cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017)" : 39 Documents clear
Perbedaan Jumlah Leukosit pada Pasien Kanker Payudara Pasca Bedah Sebelum dan Sesudah Radioterapi Rizqy Auliya Lubis; Efrida Efrida; Dwitya Elvira
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.691

Abstract

Radioterapi merupakan salah satu modalitas terapi kanker payudara. Radioterapi dapat menekan sistem hematopoetik pada sumsum tulang dengan efek akut berupa penurunan jumlah leukosit (leukopenia) yang memengaruhi prognosis pasien. Tujuan penelitian ini adalah menentukan perbedaan jumlah leukosit pasien kanker payudara pasca bedah sebelum dan sesudah radioterapi. Desain penelitian ini adalah analitik potong lintang. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh data rekam mmedik pasien kanker payudara pasca bedah sebelum dan sesudah radioterapi di bagian Radioterapi RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2014-2016. Penelitian ini dilakukan dengan teknik total sampling pada 31 pasien kanker payudara dengan analisis statistik uji t berpasangan. Uji statistik bermakna jika p < 0,05. Subjek penelitian pasien kanker payudara memiliki rentang usia paling banyak 40-49 tahun (51,6%),  sedangkan  kanker  payudara  dominan  berlokasi  di  payudara  kiri  (51,6%)  dengan  stadium  terbanyak ditemukan yaitu stadium III (41,9%). Rerata jumlah leukosit sebelum radioterapi sebanyak 8015/mm3, sedangkan rerata jumlah leukosit sesudah radioterapi sebanyak 6256/mm3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jumlah leukosit yang bermakna secara statistik pada pasien kanker payudara pasca bedah sebelum dan sesudah radioterapi.
Labioplasti dengan Teknik Millard dan Tennison Randall Dolly Irfandy; Al Hafiz; Dolly Irfandy; Sukri Rahman; Rahmadona Rahmadona
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.723

Abstract

Labioskisis merupakan cacat bawaan yang umum di seluruh dunia. Dibedakan atas celah inkomplit dan komplit serta celah unilateral dan bilateral. Labioskisis ditatalaksana dengan melakukan labioplasti, antara lain dengan teknik Millard dan Tennison Randall. Dilaporkan dua kasus labioskisis, pada anak laki-laki umur 6 bulan yang dilakukan labioplasti menggunakan teknik Millard dan anak perempuan umur 4 bulan dengan teknik Tennison Randall. Masing- masing teknik labioplasti memiliki keunggulan dan kekurangan. Pemilihan teknik operasi labioplasti pada pasien labioskisis tergantung kepada kondisi pasien, keahlian dan pengalaman operator terhadap teknik tersebut.
Efek Pemberian Vitamin C terhadap Mikroskopis Ginjal Tikus Wistar yang Terpapar Plumbum Asetat Zaki Farhan; M. Setia Budi; Elmatris Syamsir
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.714

Abstract

Plumbum merupakan salah satu logam berat yang terkandung dalam bahan bakar kendaraan bermotor. Plumbum diekskresikan melalui ginjal sehingga dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan kerusakan sel epitel tubulus proksimal. Vitamin C merupakan salah satu senyawa yang bersifat antioksidan yang dapat melindungi efek radikal bebas yang ditimbulkan oleh plumbum. Tujuan penelitian ini adalah menentukan efek pemberian vitamin C terhadap mikroskopis ginjal tikus Wistar yang terpapar plumbum asetat. Penelitian ini merupakan studi eksperimental post test only control group design. Subjek penelitian adalah 24 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu K- tanpa perlakuan, K+ dengan pemberian Pb asetat 50 mg/kgbb/hari, P1 dengan pemberian Pb asetat dan vitamin C 50 mg/kgbb/hari, dan P2 dengan pemberian Pb asetat dan vitamin C 75 mg/kgbb/hari. Masing- masing kelompok terdiri dari enam ekor tikus dengan perlakuan selama empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi kerusakan tubulus proksimal ginjal yang berbeda secara bermakna pada kelompok K+, P1, P2 dibandingkan dengan kelompok K- serta perbedaan yang bermakna pada kelompok P1, P2 terhadap kelompok K+ (p < 0,05). Terdapat efek pemberian vitamin C terhadap mikroskopis ginjal tikus Wistar terhadap paparan  plumbum asetat dengan dosis 50 mg/kgbb/hari. Simpulan hasil penelitian ini adalah terjadi perubahan mikroskopis ginjal tikus Wistar yang terpapar plumbum asetat dengan dosis 50 mg/kgbb/hari.
Hubungan Pengetahuan Mencuci Tangan dengan Kejadian Diare pada Siswa Kelas IV-VI SDN 11 Lubuk Buaya Padang Nur Afany; Rosfita Rasyid; Yulistini Yulistini
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.705

Abstract

Diare menduduki urutan ke 9 dari 10 penyakit  infeksi terbanyak di Padang dengan kejadian tertinggi di Kelurahan Lubuk Buaya. Diare ditularkan secara faecal oral dimana tangan menjadi salah satu faktor media penularan. Mencuci tangan pakai sabun merupakan salah satu upaya pencegahan infeksi yang dapat mengurangi insiden diare >50%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan mencuci tangan dan kejadian diare pada siswa kelas 4 sampai 6 SDN 11 Lubuk Buaya Padang. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan cross sectional study yang dilakukan dari Agustus 2013 sampai November 2013 dengan pengambilan sampel secara multistage random sampling. Hasil studi menunjukkan terdapat jumlah kejadian yang sama banyak antara siswa yang pernah diare dan siswa yang tidak pernah diare, kejadian diare banyak terdapat pada siswa kelas VI SD. Sebagian besar siswa (93%) berpengetahuan baik mengenai mencuci tangan dengan cara baik dan benar dimana 50,4% siswa diantaranya tidak pernah diare dalam enam bulan terakhir dan 49,6% siswa sisanya pernah mengalami diare   enam bulan terakhir. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna  antara pengetahuan mencuci tangan dengan kejadian diare. Kejadian diare pada siswa kelas IV-VI SDN 11 Lubuk Buaya Padang ini berkaitan dengan keadaan sanitasi lingkungan dan konsumsi jajanan yang tidak higienis.
Gambaran Karsinoma Prostat di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2010-2013 Muhammad Iqbal Andreas; Alvarino Alvarino; Noza Hilbertina
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.696

Abstract

Karsinoma prostat merupakan kasus neoplasia yang kedua tersering ditemukan pada pria dan tersering kelima dari kasus keganasan pada pria dan wanita. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui distribusi kasus  karsinoma prostat berdasarkan umur, kadar PSA (Prostate Specific Antigen), metode diagnostik, derajat histopatologis (skor Gleason), stadium dan tatalaksana pada pasien karsinoma prostat di Rumah Sakit Umum  Pusat  (RSUP)  Dr. M. Djamil Padang. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan data rekam medik di  RSUP Dr. M.  Djamil Padang periode 1 Januari 2010 sampai 31 Desember 2013. Didapatkan hasil sebanyak 51 kasus pada periode tersebut. Penderita terbanyak ditemukan pada rentang usia 70-79 tahun, yaitu sebanyak 39,22%. Sebagian besar kasus (49,02%) memiliki kadar PSA >20 ng/ml. Hampir seluruh kasus (94,12%) karsinoma prostat ditemukan secara insidental melalui hasil kerokan TURP (Transurethral resection of the prostate) dan sisanya ditegakkan melalui biopsi. Skor Gleason yang terbanyak adalah skor 5-7 (moderately differentiated) sebanyak 45,10%. Pada kelompok usia 50-59 tahun, karsinoma prostat terbanyak dengan skor 5-7 (moderately differentiated); kelompok usia 60-69 tahun terbanyak skor 8-10 (poorly differentiated); kelompok usia 70-79 tahun terbanyak skor 5-7 (moderately differentiated); dan kelompok usia 80-89 tahun terbanyak skor 8-10 (poorly differentiated). Hanya terdapat 7,84% kasus yang dapat ditentukan stadiumnya yang seluruhnya sudah stadium 4. Dari seluruh kasus hanya 23,53% kasus yang didapatkan oleh peneliti data mengenai tatalaksana yang dilakukan setelah dilakukan TURP. Dari 23,53% kasus tersebut, seluruhnya dilanjutkan dengan terapi hormonal, 19,61% kasus diberikan melalui injeksi antiandrogen, 3,92% kasus dilakukan melalui Orkidektomi.
Faktor yang berhubungan dengan kejadian Ascariasis pada murid SD 27 Olo Kota Padang Selvi Dina Safitri; Eka Nofita; Dian Pertiwi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.687

Abstract

Penyakit infeksi kecacingan, khususnya Ascariasis masih merupakan salah satu masalah kesehatan bagi penduduk Indonesia. Prevalensi Ascariasis masih cukup tinggi di Padang, Sumatra Barat, terutama pada anak usia sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor yang berhubungan dengan kejadian ascariasis pada murid SD 27 Olo Kota Padang. Penelitian ini menggunakan studi analitik cross sectional pada 59 murid SD 27 Olo Kota Padang dari Februari 2016-Januari 2017. Faktor yang diteliti adalah tingkat pengetahuan ibu, higienitas perorangan, sanitasi lingkungan rumah, dan tingkat penghasilan orangtua. Hubungan antara variabel dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20,3% murid positif menderita ascariasis. Kejadian ascariasis lebih banyak ditemukan pada tingkat pengetahuan ibu yang cukup (21,9%), higienitas perorangan yang baik (20,8%), sanitasi lingkungan yang cukup (33,3%) dan tingkat penghasilan orangtua yang rendah (20,9%). Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara sanitasi lingkungan dengan kejadian ascariasis. Tingkat pengetahuan ibu, higiene perorangan dan tingkat penghasilan orangtua tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian ascariasis.
Hubungan Jumlah Trombosit dengan Nilai Hematokrit pada Penderita Demam Berdarah Dengue dengan Manifestasi Perdarahan Spontan di RSUP Dr. M. Djamil Padang Wardhy Arief Hidayat; Rismawati Yaswir; Arina Widya Murni
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.719

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Pemeriksaan jumlah trombosit dan nilai hematokrit menjadi indikator diagnosis DBD. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan jumlah trombosit dengan nilai hematokrit pada penderita demam berdarah dengue dengan manifestasi perdarahan spontan di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian retrospektif telah dilakukan terhadap 138 pasien DBD di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2013 – Desember 2013. Data yang diambil dari Instalasi Rekam Medis adalah jumlah trombosit dan nilai hematokrit yang diperiksa dengan menggunakan alat otomatis Pentra-60. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil dari penelitian ini didapatkan rata-rata jumlah trombosit adalah 49.779 ± 35.058 sel/mm3, sedangkan rata-rata nilai hematokrit adalah 43,6 ± 6,4%. Analisis data hubungan jumlah trombosit dan nilai hematokrit didapatkan nilai koefisien korelasi Spearman (r) sebesar -0, 047 dan nilai signifikasi p>0,05. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah trombosit dengan nilai hematokrit.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Diare Dengan Kejadian Diare Akut pada Balita di Kelurahan Lubuk Buaya Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2013 Silvia Rane; Yusri Dianne Jurnalis; Djusmaini Ismail
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.710

Abstract

Pengetahuan ibu mengenai diare merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya diare akut seperti ketidaktahuan ibu akan penyebab diare, bagaimana cara penularan diare, dan cara pencegahan diare. Hal ini menyebabkan angka kejadian diare akut menjadi tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang diare dengan kejadian diare akut pada balita di Kelurahan Lubuk Buaya. Metode penelitian adalah analitik dan pengolahan data menggunakan uji chi-square. Penelitian dilakukan di Puskesmas Lubuk Buaya Padang dari bulan Juli hingga bulan Agustus 2013. Ada 40 subjek penelitian dengan usia rata-rata responden yaitu 29,93 tahun, tingkat pendidikan terbanyak yaitu lulusan SLTA 18 orang (45%) dan responden dengan pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga 27 orang (67,5%). Pengetahuan ibu mengenai diare dengan tingkat pengetahuan sedang 27 orang (67,5%), rendah 8 orang (20%) dan tinggi sebanyak 5 orang (12,5%). Kejadian diare akut pada balita sebanyak 23 orang (57,5%) dan yang tidak mengalami diare akut 17 orang (42,5%). Berdasarkan hasil uji chi-square, tingkat pengetahuan ibu tidak memiliki hubungan dengan kejadian diare akut pada balita dengan p<0,749 (nilai p>0,05). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian diare akut pada balita di Kelurahan Lubuk Buaya Padang.
Hubungan Stimulasi Psikososial dengan Perkembangan Anak Usia 3-72 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Begalung Padang Sri Mulyanti; Eva Chundrayetti; Masrul Masrul
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.701

Abstract

Perkembangan merupakan salah satu indikator kesehatan anak. Masa 3-72 bulan pertama adalah periode penting untuk mencapai perkembangan optimal anak. Dalam hal ini, stimulasi psikososial berperan dalam merangsang saraf dan otot untuk mencapai perkembangan sesuai dengan umur anak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan stimulasi psikososial dengan perkembangan anak usia 3-72 bulan di wilayah kerja puskesmas Lubuk Begalung Padang dilakukan penelitian berdesain cross-sectional dengan sampel sebanyak 163 anak berumur 3-72 bulan. Perkembangan anak diukur menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Stimulasi psikososial diukur menggunakan instrumen Home Observation for Measurement of the Environtment (HOME). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,8% anak memiliki perkembangan sesuai, 36,2% meragukan dan  8,0% menyimpang. Stimulasi psikosial terbanyak pada kategori sedang sebesar 74,8%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stimulasi psikososial dengan perkembangan anak (p=0,666).

Page 4 of 4 | Total Record : 39


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue