cover
Contact Name
Agung Setia Budi
Contact Email
agungsetiabudi@ub.ac.id
Phone
+62341-577911
Journal Mail Official
jtiik@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Gedung F FILKOM Lt. 8, Ruang BPJ Jalan Veteran No. 8 Malang Indonesia - 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23557699     EISSN : 25286579     DOI : http://dx.doi.org/10.25126/jtiik
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya (UB), Malang sejak tahun 2014. JTIIK memuat artikel hasil-hasil penelitian di bidang Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. JTIIK berkomitmen untuk menjadi jurnal nasional terbaik dengan mempublikasikan artikel berbahasa Indonesia yang berkualitas dan menjadi rujukan utama para peneliti. JTIIK di akreditasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 36/E/KPT/2019 yang berlaku sampai dengan Volume 11 Nomor 2 Tahun 2024.
Articles 1,288 Documents
Optimasi Jangkauan Jaringan 4G Menggunakan Algoritma Genetika Riani, Garsinia Ely; Mahmudy, Wayan Firdaus
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 2: Juni 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.594 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201632205

Abstract

Kemampuan dan jangkauan 4G yang lebih luas daripada teknologi generasi sebelumnya perlu dimaksimalkan. Hal ini mengingat antusiasme pengguna layanan selular dalam menyambut kehadiran teknologi internet cepat ini. Optimasi yang dilakukan memperhatikan luas area, kerapatan pengguna internet dan posisi Base Transceiver Station (BTS). Penelitian ini mengusulkan algoritma genetika sebagai algoritma optimasi yang sering digunakan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan kompleks. Optimasi dilakukan untuk memaksimalkan jangkauan 4G  secara efektif dan efisien dari sisi penyedia (provider). Serangkaian uji coba menunjukkan bahwa algoritma genetika mampu memberikan solusi yang cukup baik untuk penentuan posisi BTS dalam permasalahan jangkauan pelanggan.
Optimasi Keuntungan Pembangunan Perumahan Berdasarkan Jumlah Rumah Setiap Tipe Menggunakan Particle Swarm Optimization (PSO) Akbar, Rozaq; Ratnawati, Dian Eka; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 1: Maret 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.995 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201741244

Abstract

AbstrakTempat tinggal merupakan kebutuhan setiap individu. Selain hal tersebut, laju pertumbuhan penduduk, serta adanya urbanisasi juga mempengaruhi banyaknya permintaan. Perumahan meupakan salah satu jawaban dalam mengatasi permintaan akan perumahan tersebut. Di Indonesia pembangunan perumahan dijalankan oleh Perumnas atau Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional yang selanjutnya akan diteruskan oleh developer atau pengembang. Developer dalam hal ini melakukan berbagai upaya dalam mencapai keuntungan maksimal. Karena itu, dibutuhkan sistem optimasi dalam menangani masalah ini. Penggunaan Particle Swarm Optimization (PSO) akan sangat membantu dalam hal pencarian optimasi keuntungan. Dilihat dari beberapa kasus yang menggunkakan PSO, hasil yang didapatkan adalah penjadwalan sumber daya proyek yang optimal, penyusunan posisi barang dalam peti kemas yang lebih optimal, dan akurasi yang lebih baik dari fungsi keanggotaan. Sesuai dengan pengujian yang dilakukan dengan menggunakan data dari Permata Garden Regency, didapatkan jumlah keuntungan yang lebih optimal dibandingkan dengan keuntungan yang telah dicapai.Kata kunci: Kentungan, PSO, Perumahan, Tempat Tinggal, Particle Swarm Optimization, Kebutuhan DasarAbstractThe residence is the every individual need. In addition, the population growth rate, as well as the urbanization also affect the number of requests. Housing is one of the answers in addressing the demand for such housing. Housing construction in Indonesia run by Perumnas or Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional which would then be forwarded by the private sector which in this case is the developer. In this case, Developer made various efforts to achieve maximum benefit. Therefore, system optimization needed in addressing this issue. Use of Particle Swarm Optimization (PSO) will be very helpful to the search for benefit optimization. Judging from several cases using PSO, the results obtained are scheduling resources optimum project, preparation of the position of the goods in a container which is more optimal, and better accuracy in a membership function. In accordance with the testing conducted using data from the Permata Garden Regency, found the number of benefits that  more optimal than the gains that have been achieved.Keywords: Benefit, PSO, Housing, Shelter, Particle Swarm Optimization, Basic Needs
Kumpulan Model Maturity E-Government: Sebuah Ulasan Sistematis Muftikhali, Qilbaaini Effendi; Susanto, Tony Dwi
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 4: Desember 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.172 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201744367

Abstract

AbstrakKemajuan pesat dalam perkembangan teknologi informasi berpengaruh secara global yang dampaknya meluas hampir ke seluruh lini masyarakat. Salah satu bentuk dampak positif dari perkembangan TIK adalah munculya sistem digitalisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan yang dikenal sebagai Electronic Government (e- Government). Fenomena e-Government dapat didefinisikan yang mencakup semua penggunaan teknologi informasi oleh instansi pemerintah (seperti WAN, Internet, dan mobile computing) yang memiliki kemampuan untuk mengubah kondisi hubungan dengan warga, bisnis, dan pihak lain. E-Government pada saat ini masih sampai pada tahap pengembangan belum pada tahap evaluasi/penilaian e-government itu sendiri, sedangkan e-Government dapat dilihat mampu memberikan manfaat yang optimal ketika dalam kondisi mature, yaitu kondisi matang atau sempurna. Tujuan dari jurnal adalah membahas  model pengembangan  model maturity dari E-Government sesuai dengan 5 kategori Capability Maturity Models, the governmental models, the holistic appoarch models,  evolutionary e-government model maturity , dan related special purpose model serta kekurangan, kelebihan dari setiap kategorinya.Kata kunci: E-Government,model maturity, model maturity e-Government .AbstractRapid advances in information technology are globally influential whose impact extends almost to the entire community. One of the positive impacts of ICT development is the emergence of a digitalization system in government administration known as Electronic Government or e-Government. The phenomenon of e-Government can be defined that includes all the use of information technology by government agencies (such as Wide Area Network, Internet, and mobile computing) that have the ability to change condition relationships with citizens, businesses and other parties. E-Government is still at the stage of development not yet at the stage of evaluation / assessment of e-government itself, while e-Government can be seen able to provide optimal benefits when in mature conditions, ie conditions mature or perfect. The purpose of the journal is to discuss the maturity development model of E-Government according to the five categories of Capability Maturity Models, the governmental models, the holistic appoarch models, the evolutionary e-government maturity model, and related special purpose models and the shortcomings, advantages of each category.Keywords: E-Government,model maturity, model maturity e-Government
Semantic Clustering Dan Pemilihan Kalimat Representatif Untuk Peringkasan Multi Dokumen ., Pasnur; Santika, Putu Praba; Syaifuddin, Gus Nanang
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 1 No 2: Oktober 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.083 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201412117

Abstract

Abstrak Coverage dan saliency merupakan masalah utama dalam peringkasan multi dokumen. Hasil ringkasan yang baik harus mampu mampu mencakup (coverage) sebanyak mungkin konsep penting (salient) yang ada pada dokumen sumber. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode baru peringkasan multi dokumen dengan teknik semantic clustering dan pemilihan kalimat representatif cluster. Metode yang diusulkan berdasarkan prinsip kerja Latent Semantic Indexing (LSI) dan Similarity Based Histogram Clustering (SHC) untuk pembentukan cluster kalimat secara semantik, serta mengkombinasikan fitur Sentence Information Density (SID) dan Sentence Cluster Keyword (SCK) untuk pemilihan kalimat representatif cluster. Pengujian dilakukan pada dataset Document Understanding Conference (DUC) 2004 Task 2 dan hasilnya diukur menggunakan Recall-Oriented Understudy for Gisting Evaluation (ROUGE). Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode yang diusulkan mampu mencapai nilai ROUGE-1 rata-rata sebesar 0,395 dan nilai ROUGE-2 rata-rata sebesar 0,106. Kata kunci: peringkasan multi dokumen, latent semantic indexing, similarity based histogram clustering, sentence information density, sentence cluster keyword Abstract Coverage and saliency is a major problem in multi-document summarization. The good summary should be able to cover (coverage) as much as possible the important concepts (salient) that exist in the source document. This research aims to develop a new method for multiple document summarization with semantic clustering techniques and the selection of representative clusters sentence. The proposed method is based on the principles of Latent Semantic Indexing (LSI) and Similarity Based Histogram Clustering (SHC) for clustering sentences semantically, and combine features of Sentence Information Density (SID) and Sentence Cluster Keyword (SCK) for selecting a representative sentence cluster. Tests are performed on Document Understanding Conference (DUC) 2004 Task 2 dataset and the results are measured using the Recall-Oriented Understudy for Gisting Evaluation (ROUGE). The results show that the proposed method is able to achieve ROUGE-1 value by an average of 0.395 and the ROUGE-2 value by an average of 0.106. Keywords: multiple document summarization, latent semantic indexing, similarity based histogram clustering, sentence information density, sentence cluster keyword
Membandingkan Tingkat Kemiripan Rekaman Voice Changer Menggunakan Analisis Pitch, Formant Dan Spectogram Subki, Ahmad; Sugiantoro, Bambang; Prayudi, Yudi
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 5 No 1: Februari 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.29 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201851500

Abstract

Audio forensik merupakan salah satu ilmu yang mnyandingkan antara ilmu pengetahuan dan metode ilmiah dalam proses analisis rekaman suara untuk membantu dan mendukung pengungkapan suatu tindak kejahatan yang diperlukan dalam proses persidangan. Undang-undang ITE No.19 Tahun 2016 menyebutkan bahwa rekaman suara merupakan salah satu alat bukti digital yang sah dan dapat digunakan sebagai penguat dakwaan. Rekaman suara yang merupakan barang bukti digital sangatlah mudah dan rentan dimanipulasi, baik secara sengaja maupun tidak disengaja. Pada penelitian ini dilakukan analisis terkait tingkat kemiripan antara rekaman suara voice changer dengan rekaman suara asli menggunakan analisis pitch, formant dan spectogram, rekaman suara yang dianalisis ada dua jenis rekaman suara yaitu suara laki-laki dan suara perempuan. Rekaman suara voice changer  dan rekaman suara asli, diekstrak menggunakan tools praat kemudian informasi yang diperoleh dianalisis dengan analisis statistik pitch, formant dan spectrogrammenggunakan tools gnumeric. Penelitian ini menghasilkan bahwa analisis rekaman suara voice changer dengan rekaman suara asli dapat menggunakan analisis statistik pitch, formant dan spectrogram, rekaman suara voice changer A memiliki tingkat kemiripan yang paling tinggi dengan rekaman suara asli pada posisi low pitch, sedangkan voice changer yang lain lebih sulit untuk diidentifikasi.
Aplikasi Mobile Scotect: Aplikasi Deteksi Warna Tanah Dengan Teknologi Citra Digital Pada Android Robbani, Ihwanudien Hasan; Trisnawati, Enny; Noviyanti, Rakhmadina; Rivaldi, Afrizal; Utaminingrum, Fitri
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 1: Maret 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.825 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201631162

Abstract

AbstrakSalah satu komponen utama dari lahan adalah tanah. Untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah, kita harus mengetahui bagaimana karakteristik tanah dari tanah. Untuk mengetahui bagaimana karakteristik tanah, cara yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan mengamati warna dari tanah tersebut. Jika kita amati, warna tanah di setiap lokasi dan kedalaman akan berbeda. Ada tanah berwarna hitam, coklat, merah, kuning, dan masih banyak lagi variasi warna tanah yang lain. Banyaknya variasi warna tanah membuat peneliti kesulitan dalam menentukan warna tanah, karena satu-satunya cara yang saat ini digunakan peneliti untuk menentukan warna tanah adalah dengan membandingkan secara manual satu persatu sampel yang dimiliki dengan warna baku yang ada pada buku Munsell Soil Color Chart. Variasi warna pada yang mencapai lebih dari 250 macam warna membuat peneliti membutuhkan waktu lama dan ketelitian dalam penentuan warna tanah. Untuk memecahkan permasalahan  tersebut penulis menggagas sebuah alat bersifat mobile yang dapat membantu para peneliti di bidang ilmu tanah dalam menentukan warna lapisan tanah dengan nama SCOTECT (Soil Color Detection). SCOTECT merupakan aplikasi pada perangkat smartphone dengan OS Android, yang didalamnya telah ditanamkan algoritma dengan nama Algoritma SCOTECT yang merupakan sekumpulan tahapan proses yang digunakan untuk klasifikasi warna tanah. Smartphone dengan OS Android dipilih karena saat ini Android merupakan OS dengan perkembangan pengguna paling cepat dibandingkan OS yang lain. Dari hasil uji coba terhadap SCOTECT Mobile Apps didapatkan kesimpulan bahwa kinerja algoritma yang ditanamkan dalam aplikasi dapat melakukan klasifikasi warna tanah dengan akurasi sampai dengan 90,58%. Dengan kata lain kedepan aplikasi ini dapat membantu peneliti dalam proses klasifikasi warna tanah.Kata kunci: tanah, warna tanah, deteksi warna, mobile apps, SCOTECTAbstractSoil is a major component of the land. To determine the level of soil fertility, we must know how the soil characteristics. To find out how the characteristics of the soil, the color is the main characteristic of the most easily observed. Soil color varies greatly, ranging from jet black, brown, brick red, orange, yellow, to white. The great variation in color of the soil researcher difficulties in determining the color of the soil, because investigators must compare them manually one by one with a standard color on the Munsell Soil Color Chart book. Color variations on that reaches more than 250 kinds of colors make the researcher takes a long time and accuracy in the classification of the soil color. To solve these problems is the author initiated a mobile tool that could help researchers in the field of soil science in determining the color of the soil layer with the name SCOTECT (Soil Color Detection). SCOTECT is an application on smartphones with Android OS, which also have been implanted with the name algorithm SCOTECT algorithm which is a set of process steps used for the classification of soil color. Smartphone with Android OS have been selected for the current Android is an OS with the development of the fastest compared to other OS. From the test results against SCOTECT Mobile Apps was concluded that the performance of the algorithm is embedded in the application can perform color classification of land with an accuracy up to 90.58%. In other words, the future of these applications can help researchers in the classification process color of the soil.Keywords: soil, soil color, color detection, mobile apps, SCOTECT
Penerapan Extreme Programming dalam Membangun Aplikasi Pengaduan Layanan Pelanggan (PaLaPa) pada Perguruan Tinggi Azdy, Rezania Agramanisti; Rini, Arsia
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 5 No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.957 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201852658

Abstract

Layanan pengaduan yang dimiliki oleh Perguruan Tinggi umumnya hanya menjadikan mahasiswa sebagai fokus utama dalam peningkatan layanan, hal ini dikarenakan mahasiswa adalah pengguna langsung jasa yang ditawarkan oleh Perguruan Tinggi. Layanan pengaduan tidak memfasilitasi pengaduan yang mungkin dapat diberikan oleh pengguna jasa lainnya, seperti pengguna lulusan atau masyarakat sasaran kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen Perguruan Tinggi tersebut. Penelitian ini bertujuan membangun sebuah aplikasi berbasis web yang dapat digunakan seluruh pengguna jasa Perguruan Tinggi untuk melakukan pengaduan. Pembangunan aplikasi menerapkan metodologi rekayasa perangkat lunak agar dapat menghasilkan perangkat lunak tepat waktu. Metodologi yang digunakan adalah Extreme Programming. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan Extreme Programming pada pengembangan aplikasi mengakibatkan pengembangan dapat dilakukan secara cepat dengan jumlah anggota tim yang minimal. Pengembangan dapat dilakukan dengan cepat karena pengembangan aplikasi dimulai dengan membangun komponen yang paling sederhana terlebih dahulu, yaitu komponen verifikasi akun, yang dilanjutkan dengan komponen lainnya. Hasil pengujian menggunakan metode black box aplikasi dapat dijalankan sebagaimana mestinya dan memenuhi acceptance criteria pada user story. AbstractThe complaint service system owned by College generally only focuses on the students in the improvement of services, this is because students are the direct users of the services offered by the College. Complaints service did not facilitate the complaints which may be given by other service users, such as graduates' user or community targeted in the society devotion activities undertaken by the College lecturer. This research aims to build a web-based application that can be used throughout the service users of the College to conduct complaints. Application development applying software engineering methodologies in order to provide the software on time. The methodology used is Extreme Programming. The result of the research shows that the application of the Extreme Programming in the development of applications resulted in development can be done quickly with a minimal number of the team member. The development can be done quickly because the application development started by building the simplest component in advance, i.e. account verification component, followed by other components. The results of the testing using black box method was the application can be run properly and meets the acceptance criteria on a user story.
Optimasi Penjadwalan Praktikum Menggunakan Modified Real Code Particle Swarm Optimization (Studi Kasus Fakultas Imu Komputer Universitas Brawijaya) Wardhany, Brigitta Ayu Kusuma; Rachmi, Istiana; Hasjidla, Nur Firra; Khaqiqiyah, Zulianur; Triatmaja, Idham; Cholissodin, Imam
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 4: Desember 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1118.641 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201634236

Abstract

AbstrakPenjadwalan adalah salah satu proses dalam manajemen waktu yang di atur sedemikian rupa agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Banyak algoritma yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan penjadwalan. Pada kasus ini penulis menggunakan algoritma Modified Real Code PSO (M-RCPSO). Data yang digunakan terdiri dari data dosen, asisten, mahasiswa, ruangan dan waktu praktikum. Dari hasil pengujian popsize, pengujian iterasi, pengujian parameter kognitif dan sosial, dan pengujian parameter terbaik, didapatkan nilai rata-rata fitness adalah 1. Hal ini menunjukkan bahwa solusi yang didapatkan sudah mendekati optimum.Kata kunci: modified real code particle swarm optimization, penjadwalanAbstractScheduling is one of the time management process that well regulated so that the activities can run fluently. Many algorithms can be used to solve scheduling problems. In this case, the author uses a Modified Real Code PSO (M-RCPSO) algorithm. The data used consisted of lecturer, assistant, student, room and lab time. From the results of popsize testing, iterative testing, cognitive parameter testing, and the best parameters testing obtained the average fitness value is 1. This matter shows that the solution obtained is already approaching optimal.Keywords: modified real code particle swarm optimization, scheduling
Taksonomi Dan Formalisasi Relasi Antar Model Proses Bisnis Berbasis Anotasi Efek Kurniawan, Tri Astoto
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 3: September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.247 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201743393

Abstract

AbstrakSebuah institusi, baik privat maupun nonprivat, bisa memiliki puluhan, ratusan bahkan ribuan proses bisnis yang dimodelkan dengan menggunakan bahasa pemodelan tertentu. Manajemen model sebanyak itu tidak mudah, terlebih lagi dengan adanya relasi antar model yang harus dikelola. Sehingga, alat bantu untuk memudahkan pengelolaan model proses bisnis tersebut sangat diperlukan, terlebih oleh institusi-institusi bisnis, guna mendukung kemampuannya untuk berkompetisi dalam persaingan bisnis yang sangat ketat. Untuk itu, penentuan taksonomi dan formalisasi relasi antar model menjadi aspek mendasar yang harus dilakukan agar alat bantu tersebut mampu memproses secara otomatis aspek-aspek yang diperlukan dalam pengelolaan model pada sebuah repositori proses bisnis. Pendefinisian taksonomi dan formalisasi relasi antar model proses bisnis menjadi kontribusi penting dari penelitian ini. Artikel ini membahas hal tersebut dengan mengacu pada anotasi efek yang diberikan pada setiap model proses bisnis, yang dimodelkan dengan BPMN. Artikel ini merupakan perbaikan dan penyempurnaan atas pendekatan yang sudah pernah dibahas oleh penulis pada publikasi sebelumnya. Ada tiga jenis relasi yang dibahas, yaitu part-whole, inter-operation, generalization-specialization. Taksonomi dan formalisasi relasi antar model proses bisnis ini diharapkan bisa membantu analis proses bisnis untuk menentukan secara tepat dan konsisten relasi-relasi yang ada dalam sebuah repositori proses bisnis yang kompleks.Kata kunci: anotasi efek, relasi, model proses bisnis, manajemen proses bisnis, taksonomi, formalisasiAbstractAn institution, either private or non-private, may have tens, hundreds even thousands of business processes which are modeled in a particular business process modeling language. Managing such models is not a trivial task, especially in dealing with inter-process relationships. Thus, a tool is required to assist any process analyst in managing such business process models, especially by enterprises, in order to strengthen their competitiveness in their hard business environment. As such, defining the taxonomy of inter-process relationships dan formalizing them become a fundamental aspect as the basis for such tool to be able to automatically proceed any aspect of model management in a business process repository. Such taxonomy definition and formalization of inter-process relationships become the important contribution of this research. This article discusses such idea using effect annotation which is semantically applied to a business process, modeled in BPMN. It becomes a correction and improvement of the approach discussed in our previous publication. There are three discussed relationship types, i.e. part-whole, inter-operation, generalization-specialization. This taxonomy and formalization of inter-process relationships can be used by the process analyst to precisely and consistently establish any relationship which can occur in a tortuous repository of processes.Keywords: effect annotation, relation, business process model, business process management, taxonomy, formalization
Analisa Pengaruh Mobilitas Node Terhadap Kualitas Layanan Voice Call Pada Jaringan UMTS Alkaff, Muhammad; Djanali, Supeno; Ciptaningtyas, Henning Titi
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 1 No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.898 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201411103

Abstract

Abstrak IMS (IP Multimedia Subsystem) adalah bagian dari spesifikasi UMTS (Universal Mobile Telecomunication System) sesuai dengan release 5 dan 6. Telah banyak dilakukan penelitian tentang kinerja IMS namun umumnya dilakukan pada node UE (User Equipment) yang stationary. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh mobilitas UE terhadap kualitas layanan pada jaringan UMTS Release 5/6. Selain itu, juga akan dilakukan perbandingan pada kecepatan yang berbeda-beda untuk meneliti pengaruh perbedaan kecepatan tersebut terhadap kualitas layanan pada jaringan UMTS. Hasil uji coba menunjukkan, seiring dengan meningkatnya kondisi traffic, UE dengan kecepatan yang rendah mendapatkan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan UE dengan kecepatan yang tinggi. Selain itu, pengaruh mobilitas UE menjadi semakin besar dengan bertambahnya kecepatan yang digunakan oleh UE. Secara umum, skenario dengan callee mobile mendapatkan hasil yang lebih baik seiring dengan bertambahnya kecepatan dan meningkatnya kondisi trafik. Kata kunci: IMS, Kecepatan, Mobilitas, UMTS Abstract IMS (IP Multimedia Subsystem) is a part of the specification of UMTS (Universal Mobile Telecommunications System) according to the release 5 and 6. Has done a lot of research on the performance of IMS but is generally performed on the UE node (User Equipment) that stationary. This study aimed to investigate the effect of mobility on the quality of service in the EU UMTS Release 5/6. In addition, comparisons will also be performed at different speeds to examine the effect of the speed difference to the quality of service in UMTS networks. Experimental results show, along with the increasing traffic conditions, the EU with a low speed get better results when compared to the EU with a high speed . In addition, the influence of EU mobility becomes larger with increasing speed used by the EU. In general, the scenario with mobile callee get better results with increasing speed and increasing traffic conditions. Keywords: IMS, Speed​​, Mobility, UMTS

Page 12 of 129 | Total Record : 1288


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 6: Desember 2025 Vol 12 No 5: Oktober 2025 Vol 12 No 4: Agustus 2025 Vol 12 No 3: Juni 2025 Vol 12 No 2: April 2025 Vol 12 No 1: Februari 2025 Vol 11 No 6: Desember 2024 Vol 11 No 5: Oktober 2024 Vol 11 No 4: Agustus 2024 Vol 11 No 3: Juni 2024 Vol 11 No 2: April 2024 Vol 11 No 1: Februari 2024 Vol 10 No 6: Desember 2023 Vol 10 No 5: Oktober 2023 Vol 10 No 4: Agustus 2023 Vol 10 No 3: Juni 2023 Vol 10 No 2: April 2023 Vol 10 No 1: Februari 2023 Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022 Vol 9 No 6: Desember 2022 Vol 9 No 5: Oktober 2022 Vol 9 No 4: Agustus 2022 Vol 9 No 3: Juni 2022 Vol 9 No 2: April 2022 Vol 9 No 1: Februari 2022 Vol 8 No 6: Desember 2021 Vol 8 No 5: Oktober 2021 Vol 8 No 4: Agustus 2021 Vol 8 No 3: Juni 2021 Vol 8 No 2: April 2021 Vol 8 No 1: Februari 2021 Vol 7 No 6: Desember 2020 Vol 7 No 5: Oktober 2020 Vol 7 No 4: Agustus 2020 Vol 7 No 3: Juni 2020 Vol 7 No 2: April 2020 Vol 7 No 1: Februari 2020 Vol 6 No 6: Desember 2019 Vol 6 No 5: Oktober 2019 Vol 6 No 4: Agustus 2019 Vol 6 No 3: Juni 2019 Vol 6 No 2: April 2019 Vol 6 No 1: Februari 2019 Vol 5 No 6: Desember 2018 Vol 5 No 5: Oktober 2018 Vol 5 No 4: Agustus 2018 Vol 5 No 3: Juni 2018 Vol 5 No 2: April 2018 Vol 5 No 1: Februari 2018 Vol 4 No 4: Desember 2017 Vol 4 No 3: September 2017 Vol 4 No 2: Juni 2017 Vol 4 No 1: Maret 2017 Vol 3 No 4: Desember 2016 Vol 3 No 3: September 2016 Vol 3 No 2: Juni 2016 Vol 3 No 1: Maret 2016 Vol 2 No 2: Oktober 2015 Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 2 No 1: April 2015 Vol 1 No 2: Oktober 2014 Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) Vol 1 No 1: April 2014 More Issue