cover
Contact Name
Wresti Listu Anggayasti
Contact Email
wl.anggayasti@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
igtj@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.169, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Green Technology Journal
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23554010     EISSN : 23381787     DOI : https://igtj.ub.ac.id/index.php/igtj/
The Indonesian Green Technology Journal (IGTJ) is an international journal that publishes recent developments and emerging issues in both conceptual and experimental aspects of green and renewable technology. The Indonesian Green Technology Journal (IGTJ) publishes research results in the theoretical and experimental aspects of green science, engineering, technology, and medicine. Studies published in this journal include; Biomaterials, Green water management, Green energy development and management, Sustainable waste management, Green biotechnology, Green building and architecture, Clean production technology, Global warming technology, and Green building and architecture. This journal also emphasises the significance of green technology development, implementation, challenge, opportunity, and acceptance from an Indonesian perspective. IGTJ is publicly open for publication of review papers, short communication, and research papers. Since 2024, this journal has become an international journal and uses English for every paper that will be published.
Articles 120 Documents
Pengolahan Limbah Domestik Dengan Teknologi Taman Tanaman Air (Constructed Wetlands) Anna Catharina Sri Purna Suswati; Gunawan Wibisono
The Indonesian Green Technology Journal Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.257 KB)

Abstract

Perkembangan penduduk dan keterbatasan sarana sanitasi dan instalasi pengolah air limbah menyebabkan tingginya pencemaran air permukaan, terutama air sungai. Instalasi Pengolah air Limbah rumah tangga dipandang mahal dan sulit diterapkan di negara berkembang. Namun, constructed wetland (CW) menawarkan teknologi mudah dan murah dalam perencanaan maupun pengoperasian sistem pengolahan air limbah rumah tangga.       Dalam tulisan ini dibahas mengenai tipe CW, jenis tanaman yang digunakan dalam CW, media tumbuh dalam CW , bentuk CW, kinerja CW, dan biaya ekonomisnya. Constructed Wetland  tipe Free Surface Flow, cocok di pinggiran kota, sebagai pengolah air limbah secara terpusat dan sekaligus menjadi tempat rekreasi. Constructed Wetland tipe Horizontal Subsurface Flow (SSF) cocok untuk daerah perkotaan yang tidak terjangkau fasilitas pengolahan air limbah yang terpusat, sehingga dapat dibangun secara individual. CW tipe SSF lebih fleksibel dalam penempatannya, dan tidak memerlukan lahan yang luas. Pemilihan jenis tanaman dalam CW-SSF disesuaikan dengan lokasi tempat CW dibangun, teduh atau terpapar panas. Kinerja CW lebih baik menggunakan kombinasi berbagai jenis tanaman, dibandingkan dengan menggunakan tanaman tunggal. Kata kunci: Constructed Wetlands, air limbah Domestik.
Aplikasi Vermikompos Dalam Usahatani Sawi Organik Di Kediri, Indonesia Suparno Suparno; Budi Prasetya; Abu Talkah; Soemarno Soemarno
The Indonesian Green Technology Journal Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.9 KB)

Abstract

Aplikasi vermikompos yang dibuat dari sampah organik diharapkan dapat memperbaiki pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica juncea L.),  menurunkan kandungan tanaman dan residu dalam tanah unsur-unsur As, Pb, Hg dan Cd. Percobaan lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RBD); perlakuan dosis vermikompos adalah 10 ton/ha , 20 ton/ha , 30 ton/ha, tanpa pupuk vermikompos; setiap perlakuan diulang tiga kali. Pengamatan  meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat tanaman per rumpun dan berat tanaman per plot; kandungan As, Pb, dan Cd dan Hg dalam tanaman dan residunya dalam tanah.  Aplikasi vermikompos berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Tanaman sawi yang diberi vermikompos tidak mengandung As, Pb, Cd, dan Hg. Tanah bekas tanaman sawi tidak mengandung As dan Hg, ada residu Pb dan Cd dalam tanah dengan konsentrasi snagat rendah. Kata kunci : sampah, vermikompos, sawi, logam berat.
Peningkatan Nilai Kalor Produk pada Produk Proses Bio-drying Sampah Organik Sandra Santosa; Soemarno Soemarno
The Indonesian Green Technology Journal Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1486.266 KB)

Abstract

Sampah adalah barang-barang atau benda-benda yang sudah tidak berguna lagi dan harus dibuang. Sampah merupakan masalah sehari-hari yang dihadapi oleh seluruh lapisan masyarakat baik di kota, maupun di desa, negara maju maupun negara berkembang. Banyak pemanfaatan dan pengelolaan sampah belum memadai padahal jika sampah hasil produksi masyarakat kota dimanfaatkan akan mampu menghasilkan energi panas. Sampah mempunyai potensi untuk menjadi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan memiliki nilai kalor tinggi yaitu melalui proses bio-drying lalu dilanjutkan dengan proses densifikasi atau pembriketan untuk membentuk sebuah briket. Adanya energi panas ini dapat dilakukan salah satunya dengan menggunakan alat bom kalorimeter. Nilai kalor sampah tergantung dari kandungan kadar air dalam sampah, sisa makanan mempunyai nilai kalor 5875,5689 kal/gr, sampah daun 5334,4857 kal/gr, sampah kayu/ranting 5975,5871 kal/gr, persentase kadar air tertinggi adalah sampah kayu/ranting sekitar 13,7495% dari total volume sampah yang ada di TPA. Nilai kalor sampah organik dapat ditingkatkan melaui proses  Bio-drying, yaitu pengelolaan fraksi organik sampah padat perkotaan dan rumah tangga (MSW) untuk mengurangi kadar air sehingga dapat dijadikan untuk recovery energi karena memungkinkan produksi energi. Ini dilakukan untuk mendapatkan bahan yang terbaik dan memiliki nilai kalor yang tinggi pada pembuatan briket sebagai bahan bakar alternatif. Kata kunci: Sampah, kadar air, nilai kalor, bio-drying.
Prediksi Nilai Ekonomi Wisata Alam dan Jasa Lingkungan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Farianna Prabandari; Bagyo Yanuawiadi; Imam Hanafi; Soemarno Soemarno
The Indonesian Green Technology Journal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian nilai ekonomi wisata alam dan jasa lingkungan bermanfaat untuk meningkatkan apresiasi para pihak terhadap keberdaan kawasan konservasi. Saat ini kawasan konservasi dituntut untuk meningkatkan perannya dalam perolehan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor kehutanan. Perubahan paradigma dari cost centre menjadi profit centre menjadi pilihan Negara untuk mengelola kawasan konservasi dengan harapan tanpa mengurangi manfaat atau nilai ekologi (sustainable forest management). Keseimbangan nilai ekonomi dan ekologi dapat diupayakan melalui praktek bisnis yang sehat dalam pengelolaan kawasan konservasi. Salah satu insentif untuk memacu PNBP dari bisnis konservasi adalah pemberian status Badan Layanan Umum (BLU) bagi  bagi pengelola kawasan konservasi. Kata kunci: PNBP, BLU, PP 59/1998
Analisis Transformasi Awig-Awig Dalam Pengelolaan Hutan Adat (Studi Kasus pada Komunitas Wetu Telu di Daerah Bayan, Lombok Utara) Edi Muhamad Jayadi; Soemarno Soemarno
The Indonesian Green Technology Journal Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.602 KB)

Abstract

Awig-awig merupakan aturan adat yang diterapkan dalam pengelolaan hutan adat oleh Komunitas Wetu Telu (KWT), masyarakat adat yang bermukim di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Dalam sejarah perkembangannya, awig-awig mengalami transformasi, yang berdampak terhadap kelestarian hutan adat di daerah Bayan. Berdasarkan hal ini, maka akan dilakukan analisis transformasi kearifan lokal KWT dalam pengelolaan hutan adat Bayan menggunakan model interaktif. Lokasi penelitian di desa Bayan dan desa Karang Bajo (kec. Bayan), yang terpilih secara purposive sampling. Variabel yang diamati adalah: 1) aturan-aturan yang tercantum dalam awig-awig, 2) transformasi yang terjadi pada struktur dan fungsi awig-awig, 3) penyebab terjadinya transformasi awig-awig, 4) dampak transformasi awig-awig terhadap kelestarian hutan adat di Bayan. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan: 1) Aturan-aturan yang tercantum dalam awig-awig mengatur tiga hal, yaitu: larangan, sanksi, dan prosesi sidang adat, 2) Di dalam Perdes, aturan awig-awig ditambah menjadi lima, yaitu: hal-hal yang dilarang, hal-hal yang diperbolehkan, hal-hal yang diharuskan, dan sanksi, serta mekanisme penerapan sanksi. Transformasi awig-awig melalui penguatan internal dan Perdes merupakan upaya untuk merespon perubahan sosial dan meningkatkan jaminan kepastian hukum masyarakat. 3). Faktor internal, yang terdiri atas: bertambahnya jumlah penduduk dan minimnya mata pencaharian, lemahnya penegakan hukum, dan adanya pemekaran wilayah; dan faktor eksternal, yang terdiri atas: kebijakan pemerintah, perubahan sosial budaya, dan pasar bebas (pemodal asing), merupakan penyebab terjadinya transformasi awig-awig, 4) Berpindahnya pengelolaan hutan adat dari pemerintahan adat ke Kepala Desa di era Orde Baru, telah melemahkan kontrol lembaga adat terhadap hutan adat. Dampaknya adalah beralihfungsinya hutan adat sebagai akibat dari eksploitasi berlebihan yang dilakukan oleh aparat desa yang dibekengi oleh aparat keamanan. Kata Kunci:  Analisis transformasi kearifan lokal, pengelolaan hutan adat, Komunitas Wetu Telu
Pemilihan Moda Transportasi ke Kampus oleh Mahasiswa Universitas Brawijaya Dyaning Wahyu Primasari; Jenny Ernawati; Agus Dwi Wicaksono
The Indonesian Green Technology Journal Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.191 KB)

Abstract

Studi Pemilihan Moda Transportasi ke Kampus oleh Mahasiswa Brawijaya bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pemilihan moda transportasi serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam pemilihan moda transportasi menuju kampus. Studi ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskriptif terhadap karakteristik pemilihan moda transportasi oleh mahasiswa dan metode evaluatif berupa analisa korelasi variabel yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi serta analisa pemodelan pemilihan moda transportasi oleh mahasiswa Universitas Brawijaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa responden yang berjalan kaki (17,7%), kemudian yang menggunakan sepeda (0,5%), sepeda motor (53,1%), mobil (5,7%) serta angkutan umum (22,9%). Analisis model pemilihan diketahui bahwa terdapat 4 (empat) dalam model pemilihan transportasi menuju kampus yakni waktu tempuh (0,039), biaya tempuh (-0,0002), jarak tempuh (-0,0398) dan intensitas pergantian moda (-0,253). Kesimpulan dari penelitian ini menjelaskan bahwa variabel waktu tempuh, biaya tempuh, jarak tempuh dan intensitas pergantian moda tranportasi merupakan variabel yang mempengaruhi mahasiswa dalam melakukan pemilihan moda transportasi menuju kampus Universitas Brawijaya. Kata kunci: mahasiswa, pemilihan moda, Universitas Brawijaya, stated preference analysis
Green Pulsed Electric Field-Assisted Extraction Method of Total Carotenoid Carrot Pulp Using Olive Oil as Solvent Angky Wahyu Putranto; Bambang Dwi Argo; Susinggih Wijana
The Indonesian Green Technology Journal Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.472 KB)

Abstract

Carrot (Daucus carrota L.) pulp as a by-product of carrot juice processing, containing a high content of total carotenoid. It was necessary for the extraction that can be used to other food products enriched by carotenoid. Green extraction method of total carotenoid from carrot pulp assisted by Pulsed Electric Field (PEF) which had been designed was well determined in this study. Extra virgin olive oil was applied as a substitute to organic solvent which was in line with green extraction concept. The oil based extraction process by PEF-assisted was compared not only with oil based extraction using both olive oil and crude palm oil without PEF-assisted but also compared with conventional solvent extraction using 96% ethanol as solvent. The present study has been determined that the PEF-assisted extraction method using olive oil as solvent had highest of total carotenoid extract (34.16+1.02 µg/g) when compared with other methods. This method under condition in carrot pulp-oil ratio was 1: 10 (w/v), treatment time was 10 second and electric field strength was 2.5kV/cm   Keywords: carrot pulp, green extraction, pulsed electric field, total carotenoid
Pengaruh Variasi Persentase Minyak Kelapa pada Bahan Bakar Solar terhadap Sudut dan Intermitensi Atomisasi Jemmy Charles Kewas
The Indonesian Green Technology Journal Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.88 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perilaku injeksi bahan bakar campuran minyak kelapa dengan solar, yakni sudut penyebaran dan intermitensi atomisasi. Metode penelitian dilakukan dengan cara mencampur minyak kelapa dengan bahan bakar solar, dari komposisi solar murni 100% : minyak kelapa 0% sampai 0% solar : 100% minyak kelapa, diuji dengan menggunakan mesin pertanian merk Yanmar dengan pompa injector 10,5 bar, nosel 7,5 bar dengan diameter   1 mm, menggunakan dinamo dengan 2572,2 rpm sebagai penggerak knock-as untuk memompa injection pump. Sudut penyebaran dan intermittensi atomisasi semprotan diamati menggunakan video kamera resolusi tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut penyebaran mengalami penurunan secara linier seiring kenaikkan komposisi minyak kelapa yakni dari 13,60o pada solar murni menjadi 7,40o pada minyak kelapa murni. Panjang  intermittensi atomisasi pada campuran minyak kelapa  10%, 20% dan 30% hampir sama dengan bahan bakar solar murni yaitu 90,4 cm, 90, 11 cm, dan 90 cm. Sedangkan panjang intermittensi atomisasi paling tinggi terjadi pada minyak kelapa 100% yakni 170 cm.   Kata kunci: intermittensi, minyak kelapa, sudut penyebaran, viskositas
Analysis of Consumers Satisfaction and Jackfruit Chips Quality Improvement Strategy Using integration Quality Function Deployment (QFD) withAnalytical Hierarchy Process (AHP) (a Case Study in CV. Aneka Rasa, Malang) Andan Linggar Rucitra; Imam Santoso; Retno Astuti
The Indonesian Green Technology Journal Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.875 KB)

Abstract

The development of local food products very rapidly at this time is marked by the emergence of a variety of brands on the market. CV Aneka Rasa is a business unit that manufactures special food products of Malang with the average sales per month jackfruit chips in 2013 amounted to 97.5 kg judged more dominant than the consumers preferred other fruit crisps. Quality Function Deployment (QFD) is an effective tool that can help companies towards improving processes to meet consumer expectations. The use of QFD method needs to be integrated with other methods for obtaining the order of priority of an issue, the proper method in analyzing customer satisfaction that QFD is suitable to be integrated with AHP method. The purpose of this study was to analyze the attributes of desire and customer satisfaction with jackfruit chips Aneka Rasa and to formulate strategies to improve product quality jackfruit chips Aneka Rasa. The result of this study was that the sense of a constant volume of jackfruit chips on the tops with the value of 7.5. The highest priority of technical responses that allow recording to the CV. Aneka Rasa was the determination of the appropriate selling price with the value of 0.383. Keywords: customer satisfaction, quality improvement, QFD, AHP
Product Development Analysis on Special Snack From Nganjuk “DUMBLEG” as an Effort to Increase The Image Product Norma Eka Sari Nastiti; Imam Santoso; Nur Hidayat
The Indonesian Green Technology Journal Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.75 KB)

Abstract

Food and special snack are kind of meal and snack which become the identity of a region. The example of special snack from Nganjuk is Dumbleg. Along with the time, this special snack from Nganjuk is less known by the public and the production gets decreasing in market. This condition is caused by Dumbleg’s quality that is getting down product is not durable and less interesting. Therefore the role of product development is needed. The objective of research was to analyse business place condition of dumleg from Nganjuk, formulates the product development strategy of dumbleg from Nganjuk and formulates the improvement of aesthetics value to increase the image of product to consumer.This research was descriptive which analyzed the problem in the field and then solved it. The sample was obtained by using sampling technique which is Systematic Random Sampling method. The result of research showed that condition of Dumbleg business needs the improvement and development, especially in the process of production. The improvement in the process production of Dumbleg is done by paying attention in the consumer desirability parameter about product quality and aesthetics value. The improvement about product quality is done by applying Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) and hygine sanitation on the right food processing, while the improvement in aesthetics value is implemented by making the perfectness in physical appearance of Dumleg that includes the improvement of size, way of packaging, labeling, and trademarks. Key word: product development, HACCP and hygiene sanitation.

Page 3 of 12 | Total Record : 120