cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Personal Hygiene Dengan Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) pada Anak Usia Sekolah Di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Teguh Imana Nugraha; Rima Semiarty; Nuzulia Irawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1046

Abstract

Sanitasi lingkungan dan personal hygiene yang buruk, merupakan dua faktor utama penyebab Infeksi Soil Transmitted Helminths. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya pemberantasan, namun pada kenyataannya masih banyak masyarakat Indonesia yang menderita penyakit ini terutama di kalangan anak usia sekolah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara sanitasi lingkungan dan personal hygiene yaitu kebiasaan mencuci tangan, kebersihan kuku, dan penggunaan alas kaki dengan infeksi Soil Transmitted Helminths (STH). Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan metode cross-sectional pada anak usia sekolah yang merupakan siswa TK Siaga dan SDN 48 Ganting kelas I di Kecamatan Koto Tangah sebanyak 61 orang yang dilaksanakan pada bulan Februari sampai Agustus 2018. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner (pedoman wawancara) dan alat pemeriksaan laboratorium (parasitologi). Analisa data menggunakan metode Chi-square Test dengan derajat kepercayaan (CI) 95%. Hasil penelitian menunjukkan angka infeksi STH sebesar 4.9%, dengan rincian infeksi A.lumbricodes 4.9%, infeksi T.trichiura 1.6% dan infeksi cacing tambang 0%. Dari hasil uji statistik didapatkan nilai probabilitas untuk hubungan variabel sanitasi lingkungan, kebiasaan mencuci tangan, kebersihan kuku, dan penggunaan alas dengan infeksi STH masing – masing sebesar 0.551, 0.455, 0.226, dan 0.100. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sanitasi lingkungan dan personal hygiene (kebiasaan mencuci tangan, kebersihan kuku, dan penggunaan alas kaki) dengan infeksi STH pada anak usia sekolah di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.
Pengaruh Faktor Risiko Hormonal pada Pasien Kanker Payudara di RSUP.Dr.M.Djamil Padang Yenda Hasnita; Wirsma Arif Harahap; Defrin Defrin
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1037

Abstract

Kanker Payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita di Indonesia. Kanker payudara ini berkaitan dengan banyak faktor risiko (multi faktor), salah satunya akibat paparan hormon estrogen. Tujuan penelitian ini adalah menentukan sejauh mana pengaruh faktor risiko hormonal terhadap kanker payudara. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain case control terhadap 294 responden yang terbagi atas 2 kelompok, yaitu kelompok kasus dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan responden menggunakan lembar kuesioner di Poliklinik Bedah RSUP.Dr.M.Djamil Padang pada bulan Januari - Maret tahun 2019 dengan teknik consecutive sampling menggunakan Uji Chi-Square.Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada faktor risiko usia menstruasi pertama (menarche) (p=<0,001; OR=2,84) dan lama penggunaan kontrasepsi pil (p=0,05; OR=3,16), namun tidak ada pengaruh yang signifikan pada usia (p=1), usia pertama melahirkan (p=0,821), paritas (p=0,107), riwayat menyusui (p=1), dan usia menopause (p=0,150). Faktor risiko yang paling dominan adalah lama penggunaan kontrasepsi pil p=0,035. Simpulan penelitian ini adalah faktor risiko hormonal yang memiliki pengaruh terhadap kanker payudara yaitu usia menstruasi pertama (menarche) dan lama penggunaan kontrasepsi pil.
A CASE OF LENS SUBLUXATION IN EXFOLIATIVE GLAUCOMA Suci Permata Sari; Andrini Ariesti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1069

Abstract

Glaukoma eksfoliasi dengan luksasi lensa ke posterior pada satu mata dan subluksasi lensa ke anterior pada mata yang lain dengan tanda dan gejala glaukoma akut. Dilaporkan seorang pria berusia 54 tahun datang ke Rumah Sakit dr. M. Djamil Padang dengan keluhan utama penglihatan mata kiri kabur dan merah sejak 15 hari yang lalu dan penglihatan mata kanan kabur sejak 6 bulan yang lalu. Tidak ada riwayat trauma dan operasi pada kedua mata. Tajam penglihatan mata kanan 1/60 dan mata kiri 1/300. Pemeriksaan status oftalmologi mata kanan, kedalaman COA didapatkan VH4 dan lensa luksasi ke posterior. Pemeriksaan status oftalmologi mata kiri ditemukan tanda dan gejala glaucoma akut. Tekanan intra ocular mata kanan 32 mmHg dan mata kiri 50 mmHg. Pemeriksaan funduskopi pada mata kanan terlihat lensa di retina inferior. Pasien direncanakan untuk ekstraksi lensa dan implantasi IOL. Intra operatif ketika pupil dalam keadaan dilatasi terlihat white dandruff like flakes di permukaan lensa anterior dan lensa subluksasi ke anterior, sehingga pada pasien ini diputuskan untuk dilakukan intra capsular cataract extraction. Sebagian besar glaukoma eksfoliasi onsetnya lambat, namun pada kasus ini tanda dan gejala glaukoma akut disebabkan oleh subluksasi lensa ke anterior.
Penyakit Ginjal Kronis pada Kehamilan Dinda Aprillia
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1060

Abstract

Penyakit ginjal kronis dini secara klinis sering tidak dapat terdeteksi sampai gangguan ginjal lanjut terjadi. Kehamilan sebenarnya jarang terjadi pada seseorang dengan penyakit ginjal kronis, kelainan utama pada wanita dengan PGK adalah tidak terjadinya ovulasi, sehingga wanita menjadi infertil. Gangguan menstruasi yang terjadi bahkan biasanya berakhir dengan amenorrhea pada saat pasien jatuh ke kondisi gagal ginjal tahap akhir. Selain kehamilan yang jarang terjadi, tingkat abortus spontan meningkat tajam pada wanita dengan PGK. Berkembangnya pusat-pusat dialisis dan transplantasi ginjal meningkatkan keberhasilan kehamilan pada pasien dengan PGK. Namun, perjalanan kehamilan pada penyakit ginjal kronik masih erat kaitannya dengan kematian janin, kelahiran prematur, keterlambatan pertumbuhan janin intrauterin, dan hipertensi yang sulit terkontrol, sehingga kehamilan yang terjadi pada PGK menurunkan fungsi ginjal dan peningkatan morbiditas serta mortalitas janin. Pemahaman lebih lanjut dibutuhkan untuk penatalaksanaan PGK pada kehamilan yang lebih baik untuk meminimalkan efek pada ibu dan janin.
Model Perencanaan Kebutuhan Tenaga Dokter Melalui Sistim Informasi Manajemen (SIM) Penilaian Angka Kredit pada Dinas Kesehatan Kota Solok Syamsiarti Syamsiarti; Hardisman Hardisman
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1051

Abstract

Kendala yang sering dijumpai dalam perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) adalah kurangnya dukung Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang terintegrasi antar pemangku kepenting. Tantangan dalam perencanaan SDMK adalah data yang akurat terkait aktivitas tenaga kesehatan tidak tersedia karena tidak adanya catatan yang baik dan valid. Hal ini menyebabkan sulitnya menghitung beban kerja tenaga kesehatan untuk melakukan perencanaan. Oleh karena itu Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK) dokter sebenarnya dapat dimanfaatkan dalam melakukan perencanaan kebutuhan dokter karena telah berisi semua informasi tentang aktifitas dokter. Namun karena selama ini penilaian angka kredit masih dilakukan secara manual maka DUPAK tidak dapat dimanfaatkan dalam perencanaan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai bekal mengelola institusi atau pelayanan kesehatan terutama dalam perencanaan kebutuhan dokter. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna pada perancangan model ini adalah studi pendahuluan dan wawancara. Alat pengumpulan data dengan instrumen wawancara dan perekam suara. Perancangan dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel. Model Perencanaan Kebutuhan Dokter melalui SIM Penilaian Angka Kredit dapat digunakan dalam menyusun perencanaan kebutuhan dokter, mencatat dan menginventarisir kegiatan dokter, penilaian angka kredit dokter, pengawasan pembinaan karir dan kenaikan pangkat dokter.
Visual Outcome Ambliopia Refraktif Yang Mendapat Cam Vision Stimulator Di RS. M. Djamil Padang Januari-Desember 2017 Suci Fitri; Julita Julita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1042

Abstract

The Cambridge Amblyopic (CAM) Vision stimulator merupakan salah satu teknik pengobatan ambliopia yang bekerja sesuai teori neurofisiologi oleh Hubel dan Wiesel, dimana seluruh neuron dari kortek visual dapat diaktivasi dan pulih dengan stimulasi grating sensitivitas kontras tinggi yang berputar dengan besar spatial frequency yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah melaporkan perbaikan visus pasien dengan ambliopia refraktif yang mendapat terapi CAM Vision Stimulator di RS. M. Djamil Padang selama bulan Januari – Desember 2017. Metode yang digunakan adalah studi Retrospektif. Partisipan adalah pasien di Poli Mata subbagian Pediatrik dan Strabismus yang sudah didiagnosa sebagai ambliopia refraktif dan sudah mendapat dan memakai koreksi kacamata selama satu bulan. Terapi CAM Vision Stimulator dilakukan satu kali seminggu selama 7-14 menit. Terapi dihentikan setalah 16 kali latihan atau pasien telah mencapai visus optimal. Hasil : Terdapat 13 pasien dengan diagnosa ambliopia refraktif dengan kisaran umur 5-12 tahun. 8 adalah ambliopia isoametrop (1 miop, 2 hipermetrop dan 5 meridional) dan 5 adalah ambliopia anisometrop (1 miop, 2 hipermetrop dan 2 meridional). Derajat ambliopia terbanyak adalah ambliopia ringan. Pada minggu ke 8 hampir seluruh partisipan mengalami perbaikan visus 2 baris dan pada minggu ke 26, 12 partisipan memiliki visus sama atau lebih baik dari 20/25. Kesimpulan : CAM Vision Stimulator dapat memperbaiki visus pada pasien dengan ambliopia refraktif.
Gambaran Hematologi Pasien Myelodysplastic Syndrome di RSUP Dr. M. Djamil Padang Bestri Neli Agustin; Hanifah Maani; Desywar Desywar
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1033

Abstract

Myelodysplastic syndrome (MDS) merupakan gangguan klonal sel stem hematopoietik berupa sitopenia, displasia, dan cenderung bertransformasi menjadi leukemia mieloid akut. Diagnosis MDS ditegakkan berdasarkan pemeriksaan hematologi, morfologi sel darah tepi, sumsum tulang, pemeriksaan lanjutan sitogenetika dan imunofenotiping, namun dua pemeriksaan terakhir ini tidak tersedia di semua rumah sakit di Indonesia sehingga diagnosis MDS terbatas pada pemeriksaan morfologi sel darah tepi dan sumsum tulang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran hematologi pasien MDS di RSUP Dr. M. Djamil Padang, merupakan penelitian deskriptif di laboratorium sentral RSUP Dr. M. Djamil Padang dari bulan November 2016 sampai dengan Oktober 2017. Populasi adalah semua pasien yang melakukan pemeriksaan sumsum tulang. Sampel penelitian adalah semua pasien yang telah didiagnosis MDS dari hasil pemeriksaan hematologi, sediaan hapus darah tepi dan sumsum tulang. Didapatkan 19 penderita MDS yang terdiri dari laki-laki 52,6% dan perempuan 47,4%, dengan perbandingan 1,1 : 1; rata-rata usia 40,6 tahun. Hasil pemeriksaan fisik: anemia 68,4%, anemia+organomegali 31,6%. Pemeriksaan hematologi: anemia+leukopenia+trombositopenia 57,8%, anemia+leukopenia 21,1%, anemia+trombositopenia 21,1%. Pemeriksaan sediaan hapus darah tepi: gambaran eritosit, ukuran: anisopoikilositosis 73,6%, normositik 26,4%; warna: polikrom 57,8%, normokrom 42,2%, ditemukan blast pada 42,1% penderita. Pemeriksaan sediaan hapus sumsum tulang, selularitas: hiposelular 73,6%, hiperselular 21,1%, normoselular 5,3%. Displasia seri eritropoietik+granulopoietik+trombopoietik 47,4%; seri eritropoietik+granulopoietik 31,5%; seri eritropoietik+trombopoietik 15,8%; seri eritropoietik saja 5,3%. Gambaran hematologi pasien MDS terbanyak pada penelitian ini adalah anemia, anisopoikilositosis, polikrom, selularitas hiposelular, dan ditemukannya displasia seri eritropoietik, granulopoietik dan trombopoietik.
Lupus Eritematosus Sistemik pada Pria Fajriansyah Fajriansyah; Najirman Najirman
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1065

Abstract

Lupus Eritematosus sistemik merupakan penyakit inflamasi autoimun kronis dengan etiologi yang belum diketahui serta memiliki manifestasi klinis dan prognosis yang sangat beragam. Insiden LES di Amerika serikat sebesar 5,1 per 100.000 penduduk, sementara prevalensi LES di Amerika dilaporkan 52 kasus per 100.000 penduduk dengan rasiowanita dan laki-laki antara 9-14:1. Kejadian LES pada pria sangatlah jarang dan gejalanya biasanya tidak khas dibanding dengan wanita. Telah dilaporkan pasien laki – laki, 27 tahun dengan keluhan utama nyeri sendi pada pergelangan kaki dan tangan. Adanya bercak warna kehitaman pada wajah, telinga, dan punggung serta rambut rontok. Pada pemeriksaan fisik: konjungtiva anemis, adanya ruam malar pada wajah dan hepatomegali tanpa splenomegali. Diidapatkan Hb: 9,7 gr/dL, gambaran darah tepi dengan eritrosit normositik normokrom, retikulosit 1,8 %, Combs test (DCT) positif, Anti ds-DNA 502,26 U/L , SGOT 62 u/L dan SGPT 120 u/L, ureum 18 mg/dL serta kreatinin 1 mg/dL. Ro. Thorax didapatkan Cor dan pulmo : normal, USG abdomen didapatkan gambaran fatty liver . Biopsi kulit : Subacute Cutaneus Luphus Erytematosus (SCLE). Pasien ini didiagnosis dengan lupus eritematosus sistemik sesuai dengan kriteria ACR (American College of Rheumatology) revisi tahun 1997, dimana bila terdapat 4 dari 11 kriteria ACR. Pasien diterapi dengan pemberian kloroquin, metilprednisolon, natrium diklofenak, osteokal, lansoprazol dan hepatoprotektor.
Analisis Kadar Timbal (Pb) Air Minum Isi Ulang pada Depot Air Minum (DAM) di Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2017 Fitri Wahyu Febriwani; Aisyah Elliyanti; Mohamad Reza
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1056

Abstract

Air minum isi ulang yang diperoleh dari Depot Air Minum (DAM) menjadi populer karena harganya lebih murah dari Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang bermerek. Apabila air minum isi ulang terkontaminasi dengan timbal (Pb) akan menyebabkan masalah terhadap kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kadar Pb air minum isi ulang pada DAM di Kecamatan Padang Timur tahun 2017. Penelitian ini adalah studi analitik. Sampel diambil dari 45 DAM di Kecamatan Padang Timur. Penelitian dilakukan pada bulan November-Desember 2017. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil studi adalah 100% kadar Pb kecil dari atau sama dengan nilai ambang batas (NAB) sesuai peraturan Permenkes No. 492 tahun 2010, 95,6% sumber air minum isi ulang berasal dari Gunung Talang Kabupaten Solok, 100% DAM menggunakan pipa PVC tipe AW, dan 51,1% DAM menggunakan pipa PVC dengan lama pemakaian <5 tahun. Hasil uji statistik didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara sumber air minum dan lamanya pemakaian pipa terhadap kadar Pb air minum isi ulang pada DAM di Kecamatan Padang Timur tahun 2017. Sedangkan 100% pipa PVC pada DAM menggunakan tipe AW sehingga tidak dapat dilakukan uji statistik. Simpulan studi ini adalah kadar Pb air minum isi ulang pada DAM di Kecamatan Padang Timur Kota Padang tahun 2017 masih aman untuk dikonsumsi dan pipa PVC tipe AW aman untuk digunakan dalam rentang waktu tertentu.
Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien dalam Penanganan Keluhan (Service Recovery) Rawat Inap di RSUD Rasidin Kota Padang R Nona Millani; Rima Semiarty; Rizanda Machmud
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1047

Abstract

Penanganan keluhan di RSUD Rasidin masih menjadi permasalahan, hasil observasi tahun 2018 masih terdapat beberapa keluhan pasien terhadap pelayanan di ruang rawat inap. Hal ini dapat dilihat dari survey Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap penanganan keluhan masih dibawah standar yaitu 76,56 artinya kinerja dari unit pelayanan masih kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat kepuasan pasien dalam penanganan keluhan (Service Recovery) di RSUD Rasidin Kota Padang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan instrument penelitian kuisioner terhadap 155 responden rawat inap di RSUD Rasidin Kota Padang. Variabel yang diukur yaitu Procedural Justice, Interactional Justice dan Distributive Justice. Analisis data menggunakan importance performance analysis dengan diagram kartesius sehingga didapatkan pemetaan alur permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan 26% responden mendapatkan pelayanan kurang baik dan masih ada beberapa keluhan yang harus menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan dari atribut Interactional Justice dan Distributive Justice diantaranya keahlian dokter dalam memberikan informasi mengenai masalah kesehatan penyakit yang diderita pasien, keahlian doker dalam menanyakan keluhan pasien, keahlian perawat dalam memberikan informasi mengenai masalah kesehatan penyakit yang diderita pasien, dan komunikasi antara pasien dengan dokter. Keempat atribut ini lebih menekankan kepada perilaku dan komunikasi yang kurang baik antara tenaga medis dengan pasien.

Page 85 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue