cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 65 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2022)" : 65 Documents clear
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI PECAHAN DITINJAU DARI TEORI KONSTRUKTIVISME Alfiana Nurussama; Hermanto Hermanto
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1957.158 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan miskonsepsi siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan ditinjau dari teori konstruktivisme. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah tiga siswa kelas V B SD Negeri 2 Bawang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Miskonsepsi yang dialami oleh siswa, yaitu 1) belum bisa mengerjakan dengan langkah yang tepat, 2) tidak menyamakan penyebut  melalui KPK, 3) tidak menyetarakan pembilang, 4) langsung menjumlahkan antar pembilang dan antar penyebut. Sedangkan faktor yang menyebabkan miskonsepsi siswa, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal miskonsepsi siswa, antara lain 1) motivasi belajar rendah, 2) siswa kurang belajar, 3) kurangnya minat pada matematika, 4) siswa tidak menguasai konsep sebelumnya, 5) siswa tidak berkonsultasi dengan guru, 6) pengetahuan awal siswa kurang, 7) siswa tidak percaya diri, dan 8) siswa tidak memperhatikan penjelasan guru. Sedangkan faktor eksternal miskonsepsi siswa, antara lain 1) kurangnya pendampingan orang tua, 2) lingkungan kelas kurang kondusif, dan 3) kurangnya siswa dalam mengerjakan soal latihan. This study aims to describe students' misconceptions and find out the factors that cause students' misconceptions about the addition and subtraction of fractions in terms of constructivism theory. The type of research used is descriptive qualitative. The subjects of this study were three grade V B students of SD Negeri 2 Bawang. Data collection techniques used are tests, observations, interviews, and documentation. Data analysis techniques in this study are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The validity of the data using triangulation techniques. The misconceptions experienced by students are 1) not being able to work with the right steps, 2) not equating the denominators through the KPK, 3) not equating the numerators, 4) directly adding up between numerators and between denominators. While the factors that cause student misconceptions, namely internal factors and external factors. The internal factors of students' misconceptions include 1) low learning motivation, 2) students lack of learning, 3) lack of interest in mathematics, 4) students do not master previous concepts, 5) students do not consult with teachers, 6) students lack prior knowledge, 7 ) students are not confident, and 8) students do not pay attention to the teacher's explanation. Meanwhile, the external factors of students' misconceptions include 1) lack of parental assistance, 2) the class environment is not conducive, and 3) the lack of students in doing practice questions.
ANALISIS KREATIVITAS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPEN ENDED DITINJAU DARI KEMAMPUAN METAKOGNITIF Arif Hidayatul Khusna; Baiduri Baiduri; Aditya Pratama
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.293 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kemampuan kreativitas siswa dalam menyelesaikan soal open ended ditinjau dari kemampuan metakognitif siswa . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Adapun subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII dengan kemampuan metakognisi sangat kurang, kurang, cukup, baik, baik sekali. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kesadaran metakognisi siswa, tes kemampuan kreativitas siswa berupa soal open-ended, dan rubrik penskoran kreativitas siswa. Teknik analisis data dilakukan dengan 3 tahapan yaitu : reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siswa dengan tingkat metakognisi kurang sekali memenuhi aspek orisinalitas, keluwesan dan kerincian, namun berlaku pada satu soal saja. Siswa dengan tingkat metakognisi kurang hanya memenuhi aspek orisinalitas dan kerincian namun bisa menyelesaikan semua soal. Siswa dengan tingkat metakognisi cukup memenuhi aspek semua aspek namun pada soal yang berbeda. Siswa dengan metakognisi baik memenuhi aspek kelancaran dan keluwesan, kurang memenuhi aspek orisinalitas, dan tidak memnuhi aspek kerincian. Siswa dengan tingkat metakognisi baik sekali memenuhi semua aspek kreativitas.
PENALARAN MATEMATIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN FUNGSI KUADRAT MENGGUNAKAN PMRI DAN COLLABORATIVE LEARNING BERBANTU MEDIA VIDEO Suci Rahmawati; Ratu Ilma Indra Putri
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.648 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4622

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa setelah dilakukannya kegiatan pembelajaran yang menggunakan pendekatan PMRI dan collaborative learning berbantuan media video dengan materi pokok fungsi kuadrat. Selama proses pembelajaran peneliti menggunakan media video yang berisikan permasalahan sharing task  dan jumping task guna memunculkan ide-ide kreatif siswa dan meningkatkan daya tarik siswa dalam belajar.Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX.4 SMP Negeri 1 Palembang yang berjumlah 22 dari 33 siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes tertulis dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Setelah dilakukannya penelitian di kelas IX.4 SMP Negeri 1 Palembang pada materi fungsi kuadrat dengan menggunakan media video melalui pendekatan PMRI dan collaborative leaning, diperoleh hasil bahwa kemampuan penalaran matematis siswa tergolong dalam kategori baik dengan rata-rata 61,41 dengan indikator yang paling sering muncul adalah manipulasi matematika dan indikator yang paling jarang muncul adalah indikator memeriksa keshahihan suatu argumen.  Kata Kunci: Collaborative Learning; Fungsi Kuadrat; Kemampuan Penalaran Matematis; Media Video; PMRI.
STUDENTS’ THINKING PROCESS IN INVESTIGATING MATHEMATICAL STATEMENT Siti Faizah; Sudirman Sudirman
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.322 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4115

Abstract

The statement is a declaratif sentence that can be true or false. It can’t do both at the same time so it needs an investigation through proving process. This research aims to explore the students’ thinking process in investigating the truth value of matematical statement. This research is conducted to seventeen students of mathematical education whom are taking the Abstract Algebra Course. The subject selecting in this reasearch is based on the students’ ability in doing the investigating by using formal proof. The data collecting uses the written test and the interview. Meanwhile, the data analysis is conducted through three steps: data reduction, data interpretation, and taking a conclusion. Based on the result of the research, it is found that students do the thinking process in investigating the matematical statements’ truth value through four steps. The first step, students understand the statements by reading them and classifying them to be a number of objects. The second one, students determine the proof startegies based on the definition or axiom. The third one, students do the algebraic operation by using symbol manipulation. The last one, students provide justification as the form of their belief of the proof results.
PENGEMBANGAN VIDEO INTERAKTIF BERMUATAN MASALAH AUTENTIK UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP Ni Made Suwarnisi; Sariyasa Sariyasa; I Nengah Suparta
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.392 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4345

Abstract

Proses pembelajaran yang kurang kreatif membuat belajar menjadi membosankan dan terkesan kurang bermanfaat bagi siswa sehingga menurunkan minat dan prestasi belajar. Melalui penelitian ini dihasilkan sebuah video pembelajaran interaktif bermuatan masalah autentik untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar matematika siswa SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Subjek dalam penelitian ini yaitu satu kelas siswa kelas VIII yang berjumlah 40 orang pada salah satu SMP Negeri di Ubud dan melibatkan ahli media dan ahli materi sebagai validator. Data mengenai video pembelajaran yang valid diperoleh melalui hasil validasi dari dua orang validator. Data mengenai keefektifan video pembelajaran diperoleh melalui hasil angket minat belajar matematika dan tes prestasi belajar matematika. Pengembangan penelitian ini melalui lima tahapan, yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Karakteristik dari video pembelajaran yang dikembangkan mengandung unsur interaktif dan bermuatan masalah autentik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video yang dihasilkan merupakan video yang valid dengan berdasarkan penilaian validator yaitu dengan rata-rata skor 3,63 dari skor maksimum 4,0 sehingga layak digunakan dan video yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar matematika dengan nilai angket minat belajar matematika siswa menunjukkan bahwa minat siswa tinggi dengan rata-rata skor 2,97 dari skor maksimum 3,0. Serta tes prestasi belajar matematika siswa memperoleh rata-rata 78,88 dari skor maksimum 100 yang tergolong kategori tuntas.
PENGEMBANGAN LKPD STEM BERBASIS MIKiR MATERI PERISKOP Meza Mardita; Jesi Alexander Alim; Neni Hermita; Tommy Tanu Wijaya
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.743 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan terhadap Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)  dengan pendekatan STEM berbasis MIKiR untuk materi periskop di kelas 5 Sekolah Dasar dengan menggunakan model Plomp (2013). Tahapan pengembangan yang dilakukan dengan tiga fase:  Preliminary Research Phase, Prototyping Phase, dan Assessment Phase. LKPD yang telah dikembangkan divalidasi oleh tiga orang ahli yang terdiri dari ahli media dan ahli materi. Sedangkan kepraktisan dilihat dari angket respon peserta didik dan guru. Data penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara dan angket. Pengolahan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini didapatkan LKPD STEM berbasis MIKiR materi periskop dinyatakan sangat valid dengan persentase rata-rata 84,06%, dan produk dinyatakan sangat praktis persentase rata-rata 92,5%.This study aims to develop a Student Worksheet with a MIKiR-based STEM approach for periscope material in grade 5 Elementary School using the Plomp model (2013). The development stage is carried out in three stages: Preliminary Research Stage, Prototyping Stage, and Assessment Stage. The student worksheets that have been developed are validated by three experts consisting of media experts and material experts. Meanwhile, practicality can be seen from the questionnaire responses of students and teachers. The research data were collected by means of observation, interviews and questionnaires. Data processing in this study was carried out by means of quantitative and qualitative analysis. The results of this study showed that the MIKiR-based LKPD STEM periscope material was declared very valid with an average percentage of 84.06%, and the product was stated to be very practical with an average percentage of 92.5%. So it can be concluded that the MIKiR-based LKPD STEM periscope material that has been developed is valid and practical and can be used in learning.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan terhadap Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)  dengan pendekatan STEM berbasis MIKiR untuk materi periskop di kelas 5 Sekolah Dasar dengan menggunakan model Plomp (2013). Tahapan pengembangan yang dilakukan dengan tiga fase:  Preliminary Research Phase, Prototyping Phase, dan Assessment Phase.LKPD yang telah dikembangkan divalidasi oleh tiga orang ahli yang terdiri dari ahli media dan ahli materi. Sedangkan kepraktisan dilihat dari angket respon peserta didik dan guru. Data penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara dan angket. Pengolahan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini didapatkan LKPD STEM berbasis MIKiR materi periskop dinyatakan sangat valid dengan persentase rata-rata 84,06%, dan produk dinyatakan sangat praktis persentase rata-rata 92,5% . Jadi dapat disimpulkan bahwa LKPD STEM berbasis MIKiR materi periskop yang telah dikembangkan valid dan praktis serta dapat digunakan dalam pembelajaran. Kata kunci: LKPD; MIKiR; STEM AbstractThis study aims to develop a Student Worksheet with a MIKiR-based STEM approach for periscope material in grade 5 Elementary School using the Plomp model (2013). The development stage is carried out in three stages: Preliminary Research Stage, Prototyping Stage, and Assessment Stage. The student worksheets that have been developed are validated by three experts consisting of media experts and material experts. Meanwhile, practicality can be seen from the questionnaire responses of students and teachers. The research data were collected by means of observation, interviews and questionnaires. Data processing in this study was carried out by means of quantitative and qualitative analysis. The results of this study showed that the MIKiR-based LKPD STEM periscope material was declared very valid with an average percentage of 84.06%, and the product was stated to be very practical with an average percentage of 92.5%. So it can be concluded that the MIKiR-based LKPD STEM periscope material that has been developed is valid and practical and can be used in learning.  
ANALISIS RESPON MAHASISWA TERHADAP PENERAPAN PENDEKATAN ETNOMATEMATIKA (POLA KAIN SASIRANGAN) PADA PEMBELAJARAN STRUKTUR ALJABAR Dewi Sri Susanti; Na'imah Hijriati; Rahmi Hidayati; Raihan Nooriman; Geofani Setiawan
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.209 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pembelajaran aljabar dengan menerapkan model discovery learning dengan pendekatan etnomatematika. Konsep etnomatematika yang dimaksud adalah dengan mengaitkan materi tentang grup dengan pola kain sasirangan yang merupakan kain khas dari Kalimantan Selatan. Respon mahasiswa atas proses pembelajaran tersebut diamati dari persepsi selama pembelajaran berlangsung dan hasil penilaian yang diperoleh setelah pembelajaran. Persepsi mahasiswa dirangkum melalui kuesioner yang didalamnya memuat komponen penilaian untuk dosen pengajar yaitu aspek pedagogis dan profesional, sedangkan tingkat pemahaman mahasiswa diukur melalui butir-butir pertanyaan yang memuat aspek afektif dan kognitif. Aspek psikomotorik dievaluasi melalui penilaian video pembelajaran yang dihasilkan mahasiswa. Efektivitas pembelajaran terukur melalui signifikasi peningkatan nilai ujian sebelum dan setelah metode pengajaran diterapkan. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa peserta pembelajaran mata kuliah Struktur Aljabar. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran mata kuliah Struktur Aljabar dengan pendekatan etnomatematika telah memberikan peningkatan kemampuan mahasiswa yang signifikan baik dari sisi kognitif, afektif dan psikomotorik. Hal ini terukur dari respon mahasiswa dalam angket pembelajaran, bukti penyelesaian tugas video pembelajaran dan hasil nilai yang diperoleh mahasiswa. Penilaian untuk dosen pengajar juga memberikan hasil yang positif dari sisi pedagogis dan sisi profesionalitas.Improving the ability of mathematical understanding can be conduted by building different learning nuances. If so far the learning process has focused more on the teacher/lecturer (teacher center), a solution is needed to improve student understanding, one of which is by applying discovery learning learning techniques, where students can find their own formulas in learning & reasoning. Along with the desire to raise cultural values in the learning process, the ethnomathematical approach to learning is one of the best solutions to motivate students. This method is a collaborative discovery learning model with an ethnomathematical approach. namely the sasirangan cloth. After taking an ethnomathematical approach in the learning process, especially on topic of special groups, students are asked to provide an assessment of the learning process. The implementation of the Algebraic Structure learning course with an ethnomathematical approach has provided a significant increase in student abilities in terms of cognitive, affective and psychomotor. This is measured from student responses in learning questionnaires, evidence of completion of learning video assignments and the test results. Assessment for teaching lecturers also gave positive results from the pedagogical and professional side.
PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA DASAR BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Sutrisni Andayani; Yusuf Pratama
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.942 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4806

Abstract

Penelaahan matematika merupakan penelaahan terhadap masalah-masalah pada kehidupan nyata,  selanjutnya dibentuk menjadi konsep dan aturan yang didefinisikan menjadi struktur abstrak. Dalam belajar matematika dasar mahasiswa kurang aktif dan masih mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah. Bahan ajar yang digunakan, pemecahan masalahnya belum berdasarkan kepada masalah nyata Oleh karena itu diperlukan bahan ajar berupa modul yang berbasis masalah dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah yaitu berbasis problem based learning (PBL). Tujuan Penelitian ini adalah mengembangkan modul berbasis PBL untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan tahapan: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian ini adalah: pada tahap analisis diperoleh hasil pentingnya mengembangkan modul berbasis PBL untuk meningkatkan pemecahan masalah. pada tahap desain, menyusun kerangka dan materi modul dengan langkah-langkah PBL yaitu: menyajikan, mendeskripsikan dan memecahkan masalah, menyajikan hasil dan kesimpulan, serta menyusun instrumen. Pada tahap pengembangan, produk dikembangkan dan diuji melalui validasi ahli, diperoleh hasil sebesar 82% (sangat valid). Tahap implementasi dilakukan uji coba kelompok kecil sebesar 87% (sangat praktis). Tahap evaluasi dilakukan untuk menilai produk, diperoleh hasil bahwa produk valid dan praktis digunakan serta dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah sebesar 7,4 dalam kategori baik. Mahasiswa tertarik mempelajari modul dan terbantu dalam memecahkan masalah. Kesimpulannya adalah Modul Matematika Dasar berbasis PBL telah valid, praktis dan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Dalam penggunaan modul disarankan untuk memotivasi mahasiswa dan memberikan penjelasan materi dengan langkah-langkah PBLMathematics is a study of problems in real life, then formed into concepts and rules that are defined into abstract structures. In learning basic mathematics, students are less active and have difficulty in solving problems. The teaching materials used, the problem solving is not based on real problems. Therefore, teaching materials are needed in the form of problem-based modules and improve problem-solving skills, namely problem-based learning (PBL). The purpose of this research is develop a module based on PBL to improve problem solving skills. The research method used development research: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results of this study are: at the analysis stage, the results obtained are the importance of developing PBL-based modules to improve problem solving, and designing products using PBL steps, namely: presenting, describing and problem solving, presenting results and conclusions, and compiling instruments. At the development stage, the product was developed and tested through expert validation, is 82% (very valid). The implementation stage, conducted small group trials of 87% (very practical). The evaluation stage is carried out to assess the product, the results are that the product is valid and practical to use and can improve problem solving abilities is 7.4, in good category. Students are interested in studying the module and are helped in problem solving. The conclusion is that the  module based on PBL is valid, practical and can improve problem solving skills. In using the module, it is recommended to motivate students and provide material explanations using problem PBL  steps.
ROLE OF SCAFFOLDING FOR REFLECTIVE THINKING ON THE MATHEMATICAL PROBLEM SOLVING Irianto Aras; Enditiyas Pratiwi; A.Wilda Indra Nanna; Mardyanto Barumbun
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.14 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4757

Abstract

Solving mathematical problems require knowledge and experiences to determine the right strategy. One of the efforts that can be used to encourage problem-solving skills is to develop reflective thinking. Reflective thinking can be a strategy to explore mathematical problem-solving abilities by questioning the answers or questioning the problems encountered so that new thoughts can be used to determine appropriate problem-solving strategies. Therefore, this study aims to explain the reflective thinking process carried out by prospective teachers in solving mathematical problems. This study used a qualitative research design with data collection through test and interview process as a triangulation stage. Participants in this study were 2 prospective teachers who carried out a reflective thinking process and were known through think aloud in implementing the test. The results showed that scaffolding was needed to complete the reflective thinking process in problem-solving. Two scaffolding positions appeared in the reflective thinking stage: (1) after the questioning and evaluating stages, scaffolding is needed as a bridge to the reasoning stage; (2) After the questioning stage, scaffolding is needed to bridge the evaluating and reasoning stages. In the reflective thinking process, scaffolding generates new knowledge to find the right problem-solving strategy.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBANTU PROGRAM VISUAL BASIC PADA MATERI BARISAN ARITMATIKA Asnurul Isroqmi; Rohana Rohana; Vivi Novi Anjani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1652.351 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan manghasilkan suatu media pembelajaran berbantuan pemrograman Microsoft Visual Basic pada materi barisan aritmatika yang valid, praktis dan efektif. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE dengan teknik pengumpulan data berupa angket, tes dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini ialah peserta didik kelas VIII SMPN 34 Palembang. Dari penelitian ini diperoleh hasil analisis uji validasi sebesar 83,8% dengan kategori valid. Selanjutnya hasil analisis uji kepraktisan diperoleh presentase sebesar 93,3% dengan kategori baik yang artinya media yang dikembangkan dikatakan praktis. Hasil analisis uji keefektifan diperoleh presentase sebesar 86,6%, sehingga media yang dikembangkan dikatakan efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbantuan pemrograman Microsoft Visual Basic yang telah dikembangkan valid, praktis dan efektif.This study aims to develop and produce a learning media aided by Microsoft Visual Basic programming on arithmetic sequence material that is valid, practical and effective. The development model used is the ADDIE model with data collection techniques in the form of questionnaires, tests and documentation. The subjects in this study were students of class VIII SMPN 34 Palembang. From this study, the results of the analysis of the validation test were 83.8% with a valid category. Furthermore, the results of the analysis of the practicality test obtained a percentage of 93.3% with a good category, which means that the developed media is said to be practical. The results of the analysis of the effectiveness test obtained a percentage of 86.6%, so the media developed was said to be effective. Thus it can be concluded that the learning media assisted by Microsoft Visual Basic programming that has been developed is valid, practical and effective.