cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Otitis Media Supuratif Kronis Tipe Kolesteatom dengan Komplikasi Sekuele Stroke Akibat Meningoensefalitis Debby Apri Grecwin; Yan Edward
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1062

Abstract

Otitis media supuratif kronis tipe kolesteatom bisa menyebabkan komplikasi ekstrakranial dan intrakranial. Meningitis merupakan komplikasi intrakranial dari otitis media supuratif kronis yang paling sering terjadi. Meningitis bakteri dapat menyebabkan terjadinya stroke. Terapi medikamentosa dengan antibiotik intravena spektrum luas dan tindakan operasi akan memberikan outcome yang baik. Dilaporkan seorang pasien anak laki-laki usia 13 tahun dengan diagnosis otitis media supuratif kronis auris dekstra tipe kolesteatom dengan komplikasi sekuele stroke akibat meningoensefalitis yang ditatalaksana dengan terapi medikamentosa dan timpanomastoidektomi dinding runtuh. Penatalaksanaan otitis media supuratif kronis tipe kolesteatom dengan komplikasi sekuele stroke akibat meningoensefalitis terdiri dari terapi medikamentosa yang adekuat dan timpanomastoidektomi dinding runtuh untuk menghilangkan sumber infeksi di telinga tengah.
Evaluasi Pelaksanaan PONEK di RSUD dr.Rasidin Padang Pasca Pelatihan Rosmeri Rosha; Rizanda Machmud; Desmiwarti Desmiwarti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1053

Abstract

Pelaksanaan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal merupakan sasaran mengurangi angka kematian maternal neonatal. Salah satu intervensi yang dilakukan dengan mengirim petugas mengikuti pelatihan PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif). Pelayanan kegawatdaruratan maternal neonatal di RSUD dr.Rasidin selama ini belum berjalan dengan maksimal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan PONEK di RSUD dr. Rasidin Padang pasca pelatihan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui indepth interview,observasi dan telaah dokumen. Komponen yang diteliti mengenai input (kebijakan, SDM, dana serta sarana prasarana), proses (pelaksanaan,SOP,ketepatan bertindak dan evaluasi ) dan output. Hasil penelitian ditemukan sarana prasarana yang belum mendukung terlaksananya PONEK. Kesimpulan pelaksanaan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal di RS belum sesuai standar RS PONEK 24 jam. Pelaksanaan PONEK didukung oleh, SDM yang terlatih,sarana prasarana memadai, kinerja manajemen yang handal sehingga angka kematian ibu dan bayi berkurang. Untuk itu disarankan agar Direktur RS beserta jajarannya untuk melakukan upaya perbaikan kualitas pelayanan dengan melakukan sosialisasi dan koordinasi secara komprehensif.
Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja di Kabupaten Ogan Komering Ulu Nency Agustia; Rizanda Machmud; Elly Usman
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1044

Abstract

Ogan Komering Ulu (OKU) memiliki angkatan kerja sebanyak 65.917 dari 97.628 Wanita Usia Subur. Di Kabupaten Ogan Komering Ulu cakupan ASI eksklusif masih belum memenuhi target yaitu 48,5% dari 80%. Kebijakan mengenai ASI eksklusif di tempat kerja telah ada, namun masih banyak tempat kerja yang belum melaksanakan kebijakan tersebut.Tujuan penelitian adalahmenganalisis faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Kabupaten OKU. Studi mixed method desain sequential explanatory. Sampel kuantitatif diambil menggunakan multistage sampling pada Sembilan puluh dua ibu bekerja menyusui yang memiliki anak usia 0-2 tahun di OKU antara November 2018-Maret 2019. Responden Penelitian kualitatif dengan Indept Interview kepada pengelola program gizi dinas kesehatan, kabid hubungan indsutrial dinas tenaga kerja dan transmigrasi, kasie pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, pemegang program gizi puskesmas sukaraya dan puskesmas tanjung agung, pimpinan tempat kerja, dan Responden Focus Group Discussion (FGD) yaitu ibu-ibu bekerja yang menyusui. Hasil Kuantitatif didapatkan pengetahuan (p= 0,245), Sikap (p= 0,423), fasilitas laktasi (p= 0,233), dukungan suami (p= 0,958), dukungan atasan kerja (p= 0,641). Hasil penelitian kualitatif menjelaskan bahwa kebijakan ASI Ekslusif di tempat kerja masih banyak ditemukan kendala berupa kurangnya sosialisasi, belum ada alokasi dana, tenaga dan sarana khusus untuk pelaksanaan. Disimpulkan bahwa pelaksanaan kebijakan ASI Eksklusif pada ibu bekerja di OKU belum terlaksana dengan baik karena belum adanya Perda Khusus tentang ASI Eksklusif di tempat kerja.
Correlation Between Density of House Dust Mites and Recurrence of Urticaria Gardenia Akhyar; Rahma Ledika Veroci
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1035

Abstract

Beberapa kasus urtikaria pada paparan debu dan diantaranya menghubungkan sensitivitas tungau debu rumah (TDR) dengan urtikaria berdasarkan riwayat pasien dan pemeriksaan uji intradermal. Tujuan penelitian ini adalah menentukan korelasi antara kepadatan TDR dan rekurensi urtikaria. Jumlah sampel pada penelitian ini 30 orang. Kepadatan TDR dari tiap kamar sampel dihitung dengan mengumpulkan debu, dan sampel dinilai sensitivitas terhadao TDR dengan pemeriksaan skin prick test (SPT). Diagnosis urtikaria berdasarkan anamnesis, kemudian ditanyaan rekurensinya dalam tiga bulan terakhir. Hasil: Dari 30 peserta, tujuh (23,3%) sampel memiliki kepadatan TDR sedang sementara 23 (76,7%) memiliki kepadatan rendah. Selain itu, 15 sampel positif SPT terhadap alergen TDR. Dari anamnesis, 12 (40%) sampel didiagnosis urtikaria dan diantaranya, 11 orang (91,67%) positif terhadap SPT. Tidak ada sampel yang memiliki rekurensi urtikaria dalam tiga bulan terakhir. Kesimpulan: Meskipun penelitian ini tidak menunjukkan korelasi yang signifikan antara kepadatan TDR dan tingkat kekambuhan urtikaria (p> 0,05), TDR memang bisa memicu eksaserbasi. Penelitian ini membutuhkan penyelidikan lebih lanjut dengan ukuran sampel yang lebih besar.
Osteoporosis in Acute Lymphoblastic Leukemia Lestry Fibriani; Eka Agustia Rini
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1067

Abstract

Leukemia merupakan keganasan yang paling banyak terjadi pada anak, melibatkan sumsum tulang dan organ lain seperti sistem saraf pusat, tulang dan sendi. Abnormalitas skeletal yang berhubungan dengan leukemia antara lain osteoporosis, reaksi periosteal, sklerosis reaktif. Osteoporosis dapat terjadi sebagai manifestasi klinis awal atau lanjutan pada anak leukemia. Tatalaksana osteoporosis tepat sangat penting karena dapat mempengaruhi kualitas hidup, dan dapat berdampak negative pada kemampuan aktivitas anak. Dilaporkan kasus leukemia dan osteoporosis pada anak perempuan usia 7 tahun dan 5 bulan, berdasarkan manifestasi klinis, pemeriksaan laboratorium, dan radiologi. Pasien ditatalaksana dengan pemberian vitamin D dan kalsium dengan luaran perbaikan klinis.
Analisis Implementasi Penemuan Pasien TB Paru dalam Program Penanggulangan TB Paru di Puskesmas Balai Selasa Deri Zarwita; Rosfita Rasyid; Abdiana Abdiana
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1058

Abstract

Keberhasilan penanggulangan TB Paru di Indonesia ditentukan melalui 3 indikator yaitu Case Notification Rate (CNR), Case Detection Rate (CDR) dan Succes Rate. Capaian pada tahun 2015 dan tahun 2016 di Propinsi Sumatera Barat masih jauh dari target Standar Pelayanan Minimal (SPM). Tahun 2017 Puskesmas Balai Selasa penemuan kasus terendah sebanyak 18 kasus. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penemuan pasien TB Paru dalam penanggulangan TB di Puskesmas Balai Selasa Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2018 sampai April 2019 dengan metode kualitatif. Pengumpulan data primer didapatkan dari wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan observasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 13 orang dan peserta FGD sebanyak 20 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa kebijakan yang dipakai dalam penemuan penderita TB paru adalah kebijakan pusat dengan stretegi DOTS, namun belum disosialisasikan kepada semua tenaga kesehatan. Untuk tenaga pelaksana di puskesmas mencukupi secara kuantitas dan kualitas, hanya koordinator TB masih diberikan tugas rangkap, dana penemuan penderita TB masih kurang untuk kegiatan sweeping, sarana untuk pemeriksaan dahak belum ada di Puskesmas Balai Selasa. Pada proses perencanaan, penemuan penderita TB belum direncanakan secara terinci di dalam Plan Of Acion (POA), pelaksanaan penemuan penderita TB masih bersifat pasif, monitoring dan evaluasi belum dilakukan secara maksimal di puskesmas. Pelaksanaan penemuan pasien TB di Puskesmas Balai Selasa masih belum optimal dan cakupan penemuan penderita juga masih rendah.
Upaya Peningkatan Pemanfaatan Puskesmas Untuk Pelayanan Persalinan pada Dinas Kesehatan Kota Solok Tahun 2018 Pophy Arwin; Edison Edison; Ambun Kadri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1049

Abstract

Pemanfaatan Puskesmas di Kota Solok untuk pelayanan persalinan masih rendah. Hal ini sangat timpang jika dibandingkan dengan sarana dan prasarana yang ada di Puskesmas yang sudah lengkap, dan lebih lengkap jika dibandingkan dengan Bidan Praktek swasta. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemanfaatan Pusat Kesehatan Masayarakat dalam memberikan pelayanan persalinan di kota Solok. Penelitian ini merupakan bentuk kajian pada manajemen Pemanfaatan Puskesmas di Kota Solok untuk pelayanan persalinan. Kajian ini dimulai dari mengidentifikasi akar masalah, memberikan alternatif pemecahan masalah dan beberapa intervensi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dari hasil kajian didapatkan intervensi prioritas yang dapat dilakukan yaitu; 1). Bekerja sama dengan kegiatan PIS-PK untuk melakukan promosi tentang pelayanan persalinan yang dilakukan puskesmas, 2). Bekerja sama dengan program smash care 119 untuk melakukan promosi tentang pelayanan persalinan yang dilakukan puskesmas, 3). Bidan puskesmas/pustu/poskeskel harus melakukan promosi tentang pelayanan persalinan yang dilakukan di Puskesmas/pustu/poskeskel, 4). Melakukan pendekatan persuasif kepada ibu hamil pada saat ANC, agar ibu hamil bersalin di Puskesmas/pustu/poskeskel, 5). Peningkatan Kualitas ANC sehingga ibu hamil yang ANC di Puskesmas/Pustu/Poskeskel bisa bersalin di Puskesmas/Pustu/Poskeskel, serta 6). Memperluas wewenang Bidan Penanggung Jawab untuk melakukan promosi pelayanan persalinan melalui PWS.
Analisis Pelaksanaan Family Development Session Bidang Sanitasi Program Keluarga Harapan di Kecamatan Lengayang Dona Idola; Hafni Bachtiar; Abdiana Abdiana
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1040

Abstract

Kondisi sanitasi di Pesisir Selatan untuk persentase penduduk dengan akses sanitasi yang layak sebesar 79% dari jumlah penduduk, ini masih dibawah target SPM Nasional yaitu 85%. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan sanitasi adalah dengan Family Development Session (FDS). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan FDS bidang sanitasi di Wilayah Kecamatan Lengayang tahun 2018 dengan melihat aspek input (kebijakan, tenaga, biaya, sarana prasarana), proses (perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi) dan output dari pelaksanaan FDS. Metode penelitian yang dipakai adalah pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, FGD, observasi dan telaah dokumen. Waktu penelitian bulan April sampai Desember 2018 di Wilayah Kabupaten Pesisir Selatan. Informan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang dan peserta FGD berjumlah 8 orang untuk setiap nagari. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian didapatkan jika kebijakan FDS khusus wilayah Pesisir Selatan sanitasi belum ada, anggaran, sarana dan prasarana tidak mencukupi, tenaga pendamping direkrut dan dilatih langsung oleh Kementrian Sosial, monitoring dan evaluasi FDS sanitasi belum dilakukan secara maksimal baik dari Kabupaten ataupun dari Provinsi. Pada pelaksanaan tenaga pendamping belum sesuai pedoman yang ditetapkan oleh Kementrian Sosial, FDS belum melibatkan lintas sektor seperti puskesmas dan pemerintah nagari. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan jika pelaksanaan FDS sanitasi di Kecamatan Lengayang Pesisir Selatan belum berjalan optimal. Untuk itu perlu peningkatan komitmen dari pendamping untuk benar-benar melaksanakan FDS sesuai petunjuk, dan melakukan advokasi ke pemerintah kabupaten agar bisa mengeluarkan kebijakan khusus FDS Sanitasi.
Analisis Implementasi Triage, Ketepatan Diagnosa Awal Dengan Lama Waktu Rawatan Pasien di RSUD Prof. DR. MA Hanafiah SM Batusangkar Ardian Amri; Menkher Manjas; Hardisman Hardisman
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1031

Abstract

Keselamatan pasien saat ini menjadi perhatian penting dalam pelayanan kesehatan seperti di rumah sakit. Salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dengan cara menerapkan standar keselamatan pasien dengan melaksanakan sistem triage yang dilakukan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis ketepatan triage, ketepatan diagnosa awal dan lamanya waktu rawatan pasien di RSUD Prof. DR. M.A Hanafiah SM Batusangkar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi (mixed methods) dengan desain sequential explanatory. Hasil penelitian didapatkan bahwa pelaksanaan triage di IGD RSUD Prof. DR. M.A Hanafiah SM Batusangkar tidak tepat hasilnya adalah sebesar 6,7%. Diagnosa tidak tepat yang dilakukan dokter terhadap pasien IGD sebanyak 9,6%. Sebesar 30,8% pasien lama rawatannya tidak sesuai dengan Clinical pathway. Tidak ada hubungan yang bermakna antara ketepatan triage dengan lamanya hari rawatan (0,673), dan terdapat hubungan yang bermakna antara ketepatan diagnosa dengan lamanya hari rawatan (0,001). Kesimpulannya adalah triase di IGD RSUD Prof. DR. M.A Hanafiah SM Batusangkar sudah dilaksanakan sesuai standar triage Australia. Selain itu, dokter sudah melakukan tindakan atau diagnosa sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) tetapi masih ada terjadi kesalahan diagnosa dilihat dari adanya perbedaan diagnosa awal dan diagnosa pada saat pasien pulang. Persepsi pasien terhadap pelayanan IGD adalah masih merasa kurang puas, karena pasien merasa masih diabaikan jika jumlah pasien sedang banyak.
Frontalis Suspension dengan Fascia Lata pada Ptosis Kongenital Desty Ria Tiffani; Hendriati Hendriati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1063

Abstract

Ptosis atau blefaroptosis merupakan kondisi turunnya atau inferodisplacement palpebra superior. Ptosis unilateral dengan fungsi levator yang buruk merupakan kasus yang cukup sulit untuk ditalaksana karena kemungkinan didapatkan hasil akhir yang asimetris. Frontalis suspension dengan fascia lata merupakan salah satu prosedur pilihan untuk ptosis dengan fungsi levator yang buruk. Kasus ini bertujuan untuk melaporkan outcome ptosis kongenital unilateral yang ditatalaksana dengan frontalis suspension dengan fascia lata. Pada kasus ini didapatkan seorang pasien perempuan berusia 24 tahun dengan kelopak atas mata kiri turun sejak lahir dan dirasakan sama sepanjang waktu. Tajam penglihatan kedua mata dalam batas normal. Pada pemeriksaan palpebra mata kiri didapatkan margin reflex distance 1 (MRD1) 2 mm, MRD2 sebesar 5 mm dan fisura palpebra vertikal (FPV) 7 mm (FPV mata kanan 11 mm). Fungsi levator palpebra mata kiri 4 mm dan eyelid crease tidak terbentuk. Pada pasien ini dilakukan prosedur repair ptosis dengan teknik frontalis suspension dengan fascia lata. Pada follow up post operasi, terdapat perbaikan secara kosmetik dimana setelah 1 bulan didapatkan peningkatan MRD1 mata kiri menjadi 3 mm. Pada follow up 3 bulan, didapatkan MRD1 mata kiri meningkat menjadi 4 mm sehingga FPV mata kiri meningkat menjadi 9 mm. Kondisi ini dapat menurunkan asimetrisitas FPV kedua mata sehingga secara kosmetik dapat diterima oleh pasien. Komplikasi yang ditemukan adalah lagoftalmus sebesar 1 mm setelah 3 bulan post operasi. Kesimpulan dari laporan kasus ini adalah frontalis suspension dengan fascia lata pada ptosis kongenital unilateral secara kosmetik memberikan outcome yang baik.

Page 83 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue