupun etika terhadap lingkungannya serta mengembangkan kognitif, memberikan berbagai pendidikan keterampilan, memberikan nafkah, dan menikahkannya. Abstract: This paper aims to describe the atmosphere of the mawaddah, peace or harmonious household as a vehicle for a generation as the hope of the nation, and the implementation of the responsibility of parents to fulfill the rights of children. The harmonious atmosphere of a household gives a positive contribution in carrying out the duties and responsibilities of parents to fulfill the rights of their children the right of a child from their parents or the responsibility of fulfilling the rights of their children is giving a good name based on the guide of Islamic teaching, providing better education of morality toward their God, the ethics toward their neighbor, and the ethics toward the environment, developing cognitive domain, providing a variety of educational skills, providing a living, and marrying them. 
PENGARUH BAHASA DAERAH TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA PESERTA DIDIK KELAS 1 SD INPRES MAKI KECAMATAN LAMBA-LEDA KABUPATEN MANGGARAI TIMUR Astuti Rahman
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 2 (2016): December
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas penggunaan bahasa daerah, hasil belajar, dan seberapa besar pengaruh intensitas penggunaan bahasa daerah terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas I1SD Inpres Maki kecamatan Lamba-leda Kabupaten Manggarai Timur. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes lisan dengan menggunakan kata atau kalimat.  Pengolahan data dengan meng­gunakan statistik deskriptif dan inferensial. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah keseluruh peserta didik yang berjumlah 25 orang. Pengujian yang dilakukan dengan menggunakan uji dua sisi dengan tingkat signifikan yang digunakan adalah α 5% atau α = 0,05. Berdasarkan analisis deskriptif, nilai rata-rata intensitas penggunaan bahasa daerah peserta didik mencapai rata-rata 8 dengan presentase 56%. Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik mencapai rata-rata 4,4 dengan presentase 44% masuk dalam kategori sangat rendah. Berdasarkan hasil analisis inferensial diperoleh r hitung = -0,026 < r tabel= 0,396. Dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. Sehingga penggunaan bahasa daerah pada hasil belajar bahasa Indonesia Siswa Kelas 1 SD Inpres Maki menghasilkan pengaruh yang Negatif. Kesimpulannya, penggunaan bahasa daerah terhadap hasil belajar peserta didik kelas 1 SD Inpres Maki menghasilkan pengaruh yang negatif. Hal ini ditandai dengan hasil belajar bahasa Indonesia yang masih tergolong sangat rendah.
GURU: STATUS DAN KEDUDUKANNYA DI SEKOLAH DAN DALAM MASYARAKAT Sulaiman Saat
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 1 No 1 (2014): Auladuna
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Jabatan sebagai guru merupakan jabatan yang menuntut profesionalitas, tidak hanya yang berkaitan dengan tugas pembelajaran, tetapi juga tugastugas kemasyarakatan, tidak hanya yang berkaitan dengan pembelajaran di kelas, tetapi juga di luar kelas. Guru sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih, dan pengevaluasi, membutuhkan profesionalitas. Di masyarakat, guru merupakan panutan dan teladan. Para guru dituntut untuk menjadi pribadi yang patut diteladani dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Dengan demikian, kedudukan guru, baik di sekolah maupun di masyarakat menjadi sangat menentukan, karena merupakan gambaran dari kedudukan yang diembannya.Abstract: The duty of teacher demands professionalism, not only related to learning tasks, but also community tasks, not just related to learning in the classroom, but also outside the classroom. Teachers as educators, teachers, counselors, directors, coaches, and evaluators, requires professionalism. In society, Teacher is a role model and example. Teachers are required to be exemplary in personal and social life. Thus, the position of teachers both at school and in the community to be very decisive, because it is a description of the position to which it aspires. 
PENERAPAN FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (Pesantren dan Madrasah) Mappasiara Mappasiara
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 4 No 2 (2017): DECEMBER
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakManajemen secara umum dapat dipahami sebagai salah satu bidang ilmu yang mencakup dimensi kehidupan individu dan sosial. Dalam institusi pendidikan, penerapan keilmuan manajemen berarti menjalankan program-program pendidikan agar mencapai tujuan yang dicita-citakan secara efektif dan efisien. Pesantren dan madrasah perlu diberdayakan agar berfungsi efektif. Tidak ada jalan lain kecuali meningkatkan kemampuan dan kinerja para pimpinan lembaga pendidikan Islam dari cara kerja yang mengandalkan manajemen yang berorientasi secara rutinitas atau asal jadi, kepada bekerja dengan manajemen efektif yang berorientasi kualitas. Penerapan fungsi-fungsi manajemen pada lembaga pendidikan Islam (pesantren dan madrasah) merupakan intisari lembaga pendidikan Islam. Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh proses belajar mengajar yang baik yang disertai dengan manajemen yang baik pula.AbstractManagement can be understood as one of the areas of science covering the dimensions of individual and social life. In educational institutions, the implementation of science management means running educational programs in order to achieve the goals that aspired effectively and efficiently. Pesantren and madrasahs need to be empowered to function effectively. There is no other way except to improve the capabilities and performance of the leaders of the Islamic educational institutions from the workings that rely on routine or originally oriented management to work with effective, quality-oriented management. Implementation of management functions in Islamic educational institutions (pesantren and madrasah) is the essence of Islamic education institutions. Therefore, the success of education is determined by the process of good teaching and learning which is accompanied by good management as well.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS Andi Dian Angriani; Nursalam Nursalam; Tenri Batari
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v5i1a1.2018

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur dan menilai kualitas pengembangan instrumen tes untuk mengukur kemampuan koneksi matematis siswa SMP di kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan research and development dengan model formative research yang melalui empat tahap, yaitu preliminary, self-evaluation, dan prototyping, serta field. Subjek uji coba pada penelitian ini sebanyak 34 siswa. Hasil yang diperoleh pada uji validitas isi soal dinyatakan valid karena nilai CVR dan CVI yaitu 1 dengan kategori sangat sesuai. Hasil respon siswa memenuhi kriteria tercapai. Reliabilitas instrumen tes dinyatakan reliabel, dimana nilai reliabilitas yaitu 0,75 dengan interpretasi tinggi. Sedangkan dari segi tingkat kesukaran rata-rata skor total yaitu 0,542 dengan kategori sedang. Dari segi daya pembeda rata-rata skor total yaitu 0,45 dengan kategori baik. Selain itu, hasil analisis kemampuan koneksi matematis menggunakan instrumen yang telah dikembangkan diketahui bahwa dari 34 siswa terdapat 3 siswa  (8,82%) yang termasuk dalam kategori memiki tingkat kemampuan koneksi matematis sangat baik, 17 siswa (50%) yang termasuk kategori baik, 11 siswa (32,35%) termasuk kategori cukup, dan 3 siswa (8,82%) termasuk kategori kurang. Rata-rata kemampuan koneksi matematis siswa adalah 52,49 dengan kategori baik karena 51 <  skor total 75. Dengan demikian, instrumen tes kemampuan koneksi matematis yang dikembangkan memenuhi kualitas yang baik.Abstract:             This study aims to determine the development of procedures and quality of test instruments to measure the ability of mathematical connections of students on mathematics subjects in Makassar city. The type of research is research and development with formative research model through (four) stage that is introduction, self evaluation, and prototype, and field test. The subjects of this study were students of junior high school in Makassar city with the number of students. The results obtained on the validity of the content validity test because CVR and CVI is 1 with very appropriate category. Results of student responses meet the criteria achieved. Reliability, 0.6 with high interpretation. Medium in terms of the average level of difficulty the total score is 0.542 with the medium category. In terms of power differentiate the average total score is 0.45 with good category. In addition, the result of mathematical connection ability analysis using the developed instrument is known that from 34 students there are 3 students (8.82%) which included in the category memiki level of excellent mathematical connection ability, 17 students (50%) including good category, 11 students (32.35%) included enough category, and 3 students (8,82%) including less category. The average mathematical connection ability of students is 52.49 with good category because 51 <  total score 75. Thus, the test instrument of mathematical connection ability developed to meet the good quality.
METODE PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN DI SD/MI Andi Halimah
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 1 No 2 (2014): Auladuna
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pada awal-awal peserta didik memasuki lingkungan sekolah, program pembelajaran membaca dan menulis permulaan (MPP) adalah program utama. Dalam pelaksanaan pembelajarannya, dikenal bermacam-macam metode pembelajaran MMP, yakni metode eja, metode bunyi, metode suku kata (silabel), metode kata (lembaga kata), metode global, dan metode SAS. Pembelajaran MMP dengan metode bunyi dan metode eja/abjad/alfabet dimulai dengan pengenalan unsur bahasa terkecil yang tidak bermakna, yakni lambang lambang huruf. Berbekal pengetahuan tentang lambang-lambang huruf meningkat ke pengenalan satuan-satuan bahasa di atasnya, yakni suku kata; lalu menuju pengenalan kata, hingga sampai pada pengenalan kalimat. Pembelajaran MMP terdiri atas pembelajaran membaca permulaan dan pembelajaran menulis permulaan. Pembelajaran membaca permulaan terbagi ke dalam dua tahap, yakni: pembelajaran membaca tanpa buku dan pembelajaran membaca dengan menggunakan buku. Terdapat bermacam variasi pembelajaran membaca permulaan, di antaranya membaca buku pelajaran (buku paket), membaca buku/majalah anak, membaca bacaan susunan bersama guru-siswa, membaca bacaan hasil susunan siswa. Sedangkan pembelajaran menulis permulaan terbagi ke dalam dua tahap, yakni: tahap pengenalan huruf dan pelatihan menulis. Variasi bentuk latihan menulis permulaan, di antaranya latihan pramenulis (memegang pensil dan gerakan tangan), menghubungkan tanda titik-titik, menyalin, menulis halus/indah, dikte/imla, melengkapi tulisan, dan mengarang sederhana. Abstract: In the early days of learners entering the school environment, the beginning reading and writing learning programs is the main program. In conducting the the learning program, there were various learning methods of the beginning reading and writing learning programs, such as the Method of Spelling method, the Method of Sound, the Methods of Syllable, the Global methods, and SAS Methods. The beginning reading and writing learning programs with the sound learning method and spelling method begins with the introduction of the smallest unit of language that are not meaningful, namely the symbols of letters. Then moves to the introduction of the units of language in it, namely the syllables, to the introduction of words, and finally to the introduction of sentences. the beginning reading and writing learning programs consists of learning beginning reading and writing. Beginning reading is divided into two stages, namely learning to read without reading books and learning to read using books. There are a wide varieties of learning beginning reading. They are reading texbooks, reading children books/magazines, reading arrangement text together (teacher and students), student read the arranged passage. While learning beginning writing is divided into two phases, namely phase of literacy and writing practice. Variations of the writing exercises start from the pre writing excercise (holding a pencil and hand movement), connect dot mark, copy, fine writing, dictation, complete sentences and simple composing.
PENDIDIKAN BERBASIS NILAI-NILAI ISLAMI DALAM POLA PENGASUHAN KELUARGA Usmadi Usmadi
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 1 (2016): June
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerkembangan ilmu dan teknologi serta tuntutan kehidupan masyarakat di abad 21 di era digital, menuntut adanya upaya perubahan yang mendayagunakan berbagai sumber daya dalam proses pembelajaran di keluarga.  Tujuan penelitian ini adalah menyiapkan generasi penerus yang sholih dan sholiah, generasi yang jauh dari penyakit masyarakat pada zaman ini. Peningkatan kemampuan orang tua (pendidik) dalam proses pendidikan di keluarga, membutuhkan suatu strategi agar seluruh komponen keluarga (Ayah, Ibu, dan anak-anak) terlibat di dalamnya. Berbagai langkah dan strategi pembaharuan yang dapat dilakukan di antaranya dapat ditempuh melalui pengkajian kembali aturan agama yang telah dihimpun dalam Alqur’an dan Hadits Rasulullah Muhammad Saw. Dalam makalah ini akan diuraikan aturan- aturan dalam agama yang perlu dikembangkan dan diamalkan dalam keluarga seorang muslim dengan harapan dapat mengantarkan orang tua menjadi sokoguru bagi putra-putrinya, sehingga pribadi orang tua tertangkap secara utuh oleh putra-putri mereka sebagai contoh tauladan dalam meniti kehidupan ini.AbstractThe development of science and technology and the demands of people's lives in the 21st century in the digital era, demands a change effort that utilizes various resources in the process of learning in the family. This research aims to preparing the next generation of sholih and sholiah, a generation away from the disease society today. Increasing the ability of parents (educators) in the process of education in the family, requires a strategy for all components of the family (Father, Mother, and children) involved in it. Various steps and renewal strategies that can be done among them can be pursued through the re-examination of religious rules that have been collected in the Qur'an and Hadith Rasulullah Muhammad Saw. In this paper we will describe the rules of religion that need to be developed and practiced in the family of a muslim in the hope of bringing parents into pillars for their sons and daughters, so that the parents' personalities are captured intact by their sons and daughters as exemplary models of life this.
PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIKIH KELAS IA MI AL-ABRAR MAKASSAR Muh. Rapi; Besse Ruhaya
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 1 No 1 (2014): Auladuna
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berjudul pemanfaatan media pembelajaran visual dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Fikih kelas 1A MI Al-Abrar Makassar dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Fikih kelas 1A melalui pemanfaatan media pembelajaran visual. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (action research classroom) yang dilakukan dua siklus, melalui 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data yang diperoleh melalui observasi dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif yang dikuantifikasi untuk menentukan hasil nilai dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar peserta didik terhadap materi pelajaran Fikih setelah menggunakan media pembelajaran visual. Peningkatan motivasi dapat dilihat pada indikator motivasi: (a) bertanya; pada siklus I sebanyak 19 atau 49,99% peserta didik mengalami peningkatan menjadi 26 atau 68,41%, (b) menjawab; pada siklus I sebanyak 20 atau 52,62% meningkat menjadi 29 atau 76,31% pada siklus II, (c) memperhatikan pelajaran; pada siklus I sebanyak 27 atau 71,05% peserta didik meningkat menjadi 32 atau 84,20%, (d) berpartisipasi; pada siklus I sebanyak 22 atau 57,89% menjadi 30 atau 78,94% peserta didik. Setelah menggunakan media pembelajaran visual terjadi peningkatan motivasi secara klasikal dari 57,88% pada siklus I menjadi 76,96% pada siklus II yaitu dengan peningkatan 19,08%.Abstract: This study is about the utilization of visual instructional media in improving learners' learning motivation on Fiqh subjects of class 1A MI Al-Abrar Makassar. The aim of this research is to increase the motivation of learners in class 1A in studying Fiqh through the use of visual learning media. This research is a classroom action research) which performed two cycles, through four phases: planning, implementation, observation and reflection. The data obtained through the observations were analyzed using descriptive qualitative analysis techniques and are quantified to determine the outcome value and percentage. The results showed an increase in the motivation of the learners to the subject after using visual learning media. The increased motivation can be seen from the indicators of motivation: (a) asking questions; in the first cycle,19 or 49.99% of learners has experienced improvement to 26 or 68.41%, (b) answer questions; in the first cycle, 20 or 52.62% students experienced improvement to 29 or 76.31% in the second cycle, (c) paying attention to the lesson; in the first cycle, 27 or 71.05% of learners attention increased to 32 or 84.20%, (d) participation; in the first cycle 22 or 57.89% to 30 learners or 78.94%. After using visual learning media, motivation of the whole increased from 57.88% in the first cycle to 76.96% in the second cycle, namely the increase of 19.08%.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS V SD/MI PADA POKOK BAHASAN SISTEM KOORDINAT Khaeroni Khaeroni; Eva Nopriyani
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v5i1a7.2018

Abstract

AbstrakStruktur pengetahuan matematika dibangun melalui serangkaian konsep-konsep, teori-teori, atau postulat-postulat secara berjenjang. Matematika juga memiliki sifat yang konsisten, sistematis, dan logis. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar matematika. Karena konsep matematika berjenjang, akibatnya siswa kesulitan untuk mempelajari konsep-konsep lanjutannya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan model Miles and Huberman. Contohnya untuk mempelajari materi sistem koordinat, siswa terlebih dahulu harus menguasai konsep satuan dan pengukuran, urutan pada bilangan bulat, dan menggambar garis bilangan baik secara horizontal maupun vertikal. Abstraksi matematika merupakan kesulitan tersendiri yang harus dihadapi siswa dalam mempelajari konsep-konsep matematika. Guru juga dapat mengalami kendala dalam mengajarkan matematika karena sifatnya yang abstrak. Untuk itu perlu diuraikan kesulitan apa saja yang dialami siswa dalam mempelajari materi sistem koordinat agar guru dapat mengajarkan materi serupa dengan pendekatan dan cara yang sesuai dan menemukan cara mengatasi kesulitan belajar matematika dengan pendekatan reflektif.Abstract                The structure of mathematical knowledge is built through a series of concepts, theories, or postulates in hierarchy. Mathematics also has a consistent, systematic, and logic. The fact in field shows that there are students who have difficulty in learning math. Since the tiered of mathematical concepts, students aim a difficulty on learning next concepts. The research approach used is qualitative research with Miles and Huberman model. For example, to study the concept of Coordinate System, students must master the concept of unit and measurement, sequence in integers, etc. The abstraction of mathematics is a difficulty that must be faced by students in learning mathematical concepts. Teachers can also face obstacles in teaching mathematics because of its abstract nature. Therefore, it is necessary to describe the difficulties faced by students in learning the material coordinate system so that teachers can teach similar materials with appropriate approaches and find ways to solve the difficulties of learning mathematics with a reflective approach.

Page 6 of 24 | Total Record : 236