cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 112 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 4 (2022)" : 112 Documents clear
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN BERBANTU LKPD BERBASIS DISCOVERY LEARNING Mirza Julia Nurcahyani; Sumardi Sumardi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.148 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5765

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan aspek yang penting untuk ditingkatkan dalam pembelajaran matematika. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah adalah dengan menerapkan pembelajaran berbantu LKPD berbasis Discovery Learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik melalui pembelajaran berbantu LKPD berbasis Discovery Learning. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain One Group Pretest Posttes yang digunakan untuk membandingkan tingkat kemampuan pemecahan masalah sebelum dan sesudah perlakuan. Subjek penelitian ini melibatkan peserta didik kelas XI TITL yang terdiri dari 25 orang. Subjek ini akan mendapatkan perlakuan pembelajaran dengan LKPD berbasis Discovery Laerning. Penelitian ini menggunakan instrumen test dan wawancara untuk pengumpulan data. Pengumpulan data test dilakukan 2 kali yaitu tes awal sebelum perlakuan (pretest) dan tes akhir setelah perlakuan (posttest). Analisis data hasil pretest dan posttest ini dilakukan dengan uji t dan normalized gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika berbantu LKPD berbasis Discovery Learning dapat meningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik sebesar  dengan kategori sedang.Problem solving ability is an important aspect that must be improved in learning mathematics. One effort to improve problem solving ability is to apply Discovery Learning based student worksheets. The purpose of this study was to analyze the improvement of students' problem solving ability through student worksheet assisted learning based on Discovery Learning. This type of research is quantitative with One Group Pretest Posttest design which is used to compare the level of problem solving ability before and after treatment. The subjects of this study involved 25 students of class XI TITL. The subjects of this study will receive learning treatment with student worksheets based on Discovery Learning. This study used test and interview instruments for data collection. The test data collection was carried out 2 times, namely the initial test before treatment (pretest) and the final test after treatment (posttest). Data analysis of pretest and posttest results was carried out using t-test and normalized gain. The results showed that learning mathematics assisted by Discovery Learning based student worksheets could improve students' problem solving abilities by 0.465 in the moderate category.
DESAIN DIDAKTIS UNTUK MENGATASI HAMBATAN BELAJAR PADA KELILING DAN LUAS PERSEGI SERTA PERSEGI PANJANG Rifyan Firdaus; Udin Syaefudin Sa'ud; Andika Arisetyawan
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.861 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5592

Abstract

Penelitian ini didasarkan ketika munculnya hambatan belajar siswa pada konsep keliling dan luas persegi serta persegi panjang. Untuk mengatasi hambatan belajar tersebut maka tujuan pada penelitian ini adalah menyusun dan mengembangkan desain didaktis sesuai dengan alur belajar siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode didactical design research (DDR). Subyek yang terlibat pada penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Serang 11 Kota Serang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah tes, wawancara dan dokumentasi. Pada proses pengembangan desain didaktis dilakukan juga focus group discussion untuk mendapatkan masukan pengetahuan secara teori dan praktik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa desain didaktis memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa serta mengatasi hambatan belajar siswa yang sifatnya ontogenic, epistemological, dan didactical pada konsep keliling dan luas persegi serta persegi panjang. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dalam mengembangkan desain didaktis pembelajaran matematika di sekolah dasar.
GAYA BELAJAR GURU BERPERAN DALAM MENGAJUKAN THOUGHT-PROVOKING QUESTIONS Agustiani Putri; Abdur Rahman As'ari; Purwanto Purwanto; Sharifah Osman
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.943 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5983

Abstract

Bertanya merupakan salah satu stimulus yang sering diberikan guru di dalam pembelajaran. Pertanyaan yang diajukan guru sangat berpengaruh terhadap level pemikiran siswa. Namun, guru memiliki referensi cara tersendiri untuk dapat menyerap informasi dari masalah numerasi sebelum mengajukan pertanyaan. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya menyelidiki pengaruh gaya belajar guru terhadap cara guru dalam menyerap dan mengolah informasi yang bersumber dari masalah numerasi sebelum mengajukan thought-provoking questions. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif yang dikategorikan ex post facto dengan desain kausal komparatif. Instrumen yang dimanfaatkan dalam penelitian ini berupa kuesioner gaya belajar dan cara guru menyerap informasi sebelum bertanya, serta pedoman wawancara. Subjek dari riset ini berjumlah 72 orang yang berasal dari berbagai sekolah di beberapa daerah. Guru diminta mengisi kuesioner terkait gaya belajar dan cara guru menyerap informasi sebelum bertanya, kemudian guru yang mewakili masing-masing gaya belajar diwawancarai lebih lanjut terkait cara guru mengajukan pertanyaan dan bentuk pertanyaan yang dapat diajukan. Data kuesioner yang telah didapatkan selanjutnya dianalisis menggunakan uji regresi sederhana, sedangkan data wawancara yang telah didapatkan dianalisis secara kualitatif. Riset ini menemukan bahwa guru yang menjadi subjek penelitian ini dominan mempunyai gaya belajar visual. Hasil angket yang telah didistribusikan menunjukkan persentase guru visual sebesar 42%, guru auditori senilai 24%, dan guru kinestetik berjumlah 34%. Hasil dari uji normalitas membuktikan bahwa data yang ada mempunyai distribusi normal dengan nilai signifikansi 0.246 > 0.05, sedangkan uji linearitas memperoleh nilai signifikansinya sebesar 0.467 > 0.05, artinya terdapat hubungan antara gaya belajar dengan cara guru mengajukan thought-provoking questions. Selain itu, uji t menunjukkan bahwa thitung > ttabel yaitu 4.290 > 1.665 dengan nilai signifikansinya 0,000 < 0,05. Dengan demikian, riset ini menemukan bahwa ada pengaruh antara gaya belajar dengan cara guru mengajukan thought-provoking questions. Gaya belajar dinilai mampu memberikan kontribusi terhadap cara guru mengajukan thought-provoking questions yang melalui proses menyerap dan mengolah informasi sebesar 69.2%. 
PENGEMBANGAN LKPD PEMODELAN MATEMATIKA SISWA SMP PADA MATERI ARITMATIKA HARDIAN MEI FAJRI; Yusuf Hartono; Cecil Hiltrimartin
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1139.371 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6248

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk menghasilkan LKPD pemodelan matematika siswa SMP pada materi aritmatika yang valid, praktis, dan memiliki efek potensial terhadap kemampuan pemodelan matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian design research tipe development study yang terdiri dari dua tahap, yaitu preliminary dan formative evaluation (self-evaluation, expert reviews, one-to-one, small group, dan field test). Siklus pemodelan yang digunakan pada penelitian ini ialah DISUM-proyek. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 1 Palembang. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif terhadap hasil angket, hasil wawancara, dan hasil tes siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa LKPD yang telah dikembangkan memiliki karakteristik valid berdasarkan hasil expert reviews dan one-to-one, praktis terlihat dari hasil ujicoba small group, serta memiliki efek potensial terhadap kemampuan pemodelan matematika berdasarkan hasil tes siswa setelah dilakukan pembelajaran menggunakan LKPD yang dikembangkan pada tahapan field test. Penilaian hasil tes siswa menunjukan bahwa 93% dengan 62% siswa tergolong kategori sangat baik, 21% siswa tergolong kategori baik, dan 10% siswa tergolong kategori cukup. Hanya 7% yang belum mencapai ketuntasan minimal yang tergolong kedalam kategori kurang.
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL INDUKSI MATEMATIKA Reka Ikraami Kurniawan; Rizky Rosjanuardi; Imam N Albania
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.343 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika dengan induksi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 2 siswi kelas XI SMA IPA. Subjek Pertama (Siswa A) merupakan siswi di salah satu SMA Negeri di Jakarta dan subjek kedua (Siswa B) merupakan siswi di salah satu Homeschooling di Jakarta. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pembuktian dengan induksi matematika, hal ini terlihat dari kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan permasalahan dengan induksi matematika. Kesalahan tersebut adalah kesalahan konsep dan kesalahan operasi aljabar. Kesalahan konsep yang dilakukan adalah siswa tidak memahami makna “n” dalam induksi matematika. Siswa terbiasa menyelesaikan soal induksi matematika yang dimulai dari basis induksi n = 1. Selanjutnya pada tahap P(k+1), kesalahan konsep yang dilakukan adalah siswa tidak memahami maksud “k+1”. Siswa melupakan tahap n = k saat menyelesaikan P(k+1) sehingga dalam menyelesaikan pembuktian tidak diperoleh hasil yang benar. Kesalahan operasi terjadi saat proses pembuktian dengan induksi. Pada tahap P(k+1), siswa mengalami kesulitan dalam pengoperasian bentuk aljabar. Kesalahan ini terjadi karena siswa belum memahami materi operasi bentuk aljabar dengan baik. This study aims to describe students' difficulties in solving mathematical problems by induction. This research uses a case study research type with a qualitative approach. The subjects of this study were 2 students of class XI SMA IPA. The first subject (Student A) is a student at a public high school in Jakarta and the second subject (Student B) is a student at a Homeschool in Jakarta. The research instruments used were tests and interviews. The results showed that students still had difficulties in completing the proof by mathematical induction, this could be seen from the mistakes made by students in solving problems with mathematical induction. These errors are conceptual errors and algebraic operations errors. The conceptual error made is that students do not understand the meaning of "n" in mathematical induction. Students are accustomed to solving mathematical induction problems starting from basic induction n = 1. Then at the P(k+1) stage, the conceptual error made is that students do not understand "k+1". Students forget the step n = k when completing P(k+1) so that in the completion they do not get the correct result. operating errors that occur during the inspection process by induction. At stage P(k+1), students have difficulty operating algebraic forms. This error occurs because students do not understand the material of algebraic operations well.
PENGEMBANGAN SOAL LITERASI MATEMATIKA KONTEKS BUDAYA MINANGKABAU UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MATEMATIKA SISWA Isnaniah Isnaniah; M. Imamuddin
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.698 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5985

Abstract

Pembelajaran lebih mudah oleh siswa apabila materi disajikan dengan menggunakan konteks kehidupan sehari-hari siswa. Penggunaan konteks membantu siswa dalam penguasaan literasi matematika. Salah satu konteks yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika adalah budaya Minangkabau. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan soal literasi matematika konteks budaya Minangkabau yang berkriteria valid, praktis dan efektif/memiliki efek potensial. Jenis penelitian ini adalah Development Research dengan menggunakan tahapan pendahuluan dan evaluasi formatif ( expert-review, one to one, and small-group ), dan field-test .Pengembangan soal ini dilakukan di kelas IXB MTsN 7 Agam dengan jumlah siswa 30 orang. Instrumen yang digunakan antara lain lembar validasi, angket, dan tes. Lembar validasi diisi oleh ahli, angket dan tes diisi oleh siswa. Hasil penelitian pengembangan memperoleh data validitas sebesar 87.5 dengan Kriteria sangat valid, kepraktisan mencapai 88.9 dengan kriteria sangat praktis, dan efektif/memiliki efek potensial. Efek yang dikembangkan adalah memiliki manfaat yang tinggi untuk siswa karena dapat memotivasi dan meningkatkan potensi literasi matematika siswa It is easier for students to learn mathematics if the material is presented using their daily context. The use of context helps students master mathematical literacy. One of the contexts that can be used in learning mathematics is the Minangkabau culture. The purpose of this study is to develop mathematical literacy questions using the Minangkabau cultural context with valid, practical, and effective criteria/potential effects. This research is Development Research using preliminary and formative evaluation stages (expert-review, one to one, and small-group), and field-test. The developed mathematical literacy question were carried out in class IXB of MTsN 7 Agam with 30 students. The instruments used include validation sheets, questionnaires, and tests. Validation sheets were filled out by experts while questionnaires and tests were filled out by students. The results of the development research obtained data on the validity of 87.5 with very valid criteria, practicality of 88.9 with very practical criteria, and effective/potential effects. The questions developed are highly beneficial for students because they are able to motivate and improve students' mathematical literacy.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING Yuqita Miria; Nyiayu Fahriza; Nizarwati Nizarwati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.344 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5814

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X-IPA 3 SMA Negeri 4 OKU melalui penerapan model pembelajaran problem based learning. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dalam dua siklus tindakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi dan dokumentasi. Penelitian tindakan kelas ini mempunyai 4 tahapan yang harus dipenuhi yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas kelas X-IPA 3 SMA Negeri 4 OKU dengan jumlah 35 siswa yang terdiri atas 12 laki-laki dan 23 perempuan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keterampilan berpikir kreatif siswa mengalami peningkatan, hal ini terlihat pada ketuntasan belajar siswa di siklus I nilai rata-rata siswa dalam keterampilan berfikir kreatif yaitu 61,21%  dengan kategori cukup kreatif, selanjutnya pada siklus II nilai rata-rata berfikir kreatif siswa yaitu 82.37%. Hal ini didukung dari hasil observasi, keaktifan siswa yang mengalami peningkatan, pada siklus I persentase keaktifan siswa mencapai jumlah skor 193 dengan presentase 68,93%, siklus II meningkat menjadi jumlah skor 231 dengan presentase 82,50%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa melalui menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning juga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam berpikir kreatif dan aktivitas belajar siswa kelas X-IPA 3 SMA Negeri 4 OKU.
PENGARUH PEMBELAJARAN PjBL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DAN AFFECTIVE MATHEMATICS ENGAGEMENT Sri Rahayuningsih; Nur Asrawati; Rahmat Kamaruddin
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.576 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6110

Abstract

Age has entered a phase where Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) are basic disciplines. Mathematics is at the center of many professions, but it is considered difficult and many students dislike it, even closing their desire for a career in science, engineering, and technology. To face the challenges in the STEAM era, affective mathematics engagement (AME) and mathematical creative thinking skills are needed. The purpose of this study was to analyze 1) the effect of PjBL learning on students' affective mathematics engagement (AME); 2) The effect of PjBL on students' mathematical creative thinking abilities. This type of research is a quasi-experimental (Quasy Experiment) with a population of high school students in the city of Makassar (n = 245; male = 170; female = 75). Sampling was done using random sampling technique so that the sample in this study was determined to be 70 people (n = 70; male = 35; female = 35). The results showed that (1) There was an effect of implementing PjBL on students' Affective Mathematics Engagement (AME). This is known from the average score of Affective Mathematics Engagement (AME) of students where the class that is implemented by PjBL is in the good category, while the class that applies conventional learning is in the sufficient category. (2) There is an effect of PjBL application on students' mathematical creative thinking ability. It is known from the difference in the average value of the experimental class and the control class that is equal to 4.903.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIBLE BOOKS TERHADAP KEMAMPUAN COMPUTATION THINKING SISWA DI SEKOLAH DASAR Jesi Alexander Alim; Neni Hermita; Muhammad Fendrik; Cici Oktaviani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.804 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5990

Abstract

Computation Thinking adalah kemampuan yang melibatkan penalaran secara logis dalam pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang harus dimiliki oleh setiap individu. Penelitian ini dilaksanakan untuk melihat pengaruh dari penggunaan media buku digital bersuara yang disebut dengan Audible Books terhadap kemampuan Computation Thinking siswa kelas V di Sekolah Dasar Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kuasi eksperimen. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh perhitungan persentase secara keseluruhan dari Computation Thinking siswa pada tahap pretest sebesar 50,97% yang berarti masih berada pada tahap rendah. Setelah siswa diberi perlakuan dengan menggunakan media Audible Books yang memuat materi matematika, diperoleh hasil dari posttest dengan persentase sebesar 65,16% hal ini berarti kemampuan Computation Thinking siswa meningkat dan berada pada kategori sedang. Perolehan hasil uji T diperoleh nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,00 dan Uji Wilcoxon diperoleh hasil selisih Mean Rank sebesar 14.00 dan perolehan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,00 hal ini berarti terdapat peningkatan sesudah diberikan perlakuan dan sesuai dengan uji hipotesis jika Sig. (2-tailed) < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima dan disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan audible books terhadap kemampuan Computation Thinking siswa. Untuk hasil perhitungan mean N Gain diperoleh sebesar 0,343 hal ini berarti nilai gain berada diantara 0,3-0,7 yang berarti penggunaan Audible Books efektif untuk meningkatkan kemampuan Computation Thinking siswa. Penggunaan Audible Books memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan Computation Thinking siswa dan media Audible Books cukup efektif untuk digunakan sebagai media dalam meningkatkan kemampuan Computation Thinking siswa.
LEARNING OBSTACLE DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR Raudiyah Rizki R; Didi Suryadi; Elah Nurlaelah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.525 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan gambaran mengenai learning obstacle yang dialami siswa dalam  menyelesaian pemecahan masalah berdasarkan kemampuan pemecahan masalah siswa  pada materi bangun ruang sisi datar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini  dilaksanakan di salah satu SMP Negeri di Bandung pada kelas VIII. Analisis kemampuan pemecahan masalah dan learning obstacle siswa dilakukan berdasarkan hasil uji instrumen, wawancara yang mendalam, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa siswa mengalami learning obstacle yang bersifat ontogenik, didaktis maupun epistemologis dalam menyelesaikan pemecahan masalah berdasarkan identifikasi  kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini telah mengidentifikasi bahwa terdapat learning obstacle siswa dalam menyelesaikan pemecahan  masalah.This research aims to produce a description of the learning obstacles experienced by students in problem solving based on students' problem solving on the flat faces three-dimensional geometrical content. The method used in this research uses a qualitative method. This research was conducted atone of Junior high school in Bandung in eighth-grade . Analysis of students' problem solving abilities and learning obstacles  is based on the results of the test, in-depth interviews, document analysis and text book analysis. The results showed that students experienced learning obstacle that were ontogenic, didactic and epistemological learning in  problem solving based on the identification of problem solving abilities. Based on this, this research has identified that there are  learning obstacles for students in problem solving.

Page 10 of 12 | Total Record : 112