cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 65 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2022)" : 65 Documents clear
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH NON RUTIN MAHASISWA PADA TOPIK SEGIEMPAT Sumarni Sumarni; Nuranita Adiastuty; Mohamad Riyadi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.367 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4594

Abstract

Pemecahan masalah non-rutin merupakan salah satu aspek dari pengetahuan konten matematika yang harus dimiliki oleh calon guru matematika (MCGM). Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah non-rutin dari MCGM  pada topik segiempat berdasarkan kategori nilai mata kuliah geometri. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dilakukan pada 10 MCGM  yang merupakan mahasiswa semester 8 yang akan melaksanakan tugas akhir penelitian (skripsi) topik segiempat, pada salah satu universitas swasta di Jawa Barat. Instrumen yang digunakan adalah tes pemecahan masalah non-rutin, observasi dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan triangulasi data. Faktor lupa rumus dan konsep tentang topik segiempat, kesalahan algoritma dan rendahnya penalaran menjadi penyebab dalam ketidakmampuan MCGM dalam pemecahan masalah non-rutin. Kesimpulan penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah non rutin dari MCGM kurang. Berdasarkan tahapan pemecahan masalah Polya, MCGM dengan kategori nilai mata kuliah geometri tinggi kesulitan pada tahapan ke-3 (menjalankan rencana). MCGM dengan kategori nilai mata kuliah geometri sedang dan rendah  kesulitan pada tahapan ke-2 (menyusun rencana) dan ke-3 (menjalankan rencana).Non-routine problem solving is one aspect of mathematics content knowledge, and must be possessed by pre-service mathematics teachers (PSMTs). The purpose of this study was to analyze the non-routine problem-solving abilities of PSMTs on quadrilateral topic based on score of plane geometry course category .Research methods used qualitative descriptive with a case study approach conducted at 10 PSMTs who were students in the 8th semester, who would conduct research final project (thesis) on quadrilateral topics, at one of the private universities in West Java. The instruments used were non-routine problem solving tests, observation and interviews. The data analysis technique was done by data triangulation. The forgetting factor of formulas and concepts about quadrilateral topics, algorithmic errors and low reasoning are the causes of PMSTs inability to solve non-routine problems. Conclusion of this research is the non-routine problem solving ability of PMSTs was lacking. Based on the stages of mathematical problem solving Polya’s, PMSTs with high score of plane geometry course difficulties on stage 3 (carrying out the plan). PMSTs with category medium and low score of plane geometry courses have difficulty on stages 2 (devising a plan) and 3 (carrying out the plan).
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION POKOK BAHASAN BANGUN RUANG Ernawati, Ernawati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.926 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4256

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) yang bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran pada pokok bahasan Bangun Ruang sisi lengkung di kelas IX SMP Muhammadiyah 12 Makassar dengan pendekatan matematika realistik. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan dalam penelitian ini meliputi: Buku Siswa, Lembar Kegiatan Siswa (LKS), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah12 Makassar, dan subjek penelitiannya adalah siswa kelas IX dengan jumlah siswa 22 orang. penelitian ini, hanya dilakukan ujicoba terbatas sehingga masih perlu dikembangkan untuk mengukur efektivitas pembelajaran pada pokok bahasan bangun ruang sisi lengkung di kelas IX SMP dengan pendekatan matematika realistik. Pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan model Thiagarajan yang terdiri dari 4 (empat) tahap, yaitu pendefinisian, perancangan pengembangan danpenyebaran. Instrumen yang di gunakan pada penelitian ini berupa RPP, LKS, dan Buku Siswa yang sudah di validasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) perangkat pembelajaran yang meliputi Buku Siswa, LKS, dan RPP berada pada kriteria valid, sehingga dapat di gunakan; (2) skor rata-rata pada tes hasil belajar berada pada skor sedang yaitu;9,09%dengan standar deviasi 1,36% dari skor ideal 100, dengan siswa sebanyak 22 orang (2) aktivitas siswa dan aktivitas guru cenderung positif; (3) respon siswa terhadap perangkat pembelajaran yang di buat dalam kegiatan pembelajaran matematika cenderung positif; dan (4) siswa aktif dan kreatif mengikuti kegiatan pembelajaran. Dari hasil penelitian di atas dapat di simpulkan bahwa dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematic Education Pokok Bahasan bangun ruang siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 12 makassar maka kesiapan dan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran dapat berkembang dengan baik
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA BERDASARKAN TEORI PEMROSESAN INFORMASI DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Della Novalita; Kamid Kamid; Haryanto Haryanto
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.663 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4632

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan teori pemrosesan informasi ditinjau dari gaya kognitif siswa. Penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif yang bersifat desktiptif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes tertulis dan wawancara.Teknik analisis data yaitu  pertama pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan terakhir penarikan kesimpulan atau verifikasi. Instrument dalam penelitian ini adalah tes GEFT sebagai tes penentuan calon subjek penelitian, tes tertulis berupa soal cerita, dan pedoman wawancara. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 2 siswa yang memiliki gaya kognitif field independent (FI) dan 2 siswa yang memilki gaya kognitif field dependent (FD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi berupa soal cerita yang diterima siswa FI dan FD masuk ke sensory register melalui indra penglihatan. Siswa FI dan FD mampu memberi attention (perhatian) terhadap soal sehingga muncul perception (pendapat) tentang konsep/rumus dan mengaplikasikannya di short term memory. Saat retrieval (pemanggilan kembali) konsep yang dibutuhkan darilong term memorysiswa FD banyak mengalami kesulitan, sehingga terdapat siswa FD yang tidak mampu mengaplikasikan konsep yang dibutuhkan di short term memory. Faktor penyebab kesulitan siswa lebih banyak muncul dari dalam diri siswa dan lebih sedikit muncul dari luar diri siswa.The purpose of this study was to describe students' difficulties in solving math story problems based on information processing theory in terms of students' cognitive styles. This research is a descriptive qualitative approach. Data collection techniques using written tests and interviews. The data analysis technique is the first data collection, data reduction, data presentation, and finally drawing conclusions or verification. The instruments in this study were the GEFT test as a test for determining prospective research subjects, a written test in the form of story questions, and interview guidelines. The subjects in this study consisted of 2 students who had a field independent cognitive style (FI) and 2 students who had a field dependent cognitive style (FD). The results showed that information in the form of story questions received by FI and FD students entered the sensory register through the sense of sight. FI and FD students are able to pay attention to the questions so that their perception about the concept/formula appears and apply it in short term memory. When retrieval (recall) the required concepts from long term memory FD students experience many difficulties, so there are FD students who are not able to apply the concepts needed in short term memory. Factors causing student difficulties arise more from within students and less from outside students.
BAGAIMANA SISWA YANG MEMILIKI KEMAMPUAN MATEMATIKA BERBEDA MEMECAHKAN MASALAH CERITA KOMBINASI Ishaq Nuriadin; Fitria Cahya Ningrum; Slamet Slamet
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3447.481 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4220

Abstract

Pemecahan masalah matematika telah menjadi suatu elemen penting dalam proses pembelajaran matematika yang harus terus ditingkatkan. Eksplorasi bagaimana tahapan memecahkan masalah matematika menjadi faktor fundamental sebelum mengembangkan kemampuan pemecahan masalah. Tujuan dari penelitian ini ingin mengeksplorasi bagaimana cara siswa dengan kemampuan matematika berbeda memecahkan masalah kombinasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif  dengan menggunakan tes matematika dan mewawancarai secara mendalam terkait dengan hasil pekerjaan siswa. Data yang sudah didapatkan dianalisis data dengan cara mereduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh subjek 1 dapat memecahkan masalah pada kategori baik, subjek 2 dapat memecahkan masalah pada kategori cukup dan subjek 3 memecahkan masalah pada kategori kurang. Kontribusi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadikan gambaran data serta memberikan wawasan serta pengalaman penelitian untuk penelitian selanjutnya.
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE Rohani Rohani; Marzuki Ahmad; Ilham Sahdi Lubis; Dwi Putria Nasution
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.875 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4408

Abstract

This study aims to describe the improvement of students' Mathematical Critical Thinking Ability (MCTA) through the Think Pair Share (TPS) Cooperative learning model. This type of research is a quasi-experimental with Nonequivalent Control Group Design. The population in this study were students of class X SMA Negeri 2 Padangsidimpuan. Through purposive sampling, research samples were taken from class X IIS 2 as the experimental group and class X IIS 1 as the control group. The research instrument includes an observation sheet on learning activities and student MCTA tests which include pretest and posttest questions. Data analysis using N-gain score, t-test. Analysis of the observational data showed the average value of learning management with a score of 4.48. Obtaining N-Gain with t-test on student MCTA data obtained a significance of <0.05. The average acquisition of the N-gain MCTA index of students in the experimental class was 0.42 and in the control class was 0.29. Through two-way ANOVA at the gender level with a learning model to improve students' MCTA, a significance of 0.736>0.05 was obtained. It was concluded that the application of TPS-type cooperative learning in improving students' MCTA was good. The TPS-type cooperative learning model's improvement was better than the regular MCTA of students.
PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING MENGGUNAKAN PENILAIAN AUTENTIK BERBASIS LITERASI MATEMATIKA SELAMA PANDEMI COVID-19 Sumardi Sumardi; Naufal Ishartono; Zahiyah Asla Salsabila
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4059.773 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4634

Abstract

ABSTRAKPenilaian autentik memberikan gambaran yang detail bagi guru dalam melihat kemampuan siswa, kususnya dalam pembelajaran matematika. Namun, masih sedikit hasil penelitian yang mengkaji integrasi konsep literasi matematika terhadap penilaian autentik kususnya dalam pembelajaran matematika secara daring selama Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan hambatan pembelajaran matematika dengan blended learning menggunakan penilaian autentik berbasis literasi matematika pada siswa SMP. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan terhadap 6 siswa dengan kategori kemampuan matematika awal tinggi, sedang, dan rendah kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Kartasura. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu tes, dokumentasi, dan wawancara dengan keabsahan datanya menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan yang harus dilakukan sebelum pelaksanaan yaitu mempersiapkan perangkat pembelajaran, bentuk penilaian autentik, dan instrumen penilaian. Pelaksanaan penilaian dilakukan dalam dua kali pembelajaran yaitu daring dan luring berbasis literasi matematika dengan fokus materi statistika. Selama proses pembelajaran dilakukan pengumpulan nilai dari aktivitas dan hasil pekerjaan siswa. Kemampuan literasi matematika siswa dalam mengerjakan soal statistika serupa PISA pada level dibawah lima sudah bisa sedangkan untuk level lima siswa masih kurang. Hambatan yang dihadapi selama pembelajaran yaitu keterbatasan waktu, proporsi jumlah guru dan siswa yang tidak sepadan, komunikasi yang sulit, kurangnya kesadaran dan tanggung jawab siswa, dan berkurangnya berpikir kritis siswa. ABSTRACTAuthentic assessment provides a detailed picture for teachers in seeing the ability of students, especially in mathematics learning. However, there are still few research results that examine the integration of mathematical literacy concepts to authentic assessments of kususnya in online mathematics learning during Covid-19. This research aims to describe the planning, implementation, and obstacles of mathematical learning by blended learning using authentic assessment based on math literacy in middle school students. This type of research is qualitative research. This research was conducted on 6 students with the category of high, medium, and low initial math skills of Muhammadiyah 1 Kartasura Junior High School. The data collection techniques used in this study are tests, documentation, and interviews with the validity of the data using the triangulation of sources and techniques. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and conclusion withdrawal. The results of this study show that the planning that must be done before implementation is to prepare learning tools, authentic forms of assessment, and assessment instruments. The assessment is carried out in two learnings, namely online and offline based on mathematical literacy with a focus on statistical material. During the learning process, the collection of values from the activities and results of student work. Students' math literacy skills in doing statistics similar to PISA at levels below five can be done while for level five students are still lacking. Obstacles encountered during learning are time constraints, the proportion of non-commensurate numbers of teachers and students, difficult communication, lack of student awareness and responsibility, and reduced student critical thinking.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA ARSITEKTUR RUMOH ACEH Eri Saputra; Rinaldi Mirsa; Puji Dama Yanti; Wulandari Wulandari; Asmaul Husna
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.035 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4751

Abstract

Konsep matematika digunakan untuk mengimplementasikan pembelajaran matematika dalam budaya khususnya pada kebudayaan Rumoh Aceh. Seiring perkembangan zaman, kebudayaan semakin terlupakan khususnya pada rancang bangun Rumoh Aceh yang memiliki makna dan filosofinya tersendiri. Sebagian besar masyarakat sering tidak menyadari bahwa mereka telah menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Mereka memandang bahwa matematika hanyalah suatu mata pelajaran yang cuma dipelajari di bangku sekolah saja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengimplementasikan etnomatematika yang terdapat di Rumoh Aceh pada pembelajaran matematika. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan pendekatan etnografi, sedangkan sumber diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Alat bantu yang digunakan berupa pedoman wawancara, hasil observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu analisis data selama dilapangan dan setelah data terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Bagian Rumoh Aceh memiliki makna dan filosofinya tersendiri terkait dengan kehidupan masyarakat baik hubungan dengan manusia maupun sang pencipta. 2) Konsep matematika pada Rumoh Aceh dilihat dari etnomatematika dapat ditemukan pada Rumoh Aceh yaitu bangun datar, bangun ruang, dan geometri dimensi satu (garis dan sudut), 3) Keterkaitan dengan etnomatematika pada Rumoh Aceh yaitu mengukur, rancang bangun, dan beberapa pembelajaran matematika serta implementasi pembelajarannya. AbstractThe concept of mathematics is used to implement mathematics learning in culture, especially in Rumoh Aceh. Over time, this culture is in danger of extinction especially in the design of Rumoh Aceh that has its own meaning and philosophy. Most people often do not realize that they have applied mathematical concepts in everyday life. They view mathematics as a subject that is only learned in school. This study aims to describe and implement ethnomathematics in Rumoh Aceh in learning mathematics. The data obtained were qualitative and an ethnographic approach data obtained from observations, interviews, and documentation. The research tools used include interview guidelines, observation and documentation results. Data analysis in this study was carried out in two stages: data analysis during the research in the field and after the data was collected. The results of the study show that: 1) The Rumoh Aceh has its own meaning and philosophy related to people's lives, both relationships with humans and God. 2) Mathematical concepts in Rumoh Aceh seen from ethnomathematics are flat shapes, space shapes, and one-dimensional geometry (lines and angles), 3) The relationship with ethnomathematics found in Rumoh Aceh is in measuring, designing, and some mathematics lessons and implementation of learning
DEVELOPMENT OF HIGHER-ORDER THINKING SKILL (HOTS) TEST ON MATHEMATICS IN SECONDARY SCHOOL Ega Gradini; Cut Khairunnisak; Julia Noviani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.825 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4649

Abstract

Assessing students' higher-order thinking skills are still challenging for mathematics teachers in Indonesia. This paper aims to develop a valid, reliable, practical, and effective test to assess students' higher-order thinking skills in mathematics learning. The Plomp’s developmental model, Generic Model for Educational Design, was deployed to develop the test. The method consisted of 4 phases; (1) Problem analysis, (2) Design, (3) Realization, and (4) Evaluation and Implementation. The quality of the developed test was examined by using Plomp’s product quality criteria; (1) Validity, (2) Reliability, (3) Practicality/usability, and (4) Effectiveness. The instruments in this study were validation sheets and practical response questionnaires.  The test was validated by expert validation involving two experts on HOTs in mathematics and a trial involving 35 grade 7 secondary school students. The practicality/usability of the test was examined by 25 mathematics teachers from different secondary schools. The effectiveness was measured by trial on three secondary schools. The validity and reliability were measured using Gregory's Expert Agreement Index (EAI). The rubric's practicality was analyzed using practicality product criteria, and the effectivity of the test was analyzed using a two-tailed t-test. The research shows that the validity of the test is 0.88 (high validity), and the reliability is 0.93 (reliable). The practicality of the test is 75.33 (practical). The trial on the lower-index, middle-index, and higher-index schools revealed that the test effectively assessed students' higher-order thinking skills. In conclusion, the HOTs test is valid, reliable, practical, and effective to measure students' higher-order thinking skills in mathematics learning. Menilai keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa masih menjadi tantangan bagi guru matematika di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tes yang valid, reliabel, praktis, dan efektif untuk menilai kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam pembelajaran matematika. Model pengembangan Plomp, the Generic Model for Educational Design, digunakan untuk mengembangkan tes. Metode Plomp terdiri dari 4 fase; (1) Analisis masalah, (2) Perancangan, (3) Realisasi, dan (4) Evaluasi dan Implementasi. Kualitas produk yang dikembangkan diperiksa dengan menggunakan kriteria kualitas produk dari Plomp; (1) Validitas, (2) Reliabilitas, (3) Kepraktisan/kegunaan, dan (4) Efektivitas. Instrumen pada penelitian ini adalah lembar validasi dan angket respon praktikalitas. Produk tes HOTs divalidasi melalui; (1) validasi ahlI yang melibatkan dua validator ahli HOTs matematika dan (2) uji coba yang melibatkan 35 siswa SMP kelas VIII. Praktikalitas tes diuji oleh 25 guru matematika dari SMP yang berbeda. Efektivitas diukur dengan uji coba di tiga SMP/MTs. Validitas dan reliabilitas diukur dengan menggunakan Gregory's Expert Agreement Index (EAI). Kepraktisan rubrik dianalisis menggunakan kriteria produk kepraktisan, dan keefektifan produk dianalisis menggunakan uji-t two-tailed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas tes adalah 0,88 (validitas tinggi), dan reliabilitas 0,93 (reliable). Kepraktisan tes mencapai 75,33 (Praktis). Uji coba di sekolah ber-indeks kompetensi rendah, menengah, dan tinggi menemukan bahwa tes HOTs yang dikembangkan efektif untuk mengukur HOTs siswa. Kesimpulannya, tes HOTs yang dikembangkan pada penelitian ini valid, reliabel, praktis, dan efektif dalam mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam pembelajaran matematika.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA SOAL CERITA MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS Chyndia Bella Noor Rayyani; Budi Murtiyasa
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.079 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa pada soal cerita matematika pada pemilihan materi persamaan dan fungsi kuadrat. Jenis penilitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang pertama dilakukan adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini dengan tiga kegiatan yaitu mereduksi data, penyajikan data, dan menarik kesimpulan yang selanjutnya keabsahan data menggunakan triangulasi. Subjek penelitian ini adalah 20 siswa kelas XI Seni Lukis. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar dalam soal cerita persamaan dan fungsi kuadrat. Siswa kesulitan dalam pemahaman konsep yaitu mengidentifikasi persamaan kuadrat dengan presentase 45 %, kemudian mencari akar-akar persamaan kudrat dengan presentase 80 %, kemudian pada tahap analisis yaitu saat menentukan persamaan kuadrat baru dengan presentase 90%, dan membuat persamaan grafik fungsi kuadrat yang disajikan dalam soal cerita. Kesulitan terbesar siswa yaitu membuat grafik fungsi kuadrat karena kurangnya pemahaman terhadap konsep pembelajaran matematika pada materi persamaan dan fungsi kuadrat. Faktor-faktor lain yang menyebabkan siswa kesulitan belajar matematika dalam mengerjakan soal cerita adalah kurangnya berlatih soal, sering lupa rumus, kurangnya kemampuan berhitung cepat dan kurangnya minat untuk belajar metematika.This study aims to identify students' learning difficulties in mathematical story problems in the selection of equations and quadratic functions. This type of research used in this research is descriptive qualitative research. The first data collection techniques performed were tests, interviews, and documentation. Analysis of the data in this study with three activities, namely reducing data, presenting data, and drawing conclusions which then validation of the data using triangulation. The subjects of this study were 20 students of class XI Painting. The results of the study can be concluded that students have difficulty learning in the matter of story equations and quadratic functions. Students have difficulty in understanding the concept of identifying quadratic equations with a percentage of 45%, then looking for the roots of the equations with 80% percentage, then at the analysis stage which is when determining a new quadratic equation with a percentage of 90%, and making a graph of quadratic functions presented in a matter of story. The biggest difficulty of students is to graph quadratic functions due to lack of understanding of the concept of learning mathematics in the material equation and quadratic functions. Other factors that cause students difficulty learning mathematics in working on equations and quadratic functions are lack of practicing problems, often forgetting formulas, lack of ability to count quickly and lack of interest in learning mathematics.
THE DEVELOPMENT OF STUDENTS WORKSHEET STEM BASED ON MIKiR Elsa Yulisra; Jesi Alexander Alim; Eddy Noviana; Neni Hermita; Tomi Tanu Wijaya; Zetra Hainul Putra; Jerito Pareira
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.014 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan terhadap Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)  dengan model STEM berbasis MIKiR untuk tema 2 “Selalu Berhemat Energi” pada kelas IV Sekolah Dasar dengan menggunakan model Plomp (2013). Tahapan pengembangan yang dilakukan dengan tiga fase:  Preliminary Research Phase, Prototyping Phase, dan Assessment Phase. Data penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara dan angket. Pengolahan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara analisis kuantitatif deskriptif dan kualitatif deskritif. LKPD yang telah dikembangkan divalidasi oleh tiga orang ahli yang terdiri dari ahli media dan ahli materi dan memperoleh persentase skor validasri rata-rata 93,52%. Sedangkan kepraktisan dilihat dari angket respon guru dengan persentase skor rata-rata sebesar 85,99%. Maka dapat disimpulkan LKPD STEM Berbasis MIKiR yang dikembangkan valid dan praktis dan dapat digunakan dalam pembelajaran. This study aims to Development the Student Worksheet with the STEM based on MIKiR for theme 2 “Always Save Energy” in grade 4 Elementary School using the Plomp model (2013). The development stage is carried out in three stages: Preliminary Research Stage, Prototyping Stage, and Assessment Phase. The research data were collected using observation, interviews, and questionnaires. Data processing in this study was carried out using quantitative decriptive and qualitative decriptive analysis. The worksheets that were developed are validated by three experts consisting of media experts and material experts , with an avarage skore percentage is 93,52%. Meanwhile, practicality can be seen from the questionnaire responses of teachers, with an avarage skore percentage is 85,99%. In conclusion, the Student worksheet STEM based on MIKiR developed is valid and practical and can be used in learning.