cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2014)" : 42 Documents clear
Gambaran Tekanan Darah pada Pasien Sindrom Koroner Akut di RS Khusus Jantung Sumatera Barat Tahun 2011-2012 Meidiza Ariandiny; Afriwardi Afriwardi; Masrul Syafri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i2.85

Abstract

AbstrakPenyakit jantung koroner merupakan penyakit degeneratif dengan permasalahan yang serius karena prevalensinya yang terus meningkat. Keadaan yang mengkhawatirkan dari penyakit jantung koroner adalah pada fase akut atau disebut dengan sindrom koroner akut. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya sindrom koroner akut adalah tekanan darah yang tinggi yang mengakibatkan pecahnya plak aterosklerotik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran tekanan darah pada pasien sindrom koroner akut di RS Khusus Jantung, Sumatera Barat dan mengetahui jenis hipertensi yang terjadi. Penelitian dilakukan dengan mengambil data sekunder yaitu data tekanan darah awal masuk rumah sakit pada pasien sindrom koroner akut di RS Khusus Jantung, Sumatera Barat pada bulan Maret-April 2013. Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional dengan total sampling. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat. Hasil penelitian dari 145 data ditemukan bahwa hipertensi (tekanan darah tinggi) sebanyak 88 pasien (61%), prehipertensi sebanyak 33 pasien (23%), dan normotensi sebanyak 24 pasien (16%), dengan jenis hipertensi yaitu hipertensi kombinasi sebanyak 53 pasien (60%), hipertensi sistolik sebanyak 20 pasien (23%) dan hipertensi diastolik sebanyak 15 pasien (17%). Kelompok usia yang terbanyak yaitu usia 46-55 tahun (30%) diikuti kelompok usia 66-75 tahun (25%), 56-65 tahun (24%), >76 tahun (10%), 36-45 tahun (0,8%), dan < 35 tahun (0,2%) dengan jenis kelamin laki-laki sebesar 74% dan perempuan sebesar 26%. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah gambaran tekanan darah pada pasien sindrom koroner akut yang terbanyak yaitu hipertensi dengan jenis hipertensi kombinasi. Kelompok usia terbanyak yaitu usia 46-55 tahun dengan jenis kelamin laki-laki.Kata kunci: tekanan darah, hipertensi, sindrom koroner akutAbstractCoronary heart disease is a degenerative disease. It becomes serious because the prevalence continues increase. The worst condition is the acute phase which is called acute coronary syndrome. The high blood pressure is one of the risk factors of acute coronary syndrome because it lead atherosclerotic plaques ruptured. This research aims is to describe the blood pressure and the type of hypertension in patients with acute coronary syndromes in The Heart Hospital, West Sumatera. This research took the secondary data of admission blood pressure in patients hospitalized with acute coronary syndrome in The Heart Hospital, West Sumatera, March - April 2013. This research is an observational descriptive study with a total sampling. Data analysis was performed univariate analysis. The results of 145 data were 88 patients (61%) had hypertension (high blood pressure), 33 patients (23%) were prehypertension, and 24 were normotensive (16%). The type of hypertension were 53 patients with combination hypertension (60%), 20 patients with systolic hypertension (23%) and 15 patients with diastolic hypertension (17%). Based on the age classification of hypertension, found that 46-55 years were 30%, 66-75 years were 25%, 56-65 years were 24%, > 76 years were 10%, 36-45 years were 0.8%, and < 35 years were 0.2%. based on gender classification of hypertension found that male gender were 74% and women were 26%. The conclusion of this research find that the largest blood pressure in patients with acute coronary syndromes is hypertension, the largest type of hypertension is combination hypertension, the largest age classification is 46-55 years, and the largest gender classification is male.Keywords:blood pressure, hypertension, acute coronary syndrome
Uji Bakteriologis Es Batu Rumah Tangga yang digunakan Penjual Minuman di Pasar Lubuk Buaya Kota Padang Basri Hadi; Elizabeth Bahar; Rima Semiarti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i2.44

Abstract

AbstrakEs batu digunakan untuk minuman dan terbuat dari air. Nilai sanitasi dan kehegienisan yang baik suatu minuman/makanan adalah tidak ditemukan adanya kuman E. coli sebagai parameter karena E. coli merupakan flora normal usus yang keluar bersama tinja dimana sebagai sumber infeksi terhadap makanan dan minuman. Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat perlu dilaksanakan berbagai upaya kesehatan termasuk pengawasan kualitas makanan dan minuman. Telah dilakukan penelitian deskriptif dengan menggunakan metoda indeks MPN (Most Propable Number) di bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas bakteriologis es batu Rumah Tangga yang digunakan penjual minuman di pasar Lubuk Buaya kota Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 88,9% sampel es batu Rumah Tangga yang digunakan penjual minuman di pasar Lubuk Buaya kota Padang belum memenuhi syarat kesehatan, dengan angka MPN yang bervariasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sanitasi dan higienis es batu Rumah Tangga yang digunakan penjual minuman di pasar Lubuk Buaya kota Padang terkontaminasi bakteri koliform.Kata kunci: Uji Bakteriologis, Es Batu, MPNAbstractIce cube is widely use for drinks and beverages, it made from water.Good sanitation and hygienic value of a food/drink is determined by the founding of the E. coli germ as a parameter, since the E. coli is a normal flora of the intestine that is secreted together with feces, which is an infection-resulting source on food and drink. In order to improve the health of public, many efforts need to be done, including the monitoring of foods and drinks quality. A descriptive study has been done with index method of MPN (Most Probable Number) in Microbiology section of Medical Faculty Andalas University. This study is aimed to determine the bacteriological qualiti of Ice cube were use by seller drinks at the pasar Lubuk Buaya kota Padang. Result of the study shows that 88,9% sampel of ice cube were use by seller drinks at the pasar Lubuk Buaya kota Padang has not fulfilled the medical conditions yet, with the various number of MPN. From the result, it is concluded that the sanitation and hygienic of ice cube were use by seller drinks at the pasar Lubuk Buaya kota Padang is contaminated by coliform bactery.Keywords:Bacteriological test, ice cube, MPN
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Pencegahan Penularan HIV-AIDS pada Waria di Kota Padang Tahun 2013 Vicca Rahmayani; Akmal M. Hanif; Susila Sastri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i2.99

Abstract

AbstrakKasus HIV/AIDS di Provinsi Sumatera barat sampai Desember 2012 sebanyak 133 kasus positif HIV dan 120 kasus AIDS, jumlah kasus terbesar di kota Padang sebesar 78,94%. Faktor resiko paling banyak melalui hubungan seksual sebesar 32%, dan di antara 40 orang waria penjaja seks dibawah bimbingan LSM APP(Aia Pacah Peduli) dinyatakan 5 waria +HIV. Tujuan penelitian untuk menganalisa hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan penularan HIV-AIDS pada waria di kota Padang. Metode penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah para waria penjaja seks dibawah bimbingan LSM APP Padang. Penentuan jumlah sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 40 waria penjaja seks. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% waria penjaja seks memiliki tindakan yang baik, 70% memiliki pengetahuan yang tinggi, dan 52,5% menunjukkan sikap sedang terhadap pencegahan penularan HIV-AIDS. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa ke dua variabel independen berhubungan secara bermakna dengan variabel dependen (p < 0,05) yaitu variabel pengetahuan (p = 0,040) dan sikap (p = 0,048).Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan, HIV-AIDS, Waria penjaja seksAbstractCases of HIV/AIDS in West Sumatra province until December 2012, is as many as 133 cases of HIV positive and 120 cases of AIDS, with the largest number is occured in Padang city that is 79.3%. The most influenced risk factor is through a sexual relationship amounted to 32%, and among the 40 transvestites sex workers who have been under the guidance of the APP (Aia Pacah Peduli)—an NGO, there are 5 transvestites with +HIV. This research aims to analyze the relationship of knowledge and attitude with the precautions of HIV/AIDS transmission on transvestites in Padang city. Methode of this research is an observational analytic study with cross sectional study approach. Population were all transvestites sex workers (40) who have been under the guidance of the APP (Aia Pacah Peduli)—an NGO that is 40. The amount of this sample is chosen using total sampling. Data analysis uses statistical test of chi-square. The research results showed that 65% of transvestites sex workers take good preventive action, 70% had high knowledge, and 52.5% show that they took sufficient attitude related to prevention of HIV/AIDS transmission. Chi-square test results showed that the two independent variables are significantly correlated with the dependent variable (p < 0,05), that is knowledge variable (p =0,040) and attitude (p =0,048).Keywords: Knowledge, Attitude, Action, HIV/AIDS, Transvestites sex workers
Gambaran Slide Malaria Berdasarkan Sediaan Darah dari Kepulauan Siberut Mentawai Periode Oktober 2011 – Januari 2012 Firdaus, Adeline Sacharissa; Irawati, Nuzulia; Amir, Arni
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i2.35

Abstract

AbstrakMalaria adalah penyakit penting yang saat ini telah menjadi masalah kesehatan dunia dan endemik di 105 negara salah satunya Indonesia. Indonesia memiliki banyak kepulauan yang tersebar salah satunya yaitu Kepulauan Mentawai. Kepulauan Mentawai merupakan daerah endemi malaria yang terdiri atas 4 pulau salah satunya yaitu Kepulauan Siberut Mentawai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Insiden kejadian malaria di Kepulauan Siberut Mentawai periode Oktober 2012 – Januari 2012. Desain penelitian yaitu deskriptif dan observational. Sediaan darah yang berasal dari Puskesmas Muara Siberut Kepulauan Siberut Mentawai dikirim ke Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas untuk diperiksa. Penelitian dilakukan dengan cara pemeriksaan secara mikroskopik sediaan darah tebal dan tipis dari sampel darah tepi yang telah dipulas dengan pewarnaan Giemsa untuk mengetahui berapa insiden kejadian malaria, distribusi malaria menurut jenis kelamin, distribusi malaria menurut jenis plasmodium dan Parasite Count. Seluruh Sediaan darah berjumlah 106 sediaan darah dan 32 diantaranya positif malaria. Berdasarkan jenis kelamin ditemukan pada perempuan 17 sediaan darah dan laki-laki sebanyak 15 sediaan darah. jenis Plasmodium yang ditemukan adalah Plasmodium falciparum sebanyak 20 sediaan darah dan Plasmodium vivax sebanyak 12 sediaan darah. Menurut parasite count 14 sediaan darah diantaranya merupakan infeksi ringan dan 6 sediaan darah lainnya merupakan infeksi berat. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) kejadian positif malaria ditemukan sebanyak 30,2%, (2) Insiden kejadian malaria lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki, (3) Hanya ditemukan jenis Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax pada penelitian, (4) Derajat infeksi ringan kejadiannya lebih tinggi dibandingkan infeksi berat.Kata kunci: Malaria, Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Parasit countAbstractMalaria is an important disease that has become a global health problem endemic in 105 countries and one of them is Indonesia. Indonesia has many islands scattered one of which is the Mentawai Islands. Mentawai Islands is a malaria endemic area consisting of 4 islands, one of which is Siberut Mentawai Islands. The purpose of this study was to determine the incidence of malaria in Siberut Mentawai Islands, the period is between October 2012 - January 2012. The research design is descriptif and observational. Blood clots from Puskesmas Muara Siberut in Mentawai Islands are sent to the Laboratory of Parasitology, Faculty of Medicine Andalas University to be checked. Research done by microscopic examination of thick and thin blood preparations from peripheral blood samples that had been daubed with Giemsa staining to determine how the incidence, distribution of malaria by sex, distribution of malaria by species and Parasite Count. Whole blood preparations amounted to 106 blood and 32 of them are positive malaria. By sex found blood clots in women 17 and men as much as 15 blood clots. There are 2 plasmodium pieces that founded, 20 blood clots for Plasmodium falciparum and 12 blood clots for Plasmodium vivax. According parasite count, 14 blood clots are low infection and 6 other are severe infection. The conclusion of this study are (1) Positive malaria incidence is 30,2%, (2) The incidence of malaria is more in women than men, (3) There are only 2 species, Plasmodium falciparum and Plasmodium vivax on research, (4) low infection has higher incidence rates than severe infection.Keywords:Malaria, Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Parasit count
Hubungan Status Gizi dengan Status Sosial Ekonomi Keluarga Murid Sekolah Dasar di Daerah Pusat dan Pinggiran Kota Padang Lisbet Rimelfhi Sebataraja, Lisbet Rimelfhi Sebataraja; Fadil Oenzil; Asterina Asterina
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i2.81

Abstract

AbstrakStatus gizi anak secara tidak langsung berkaitan dengan faktor sosial ekonomi keluarga. Jika status sosial ekonomi rendah maka kebutuhan makanan keluarga akan kurang terpenuhi sehingga anak akan memiliki status gizi kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dan status sosial ekonomi keluarga murid SD di pusat dan pinggiran kota Padang. Suatu penelitian analitik secara cross sectional telah dilakukan terhadap 220 orang murid di SDN 08 Alang Lawas sebagai perwakilan SD di pusat kota Padang dan SDN 36 Koto Panjang sebagai perwakilan SD di pinggiran kota Padang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner, pengukuran tinggi, dan berat badan anak. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan status gizi murid SD di pusat kota dengan tingkat sosial ekonomi baik sebesar 84,2% status gizi baik dan 6% status gizi kurang, sedangkan keluarga dengan tingkat sosial ekonomi rendah didapatkan 15,7% status gizi baik dan 0% status gizi kurang. Pada daerah pinggiran kota dengan status ekonomi baik didapatkan 15,8% status gizi baik dan 64,7% status gizi kurang, sedangkan pada keluarga dengan status ekonomi rendah didapatkan 84,3% status gizi baik dan 100% status gizi kurang. Dari uji Chi-Square didapatkan nilai pearson Chi-Square (x2) = 71.004 lebih besar dari nilai x2 tabel = 7,815 dan nilai probabilitas (p) = 0,000 lebih kecil dari nilai probabilitas yang bermakna yaitu p < 0,05 berarti terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan status sosial ekonomi keluarga murid SD di pusat dan pinggiran kota Padang. Status gizi anak juga berhubungan dengan tingkat ekonomi keluarga, tingkat pendidikan ayah dan ibu serta jumlah anak dalam keluarga.Kata kunci: Status Gizi, Status Sosial Ekonomi, Pusat Kota, Pinggiran KotaAbstractNutritional status of children is indirectly related to socioeconomic factors. If the low socioeconomic status family meals needs will not fulfilled so that the child will have malnutrition status. The purpose of this study was to determine the relationship of nutritional status and family socioeconomic status elementary students in the center and suburbs of Padang. An analytic study is cross-sectional was conducted on 220 students at SDN 08 Alang Lawas as representatives elementary in the city center of Padang and SDN 36 Koto Panjang as a representative elementary school on the in the suburbs of Padang. Data collection was conducted through questionnaires and measurements of height and weight of children. Data analysis was done using Chi-Square test statistics. The results were obtained nutritional status in the city center with good socioeconomic level of 84.2% obtained a good nutritional status and 6% malnutrition, while families with lower socioeconomic levels obtained 15.7% of good nutritional status and 0% malnutrition. In the suburban areas with good economic status of 15.8% obtained a good nutritional status and 64.7% malnutrition status, while in families with low socioeconomic status obtained 84.3% a good nutritional status and 100% malnutrition. Of the Chi-Square test obtained value Pearson Chi-Square (x2) = 71 004 is greater than the table value x2 = 7.815 and the probability value (p) = 0.000 is smaller than the value that is meaningful probability p < 0.05 means that there is a significant relationship between the nutritional status of the family's socioeconomic status elementary students in the center and suburbs the city of Padang. Nutritional status associated with Economic level of families, father and mother's education level and number of children in families.Keywords:Nutritional Status, Socioeconomic Status, The City Center, Suburbs
Penerimaan Ibu yang Memiliki Anak Retardasi Mental di SLB YPAC Padang Faraznasia Benny; Adnil Edwin Nurdin; Eva Chundrayetti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i2.72

Abstract

AbstrakPenerimaan merupakan sikap seseorang yang menerima orang lain apa adanya secara keseluruhan, tanpa disertai persyaratan ataupun penilaian. Apabila dalam keluarga terutama pada ibu ada penerimaan, maka dapat membantu dalam pengasuhan dan akan mendukung perkembangan anak. Namun tidak mudah bagi seorang ibu untuk dapat menerima begitu saja kondisi anaknya.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerimaan ibu terhadap anaknya yang mengalami gangguan retardasi mental, faktor-faktor yang menyebabkan penerimaan serta gambaran retardasi mental secara pendekatan kualitatif dalam bentuk eksplorasi. Subyek penelitian ini adalah tiga orang ibu yang memiliki anak yang mengalami gangguan retardasi mental. Dalam penelitian ini digunakan teknik wawancara semi terstruktur. Berdasarkan hasil penelitian secara umum, satu dari tiga orang subyek penelitian dapat dikatakan telah menerima anaknya dengan baik, hal ini terlihat dari sikap subyek yang telah memenuhi keseluruhan aspek penerimaan ibu terhadap anak yaitu kecemasan yang minimal terhadap kehadiran anak, pembelaan diri yang minimal atas keterbatasan anak, dan tidak adanya penolakan. Disamping itu kedua subyek tersebut juga memperlihatkan adanya kontrol terhadap perkembangan anak, memberikan tekanan atas kemampuan anak, komunikasi yang hangat, pengasuhan yang baik, adanya sikap menghargai dan penlaian yang positif terhadap anak, juga pengenalan atas kebutuhan anak dalam pengembangan kemandirian anak. Namun pada dasarnya seluruh subyek dapat memenuhi aspek yang terkait dengan pengasuhan, dan tidak adanya penolakan yang terlihat dari ibu. Gambaran retardasi mental yang dialami anak subyek dapat dikatakan terlihat jelas dari bentuk fisik. Kondisi keterbelakangan mental anak dari subyek A, B, dan C terlihat tidak terlalu parah. Faktor yang paling menonjol dalam penerimaan dari ketiga subyek adalah faktor agama, dimana seluruh subyek menyatakan dapat menerima kondisi anak setelah menyerahkan seluruhnya kepada Tuhan.Kata kunci: Penerimaan Ibu, Retardasi Mental, AnakAbstractThe acceptance is an attitude of someone who accepts other people as they are as they are whole, without any requirements or assessment. When a family, especially the mother has reception, then it can assist in education and support the development of children. But it is not easy for a mother to be able to take for granted of her child condition. The aim of this study was to obtain an acceptance overview of the mother whose children suffered mental retardation disorder, the factors led to the acceptance as well as an overview of mental retardation by a qualitative approach in the form of exploration. The subjects were three mothers whose children with mental retardation disorders. This study used semi-structured interview techniques. Based on the results of general research, two of the three research subjects can be said that they have accepted their children well, as seen from the attitude of the subject who has fulfilled all aspects of the mothers' acceptance to their children are the minimal anxiety to the presence of the children, a minimal self-defense about the limitations of the children, and the absence of rejection. Besides, these two subjects also showed that the control of the development of the children, pressure giving on the children’s ability, warm communication, good parenting, respection and a positive judgement against children, also a recognition of the children’s needs in the development of the children’s independence. But basically the whole subject can fulfill aspects associated with caregiving, and the absence of a rejection seen on the mother.The overview of mental retardation suffered by the subject children can be said is obvious from the physical form. Mental retardation of the childrens' condition subjects A, B, and C are not too severe. The most prominent factor in the acceptance of the three subjects is the religion factor, where the whole subjects state can accept the childrens' condition after the completely submission to the God.Keywords:Mother Acceptance, Mental Retardation, Children
Penatalaksanaan Tuberkulosis Laring Novialdi Novialdi; Seres Triola
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i2.104

Abstract

AbstrakTuberkulosis laring merupakan salah satu tuberkulosis ekstrapulmonal yang disebabkan oleh kuman mikobakterium tuberkulosis. Tuberkulosis masih menjadi masalah nasional di negara kita dengan prevalensi yang cukup tinggi.Anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, diperlukan dalam menegakkan diagnosis tuberkulosis laring. Pemeriksaan histopatologi laring masih menjadi standar baku emas dalam menegakkan diagnosis pasti tuberkulosis laring. Diagnosis yang benar dan penatalaksanaan yang tepat bertujuan untuk mengatasi gejala klinis dan memutus rantai penularan dari kuman mikobakterium tuberkulosis.Dilaporkan satu kasus wanita usia 34 tahun dari hasil pemeriksaan histopatologi laring didapatkan suatu gambaran tuberkulosis laring dan ditatalaksana dengan pemberian obat anti tuberkulosis.Kata kunci: Tuberkulosis ekstrapulmonal, tuberkulosis laring, mikobakterium tuberkulosis, obat anti tuberkulosisAbstractLaryngeal tuberculosis is one of extrapulmonary tuberculosis caused by the micobacterium tuberculosis. Tuberculosis remains a national problem in our country with a high prevalence rate. Anamnesis, physical examination, and other supporting examinations, are necessary to confirm a diagnosis of laryngeal tuberculosis. Histopathological examination of the larynx is still the gold standard in establishing a diagnosis of laryngeal tuberculosis. Correct diagnosis and appropriate treatment aims to overcome the clinical symptoms and break the transmission of micobacterium tuberculosis. Reported a case of 20 years old woman whom the results of histopathological examination of the larynx obtained a symptom of laryngeal tuberculosis and treated by administration of anti tuberculosis drugs.Keywords:Extrapulmonary tuberculosis, laryngeal tuberculosis, mycobacterium, tuberculosis, anti tuberculosis drug
Hubungan Pemakaian Fenobarbital Rutin dan Tidak Rutin Pada Anak Kejang Demam dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Sara Fadila; Nadjmir Nadjmir; Rahmatini Rahmatini
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i2.95

Abstract

AbstrakKejang demam akan berulang 62,2% serta memiliki tingkat kejadian epilepsi 2-5%. Oleh karena itu dibutuhkan pengobatan yang adekuat untuk mencegah terjadi kejang demam dengan pemberian fenobarbital rutin setiap hari selama 1-2 tahun. Efek samping fenobarbital yaitu hiperaktifitas, iritabilitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemakaian fenobarbital rutin dan tidak rutin pada anak kejang demam dengan ADHD. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain cross sectional yang dilakukan pada 32 orang sampel, terdiri dari 16 penderita kejang demam yang mengonsumsi fenobarbital rutin dan 16 penderita kejang demam yang mengonsumsi fenobarbital tidak rutin. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara berdasarkan kuisioner SPPAHI dan diolah dengan uji statistik chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan (1) Anak kejang demam bertempat tinggal di kota Padang yang memakai fenobarbital di RSUP Dr. M. Djamil Padang adalah 134 orang (2) kejadian ADHD lebih banyak terjadi pada anak kejang demam yang rutin memakai fenobarbital dan secara statistik terdapat hubungan yang bermakna (p value<0,05) (3) kejadian ADHD lebih banyak terjadi pada anak kejang demam yang rmemakai fenobarbital >1 tahun dan secara statistik terdapat hubungan yang bermakna (p value<0,05). Dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pemakaian fenobarbital rutin dan tidak rutin pada anak kejang demam dengan ADHD.Kata kunci: Fenobarbital, kejang demam, ADHDAbstractRecurrent febrile seizures will have a rate of 62.2% and 2-5% incidence of epilepsy. Therefore, it needs adequate treatment to prevent febrile seizures with phenobarbital administration routine every day for 1-2 years. Phenobarbital side effects are hyperactivity, irritability. The purpose of this study to determine the correlation of the use of continous and uncontinous phenobarbital in febrile seizures children with ADHD. This research using observational analytic cross sectional design performed on 32 samples, consisting of 16 patients with febrile seizures regularly taking phenobarbital daily and 16 patients with febrile seizures do not routinely taking phenobarbital. This study is based on interviews conducted with questionnaires SPPAHI and processed with statistical chi-square test with a confidence level of 95%.The results showed (1)Children of febrile seizures residing in the city of Padang who taking phenobarbital in Dr. M. Djamil Padang is 134 people (2)the incidence of ADHD is more common in children whose continous taking phenobarbital and there is a statistically significant relationship (p value <0.05) (3) incidence of ADHD is more common in children whose taking phenobarbital >1 year and there is a statistically significant relationship (p value <0.05)The conclusion of this study that there is a significant association between the use of continous and uncontinous phenobarbital in febrile seizures children with ADHD.Keywords: Phenobarbital, febrile seizure, ADHD
Hubungan Karakteristik Penderita dengan Gambaran Sitopatologi pada Kasus Karsinoma Paru yang Dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang Metha Arsilita Hulma; Masrul Basyar; Henny Mulyani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i2.86

Abstract

AbstrakKarsinoma paru merupakan tumor ganas epitel primer saluran nafas terutama bronkus yang dapat menginvasi struktur jaringan di sekitarnya dan berpotensi menyebar ke seluruh tubuh. Karakteristik penderita karsinoma paru dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya jenis kelamin, usia, status sosial ekonomi, kebiasaan merokok, dan gambaran sitopatologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi penderita karsinoma paru serta melihat hubungan antara karakteristik penderita dengan gambaran sitopatologi. Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross-sectional pada 128 penderita. Data yang digunakan adalah data sekunder dari laboratorium Patologi Anatomi dan Instalasi Rekam Medik. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan penderita karsinoma paru sebagian besar laki-laki (71,1%), kelompok usia > 40 tahun (85,2%), berlatar belakang pendidikan dasar (49,2%), memiliki pekerjaan yang terpapar karsinogen (53,9%), frekuensi terbesar pada penderita dengan Indeks Brikman berat (49,2%), merupakan perokok aktif (66,4%), dan jenis sel terbanyak adalah adenocarcinoma (47,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin dan riwayat merokok dengan gambaran sitopatologi (p=0,022 dan p=0,000). Selain itu, tidak terdapat hubungan antara usia, latar belakang pendidikan, jenis pekerjaan, dan derajat berat merokok dengan gambaran sitopatologi (p=0,812; p=0,498; p=0,931; dan p=0,054).Kata kunci: karsinoma paru, gambaran sitopatologi, karakteristik penderitaAbstractLung carcinoma is a malignant epithelial tumors in airway, especially primary bronchial that can invade surrounding tissue and potentially spread throughout the body. Characteristics of patient with lung carcinoma are influenced by various factors, including sex, age, socioeconomic status, smoking habits, and cytopathology overview. This study aimed to evaluate the distribution of patients with lung carcinoma and assess the relationship between the characteristics of patient with cytopathology overview. This study was descriptive analytical using cross-sectional study in 128 patients. We used secondary data derived from the Anatomic Pathology laboratory and the Medical Record Department. The data were analyzed by chi-square test. Results of univariate analysis showed patients with lung carcinoma mostly are male (71.1%), > 40 years age group (85.2%), background in basic educated people (49.2 %), had occupation contacted carcinogenic compound (53,9%), the greatest frequency was found in patients with severe Brikman Index (49.2%), active smokers (66.4%), and most of cytopathology cell type are adenocarcinoma (47.7 %). Results of bivariate analysis showed there are significant relationship between sex and smoking history with the overview of cytopathology (p=0,022 dan p=0,000). In addition, there are no significant relationship between age, educational background, occupational history, and the degree of smoking with the overview of cytopathology (p=0,812; p=0,498; p=0,931; dan p=0,054).Keywords: lung carcinoma, cytopathology overview, characteristics of the patient
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kadar Nitric Oxide (NO) Plasma pada Masyarakat di Kota Padang Ghozi Natul Isral; Afriwardi Afriwardi; Delmi Sulastri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i2.77

Abstract

AbstrakNitric oxide merupakan faktor relaksan yang disentesis oleh endotel pembuluh darah yang kadarnya dapat dipengaruhi oleh aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kadar NO plasma pada masyarakat di kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian dengan data sekunder dari penelitian Delmi Sulastri dkk dalam “Pengaruh Asupan Antioksidan terhadap ekspresi Gen eNOS3 pada penderita Hipertensi Etnik Minangkabau”. Subyek penelitian adalah semua responden penelitian Delmi Sulastri dkk dalam “Pengaruh Asupan Antioksidan terhadap ekspresi Gen eNOS3 pada Penderita Hipertensi Etnik Minangkabau” berjumlah 130 orang yang dinilai aktivitas fisiknya dengan menggunakan kuisioner Baecke dkk. dan dilakukan pemeriksaan kadar NO plasma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik ringan dan NO plasma rendah dengan dengan rerata 26,3±15,2 μmol/L. Dari analisis data didapatkan bahwa responden dengan aktivitas fisik ringan lebih banyak memiliki kadar NO plasma rendah (61,7%) dibandingkan kadar NO plasma normal (38,3%). Dari analisis statistik uji Chi-Square didapatkan nilai p = 0,007 yang berarti terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan kadar NO plasma (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar masyarakat di kota Padang memiliki tingkat aktivitas fisik ringan dan kadar NO plasma rendah. Dari uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan kadar NO plasma pada masyarakat di kota Padang.Kata kunci: Aktivitas fisik, NOAbstractNitric oxide is relaxan factor that is synthesized by endothelial cell of blood vessel. From previous research showed that plasma NO level influenced by physical activity. The purpose of this study is to know correlation between physical activity with plasma NO level to Padang city people. The research is a research with secondary data by Delmi Sulastri et al., in “The Influence Of Antioksidan Intake to eNOS3 Gene Ekspression In Hypertension Patients In Minangkabau Ethnicity”. Participant of this research is all participant of Delmi Sulastri et al. research in “The Influence Of Antioksidan Intake to eNOS3 Gene Ekspression In Hypertension Patients In Minangkabau Ethnicity” with 130 participant. All participant were observed their physical activity using Baecke et al. quitionaire and were examined plasma NO level. Result of this study showed that most of responden have low physical activity level and low NO plasma level,with mean 26,3±15,2 μmol/L. From data analysis shows that subject with mild physical activity more had low plasma NO level (61,7%) than normal plasma NO level (38,3%). Then, from data analysis with Chi-Square test, found p value = 0,007. It mean, there is significant correlation between physical activity with NO plasma level (p<0.05). The summary of this study is most of Padang city people have mild physical activity level and low NO plasma level. From data statistics analysis showed that there is significant correlation betweeen physical activity with NO plasma level to people in Padang city.Keywords:Physical activity, NO

Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue