Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, theology, sociology, anthropology, political science and others.
Articles
1,211 Documents
Prospek Bahasa Arab Di Indonesia
Zaini Dahlan
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 39 (1989)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1989.039.1-13
Segala puji kita panjatkan kehadirat Allah s.w.t. atas segala kenikmatan yang dilimpahkan kepada kita semua. Semoga selawat dan salam dilimpahkan kepada Nabi besar muhammad saw serta para sahabat dan pengikut beliau yang setia. Bangsa Indonesia yang dalam era pembangunan ini mendambakan terbinanya manusia Indonesia yang utuh, yang hidup dalam masyarakat Pancasila yang adil dan makmur sejahtera, seimbang dan serasi akan selalu menyambut dan menghargai segala potensi positif yang menunjang cita-cita hidup bangsa, dan akan memberikan perhatian yang selayaknya demi terhimpunya segala kekuatan untuk mewujudkan masyarakat yang maju lahir batin.
Unsur-Unsur Agama Kaum Santri yang Tercermin dalam Kitab centini
Soebardi, Soebardi;
dan Wasit, Wasit
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 22 (1980)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1980.022.91-104
Artikel ini dikasudkan sebagai suatu pengkajiaan awal tentang satu aspek dari sedemikian banyak topik yang penting dan menarik berkenaan dengan serat centini (Buku Centini) yakni peranan dan pengajaran dari Syeh Among Raga, sau tokoh yang paling penting diantara 4 tokoh lainnya. Perlu disebutkan terlebih dahulu bahwa materi Centini yang dipergunakan dalam artikel ini didasarkan pada Serat Centini, yang diterbitkan oleh Bataviaasch Genootschap dalam 4 bagian. Serat Centini terdiri dari 12 Volume dan 722 canto. Volume i-IV : Serat Cabolang. Volum V-XII : Serat Centini. Volume V- IX : ditulis dengan tinta emas sewaktu pemerintahan Paku Buana VII (1830-1858 AD). Dan dilengkapi dengan canto pengantar baru dalam bentuk dandanggula berisi 17 canto. Dalam canto pengantar terdapat chronogram : Atata Resi Amulang Djalma, bertahun 1775 A.J = 1846 A.D. (A.J. = Anno Javanico). Bagaimana juga dalam versi ini berisi ceritera yang tidak komplit. Oleh karena itu, untuk tujuan artikel ini telah digunakan juga monograf dar Dr. Pigeaud, yang berisi satu summary yang penting, tidak hanya ini dari versi Centini yang diterbitkan tetapi juga permulaan dan kelanjutan ceritera,, yang juga belum diterbitkan.
Kalimat Kondisional Bahasa Inggris, Arab dan Indonesia (Suatu Studi Perbandingan)
Sokah, Umar Asasuddin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 22 (1980)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1980.022.70-90
Sebagaimana yang telah diterangkan dalam paper saya, pada diskusi ilmiah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tanggal 14 Juli 1978 dengan judul “ Perbedaan Struktur Kata Benda Antara Bahasa Aran, Inggris Dan Indonesia” dengan moderator Prof. dr. Mukti Ali, bahwa Bahasa-bahasa yang ada di dunia ini berbeda-beda. Akibat logis dari perbedaan itu ialah bahwa pemakai sesuatu Bahasa menganggap Bahasa lain yang bukan bahasanya sebagai suatu yang lucu. Dan demikiaan keadaan Bahasa-bahasa di dunia. Bahasa itu berbeda. Dalam perbedaan itu terletak kebesaran Allah SWT. Tuhan berfirman yang artinya: “dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lain bahasamu dan warna kulitmu, sesungguhnya pada yang demikiaan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
The Advent of Islam In Indonesia and some Problems Related to the History of the Eraly Muslim Period
Baloch, N.A
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 22 (1980)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1980.022.22-69
The Question often raised is: ‘whether Islam came to Indonesia from Arabia, the subcontinent of India, or China? Firstly, it is not a question of ‘or’ but of ‘and’: Muslims from these and other countries, but more so from the different part of the archipelago itself, contributed to the growth and development of Islam in what is now know as Indonesia. However, the first to bring Islam to the Indonesian shores, and further north to China were the early Arab Muslim. On the basis of available historical record, it would be reasonable to conclude that their intransit visits and temporary hats, first most probably on the coaslines of Sumatra, took place in the 1st century of Hijra (7th A.D), while the more frecuent and longer visit as well as permanent settlements came during the 2nd H./8th century A.D.
Ilmu Pengetahuaan dan Peradaban dalam Islam (Tinjauaan Terhadap karya Seyyed Hossein Nasr)
Umar, Muin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 22 (1980)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1980.022.1-21
“Gambaran ilmu di dalam Islam memberikan kesan bagi pembaca-pembaca di Barat dan Tmur, dengan kekaguman yang bermacam-macam. Tidak ada masalah mengenai kemampuan penulisnya dan cara-cara pendekatannya. Karena itu Seyyed Hossein Nasr seorang kelahiran Iran, dibesarkan dan mendapat pendidikan pertama disana, kemudian melanjutkan studinya di Eropah dan mempelajari ilmu fisika dari Massachusetta Instutute of Technology, pada permulaannya sangat tertarik kepada sejarah pemikiran Ilmu Pengetahuaan yang saya mengajarn”a". demikian yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Giorgio de Santillana Ketika memberikan sambutan terbitnya karya Seyyed Hossein Nasr, Science and Civilization in Islam, (New York: New American Library, 1970). Sesudah membaca sambutan dari prof. Santillan aitu dan sesudah menekuni tulisan Seyyed Hossein Nasr dalam waktu yang cukup lama, maka sayapun tertarik memberikan sekedar tinjauaan terhadap buku uang ditulis Seyyed Hossein Nasr tersebut yang terjemaha judulnya, menjadi judul yang saya kemukakan didalam uraiaan ini,
Menelusuri Munasabah Antar Ayat
Thaib, Ismail
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 23 (1980)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1980.023.67-81
Perkataan “Munasabah” menurut Bahasa artinya: sesuai, cocok atau patut. Menurut istilah dikalangan ahli ilmu Al-Qur’an, ada macam macam rumusannya atau pengertiannya. Menurut Dr. Mana’ Qathan dalam kitabnya yang bertitel “Mabahis fi Ulumil Qur’an” disebitka pengertian munasabah sebagai berikut: “ segi pertalian anatar kalimat dengan kalimat dalam satu ayat atau antar ayat dengan ayat dalam banyak ayat atau antar surat dengan surat”. Menurut definisi tersebut, segi persesuaiaan pada garis besarnya ada tiga macam: pertama: persesuaiaan antar kalimat (Jumlah), yaitu persesuaiaan anatar Kalimat-kalimat dalam satu ayat. Kedua: persesuaiaan antar ayat. Artinya persesuaiaan antar satu ayat dengan ayat berikutnya atau dengan ayat sebelumnya. Ketiga: persesuaiaan antar surat. Artinya persesuaiaan antara pembuka surat dengan penutup surat sebelumnya atau antar penutup surat dengan pembuka surat berikutnya.
Phenomenologi Agama
Abdoussalaam, Harith
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 23 (1980)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1980.023.55-66
Phenomenologi agama, dalam Bahasa Inggris Phenomenology of religion, dalam Bahasa Jerman Religiansphanomenologie, dan dalam Bahasa Belanda Godsdiensfenomenologie. Nama ini sering dipakai oleh para sarjana continental, dalam artian benua Eropah, dalam studi yang disebut Perbandingan Agama atau yang secara sematik Studi Perbandingan Agama. Selanjutnya Perbandingan Agama atau studi Perbandingan Agama ini dikalangan sarjana yang berminat mempelajari Agama-agama Bernama Sejarah Agama-agama. Dalam hal ini ada dua dasar pertimbangan pemberian nama Sejarah Agama-agama ini. Pertimbangan pertama adalah merupakan hasil keputusan salah satu kongresnya yang membentuk sebuah perhimpunan Internasional yang Bernama “Interternasional Association for the History of Religion” yang dalam Bahasa Indonesia lebih kurang “Perhimpunan Sejarah Agama-agama Internasional”. Pertimbangan lain adalah tidak begitu mudah menterjemahkan ungkapan Bahasa Jerman Religionswissenschaft ke dalam bahas Inggris. Para sarjana memaksakan penggunaan ungkapan History of Religions, Sejarah Agama-agama, dalam artian yang paling luas. Dalam ungkapan atau istilah ini mencakup bukan saja sejarah tetapi juga studi perbandingan agama, morphologi agama dan Phenomenologi agama. Oleh karena itu dalam proses perkembangannya kemudian sejarah Agama-agama ini telah diakui sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuaan.Add to Phrasebook No word lists for Malay → Indonesian... Create a new word list...Copy
Beberapa Prinsip Pengajaran Bahasa Asing Serta Contoh-Contoh dan Ciri-Cirinya.
Sokah, Umar Asasuddin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 23 (1980)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1980.023.32-54
Pengajaran Bahasa yang akan diterangkan dibawah ini berdasarkan atas pembahasan Bahasa secara ilmiah, atau Bahasa menurut linguistic. Ilmu ini melihat Bahasa itu bukan sebagai Bahasa tulisan, tetapi lebih menitik beratkan pada Bahasa ujaran (speech). Dengan alas an bahwa orang didunia ini lebih dulu memiliki Bahasa lisan, sedangkan Bahasa tulisan dating kemudian. Orang pedesaan di Indonesia, umpamanya, banyak yang buta huruf, tetapi mereka masih bisa berkomunikasi dengan Bahasa lisan. Hal ini bukan berarti bahwa Bahasa tulisan itu tidak penting dan harus diremehkan, masalahnya ialah bahwa Bahasa lisan itu merupakan gambaran Bahasa yang paling sempurna. Pada Bahasa itu terdapat: mimic, tekanan, jungtur, prosodi dan lain sebagainya. Obyek penyelidikan ilmu Bahasa ialah Bahasa lisan tersebut, bukan Bahasa tulisan.
Abul A’la Maududi and The Jamaat-I-Islami
Haikal, Husain
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 23 (1980)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1980.023.1-31
In His best known book, towards Undestanding Islam. Which has been translated into many different languages, Maududi states that unlike any other great religions Islam is not named either for its ”founder” or after the community and nation in which it was born. Islam as a matter of fact is an attributive title. Islam is an Arabic word and connotes submission, surrender, and obedience. As a religion, Ilam stands for complete submission and obedience to Allah. Such a life of obedience brings peace of the heart and establishes real peace in the society at large.TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian // TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//
Pembangunan dengan Pengembangan Lingkungan
Salim, Emil
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 24 (1980)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1980.024.60-78
Sebagai negara berkembang dengan jutaan penduduk menekan berat sumber-sumber alam dan tingkat kemiskinan yang masih besar, maka Indonesia hadapi masalah-masalah lingkungan Hidup yang serius. Luas dan mutu hutan banyak menurun. Areal tanah kritis yang tak produktif bertambah tiap tahun. Erosi semakin meningkat akibat semakin gundulnya bukit dan gunung. Sungai semakin dangkal akibat pelumpuran sehingga cepat membanjir. Air dipermukaan dan didalam tanah kian mengurang dan semakin kotor. Laut semakin cemar dan karang serta ikan kian menipis. Jenis binatang dan tumbuh-tumbuhan cenderung berkurang. Lingkungan pemukiman manusia kian padat dan tak sehat. Semua ini pertanda bahwa keseimbangan lingkungan hidup ditanah air kita sudah terganggu. Karena itu Garis-garis Haluan Negara dan Pelita III memuat komitmen untuk menanggulanginya. Dalam uraiaan ini diajukan rencana penanggulangan dengan permohonan supaya memperoleh pengertian dan partisipasi pemimpin formal untuk mengajak serta seluruh masyarakat dan gerak pembangunan dengan pengembangan lingkungan.