cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015)" : 52 Documents clear
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Padang Rona Firmana Putri; Delmi Sulastri; Yuniar Lestari
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i1.231

Abstract

AbstrakStatus gizi anak balita salah satunya dipengaruhi oleh faktor kondisi sosial ekonomi, antara lain pendidikan ibu, pekerjaan ibu, jumlah anak, pengetahuan dan pola asuh ibu serta kondisi ekonomi orang tua secara keseluruhan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan kondisi sosial ekonomi keluarga terhadap status gizi anak balita. Penelitian ini adalah survei analitik menggunakan desain cross sectional study dengan jumlah sampel 227 orang yang terdiri dari anak balita dan ibu balita di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Padang. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diisi oleh ibu balita yang kemudian di analisis secara bivariat dan multivariat. Berdasarkan analisis bivariat didapatkan pendidikan ibu (p=0,022), pekerjaan ibu (p=0,000), pendapatan keluarga (p=0,012), jumlah anak (p=0,008) dan pola asuh ibu (p=0,000). Sementara dari analisis multivariat didapatkan pendidikan ibu (p=0,004; OR=2,594; CI95%=1,356-4,963), pekerjaan ibu (p=0,000; OR=74,769; CI95%=24,141-231,577), pendapatan keluarga (p=0,013; OR=3,058; CI95%=1,246-7,4) dan pola asuh ibu (p=0,000; OR=15,862; CI95%=5,973-42,128). Analisis bivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, jumlah anak dan pola asuh ibu dengan status gizi anak balita. Berdasarkan hasil analisis multivariat faktor pekerjaan ibu merupakan faktor yang paling berhubungan dengan status gizi anak balita.Kata kunci: status gizi, anak balita, faktor sosial ekonomiAbstractNutritional status of children under five years has affected by a political and socio-economic condition factors, among others, maternal education, maternal occupation, number of children, maternal knowledge and parenting also parents' economic conditions as a whole. This research is conduct to determine whether there is a relationship between the socio-economic conditions of families on the nutritional status of children under five.This research is a analytic survey using a cross sectional study design with the number of samples are 227 people consisting of children under five and the mothers in the working areas Puskesmas Nanggalo Padang. Data were collected through questionnaires which is completed by mothers whose later been analyzed in bivariate and multivariateBased on bivariate analysis we can get the maternal education (p = 0.022), maternal occupation (p = 0.000), household income (p = 0.012), number of children (p = 0.008) and maternal parenting (p = 0.000). While the multivariate analysis obtained from the maternal education (p = 0.004; OR = 2.594; CI95% = 1.356 to 4.963), maternal occupation (p = 0.000; OR = 74.769; CI95% = 24.141 to 231.577), household income (p = 0.013; OR = 3.058; CI95% = 1.246 to 7.4) and maternal parenting (p = 0.000; OR = 15.862; CI95% = 5.973 to 42.128).Bivariate analysis showed that there is a relationship between maternal education, maternal occupation, family income, number of children and parenting mothers with a nutritional status of children under five. Based on the results of the multivariate analysis, maternal occupation is the most associated factor with nutritional status of children under five.Keywords: Nutritional Status, Children Under Five, Socio-economic Factor
Pengaruh Kompres Panas dan Dingin terhadap Penurunan Nyeri Kala I Fase Aktif Persalinan Fisiologis Ibu Primipara Mutia Felina; Masrul Masrul; Detty Iryani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i1.190

Abstract

AbstrakPersalinan adalah peristiwa fisiologis dalam setiap perkembangan seorang wanita menjadi ibu.Peristiwa ini dapat menimbulkan trauma karena nyeri yang dialaminya.Beberapa ibu bahkan memilih untuk melahirkan secara sectio caesareatanpa indikasi medis untuk menghindari nyeri tersebut. Terapi kompres panas dan dingin merupakan salah satu metode non farmakologis untuk mengatasi nyeri.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres panas dan dingin terhadap penurunan nyeri kala I fase aktif persalinan fisiologis ibu primipara. Jenis penelitian ini yaitu eksperimental dengan rancangan One Group Pretest Postest. Penelitian dilaksanakan di BPS Bunda dan BPS Rita Bukittinggi tanggal 26 Maret s/d 26 Mei 2014.Populasi penelitian ini adalah ibu primipara inpartu kala I fase aktif menggunakan tekhnik Non Probability Sampling dengan metode sampel Consecutive Sampling. Dari hasil penelitian diperoleh rerata derajat nyeri sebelum kompres panas adalah 7,29±1,102 dan sebelum kompres dingin adalah 7,33±1,238. Rerata derajat nyeri setelah kompres panas adalah 4,95±1,244 dan setelah kompres dingin adalah 3,90±0,889. Tidak terdapat perbedaan rerata derajat nyeri sebelum kompres panas dandingin p = 0,896. Terdapat perbedaan rerata derajat nyeri setelah kompres panas dan dingin p = 0,003. Terdapat perbedaan selisih derajat nyeri kompres panas dan dingin p = 0,001. Dapat disimpulkan terdapat perbedaan pengaruh pemberian kompres panas dan dingin terhadap penurunan nyeri persalinan.Kata kunci: kompres panas, kompres dingin, nyeri persalinanAbstractChildbirth is a physiologic process that happened in each woman’s development to be a mother. This process may cause trauma because of the pain. Even, some mother choose sectio caesarea without medical implication as a labor choice.Hot and cold compress therapy is one of non-pharmacological approach to reduce pain. The objective of this study was to determine the difference of the effect of hot and cold compress pain relief during active first stage of physiologic labor in primiparous women.This is an experimental study with one group pretest posttest design. This study takes places in BPS Bunda and BPS Rita in Bukittinggi from 26th of March till 26th of May, 2014. The population of this study was inpartu primiparous women in active first stage of labor using non probability sampling and consecutive sampling method.The result of this study are mean rate of the pain before hot compress are 7.29±1.102 and before cold compress are 7.33±1.238. Mean rate of the pain after hot compress are 4.95±1.244 and after cold compress are 3.90±0.889. There is no differences of the pain during labor before hot and cold compress p=0.896. There is differences of the pain during labor after hot and cold compress p=0,003. There is differences of the pain deviation in hot compress and cold compress p=0.001. We conclude that there is the difference of the effect of hot and cold compress on pain relief during labor.Keywords: hot compress, cold compress, pain during labor
Daya Hambat Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica) yang Diambil di Batusangkar terhadap Pertumbuhan Kuman Vibrio cholerae secara In Vitro Nelvita Sari Ramadhan; Roslaili Rasyid; Elmatris Syamsir
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i1.222

Abstract

AbstrakPegagan (Centella asiatica) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat. Salah satu manfaat yang bisa didapatkan dari pegagan (Centella asiatica) adalah antibakterinya. Manfaat antibakterinya didapatkan karena pegagan (Centella asiatica) mengandung zat antibakteri, diantaranya adalah saponin, tannin, alkaloid, dan flavonoid. Telah dilakukan penelitian tentang daya hambat ekstrak pegagan (Centella asiatica) terhadap pertumbuhan Vibrio cholerae secara in vitro, dengan tujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak pegagan (Centella asiatica) terhadap pertumbuhan Vibrio cholera secara in vitro. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental laboratorium dengan metode difusi (cakram), pada berbagai konsentrasi yaitu 5%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, dan100%, di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Hasil penelitian didapatkan bahwa ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) yang diambil di daerah Batusangkar, ternyata tidak dapat menghambat pertumbuhan kuman Vibrio cholerae secara in vitro, sedangkan tetrasiklin yang digunakan sebagai kontrol positif memberikan daya hambat yang baik terhadap pertumbuhan Vibrio cholera, dengan zona hambat 16,3 mm. Ada atau tidaknya daya hambat ekstrak pegagan (Centella asiatica) terhadap pertumbuhan Vibrio cholerae dalam penelitian ini bisa dipengaruhi oleh jenis bakteri yang digunakan, metode pembuatan ekstrak yang dipakai, dan sumber daun pegagan yang digunakan dalam penelitian.Kata kunci: efek antibakteri, ekstrak daun pegagan (Centella asiatica), Vibrio choleraeAbstractCentella asiatica is one of the plants used as medicine. One of the benefits that can be obtained from Centella asiatica is an antibacterial effect. Antibacterial effect obtained as Centella asiatica contains anti-bacterial substances, such as saponins, tannins, alkaloids, and flavonoids. This study was conducted to determine the inhibition of extracts of Centella asiatica on the growth of Vibrio cholerae in vitro. The study was conducted with laboratory experimental method with diffusion method (disc), at various concentrations of 5%,10%, 20%, 30%, 40%, 50%, and 100%, in the Laboratory of Microbiology, Faculty of Medicine, University of Andalas. The results showed that extractof Centella asiatica were taken in Batusangkar, did not inhibit the growth of Vibrio cholerae in vitro, whereas tetracycline is used as a positive control gave good inhibition of the growth of Vibrio cholerae, the inhibition zone16, 3mm. Factors influencing the presence or absence of inhibition of Centella asiatica on extracts the growth of Vibrio cholerae, among others, is a type of bacteria used, the method of making the extract used, and the source of Centella asiatica leaves are used in research.Keywords:antibacterial effects, Centella asiatica extract, Vibrio cholerae
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Ketahanan Kardiorespirasi, Kekuatan dan Ketahanan Otot dan Fleksibilitas pada Mahasiswa Laki-Laki Jurusan Pendidikan Dokter Universitas Andalas Angkatan 2013 Haslan Muhaimin Lubis; Delmi Sulastri; Afriwardi Afriwardi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i1.213

Abstract

AbstrakKomponen kebugaran jasmani yang berhubungan dengan kesahatan adalah ketahanan kardiorespirasi, komposisi tubuh yang dinilai dengan Indek Massa Tubuh (IMT), kekuatan dan ketahanan otot dan fleksibilitas. Kebugaran jasmani bersifat individual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan ketahanan kardiorespirasi, kekuatan dan ketahanan otot, dan fleksibilitas. Penelitian dilakukan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang pada bulan Nopember - Desember 2013. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik menggunakan desain cross sectional study dengan jumlah 72 orang. Ketahanan kardiorespirasi didapat dengan menghitung nilai VO2maks menggunakan tes ergometer sepeda metode Astrand 6 minute cycle test. Dilakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Kekuatan otot dinilai dengan hand dynamometer dan back strength dynamometer, ketahanan otot dinilai dengan bent leg sit-up dan fleksibilitas dinilai dengan sit and reach test, trunk extension, dan shoulder lift. Hasil pengukuran rerata IMT 22,08 ± 4,55, VO2maks 35,27 ± 2,25, grip strength kanan 32,44 ± 7,04, grip strength kiri 30,31 ± 7,2, back strength 100,9 ± 19,43, bent leg sit-up 29,29 ± 8,43 dalam 1 menit, sit and reach test 4,61 ± 2,61, trunk extension 29,21 ± 10,01, dan shoulder lift 38,06 ± 9,5.Kata kunci: BMI, VO2 maks, IMT, kekuatan dan ketahanan otot, fleksibilitasAbstractThe component of physical fitness which related to health are cardiorespiratory endurance, body composition (Body Mass Index/BMI), muscle strength and endurance, and flexibility. The objective of this research was to determine the relationship between BMI with cardiorespiratory endurance, muscle strength and endurance, and flexibility. This research has been done on male students of Medical Faculty of Andalas University on November – January 2013. This was a study observational analitic using design cross sectional study by the number of 72 people. Cardiorespiratory endurance obtained by calculating the value of bycycle ergometer test using VO2maks method astrand 6 minute cycle test, conducted measurement of height and weight, muscle strength is graded with a hand dynamometer and back strength dynamometer, muscle endurance is assessed with the bent leg sit-up, and flexibility with the sit and reach test, trunk extension, and shoulder lift. Data were analyzed by using SPSS. The result showed average body mass index 22,08 ± 4,55, VO2 max 35,27 ±2,25, right grip strength 32,44 ±7,04, left grip strength 30,31 ± 7,2, back strength 100,9 ±19,43, bent leg sit-up 29,29 ±8,43 in one minute, sit and reach test 4,61 ± 2,61, trunk extension 29,21 ±10,01, and shoulder lift 38,06 ±9,5.Keywords: BMI, VO2 maks, muscle strength and endurance, flexibility.
Kasus Serial : Aspirasi Peluit pada Anak Aci Mayang Sari; Fachzi Fitri; Novialdi Novialdi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i1.239

Abstract

AbstrakKasus aspirasi benda asing selalu memberikan tantangan bagi dokter spesialis Telinga Hidung TenggorokKepala dan Leher (THT-KL). Aspirasi benda asing lebih sering terjadi pada anak-anak khususnya pada umur 1-3tahun dan jarang terjadi pada dewasa. Aspirasi peluit pada anak merupakan kasus yang banyak terjadi pada golonganbenda asing anorganik. Untuk menegakkan diagnosis aspirasi benda asing diperlukan ketajaman anamnesis,pemeriksaan fisik dan hasil radiografi. Bronkoskopi merupakan teknik yang digunakan sebagai alat diagnostik danterapeutik pada kasus aspirasi benda asing. Kasus aspirasi peluit pada tiga orang anak (2 laki-laki dan 1 perempuan)telah dilaporkan dan ditatalaksana menggunakan teknik bronkoskopi kaku.Kata kunci: Aspirasi benda asing, benda asing peluit, bronkoskopiAbstractForeign body aspiration continues to provide challenges for otorhinolaryngologists. Foreign body aspiration ismore common in children, especially at the age of 1-3 years and rarely occurs in adults. Whistle aspiration in childrenis a case that occurs in many inorganic foreign body type. The diagnosis of foreign body aspiration based ondiscernment anamnesis, physical examination and radiographic results. Bronchoscopy is a technique that is used as adiagnostic and therapeutic tool in cases of foreign body aspiration.Cases of whistle aspiration in 3 children (2 malesand 1 female)was reported and treated using rigid bronchoscopy technique. Arial 9 italicKeywords: foreign body aspiration, a whistle foreign body, bronchoscopy.
Pengaruh Pemijatan Perineum pada Primigravida terhadap Kejadian Ruptur Perineum saat Persalinan di Bidan Praktek Mandiri di Kota Bengkulu Tahun 2014 Wewet Savitri; Ermawati Ermawati; Elda Yusefni
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i1.204

Abstract

AbstrakRuptur perineum merupakan salah satu komplikasi persalinan kala II yang dapat menyebabkan disfungsi organ reproduksi wanita, perdarahan dan laserasi. Sebanyak 85% wanita melahirkan pervaginam dapat mengalami ruptur perineum. Salah satu cara mengurangi ruptur perineum adalah dengan melakukan pemijatan perineum untuk meningkatkan kesehatan, aliran darah dan elastisitas perineum. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh pemijatan perineum pada primigravida terhadap kejadian ruptur perineum saat persalinan di Bidan Praktek Mandiri di Kota Bengkulu Tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan metode post test only control group design. Penelitian dilakukan di Bidan Praktek Mandiri (BPM) kota Bengkulu dengan subjek 28 orang primigravida usia kehamilan 36 minggu yang terdiri dari 14 orang kelompok intervensi dan 14 orang kelompok kontrol. Penelitian dilakukan dari 10 Maret 2014 hingga 10 Mei 2014, kemudian data dianalisis dengan uji Chi Square. Kejadian ruptur perineum pada kelompok intervensi setelah dilakukan pemijatan perineum hanya 21,4% sementara pada kelompok kontrol 71,4%. Hasil penelitian membuktikan ada pengaruh pemijatan perineum pada primigravida terhadap kejadian ruptur perineum (p<0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemijatan perineum pada primigravida berpengaruh terhadap kejadian ruptur perineum pada saat persalinan.Kata kunci: pemijatan perineum, primigravida, ruptur perineumAbstractPerineal rupture is one of the second stage of labor complications that can lead to dysfunction of the female reproductive organs, bleeding and lacerations. As many as 85% of women give birth vaginally may experience rupture of the perineum. A method of reduce perineal rupture is a perineal massage to promote health, blood flow and elasticity of the perineum. The objekctive of this study was to determine the effect of perineal massage on the incidence of perineal rupture in primigravid during childbirth in Independent Practice of Midwifery in the city of Bengkulu year 2014. This study was a quasi-experimental study with the method of post test only control group design. The study was conducted in independent practice of midwifery) in Bengkulu city including subject of 28 primigravida with 36 weeks of gestation consisting of 14 intervention group and 14 control group. The study was done from March 10th untill may 10th 2014, then the data were analyzed with chi- square test. Perineal rupture in the intervention group after perineal massage performed only 21.4% while in the control group was 71.4%. this study showed that there was effect of perineal massage on the incidence of perineal rupture of primigravida (p<0.05). This study concludes that perineal massage in primigravida can effected the incidence of perineal rupture at delivery.Keywords: perineal massage, primigravida, perineal
Gambaran Pengetahuan Remaja Puteri Terhadap Nyeri Haid (Dismenore) dan Cara Penanggulangannya Erlina Rustam
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i1.236

Abstract

AbstrakDismenore merupakan gangguan menstruasi yang sering terjadi pada remaja putri. Untuk mengobatinya penderita cendrung menggunakan tindakan Farmakologi dan non Farmakologi. Telah dilakukan penelitian tentang gambaran pengetahuan dan cara menanggulangi dismenore pada remaja putri mahasiswi STIFARM Padang angkatan 2013 dengan jumlah responden 56 orang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan disajikan dalam bentuk tabel. Parameter yang digunakan adalah pengetahuan tentang menstruasi, dismenore dan tindakan yang dilakukan ketika mengalami dismenore. Dari penelitian didapat hasil yang tinggi dari pengetahuan remaja putri mengenai pengertian, lama dan penyebab menstruasi, pengetahuan yang rendah tentang siklus dan hormon yang berperan dalam menstruasi. Mempunyai pengetahuan yang tinggi terhadap dismenore seperti pengertian dismenore, usia yang sering mengalami dismenore, derajat dan penyebab dismenore. Tindakan yang dilakukan untuk mengatasi dismenore adalah tindakan non farmakologi (17,86%). Secara Farmakologi remaja putri menggunakan obat tradisional daun sirih (67,00%), Sedangkan yang memilih obat jadi adalah OJ-2 (40,00%). Efek samping obat yang dirasakan adalah mengantuk (56,52%). Alasan pemilihan obat adalah karena cepat menghilangkan nyeri (97,83%). Disarankan untuk melakukan penyuluhan tentang cara pengobatan dismenore baik secara Farmakologi maupun nonfarmakologi.Kata kunci: Dismenore, pengetahuan, pengobatanAbstractDysmenorrhea is the most common gynecologic health problem presented among female adolescents. To treat this condition, patients tend to either use pharmacologic or non farmacologic treatments available. A research had been done on the description of knowledge and how to over come a dysmenorrhea in female students of STIFARM Padang with sample 56 students. This is a descriptive study with data collection is done by using a questionnaire and presented in tabular form. The parameters used are knowledge about menstruation, dysmenorrhea and action taken when having dysmenorrhea. From the research concludet knowledge of the understanding, the time and the cause of menstruation, low knowledge about the cycle and hormones involved in menstruation. Have a good knowledge of the dysmenorrhea like deffenition of dysmenorrhea, the age who often get dysmenorrhea, the degree and cause of dysmenorrhea. The main action taken is non-pharmacological measures (17.86%). In Pharmacology female adolescents using traditional medicine is a betel leaf (67.00%). While choosing a drug is OJ-2 (40.00%). Side effects are felt sleepy (56.52%). The reason is because the choosen drugs can relief pain faster (97.83%). It is suggested that educating people on the proper way to treat dysmenorrhea by Pharmacologic or nonpharmacologic treatment.Keywords: Dysmenorrhea, knowledge,therapy
Hubungan Jenis Organ dan Jumlah Organ yang Mengalami Gangguan dengan Prognosis dan Outcome pada Pasien Malaria Falciparum Berat di RSUP Dr. M. Djamil Padang Riche Anggresti; Nuzulia Irawati; Roza Kurniati Kurniati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i1.227

Abstract

AbstrakMalaria merupakan penyakit tropik infeksi yang dapat menyebabkan kematian. Angka kematian malaria meningkat terutama pada malaria berat karena progresifitas penyakit sangat cepat menyebabkan kematian antara 18-72 jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jenis organ dan jumlah organ yang mengalami gangguan dengan prognosis dan out come pada pasien malaria falciparum berat. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Januari 2014 sampai Maret 2014 di bagian Rekam Medik RSUP Dr. M. Djamil Padang. Populasi penelitian ini adalah pasien malaria falciparum sebanyak sebanyak 37 orang dengan sampel sebanyak 13 orang dari populasi yang memenuhi kriteria sampel malaria falciparum berat. Analisis data menggunakan uji chi square dengan p<0,05. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar (92,3%) pasien malaria falciparum berat mengalami gangguan organ, dimana jenis organ yang mengalami gangguan paling banyak (68,75%) adalah hati dan masih terdapat pasien yang mengalami gangguan tiga organ sebanyak 8,3%. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara adanya gangguan organ dengan prognosis (p = 0,03), pasien malaria falciparum berat dengan gangguan organ otak, hati, limpa dan ginjal, dengan satu jenis organ atau lebih akan mengalami prognosis buruk. Tidak terdapat hubungan antara adanya gangguan organ dengan outcome (p = 1,00), pasien yang mengalami malaria falciparum berat dengan gangguan organ otak dan hati keluar dalam keadaan sembuh (outcome sembuh), dan terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah organ dengan outcome (p = 0,02). Sedikitnya jumlah sampel, diharapkan ada penelitian selanjutnya dengan populasi dan jumlah sampel yang lebih banyak.Kata kunci: malaria falciparum berat, jenis organ, jumlah organ, prognosis, outcome.AbstractMalaria is tropic infection disease able to cause death. Mortality increases in severe malaria because progress of disease very quickly cause death in 18-72 hour. Target of this research is to know relation disfunction type organ and amount organ with prognosis and outcomes at severe malaria falciparum patient. This research was did use observational analytic with cross sectional design in January 2014 until March 2014 at the medical records RSUP M. Djamil Padang. Population in this research is malaria falcifarum patient there are 37 people with sampel is 13 one who represent population fulfilling criterion of sampel. Analysis by chi square with p<0.05. Result of research showed that most (92.3%) severe malaria falciparum patient experience disfunction of organ, where disfunction type organ at most (68.75%) is liver and still there are patient have three organ disfunction is 8.3%. Inferential that there are relation/ having a meaning of between existence of organ disfunction with prognosis (p = 0.03), severe malaria falciparum patient with disfunction brain, liver, kidney and spleen, with one organ type or more will experience of ugly prognosis. There are was no relation between existence of disfunction organ with outcome (p = 1.00), severe malaria falciparum patient with disfunction brain and liver, go out in a state of recovering (outcome recover), and there are having relation between amount of disfunction organ with outcome (p = 0.02). At least the amount of sampel, expected by there is research hereinafter with amount and population of sampel which is more and RSUP M. Djamil Padang shoud completing medical records.Keywords: severe malaria falciparum, type organ, amount of organ, prognosis, outcome
Perbedaan Profil Lipid pada Akseptor Depo Medroksi Progesteron Asetat dengan Implant Levonorgestrel di Wilayah Kerja Puskesmas Air Tawar Padang Tahun 2014 Rafika Oktova; Desmiwarti Desmiwarti; Arni Amir
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i1.186

Abstract

AbstrakDepo Medroksiprogesteron Asetat dan Implant Levonorgestrel merupakan kontrasepsi hormonal progestin sintetik yang memiliki efek samping yaitu peningkatan berat badan dan mempengaruhi metabolisme lipid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan profil lipid pada akseptor Depo Medroksiprogesteron Asetat dengan Implant Levonorgestrel. Ini adalah studi observasional dengan desain cross sectional comparative. Penelitian dilakukan di laboratorium Bagian Biokimia Fakultas Universitas Andalas dari Maret sampai Mei 2014. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok, masing-masing 20 subjek. Pemeriksaan dengan metode enzimatis kolorimetri yaitu GPO-PAP untuk trigliserida, dan CHOD-PAP untuk kolesterol total, HDL dan LDL. Data dianalisis menggunakan uji t dengan nilai p<0.05 dianggap bermakna secara statistik. Rerata kadar LDL pada Depo Medroksiprogesteron Asetat lebih tinggi (95,51 ± 20,47) mg/dl daripada Implant Levonorgestrel (79,35 ± 12,55) mg/dl dengan nilai p<0,05 artinya terdapat perbedaan yang bermakna sedangkan kadar trigliserida, kolesterol total dan HDL tidak bermakna. Kesimpulan penelitian in adalah terdapat perbedaan yang bermakna rerata kadar LDL pada Depo MedroksiprogesteronAsetat dan Implant Levonorgestrel, sedangkan kadar trigliserida, kolesterol total dan HDL tidak bermakna. Secara klinis profil lipid pada kedua kelompok dalam keadaan normal.Kata kunci: profil lipid, depo medroksiprogesteron asetat, implant levonorgestrelAbstractDepo Medroxyprogesterone Acetate and Levonorgestrel Implants are synthetic progestine hormonal contraceptives that have side effect in body weight and lipid metabolism. The objective of this study was to determine the differences of lipid profile between acceptors Depo Medroxyprogesterone Acetate and Levonorgestrel Implants. This was a comparative cross sectional study. The study was done at laboratory of Biochemistry Departement in Medical Faculty of Andalas University from March until May 2014. The subjects were consisted of two groups, each group had 20 subjects. The examination used an enzymatic colorimetric method GPO-PAP for trygliserides and CHOD-PAP for total cholesterol, HDL and LDL. Data was analyzed using analysis of t-test with p<0.05 was considered to be significantly different. LDL levels average in Depo Medroxyprogesterone Acetate was (95,51 ± 20,47) mg/dl and Levonorgestrel Implants was (79,35 ± 12,55) mg/dl with p-value, it means there is a significantly difference, but levels of trygliserides, total cholesterol and HDL means there is no significantly difference. This research concluded that there is a significant difference on average levels of LDL in the Depo Medroxyprogesterone Acetate and Levonorgestrel Implants but levels of trygliserides, total cholesterol and HDL there is no significantly difference. The clinically lipid profile in the two groups is in normal range.Keywords: lipid profile, depo medroxyprogesterone acetate and levonorgestrel implants
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Gizi dengan Kejadian Obesitas Anak di SD Islam Al-Azhar 32 Padang Merisya Merisya; Eryati Darwin; Detty Iryani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i1.218

Abstract

AbstrakObesitas adalah kelainan yang ditandai oleh penimbunan berlebihan jaringan lemak dalam tubuh. Salah satu kelompok usia yang berisiko mengalami obesitas adalah kelompok usia 6-12 tahun. Pengetahuan gizi ibu berhubungan dengan kejadian obesitas pada anak.Hal tersebut mempengaruhi pemilihan nutrisi yang dikonsumsi anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian obesitas pada anak usia sekolah dasar. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan studi cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 1-3 di SD Islam Al-Azhar 32 Padang dengan subyek penelitian sebanyak 102 orang. Pengambilan data dilakukan dengan pembagian angket kepada ibu yang berisi pertanyaan seputar gizi. Status gizi anak ditentukan dengan pengukuran berat dan tinggi badan. Hasil pengukuran dikategorikan berdasarkan standar antropometri penilaian status gizi anak menurut Departemen Kesehatan Indonesia. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat fisher’s exact test. Hasil penelitian didapatkan subyek obesitas sebanyak 17,6% dengan rerata IMT adalah 16,6 ± 3,20. Tingkat pengetahuan gizi ibu ditemukan hampir seluruhnya dalam kriteria cukup baik, yaitu sebesar 98%. Hasil uji statitik didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan gizi ibu dengan kejadian obesitas (p = 0.323)Kata kunci: obesitas anak, pengetahuan ibu, giziAbstractObesity is a disorder that is marked by excessive accumulation of body fat. Age group 6-12 years is one group that is at risk of childhood obesity. Mother’s nutritional knowledge is related to childhood obesity. The knowledge influence mother’s decision on child’s daily consumption. The objective of this research was to investigate the relationship between mother’s knowledge of nutrition and childhood obesity among elementary school students.This research was analytic research with cross sectional study. The research population was class 1-3 in Al-Azhar 32 elementary school with 102 subjects. Sample collection was conducted by distributing questionnaire upon child’s mother. Nutrition status was determined by measuring weight and height of children. The result was categorized by using children’s nutritional status assessment of standard anthropometry according to Indonesian Health Department. The data was analyzed by univariate and bivariate analysis by using fisher’s exact test. From the research, obtained obesity rate for about 17,6% with average BMI 16,6 ± 3,20. Mother’s nutritional knowledge levels is good criteria (98%). From Fisher’s exact test statistic, obtained that there is no significant relationship between mother’s nutritional knowledge with incidence of childhood obesity (p = 0,323).Keywords: childhood obesity, mother’s knowledge, nutrition

Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue