cover
Contact Name
M Oky Fardian Gafari
Contact Email
oky@unimed.ac.id
Phone
+6285225812829
Journal Mail Official
edukasikultura@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/kultura/about/editorialTeam
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Edukasi Kultura
ISSN : 24078409     EISSN : 25499726     DOI : 10.24114
Edukasi Kultura merupakan jurnal elektronik dan cetak nasional yang merupakan wadah penerbitan artikel penelitian original yang terkait dengan penelitian pendidikan bahasa, sastra, dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia PPs Universitas Negeri Medan. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun dibulan April dan Oktober.
Articles 251 Documents
VALUES OF MORAL EDUCATION IN THE POETRY "NATIONAL AWAKENING OF THE SOUL EDUCATION BY SUYATRI Sibarani, Romian; Solihin, Roniati
Edukasi Kultura Vol 11 No 2 (2024): Jurnal EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sastra merupakan karya seni yang memiliki nilai dan arti bagi pembaca dan juga bagi pengarang itu sendiri. Pengarang menuangkan apa yang ada pada isi hati dan perasaannya melalui sastra.sastra biasanya juga diartikan sebagai karangan dengan bahasa yang indah da nisi yang baik. Bahasa yang indah artinya dapat menimbulkan kesan dan menghibur pembacanya. Puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat dengan irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai pendidikan moral yang terdapat pada puisi œ Kebangkitan Nasional Jiwa Pendidikan karya Suyatri. Jenis penelitian merupakan salah satu hal yang penting dalam suatu penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutic. Pendekatan ini berfokus pada interpretasi teks dan pemahaman makna yang terkandung di dalamnya. nilai pendidikan moral yang ditemukan pada puisi œ Kebangkitan Nasional Jiwa Pendidikan adalah penulis memotivasi pembaca atau pelajar agar bersemangat dalam belajar sampai mencapai kesuksesan.
ANALISIS WACANA KRITIS TEORI INCLUSION THEO VAN LEEUWEN DALAM BERITA BOM di SURABAYA noibe, halawa
CULTURAL EDUCATION JOURNAL OF LITERATURE AND CULTURE Vol 8 No 2 (2021): JURNAL EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/edukasi kultura.v8i2.11061

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penggunaan teori inclusion Leeuwen dalam berita bom  di surabaya. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga tahap, (1) membaca dan memahami wacana (2) menandai bagian-bagian wacana yang berhubungan dengan teori inclusioan Leeuwen, dan (3) mengumpulkan kalimat dalam wacana yang berhubungan dengan teori inclusioan Leeuwen dengan menggunakan format inventarisasi data. Penganalisisan data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, teori inclusioan Leeuwen yang ditemukan pada lima judul berita dengan tema pelaku bom bunuh diri berjumlah lima dari tujuh teori yang ada,  yaitu objektivita 4 kalimat dan abstraksi 5 kaliamat, nominasi tidak ada dan kategorisasi 5 kalimat, nominasi tidak ada dan identifikasi 2 kalimat, asimilasi 3 kalimat dan individualisasi tidak ada, dan asosiasi 2 kalimat dan disosiasi 1 kalimat. Dapat disimpulkan penulis berita dengan tema pelaku bom bunuh diri, wartawan tidak memarjinalkan korban. Dalam membuat judul berita wartawan tidak menyembunyikan pelaku.
ANALISIS ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM NOVEL NEGERI DI UJUNG TANDUK KARYA TERE LIYE Sulaimah, Novia
CULTURAL EDUCATION JOURNAL OF LITERATURE AND CULTURE Vol 8 No 1 (2021): JURNAL EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/edukasi kultura.v8i1.15742

Abstract

Sebagai masyarakat multilingual dengan keberagamaan budayanya, Indonesia menjadi terbiasa dengan fenomena kedwibahasaan atau bilingualisme, menggunakan dua bahasa atau lebih. Fenomena kebahasaan yang menyebabkan munculnya alih kode dan campur kode dalam suatu komunikasi. Karya sastra sebagai cerminan dari realitas masyarakat yang ada, menjadi objek kajian yang menarik untuk menelusuri fenomena bilingualisme yang terjadi. Penulis seringkali terpengaruh oleh latar belakang masyarakatnya, sehingga seringkali pula ditemukan alih kode dan campur kode dalam suatu karya sastra. Melalui metode penelitian deskriptif kualitatif dalam novel Negeri di Ujung Tanduk karya Tere liye dapat diperoleh hasil berupa data yang menyatakan bahwa (1) terdapat penggunaan bahasa asing dan daerah dalam novel tersebut, (2) faktor pendorong alih kode dan campur kode dalam novel tersebut yaitu faktor intralinguistik dan ekstralinguistik yang menyebabkan hidupnya cerita, (3) fungsi dari alih kode dan campur kode dalam novel tersebut adalah sebagai kalimat memerintah, memuji, bertanya, dan menegaskan maksud. Implikasi untuk pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yaitu sebagai bahan ajar SMA Kelas VIII dalam Kompetensi Dasar 3.12 menelaah struktur dan kebahasaan teks ulasan (cerpen, puisi, novel, dan karya seni daerah) yang diperdengarkan dan dibaca.
Tinjauan Filsafat (Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi) Bahan Ajar Membaca Kritis-Kreatif Teks Eksposisi Berbasisi Isu Lingkungan Wati, Endar
CULTURAL EDUCATION JOURNAL OF LITERATURE AND CULTURE Vol 8 No 1 (2021): JURNAL EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/edukasi kultura.v8i1.16186

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengapa pembelajaran membaca kritis-kreatif tidak serta merta mudah dilaksanakan walaupun telah melalui berbagai stimulus dalam pelaksanaannya. Melalui prespektif filsafat ilmu pengetahuan, serta menggunakan metode deskriptif evaluatid dengan sumber data sekunder diantaranya buku literatur dan jurnal (penelitian terkini), selanjutnya direpresentasikan melalui beberapa fokus pembahasan, diantaranya: (1) konsep perencanaan bahan ajar membaca kritis-kreatif teks eksposisi berbasis isu lingkungan hidup melalui prespektif filsafat ilmu pengetahuan, (2) aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis terhadap kompleksitas bahan ajar membaca kritis-kreatif, (3) perdebatan teori, fakta empiris, dan diskusi. Kajian konseptual melalui review literatur ini menghasilkan adanya hubungan yang kompleks antara bahan ajar dengan isu terkini di kalangan masyarakat, yang berimplikasi pada pemahaman ontologis bahwa bahan ajar yang berbasis isu di kalangan masyarakat bukan sekedar stimulus, nilai yang berkembang di sini adalah manfaat yang didapatkan, bukan hanya dimaknai sebagai bahan ajar untuk meningkatkan kemampuan membaca kritis-kreatif, namun lebih kepada manfaat pemahaman peserta didik dalam memaknai isu di kalangan masyarakat.
ANALISIS KONTEN BUKU TEKS SISWA BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 KELAS TUJUH (VII) SMP/MTs TERBITAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI EDISI REVISI 2017 Ningsih, Oriana Surya
CULTURAL EDUCATION JOURNAL OF LITERATURE AND CULTURE Vol 8 No 1 (2021): JURNAL EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/edukasi kultura.v8i1.17200

Abstract

Kelayakan isi, bahasa, dan tampilan merupakan tiga di antara empat kriteria kelayakan buku teks yang dinilai berdasarkan peraturan dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan isi, bahasa, dan tampilan pada buku teks siswa Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 Kelas VII SMP/MTs Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Edisi Revisi 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konten (content analysis), artinya peneliti melakukan analisis terhadap isi yang ada dalam data primer yaitu buku teks siswa Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 Kelas VII SMP/MTs Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Edisi Revisi 2017. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data, karena peneliti berperan langsung dalam proses pengumpulan data, yaitu menentukan sumber data, mencatat data, meneliti data, dan menarik kesimpulan. Selain itu, peneliti juga menggunakan instrumen sederhana berupa rubrik penilaian dan lembar penskoran kelayakan isi, bahasa, dan tampilan  yang diwujudkan dalam bentuk tabel untuk memudahkan proses analisis data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, pada aspek kelayakan isi diperoleh persentase 96.09% atau pada kategori sangat baik. Aspek kelayakan bahasa diperoleh persentase sebanyak 94.78% atau kategori sangat baik. Dan, aspek kelayakan tampilan diperoleh persentase kelayakan 100% sehingga masuk kategori sangat baik.Kata kunci: buku siswa, isi, bahasa, tampilan, Bahasa Indonesia
ANALISIS ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI ARTIKEL TEORI BELAJAR SIBERNETIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN Ningsih, Oriana Surya
CULTURAL EDUCATION JOURNAL OF LITERATURE AND CULTURE Vol 8 No 2 (2021): JURNAL EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/edukasi kultura.v8i2.17201

Abstract

Dalam mencapai pembelajaran yang efektif maka banyak teori tercipta yang diperlukan untuk kebutuhan pendidik dan peserta didik di dalam pembelajaran, salah satu teori yang ada yakni teori belajar sibernetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (a) hakikat realita teori belajar sibernetik dalam proses pembelajaran (ontologi), (b) cara memperoleh teori belajar sibernetik dalam proses pembelajaran (epistemologi), dan (c) nilai-nilai yang bermanfaat dari teori belajar sibernetik dalam proses pembelajaran (aksiologi). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konten (content analysis). Validitas dalam penelitian berupa validitas semantik dan reliabilitas intrariter. Dari analisis melalui pandangan filsafat terhadap teori belajar sibernetik dalam proses pembelajaran diperoleh; pertama, dari pandangan ontologi memaparkan bahwa,  teori belajar sibernetik dalam proses pembelajaran adalah usaha guru untuk membantu siswa mencapai tujuan belajarnya secara efektif dengan cara memfungsikan unsur-unsur kognisi siswa, terutama unsur pikiran untuk memahami stimulus dari luar melalui proses pengolahan informasi dengan proses pengolahan informasi dalam belajar; kedua, dari pandangan epistimologi memaparkan bahwa, teori belajar sibernetik dalam proses pembelajaran dapat diterapkan dengan cara guru atau pendidik harus mengetahui dengan baik materi pelajaran dan pola pikir siswanya; dan ketiga, dari pandangan aksiologi memaparkan bahwa, teori belajar sibernik dalam proses pembelajaran diimplikasikan pada pengelolaan pembelajaran yang dikelola oleh guru atau pendidik agar siswa dapat mencapai tujuan belajar secara efektif dengan tindakan pendidik untuk mengelola pembelajaran yang baik seperti menempatkan peran penting elaborasi (elaboration), organisasi (organization) dan konteks (context) untuk mengintegrasikan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang sudah ada yang diperoleh siswa.  Kata Kunci: pembelajaran, sibernetik, ontologi, epistimologi, aksiologi 
PEMEROLEHAN SINTAKSIS ANAK USIA LIMA TAHUN MELALUI PENCERITAAN KEMBALI DONGENG NUSANTARA firdaus, firdaus
CULTURAL EDUCATION JOURNAL OF LITERATURE AND CULTURE Vol 8 No 1 (2021): JURNAL EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/edukasi kultura.v8i1.17791

Abstract

 ABSTRACTThe objective of the reseach is to describe: (1) the syntactic acquisition of five-year-old children aged five years as they recount folktales, (2) the types of complex sentences they produced when telling the stories, (3) the frequency of simple and compound sen- tences they produced , and (4) the implementation of syntactic acquisition in early child- hood. This reseach used a qualitative descriptive method. The techniques of data collec- tion used were interviewing, recording, and note-taking. The test validity of the data source was triangulation technique. The data-analyzing technique was Direct Elemen- tal Division (BUL) and strengthened by the Changing Form technique. The reseach concludes that the acquisition of simple and compound sentences conformed with the development stage of their age. The use of one word and two words were often pro- duced by children. They also used the passive voice when recounting the tales. They used the verb suffix {di-} and {di-in}. Acquisition of syntax through recounting tales can be applied in accordance with existing standards of competency.Key words: syntactic acquisition , recounting, fairy tales, five-year-old children
GANGGUAN BERBAHASA AFASIA MOTORIK PADA PENDERITA GANGGUAN TUMOR KEPALA PADA USIA DEWASA Drani, Ahmad
CULTURAL EDUCATION JOURNAL OF LITERATURE AND CULTURE Vol 7 No 1 (2020): JURNAL EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kultura.v1i1.18266

Abstract

Abstract  The purpose of this study is to describe language disorders (motor aphasia). The details of the purpose of the study are to describe language disorders (Motor Aphasia), to describe the causes of language disorders (Motor Aphasia), to describe how the use of language in people with language disorders (Motor Aphasia). The research method used in this study is a qualitative method. The results of this study indicate that 56-year-old aphasia sufferers who are the subjects of this study can tell news, question, command, and single sentence sentences. Aphasia patients aged 56 years in general are able to speak sentences in the pattern of SP, PS, PK. KeyWords: Interference, Language, Aphasia  
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN ADOBE FLASH CS 6 DI KELAS X SMA KAMPUS FKIP UHN PEMATANGSIANTAR Siregar, Junifer
CULTURAL EDUCATION JOURNAL OF LITERATURE AND CULTURE Vol 7 No 1 (2020): JURNAL EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kultura.v1i1.18267

Abstract

Abstract Abstract: Learning with the use of instructional media that is not appropriate is still often the case, so learning is not in line with expectations. This is what happened at Pematangsiantar FKIP UHN Senior High School. This article aims to provide an overview of the use of Adobe Flash CS 6 media in the learning process at the FKIP UHN Pematangsiantar Campus. Adobe Flash CS 6 is used for making animations that are equipped with attractive displays in the form of applications to design and create interactive learning media. Student learning outcomes in writing the paragraph description at the pretest stage of 30 students 11 declared complete and 19 students declared incomplete with a mean score of 58.02 and at the post-test stage of 30 students 26 students declared complete 4 students declared incomplete with an average value 83, 35. This proves that learning media by using Adobe Flash CS 6 can improve learning outcomes in writing paragraph descriptions for grade X students of the FKIP UHN Pematangsiantar campus.  Keywords: Learning Media, Adobe Flash CS 6, Paragraph Description
MENINGKATKAN PEMBELAJARAN SASTRA MELALUI PERKEMBANGAN ERA DIGITAL Wahyuni, Dewi
CULTURAL EDUCATION JOURNAL OF LITERATURE AND CULTURE Vol 7 No 1 (2020): JURNAL EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kultura.v1i1.18268

Abstract

Abstrak  Sastra menggambarkan kehidupan suatu masyarakat, dan melalui karya sastra pula identitas atau peradaban suatu bangsa dapat dikenali. Melalui karya sastra kita dapat mengidentifikasi perilaku atau moral suatu bangsa. Seiring berkembangnya zaman, sastra mulai banyak dilupakan bahkan kurang diminati oleh generasi muda. Hal ini disebabkan oleh pengaruh perkembangan teknologi dan komunikasi yang telah mengubah segala aspek kehidupan yang ada di dunia. Di era globalisasi seperti saat ini kemajuan dan kecanggihan dunia teknologi informasi semakin pesat. Era digital merupakan istilah yang di gunakan dalam kemunculan digital, jaringan internet khususnya teknologi informasi komputer. Media baru Era Digital sering di gunakan untuk menggambarkan teknologi digital. Dalam hal ini internet secara tidak langsung telah mengubah generasi sekarang menjadi generasi digital yang tumbuh dan didampingi dengan informasi-informasi, alat-alat canggih, dan menjadikan generasi yang desosialisasi atau generasi yang lebih suka menyendiri karena sudah merasa senang dan tenang dengan dunianya sendiri. Berdasarkan pemaparan di atas, maka penulisan makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan prinsip pembelajaran sastra di era digital. Perkembangan era digital diharapkan dapat membawa dampak positif terhadap kemajuan pembelajaran sastra di lingkungan. Baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Pembelajaran sastra menggunakan perkembangan digital diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar remaja untuk menulis dan berkreativitas. Untuk itu perlu menyikapi hal ini dengan baik yakni dengan melakukan upaya-upaya yang harus dilakukan agar era digital membawa manfaat bagi setiap aspek kehidupan.  Kata kunci: Sastra, era digital, dan Pembelajaran sastra era digital