cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 1,080 Documents
POTENSI DAUN LIDAH MERTUA (Sansevieria trifasciata) SEBAGAI BIOSORBEN LOGAM TIMBAL Tiara Rahmania Yunisa; Natalia Sari Susanto; Teti Estiasih; Nur Ida Panca Nugrahini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya pembangunan industri dan penggunaan berbagai kendaraan bermotor dapat berdampak negatif karena besarnya resiko terpapar logam berat, seperti timbal (Pb) yang bersifat toksik dalam dosis atau konsentrasi tertentu. Salah satu solusi untuk mereduksi kandungan timbal adalah dengan biosorpsi menggunakan ekstrak daun lidah mertua (Sansevieria) yang mengandung berbagai senyawa bioaktif sebagai adsorben. Terdapat berbagai metode ekstraksi untuk mengekstraksi bahan aktif dari lidah mertua, diantaranya yaitu dengan metode Microwave Assisted Extraction (MAE) dan maserasi.Kata kunci: Biosorpsi, Ekstraksi, Lidah Mertua, Timbal
UJI TOKSISITAS SUBKRONIS SERBUK, EKSTRAK AIR, DAN EKSTRAK PEKAT SUPLEMEN KALSIUM DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) PADA FUNGSI HEPAR DAN GINJAL TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) May Ayu Wulandari; Lisa Imroatus Solikhah; Siti Narsito Wulan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun kelor memiliki banyak potensi seperti tinggi antioksidan, tinggi kandungan vitamin C, β-karoten, mineral terutama zat besi dan kalsium, tetapi keamanan dalam konsumsi daun kelor juga perlu diperhatikan. Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung oksalat sebesar 218 mg/100 gr bahan.Asam oksalat dan kristal kalsium oksalat yang ikut terkonsumsi menyebabkan aberasi mekanik saluran pencernaan dan tubulus yang halus di dalam ginjal, Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui spektrum ketoksikan oksalat pada sediaan suplemen serbuk, filtrat cair, ekstrak pekat dosis 1 dan ekstrak pekat dosis 2 daun kelor terhadap kadar enzim alkaline phosphatase (ALP) dalam serum, histopatologi hepar dan histopatologi ginjal. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan suplemen daun kelor yang berbeda dan 1 kelompok kontrol tanpa suplemen. Diperoleh hasil bahwa perlakuan perbedaan bentuk sediaan suplemen daun kelor tidak berpengaruh nyata terhadap kadar alkali fosfatase serum darah tikus wistar. Kadar alkali fosfatase dari semua kelompok berada pada kisaran normal. Histologi hepar menunjukkan kerusakan yang bersifat reversibel. Histologi ginjal menunjukkan jaringan sel normal pada semua kelompok. Kata Kunci: Daun Kelor, Ginjal, Hepar, Toksisitas Subkronis
OPTIMASI FORMULASI DAN KARAKTERISASI FISIKOKIMIA DALAM PEMBUATAN DAGING RESTRUKTURISASI MENGGUNAKAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (KONSENTRASI JAMUR TIRAM SERTA GEL PORANG DAN KARAGENAN) Wiwit Mariana; Simon Bambang Widjanarko; Endrika Widyastuti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum konsentrasi jamur tiram sebagai bahan substitusi daging serta konsentrasi gel porang dan karagenan sebagai bahan pengikat pada produk daging restrukturisasi terhadap kadar protein dan nilai hardness produk akhir yang dihasilkan. Hasil optimasi menggunakan rancangan Central Composite Design (CCD) dengan metode Response Surface Methodology (RSM) menunjukkan bahwa model linear dipilih untuk respon kadar protein dengan persamaan matematika Y = -13,71 + 2,11X1 + 0,032X2 – 0,027X1X2 – 0,041X12 -0,041X22, sedangkan untuk respon nilai hardness ditunjukkan dengan model quadratic dengan persamaan matematika Y = -1875.12 + 188,29 X1 + 59,61 X2 – 1,38X1X2 – 4,73X12 – 167X22. Kondisi optimum yang disarankan oleh program adalah penambahan jamur tiram 20% serta gel tepung porang dan karagenan 10,04%. Produk dengan kondisi optimum kemudian diverifikasi dengan produk komersial dan didapatkan hasil berdasarkan Uji T (T test) terhadap nilai water holding capacity memiliki perbedaan yang signifikan terhadap produk komersial sedangkan kadar protein dan nilai hardness tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap produk komersial. Kata Kunci: Gel, Jamur, Optimasi, Restrukturisasi, RSM
PENGARUH EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP KUALITAS SOSIS AYAM: TINJAUAN PUSTAKA Anindyah Febriani Santoso; Kiki Fibrianto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosis merupakan daging atau campuran beberapa daging yang dihaluskan dan dicampur dengan bumbu-bumbu dan bahan tambahan lain. Warna merah daging pada sosis dapat dipertahankan dengan menambahkan bahan tambahan pangan yaitu nitrit. Nitrit dapat menjadi racun pada dosis tertentu sehingga Food and Drug Administration (FDA) membatasi penggunaan nitrit. Ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dapat digunakan sebagai pewarna alami untuk menggantikan nitrit dalam mempertahankan warna sosis karena mengandung betasianin. Kata Kunci: Kulit Buah Naga, Sosis
PENGARUH LAMA PEMANASAN DAN KONSENTRASI MAIZENA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMA, DAN ORGANOLEPTIK LEMPOK JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) Rudi Gunawan; Wahono Hadi Susanto; Novita Wijayanti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.01.1

Abstract

   Jambu biji merah memiliki produktivitas cukup tinggi dan dapat tersedia sepanjang tahun. Produksi jambu biji di Indonesia pada tahun 2014 mencapai 187.406 ton. Namun, jambu biji memiliki umur simpan yang pendek sehingga perlu dilakukan pengolahan. Lempok merupakan makanan semi basah yang memiliki tekstur yang liat. Lama pemanasan dan konsentrasi maizena dapat berpengaruh terhadap kualitas lempok yang dihasilkan. Metode yang digunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor. Faktor I adalah lama pemanasan yang terdiri dari 3 level (1 jam; 1,5 jam; dan 2 jam). Faktor II adalah konsentrasi maizena yang terdiri atas 3 level (5%; 7.50%; dan 10%). Tingkat lama pemanasan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, asam askorbat, total gula, serat kasar, tekstur, kecerahan, kekuningan, kemerahan, dan organoleptik. Perlakuan tingkat konsentrasi maizena berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, tekstur, kemerahan, kekuningan, dan organoleptik, sedangkan parameter total gula dan kecerahan berpengaruh nyata. Lempok jambu biji merah terbaik adalah lempok dengan perlakuan lama pemanasan 2 jam dan konsentrasi maizena 7.50%. Kata kunci: Jambu Biji Merah, Lama Pemanasan, Lempok, Maizena
PERBEDAAN UKURAN PARTIKEL DAN TEKNIK PENYEDUHAN KOPI TERHADAP PERSEPSI MULTISENSORIS: TINJAUAN PUSTAKA Kiki Fibrianto; Maria Putri Agung Daya Ramanda
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.01.2

Abstract

Kopi adalah minuman hasil pengolahan dan ekstraksi biji kopi yang sangat populer. Pada dasarnya proses pengolahan biji kopi terdiri dari tiga tahap yaitu proses penyangraian, penggilingan dan penyeduhan. Proses penyangraian berperan dalam pembentukan aroma dan flavor, proses penggilingan memperkecil ukuran biji kopi, proses penyeduhan merupakan tahap terjadinya ekstraksi senyawa aroma dan flavor. Ukuran partikel bubuk kopi yang paling banyak digunakan adalah ukuran kasar, sedang, dan halus. Sedangkan teknik penyeduhan yang paling umum adalah teknik siphon, french press, tubruk, dan teknik drip. Ketiga proses tersebut sangat berpengaruh terhadap persepsi manusia dalam mengonsumsi kopi. Kata Kunci: Kopi, Ukuran Partikel, Persepsi Multisensori, Teknik Penyeduhan
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAN METODE PEMASAKAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA LABU KUNING (Cucurbita moschata) Nanda Puspita Sari; Widya Dwi Rukmi Putri
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.01.3

Abstract

Ukuran labu kuning (Cucurbita moschata) yang besar menjadi kendala dalam pemanfaatan skala rumah tangga karena tidak bisa diolah sekaligus. Proses pemasakan yang tidak tepat dapat mengubah karakteristik labu kuning tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan karakteristik fisik dan kimia labu kuning potong pada metode pemasakan yang berbeda setelah dilakukan penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor yaitu lama penyimpanan yang terdiri 3 level (0 hari, 10 hari, 20 hari). dan metode pemasakan yang terdiri 2 level (pengukusan dan perebusan). Hasil penelitian akan dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan uji BNT dan DMRT 5%. Perlakuan terbaik secara kimia dan fisik dengan metode Zeleny pada perlakuan penyimpanan labu kuning 0 hari dan metode pemasakan pengukusan dengan kadar air (87.51%), total gula (5.83%), kadar abu (0.63%), serat kasar (7.18%), total karotenoid (30.0 μg/g), total fenol (24.27 mg/g GAE), tekstur (10.69 N), kecerahan (59.54), kemerahan (5.07), dan kekuningan (27.74). Kata kunci: Labu kuning, Lama Penyimpanan, Metode Pemasakan
KARAKTERISTIK FISIK TEPUNG KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis L.) DENGAN PERENDAMAN pH YANG BERBEDA Arba'ani Ies Wahyaningtyas; Yoga Pratama; Bhakti Etza Setiani
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.01.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen dan karakteristik fisik yang meliputi nilai kecerahan, aktivitas air (aw) dan densitas kamba fraksi tepung kacang koro pedang dengan perlakuan perendaman pH yang berbeda. Materi yang digunakan adalah biji kacang koro pedang yang diperoleh dari UKM Damar Sindoro Sumbing, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Biji kacang koro pedang direndam pada pH 4, 5, 6 dan 7 (kontrol) selama 24 jam. Biji yang telah direndam kemudian dikupas, dibuat bubur koro, dipisahkan fraksi-fraksinya dan dioven dengan suhu 45 ˚C selama 24 jam lalu ditepungkan dan dianalisa hasil rendemen, nilai kecerahan, aktivitas air (aw) dan densitas kamba. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dilakukan sebanyak 5 kali pengulangan. Data hasil analisa yang diperoleh, ditabulasi dengan ANOVA pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengkondisian pH berpengaruh terhadap kecerahan, nilai aw dan densitas kamba beberapa fraksi tepung kacang koro pedang, tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap nilai rendemen. Secara keseluruhan perlakuan perendaman pH biji kacang koro pedang tidak menunjukkan pengaruh yang nyata (signifikan) terhadap fraksi-fraksi tepung secara jumlah tetapi diduga dapat meningkatkan karakter molekul di dalamnya. Perlakuan terbaik dari hasil penelitian adalah dengan perendaman pH 7 karena memiliki nilai rendemen tinggi, meskipun kecerahan dan densitas kamba rendah, karena perlakuan pH 7 tidak mempengaruhi karakteristik fisik hasil tepung kacang koro pedang dan tidak menimbulkan efek residu terhadap hasil akhir karena tidak adanya penambahan asam pada saat perendaman bahan.Kata Kunci: densitas kamba, kecerahan, perendaman pH, rendemen, tepung koro pedang. 
PENGARUH LAMA AGING TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA, DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PRODUK BAWANG HITAM LANANG Rouzni Zhafira
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.01.5

Abstract

Aged garlic atau yang lebih dikenal di pasaran sebagai bawang hitam merupakan produk bawang putih yang diberi perlakuan panas dalam kurun waktu tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sifat fisik, kimia, dan aktivitas antioksidan produk bawang hitam dari jenis bawang hitam lanang yang diberi perlakuan panas dengan suhu ± 60oC. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yaitu lama aging bawang putih lanang yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu 0 hari, 3 hari, 6 hari, 9 hari, 12 hari, dan 15 hari. Lama aging memberikan pengaruh nyata (α=0.05) terhadap kadar air, pH, total fenol, total flavonoid, dan nilai kekuningan pada produk bawang hitam lanang sedangkan lama aging tidak berpengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan, nilai kecerahan, dan nilai kemerahan. Hasil penentuan perlakuan terbaik pada produk bawang hitam lanang didapatkan dengan lama aging 15 hari dengan parameter dan nilainya sebesar: kadar air 45.02% (bb), pH 3.93, aktivitas antioksidan (IC50) 3.475 mg/mL, total fenol 13.68 mg GAE/g, total flavonoid 0.76 mg GAE/g, nilai L (kecerahan) 26.86, nilai a+ (kemerahan) 0.46, dan nilai b+ (kekuningan) 1.7. Kata Kunci: antioksidan, bawang hitam lanang, lama aging
PENGARUH SUHU PASTEURISASI DAN DURASI PERLAKUAN KEJUT LISTRIK TERHADAP KARAKTERISTIK SARI BUAH MANGGA (Mangifera indica L.) Miftachul Choiron; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.01.6

Abstract

Metode kejut listrik dilakukan pada suhu ruang dalam waktu yang singkat sehingga dimungkinkan kandungan nutrisi dan sifat sensori produk dapat dipertahankan. Kombinasi pasteurisasi dan kejut listrik diharapkan dapat meningkatkan reduksi mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pasteurisasi dan durasi perlakuan kejut listrik terhadap karakteristik minuman sari buah manga. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu suhu pasteurisasi (60, 65 dan 70°C) dan durasi perlakuan kejut listrik (0, 4 dan 8 menit). Tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 27 satuan percobaan. Data dianalisa menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dengan selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan suhu pasteurisasi berpengaruh nyata menurunkan nilai TPC, kadar vitamin C, sensori (rasa, aroma, warna, kekentalan) dan menaikkan derajat keasaman (pH), viskositas serta nilai b* (kekuningan). Perlakuan durasi kejut listrik berpengaruh nyata menurunkan nilai TPC, kadar vitamin C, total karotenoid, aktivitas antioksidan, dan nilai b* (kekuningan). Perlakuan kejut listrik tidak menyebabkan perubahan parameter organoleptik rasa, aroma, warna dan kekentalan. Perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan suhu pasteurisasi 65°C dan durasi kejut listrik 8 menit. Kata Kunci : Kejut Listrik, Lama Perlakuan, Sari Buah

Page 89 of 108 | Total Record : 1080


Filter by Year

2013 2026