cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
BAHASA DAN SASTRA
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal elektornik Program Studi Bahasa Satra Indonesia dan Daerah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
Reduplikasi Bahasa Gorontalo Asiki, Rosmilka
BAHASA DAN SASTRA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah (1). bagaimanakah bentuk reduplikasi  bahasa Gorontalo, (2). bagaimanakah makna reduplikasi bahasa Gorontalo?  Penelitian ini bertujuan  mendeskripsikan bentuk dan makna reduplikasi bahasa Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang prosesnya mengikuti tiga tahap, yaitu (1) tahap pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan metode cakap. Metode simak dengan teknik simak libat cakap dan teknik simak bebas libat  cakap semuka. (2) tahap analisis data dilakukan dengan menggunakan metode padan dan metode distribusional. Metode ini menggunakan teknik perluasan dan teknik ganti. (3) tahap penyajian hasil analisis data dengan menggunakan metode formal dan informal. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, bentuk reduplikasi bahasa Gorontalo terdiri atas: (1) reduplikasi penuh/seluruh, (2) reduplikasi sebagian, (3) reduplikasi dengan proses pembubuhan afiks. Makna reduplikasi yang dijumpai dalam bahasa Gorontalo terdiri dari: (a) menyatakan makna banyak, contoh motoro ‘motor  > motoro-motoro ‘motor-motor’ (b) menyatakan makna agak, contoh moyiso ‘hitam > moyiso-yiso ‘hitam-hitaman’ (c) menyatakan makna menyerupai contoh  dihe ‘monyet > dihe-dihe ‘monyet-monyet’ (d) menyatakan makna perbuatan dilakukan dengan senang, santai contoh mongilu ‘minum > mongilu-mongilu ‘minum-minum’.
STRUKTUR KLAUSA BAHASA JAWA DI DESA TOLISU KECAMATAN TOILI KABUPATEN BANGGAI Nurhayati, Desi
BAHASA DAN SASTRA Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.215 KB)

Abstract

ABSTRAK - Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah struktur klausa bahasa Jawa di Desa Tolisu, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur klausa bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan cakap yang disertai dengan teknik lanjutannya. Data kemudian dianalisis dengan metode agih. Teknik yang digunakan dalam metode agih adalah teknik BUL. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dari segi distribusi unitnya, klausa terbagi atas (1) klausa bebas dan (2) klausa terikat. Klausa bebas berdasarkan jenis predikatnya terbagi atas (1) klausa verbal dan (2) klausa nonverbal, klausa verbal terbagi lagi berdasarkan struktur internalnya yaitu (1) klausa transitif dan (2) klausa intransitif. Sedangkan klausa nonverbal terbagi atas (1) klausa ekuasional dan (2) klausa statif. Klausa terikat berdasarkan fungsinya terbagi atas (1) klausa nominal, (2) klausa adjektival, dan (3) klausa adverbial. Adapun dari bentuk strukturnya klausa bebas dalam bahasa Jawa dapat berpola S-P dan P-S, sebaliknya klausa terikat hanya klausa adverbial yang dapat berpola S-P dan P-S. Kata Kunci : Struktur Klausa Bahasa Jawa
MAKNA SIMBOL DALAM KISAH KERAJAAN BOLANO LAMBUNU DI KABUPATEN PARIGI MOUTONG Fikrah, Nur; Efendi, Efendi
BAHASA DAN SASTRA Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.865 KB)

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini mengenai simbol apa saja yang terdapat pada kisah kerajaan Bolano dan bagaimana makna simbol-simbol dalam kisah kerajaan Bolano di kabupaten Parigi Moutong. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna simbol dan untuk mengetahui simbol-simbol apa saja yang terdapat pada kisah kerajaan Bolano. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, rekaman dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data dan penyajian data. Hasil penelitian yang diperoleh  dari kisah kerajaan Bolano adalah : Memotong hewan (Penghormatan), Pohon kelapa (Penanda sebuah kampung), Tujuh orang dayang (Kepercayaan), Gong (Pemersatu), Daun tebu (sebagai alat yang digunakan membuat senjata), Ayam merah sebelah dan putih sebelah (Tanda terima kasih), Tombak Arajang (persaudaraan), dan Tombak Paji (Seorang anak).Kata Kunci : Makna Simbolik, kisah Kerajaan Bolano
MINAT MEMBACA SISWA KELAS VIII C SMP KATOLIK SANTO PAULUS PALU NORA, KRISTINA
BAHASA DAN SASTRA Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.862 KB)

Abstract

ABSTRAK - Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana minat membaca siswa kelas VIII C SMP Katolik Santo Paulus  dan faktor apakah yang mempengaruhi minat membaca siswa kelas VIII C SMP Katolik Santo Paulus. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana minat membaca siswa kelas VIII C SMP Katolik Santo Paulus  dan mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi minat membaca siswa kelas VIII C SMP Katolik Santo Paulus. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif,  dengan menggunakan data deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, angket, wawancara,  dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, peyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menyatakan minat membaca siswa kelas VIII C SMP Katolik Santo Paulus Palu masih kurang dan perlu ditingkatkan lagi. Karena jawaban siswa ketika mengisi angket (nomor 22) siswa yang mengisi waktu luang dengan membaca, dari 16 siswa terdapat 10 siswa yang menjawab kadang-kadang mengisi waktu luang dengan membaca. Dapat di lihat pula pada angket (nomor 24) siswa yang merasa ada yang kurang ketika tidak membaca buku dalam sehari, dari 16 siswa lebih banyak siswa yang menjawab kadang-kadang. Hal ini terbukti bahwa banyak kendala yang menjadi kurangnya minat baca mereka.  Seperti hasil wawancara peneliti dengan seorang siswa kelas VIII C (Michael Jawry) mengatakan ia dan teman-teman lelakinya jarang mengunjungi perpustakaan sekolah meskipun ada waktu luang (saat guru tidak hadir dalam kegiatan belajar mengajar) dan faktor-faktor internal yang mendukung minat membaca siswa kelas VIII C SMP Katolik Santo Paulus Palu  adalah kebutuhan siswa terhadap bahan bacaan, judul buku dan isi bacaan yang menarik, keingintahuan siswa mengenai materi pembelajaran. Kata Kunci : Minat Membaca Siswa Kelas VIII C SMP Katolik Santo Paulus Palu.
KOHESI DALAM WACANA OPINI MEDIA TADULAKO A Rahmatu, Hasna
BAHASA DAN SASTRA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.763 KB)

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah bagaimanakah penggunaan kohesi antarkalimat dalam wacana opini Media Tadulako? Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan penggunaan kohesi antarkalimat dalam wacana opini Media Tadulako. Jenis penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriftif. Metode pengumpulan data mengunakan metode simak (mengamati) dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan metode padan ektralingual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kohesi antarkalimat dalam wacana opini Media Tadulako terbagi menjadi tiga, yaitu 1) piranti kohesi gramatikal, 2) piranti konjungsi, dan 3) piranti kohesi leksikal.
PREFIKS BAHASA BADA POTOE, DEMANTRIUS
BAHASA DAN SASTRA Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.288 KB)

Abstract

 ABSTRAK - Permasalahan penelitian ini yaitu bentuk, fungsi dan makna prefiks bahasa Bada. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk, fungsi dan makna prefiks bahasa Bada. Penelitian ini diharapkan sebagai suatu langkah untuk melestarikan bahasa daerah dari kepunahan. Sumber data dari penelitan ini adalah data lisan bahasa Bada. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan metode cakap. Hasil dari penelitian ini diantaranya (1) bentuk prefiks {ba},  {ni}, {ta}, {mo}, {pe, {ma}, {po}, {ke}, {me}, {ra}, {te}, {na}, {ro}, (2) fungsi prefiks terbagi menjadi dua bagian yakni fungsi derivasional dan infleksional, (3) makna prefiks diantararnya bermakna melakukan kebiasaan, menyatakan sesuatu, memerintah, melakukan pekerjaan, menyatakan alat atau benda, sedang melakukan pekerjaan, menyatakan jumlah, menyatakan suatu perbuatan telah terjadi. Kata Kunci: Prefiks Bahasa Bada.
MAKNA SIMBOLIK DALAM PROSESI POPENE’E SUKU LAUJE DI DESA TOMINI UTARA KEC. TOMINI KAB. PARIGI MOUTONG Arifuddin, Satriani; Zulianto, Sugit; Efendi, Efendi; Bayu, Pratama
BAHASA DAN SASTRA Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.756 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini, yakni apa saja makna simbolik  dalam prosesi popene’e suku Lauje di Desa Tomini Utara?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik dalam presesi popene’e suku Lauje di desa Tomini Utara. Pendekatan penelitian ini, yaitu deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode cakap dengan menggunakan teknik cakap semuka, studi Lapangan (field research) yaitu teknik pengamatan/observasi dan teknik rekam. Selanjutnya, untuk menganalisis data, penulis melalui proses reduksi data (data reduction), pemaparan data (data display) dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dapat disimpulkan bahwa prosesi popene’e terdapat 8 tahapan dan 1 mantra 8 tahapan prosesi popene’e meliputi: 1) moyambute pangantinge, 2) monimbaluse, mombiase niu kangkai mongkologe, mombiase ayu, 3) monesege longu pensae, 4) mongunjae baki, 5) mongkoni alat tuwahu njopa monja’ange pensae, 6) meepa’anange, 7) momongi do’a salamate dan 8) terakhir mopooto. Kata kunci: makna simbolik, prosesi popene’e, suku Lauje.
PREFIKS PEMBENTUK VERBA BAHASA TAA Nismawati, Nismawati
BAHASA DAN SASTRA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.33 KB)

Abstract

This research intent to describe the meaning and form of prefix verb of Taa language in Molowagu village. This research is qualitative research that passed through several phase, which is data collection, analysis data and data presentation. The method that used in collecting the data are listening and speaking with the inducement and record techniques. In analyzing the data the researcher used equal and distribution method. Then, in presentation the data, She used formal and informal method. The results of this research illustrated that:  First, prefix verb of Taa language are {muN-}, {mu-}, {maN-}, {dar-}, {ni-}, {ti-}, {ri-}, { pu-}, {pak-}, dan {pap-}. Prefix {muN-} has three allomorphs, they are {mun-}, {mung}, dan {muny} with the appropriate context. Second, the prefix has meaning that explain action or doing something with the suitable  form and meaning that have related with the time.
ANALISIS MAKNA TEKS LAGU ALBUM WAKIL RAKYAT CIPTAAN IWAN FALS MELALUI PENDEKATAN HERMENEUTIKA FATNI, FATNI
BAHASA DAN SASTRA Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.903 KB)

Abstract

Abstrak -Permasalahan dalam penelitian ini bagaimanakah makna dan jenis makna apa saja yang terkandung di dalam teks lagu PHK dan surat buat wakil rakyat. Adapun tujuannya yaitu untuk mendeskripsikan makna dan jenis makna yang terkandung dalam teks lagu PHK dan surat buat wakil rakyat. Penelitian ini merupakan jenis deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu teks lagu PHK dan surat buat wakil rakyat. Teknik pengumpulan data dengan cara memperoleh teks lagu dalam album karya iwan fals, membaca teks lagu secara keseluruhan, dan menganalisis teks lagu sehinga data-data yang berkaitan dengan makna terkumpul. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam lagu PHK dan surat buat wakil rakyat terdapat ketidakadilan kesejahteraan hidup yang dialami masyarakat. Terdapat tujuh jenis makna yaitu 1) makna deskriptif, 2) makna luas, 3) makna piktoral, 4) makna denotatif, 5) makna konotatif, 6) makna asosiatif, 7) makna efektif. Kata Kunci : Makna; Teks Lagu Dalam Album Wakil Rakyat
MAKNA DENOTASI DAN KONOTASI PADA UNGKAPAN TRADISIONAL DALAM KONTEKS PERNIKAHAN ADAT SUKU PAMONA Tudjuka, Nina
BAHASA DAN SASTRA Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.626 KB)

Abstract

Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana makna denotasi dan konotasi pada ungkapan tradisional dalam konteks pernikahan adat suku Pamona. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan makna denotasi dan konotasi pada ungkapan tradisional dalam konteks pernikahan adat suku Pamona. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diawali dengan tahap pengamatan/observasi dan wawancara. Metode yang digunakan pada tahap pengamatan/observasi adalah metode simak dengan teknik simak bebas cakap dan teknik rekam. Dalam tahap wawancara, peneliti menggunakan teknik cakap semuka, teknik catat, dan teknik rekam. Hasil penelitian ini menemukan bahwa setiap ungkapan dalam pernikahan adat hanya dituturkan oleh dewan adat suku Pamona. Terdapat tiga puluh ungkapan dalam pernikahan adat suku Pamona. Ungkapan tradisional yang bermakna denotasi terdapat pada empat tahap dalam prosesi pernikahan adat. Ungkapan tradisional yang bermakna konotasi terdapat pada lima tahap dalam prosesi pernikahan adat. Kata Kunci : Denotasi; Konotasi; Ungkapan Tradisional.