cover
Contact Name
Agung Setia Budi
Contact Email
agungsetiabudi@ub.ac.id
Phone
+62341-577911
Journal Mail Official
jtiik@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Gedung F FILKOM Lt. 8, Ruang BPJ Jalan Veteran No. 8 Malang Indonesia - 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23557699     EISSN : 25286579     DOI : http://dx.doi.org/10.25126/jtiik
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya (UB), Malang sejak tahun 2014. JTIIK memuat artikel hasil-hasil penelitian di bidang Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. JTIIK berkomitmen untuk menjadi jurnal nasional terbaik dengan mempublikasikan artikel berbahasa Indonesia yang berkualitas dan menjadi rujukan utama para peneliti. JTIIK di akreditasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 36/E/KPT/2019 yang berlaku sampai dengan Volume 11 Nomor 2 Tahun 2024.
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 5: Oktober 2023" : 25 Documents clear
Analisis Kinerja Sistem Informasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Berdasarkan Persepsi Masyarakat Menggunakan Metode Heuristics Evaluation Nahas, Alfriyanto; Hustinawati
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 5: Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2023105716

Abstract

Sebagai bentuk penerapan e-government dan usaha dalam meningkatkan mutu pelayanan, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memanfaatkan website resminya menjadi media publikasi dan dokumentasi kegiatan DPR RI kepada rakyat Indonesia. Adanya website resmi DPR RI yang beralamat dpr.go.id diharapkan dapat memudahan masyarakat dalam mengakses informasi. Dalam menyebarluaskan informasi, salah satu aspek yang diutamakan dalam kenyamanan penggunaan suatu sistem informasi adalah aspek kinerja kegunaan atau usability. Dari data keluhan pengguna dalam hal ini rakyat terdapat beberapa permasalahan diaspek kegunaan (Usability) seperti pengguna tidak mengerti tentang alur penggunaan website DPR RI. Maka perlu adanya analisis kinerja website DPR RI terutama dari perpektif masyarakat, untuk mengetahui tingkat usability website digunakan metode Evaluasi Heuristik. Heuristics Evaluation Method adalah metode yang memiliki fungsi mengetahui tingkat usability. Data pengujian ini dari pengisian kuisoener oleh responden dengan kategori Pendidikan minimal lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA/Sederajat). Hasil dari analisis adalah tingkat usability dari website DPR RI apakah mudah dipelajari, efisien, pada saat pengguna berinteraksi mudah mengingat prosedur/langkah tanpa banyak membuat banyak kesalahan dan apakah pengguna merasa nyaman dalam mengoperasionalkan website.   Abstract As a form of implementing e-government and efforts to improve service quality, the House of Representatives of the Republic of Indonesia (DPR RI) utilizes its official website as a medium for publication and documentation of DPR RI activities to the Indonesian people. The existence of the official website of the DPR RI at dpr.go.id is expected to facilitate the public in accessing information. In disseminating information, one aspect that is prioritized in the convenience of using an information system is the usability performance aspect. From the data on user complaints, in this case the people, there are several problems in the usability aspect, such as users not understanding the flow of using the DPR RI website. So it is necessary to analyze the performance of the DPR RI website, especially from the perspective of the community, to determine the level of usability of the website, the Heuristic Evaluation method is used. Heuristics Evaluation Method is a method that has the function of knowing the level of usability. This test data is from filling out questionnaires by respondents with a minimum education category of high school graduates (SMA/equivalent). The results of the analysis are the usability level of the DPR RI website whether it is easy to learn, efficient, when users interact, it is easy to remember procedures/steps without making many mistakes and whether users feel comfortable operating the website.
Evaluasi TKTI Puri Saron Hotel Seminyak dengan Framework Cobit 5 Arso, Norsa Yudhi; Antara Kesiman, Made Wisnu; Divayana, Dewa Gede Hendra
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 5: Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2023106294

Abstract

Evaluasi TKTI (TI) di Puri Saron Hotel Seminyak dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah seperti efisiensi dan efektivitas pengelolaan TI, optimalisasi sarana dan prasarana, serta optimalisasi sumber daya manusia guna memberikan gambaran kondisi terkini, pemetaan berdasarkan domain, dan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas tata kelola TI. Dengan memetakan domain COBIT 5 ke hasil evaluasi kondisi saat ini, evaluasi tersebut sesuai dengan kerangka kerja COBIT 5. Temuan analisis difokuskan pada Proses COBIT, khususnya domain (EDM04) Sumber Daya TI, (APO01) Konsistensi Manajemen, (APO03) Arsitektur TI, (APO04) Inovasi TI, (APO07) Manajemen Sumber Daya, (BAI04) Menyeimbangkan arus dan kebutuhan masa depan, (BAI09) Aset Perusahaan, (BAI10) Manajemen Konfigurasi, (DSS01) Manajemen Operasi, (DSS03) Mengelola Siklus Hidup Masalah Perusahaan, dan (MEA01). Tingkat kapasitas keseluruhan Puri Saron Hotel Seminyak yaitu Level 2 (Managed Process), proses perencanaan, penilaian, dan penyesuaian berjalan dengan cara yang benar, dan sebagian besar aktivitas domain telah dijalankan, kebijakan dan norma telah dicatat, dan komunikasi telah mulai. Level 3 Proses yang Ditetapkan adalah level yang diinginkan. Puri Saron Hotel Seminyak telah memiliki proses terstruktur untuk berinovasi dan menetapkan strategi, mendefinisikan dan menyampaikan setiap risiko ke nilai perusahaan yang terkait dengan penggunaan TI, dan memaksimalkan operasi yang sedang berlangsung dalam lingkup organisasi. Ada kesenjangan yang signifikan antara kemampuan manajemen TI saat ini dan apa yang diharapkan; dari 11 domain dan proses TI yang dianalisis, enam berada dua tingkat di belakang yang diharapkan, dan lima berada satu tingkat di belakang yang diharapkan, dan temuan penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel rekomendasi perbaikan yang dapat segera diimplementasikan di Puri Saron Hotel Seminyak.   Abstract   The Puri Saron Hotel Seminyak evaluates Information Technology (IT) governance to address issues such as the efficiency and effectiveness of IT management, optimization of facilities and infrastructure, and human resource management in order to provide an overview of current conditions, mapping by domain, and recommendations for improve the quality of IT governance. Evaluation refers to the framework created by mapping the COBIT 5 domain to the results of the current state assessment. The findings of the analysis are centered on the COBIT Process, specifically the domains (EDM04) IT Resources, (APO01) Consistency Management, (APO03) IT Architecture, (APO04) IT Innovation, (APO07) Resource Management, (BAI04) Balancing Flows and Future Needs , (BAI09) Company Assets, (BAI10) Configuration Management, (DSS01) Operations Management, (DSS03) Managing Company Life Cycle Problems, and ( The process of planning, assessing and adjusting Puri Saron Hotel Seminyak for a better direction, and most of the domain activities have been executed, policies and norms have been written, and communication has improved. Level 3 Defined Process is the desired level. Puri Saron Hotel Seminyak has in place a structured process to innovate and define strategy, define and convey each risk to the associated corporate value with the use of IT, and maximize ongoing operations within the scope of the organization.There is a significant gap between management capabilities current IT men and what to expect; Of the 11 domains and IT processes analyzed, 6 domains are two levels behind the expected, and 5 domains are one level behind the expected, and the findings of this study are presented in the form of a table of recommendations for improvement that can be implemented immediately at Puri Saron Hotel Seminyak.
Seleksi Fitur Menggunakan Hybrid Binary Grey Wolf Optimizer untuk Klasifikasi Hadist Teks Arab Subkhi, M. Bahrul; Fatichah, Chastine; Zaenal Arifin, Agus
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 5: Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2023106375

Abstract

Seleksi fitur pada teks Arab merupakan tugas yang menantang karena sifat Bahasa Arab yang kompleks dan kaya. Dala klasifikasi hadist teks Arab membutuhkan seleksi fitur, karena hadist teks Arab berbeda dengan dokumen  teks arab. Hadist teks Arab memiliki sanat dan matan yang menjadi pertimbangan dalam klasifikasi hadist teks  arab. Penelitian ini mengusulkan metode seleksi fitur menggunakan Hybrid Binary Grey Wolf Optimizer untuk  klasifikasi hadist teks arab. Metode HBGWO mengkombinasikan kemampuan pencarian lokal atau eksplorasi pyg  dimiliki BGWO, dan kemampuan pencarian di sekitar solusi terbaik atau eksploitasi yang dimiliki PSO. Data set  yang digunakan berupa teks Arab diambil dari islambook.com. yang terdiri dari lima kitab yaitu Shahih Bukhari,  Shahih Muslim, Sunan Ibnu Majah, Sunan Abu Dawud dan Suann at-Tirmidzi. Pada kumpulan kitab tersebut  diambil 5 kelas yaitu Tuhid, Sholat, Zakat, Puasa dan Haji berjumlah 844. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemilihan fitur BGWOPSO dengan mencari fungsi fitnes dan klasifikasi menggunakan SVM mendapatkan 84%,  dapat mengungkapkan kinerja yang unggul dibandingkan dengan menggunakan klasifikasi KNN 76% dalam soal mengklasifikasikan teks hadits Arab dengan data yang tidak seimbang.   Abstract Feature selection in Arabic text is a challenging task due to the  complex and rich nature of Arabic. In the  classification of Arabic text hadith requires feature selection, because Arabic text hadith is different from Arabic  text documents. Arabic text hadith has sanat and matan which are considered in the classification of Arabic text  hadith. This study proposes a feature selection method using the Hybrid Binary Gray Wolf Optimizer for Arabic text hadith classification. The HBGWO method combines the local search or pyg exploration capabilities of the  BGWO, and the search capabilities around the best solutions or exploits that PSO has. The data set used in the form of Arabic text is taken from islambook.com. which consists of five books, namely Sahih Bukhari, Sahih  Muslim, Sunan Ibn Majah, Sunan Abu Dawud and Suann at-Tirmidhi. In this collection of books, 5 classes were  taken, namely Tuhid, Prayer, Zakat, Fasting and Hajj totaling 844. The results showed that the selection of  BGWOPSO features by looking for fitness functions and classification using SVM obtained 84%, can reveal  superior performance compared to using KNN classification 76% in terms of classifying Arabic hadith texts with unbalanced data.
Implementasi Algoritma AES 256 CBC, BASE 64, Dan SHA 256 dalam Pengamanan dan Validasi Data Ujian Online Utama, Ferzha Putra; Wijaya, Gusman; Faurina, Ruvita; Vatresia, Arie
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 5: Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2023106558

Abstract

Terdapat berbagai macam cara untuk melaksanakan ujian di tingkat perguruan tinggi, selama masa pandemi Covid-19 metode ujian online menjadi banyak digunakan. Meskipun ujian online dapat dilaksanakan di mana saja dan kapan saja, sayangnya masih banyak terjadi kecurangan seperti bocornya soal ujian, tersebarnya kunci jawaban secara ilegal, dan pengubahan pada data hasil ujian.  Salah satu solusi dalam menjaga integritas hasil ujian berbasis online adalah mengenkripsi data ujian dengan metode kriptografi. Penelitian ini mengusulkan menerapkan beberapa metode kriptografi sebagai upaya dalam mengamankan dan memastikan keaslian data ujian online menggunakan algoritma AES 256 CBC, Base 64, dan SHA 256. Penelitian ini menghasilkan aplikasi ujian online berbasis website yang dibangun menggunakan teknologi MERN Stack. Hasil pengujian dalam memvalidasi data ujian online yang telah dienkripsi menggunakan sistem dan OpenSSL menunjukkan nilai hash yang sama. Hal ini menunjukkan sistem telah mampu mengenkripsi, mendekripsi, dan memvalidasi data ujian online dengan efektif.   Abstract There are various ways to organize exams at the higher education level. During the Covid-19 pandemic, the online examination method has become widely used. Although online exams can be held anywhere and anytime, unfortunately, many violations and fraud exist, such as leaking exam questions, spreading answer keys illegally, and changing exam result data. One solution for maintaining the integrity of online-based exam results is to encrypt exam data with cryptographic methods. This study proposes applying several cryptographic methods to secure and ensure the authenticity of online exam data using AES 256 CBC, Base 64, and SHA 256 algorithms. This research resulted in a website-based online exam application built using MERN Stack technology. The test results in validating online exam data that has been encrypted using the system and OpenSSL show the same hash value. This shows that the system has been able to encrypt, decrypt, and validate online exam data effectively.
Segmentasi Pelanggan B2B dengan Model LRFM Menggunakan Algoritma Fuzzy C-Means pada Rotte Bakery Ananda, Dea Putri; Monalisa, Siti
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 5: Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2023106569

Abstract

Pelanggan B2B (Business to Business) merupakan pelanggan yang membeli produk dari suatu perusahaan dengan tujuan menjualnya kembali kepada konsumen akhir. Oleh karena itu, pengelolaan pelanggan B2B dengan strategi yang baik dan tepat sangatlah penting. Setiap pelanggan memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk perilaku pembelian, demografi, dan geografi. Oleh karena itu, segmentasi pelanggan perlu dilakukan untuk mengelompokkan pelanggan dengan karakteristik serupa. Dengan demikian, perusahaan dapat menerapkan strategi pemasaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan setiap segmen pelanggan. Dalam penelitian ini, kami menggunakan model LRFM (Length, Recency, Frequency, dan Monetary) dengan Algoritma Fuzzy C-Means untuk melakukan segmentasi pelanggan. Metode validasi Davies Bouldien-Index digunakan untuk menentukan jumlah cluster yang optimal. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat lima cluster yang optimal untuk pelanggan agen dengan nilai DBI sebesar 0,57, sedangkan pelanggan outlet memiliki empat cluster dengan nilai DBI sebesar 0,49. Karakteristik yang dihasilkan untuk pelanggan agen adalah Average Value Segment, New Low Value Customer, New Dormant Segment, Golden Segment, dan Superstar Segment. Sementara itu, pelanggan outlet terbagi menjadi Golden Segment, Superstar Segment, New Low Value Customer, dan Dormant Segment. Berdasarkan temuan tersebut, kami memberikan usulan strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik masing-masing segmen pelanggan B2B. Usulan ini relevan baik bagi akademisi, praktisi, maupun peneliti dalam bidang pemasaran.   Abstract B2B customers (Business to Business) are customers who purchase products from a company with the intention of reselling them to end consumers. Therefore, managing B2B customers with effective and appropriate strategies is crucial. Each customer has different characteristics, including purchasing behavior, demographics, and geography. Therefore, customer segmentation is necessary to group customers with similar characteristics. This enables companies to implement more effective and targeted marketing strategies tailored to the needs of each customer segment. In this study, we employed the LRFM model (Length, Recency, Frequency, and Monetary) with the Fuzzy C-Means algorithm for customer segmentation. The Davies Bouldien-Index validation method was used to determine the optimal number of clusters. The results revealed that there are five optimal clusters for agent customers with a DBI value of 0.57, while outlet customers have four clusters with a DBI value of 0.49. The resulting characteristics for agent customers are the Average Value Segment, New Low Value Customer, New Dormant Segment, Golden Segment, and Superstar Segment. Meanwhile, outlet customers are divided into the Golden Segment, Superstar Segment, New Low Value Customer, and Dormant Segment. Based on these findings, we propose marketing strategies that align with the characteristics of each B2B customer segment. These proposals are relevant to academics, practitioners, and researchers in the field of marketing.
Pengembangan Sistem Monitoring Pendataan Aplikasi Berbasis Web pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Safira, Salma Nada; Mursityo, Yusi Tyroni; Saputra, Mochamad Chandra
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 5: Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2023106891

Abstract

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat adalah kementerian Indonesia yang mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan pemerintahan di bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat untuk membantu Presiden. Perangkat lunak yang dimiliki oleh Kementerian PUPR sangat banyak, sehingga membutuhkan monitoring pendataan aplikasi. Pada pemantauan aplikasi di kementerian PUPR masih menggunakan Google Workspace, proses tersebut menyebabkan harus melakukan pengecekan setiap aplikasi dan menjadi tidak efisien. Sehingga, membutuhkan adanya solusi dengan pengembangan sistem monitoring aplikasi. Aktivitas pada sistem monitoring dengan melacak status aplikasi, dan melakukan pengelolaan data perangkat lunak. Metode Rational Unified Process (RUP) digunakan untuk membuat aplikasi. Pendekatan dilakukan menggunakan pengembangan berorientasi objek dengan UML. Proses implementasi sistem menggunakan kerangka kerja Laravel. Hasil penelitian ini adalah sistem monitoring aplikasi berbasis website. Sistem yang berhasil dibangun, kemudian melalui proses pengujian sistem. Pengujian unit dilakukan dengan white box testing yang menghasilkan status uji valid berdasarkan pada semua path. Pengujian validasi dengan black box testing menunjukan bahwa semua fitur valid. User Acceptance Testing menghasilkan nilai akhir 94,67% sehingga sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna. Kontribusi sistem terhadap organisasi dapat memperbaiki efisiensi pada monitoring aplikasi dan meningkatkan efektivitas, karena data tersimpan di dalam database. Abstract Assisting the President in managing government activities pertaining to public works and public housing is the responsibility of the Ministry of Public Works and Public Housing in Indonesia. The Ministry of PUPR owns a considerable amount of software, so it requires monitoring application data collection. In monitoring applications at the PUPR ministry, they still use Google Workspace. This process causes them to have to check each application, which becomes inefficient. Thus, it requires a solution through the development of an application monitoring system. Monitoring activities that can be carried out on this system can track the status of application and manage software data. This application is designed using the Rational Unified Process (RUP) method. The approach is carried out using object-oriented development with UML. The system implementation process uses the Laravel framework. The result of this research is a website-based application monitoring system. The system that is successfully built then goes through the system testing process. Unit testing is done by white box testing, which produces a valid test status based on all paths. Validation testing with black box testing shows that all features are valid. User Acceptance Testing produces a final value of 94.67% so that it is in accordance with user needs. The contribution of the system to the organization can improve efficiency in application monitoring and increase effectiveness because the data is stored in the database.
Sistem Kontrol Perangkat Inframerah Menggunakan Speech Recognition dengan Spectrogram dan Convolutional Neural Network Berbasis Mikrokontroler Nurrizqy, Irfan Muzakky; Prasetio, Barlian Henryranu; Mardi Putri, Rekyan Regasari
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 5: Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2023106909

Abstract

Menurut data dari Biro Pusat Statistik (BPS), terdapat sebanyak 22,5 juta dari penduduk Indonesia merupakan penyandang disabilitas. Angka ini berjumlah sekitar lima persen dari keseluruhan penduduk Indonesia. Di zaman sekarang, kemajuan teknologi di seluruh dunia berkembang dengan pesat, sehingga muncul banyak hal yang dapat membantu menyederhanakan kehidupan semua orang, terutama penyandang disabilitas. Salah satu hal yang membantu penyandang disabilitas adalah munculnya perangkat pintar yang dapat dikendalikan menggunakan indra selain tangan, seperti suara. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem yang dapat mengendalikan perangkat inframerah dengan menggunakan suara sebagai input. Sistem tersebut akan dikembangkan menggunakan mikrokontroler dan metode speech recognition yang terdiri dari spectrogram dan CNN. Penelitian ini direncanakan untuk tujuan untuk membantu penyandang disabilitas dalam mengendalikan perangkat-perangkat di sekitar rumah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa akurasi model CNN sebesar 93% dan akurasi percobaan terhadap pengguna sebesar 74,25%. Sistem ini juga dapat menjalankan proses speech recognition dengan waktu rata-rata 0,105 detik. Jarak optimal yang diperlukan antara pengguna dengan mikrofon adalah 30 cm dan jarak optimal yang diperlukan antara transmitter inframerah dengan perangkat yang dikendalikan adalah 30 cm.   Abstract  According to data from the Central Bureau of Statistics (BPS), around 22.5 million of Indonesia's population are people with disabilities. This number amounts to about five percent of Indonesia's total population. In the present day, where technology advances are rapidly developing all around the world, there have been many things that can help simplify the lives of everyone in the world, especially people with disabilities. One thing that helps people with disabilities is the emergence of smart devices that do not need to be controlled using hands but can use other senses such as sound. This research aims to develop a system that can control infrared devices using sound as input. The system will be developed using microcontrollers and speech recognition methods consisting of spectrogram and CNN. This research is conducted with the goal of helping people with disabilities in controlling devices around the house. Testing results show that the accuracy of the CNN model is 93% and the accuracy of trials on users is 74.25%. The system can also run the speech recognition process with an average time of 0.105 seconds. The optimal distance required between the user and microphone is 30 cm and the optimal distance required between the infrared transmitter and the controlled device is 30 cm.
Sistem Identifikasi Kesehatan Berdasarkan Detak Jantung, Kadar Oksigen, dan Suhu Tubuh Menggunakan Metode Fuzzy Mamdani Naviaddin, Arsal Wildan; Prasetio, Barlian Henryranu; Primananda, Rakhmadhany
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 5: Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2023106956

Abstract

Kesehatan merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, dalam paper ini kami menawarkan pendekatan efektif dan efisien dalam mendeteksi dini kesehatan. Deteksi dini dapat menghindari berbagai faktor risiko penyakit dan dapat terhindar dari komplikasi, serta menghemat biaya pengobatan. Sebagian besar alat deteksi kesehatan menggunakan metode invasif, sementara sistem kami menggunakan pendekatan contactless. Sensor pulse Oximater MAX30100 dan sensor suhu MLX90614 digunakan untuk mengukur tingkat saturasi oksigen, detak jantung dan suhu tubuh. Kemudian, kedua data sensor tersebut dikirim ke Google Firebase dengan memanfaatkan fitur layanan realtime database sehingga data dapat ditampilkan secara langsung di aplikasi android. Kedua sensor dihubungkan pada mikrokontroler NodeMCU ESP8266, lalu data hasil pengukuran sensor beserta perhitungan fuzzy dikirim ke database Firebase agar dapat ditampilkan pada smartphone. Hasil dari penelitian ini adalah akurasi pembacaan sensor suhu MLX90614 dan pulse oximater MAX30100 dibandingkan alat yang sudah ada didapatkan pengukuran suhu mendapatkan nilai MAPE sebesar 0.964 %, pengukuran saturasi mendapatkan nilai MAPE 0 %, dan pengukuran detak jantung didapatkan MAPE 1.581 %. Dari ketiga pengukuran didapatkan nilai MAPE dibawah 10% sehingga dapat dikategorikan pengukuran akurat dan kinerja metode fuzzy mamdani dalam mengklasifikasikan kondisi kesehatan sangat baik dan akurat.   Abstract   Health is an important factor in human life. Therefore, in this paper we offer an effective and efficient approach in early detection of health. Early detection can avoid various risk factors for disease and can avoid complications, as well as save on medical costs. Most medical detection systems use invasive methods, while our system uses a contactless approach. The MAX30100 Oximater pulse sensor and MLX90614 temperature sensor are used to measure oxygen saturation level, heart rate and body temperature. Then, the two-sensor data are sent to Google Firebase by utilizing the real-time database service feature so that the data can be displayed directly in the Android application. The two sensors are connected to the NodeMCU ESP8266 microcontroller, then the sensor measurement results data along with the fuzzy calculations are sent to the Firebase database so that they can be displayed on a smartphone. The results of this study are the accuracy of the readings of the MLX90614 temperature sensor and the MAX30100 pulse oximeter compared to existing devices, the temperature measurement gets a MAPE value of 0.964 %, the saturation measurement gets a MAPE value of 0 %, and the heart rate measurement gets a MAPE of 1.581 %. From the three measurements, the MAPE value was below 10% so that it could be categorized as an accurate measurement and the performance of the Mamdani fuzzy method in classifying health conditions was very good and accurate.
Penerapan Deep Convolutional Generative Adversarial Network Untuk Menciptakan Data Sintesis Perilaku Pengemudi Dalam Berkendara Stephen Lui, Michael; Abdurrachman Bachtiar, Fitra; Yudistira, Novanto
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 5: Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2023106978

Abstract

Kecelakaan kendaraan adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Salah satu solusi untuk mencegah kecelakaan adalah dengan menggunakan sensor eksternal untuk mendeteksi kondisi jalan. Namun, penyebab utama kecelakaan adalah kelalaian pengemudi ketika mengemudi yang tidak dapat terdeteksi oleh sensor eksternal. Sensor visual dapat mendeteksi perilaku pengemudi di dalam kendaraan. Penggunaan sensor visual memiliki performa yang lebih baik ketika menggunakan metode deep learning. Salah satu metode untuk meningkatkan performa metode deep learning adalah dengan menggunakan data sintesis hasil model generatif sebagai tambahan data. Deep Convolutional Generative Adversarial Network (DCGAN) adalah salah satu model generatif yang menggunakan lapisan konvolusi. DCGAN terdiri dari dua neural network bernama generator dan discriminator yang membentuk hubungan ­zero-sum game. Generator menerima masukan berupa gambar asli dengan tambahan noise sebagai input proses latih secara unsupervised, menghasilkan gambar sintesis, sedangkan discriminator menerima gambar asli dan gambar sintesis sebagai input dan menghitung keaslian gambar yang selanjutnya digunakan sebagai nilai loss dengan fungsi loss Binary Cross Entropy. Arsitektur DCGAN terdiri dari beberapa transposed convolutional layer dengan batch normalization dan fungsi aktivasi ReLU dan fungsi aktivasi Tanh sebagai output layer pada generator dan beberapa convolutional layer dengan batch normalization dan fungsi aktivasi Leaky ReLU dan fungsi aktivasi Sigmoid sebagai output layer pada discriminator. Dataset yang digunakan pada penelitian ini adalah dataset ISDDS perilaku umum pengemudi yang dikumpulan pada skenario simulasi dengan jumlah dua ribu gambar. Hasil pengujian menemukan bahwa nilai hyperparameter dapat menghasilkan gambar sintesis perilaku pengemudi di dalam kendaraan yang baik dengan nilai FID sebesar 274,16 pada learning rate discriminator pada 0,0001, β1 discriminator pada 0,8005, learning rate generator pada 0,0017, β1 generator pada 0,1138 selama 43 epoch dengan menggunakan optimizer Adam pada generator dan discriminator.   Abstract Vehicle crash is one of the leading causes of death in Indonesia. One of the solutions to prevent vehicle crash is by using external sensor to detect road condition. Yet, most crash happened because of driver distraction, which is hard to detect using external sensor. Visual sensor can be used to detect driver activity inside vehicle. Visual sensor that uses deep learning method performs well. One way to increase deep learning method performance is by using additional synthesis data made by generative model. Deep Convolutional Generative Adversarial Network (DCGAN) is a generative model that uses convolution layer. DCGAN consists of two neural networks titled generator and discriminator which create zero-sum game relationship. Generator will receive real image with added noise as input of unsupervised training process, creating synthetic image, while discriminator will receive real image and synthetic image as input and calculate the realness of those image which will be used as loss value with Binary Cross Entropy loss function. The Architecture of DCGAN is composed of multiple transposed convolutional layers with batch normalization and activation function ReLU and activation function Tanh as output layer in generator and multiple convolutional layers with batch normalization and activation function Leaky ReLU and activation function Sigmoid as output layer in discriminator. Dataset used in this research is primary dataset of common driver activity collected in simulation scenario with the size of two thousand images. Experiment result shows that DCGAN is able to create good image synthesis of driver activity inside vehicle with FID of 274,16 using hyperparameter consisting of learning rate discriminator at 0,0001, β1 discriminator at 0,8005, learning rate generator at 0,0017, β1 generator at 0,1138 for 43 epochs by using Adam optimizer on generator dan discriminator.
Deteksi Persamaan Pola Gerakan pada Koreografi Tari Bali Maryati, Ni Made Rai; Antara Kesiman, Made Windu; Sunarya, I Made Gede
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 5: Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2023107012

Abstract

Tarian daerah memegang peranan penting dalam tatanan kehidupan masyarakat Bali. Tarian tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai sarana dalam kegiatan upacara keagamaan serta merupakan aset pariwisata. Jenis tari Bali cukup banyak, namun sebagian pencipta tari Bali sudah tiada. Perkembangan teknologi saat ini diharapkan dapat ikut memberikan kontribusi dalam penciptaan tarian baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi persamaan pola gerakan dan menghitung banyaknya gerakan yang sama pada dua atau lebih tarian berbeda yang dikelompokkan berdasarkan penciptanya. Dengan menemukan banyaknya gerakan yang sama dalam beberapa tari ciptaan seorang maestro maka ciri khas seperti variasi gerakan dan tempo tarian diharapkan dapat diketahui. Penelitian ini merupakan penelitian yang berada di bawah payung proyek COMPUDANCE (Computerization of Dances), dimana proyek ini bertujuan untuk menciptakan sebuah tarian baru dengan cara mempelajari ciri khas dari masing-masing pencipta tari Bali. Tarian baru yang tercipta tentunya memiliki nilai yang sangat tinggi karena sebagian maestro sudah tiada. Dataset dalam penelitian ini adalah 8 jenis tari Bali yang berasal dari 3 pencipta yang berbeda. Delapan tarian tersebut melipiti : Tari Margapati, Tari Panji Semirang dan Tari Wiranata diciptakan oleh I Nyoman Kaler; Tari Cendrawasih, Tari Puspanjali dan Tari Sekar Jagat diciptakan oleh N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem; Tari Wiranjaya dan Tari Nelayan diciptakan oleh I Ketut Merdana. Untuk mendeteksi persamaan pola gerakan akan digunakan metode skeletonisasi, dilanjutkan dengan proses ekstraksi fitur bentuk menggunakan metode HOG. Data hasil ekstraksi dari satu tarian kemudian dibandingkan dengan tarian lainnya. Untuk mengukur tingkat kesamaan dari dua atau lebih citra yang berbeda digunakan metode eucledian distance, dimana akan dipilih 5 nilai ambang yaitu 1,15, 1,18, 1,20, 1,22 dan 1,25. Nilai ini didasarkan pada pengamatan secara visual yang dilakukan terhadap citra hasil proses skeletonisasi, dimana citra yang jika dilihat secara visual memiliki gerakan sama memiliki nilai ambang antara 1,15 sampai 1,25. Dengan menggunakan 5 nilai ambang tersebut didapatkan jumlah gerakan yang terdeteksi sama dari masing-masing tarian yang dikelompokkan berdasarkan penciptanya.  Dari analisa terhadap hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kelompok tari ciptaan I Nyoman Kaler memiliki gerakan yang paling dinamis dengan variasi gerakan yang banyak dan memiliki tempo tarian yang paling cepat. Diurutan berikutnya adalah tari ciptaan I Ketut Merdana. Kelompok tari yang memiliki jenis gerakan yang sedikit dan tempo gerakan yang paling lambat adalah kelompok tari ciptaan N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem. Terdapat gerakan yang sebenarnya berbeda namun terdeteksi sama dan sebaliknya terdapat pula gerakan yang sebenarnya sama namun tidak terdeteksi.   Abstract   Traditional dances play an important role in the order of Balinese lives. Dances are not only an entertainment but also means of religious ceremonies and tourism assets. There are many types of Balinese dance, but some of the maestro are gone. Technology is expected to contribute of the new dances creation. The objective of this study is to detect the similarity of movement patterns in Balinese dances choreography and to calculate the same movements of several Balinese dances grouped by creator. By finding the number of the same movements in several dances that was created by a maestro, the characteristics such as variations of movements and dance tempos can be identified. This research was conducted under the framework of Project COMPUDANCE (Computerization of Dances), the goal of this project is to create a new dance by identifiying the characteristics of each Balinese dance creator. The newly created dances must have a very high value because some maestros are gone. Dataset in this study are 8 types of Balinese dances come from 3 different maestros. They are Margapati Dance, Panji Semirang Dance and Wiranata Dance were created by I Nyoman Kaler; Cendrawasih Dance, Puspanjali Dance and Sekar Jagat Dance were created by N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem; Wiranjaya Dance and Nelayan Dance were created by I Ketut Merdana. To detecting the similarity of movement patterns we use skeletonization method, then followed by extracting shape features of the skeleton images using HOG method. We use euclidean distance method to measure the level of image similarity, there are 5 threshold values that is 1.15, 1.18, 1.20, 1.22 and 1.25. This value was chosen by visual observations of the skeleton image, where an image that visually has the same movement has a threshold value between 1.15 to 1.25. By using these 5 threshold values, the number of same movements is obtained from each dance which is grouped based on its creator. From the result of this study, it was found that the dance created by I Nyoman Kaler has the most dynamic with many variations movement and has the fastest dance tempo. Next in line is the dance created by I Ketut Merdana. The dances with slowest tempo and fewest types of movement is created by N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem. There are some different movements that detected as the same movements. Otherwise, there are same movements but not detected.

Page 1 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 6: Desember 2025 Vol 12 No 5: Oktober 2025 Vol 12 No 4: Agustus 2025 Vol 12 No 3: Juni 2025 Vol 12 No 2: April 2025 Vol 12 No 1: Februari 2025 Vol 11 No 6: Desember 2024 Vol 11 No 5: Oktober 2024 Vol 11 No 4: Agustus 2024 Vol 11 No 3: Juni 2024 Vol 11 No 2: April 2024 Vol 11 No 1: Februari 2024 Vol 10 No 6: Desember 2023 Vol 10 No 5: Oktober 2023 Vol 10 No 4: Agustus 2023 Vol 10 No 3: Juni 2023 Vol 10 No 2: April 2023 Vol 10 No 1: Februari 2023 Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022 Vol 9 No 6: Desember 2022 Vol 9 No 5: Oktober 2022 Vol 9 No 4: Agustus 2022 Vol 9 No 3: Juni 2022 Vol 9 No 2: April 2022 Vol 9 No 1: Februari 2022 Vol 8 No 6: Desember 2021 Vol 8 No 5: Oktober 2021 Vol 8 No 4: Agustus 2021 Vol 8 No 3: Juni 2021 Vol 8 No 2: April 2021 Vol 8 No 1: Februari 2021 Vol 7 No 6: Desember 2020 Vol 7 No 5: Oktober 2020 Vol 7 No 4: Agustus 2020 Vol 7 No 3: Juni 2020 Vol 7 No 2: April 2020 Vol 7 No 1: Februari 2020 Vol 6 No 6: Desember 2019 Vol 6 No 5: Oktober 2019 Vol 6 No 4: Agustus 2019 Vol 6 No 3: Juni 2019 Vol 6 No 2: April 2019 Vol 6 No 1: Februari 2019 Vol 5 No 6: Desember 2018 Vol 5 No 5: Oktober 2018 Vol 5 No 4: Agustus 2018 Vol 5 No 3: Juni 2018 Vol 5 No 2: April 2018 Vol 5 No 1: Februari 2018 Vol 4 No 4: Desember 2017 Vol 4 No 3: September 2017 Vol 4 No 2: Juni 2017 Vol 4 No 1: Maret 2017 Vol 3 No 4: Desember 2016 Vol 3 No 3: September 2016 Vol 3 No 2: Juni 2016 Vol 3 No 1: Maret 2016 Vol 2 No 2: Oktober 2015 Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 2 No 1: April 2015 Vol 1 No 2: Oktober 2014 Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) Vol 1 No 1: April 2014 More Issue