cover
Contact Name
Agung Setia Budi
Contact Email
agungsetiabudi@ub.ac.id
Phone
+62341-577911
Journal Mail Official
jtiik@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Gedung F FILKOM Lt. 8, Ruang BPJ Jalan Veteran No. 8 Malang Indonesia - 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23557699     EISSN : 25286579     DOI : http://dx.doi.org/10.25126/jtiik
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya (UB), Malang sejak tahun 2014. JTIIK memuat artikel hasil-hasil penelitian di bidang Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. JTIIK berkomitmen untuk menjadi jurnal nasional terbaik dengan mempublikasikan artikel berbahasa Indonesia yang berkualitas dan menjadi rujukan utama para peneliti. JTIIK di akreditasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 36/E/KPT/2019 yang berlaku sampai dengan Volume 11 Nomor 2 Tahun 2024.
Articles 1,288 Documents
Review Studi Literatur untuk Metode Pendeteksian God Class Prasetyo Putri, Divi Galih; Khairy, Muhammad Shulhan; Rochimah, Siti
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 4: Desember 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.278 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201634111

Abstract

AbstrakCode Smell mengacu pada konsep mengenai pola atau aspek desain pada sistem perangkat lunak yang dapat menimbulkan masalah dalam proses pengembangan, penggunaan, atau perawatan sebagai dampak dari implementasi yang buruk dari desain perangkat lunak. Code Smell dapat menurunkan aspek understandability dan maintainability program. Program yang mengandung God Class juga cenderung lebih sulit untuk dirawat dibandingkan dengan program yang sama namun tidak mengandung God Class. God Class atau dapat juga disebut Blob merupakan sebuah kelas yang terlalu banyak berisi fungsionalitas didalamnya. Kelas-kelas seperti ini mengolah dan mengakses banyak informasi sehingga sulit dipahami. Pada penelitian ini akan dibahas metode-metode untuk mendeteksi adanya God Class. Selain itu juga dibandingkan kelebihan serta kekurangan metode-metode yang telah dianalisa. Dari pencarian literatur yang dilakukan, didapatkan 3 buah metode, metode pertama menggunakan cara deteksi dalam bentuk rule card, metode kedua menggunakan rule card dan catatan histori perubahan pada sebuah perangkat lunak, dan metode ketiga adalah pendeteksian berdasarkan contoh kelas yang dideteksi manual sebagai kecacatan perangkat lunak. Dari ketiga metode tersebut, metode ketiga dinilai sebagai yang terbaik berdasarkan nilai presisi dan recall-nya.Kata kunci: Blob, God Class AbstractCode smell referring to the concept about a pattern or design aspects on a software system that can make a problem in the process of development, using, or maintenance as the impact of bad implementation of software design. Code smell can lower software understandability and maintainability. A software that containing god class will be more difficult to maintain compared with a same software but doesn’t have a god class. God class, also called blob is a class that has too many functionality. A god class process and access a lot of information. On this research will be discussed methods to detect a god class. We also compared the advantage and disadvantage about analysed method. From the literature we search, there are 3 methods, first method using detection with a rule card, the second method using rule card and history changes of a software, and the third method is detection by examples classes that detected manually as a software defect. And our research result is the third method is the best method based on its precision and recall.Keywords: Blob, God Class
Optimasi Rendering Game 2D Asteroids Menggunakan Pemrograman CUDA Irawan, Fathony Teguh; Ma’rufi, Muhammad Rizal; Cholissodin, Imam
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 4: Desember 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.341 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201744488

Abstract

AbstrakSumber untuk mendapatkan hiburan sangatlah banyak, salah satunya melalui media video game. Minatnya masyarakat terhadap video game dibuktikan dengan besarnya angka pengguna video game. Oleh karena itu, performa video game sangatlah diperhitungkan agar dapat memperluas pasar. Salah satu cara untuk meningkatkan performa dari video game adalah dengan memanfaatkan GPU. Cara untuk membuktikan bahwa performa GPU lebih baik daripada CPU dalam pemrosesan secara parallel adalah dengan cara membandingkan hasil dari proses CPU dibandingkan dengan hasil proses GPU. Paper ini memaparkan perbedaan performa sebuah video game yang diimplementasikan menggunakan CPU yang dibandingkan dengan implementasi GPU.Kata kunci: games, video game, game development, CPU, GPU, CUDA, optimasi, analisisAbstractThere are many sources for having fun, one of them is through video game. Public interest on video game is proven by the large number of video game user. Therefore, the performance of video game is considered to expand the market. One of many ways to improve performance is using GPU processing. The way to prove that GPU processing is faster than CPU processing on parallel process is by comparing the result of GPU processing and CPU processing. This paper describes the differences in performance of video game that is implemented using GPU approach and CPU approach.Keywords: games, video game, game development, CPU, GPU, CUDA, optimization, analysis
Model Metric untuk Mengukur Fleksibilitas Model Proses Bisnis Pamungkas, Endang Wahyu; Sinaga, Fernandes; Rochimah, Siti
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 1 No 2: Oktober 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.471 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201412113

Abstract

Abstrak Organisasi bisnis dunia saat ini banyak memanfaatkan sistem informasi digital untuk memberikan pemahaman mengenai manajemen proses bisnis yang mereka jalani. Pemanfaatan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan contoh teknologi dalam manajemen proses bisnis. Melalui sistem ini perusahaan dapat membangun dan mengembangkan proses bisnis. Selain itu, perusahaan juga dapat menyesuaikan proses bisnis secara cepat terhadap perubahan yang terjadi seiring bertambahnya kebutuhan dan informasi, berubahnya kondisi pasar, atau perubahan kebijakan. Sehubungan dengan perubahan proses bisnis yang sering terjadi, maka aspek fleksibilitas terhadap model proses yang dibangun harus ditingkatkan. Dalam mendukung peningkatan fleksibilitas tersebut tentunya dibutuhkan sebuah model untuk mengukur tingkat flesibelitas model proses bisnis. Model tersebut yang kemudian dapat digunakan oleh analis untuk melakukan perbandingan sehingga dapat diperoleh model proses bisnis yang paling fleksibel dan cocok dengan perusahaan. Hal ini dapat dianalisa dengan melibatkan aspek-aspek fleksibel yang telah diteliti pada penelitian-penelitian sebelumnya. Dalam paper ini akan dilakukan penelitian mengenai aspek fleksibitas dalam model proses bisnis untuk menghasilkan model metric yang dapat melakukan kuantifikasi tingkat fleksibilitas pada model proses bisnis. Model metric yang dihasilkan pada penelitian ini mampu melakukan perhitungan fleksibelitas pada model proses bisnis secara kuantitatif. Kata kunci: ERP, fleksibilitas, metadata, model metric, model proses bisnis, variasi Abstract Recently, business organizations in the world are making use of digital information systems to provide an understanding of the business process management in which they live. Utilization of Enterprise Resource Planning (ERP) system is an example of technology in business process management. Through this system, some companies can build and develop business process and can quickly adjust it to changes that occur with increasing needs and information, changing market conditions, or changes in policy towards the business process. According to changes in business process that frequently occur, then the flexibility aspect of the process models are built to be upgraded. This is because the process model can early describe the business process that run. So that the process model must have a high value of flexibility to deal with changes that happen. It can be analyzed with the involvement of the flexible aspects that have been investigated in previous studies. In this paper, we will do research on the flexibility of business process model to produce a model of metrics that can quantify the level of flexibility in business process models.Metric models in this study were able to perform calculations on the flexibility of business process models quantitatively. Keywords: business process model, ERP, flexibility, metadata, model metric, variation
Cara Cepat Untuk Mendeteksi Keberadaan Wajah Pada Citra Yang Mempunyai Background Kompleks Menggunakan Model Warna YCbCr dan HSV Hidayat, Nurul; Rahman, Muh. Arif
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2 No 2: Oktober 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.758 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201522147

Abstract

AbstrakPendeteksi wajah dari sebuah citra baik berupa gambar diam maupun bergerak merupakan topik penting dan menarik saat ini. Proses deteksi keberadaan wajah ini menjadi dasar dari proses pengenalan wajah yang mempunyai banyak implementasi baik pada bidang keamanan maupun sosial media. Tujuan dari proses deteksi wajah adalah untuk mengetahui apakah ada wajah dari suatu citra, kemudian menemukan letak keberadaan wajah. Pendeteksian wajah adalah tahapan penting dari aplikasi yang memanfaatkan keberadaan wajah pada suatu citra. Implementasinya cukup banyak terutama di bidang biometri keamanan dan sosial media. Riset ini mengusulkan deteksi wajah menggunakan 3 tahapan umum yaitu segmentasi warna kulit manusia, binarisasi dan penentuan region garis serta deteksi wajah menggunakan ruang warna YCbCr dan HSV. Dalam penelitian ini dilakukan deteksi wajah pada 10 citra yang memiliki background yang kompleks. Pendeksian lokasi wajah didasarkan pada temuan hole mata yang simetris. Wajah yang terlalu kecil membuat keberadaan mata hanya terdeteksi sebelah sehingga mengakibatkan wajah tidak terdeteksi. Hasil evaluasi didapatkan tingkat akurasi rata-rata deteksi wajah mencapai 83,4% dengan kecepatan rata-rata 6530 piksel/detik.Kata kunci: Deteksi Wajah, Biometri, Segmentasi, YCbCr, HSV, Region GarisAbstractFace detection of an image either still or moving image is an important and interesting topic today. Face detection process where it became the basis of face recognition process that has many implementations, both in the field of security and social media. The aim of the face detection process is to determine whether there is a face from an image, and then locate the whereabouts of the face. Face detection of an image, either a statis or moving image  Face detection is an important phase in application system to utilize face location in an image. It is so many implementations such asspecially for security and sociality biometrics field. Here, it suggest to detect the face location with 3 steps, skin human color segmentation step, binnerization step, and locate line region then detection step of face location by YCbCr and HSV color region. Here, ten images which have a complex background are implemented. To detect face location based on finding symetris of eyes hole. The faces which are too small made the eyes locations are only detected a half, so the face can’t detect. The evaluation result obtained average of accuration of face detection 83,4% with average time to detect 6530 pixel/second.Keywords: Face detection, Biometry, Segmentation, YCbCr, HSV, Line Region
Perancangan Aplikasi Learning By Doing Interaktif Untuk Mendukung Pembelajaran Bahasa Pemrograman Sophan, Mochammad Kautsar; Kurniawati, Arik
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 5 No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.368 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201852608

Abstract

AbstrakPembelajaran bahasa pemrograman adalah salah satu mata kuliah dasar untuk mengembangkan kompetensi keahlian pemrograman di bidang teknik Informatika, salah satunya adalah mata kuliah Algoritma dan Pemrograman. Sesuai dengan analisis instruksional, mata kuliah ini memberikan kompetensi tentang konsep dasar Algoritma Pemrograman yang akan menjadi dasar bagi pengembangan dan penerapan mata kuliah-mata kuliah selanjutnya. Banyak mahasiswa kurang memahami dasar-dasar pemrograman, sehingga menemui kesulitan ketika mengerjakan tugas-tugas mata kuliah yang membutuhkan keahlian pemrograman.Melalui inovasi pembelajaran ini, dikembangkan sebuah media pembelajaran baru dan interaktif bagi mahasiswa dengan mengintegrasikan berbagai faktor yang mempengaruhi permasalahan yang telah disebutkan sebelumnya. Aplikasi learning by doing interaktif untuk mendukung pembelajaran bahasa pemrograman ini dibangun menggunakan pendekatan Web Framework menggunakan Codeigniter. Aplikasi ini juga memanfaatkan fitur share kode pemrograman yang dikembangkan oleh Trinket. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebermanfaatan aplikasi ini mampu membuat ketertarikan tehadap belajar pemrograman sebesar 79%. Ketertarikan yang tinggi ini membuat mahasiswa sering mencoba kode-kode program secara mandiri sehingga jumlah mahasiswa yang lulus dengan kemampuan baik selisihnya 14% dibandingkan dengan pembelajaran biasa.Kata kunci: bahasa pemrograman, pembelajaran, learning by doing, trinket AbstractLearning programming language is one of the basic courses to develop the competence of programming skills in Informatics engineering, one of which is the course of Algorithm and Programming.Based on instructional analysis, this lectures provides competence on the basic concepts of Programming Algorithm which will be the basis for the development and application of further lectures. Many students do not understand the basics of programming, so they have difficulty when get assignment that require programming skills.This learning innovation, developed an interactive new learning media that can minimize several factors that affect student learning problems.Application "learning by doing Interactive" to support Learning Programming Language was built using a Web Framework approach using Codeigniter.This application also utilizes the programming code share feature developed by Trinket.The results showed that the usefulness of this application is able to make an interest in learning programming by 79%.This high attractiveness makes students often try the program codes independently and result the ability of the number of students who graduated with a good is 14% compared with ordinary learning.Keywords: programming language, learning, trinket 
Perbandingan Metode ANN-PSO Dan ANN-GA Dalam Pemodelan Komposisi Pakan Kambing Peranakan Etawa (PE) Untuk Optimasi Kandungan Gizi Caesar, Canny Amerilyse; Hanum, Latifah; Cholissodin, Imam
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 3: September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.255 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201633200

Abstract

AbstrakSusu merupakan salah satu sumber protein hewani yang mengandung semua zat yang dibutuhkan tubuh. Ternak penghasil susu utama di Indonesia yaitu sapi perah, namun produksi susunya belum dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. Alternatifnya adalah kambing peranakan etawa (PE). Tingginya kualitas kandungan gizi susu sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya, yaitu faktor pakan. Bagian peternakan kambing PE di UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Singosari-Malang masih menghadapi permasalahan, yaitu rendahnya kemampuan dalam memberikan komposisi pakan terhadap kambing PE. Kekurangan tersebut berpengaruh terhadap kualitas susu yang dihasilkan. Diperlukan pengetahuan rekayasa kandungan gizi susu untuk menentukan komposisi pakan dalam menghasilkan susu premium dengan kandungan gizi optimal. Penulis membandingkan dua metode yang sudah diteliti yaitu Artificial neural network  (ANN) dan Particle Swarm Optimization (PSO)  serta metode Artificial Neural Network (ANN) dan Genetic Algorithm (GA) dalam membuat pemodelan pakan kambing dalam mengoptimasi kandungan gizi susu kambing. Dalam analisa pengujian menggunakan metode ANN-PSO yang dilakukan dengan kasus untuk berat badan kambing 36 kg, serta jenis pakan yang digunakan yaitu rumput Odot 70% dan rumput Raja 30%, rata-rata kandungan protein naik 0.707%, sedangkan rata-rata kandungan Lemak turun 0.879%. Dengan menggunakan metode ANN-GA, rata-rata kandungan Protein naik sebesar 0.0852%, sedangkan rata-rata kandungan Lemak turun sebesar 2.3254%. Kata Kunci: Susu Kambing, Optimasi, Artificial Neural Network (ANN), Particle Swarm Optimization (PSO),  Genetic Algorithm (GA), Kandungan nutrisi pakan.  AbstractMilk is one of the animal protein sources which it contains all of the substances needed by human body. The main milk producer cattle in Indonesia is dairy cow, however its milk production has not fulfilled the society needs. The alternative is the goat, the Etawa crossbreed (PE). The high quality of milk nutrients content is greatly influenced by some factors one of them, is the food factor. The PE goat livestock division of the UPT Cattle Breeding and the Cattle Food Greenery in Singosari-Malang still faces the problem, it is the low ability in giving the food composition for PE goat. This flaw affects the quality of the produced milk. It needs the artificial science of the milk nutrients contain in order to determine the food composition to produce premium milk with the optimum nutrients contain. The writer uses the method of the Artificial Neural Network (ANN) and the Particle Swarm Optimization (PSO) to make the modeling of goat food in optimizing the content of goat milk nutrients. In the analysis of the examination that is done with the case of 36 kg goat weight, also the food type used is the 70 % Odot grass and 30% Raja grass can increase the nutrients contain of the protein milk for 0.707% and decrease the fat nutrients contain for 0.879%. If uses the method of Artificial Neural Network (ANN) and Genethic Algorithm (GA) can increase the nutriens contain of the protein for 0.0852% and decrease the fat nutients contain for 2.3254%. Key Words : Goat Milk, Optimization, Artificial Neural Network (ANN), Particle Swarm Optimization (PSO), Genetic Algorithm (GA), the food nutrients contain.
Kombinasi Logika Fuzzy dan Jaringan Syaraf Tiruan untuk Prakiraan Curah Hujan Timeseries di Area Puspo – Jawa Timur Utomo, M. Chandra Cahyo; Mahmudy, Wayan Firdaus; Anam, Syaiful
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 3: September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.703 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201743299

Abstract

AbstrakPrakiraan curah hujan merupakan salah satu tanggung jawab penting yang dilakukan oleh layanan meteorologi di seluruh dunia. Permasalahan utama dalam hal analisis dan prakiraan adalah tingkat kesalahan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini dapat terjadi karena kondisi ketidakpastian juga meningkat  seiring dengan perubahan musim dan iklim. Penelitian ini mencoba mengombinasikan dua metode yaitu Logika Fuzzy untuk menghadapi kondisi-kondisi yang tidak pasti dan Jaringan Syaraf Tiruan multi-layer untuk menghadapi kondisi dengan ketidakpastian yang terus meningkat. Penelitian ini juga menggunakan algoritma Particle Swarm Optimization untuk menentukan kebutuhan secara otomatis. Kebutuhan yang perlu ditentukan secara otomatis adalah bobot-bobot awal dalam Jaringan Syaraf Tiruan multi-layer sebelum akhirnya melakukan proses pelatihan algoritma. Penelitian ini menggunakan studi kasus di empat area Jawa Timur yaitu Puspo, Tutur, Tosari, dan Sumber untuk memprakirakan curah hujan di area Puspo. Data yang digunakan merupakan curah hujan timeseries yang dicatat selama 10 tahun oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi dari Logika Fuzzy dengan Jaringan Syaraf Tiruan multi-layer mampu memberikan tingkat RMSE sebesar 2.399 dibandingkan dengan hanya menggunakan regresi linear dengan tingkat RMSE sebesar 7.211.Kata kunci: fuzzy, hujan, hybrid, jaringan syaraf, optimasi, timeseriesAbstractRainfall forecasting is one of the important responsibilities that carried out by meteorological services in the worldwide. The main problem in terms of analysis and forecasting is the error rate is almost increasing from time to time. This caused by the uncertainty conditions are also increasing with the change of seasons and climate. This study tried to combine two methods of Fuzzy Logic for the problem solved of uncertain conditions and multi-layer Artificial Neural Network for the problem solved of the uncertainty that continues to increase. Particle Swarm Optimization algorithm also is used to determine the requirement automatically. The requirement that needs to be determined automatically is initial weights in multi-layer Artificial Neural Networks before the process of algorithm training. This study uses a case study in four areas of East Java that are Puspo, Tutur, Tosari, and Sumber. The data are a time series of rainfall rate that recorded in the 10 years by Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). The results of this study indicate that the combination of Fuzzy Logic with Multi-Layer Neural Networks is capable of providing an RMSE level of 2,399 compared to only using linear regression with an RMSE level of 7,211.Keywords: fuzzy, hybrid, neural networks, optimization, rainfall, time series
Audit Dan Investigasi Sistem Keamanan Jaringan Komputer Di Lingkungan Kampus Sakti P., Eko; Kusyanti, Ari; Setyawan, R. Arief
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 1 No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.544 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.20141199

Abstract

AbstrakPemanfaatan internet untuk bidang pendidikan telah banyak membantu civitas akademika di lingkungan kampus dalam proses belajar mengajar. Selain memberikan dampak positif, penggunaan internet juga tak lepas dari efek negatif, antara lain issue keamanan jaringan komputer lingkungan kampus. Untuk kepentingan tersebut, penelitian ini ditujukan untuk melakukan audit dan investigasi jaringan kompuer kampus untuk menemukan celah kemanan dan memetakan serangan-serangan yang ada. Untuk proses audit, Indeks KAMI (SNI ISO 27000) digunakan sebagai standar keamanan komputer di Indonesia. Sedangkan untuk proses investigasi menggunakan SNORT yang merupakan pendeteksi serangan pada jaringan komputer. Dari hasil investigasi dengan SNORT didapatkan 80 jenis serangan dengan 315838 kali percobaan serangan selama 30 hari. Jenis serangan paling banyak mengarah ke WEB-PHP Wordpress dengan 99665 kali percobaan. Dari hasil evaluasi Indeks KAMI, tingkat kematangan pengamanan informasi lingkungan kampus adalah pada Tingkat I+, yang artinya bahwa kampus telah secara aktif menerapkan kerangka kerja dasar.Kata kunci: SNORT, Indeks KAMI, network attack.AbstractUtilization of the Internet for education has helped many academic community on campus in the learning process . In addition to providing a positive impact , the use of the internet is also not free from the negative effects, among other issues the campus computer network security . For this purpose , this study aimed to conduct audits and investigations kompuer campus network to find security holes and map the existing attacks . For the audit process , WE Index ( ISO 27000 ) was used as a standard computer security in Indonesia . As for the investigation process that is using Snort detection of computer network attacks . From the investigation results obtained with Snort 80 type attack with 315 838 times during a 30-day trial attacks . Most types of attacks leading to the WEB - PHP WordPress with 99 665 trials . WE index of evaluation results , the level of maturity of the campus information security is at Level I + , which means that the college has been actively implementing the basic framework.Keywords: SNORT, KAMI Indeks, Network Attack.
Pencarian Produk yang Mirip Melalui Automatic Online Annotation dari Web dan Berbasiskan Konten dengan Color Histogram Bin dan Surf Descriptor Adikara, Putra Pandu; Adinugroho, Sigit; Sari, Yuita Arum
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 5 No 1: Februari 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.144 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201851630

Abstract

Banyaknya situs e-commerce memberikan kemudahan bagi pengguna yang ingin mencari dan membeli suatu produk, misalnya membeli makanan, obat, alat elektronik, kebutuhan sehari-hari, dan lain-lain. Pencarian suatu produk terhadap beberapa situs e-commerce akan menjadi sulit karena banyaknya pilihan situs, banyaknya penjual (merchant/seller) yang menjual barang yang sama, dan waktu yang lama karena harus berpindah-pindah situs hingga menemukan produk yang diinginkan. Selain itu dengan adanya teknologi smartphone berkamera, augmented reality, query pencarian bisa jadi hanya berupa citra, namun pencarian produk dengan menggunakan citra pada umumnya tidak diakomodasi di situs e-commerce. Dalam penelitian ini dikembangkan sistem meta search-engine yang menggunakan query berupa citra dan berbasiskan konten untuk menggabungkan hasil pencarian dari beberapa situs e-commerce. Citra query yang tidak diketahui namanya dibangkitkan tag atau kata kuncinya melalui Google reverse image search engine. Kata kunci ini kemudian diberikan ke masing-masing situs e-commerce untuk dilakukan pencarian. Fitur yang digunakan dalam pencocokan query dengan produk adalah fitur tekstual, color histogram bin, dan keberadaan citra objek yang dicari menggunakan SURF descriptor. Fitur-fitur ini digunakan untuk menentukan relevansi terhadap hasil penelusuran. Sistem ini dapat memberikan hasil yang baik dengan precision@20 dan recall hingga 1 dengan rata-rata precision@20 dan recall masing-masing sebesar 0,564 dan 0,608, namun juga bisa gagal dengan precision@20 dan recall sebesar 0. Hasil yang kurang baik ini dikarenakan tag yang dibangkitkan terlalu umum dan situs e-commerce-pun memberikan hasil yang umum juga
Rancang Bangun Sistem Informasi Dokumentasi Kegiatan Science Techno Park Berbasis Web Pada Pusat Inovasi LIPI ., Karno; Setyaningsih, Tri Budi; Priswantoro, Andis
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 3: September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.108 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201633192

Abstract

AbstrakPusat Inovasi adalah satuan kerja di Lembaga Ilmu Pengetahuan  yang mempunyai tugas untuk mengelola kegiatan Science Techno Park. Pengelolaan Science Techno Park di Pusat Inovasi pada umumnya memberikan penekanan pada pemberian layanan alih teknologi dari lembaga litbang maupun universitas kepada industri maupun perusahaan start up. Karena pentingnya proses layanan Science Techno Park tersebut diperlukannya sebuah sistem informasi dokumentasi dari kegiatan tersebut.  Karena selama ini proses dokumentasi mengalami beberapa kesulitan yaitu sulitnya mendapatkan laporan, foto dan informasi lain dari kegiatan karena peneliti yang tersebar di masing-masing satuan kerja maupun lembaga litbang. Dengan adanya hambatan tersebut maka pengelola Science Techno Park mengalami kendala untuk mendapatkan informasi yang berupa laporan, foto maupun detail kegiatan dari peneliti. Oleh karena itu dalam penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membagun sebuah sistem informasi dokumentasi kegiatan Science Techo Park berbasis web agar mempermudah pengelola untuk mendapatkan laporan maupun informasi lain dari kegiatan. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem adalah metode waterfall yang meliputi analisis kebutuhan, desain, koding, pengujian dan pemeliharaan. Sedangkan pada proses pengujian menggunakan metode blackbox dan perbandingan efisiensi waktu antara sistem manual dengan sistem berbasis web. Pada pengujian didapatkan hasil bahwa dengan metode blackbox sistem dapat berjalan sesuai modul yang direncanakan pada use case yaitu dengan melakukan inputan data ke masing-masing modul. Sedangkan pada pengujian efisiensi waktu diperoleh hasil bahwa sistem berbasis web lebih efisien karena memiliki waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan sistem manual.Kata Kunci: science techno park, dokumentasi, sistem informasiAbstractCenter for innovation is the unit at the Indoensian Institute of Sciences which has the task to manage Science Techno Park. Management Science Techno Park in Center fo Innovation focused to provide the service of techbology transfer from research institutions and universisty to industry or start up company. Management process of science techno park is very important, so it needs the information system for documentation. Because during the documentation process encountered some difficulties, The problems in the documentation process of STP is difficult to obtain documents, photos, and the progress of the researcher because researchers scattered in their respective work units or R & D institutions . Given these constraints, the manager of Science Techno Park have problems to get information in the form of reports, photos and details of activities of researchers. Therefore, the purpose of this research is to design and build their information system documentation of Science Techno Park  to facilitate the management to obtain reports and other information of activities. The method used in the development of the system is the waterfall method which includes requirements analysis, design, coding, testing and maintenance. While in the testing process using blackbox and time efficiency comparison between a manual system with a web-based system.On blackbox testing showed that the system will be implemented as planned modules in use case. And on the test result that the time efficiency of web-based system is more efficient because it has a faster time than the manual system.Keywords: science techno park, documentation, information system

Page 14 of 129 | Total Record : 1288


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 6: Desember 2025 Vol 12 No 5: Oktober 2025 Vol 12 No 4: Agustus 2025 Vol 12 No 3: Juni 2025 Vol 12 No 2: April 2025 Vol 12 No 1: Februari 2025 Vol 11 No 6: Desember 2024 Vol 11 No 5: Oktober 2024 Vol 11 No 4: Agustus 2024 Vol 11 No 3: Juni 2024 Vol 11 No 2: April 2024 Vol 11 No 1: Februari 2024 Vol 10 No 6: Desember 2023 Vol 10 No 5: Oktober 2023 Vol 10 No 4: Agustus 2023 Vol 10 No 3: Juni 2023 Vol 10 No 2: April 2023 Vol 10 No 1: Februari 2023 Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022 Vol 9 No 6: Desember 2022 Vol 9 No 5: Oktober 2022 Vol 9 No 4: Agustus 2022 Vol 9 No 3: Juni 2022 Vol 9 No 2: April 2022 Vol 9 No 1: Februari 2022 Vol 8 No 6: Desember 2021 Vol 8 No 5: Oktober 2021 Vol 8 No 4: Agustus 2021 Vol 8 No 3: Juni 2021 Vol 8 No 2: April 2021 Vol 8 No 1: Februari 2021 Vol 7 No 6: Desember 2020 Vol 7 No 5: Oktober 2020 Vol 7 No 4: Agustus 2020 Vol 7 No 3: Juni 2020 Vol 7 No 2: April 2020 Vol 7 No 1: Februari 2020 Vol 6 No 6: Desember 2019 Vol 6 No 5: Oktober 2019 Vol 6 No 4: Agustus 2019 Vol 6 No 3: Juni 2019 Vol 6 No 2: April 2019 Vol 6 No 1: Februari 2019 Vol 5 No 6: Desember 2018 Vol 5 No 5: Oktober 2018 Vol 5 No 4: Agustus 2018 Vol 5 No 3: Juni 2018 Vol 5 No 2: April 2018 Vol 5 No 1: Februari 2018 Vol 4 No 4: Desember 2017 Vol 4 No 3: September 2017 Vol 4 No 2: Juni 2017 Vol 4 No 1: Maret 2017 Vol 3 No 4: Desember 2016 Vol 3 No 3: September 2016 Vol 3 No 2: Juni 2016 Vol 3 No 1: Maret 2016 Vol 2 No 2: Oktober 2015 Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 2 No 1: April 2015 Vol 1, No 2 (2014) Vol 1 No 2: Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol 1 No 1: April 2014 More Issue