cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Pola Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Anak Air Padang Tahun 2012 Aidil Rahman Novesar; Eryati Darwin; Finny Fitry Yani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i3.114

Abstract

AbstrakInfeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting karena menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu 1 dari 4 kematian yang terjadi. Kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Anak Air Kota Padang tahun 2012. Masih menduduki peringkat pertama dari sepuluh penyakit terbanyak dan merupakan puskesmas dengan angka kejadian ISPA tertinggi di Kota Padang. Desain penelitian ini adalah cross sectional study dengan menggunakan catatan rekam medik anak yang menderita ISPA di puskemas Anak Air sebagai data sekunder. Hasil penelitian diperoleh bahwa frekuensi balita ISPA adalah 28,29% dari total penderita ISPA, dimana anak berusia 0-5 tahun yang terdiiri dari bayi sebanyak 21,5% dan balita sebanyak 78,5%. Distribusi antara balita laki-laki dan perempuan sebesar 50,04% dan 49,96%. Wilayah kerja kelurahan Batipuh Panjang memiliki frekuensi sebesar 51,71% dan kelurahan Padang Sarai sebesar 47,94 sementara luar wilayah sebesar 0,25%, distribusi dan frekuensi berdasarkan bulan didapatkan bulan November sebagai bulan dengan kejadian tertinggi atau sebesar 16,56% dan bulan September sebagai bulan dengan kejadian terendah sebesar 5,10%.Kata kunci: ISPA, bayi, pola kejadian, distribusi AbstractAcute Respiratory Infection (ARI) is still an issue regarding the importance of public health, because it cause high death rates, in a scale 1 from 4. Every child was estimated having 3 - 6 episodes of ARI every year. ARI in Puskesmas Anak Air Kota Padang 2012 is still on top of ten most common disease and a Puskesmas with the highest rate of ARI in Padang. This was a cross sectional study by using medical record as secondary data. The result of the result was infants with ARI is 28,29% from the total of all ARI patients, where it happened to 0-5 years old children divided to baby as much of 21,5% and 78,5% to infants, while the gender distribution between male and female infants was 50,04% and 49,96% in the Batipuh Panjang region which is having a frequency of 51,71% and Padang Sarai region 47,94% while other region was 0,25%. The distribution and the frequency based on months, was gathered in November as the highest rate occurrences of 16,56% and September as the lowest, 5.10%.Keywords: ARI, infants , patterns, distribution
Peran Antioksidan pada Non Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) Yusri Diane Jurnalis; Yorva Sayoeti; Elfitrimelly Elfitrimelly
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i1.18

Abstract

AbstrakNonalcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) merupakan penyebab tersering penyakit hati kronik pada anak dan remaja diseluruh dunia. NAFLD berhubungan dengan obesitas, diabetes melitus tipe 2 dan sindrom metabolik. Resistensi insulin memegang peranan penting dalam patogenesis molecular terjadinya NAFLD. Ketidakseimbangan prooksidan dan antioksidan pada sel hepatosis menentukan progresifitas penyakit ini. Sebagai antioksidan telah dilakukan penelitian mengenai efek antioksidan vitamin E, vitamin C, betaine, N-asetil sistein, probucol dan silymarin. Antioksidan tersebut memperlihatkan perbaikan fungsi hepar dan gambaran histopatologis.Kata kunci: Arial 9 NAFLD, resistensi insulin, antioksidanAbstractNonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) is the most common cause of liver disease in pediatric and adolescent population. NAFLD related with obesity, type 2 diabetes mellitus and metabolic syndrome. Insulin resistance and oxidative stress have important role in molecular pathogenesis of NAFLD. Prooxidant and antioxidant factor in hepatosit can determine progressivity of liver disease. As antioxidant agent for treatment NAFLD have been studied effect of vitamin E, vitamin C, betaine, N-acetyl cystein, probucol and sylimarin. They have been shown improvement of liver function test and histopathologycal feature.Keywords:NAFLD, insulin resistance, antioxidant
Gambaran Elektrolit dan Gula Darah Pasien Kejang Demam yang Dirawat di Bangsal Anak RSUP Dr. M. Djamil Periode Januari 2010 - Desember 2012 Khairunnisa Imaduddin; Iskandar Syarif; Rahmatini Rahmatini
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v2i3.146

Abstract

AbstrakKejang demam merupakan kelainan neurologik yang paling sering dijumpai pada anak. Kejang demam merupakan bangkitan kejang yang terjadi pada saat anak demam akibat proses ekstrakranial. Kejang demam terjadi pada suhu rektal >38 C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran elektrolit dan gula darah pada pasien kejang demam yang dirawat di bangsal anak RSUP Dr. M. Djamil. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode retrospektif dengan mengambil data dari bagian rekam medis RSUP Dr. M.Djamil. Sampel penelitian adalah seluruh pasien kejang demam yang dirawat di bangsal anak RSUP Dr. M. Djamil periode Januari 2010 - Desember 2012 yang memenuhi kriteria inklusi. Dari 173 kasus kejang demam, terdapat 51 kasus yang memenuhi kriteria sampel penelitian. Sebagian besar sampel merupakan kejang demam pertama (76,5%). Kejang demam kompleks didapatkan sebesar 64,7%. Kasus kejang demam terbanyak terjadi pada kelompok usia ≥6 bulan < 2 tahun yaitu sebesar 51%. Kejang demam lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan dengan perbandingan 1,4:1. Penelitian menunjukkan penurunan nilai natrium serum (n=46, 80,4%), dan kalsium serum (n=30, 63,3%), nilai kalium serum normal (n=46, 76,1%), dan peningkatan nilai gula darah sewaktu (n=45, 57,8%). Pada pasien kejang demam ditemukan penurunan nilai natrium dan kalsium serum, nilai kalium serum normal, dan peningkatan nilai gula darah sewaktu. Diharapkan penelitian yang akan datang memiliki jumlah sampel yang lebih besar untuk mengetahui gambaran elektrolit dan gula darah pada pasien kejang demam.Kata kunci: kejang demam, natrium serum, kalium serum, kalsium serum, gula darah sewaktuAbstractFebrile seizure is the most common neurological disorder found in children. Febrile seizure is seizure that occurs while the children have fever caused by extracranial process. It occurs in rectal temperature >38 C. This research aim to describe the electrolytes and blood glucose in patients with febrile seizure who were treated at the pediatric's ward of Dr. M. Djamil general hospital. From 173 cases of febrile seizures, there are 51 cases that meet the criterias of the research sample. Most of the research samples are first febrile seizure (76.5%). Complex febrile seizure occurred in 64.7%. Most cases of febrile seizures occurred in the age group ≥ 6 months - <2 years, about 51%. Febrile seizures are more common in males than females with the ratio 1.4:1. The research shows decrease serum sodium (n = 46, 80.4%), and serum calcium (n = 30, 63.3%), normal serum potassium (n = 46, 76.1%), and increase non-fasting blood glucose level (n = 45, 57.8%). The patients with febrile seizure show decrease serum sodium and calcium, normal serum potassium, and increase non-fasting blood glucose level. Expected future studies have a lot of samples in determining the electrolytes and blood glucose in patients with febrile seizure.Keywords: febrile seizures, serum sodium, serum potassium, serum calcium, non-fasting blood glucose level
Perbedaan Kadar Formalin pada Tahu yang Dijual di Pasar Pusat Kota dengan Pinggiran Kota Padang Siti Ardina Sari; Asterina Asterina; Adrial Adrial
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i3.178

Abstract

AbstrakTahu merupakan makanan yang digemari oleh masyarakat.Tahu mempunyai daya tahan sekitar 1 - 2 hari sehingga pedagang sering menambahkan formalin sebagai pengawet. Formalin merupakan bahan pengawet yang dilarang oleh pemerintah yang penggunaannya masih terdapat secara luas di masyarakat dan bila dilihat dari tekstur tahu yang dijual di pasar kota Padang, dicurigai tahu memiliki kandungan formalin.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar formalin pada tahu yang dijual di pasar pusat kota dengan pinggiran kota Padang. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri Padang.Jenis penelitian ini adalah analitik yang telah dilaksanakan pada bulan Juni-September 2013. Jumlah sampel adalah sebanyak 36 buah yang terdiri dari 18 sampel tahu yang berasal dari pasar pusat kota dan 18 sampel tahu yang berasal dari pasar pinggiran kota Padang. Uji kualitatif formalin pada tahu dilakukan dengan metode asam kromatropat dan uji kuantitatif formalin menggunakan metode titrasi asam basa. Analisis data dilakukan secara bivariat dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian didapatkan kadar formalin pada tahu di pasar pusat kota Padang dari 18 sampel yang diperiksa terdapat 17 sampel yang positif formalin dengan kadar paling tinggi adalah 3.65%. Kadar formalin pada tahu di pasar pinggiran kota Padang dari 18 sampel yang diperiksa terdapat 17 sampel yang positif formalin dengan kadar paling tinggi adalah 2.73%. Rata-rata kadar formalin pada pasar pusat kota adalah 1.08% dan pasar pinggiran kota adalah 0.67%.Kata Kunci: kadar formalin, tahu, pasar pusat kota Padang, pasar pinggiran kota PadangAbstractTofu is a favorite food among the community. Tofu has resistance 1 - 2 days so that merchant often add formalin as a preservative. Formalin is a preservative which is banned by the government that there is still widespread use in the community and the texture of tofu sold in the market is suspected for having formaldehyde content. The purpose of this study was to difference the levels of formaldehyde in tofu sold in downtown market and suburban market of Padang. This research was conducted in the laboratory Industry Research and Standardization Padang. This research is an analytic that has been conducted in June-September 2013. The number of samples of this study are 36 units consisting of 18 pieces of tofu samples derived from downtown market and 18 pieces of tofu samples derived from suburban market of Padang. Qualitative test performed with chromotropic acid method and quantitative formalin test using acid-base titration method. Bivariate data were analyzed using t test. The results showed that the levels of formaldehyde found in tofu sold in downtown market of Padang is from 18 samples tested there were 17 positive samples with the highest levels of formaldehyde was 3.65%. Levels of formaldehyde found in tofu sold in suburban market of Padang is from 18 samples tested there were 17 positive samples with the highest levels of formaldehyde was 2.73%. Average levels of formaldehyde in downtown market is 1.08% and suburban market is 0.67%. Keywords: formaldehyde level, tofu, downtown market of Padang, suburban market of Padang
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kejadian Depresi pada Usia Tua di Nagari Tanjung Banai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung Tahun 2012 Figa Prima Dani; Yaslinda Yaunin; Edison Edison
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i2.73

Abstract

AbstrakDepresi pada usia tua merupakan keadaan yang ditandai dengan perasaan sedih, kurang bersemangat, merasa gelisah, penurunan konsentrasi, selalu berpikiran buruk, dan susah untuk sosialisasi dengan lingkungan sekitar serta mudah putus asa dalam menghadapi masalah. Dengan adanya dukungan keluarga berupa dukungan informasi, dukungan penilaian, dukungan instrumental, dan dukungan emosional akan menurunkan kejadian depresi pada usia tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada usia tua di Nagari Tanjung Banai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah usia tua yang berumur lebih dari 60 tahun yang tinggal bersama keluarganya di Nagari Tanjung Banai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung yaitu sebanyak 82 orang, dengan metode pengambilan sampelnya adalah stratified sampling. Usia tua yang mengalami depresi memiliki dukungan keluarga rendah. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada usia tua di Nagari Tanjung Banai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung.Kata kunci: usia tua, depresi pada usia tua, dukungan keluargaAbstractDepression in old age is a state characterized with feelings of sadness, less excited, feeling jittery, decreased concentration, always thinking bad, and hard to socialize with their surroundings and easy to despair in dealing with problems. With the support of the family such as informational support, appraisal support, instrumental support, and emotional support will reduce the incidence of depression in old age. This study is aimed to determine the relationship of family support with the incidence of depression in old age in Nagari Tanjung Aur Banai, Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung. The study’s method is an observational with cross-sectional approach. Samples in this study were people with age more than 60 years who lives with his/her in Nagari Tanjung Aur Banai, Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung, which were counted as 82 people, and taken by stratified sampling method. old age with depression have low family support. There is a significant relationship between family support with the incidence of depression in old age in Nagari Tanjung Aur Banai, Kabupaten Sijunjung.Keywords:aging, depression in old age, family support
Analisis Karakteristik Keluarga dan Pemanfaatan Posyandu Lansia terhadap Psychological Well Being Lansia di Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam Tahun 2014 Rosmery Rosmery; Rizanda Machmud; Kuswardani Susari Putri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i1.210

Abstract

AbstrakPada Lansia terjadi penurunan kondisi fisik, psikologis, kognitif dan sosial yang saling berintegrasi satu dengan yang lainnya. Penurunan kondisi Lansia tersebut membutuhkan peran keluarga yang mengayomi Lansia serta pemanfaatan sarana kesehatan salah satunya Posyandu Lansia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui analisis karakteristik keluarga dan pemanfaatan Posyandu Lansia terhadap psychological well being Lansia di Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam. Jenis penelitian ini adalah penelitian kombinasi model concurrent embedded dengan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Responden adalah Lansia yang berumur 60 tahun ke atas dan dilaksanakan bulan Juni 2014. Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat psychological well being tergolong tinggi 78.7% dan tergolong rendah 21.3% dan ada hubungan antara tingkat pendidikan keluarga, pemanfaatan kegiatan pelayanan kesehatan, kegiatan olahraga dan kegiatan keagamaan/majelistaklim. Pada analisis multivariat didapatkan nilai Ekp (β) 7,785 pada pemanfaatan kegiatan pelayanan kesehatan, artinya pelayanan kesehatan berpeluang 7,785 x lebih besar terhadap peningkatan psychological well being Lansia. Disimpulkan bahwa variabel kegiatan pelayanan kesehatan berpengaruh besar terhadap psychological well being Lansia di Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam. Disarankan kepada Lansia agar jangan berhenti dalam melaksanakan tugas perkembangan sehingga tercapai kesejahteraan psikologis.Kata kunci: karakteristik keluarga, pemanfaatan posyandu lansia, psychological well beingAbstractThe elderly has been a decline in the physical, psychological, cognitive and social condition integration to each other. The decline of elderly condition need family role to utilization the elderly of health facilities posyandu olderly one. The objective of this analysis was to know the characteristic of family analysis and utilization of elderly posyandu toward psychological well-being elderly in Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam. The type of this research is a model of concurrent embedded with combination of quantitative and qualitative research. Respondents were aged more than 60 years old and it was conducted in June 2014. The result of psychological well-being level showed high 78,7% and 21,3% was low and there was connected between family education level of activities community service, sports events and religious activities. On multivariate analysis gets Ekp 7,785 in the utilization of health services, health service means 7,785 times greater than effect elderly psychological well-being.The conclution of this variabel have effect to psychologicall well-being in Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam. The elderly are adviced to not stop the development of the task in older to achieve psychological well-being.Keywords: family characteristics, posyandu utilization, psychological well-being
Twin to Twin Transfusion Syndrom Yusrawati Yusrawati; Rika Effendy
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i2.105

Abstract

AbstrakPeningkatan mortalitas pada kembar monokorion disebabkan oleh adanya anastomosis vaskuler pada plasenta yang menyebabkan Twin to Twin Transfussion syndrome.Berikut laporan kasus yang ditangani di RS. DR. M. Djamil Padang. Kasus 1: Seorang pasien usia 28 tahun dengan diagnosa MP3 gravid preterm 33-34 minggu dengan Twin To Twin Transfusion Syndrom, Dari pemeriksaan USG didapatkan kesan: Gemelli, gravid 33-34 minggu dengan TTTS. Pasien diterminasi secara SCTPP. Bayi pertama lahir perempuan, dengan: BB: 1400 grams, PB: 44 cm, A / S: 8/9, Bayi ke II: perempuan, BB: 1000 grams, PB: 38 cm, A / S: 6/7, Hb janin I: 16,9 g/dl dan Hb janin II : 11,3 g/dl. Kedua bayi dirawat di bagian perinatology. Bayi pertama bertahan hidup dengan beberapa kelainan kongenital yaitu VSD dan Hemangioma Orbita. Bayi kedua meninggal pada usia 7 hari dengan susp. Sepsis. Hingga saat ini, bayi ini masih kontrol rutin ke poliklinik RS. DR. M. Djamil Padang. Kasus 2: Seorang pasien usia 31 tahun dengan diagnosa MP5 parturient aterm kala II dengan gemelli. Pasien melahirkan spontan. Bayi pertama lahir perempuan dengan: BB: 3200 grams, PB: 48cm, A / S: 8/9, Bayi ke II perempuan : BB: 2100 grams, PB: 44 cm, A / S: 7/8. Kadar Hb bayi I : 17,6 g/dl dan bayi II: 14,1 g/dl. Plasenta lahir secara spontan lengkap 1 buah, berat 1150 gr, ukuran 20x19 x3 cm, panjang kedua tali pusat masing-masing 60 cm, insersi paracentralis,Monokhorion-Monoamnion. Kesan: TTTS.Kata kunci: twin to twin transfusion sindrom, ultrasonografi, monokorionAbstractIncreased mortality in monochorionic fetus caused by vascular anastomosis in the placenta that causes Twin to Twin Transfusion Syndromes (TTTS). Reporting two cases experienced and taken care in our hospital. Case1: a woman 28 years old was diagnosed with MP3 preterm pregnancy 33-34 weeks with Twin to Twin Transfusion Syndromes.Ultrasound impression: Gemelli gravid 33-34 weeks with TTTS. The patient was terminated by SCTPP. The first baby was female, born with: BW: 1400 grams, BL: 44 cm, A / S: 8/9, the second baby: female, BW: 1000 grams, BL: 38 cm, A / S: 6/7 the first baby Hemoglobin was 16,9 g/dl and the second baby was 11,3 g/dl. The babies were treated in Perinatology, the first baby survive with some congenital abnormalities such as VSD and hemangioma in the orbita. The second baby died at the age of 7 days with suspected sepsis. To date the baby still has a routine medical checkup to RS. DR. M. Djamil Padang. Case2: a woman 31 years old with diagnose MP5 term parturient in second stage of labour with, gemelli. The babies were born spontaneously. The first baby: BW: 3200 gr, BL: 48 cm, A/S: 8/9. The second baby: BW: 2100 gr, BL: 44 cm, A/S: 7/8. Hemoglobin Concentration of the first baby: 17,6 g/dl and the second baby : 11,4 g/dl. Placenta was born monochorion, diamnion.Keywords:twin to twin transfusion syndrome, ultrasonography, monochorion
Pengukuran Sumbatan Hidung pada Deviasi Septum Nasi Bestari J Budiman; Ade Asyari
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v1i1.4

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Gejala sumbatan hidung meskipun bukan suatu gejala penyakit yang berat, tetapi dapat menurunkan kualitas hidup dan aktivitas penderita. Penyebab sumbatan hidung dapat bervariasi dari berbagai penyakit dan kelainan anatomis. Salah satu penyebab dari kelainan anatomi adalah deviasi septum nasi. Tujuan: Untuk menilai gejala dan derajat sumbatan hidung pada deviasi septum nasi. Tinjauan Pustaka: Diagnosis dari gejala sumbatan hidung sangat kompleks dan bervariasi, selain berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik juga diperlukan pemeriksaan penunjang untuk pengukuran sumbatan hidung. Skor sumbatan hidung merupakan salah satu parameter untuk menilai suatu sumbatan hidung pada deviasi septum nasi. Untuk itu diperlukan pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan untuk mendiagnosis dan mengevaluasi gejala sumbatan hidung, diantaranya adalah nasal inspiratory flow meter, rhinomanometri dan rhinometri akustik. Kesimpulan: Gejala sumbatan hidung pada deviasi septum dapat dievaluasi dengan pemeriksaan tambahan meliputi pemeriksaan dengan spatula lidah, nasal inspiratory flow metry, nasal expiratory flow metry, rinomanometri, dan rinometri akustik. Kata kunci: sumbatan hidung, deviasi septum, nasal inspiratory flow metry, nasal expiratory flow metry, rinomanometri, rinometri akuistik. Abstract Background: Although nasal obstruction is not a severe symptom of the disease, it can decrease the quality of life and activity of the patient. The etiology of nasal obstruction could be varied from any diseases and anatomical abnormalities. One of anatomical abnormality cause is septal deviation. Purpose: To evaluate the symptom and the degree of nasal obstruction in septal deviation. Review: The diagnosis of nasal obstruction is more complex and varied, based on anamnesis and physical examination, and beside that need additional examination to measure the nasal patency. Nasal obstruction score is one of parameter to evaluate the obstruction of nose. Because of that, it needs additional examination to diagnose and evaluate the nasal obstruction, include nasal inspiratory flow meter, rhinomanometry, acoustic rhinometry. Conclusion: Nasal obstruction in septal deviation with additional examination, such as tongue spatula, nsal expiratory flow metry, nasal inspiratory flow meter, rhinomanometry, acoustic rhinometry. Keywords: Nasal obstruction, septal deviation, nasal inspiratory flow meter, nasal expiratory flow metry, rhinomanometry, acoustic rhinometry
Perbedaan Rerata Kadar Gula Darah pada Luaran Stroke Iskemik Berdasarkan Indeks Barthel Muhammad Iqbal; Meiti Frida; Rismawati Yaswir
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i3.166

Abstract

AbstrakStroke merupakan salah satu sindrom yang ditandai oleh gangguan fungsi otak dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi bila tidak ditangani dengan adekuat. Kenaikan kadar gula darah yang terjadi 48 jam pertama pada penderita stroke fase akut dapat memengaruhi morbiditas dan luaran serta mortalitas penderita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan rerata kadar gula darah pada stroke iskemik fase akut yang dihubungkan dengan luaran berdasarkan Indeks Barthel. Desain penelitian yang digunakan ialah retrospektif dengan mengumpulkan data rekam medis pasien stroke iskemik yang dirawat di bagian ilmu penyakit saraf RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 1 Desember 2012 – 31 Desember 2013. Dari 24 sampel, didapatkan nilai rerata gula darah pada luaran ketergantungan total 163,50 mg/dL; SD : 48,59, nilai rerata gula darah pada luiaran ketergantungan berat 150,25 mg/dL; SD : 36,291 dan nilai rerata gula darah pada luaran ketergantungan sedang 156,75 mg/dL; SD: 61,799. Hasil analisis bivariat dengan uji Anova menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna rerata kadar gula darah pada luaran ketergantungan total, luaran ketergantungan berat dan luaran ketergantungan sedang pada pasien stroke iskemik fase akut berdasarkan indeks Barthel dengan nilai p = 0,862 (p>0,05).Kata kunci: kadar gula darah, luaran, stroke iskemik, indeks BarthelAbstractStroke is a clinical syndrome characterized by losing of cerebral function with high morbidity and high mortality rate if not getting an adequate treatment. Raised of blood glucose that occur in first 48 hours in acute phase of stroke can influence morbidity or severity and mortality rate. This analytic research with a retrospective design by obtaining datas from medical records of patient who hospitalize in department of neurology RSUP Dr. M.Djamil Padang during December 1st 2012 – December 31st 2013. Mean of blood glucose level of totally dependent 163.50 mg/dL with standard of deviation 48.59, whereas mean of blood glucose level of severely dependent 150.25 mg/dL with standard of deviation 36.291, mean of blood glucose level of moderately dependent 156.75 mg/dL with standard of deviation 61.799 on total 24 cases. The result of bivariate analysis using Anova test showed there is no significant difference average of blood glucose level between totally dependent, severely dependent, and moderately dependent stroke of acute phase of ischemic stroke with use Barthel Index (BI) with p value = 0,862 (p>0,05)Keywords: blood glucose level, outcome, Barthel Index
Kelainan Hemostasis pada Leukemia Dia Rofinda, Zelly
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Medicine Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLatar belakang: Leukemia adalah penyakit keganasan pada jaringan hematopoietik yang ditandai denganpenggantian elemen sumsum tulang normal oleh sel darah abnormal atau sel leukemik. Salah satu manifestasi klinisdari leukemia adalah perdarahan yang disebabkan oleh berbagai kelainan hemostasis.Kelainan hemostasis yang dapat terjadi pada leukemia berupa trombositopenia, disfungsi trombosit,koagulasi intravaskuler diseminata, defek protein koagulasi, fibrinolisis primer dan trombosis. Patogenesis danpatofosiologi kelainan hemostasis pada leukemia tersebut terjadi dengan berbagai mekanisme.Kata kunci: leukemia, kelainan hemostasisAbstractBackground: AbstractLeukemia is a malignancy of hematopoietic tissue which is characterized bysubstituted of bone marrow element with abnormal blood cell or leukemic cell. One of clinical manifestation ofleukemia is bleeding that is caused by several hemostasis disorders.Hemostasis disorders in leukemia such asthrombocytopenia, platelet dysfunction, disseminated intravascular coagulation, coagulation protein defect, primaryfibrinolysis and thrombosis. Pathogenesis and pathophysiology of thus hemostasis disorders in leukemia occur withdifferent mechanism.Keywords: leukemia, hemostasis disorder

Page 20 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue