Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIBLE BOOKS TERHADAP KEMAMPUAN COMPUTATION THINKING SISWA DI SEKOLAH DASAR Jesi Alexander Alim; Neni Hermita; Muhammad Fendrik; Cici Oktaviani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.804 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5990

Abstract

Computation Thinking adalah kemampuan yang melibatkan penalaran secara logis dalam pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang harus dimiliki oleh setiap individu. Penelitian ini dilaksanakan untuk melihat pengaruh dari penggunaan media buku digital bersuara yang disebut dengan Audible Books terhadap kemampuan Computation Thinking siswa kelas V di Sekolah Dasar Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kuasi eksperimen. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh perhitungan persentase secara keseluruhan dari Computation Thinking siswa pada tahap pretest sebesar 50,97% yang berarti masih berada pada tahap rendah. Setelah siswa diberi perlakuan dengan menggunakan media Audible Books yang memuat materi matematika, diperoleh hasil dari posttest dengan persentase sebesar 65,16% hal ini berarti kemampuan Computation Thinking siswa meningkat dan berada pada kategori sedang. Perolehan hasil uji T diperoleh nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,00 dan Uji Wilcoxon diperoleh hasil selisih Mean Rank sebesar 14.00 dan perolehan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,00 hal ini berarti terdapat peningkatan sesudah diberikan perlakuan dan sesuai dengan uji hipotesis jika Sig. (2-tailed) < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima dan disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan audible books terhadap kemampuan Computation Thinking siswa. Untuk hasil perhitungan mean N Gain diperoleh sebesar 0,343 hal ini berarti nilai gain berada diantara 0,3-0,7 yang berarti penggunaan Audible Books efektif untuk meningkatkan kemampuan Computation Thinking siswa. Penggunaan Audible Books memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan Computation Thinking siswa dan media Audible Books cukup efektif untuk digunakan sebagai media dalam meningkatkan kemampuan Computation Thinking siswa.
PERSEPSI SISWA KELAS I TERHADAP PENGGUNAAN LKPD BERBASIS ETNOMATEMATIKA PERMAINAN TRADISIONAL MELAYU PADA MATERI GEOMETRI DI SD NEGERI 192 PEKANBARU Mutiara Putri; Putri Handayani; Wulandari; Jesi Alexander Alim; Cici Oktaviani
Indonesian Journal of Elementary Education (IJETE) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 : Edisi Desember 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijete.v1i2.1590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas I SD Negeri 192 Pekanbaru terhadap penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis etnomatematika permainan tradisional Melayu pada materi geometri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 10 siswa. Instrumen penelitian berupa angket persepsi dengan 12 pernyataan yang mencakup empat aspek, yaitu aspek kognitif, afektif, konatif, dan praktis. Data dianalisis menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keseluruhan persepsi siswa terhadap penggunaan LKPD berbasis etnomatematika berada pada kategori sangat baik, dengan persentase aspek kognitif sebesar 92,5%, aspek afektif 93,3%, aspek konatif 89,3%, dan aspek praktis 97,3%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan LKPD berbasis etnomatematika permainan tradisional Melayu memberikan pengalaman belajar yang menarik, mudah dipahami, serta mampu memotivasi siswa dalam mempelajari konsep geometri. Dengan demikian, LKPD berbasis etnomatematika layak digunakan sebagai alternatif bahan ajar dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar karena dinilai mampu mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal secara kontekstual dan bermakna.
MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MENGGUNAKAN LKPD ETNOMATEMATIKA MELAYU RIAU BERBASIS CODING PADA MATERI BENTUK GEOMETRI KELAS II SEKOLAH DASAR Dhiva Meisa Aryenda; Dhiya Sutrina; Jesi Alexander Alim; Cici Oktaviani
Indonesian Journal of Elementary Education (IJETE) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 : Edisi Desember 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijete.v1i2.1591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar siswa dalam menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis etnomatematika Melayu Riau yang terintegrasi dengan unsur coding pada materi bentuk geometri di kelas II SD Negeri 192 Pekanbaru. Permasalahan pembelajaran geometri pada jenjang sekolah dasar umumnya berkaitan dengan sifat materi yang abstrak dan kurangnya media pembelajaran kontekstual yang dekat dengan kehidupan siswa. Penerapan etnomatematika melalui konteks makanan tradisional Melayu, seperti kue talam, kue lupis, kue lapis, dan lemang, diharapkan mampu membantu siswa memahami bentuk geometri secara konkret sekaligus meningkatkan motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 10 siswa. Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar menggunakan skala Likert 4 poin. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa terhadap penggunaan LKPD berbasis etnomatematika berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata persentase 96,5%. Aspek minat dan ketertarikan memperoleh persentase 96%, semangat dan ketekunan 96%, motivasi intrinsik dan kepuasan diri 99%, serta pengaruh media dan teknologi sebesar 95%. Temuan ini menunjukkan bahwa LKPD berbasis etnomatematika Melayu Riau dengan integrasi coding mampu meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan, menjadikan pembelajaran geometri lebih menarik, bermakna, dan kontekstual. Media ini juga berpotensi memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mengenalkan unsur teknologi secara sederhana dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS CODING ETNOMATEMATIKA MELAYU PADA MATERI GEOMETRI KELAS 2 SD NEGERI 192 PEKANBARU Zofia Maharani; Dendi Arjuna; Jesi Alexander Alim; Cici Oktaviani
Indonesian Journal of Elementary Education (IJETE) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 : Edisi Desember 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijete.v1i2.1598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan coding blok visual dengan konteks etnomatematika Melayu Riau pada materi geometri bangun datar siswa kelas 2 SD Negeri 192 Pekanbaru. Latar belakang didorong oleh rendahnya relevansi pembelajaran matematika dan kebutuhan mendesak untuk mengembangkan Berpikir Komputasional (Computational Thinking/CT) (Astuti et al., 2023). Konteks etnomatematika Melayu, seperti motif Songket atau bentuk Tabak, digunakan sebagai dasar penyusunan algoritma coding (Ain et al., 2025). Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain Non-equivalent Control Group Design, membandingkan kelompok eksperimen (perlakuan gabungan) dan kelompok kontrol (konvensional). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep yang signifikan pada kelompok eksperimen (p < 0,05), yang dibuktikan dengan nilai N-gain yang lebih tinggi. Integrasi budaya lokal dalam coding terbukti berhasil meningkatkan motivasi belajar sekaligus memfasilitasi visualisasi konsep geometri secara kontekstual dan algoritmik.
Ketika Pengalaman Bertemu Inovasi: Eksplorasi Perbedaan dan Kekuatan Gaya Mengajar Guru Senior dan Guru Muda di Era Pembelajaran Modern Maisyaroh; Ratna Puspita Sari; Selly Perisca Putri; Muhammad Fendrik; Cici Oktaviani
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7808

Abstract

This study was motivated by the differences in teaching styles between senior teachers and young teachers in responding to the demands of modern learning in elementary schools. The rapid development of technology and changes in educational paradigms require teachers to implement effective, innovative, and student-centered learning practices. This study aimed to analyze the differences and strengths of the teaching styles of senior and young teachers in creating effective learning environments at SD Negeri 013 Kepenuhan. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through observations, interviews, and documentation. The participants consisted of senior and young teachers who actively participated in the teaching and learning process. The findings revealed that senior teachers tend to emphasize classroom management, learning discipline, and the use of teaching experiences accumulated over many years. Meanwhile, young teachers are more likely to utilize digital technology, interactive learning media, and innovative teaching methods that encourage student engagement. Despite these differences, both groups demonstrated complementary strengths in supporting effective learning. Senior teachers contributed stability, pedagogical wisdom, and classroom experience, whereas young teachers brought creativity, technological adaptability, and innovation. Therefore, collaboration between senior and young teachers is essential to create a balanced learning environment that integrates experience and innovation to improve the quality of education in the modern era.
Pelatihan Lindungi Diri untuk Mencegah Kekerasan Seksual pada Siswa Sekolah Dasar Zakiah Ulya; Febby Indri Rezkyana; Rika Fitri Ramadhani; Rahmat Fahmi; Cici Oktaviani; Raudha Nur Hidayah Al Jannah
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.3607

Abstract

Kekerasan seksual pada anak merupakan krisis kemanusiaan yang membutuhkan langkah preventif berbasis pendidikan di tingkat dasar. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas program "Pelatihan Lindungi Diri" di SDN 030 Pulau Permai, sebuah sekolah dengan kerentanan geografis di wilayah perkebunan. Metode penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen one-group pretest-posttest terhadap 37 siswa. Intervensi dilakukan melalui empat modul pelatihan yang didukung oleh media e-comic "Aku dan Tubuhku". Hasil analisis kuantitatif menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik (Z = -4,828; p < 0,001). Secara kualitatif, hasil diskusi mengungkap adanya peningkatan kesadaran metakognitif siswa dalam mendeteksi upaya manipulasi (grooming) dan keberanian dekonstruksi konsep kepatuhan buta terhadap figur otoritas. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pelatihan proteksi diri yang kontekstual dan menggunakan media ramah anak efektif dalam memitigasi risiko kekerasan seksual di lingkungan sekolah yang terisolasi.
Analisis Kesulitan Siswa Sekolah Dasar dalam Menyelesaikan Soal Matematika pada Materi Perbandingan dan Skala Naura Indah Meylani; Rizka Ananda Utami; Rizka Nabila; Muhammad Fendrik; Cici Oktaviani
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 3 No. 6 (2025): Desember : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v3i6.1499

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesulitan yang dihadapi oleh siswa kelas enam sekolah dasar dalam menyelesaikan soal matematika yang berkaitan dengan perbandingan dan skala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui hasil tes yang terdiri dari lima soal yang diberikan kepada siswa. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi jenis kesalahan yang paling umum dan tingkat pemahaman siswa terhadap materi perbandingan dan skala. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi nilai perbandingan, menerapkan rumus skala dengan benar, dan memahami makna perbandingan dalam konteks soal. Kesalahan yang paling umum terjadi pada tahap perhitungan dan dalam memahami hubungan antara angka-angka dalam skala. Beberapa penyebab kesulitan tersebut meliputi kurangnya pemahaman konsep dasar dan keterbatasanlatihan soal. Berdasarkan hasil yang diperoleh, disarankan agar guru menyediakan lebih banyak soal latihan yang berorientasi pada situasi kehidupan nyata dan memanfaatkan media pembelajaran visual untuk memudahkan pemahaman siswa terhadap konsep perbandingan dan skala.
Analisis Kesulitan Siswa Kelas V dalam Menyelesaikan Soal Operasi Hitung Pecahan di Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru Riza Aulia; Yones Castri; Neza Safira Adelia; Muhammad Fendrik; Cici Oktaviani
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 3 No. 6 (2025): Desember : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v3i6.1500

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan yang dihadapi oleh siswa kelas lima di Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru dalam menyelesaikan soal pecahan, dengan penekanan pada kesalahan akurasi dan kesulitan pemahaman dalam pembagian. Pecahan merupakan topik penting dalam pendidikan matematika, namun siswa sering mengalami kesulitan baik dalam aspek prosedural maupun konseptual, yang diperparah oleh faktor-faktor seperti kurangnya motivasi dan metode pengajaran yang terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesalahan akurasi umum dalam perhitungan pecahan dan menyelidiki hambatan konseptual spesifik dalam pembagian. Dengan menerapkan observasi partisipatif dan tes diagnostik yang melibatkan 10 soal pecahan, data diperoleh dari 34 siswa dan diverifikasi melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata 72,35, dengan 73,53% siswa mencapai skor tinggi (80), meskipun terdapat kesulitan signifikan dalam perkalian dan pembagian akibat kesalahan penyederhanaan dan kurangnya pemahaman tentang invers. Implikasi penelitian ini mencakup rekomendasi penggunaan alat bantu visual, latihan bertahap, dan integrasi teknologi untuk meningkatkan pengajaran pecahan di tingkat sekolah dasar.
Improving the Reading Ability of Student with Mild Intellectual Disability through Sight Word Intervention: A Single Case Zakiah Ulya; Cici Oktaviani; Beny Al Fajar; Asfi Yanti WE
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.9116

Abstract

Reading ability is crucial for academic success, yet students with mild intellectual disabilities often struggle with early reading components. This single-case study aimed to evaluate the effectiveness of a sight word intervention on the reading ability of an 11-year-old female student with Mild Intellectual Disability (MID). Employing a single-case experimental design, the intervention utilized structured direct instruction with a constant time delay technique and high-frequency flashcards for 2- and 3-syllable words across baseline, intervention, and post-intervention phases. Visual analysis of the data revealed significant improvements in the participant's ability to read both 2-syllable and 3-syllable words, characterized by substantial level increases, positive and consistent trends, low variability, and minimal overlap between phases. Notably, reading gains were retained post-intervention. These findings suggest that structured sight word intervention, focusing on repeated practice and word recognition automation, is an effective strategy for enhancing foundational reading skills in students with MID, offering valuable implications for inclusive education.
ANALISIS PERSEPSI SISWA TERHADAP LKPD ETNOMATEMATIKA BERBASIS KODING DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Edelweiss Milkana Diva; Jumitah; Anastasya Dewi Ambarwati; Jesi Alexander Alim; Cici Oktaviani
Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 6 (2025): Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/relevan.v5i6.1667

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi siswa terhadap LKPD etnomatematika berbasis koding ditinjau dari gaya belajar visual dan auditori. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas III. Data dikumpulkan melalui angket persepsi dan gaya belajar, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan bahwa siswa visual memberikan persepsi sangat tinggi (90–100%) pada aspek tampilan, keterbacaan, kesesuaian isi, motivasi, dan nilai kontekstual. Mereka merasa terbantu oleh desain visual dan ilustrasi budaya Melayu. Siswa auditori juga memberikan respons positif (100% per indikator), tetapi dengan skor lebih rendah karena membutuhkan penjelasan lisan untuk memahami instruksi dan menyelesaikan LKPD secara mandiri. Secara umum, LKPD ini efektif meningkatkan motivasi, pemahaman, dan keterlibatan siswa, serta layak digunakan dalam pembelajaran dengan dukungan pendampingan verbal bagi siswa auditori. ABSTRACT This study aims to analyze students’ perceptions of an ethnomathematics-based coding worksheet (LKPD) in relation to visual and auditory learning styles. The research employed a descriptive qualitative approach with third-grade students as the subjects. Data were collected through perception and learning style questionnaires, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings show that visual learners displayed very positive perceptions (90–100%) regarding the worksheet’s appearance, readability, content relevance, motivation, and contextual value. They were supported by the visual design and cultural illustrations related to Melayu traditions. Auditory learners also provided positive responses (100% for each indicator), although their scores were lower because they required verbal explanation to understand instructions and complete the worksheet independently. Overall, the LKPD proved effective in enhancing students’ motivation, understanding, and engagement, and is suitable for use in classroom learning with additional verbal support for auditory learners.