cover
Contact Name
Wresti Listu Anggayasti
Contact Email
wl.anggayasti@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
igtj@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.169, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Green Technology Journal
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23554010     EISSN : 23381787     DOI : https://igtj.ub.ac.id/index.php/igtj/
The Indonesian Green Technology Journal (IGTJ) is an international journal that publishes recent developments and emerging issues in both conceptual and experimental aspects of green and renewable technology. The Indonesian Green Technology Journal (IGTJ) publishes research results in the theoretical and experimental aspects of green science, engineering, technology, and medicine. Studies published in this journal include; Biomaterials, Green water management, Green energy development and management, Sustainable waste management, Green biotechnology, Green building and architecture, Clean production technology, Global warming technology, and Green building and architecture. This journal also emphasises the significance of green technology development, implementation, challenge, opportunity, and acceptance from an Indonesian perspective. IGTJ is publicly open for publication of review papers, short communication, and research papers. Since 2024, this journal has become an international journal and uses English for every paper that will be published.
Articles 120 Documents
Karakterisasi Maltodekstrin Dari Pati Hipokotil Mangrove (Bruguiera gymnorrhiza) Menggunakan Beberapa Metode Hidrolisis Enzim Melkhianus H. Pentury; Happy Nursyam; Nuddin Harahap; Soemarno Soemarno
The Indonesian Green Technology Journal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.132 KB)

Abstract

Tepung hipokotil Bruguiera gymnorrhiza mengandung 21,35% amilosa dan 64,30% pati, ini merupakan bahan baku alternatif untuk produksi maltodekstrin. Proses produksi maltodekstrin menggunakan beberapa metode enzim hidrolisis, enzim α-amylase sebagai biokatalis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode yang terbaik dan efisien dalam memproduksi maltodekstrin. Penelitian ini dilakukan dengan karakterisasi pati Bruguiera gymnorrhiza dan karakterisasi maltodekstrin, kemudian mencari metode terbaik berdasarkan indeks efektivitas DeGarmo dan dikomparasi dengan maltodekstrin komersial. Proses hidrolisis dilakukan di water bath pada temperatur 85oC dan 90oC, konsentrasi pati yang digunakan adalah 20%, 30%, 40%, dan 50%, penentuan konsentrasi enzim adalah 0.07; 0,1; 0,15; dan 0,2 per ml dari sampel. Karakter pati yang diamati adalah kadar air, kadar abu, dula reduksi, pH, kelarutan, kecerahan, dextrose equivalent (DE), viskositas, warna dalam Lugol, kontaminasi mikroba dan mikro granular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai dextrose equivalent (DE) 0.80; gula reduksi 0.60; viskositas 0.45; nilai-nilai ini sesuai dengan maltodekstrin, dimana nilai DE tidak lebih dari 20. Menurut SNI gula reduksi adalah 11,0-15,0 dan viskositas 6-49 cP. Percobaan hidrolisis terbaik adalah pada No.3. yaitu nilai DE 9, gula reduksi 1,27, viskositas 7 cp, kadar air 6,44%, kadar abu 1,14%, pH 6,23, densitas 0,462, kelarutan 11,4%, kecerahan 51,6, rendemen 94%, dan kontaminasi mikroba di dibawah standar ISO 7599:2010. Percobaan terbaik mempunyai nilai (Nh) 0.709. Kata kunci: enzim hidrolisis, maltodekstrin, pati Bruguiera gymnorrhiza
PENGARUH RABUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS Susi Kresnatita; Koesriharti Koesriharti; Mudji Santoso
The Indonesian Green Technology Journal Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.471 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi pupuk organik dan anorganik dengan maksud mengurangi penggunaan dosis pupuk urea tanpa menurunkan pertumbuhan dan hasil jagung manis di lahan kering.  Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat  Karang Ploso  Malang.  Ketinggian tempat penelitian adalah 513 meter dpl,  kondisi lahan kering jenis Inseptisol dengan  pH 6.4. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 12 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali, meliputi : P0 =  tanpa perlakuan  pemupukan,  P1 = 200 N (dosis rekomendasi),  P2 = Kompos rami 10 t/ha,  P3 = Pupuk kandang sapi 10 t/ha,  P4 = Kompos rami 10 t/ha + 200 kg N/ha,  P5 = Kompos rami 10 t/ha + 150 kg N/ha,  P6 = Kompos rami 10 t/ha + 100 kg N/ha,    P7 = Kompos rami 10 t/ha + 50 kg N/ha,   P8 = Pupuk kandang  sapi 10 t/ha  +  200 kg N/ha,     P9 = Pupuk  kandang  sapi 10 t/ha   + 150 kg N/ha,    P10 = Pupuk kandang sapi 10 t/ha + 100 kg N/ha,  P11 = Pupuk kandang sapi 10 t/ha +50 kg N/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik dan anorganik meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis, produksi jagung manis meningkat sebesar  58.91%  untuk  perlakuan pupuk organik dan  241.33% untuk perlakuan pupuk anorganik dosis rekomendasi dibandingkan perlakuan tanpa pemupukan, yaitu hanya mampu menghasilkan 3.627 ton/ha.  Penggunaan pupuk anorganik lebih meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis, dimana hasil yang dicapai meningkat sebesar 114.8% dibandingkan perlakuan pupuk organik yang menghasilkan 5.7635 ton/ha. Kombinasi pupuk organik 10 ton/ha + anorganik (urea) 150 kg N/ha mampu meningkatkan hasil sebesar 20,42% dibandingkan perlakuan pupuk anorganik dosis rekomendasi, dan meningkat sebesar 158.66% dibandingkan perlakuan poupuk organik.  Kombinasi pupuk organik + urea 200 kg N/ha mampu meningkatkan hasil sebesar 17.26% dibandingkan perlakuan pupuk anorganik dosis rekomendasi,  dan bila dibandingkan dengan pupuk organik maka hasil  meningkat sebesar 151.88%.  Penggunaan pupuk organik baik berasal dari kompos rami maupun pupuk kandang sapi dapat mengurangi pemakaian pupuk anorganik (urea) sebanyak 50 kg N/ha. Sebagai pupuk organik, kompos rami dan pupuk kandang sapi mempunyai potensi yang sama baik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Kata kunci: Pupuk organic, kompos, jagung manis
VEGETASI POHON HUTAN MEMPERBAIKI KUALITAS TANAH ANDISOL-NGABAB Budi Prasetya; Sugeng Prijono; Yuyun Widjiawati
The Indonesian Green Technology Journal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.831 KB)

Abstract

Penelitian agregasi tanah pada beberapa penggunaan lahan dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh penggunaan lahan (hutan alami, agroforestri, semak belukar, dan ladang) terhadap kualitas tanah.Penelitian dilaksanakan di desa Ngabab, Kecamatan Pujon. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kemantapan agregat, ukuran agregat, C-Organik, tekstur, konduktivitas hidrolik jenuh, pori-pori tanah, dispersi liat, kepadatan perakaran, ketahanan penetrasi, dan berat isi tanah. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada lima kedalaman yaitu 0-20 cm, 20-40 cm, 40-60 cm, 60-80 cm, dan 80-100 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah-tanah di Desa Ngabab, pada penggunaan lahan hutan alami, memiliki kemantapan agregat tanah yang mantap, memiliki nilai DMR paling tinggi yaitu memiliki rata-rata 2.17 mm, sedangkan tanah-tanah yang digunakan sebagai ladang memiliki kemantapan agregat paling rendah dengan rata-rata DMR 1.38 mm. Penurunan agregasi tanah tersebut berhubungan erat dengan besarnya C-Organik tanah dan perakaran tanaman. Kata kunci: pohon, agregasi tanah, Andisol
PENGELOLAAN KESUBURAN TANAH PADA PERTANAMAN KENTANG DENGAN APLIKASI PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK Yudhi Ahmad Nazari; Soemarno Soemarno; Lily Agustina
The Indonesian Green Technology Journal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.832 KB)

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil kentang adalah dengan mengontrol tingkat kesuburan tanah dengan penggunaan pupuk organik dan anorganik. Penelitian bertujuan untuk memperoleh nilai tertinggi dari sisa unsur hara tanah pada beberapa dosis dan beberapa pupuk organik. Perlakukan dilapangan dilakukan dengan rancangan acak. Perlakuan pada penelitian ini menggunakan pupuk anorganik, kotoran ayam, biomasa Tithonia diversifolia dan Calopogonium Colopogonium. Kadar N pupuk organik yang digunakan berdasar kebutuhan kentang, tanah adalah 60kg/ha (D1), 120kg/ha (D2), dan 250kg/ha (D3). Kadar pupuk anorganik yang direkomdasikan adalah 120kg N/ha, 165kg P2O5/ha dan 120kg K2O/ha. Setiap perlakuan diulangi tiga kali. Karakteristik yang dilihat meliputi: pH, C Organik, total N, C/N Rasio, ketersediaan P, ketersediaan K, dan KTK. Tidak ada yang berbeda dari pH, C-organik, N-Total, C / N Ratio, ketersediaan P, ketersediaan K dan KTK tanah antara pupuk anorganik dan berbagai jenis pupuk organik pada rasio 120kg N /ha. Nilai residu nutrien tanah sama dengan perlakuan dari pupuk organik dan anorganik. Kata kunci: kentang, pupuk organik, pupuk tanah
APPLICATION OF ORGANIC MANURE ON SWEETPOTATO (Ipomoea batatas (l.) Lam.) Margo Yuwono; Nur Basuki; Lily Agustina
The Indonesian Green Technology Journal Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objectives of this experiment are to (1) compare the growth and yield of sweet potato with organic matters treatment and with an inorganic treatment, (2) find out which type and proportion of organic matters is better for sweet potato growth and yield, (3) determining  starch and anthocyanin contents in tuber, and (4) determining N-residue after organic matter treatment. The experiment were conducted in the Field Experiment Station, Jatikerto village, Malang .    The field experiment  was arranged in Randomized Block Design and replicates three times. The treatments were kind of organic matters e.i. (1) cow manure (P1); (2) Calopogonium muconoides (P2); (3) Centrosema pubescens (P3 ) and (4) Tithonia diversifolia (P4) and dosage e.i. (1) equivalent  40 kg N/ha (D1), (2) equivalent 80 kg N/ha (D2), (3) equivalent 120 kg N/ha (D3) and  (4) equivalent 160 kg N/ha (D4) and inorganic fertilizer  were applied 80 kg N/ha. The organic matter with 80 kg N/ha proportion resulted better growth and yield  compare to in-organic fertilizer with the same proportion.  Refer to the sweet potato growth and yield as resulted of organic fertilizer treatment, T. diversifolia gave the best result.  The order among these organic manure was T. diversifolia > cow manure > C. muconoides > C. pubescens. The highest yield of fresh tuber obtained at T. diversifolia treatment that is 26.02 t/ha. The lowest yield of fresh tuber obtained at C. pubescens tratment that is 22.12 t/ha.  Combination between T. diversifolia with dosage 160 kg N/ha (equivalent 5.04 t/ha)) will give highest of fresh tuber (29.39 t/ha) and combination betweeen C. pubescens and dosage 40 kg N/ha (equivalent 1.36 t/ha) will give lowest of fresh tuber. The highest of strach content obtained at T. diversifolia treatment (31.78%) and the lowest obtained at  C. pubescens treatment (25.07%). The highest of anthocyanin content obtained at C. pubescens (2.69 mg/kg) and the inorganic treatment resulting the lowest amount of anthocyanin (0.99 mg/kg). The result indicated the amount of N-reidue at the end of the experiment is 21.08 kg/ha. Keyword : sweeet potato, organic manure, inorganic fertilizer
APPLICATION OF CHICKEN MANURE AND SHADING ON CARROT (Daucus carota L.) GROWTH AND YIELD. Try Zulchi PH; Tatik Wardiyati; Mudji Santoso
The Indonesian Green Technology Journal Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carrot is a highland plant that is mostly grown in monoculture and intercropping systems. There are even some were grown under / between perennial trees. However, this system causes the decline of light intensity,  nutrient and water. In line with this phenomenon, a research was conducted to determine the influence of chicken manure and shading on carrot’s growth and yield.  The research was conducted in the Junggo Village, Batu city, using Split Plot Design. There were two treatments i.e: (1) as main plot, namely the percentage of shading consisting of four levels:  0 %, 20 %, 40 % and 60 %. The shading material used was black plastic net; (2) as sub plot, namely chicken manure dosage consisting of three levels: 10 tons/ha, 20 tons/ha and 30 tons/ha. The twelve treatment combinations obtained were replicated three times. The result showed that the treatment of 20 tons/ha chicken manure onto carrot grown with no shading increased the growth and yield. This treatment, however, did not show a significant difference in the growth and yield when applied to carrot grown with shading. The treatment of 20% shading, yielded a good plant growth although accompanied by the decrease in the fresh tuber weight by 14 % and the increase in beta carotene content. The application of 10 tons/ha did not show difference in the growth and yield of carrot treated with 20 tons/ha and 30 tons/ha of chicken manure. Keywords:  carrot, chicken manure, shade.
Mulches application and shading to improve tuber yield of shallot (Allium ascalonicum L.) Cv. Palu Bahrudin Bahrudin; Syekhfani Syekhfani; T. Wardiyati; M. Santoso
The Indonesian Green Technology Journal Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimal growth environment particularly solar radiation intensity and temperature are the important factors to reach maximum yield of shallot crop. The average production of shallot at central Sulawasi about 4.3 ton ha-1,  it is below the national production (8.8 ton ha-1) (Board of Statistic Center, 2000). It is the reason to improve agrotechnology to get the best yield of the Palu local cultivar. The objective of this research is to evaluate effects of shading level and mulches on growth and tuber yield of shallot.  The research was conducted on a low altitude, 20 meters above sea level, Sidera district, Sigi Biromaru, Donggala regency.  The average temperature of the area is 34 -37°C during day and 22 – 23.2ºC during night, with the relative humidity 71 – 77%.   The field experiment on  environmental modification  using polynet shading and mulches was arranged in the Randomized Complete Block Design with two factors: (1) mulches application: without mulch, black silvery plastic mulch; and (2) Polynet shading: without shading, 30 % shading and  60 % shading. Results of experiment suggest that application the black silvery plastic mulch  and 30 % shading produced bulb fresh weight  1.048 kg/m2 equal to 10.48 tons ha-1, it is higher then the control treatment which produces 0.453 kg/m2 equal to 4.53 tons ha-1. Key words: mulches, shading, shallot.
KENYAMANAN TERMAL INDOOR PADA BANGUNAN DI DAERAH BERIKLIM TROPIS LEMBAB Eddy Imam Santoso
The Indonesian Green Technology Journal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.043 KB)

Abstract

Tulisan ini mambahas metode evaluasi kenyamanan termal dalam ruangan. Analisis pustaka kenyamanan termal ruang dalam (indoor) dilakukan dengan lingkup harapan kenyamanan penghuni, kenyamanan melalui media pendinginan aktif dan pasif,  terutama di daerah-daerah iklim tropis lembab.  Berbagai metode dilakukan untuk mengurangi pemanfaatan pendinginan aktif, untuk memperoleh kenyamanan termal ruang dalam (indoor).  Pada umumnya para penghuni merasa tidak-puas dengan kondisi kenyamanan yang ada (masih di luar zona kenyamanan stándar ASHRAE 55). Oleh karena itu diperlukan tindakan dengan mengatur sistem ventilasi secara mekanik Kata kunci: Kenyamanan termal, indoor, ventilasi.
PERUBAHAN FUNGSI RUANG DAN STRUKTUR DINDING ’RUMAH KALANG’ Eddy Imam Santoso
The Indonesian Green Technology Journal Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1947.216 KB)

Abstract

“Rumah Kalang” merupakan rumah yang terbentuk dari pengembangan rumah tradisional Jawa Tengah dan mengadopsi beberapa jenis material bangunan kolonial, sehingga gaya arsitektur tradisional Jawa masih terlihat dominan, namun bahan-bahan interiornya berbeda.  Terjadinya perbedaan fungsi ruang-dalam dengan rumah Jawa akibat adanya perubahan pada kultur sosial pada masyarakat Kalang  yang sebagian besar berprofesi sebagai pedagang dan pengusaha.  Studi ini dilakukan pada beberapa rumah Kalang  di  Kota Surakarta dan Jogjakarta Jawa Tengah. Studi ini dilakukan untuk menggambarkan  perubahan fungsi ruang dalam dan struktur dinding rumah masyarakat Kalang  di Jawa serta faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut.  Studi ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif yang dilakukan dengan menentukan sampel studi secara sengaja (purposive sampling).  Hasil studi menunjukkan bahwa perubahan fungsi ruang pada rumah Kalang di Surakarta dan Jogjakarta disebabkan oleh faktor-faktor sosio kultur, ekonomi, kebutuhan ruang dan akses yang memadai. Kata kunci: fungsi ruang,  struktur dinding, rumah kalang.
Pengeringan Sampah Organik Rumah Tangga Eko Naryono; Soemarno Soemarno
The Indonesian Green Technology Journal Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.674 KB)

Abstract

Pengeringan sampah padat merupakan tahapan proses yang penting sebelum dibakar pada insinerator. Tujuan pengeringan untuk mengurangi volume, menstabilkan dan, meningkatkan nilai panas sampah. Berdasarkan referensi yang ada tiga jenis metode yang biasa digunakan pada pengeringan sampah yaitu konveksi, konduksi dan kombinasi keduanya. Pada makalah ini dipaparkan tinjauan teoritis  mekanisme pengeringan ketiga metode di atas. Selain itu juga dijelaskan berbagai dampak gas buang yang ditimbulkan ketiga jenis pengeringan berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang dimuat pada beberapa jurnal. Paparan ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk merencanakan sistem pengeringan pada sampah organik rumah tangga. Kata kunci : Pengeringan, Bio-drying, Termal drying, Fry-drying, Emisi

Page 2 of 12 | Total Record : 120