cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 1,080 Documents
PENGARUH POLISAKARIDA LARUT AIR (PLA) DAN SERAT PANGAN UMBI-UMBIAN TERHADAP GLUKOSA DARAH: KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS APRIL 2015] Prasetyo Sonny Saputro; Teti Estiasih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadar glukosa darah (KGD) yang mengalir dari darah dipengaruhi oleh tingginya kandungan glukosa yang diserap dan metabolisme glukosa darah yang ada di dalam tubuh. Tingginya kadar glukosa dalam tubuh menimbulkan terjadinya penyakit diabetes mellitus. Diabetes mellitus merupakan penyakit yang ditandai dengan naiknya kadar glukosa darah melebih 200 mg/dl. Pasien penderita diabetes saat ini hanya bergantung pada obat-obatan yang memiliki efek samping untuk tubuh. Dibutuhkan pengobatan alternatif selain obat-obatan yaitu terapi asupan pangan fungsional alami yang memiliki kemampuan untuk menurunkan KGD dalam tubuh. Umbi-umbian seperti umbi gadung, umbi ubi kelapa, umbi kimpul, umbi gembili dan umbi garut merupakan umbi-umbian yang memiliki kandungan senyawa bioaktif yaitu polisakarida larut air dan serat pangan yang memiliki kemampuan menurunkan KGD dalam tubuh. Kata kunci: Diabetes mellitus, Glukosa darah, Polisakarida larut air, Serat pangan, Umbi-umbian
PEMBUATAN MINUMAN PROBIOTIK AIR KELAPA MUDA (Cocos nucifera L.) DENGAN STARTER Lactobacillus casei strain Shirota [IN PRESS APRIL 2015] Ida Ayu Pratiharavia Pranayanti; Aji Sutrisno
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi sukrosa dan lama fermentasi yang berbeda terhadap sifat mikrobiologi, fisik, kimia, dan organoleptik minuman probiotik air kelapa muda. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang tersusun atas 2 faktor yaitu konsentrasi sukrosa (0%, 5%, 10%, 15%) dan lama fermentasi (36 dan 48 jam). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik berdasarkan sifat mikrobiologi, kimia, dan fisik yaitu perlakuan konsentrasi sukrosa 0% dan lama fermentasi 48 jam dengan nilai parameter total BAL 4.00 x 108 CFU/ml; total gula 1.93%; total asam 0.15%; pH 3.83; total padatan terlarut (TPT) 4.30. Sedangkan perlakuan terbaik berdasarkan sifat organoleptik yaitu perlakuan konsentrasi sukrosa 15% dan lama fermentasi 48 jam dengan nilai parameter rasa 4.15 (suka), aroma 2.80 (biasa/netral), warna 3.50 (suka) dan penampakan 3.35 (biasa/netral).   Kata Kunci: Air Kelapa Muda, Konsentrasi Sukrosa, Lama Fermentasi, Minuman Probiotik
EKSTRAKSI ANTOSIANIN BUAH MURBEI (Morus alba L.) METODE ULTRASONIC BATH (KAJIAN WAKTU DAN RASIO BAHAN : PELARUT) [IN PRESS APRIL 2015] Enesty Winnie Winata; Yunianta Yunianta
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dekade terakhir penggunaan zat warna sintetis makanan sangat popular. Melihat efeknya yang berbahaya, masyarakat beralih menggunakan pewarna alami yang aman dikonsumsi. Murbei sumber pewarna alami yang memiliki pigmen antosianin sebesar 1993 mg/100g. Murbei dibudidayakan karena daunnya digunakan untuk makanan ulat sutra sehingga buahnya kurang termanfaatkan. Ekstraksi konvensional untuk mengambil antosianin memerlukan waktu lama, perlu alternatif ekstraksi lain yaitu metode ektraksi ultrasonic bath. Penelitian ini menggunakan RAK dengan 2 faktor yaitu  waktu ekstraksi terdiri dari 3 level (20, 25, 30 menit) dan rasio bahan:pelarut terdiri dari 3 level (1:5, 1:6, 1:7 b/v). Hasil penelitian terbaik diperoleh perlakuan rasio bahan:pelarut 1:7 (b/v) dan lama ekstraksi 30 menit, dengan kadar antosianin 3344.62 ppm, aktivitas antioksidan 219.27 ppm, nilai pH 3.21,  rendemen 45.26%, tingkat kecerahan (L) 17.5, tingkat kemerahan (a) 7, dan tingkat kekuningan (b) 9. Ekstraksi ultrasonic bath menghasilkan nilai yang lebih baik pada semua parameter yang diuji.   Kata Kunci: Antosianin, Buah Murbei, Ekstraksi, Ultrasonic Bath
KARAKTERISTIK KIMIA BAKSO SAPI (KAJIAN PROPORSI TEPUNG TAPIOKA: TEPUNG PORANG DAN PENAMBAHAN NaCl) [IN PRESS JULI 2015] Harni Ayu Sari; Simon Bambang Widjanarko
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakso adalah makanan khas Indonesia, berbahan baku daging sapi, tepung tapioka, garam, STPP dan bumbu. STPP dalam bakso sebagai bahan pengikat, namun penggunaan STPP dibatasi 0.30% dari berat daging. STPP ini dapat digantikan dengan tepung porang (Amorphophallus muelleri Blume) yang mengandung glukomanan. Glukomanan dalam tepung porang dapat bersifat sebagai bahan pengikat dan bahan pengisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi tepung tapioka : tepung porang dan penambahan NaCl untuk menghasilkan bakso sapi dengan karakteristik kimia terbaik. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu proporsi tepung tapioka : tepung porang dan penambahan NaCl dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan proporsi terbaik tepung tapioka 29% : tepung porang 3% dengan penambahan NaCl 6% memiliki karakteristik kadar air 72.20%, kadar abu 2.21%, kadar protein 7.53%, kadar pati 8.97%, kadar lemak 6.84%, kalori 413.61 Kkal/g, kadar serat kasar 1.21%, kadar oksalat 0.99%, dan kadar glukomannan 2.86%.   Kata kunci: Bakso, Glukomanan, NaCl, Tepung Porang, Tepung Tapioka
PENGARUH PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG KACANG HIJAU SERTA SUBTITUSI DENGAN TEPUNG BEKATUL DALAM BISKUIT [IN PRESS JULI 2015] Ida Bagus Yoga Vidya Pradipta; Widya Dwi Rukmi Putri
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bekatul (rice bran) merupakan salah satu sumber daya hasil pertanian Indonesia yang diperoleh dari proses penggilingan gabah padi Keunggulan nilai gizi bekatul adalah sebagai sumber nutrien yang banyak mengandung protein tinggi dan juga tidak menyebabkan alergi. Bekatul juga memiliki kandungan serat yang tinggi dibandingkan jenis tepung lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi tepung terigu dan tepung kacang hijau yang tepat serta pengaruh subtitusi bekatul terhadap sifat fisik, kimia biskuit. Penelitian ini menggunakan Nested Design dengan 2 faktor, faktor I adalah proporsi tepung terigu : tepung kacang hijau dengan 3 level (1:3 ; 1:1 ; 3:1), faktor II adalah subtitusi dengan tepung bekatul dengan 2 level (10% ; 20%). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dengan uji BNT dengan selang kepercayaan 5%. Penentuan perlakuan terbaik digunakan metode Zeleny. Perlakuan terbaik yaitu biskuit dengan proporsi tepung terigu : tepung kacang hijau 3 : 1 serta subtitusi dengan tepung bekatul 10%.   Kata kunci: Biskuit, Tepung Terigu, Tepung Kacang Hijau, Tepung Bekatul
PENGARUH TEH HERBAL BERBASIS DAUN CINCAU HIJAU (Premna oblongifolia Merr.) TERHADAP GLUKOSA DARAH DAN PROFIL LIPID TIKUS HIPERGLIKEMIA [IN PRESS JULI 2015] Prajwalita Rukmakharisma Rizki; Rizca Dwi Jayanti; Tri Dewanti Widyaningsih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang terjadi akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin ataupun keduanya. Penyakit ini ditandai dengan adanya peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) dan abormalitas metabolisme lemak (dislipidemia). Daun cincau hijau dan kulit buah naga merah memiliki senyawa bioaktif yang dapat memperbaiki abnormalitas tersebut sehingga dipilihlah teh herbal sebagai minuman fungsional yang memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa teh herbal berbasis daun cincau hijau mengandung antioksidan sebesar 68.63%, nilai IC50 182 ppm, flavonoid 392.67 µg CEQ/ml, serat kasar 0.15% dan pH 7.63. Hasil perlakuan teh herbal berbasis daun cincau hijau dan kulit buah naga merah memberikan pengaruh nyata (α=0.05) terhadap penurunan kadar glukosa darah dan profil lipid tikus wistar jantan.   Kata Kunci : Antioksidan, Daun cincau, Glukosa darah, Kulit buah naga, Profil lipid
PENGARUH JENIS GULA MERAH DAN PENAMBAHAN BAWANG PUTIH TERHADAP SIFAT BUMBU RUJAK MANIS CEPAT SAJI [IN PRESS JULI 2015] Dyah Ayu Kurniasari; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rujak manis merupakan makanan tradisional khas jawa timur. Rasa rujak manis disetiap penjual memiliki rasa yang berbeda, selain itu kurang praktis dan masa simpan yang singkat. Hal ini perlu dilakukan pembuatan formulasi dan mempersingkat waktu penyajian. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama jenis gula merah yaitu gula kelapa dan gula aren dan faktor kedua penambahan bawang putih 2%, 4% dan 6%. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dilanjut dengan uji lanjut DMRT dan BNT taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan perlakuan terbaik metode Zeleny yaitu pada perlakuan jenis gula kelapa dan penambahan bawang putih 4 %. kadar air sebesar 8.64%, Aw 0.64, kadar lemak sebesar 9.91%, tensile strenght 16.9 N, waktu hancur 64.33 detik, viskositas 11550 cP, kecerahan (L*) 38.83, kemerahan (a*) 16.37, kekuningan (b*) 22.07 dan Total Plate Count 800 cfu/gram, peroksida 1.57 meq/kg, nilai kesukaan rasa 4.90, aroma 4.55, dan warna 4.50.   Kata kunci: Bawang putih, Bumbu rujak manis cepat saji, Gula aren, Gula kelapa
PENGARUH PROPORSI TEPUNG (UBI JALAR TERFERMENTASI : KECAMBAH KACANG TUNGGAK) DAN LAMA PERKECAMBAHAN TERHADAP KUALITAS FISIK DAN KIMIA FLAKE [IN PRESS JULI 2015] Kemala Febrianti; Tri Dewanti Widyaningsih; Sudarma Dita Wijayanti; Nur Ida Panca Nugrahini; Jaya Mahar Maligan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flake merupakan salah satu sereal sarapan siap saji. Salah satu bahan baku yang dapat dibuat menjadi flake adalah ubi jalar. Ubi jalar memiliki kandungan oligosakarida yang relatif tinggi dan kadar protein yang rendah sehingga dilakukan proses fermentasi dan penambahan bahan yang mempunyai kadar protein tinggi, yaitu kecambah kacang tunggak. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan pengaruh proporsi tepung ubi jalar terfermentasi : tepung kecambah kacang tunggak serta lama perkecambahan kacang tunggak terhadap sifat fisik dan kimia flake. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) Faktorial. Perlakuan terbaik berdasarkan karakteristik fisik dan kimia didapatkan pada flake dengan proporsi tepung (ubi jalar terfermentasi : kecambah kacang tunggak) 60:40 serta lama perkecambahan 48 jam dengan kadar air 2.43%, kadar abu 1.94%, kadar lemak 8.17%, kadar protein 6.95%, kadar pati 25.58%, daya patah 0.87 N dan tingkat rehidrasi 44.05%.   Kata Kunci: Flake, Kacang Tunggak, Ubi Jalar
EKSTRAKSI ANTOSIANIN DARI BUAH MURBEI (Morus alba. L) METODE MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION (KAJIAN WAKTU EKSTRAKSI DAN RASIO BAHAN: PELARUT) [IN PRESS JULI 2014] Aliefa Nur Azmi; Yunianta Yunianta
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terbatasnya kualitas dan sumber pewarna alami menyebabkan penggunaan pewarna sintetisberkembang pesat, sehingga diperlukan pencarian alternatif pewarna alami seperti antosianin. Antosianin memiliki efek baik bagi tubuh. Antosianin banyak terdapat di buah salah satunya yakni buah murbei (Morus alba L.). Kadar antosianin pada buah murbei cukup tinggi berkisar antara 147.68 hingga 2725.46 mg/100gr. Ekstraksi pada umumnya menggunakan ekstraksi konvensional yang memakan banyak waktu dan tidak efektif. Oleh karena itu, diperlukan teknik ekstraksi yang cepat dan efisien yaitu MAE (Microwave Assisted Extraction). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor I adalah waktu ekstraksi (40, 60, 80 detik) dan faktor II adalah rasio bahan:pelarut (1:4, 1:5,  1:6 b/v). Perlakuan terbaik diperoleh dari perlakuan waktu ekstraksi selama 80 detik dan rasio bahan:pelarut 1:6 (b/v) dengan kadar antosianin 2434.74 ppm, aktivitas antioksidan IC50227.80 ppm, pH 3.32, rendemen 32.78%, tingkat kecerahan (L) 18, tingkat kemerahan (a*) 8.70, dan tingkat kekuningan (b*) 15.20.  Perbandingan ekstraksi konvensional dengan pelarut menunjukkan ekstraksi dengan MAE menghasilkan nilai yang lebih baik pada semua parameter yang diuji.   Kata Kunci: Antosianin, Buah Murbei, MAE
MIE DARI UMBI GARUT (Maranta arundinacea L.): KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS JULI 2015] Agung Kurniawan; Teti Estiasih; Nur Ida Panca Nugrahini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Garut (Maranta arundinaceae L.) adalah salah satu umbi yang berpotensi menjadi substituen terigu dalam pembuatan mie, apabila dibuat tepung terlebih dahulu. Tingkat produksi mie makin meningkat tiap tahunnya, melalui penggunaan tepung garut sebagai substituen secara parsial diharapkan dapat tercapai akan ketergantungan terigu. Dalam proses pengolahan mie membutuhkan adanya gluten. Gluten berperan penting dalam pembentukan struktur dan elastisitas dari mie. Gluten memiliki sifat elastis dan plastis, dua sifat tersebut sangatlah penting untuk menghasilkan produk mie yang dapat dicetak, kenyal, dan tidak mudah putus. Kegunaan penambahan rasio gluten agar karakteristik mie yang optimal, yaitu sifat elastis dan kenyal. Kata kunci: Garut, Gluten, Mie

Page 51 of 108 | Total Record : 1080


Filter by Year

2013 2026