Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, theology, sociology, anthropology, political science and others.
Articles
1,211 Documents
Islam dan Tantangan Abad Baru
Salim, Emil
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 24 (1980)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1980.024.39-59
Lahirnya abad baru ke-XV Hijriyah merangsang banyak orang merenungkan perkembangan abad lalu untuk bahan pertimbangan menghadapi abad baru. Banyak kejadian telah mengisi abad ke-XV Hijriyah yang baru berakhir ini. Perang Dunia telah pecah dua kali melibatkan hamper semua negara-negara dunia. Sungguhpun perdamaian dunia secara formal berlaku sekarang namun dibanyak negara masih terdapat sengketa bersenjata yang menelan banyak korban jiwa. Teknologi dan ekonomi banyak negara maju pesat. Jumlah dan keragaman barang material tidak pernah begitu banyak dinikmati negara maju seperti halnya sekarang ini. tetapi kemiskinan dan kekurangan pangan masih diderita banyak negara-negara berkembang. sehingga pemerataan pembangunan dan keadilan sosial semakin kuat didambakan oleh semakin banyak orang.TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian // TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//
Islam dan Lingkungan Hidup
Salim, Emil
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 24 (1980)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1980.024.1-10
Sejak tahun 1972 semua negara di dunia, termasuk Indonesia, mulai menangani masalah-masalah lingkungan Hidup. Dengan lingkungan hidup diartikan segala benda, kondisi-keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi semua hal yang hidup termasuk kehidupan manusia.
Pemahaman Kembali Tentang Islam dan Lingkungan Hidup
Salim, Emil
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 24 (1980)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1980.024.18-38
Ilmu yang menghasilkan teknologi, dapat membantu manusia untuk hidup lebih senang di dunia ini. Tetapi ilmu dan teknologi itu hanyalah alat yang berada ditangan manusia. Ilmu dan teknologi dapat dipergunakan untuk sesuatu yang bermanfaat bagi manusia, tetapi sebaliknya dapat pula dipergunakan oleh manusia untuk membencanakan sesame manusia. Juga ilmu dapat dipergunakan untuk menunjang kemajuan hidup beragama, tetapi ilmu dapat pula diperalat untuk menyerang agama dan merusak kehidupan beragama.TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian // TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//
Khalifah dan Lingkungan Alam
Salim, Emil
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 24 (1980)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1980.024.11-17
“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa dibumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikanNya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha pengampun lagi maha Penyayang”. Demikian al-Qur’an Surah 6, Al-An-aam, ayat 165 membuka kesempatan kepada manusia untuk menjadi Khalifah di bumi dengan memberinya kemampuaan yang berlebih dibandingkan dengan makhluk-makhluk lain di bumi.TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian // TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//
Tafsir Isyari dan Kegunaannya dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuaan
Rochim, Abd.
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 25 (1981)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1981.025.69-82
Apabila orang menelusuri perkembangan tafsir al-Qur’an dari masa-kemasa, niscaya ia akan menemukan salah satu corak diantara beraneka ragamnya tafsir al-Qur’an, yang terkenal dengan tafsir Isyari. Tafsir ini terkenal pula dengan tafsir faidli. Kegiatan penafsira al-Qur’an tersebut dikenal dikalangan cendikiawan sebagai salah satu kegiatan dalam menguraikan makna ayat-ayat al-Qur’an yang tersirat, yang tidak Nampak dari susunan kata-katanya yang tersurat. Makna itu peroleh dengan memperhatikan isyarat yang tersembunyi, yang hanya tampak bagi orang-orang yang mempunyai kemahiran tertentu dalam memahami perpautan maknanya yang tersurat dean tersirat.TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian // TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//
Tinjauan Tentang Pengajaran Bahasa Arab Pada Lembaga Bahasa IAIN Sunan Kalijaga
Sokah, Umar Asasuddin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 25 (1981)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1981.025.42-68
Lembaga Bahasa IAIN Sunan Kalijaga yang ada sekarang sebetulnya telah berdiri sejak tahun 1973, dengan Surat Keputusan Rektor No. 251/Ba-O/A/1973. Susunan personalianya adalah sebagai berikut : seorang ketua, seorang sekertaris dan tiga orang anggota. Lembaga Bahasa (seterusnya akan disingkat LB) itu pada tahun 1976 diperbaharuhi personalianya dengan adanya surat keputusan Rektor No. 13 tahun 1976 tertanggal 1 April 1976, dengan pertimbangan bahwa di IAIN terjadi perkembangan baru, terutama dengan telah ditetapkannya kurikulum baru. Personalia tersebut terdiri atas direktur, sekertaris, ketua seksi Bahasa Inggris, ketua seksi Bahasa arab dan ketua seksi Bahasa Indonesia, masing-masing dipegang oleh satu orang
Suatu Tinjauaan Psikologi Tentang Nilai Anak
Sukamta, Sukamta
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 25 (1981)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1981.025.22-41
Dewasa ini negara sedang melaksanakan “program Pembangunan Nasional”. Tujuan Pembangunan Nasioanal adalah untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan Makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, Bersatu, dan berkedaulatan rakyat dalam suasana prikehidupan bangsa yang aman, tentram, bersahabat, tertib, dan damai. (TPPBBPPI, GBHN; 1978;39) Hakikat Pembangun Nasional adalah Pembangunan Manusia Indonesia seutuhnya dan Pembangunan seluruh rakyat Indonesia, maka landasan Pembangunan Nasional adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Perkembangan Kebudayaan Jawa dan Serat Pamoring Kawula-Gusti
Simuh, Simuh
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 25 (1981)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1981.025.1-21
Suku bangsa Jawa sebelum datangnya pengaruh agama Hindu mungkin belum mengenal tulisan. Namun demikiaan menurut penelitiaan ahli-ahli sejarah, kebudayaan jawa dalam masa pra-sejarah ini telah mengalami perkembangan. Dalam ceritera Aji Saka dating ke Jawa, yang melambangkan masuknya pengaruh unsur-unsur kebudayaan Hindu (kebudayaan suku Scyth=Saka), dinyatakan bahwa pulau jawa telah diperintahkan oleh raja yang kekuasaannya membentang sampai kelaut selata. Walaupun peradaban negeri ini masih jauh lebih renda dari peradaban suku bangsa Scyth (Hindu), dimana rajanya digambarkan masih suka makan daging manusia, namun ceritera ini menunjukkan bahwa suku bangsa jawa dalam bidang politik/ kenegaraan telah mengenal system kerajaan yang teratur dan luas daerah kekuasaannya. Bahkan adanya hukum adat yang merupakan warisan asli peradaban suku bangsa Jawa, jelas bahwa suku bangsa Jawa telah membentuk kehidupan social yang cukup teratur. Telah mengenal system hukum yang cukup effectif mengatur hubungan-hubungan social dan kekeluargaan. Dan demikian pula suku bangsa Jawa telah mengenal cara menenun pakaian, membuat rumah, bercocok tanam, sebagainya.
Pewaris-Pewaris Tradisi Idealis Masa kini Di Itali
Djawadi, Djawadi
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 26 (1981)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1981.026.66-75
Sebenarnya tidaklah mudah untuk membicarakan tradisi kefilsafatan yang ada dalam abad keduapuluh ini. Karena sebetulnya didunia Barat sekarang ini tiada satupun system kefilsafatan yang menonjol. Jadi memang sangat berbeda bila dibandingkan dengan abad-abad sebelumnya - terutama abad delapan belas dan se3mbilan belas- dimana banyak kita jumpai adanya system kefilsafatan yang memang betul-betul menonjol. Untuk sekedar menyebut contohnya kita dapat mengutarakannya seperti Kant dan Hegel. Sebagai kita tahu kedudukan Kant dan Hegel dalam dunia filasat adalah bentuk-bentuk dominan. Terutama dalam abad-abad kedelapan belas dan kesembilan belas posisinya betul-betul meyakinkan. Kita katakana demikian sebab untuk masa itu kecemerlangan system kefilsafatan kedua filosof tadi sungguh mempersonakan. Kebesaran dan keanggunannya taka da yang dapat menandinginya. Karenanya system-saistem lainnya kelihat kurang berarti. Selanjutnya perlu pula diketahui bahwa sebenarnya sistim kefilsafatan yang ada sekarang ini tidak lain hanyalah sekedar merupakan pengulangan dari sistim yang ada diabad delapan belas dan Sembilan belas tadi. Hal ini terutama berlaku bagi faham idealism.
Konsepsi Tentang Insan Kamil dalam Tasawuf
Simuh, Simuh
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 26 (1981)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1981.026.46-65
Nama Tasawuf, Tasawuf dalam Bahasa inggris sering disebut Sufism. H.A.R Gibb misalnya mengatakan: There is room here only a brief summary of the beginings of the mystical movement in Islam which goes by the name of sufism. The origion of the term sufi is complex, but in general connected with the wearing of undyed garment of wool (suf). At first it was not a uniform but a mark of personal penitence, and some early ascetics comdemned the use of it. Ibn Sirin (d. 729) critized some early ascetics for wearing suf in imitation of jesus (as he said): I prefer to follow the example of the propehet who dressed in cotton. It appears that a particular group of ascetics but by the fourth century the wearing of wollen garments had becom the regular badge of the Sufis of Iraq and the name was commonly applied to all mystics. Jadi kata tasawuf dan sufi dihubungkan dengan kebiasaan mereka mengenakan pakaiaan wool kasar atau pakaiaan yang umum bagi para fakir-miskin di Timur-Tengah pada masa itu. Mereka mengenakan pakaiaan wool kasar sebagai simbul atau sebagai tanda bahwa merekalah golongan yang lebih mengutamakan hidup sederhana, mementingkan kesucian Rohani, berlainan dari kebanyakan umat Islam dimasa itu yang berlomba-lomba mengejar kesenangan hidup duniawi, berlomba dalam memakai pakaiaan yang indah-indah (sutra) dan mahal. Dengan demikiaan pemakaiaan wool kasar merupakan reaksi terhadap kecenderungan masyarakat yang mengejar kekayaan dan perhiasan duniawi, serta tidak memperhitungkan haram dean halal.