AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and IslÄmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Articles
83 Documents
Search results for
, issue
"Vol 10, No 4 (2021)"
:
83 Documents
clear
TEACHERS’ CHALLENGES IN TEACHING GEOMETRY USING AUGMENTED REALITY LEARNING MEDIA
Gabriella Intan Permatasari;
Sri Andayani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (496.525 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.3889
AbstrakGeometri berperan penting terhadap penguasaan matematika siswa. Dalam penerapannya, siswa masih terkendala dalam membayangkan suatu objek abstrak. Dibutuhkan suatu media pembelajaran yang tepat yang digunakan oleh guru dan mengikuti perkembangan teknologi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tantangan dalam mengajarkan geometri menggunakan media pembelajaran Augmented Reality. Penelitian ini merupakan merupakan penelitian kualitatif dengan jenis phenomenology. Data dikumpulkan dengan wawancara dengan 10 guru matematika SMP di Kota Salatiga yang telah menggunakan media Augmented Reality dalam pembelajaran Geometri secara tatap muka dan 12 siswa melalui zoom. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tahap Miles & Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru masih kesulitan dalam memantau siswa apakah siswa benar paham materi atau tidak karena beberapa siswa tidak memiliki smartphone yang mendukung pembelajaran, kurangnya waktu yang dibutuhkan oleh guru dalam menjelaskan materi, tampilan aplikasi AR pada smartphone tidak bisa langsung scan marker sehingga butuh waktu untuk menampilkan gambar bangun ruang, guru kesulitan menghadapi siswa yang kurang aktif dalam mengeksplorasi gambar pada media ketika guru meminta siswa menggambarkan jaring-jaring bangun ruang sisi datar, dan navigasi pada aplikasi terlalu sensitive sehingga siswa kebingungan saat diminta memutar bangun ruang pada media. Kata kunci: Augmented Reality, Geometri, Media Pembelajaran AbstractGeometry is important for students' mastery of mathematics. In its application, students are still constrained in imagining an abstract object. It takes an appropriate learning media that is used by teachers and follows current technological developments. This study aims to describe challenges in teaching geometry using Augmented Reality learning media. This research is a qualitative research with a type of phenomenology. Data were collected by interviewing 10 junior high school mathematics teachers in Salatiga who have used Augmented Reality media in learning geometry by face to face and 12 students by zoom. Data analysis was performed using the Miles & Huberman stage, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusion. The results showed that the teachers still had difficulty in monitoring students whether they correctly understood the material or not during learning process in the online classes because some students didn’t have smartphones that support the learning process, the limited time that the teachers had to explain the material, the display of the AR application on the smartphone can’t directly scan the marker so it takes time to display the solid figure, teachers have difficulty dealing with students were less active in exploring solid figure in media so when teacher asked to describe the net of polyhedron some students only described the same shapes as those shown on AR media, and navigation in applications is too sensitive makes students confused when rotating shapes. Keywords:Augmented Reality, Geometry, Learning media
HUBUNGAN PENGGUNAAN SMARTPHONE DAN KESIAPAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
Nelly Astuti;
Muncarno Muncarno;
Diah Mirantika;
Victor Dinnata;
Nur Ridha Utami
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (113.013 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4401
AbstrakMasalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar matematika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara penggunaan smartphone dengan kesiapan belajar, penggunaan smartphone dengan hasil belajar matematika, kesiapan belajar dengan hasil belajar matematika serta penggunaan smartphone dan kesiapan belajar dengan hasil belajar matematika. Jenis penelitian ex-post facto korelasi. Populasi berjumlah 118 peserta didik dan sampel penelitian berjumlah 54 peserta didik. Instrumen pengumpul data berupa angket dengan skala likert, yang sebelumnya diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment dan multiple correlation. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan smartphone dan kesiapan belajar dengan hasil belajar matematika dengan koefisien korelasi sebesar 0,515 berada pada taraf “Cukup Kuat”. Kata kunci: hasil belajar matematika, penggunaan smartphone, kesiapan belajar AbstractThe problem in this study was the low mathematics learning outcomes. The purpose of this study was to determine the significant relationship between use smartphone using with learning readiness, smartphone using with mathematics learning outcomes, learning readiness with mathematics learning outcomes and smartphone using and learning readiness with mathematics learning outcomes. The type of this research was ex-post facto correlation. The population was 118 students and the research sample was 54 students. The data collection instrument was a questionnaire with a scale likert, which had previously been tested for validity and reliability. The data analysis used the product moment and multiple correlation. The results showed that there were a significant relationship between use smartphone and learning readiness with mathematics learning outcomes with a correlation coefficient of 0.515 at the "Strong Enough" level. Keywords: mathematics learning outcomes, smartphone using, learning readiness
PENGEMBANGAN BUKU AJAR ALJABAR LINIER BERBASIS MATLAB MOBILE UNTUK MENUNJANG PEMBELAJARAN DARING
Restu Lusiana;
Reza Kusuma Setyansah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (924.669 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4083
Learning mathematics online, especially in Linear Algebra courses requires mathematical software-based teaching materials, to strengthen the understanding of numerical concepts. The purpose of this research is to produce MATLAB Mobile-based textbooks that are suitable to support online learning. This development research uses a 4-D model containing 4 stages, namely Define, Design, Develop, and Disseminate. This research was conducted at the Mathematics Education Study Program, the University of PGRI Madiun with 20 students as the subject of the fourth semester. The research instrument and data collection in this study used validation sheets, response questionnaires, and learning outcomes tests. Data analysis of the validation sheet and questionnaire used the Likert scale and the Guttman scale, while the data analysis of the learning outcomes test used the Normalized Gain Score (n-Gain). This study produced a Linear Algebra textbook based on MATLAB Mobile to support online learning during the Covid 19 pandemic with a validity percentage of 86,5% (valid), practicality percentage 83,4% (practical), and an n-Gain score of 46,7 (moderately effectiveness). So that the textbooks developed are suitable to support online learning.
PENGARUH MODEL REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA DITINJAU DARI SELF EFFICACY SISWA
Prastika Istiqomah;
Kamid Kamid;
Muhammad Haris Effendi Hasibuan
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (568.938 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4334
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran realistic mathematics education (RME) terhadap kemampuan literasi matematika siswa, dan pengaruh self-efficacy terhadap kemampuan literasi matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan posttest only control design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Kota Jambi tahun ajaran 2021/2022 sebanyak 228 siswa dan terbagi menjadi 7 kelas. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan adalah sebanyak 68 siswa yang terbagi menjadi dua kelas (kelas eksperimen I dan kelas kontrol). Sampel di tentukan dengan teknik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah angket self-efficacy dan tes kemampuan literasi matematika. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA dua jalur. Hasil penelitian ini yaitu Model pembelajaran RME lebih efektif mempengaruhi kemampuan literasi matematika dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, serta self-efficacy dengan kategori tinggi dan sedang lebih mempengaruhi kemampuan literasi matematika dibandingkan self-efficacy siswa dengan kategori rendah.
DESKRIPSI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DITINJAU DARI RESILIENSI MATEMATIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS
M. Agung Dharma Himawan;
Sri Hastuti Noer
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (732.352 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4194
AbstrakTujuan dilakukan penelitian ini adalah mendeskripsikan kondisi kemampuan berpikir kreatif siswa jika ditinjau berdasarkan tingkat resiliensi yang dimiliki oleh siswa. Penelitian ini didasari oleh adanya dampak perubahan pola belajar siswa karena pandemi covid-19. Kemapuan memberikan ide yang tidak umum dan hanya digunakan oleh beberapa orang tertentu untuk menyelesaikan masalah matematika disebut dengan kemampuan berpikir kreatif. Terdapat empat indikator siswa dikatakan kreatif diantaranya adalah kelancaran, keluwesan, orisinalitas, dan kemampuan memerinci. Resiliensi matematis siswa adalah kegigihan siswa dalam menghadapi permasalahan dalam pembelajaran matemtika. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh terkait kemampuan berpikir kreatif tingkat resiliensi siswa secara lebih mendalam. 30 siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Batu Ketulis, Lampung Barat Tahun Pelajaran 2020/2021 merupakan sampel yang diambil kemudian direduksi menjadi 6 siswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel didasarkan oleh pertimbagan tertentu. Data dikumpulkan dengan memberikan kuisioner, soal materi bangun datar, dan wawancara. Instrumen yang digunakan berupa angket kemampuan resiliensi matematis siswa, tes uraian pada materi segi empat (bangun datar), dan pedoman wawancara. Kesimpulan yang diperoleh adalah indikator kelancaran dan keterincian sering muncul pada siswa dengan tingkat resiliensi tinggi, indikator kelancaran muncul pada siswa yang memiliki resiliensi sedang sedang, dan siswa dengan tingkat resiliensi rendah belum mampu memunculkan satupun indikator berpikir kreatif. Kata kunci: Berpikir Kreatif; Resiliensi Matematis Abstract The purpose of this research is to describe condition of students' creative thinking skills when viewed based on the level of resilience possessed by students. This research is based on the impact of changes in student learning patterns due to the COVID-19 pandemic. The ability to provide ideas that are not common and only used by certain people to solve mathematical problems is called the ability to think creatively. There are four indicators that students are said to be creative including fluency, flexibility, originality, and elaboration. Students' mathematical resilience is the persistence of students in dealing with problems in learning mathematics. The method used is a qualitative method with the aim of getting a comprehensive picture of students' creative thinking skills at the level of resilience in more depth. 30 students of class VII A Junior High School 1 Batu Ketulis, West Lampung in the 2020/2021 academic year are samples taken and then reduced to 6 students with using a sampling technique based on certain considerations. Data was collected by giving questionnaires, questions about data building materials, and interviews. The instrument used was a questionnaire on students' mathematical resilience abilities, a description of the rectangular material description (data structure), and interview guidelines. The conclusion obtained is that indicators of medium and detail often appear in students with high levels of resilience, indicators appear in students who have resilience, and students with low levels of resilience have not been able to bring up indicators of creative thinking.Keywords: Creatif Thinking; Mathematical Resilience
PENERAPAN MEDIA PROLIBRA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DAN SELF CONFIDENCE SISWA
Riezky Purnama Sari;
Fairus Fairus;
Hanafiah Hanafiah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (102.505 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4211
AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan penalaran matematis dan self confidence siswa SMKN 1 Langsa dengan menggunakan media PROLIBRA. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Quasi eksperimen dengan desain Randomized control group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan angket. Penelitian ini mengambil populasi kelas XI SMKN 1 Langsa dengan sampel kelas XI MM1 sebagai kelas eksperimen, dan XI MM2 sebagai kelas kontrol. Hasil analisa data diperoleh peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa melalui media pembelajaran PROLIBRA lebih baik dari pada melalui pembelajaran tanpa media POLIBRA pada materi program linear di kelas XI SMKN 1 Langsa. Pada kelas eksperimen yang diajarkan dengan media polibra ada peningkatan self-confidence pada aspek keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri untuk memahami matematika 80,25% dengan kategori baik; aspek keyakinan diri untuk dapat terus belajar matematika 79,58% dengan kategori baik; dan aspek keyakinan diri dapat mengatasi rintangan dalam menyelesaikan masalah 79,37% dengan kategori Baik. Sedangkan pada kelas kontrol peningkatan self-confidence terjadi pada aspek keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri untuk memahami matematika 76,75% dengan kategori baik, aspek yg lainnya juga terlihat sedikit meningkat walaupun masih berada pada kategori cukup. Kata kunci: Kemampuan Penalaran Matematis; Media PROLIBRA; Self Confidence Abstract The purpose of this study was to determine the increase in mathematical reasoning ability and self-confidence of SMKN 1Langsa students using PROLIBRA media. The type of research used in this study is a quasi-experimental study with a randomized control group pretest-posttest design. Data collection techniques used in this study were tests and quiestionnaires. This study took the population of class XI SMKN 1 Langsa with samples of class XI MM1 as the experimental class, and XI MM1 as the control class. The results of data analysis showed that the increase in students’ mathematical reasoning abilities through PROLIBRA learning media was better than through learning without PROLIBRA media on linear programming material in class XI SMKN 1 Langsa. In the experimental class taught with prolibra media, there was an increase in self-confidence in the aspect of confidence in one’s ability to understand mathematical 80,25% in the good category; aspects of self-confidence to be able to continue learning mathematics 79,58% with good category; and aspects of self-confidence can overcome obstacles in solving problems 79,37% in the good category. While in the control class, the increase in self-confidence occurred in the aspects of confidence in one’s own ability to understand mathematics 76,75% in the good category, the other aspects also showed a slight increase even though they were still in the sufficient category.Keywords: Mathematical Reasoning Ability; PROLIBRA Media; Self Confidence
PENERAPAN METODE BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN SELF-EFFICACY DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
Nicky Dwi Puspaningtyas;
Putri Sukma Dewi;
Sugama Maskar
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (522.282 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4144
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode bimbingan kelompok dalam meningkatkan self-efficacy dan hasil belajar siswa. Subjek pada penelitian ini adalah 38 siswa SMP Negeri 2 Pesawaran di Provinsi Lampung yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes dan non tes. Instrumen tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa, sedangkan instrumen nontes digunakan untuk mengukur self-efficacy siswa. Instrumen tes mencakup materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) yang merupakan materi siswa SMP kelas VIII. Disisi lain, angket sebagai instrumen non tes disusun berdasarkan indikator yang merujuk pada Teori Brown. Sebelum digunakan dalam penelitian, kedua instrumen ini sudah diuji validitas dan reliabilitasnya sehingga layak untuk diberikan pada subjek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode bimbingan kelompok dapat meningkatkan self-efficacy siswa. Peningkatan ini diperkuat dengan hasil uji perbandingan dua rata-rata yang menyatakan bahwa terjadinya peningkatan signifikan dari self-efficacy siswa. Selain itu, uji statistik juga memperlihatkan peningkatan yang signifikan dari hasil belajar siswa setelah mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan metode bimbingan kelompok. Kata kunci: bimbingan kelompok, matematika, self-efficacy. AbstractThis study aims to determine the application of group guidance methods in increasing self-efficacy and student learning outcomes. The subjects in this study were 38 junior high school students of SMP Negeri 2 Pesawaran, in Lampung Province who were selected using purposive sampling technique. The research instrument used in the form of tests and non-tests. The test instrument is used to measure student learning outcomes, while the non-test instrument is used to measure student self-efficacy. The test instrument includes material on the Two Variable Linear Equation System (SPLDV) which is material for VIII grade junior high school students. On the other hand, the questionnaire as a non-test instrument is prepared based on indicators that refer to Brown's Theory. Before being used in research, these two instruments have been tested for validity and reliability so that they are feasible to be given to research subjects. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the application of the group guidance method can increase students' self-efficacy. This increase is also reinforced by the results of comparatin test of two averages which state that there is a significant increase in student self-efficacy. In addition, statistical tests also showed a significant increase in student learning outcomes after receiving learning using the group guidance method. Keywords: group guidance, mathematics, self-efficacy.
PENGARUH PERAN ORANG TUA TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
Maria Goretty Diciloam Bantas;
Yasinta Yenita Dhiki;
Stefanus Notan Tupen
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (534.142 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4335
Abstrak Tujuan Penelitian ini adalah untuk melihat peran serta dari orang tua dalam meningkatkan minat belajar anak untuk mata pelajaran matematika yang berpengaruh terhadap hasil belajar matematika anak setelah masa pandemic berakhir. Penelitian yang digunakan merupakan deskriptif kualitatif, yang menjadi subjek dlaam penelitian ini adalah peserta didik/I SMP yang bertempat tinggal di wilayah RT. 003, RW. 003 Kelurahan Tetandara Kabupaten Ende dengan jumlah 17 orang yang terdiri dari 9 peserta didik dan 8 siswi dengan sekolah yang berbeda dan orang tua yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan peran yang diberikan orang tua dalam proses pembelajaran matematika berupa memberikan bimbingan dan arahan, memberikan nasihat, mengawasi proses belajar, dan memenuhi fasilitas anak sebagai peserta didik dapat menumbuhkan minat anak yang dlihat dari perasaan senang, perhatian, ketertarikan dan keterlibatan anak dalam proses pembelajaran matematika yang dilaksanakan secara online. Kata kunci: Pembelajaran matematika; peran orang tua; minat belajar. Abstract The purpose of this study was to see the role of parents in increasing children's interest in learning mathematics which affects children's mathematics learning outcomes after the pandemic period ended. The research used is descriptive qualitative, the subjects of this research are junior high school students who live in the RT area. 003, RW. 003 Tetandara Village, Ende Regency with a total of 17 people consisting of 9 students and 8 students from different schools and different parents. The results showed that the role given by parents in the mathematics learning process in the form of providing guidance and direction, providing advice, supervising the learning process, and fulfilling children's facilities as students can foster children's interest which can be seen from feelings of pleasure, attention, interest and involvement of children in the process. mathematics learning carried out online. Keywords: Learning mathematics; role of parents; interest in learning.
TEORI BEBAN KOGNITIF: PETA KOGNITIF DALAM PEMECAHAN MASALAH PADA MATEMATIKA SEKOLAH
Barep Yohanes;
Feby Indriana Yusuf
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (653.906 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4033
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan Beban Kognitif dalam Pemecahan Masalah melalui peta kognitif pada mahasiswa. Penelitian dilakukan dengan memberikan permasalahan matematika kepada mahasiswa dan kemudian hasil kerja dianalisis berdasarkan pengetahuan, masalah, prosedur, dan konsep (peta kognitif) dalam pemecahan masalah berdasarkan beban kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam peta kognitif mahasiswa dalam pemecahan masalah dapat terlihat adanya beban kognitif yang muncul. Peta kognitif yang interkoneksi antara pengetahuan, masalah, prosedur, dan konsep memiliki beban kognitif baik itu beban kognitif intrinsic maupun germane. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa Pemecahan Masalah selalu melibatkan kemampuan kognitif (Beban Kognitif) yang dapat ditelusuri atau dilihat dari peta kognitif peserta didik. Didalam peta kognitif terdapat beban kognitif yang mengarah untuk dapat memecahkan masalah.
PERSEPSI GURU MATEMATIKA TERHADAP PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN (DARING)
Rizka Juni Anisa;
Padrul Jana;
Marsiyam Marsiyam
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2720.397 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.3707
Abstrak Selama pandemi wabah Covid-19, guru melakukan pembelajaran secara daring. Pembelajaran daring menjadi pilihan utama karena adanya pandemi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru terhadap pembelajaran daring pada mata pelajaran matematika. Persepsi guru yang digali meliputi aspek materi ajar, interaksi belajar, dan lingkungan belajar matematika dalam pembelajaran daring. Jenis penelitian ini termasuk dalam kategori kualitatif deskriptif. Pengambilan data penelitian menggunakan angket Google Form dan wawancara. Data diperoleh dari guru matematika tingkat SMP dan SMA sederajat di Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 30 responden. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Selanjutnya dilakukan keabsahan data untuk mengecek data yang didapatkan dari angket dengan data wawancara menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek materi ajar persepsi guru dalam kategori baik. Hal ini di dukung oleh pendapat guru bahwa dalam menyampaikan materi guru sebelumnya sudah merancang materi tersebut. Tentunya disesuaikan dengan kompetensi dasar agar materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan mudah untuk dipahami oleh siswanya. Pada aspek interaksi belajar menurut persepsi guru matematika itu dalam kategori kurang. Hal ini karena tidak semua siswa menjadi aktif ketika pembelajaran daring berlangsung. Sedangkan pada aspek lingkungan belajar guru memiliki persepsi kurang. Hal ini juga di dukung oleh pendapat guru bahwa lingkungan belajar selama pembelajaran daring lebih susah dikondisikan karena tidak bertatap muka secara langsung, sehingga guru susah untuk memantau siswanya. Kata kunci: Matematika; Pembelajaran Daring; Persepsi Guru. Abstract During the Covid-19 pandemic, teachers conducted online distance learning. Online learning the main choice because of this pandemic. This study aims to describe the teacher's perceptions of learning online on mathematics. Teacher perceptions that are explored include aspects of teaching materials, learning interactions, and the mathematics learning environment in online learning. This type of research is included in the descriptive qualitative category. Retrieval of research data using a questionnaire Google Form and interviews. Data obtained from mathematics teachers at the junior and senior high school levels in the Special Region of Yogyakarta as many as 30 respondents. The data analysis technique used was data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Furthermore, the validity of the data was carried out to check the data obtained from the questionnaire with interview data using triangulation. The results showed that in the aspect of teaching material, the teacher's perception was in a good category. This is supported by the teacher's opinion that in delivering the material, the teacher had previously designed the material. Of course, it is adjusted to essential competencies so that the material provided is following the needs and is easy for students to understand. In the aspect of learning interaction, according to the mathematics teacher's perception, it is in a low category. This is because not all students become active when online learning takes place. Meanwhile, in the aspect of the learning environment, teachers have fewer perceptions. This is also supported by the teacher's opinion that the learning environment during online learning is more difficult to the condition because it does not meet face to face so that it is difficult for teachers to monitor their students.Keywords: Mathematics; Online Learning; Teacher Perception.