Articles
251 Documents
ANALISIS KRITIK SASTRA FEMINISME PADA CERPEN œRABIAH KARYA HASAN AL BANNA
nisa, Khairun
CULTURAL EDUCATION JOURNAL OF LITERATURE AND CULTURE Vol 10 No 1 (2023): Jurnal EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/edukasi kultura.v10i1.45678
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hasil analisis kritik sastra feminisme pada cerpen yang berjudul Rabiah karya Hasan Al Banna. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, ditemukan banyaknya unsur ketidakadilan gender yang terjadi pada tokoh utama, yaitu Rabiah. Tiga unsur ketidakadilan gender tersebut terdiri dari feminisme liberal, feminisme sosial dan feminisme marxis. Berdasarkan penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa: (1) Adanya pelecehan terhadap perempuan dimana perempuan dengan seenaknya dijadikan pemuas nafsu birahi oleh laki-laki. (2) adanya tindak kekerasan yang dialami perempuan karena perempuan dipandang sebagai manusia yang lemah dan tak berdaya, (3) adanya diskriminasi terhadap perempuan yang dianggap rendahan dan hina karena pekerjaannya sebagai pelacur.
REPRESENTASI KEBUDAYAAN DALAM FILM FILOSOFI KOPI MELALUI PENDEKATAN SOSIOLINGUISTIK DALAM ANALISIS BAHASA DAN DIALOG
Purba, Elvirida
CULTURAL EDUCATION JOURNAL OF LITERATURE AND CULTURE Vol 10 No 1 (2023): Jurnal EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/edukasi kultura.v10i1.46046
Filosofi Kopi adalah film Indonesia tentang dua sahabat, Ben dan Jody, yang memiliki sebuah kafe bernama Filosofi Kopi. Film ini memiliki latar budaya dan sosial yang kaya, sehingga penting untuk dianalisis dengan pendekatan sosiolinguistik. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bahasa dan dialog dalam film Filosofi Kopi untuk mendeskripsikan latar sosial dan budaya yang terkandung dalam film tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif dengan menggunakan teknik analisis data wacana. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa dan dialog film ini mencerminkan latar belakang sosial budaya masyarakat yang terlibat dalam cerita tersebut. Bahasa yang digunakan oleh tokoh-tokoh dari latar belakang sosial dan budaya yang berbeda bervariasi dalam hal kata, kosa kata, dialek, dan aksen yang mencerminkan identitas mereka. Film Filsuf Kopi juga menampilkan keragaman bahasa yang digunakan di lingkungan perkotaan dan pedesaan, serta perbedaan bahasa antara generasi muda dan generasi tua. Kajian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana bahasa dan dialog film dapat digunakan untuk menggambarkan latar belakang sosial dan budaya para tokoh serta kepentingannya terhadap permasalahan sosial dan budaya masyarakat.
Penilaian Multiliterasi Sebagai Alat Evaluasi Terhadap Kemampuan Menulis Narasi
noer's, inami tawaqal imani
CULTURAL EDUCATION JOURNAL OF LITERATURE AND CULTURE Vol 10 No 1 (2023): Jurnal EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/edukasi kultura.v10i1.47197
Menulis karangan narasi merupakan salah satu proses menulis yang ada pada tahap awalnya diawali dengan pemilihan topik dan ide sebelum dituangkan ke dalam bentuk karangan. Karangan narasi merupakan karangan yang berasal darai kehidupan sehari-hari karangan ini lebih menyampaikan informasi dan makna yang tersirat di dalamnya. Keraf (2007 hlm.136) Menyatakan œnarasi merupakan suatau wacana yang di dalamnya penulis berusaha menyampaikan makna kepada para pembaca melalui daya khayal yang dimiliki penulis. pembelajaran menggunakan metode multiliterasi menulis imajinatif merupakan metode pembelajaran yang membuat siswa dapat mengeluarkan kemampuan daya imajinatifnya yang kemudian hasil dari kemampuan imajinatifnya dituangkan ke dalam bentuk tulisan. Dengan menggunakan model multiliterasi genre teks ini siswa tidak hanya sekadar menulis teks tetapi memahami hasil teks yang dibuatnya mulai dari tujuan, prinsip narasi dan isi dari karangan narasi tersebut. Hal ini membuktikan bahwa model multiliterasi sangat efektif untuk diterapkan pada pembelajaran menulis.
PROSES PEMBELAJARAN INKLUSI UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SMP KOTA BANDUNG
noer's, inami tawaqal imani
Edukasi Kultura Vol 11 No 1 (2024): Jurnal EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstrakPendidikan inklusi adalah pendidikan pada sekolah umum yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik yang memerlukan pendidikan khusus dalam suatu kesatuan yang sistematik. Pendidikan inklusi merupakan pendidikan yang memberikan apresiasi terhadap siswa yang berkebutuhan khusus. Model yang diberikan sekolah inklusif ini menekankan pada keterpaduan penuh, menghilangkan keterbatasan dengan menggunakan prinsip education for all. Pembelajaran untuk ABK (student with special needs) membutuhkan suatu strategi tersendiri sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Salah satu sekolah yang menerapkan pendidikan inklusi adalah SMP BPI. SMP BPI mengakui bahwa setiap individu memiliki keunikan sendiri, sehingga ia mempunyai kemampuan untuk berkembang menjadi dirinya sendiri dan menggapai prestasinya sendiri. SMP BPI melaksanakan pembelajaran yang berbeda dengan sekolah regular lainnya, karena menampung dan menerima peserta didik ABK. Dalam penanganan peserta didik ABK, SMP BPI melakukan berbagai inovasi agar peserta didik ABK dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Hal itu juga dilakukan untuk memberikan penyadaran terhadap masyarakat bahwa peserta didik ABK juga dapat bersekolah di sekolah umum bukan hanya di sekolah khusus seperti Sekolah Luar Biasa (SLB).
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP INFORMASI MITOLOGI DI KAWASAN DANAU LINTING KECAMATAN SINEMBAH TANJUNG MUDA
Raharja, Febrian syah
Edukasi Kultura Vol 11 No 2 (2024): Jurnal EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pariwisata adalah suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat sehingga membawa berbagai dampak terhadap masyarakat setempat.Suwantoro (2002) mengemukakan bahwa wisata alam adalah bentuk kegiatan wisata yang memanfaatkan potensi sumberdaya alam dan tata lingkungan. Salah satu kawasan wisata yang menarik adalah Danau Linting yang berada di daerah puncak bukit kecil di desa Sibunga-bunga Hilir, Sinembah Tanjung Muda (STM), kabupaten Deli serdang, Sumatera Utara. Kawasan Danau Linting yang meliputi luas areal kurang lebih 3 Ha termasuk radius 100 meter dari pinggir danau telah ditunjuk menjadi kawasan lokasi wisata sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Deli Serdang Nomor 556/272/DS/Tahun 1999 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman/pandangan/persepsi wisatawan terhadap informasi mitologi di kawasan danau linting Kecamatan Sinembah Tanjung Muda, mengetahui apakah ada kaitannya mitos dengan penurunan kunjungan wisatawan di kawasan danau linting Kecamatan Sinembah Tanjung Muda.dan untuk menghetahui hubungan antara mitos Gua Emas dan Perak dengan Danau Linting. peneliti memilih menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menentukan cara mencari, mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data hasil penelitian tersebut.Penelitian kualitatif ini terkait Pemahaman/pandangan/persepsi wisatawan terhadap informasi mitologi danau linting. Berdasarkan hasil wawancara yang sudah di lakukan oleh kelompok, kami dapat menyimpulkan bahwa motivasi wisatawan datang ke tempat wisata Danau Linting sangat lah beragam, dan di gerakkan oleh motif untuk melakukan wisata
WEDDINGS PRAYERS IN THE TRADITION OF BERDIMBAR BATHING IN COAL MELAYU TRADITIONAL : ANTROPOLINGUISTIK
sihombing, siti nurhaliza;
Dardanila, Dardanila
Edukasi Kultura Vol 11 No 2 (2024): Jurnal EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This thesis aims to prove the meaning and value of Anthropolinguistic culture in the Mandi Berdimbar tradition at the Batubara Malayu traditional wedding ceremony. Furthermore, this study aims to provide an update on the overall topic of Anthropolinguistic studies in traditional marriage traditions. The research object is language. The focus of this research is on the meaning of the expression of prayer or called Ketubah Nikah and focuses on the cultural values contained therein. This study uses a qualitative descriptive method by describing the meanings and values of Anthropolinguistic culture based on the theory of meaning and values of Anthropolinguistic culture. The results of this study indicate that in the Mandi Berdimbar tradition it contains the meaning of advising, the meaning of hope, and the equalization (comparison) of each Ketubah Nikah which is pronounced during the traditional procession. Cultural values are also found in this traditional tradition, including religious cultural values, cultural values of harmony, cultural commitment values, politeness cultural values, health cultural values, mutual cooperation cultural values, cultural values of gender management.
Organologi dan Klasifikasi Alat Musik Gendang Tabuik (Tambua) dari Sumatera Barat
Ramadhani, Cahyani Indah
CULTURAL EDUCATION JOURNAL OF LITERATURE AND CULTURE Vol 9 No 2 (2022): jurnal EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gendang Tabuik (Tambua) merupakan salah satu jenis gendang tradisional yang berasal dari Pariaman, Sumatera Barat, Indonesia. Instrumen ini memiliki dua bagian utama, yaitu badan gendang yang terbuat dari kayu dan membran yang terbuat dari kulit kambing atau kerbau. Keberadaan Gendang Tabuik (Tambua) ini tak jauh dari upacara adat yang berasal dari Kota Pariaman, yaitu Upacara Adat Tabuik guna memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW. Nama Gendang Tabuik (Tambua) sendiri di sematkan karena alat musik tersebut digunakan sebagai alat musik pengiring dari upacara adat Tabuik di Sumatera Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui relevansi Gendang Tabuik(Tambua). Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara dan dokumentasi. Unsur-unsur musik dikategorikan, diklasifikasikan dan dianalisis.
ORAGANOLOGI DAN KLASIFIKASI ALAT MUSIK GARANTUNG BATAK TOBA
Simanihuruk, Tison Martua
CULTURAL EDUCATION JOURNAL OF LITERATURE AND CULTURE Vol 10 No 2 (2023): Jurnal EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas kesenian Batak Toba dalam konteks musik, khususnya salah satu instrumen musiknya yaitu Garantung. Garantung yang tergolong dalam klasifikasi alat musik idiofon, yaitu sebuah instrumen melodik yang terbuat dari kayu, terdiri dari bilah-bilah kayu yang ditala sesuai tangga nada diatonis. Pada awalnya garantung hanya terdiri dari lima bilah saja dengan penalaan lima nada, yang dahulunya biasa disebut dengan istilah nang, ning, nung, neng, nong, kemudian berkembang menjadi delapan bilah sesuai dengan tangga nada diatonis. Instrumen musik ini biasanya dimainkan oleh pemainnya dengan posisi duduk dengan menggunakan dua buah stick pemukul (palu-palu) dan dipukulkan pada bilah-bilah tersebut untuk menghasilkan nada-nada yang sesuai dengan nada yang dibutuhkan. Fungsi garantung cukup beragam, sebagai instrumen tunggal dan sebagai instrumen melodik. Dahulunya garantung sering dimainkan oleh seorang ibu hamil, agar kelak anaknya lahir dalam keadaan sehat.
"WEAVING HARMONY BETWEEN EDUCATIONAL PHILOSOPHY AND TECHNOLOGICAL INNOVATION: BUILDING AN INCLUSIVE AND ADAPTIVE FUTURE FOR EDUCATION"
yovita, sirmawan
Edukasi Kultura Vol 11 No 1 (2024): Jurnal EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
"MERAJUT HARMONI ANTARA FILSAFAT PENDIDIKAN DAN INOVASI TEKNOLOGI: MEMBANGUN MASA DEPAN PENDIDIKAN YANG INKLUSIF DAN ADAPTIF"
Gangguan Pemerolehan Bahasa (Cadel) Pada Orang Dewasa
oktavia, aditya arisma
Edukasi Kultura Vol 11 No 2 (2024): Jurnal EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas mengenai gangguan berbahasa yang dialami orang dewasa atau biasa disebut cadel. Disartia (cadel) biasa dikenal dengan sebutan cadel atau merupakan sebuah gangguan berbahasa fonetis yang membuat sang penderita cenderung mengalami adanya penurunan pada tingkat percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya gangguan berbahasa pada usia dewasa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dengan mengetahui penyebab terjadinya gangguan berbahasa pada orang cadel dapat mempermudah proses berkomunikasi pada orang cadel. Selain itu, dengan adanya pengetahuan kita mengenai pola tutur fonemis khususnya pada penderita cadel dapat menambah wawasan bagi orang lain agar tidak memberikan anggapan yang negatif bagi para penderita gangguan berbahasa tersebut.