cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jsal@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran, Malang, 65145, INDONESIA
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23563389     EISSN : 26559676     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jsal
JSAL is a journal under the management of the Environmental Engineering Study Program, Agricultural Technology Faculty, Brawijaya University Indonesia which has been established since 2014. The journal periodically publishes three issues in April, August, and December. JSAL accepts article in Bahasa Indonesia or English by covering topics on natural and environmental resource engineering and other related topics. JSAL has been indexed by Google Scholar, GARUDA (Garba Rujukan Digital) and Crossref (DOI/Digital Object Identifier) and Science and Technology Index (SINTA). Also JSAL already has an International Standard Serial Number (ISSN) in both the online (E-ISSN 2655-9676) and print version (P-ISSN 2356-3389). We are looking forward to accepting articles from potential authors, please kindly search our homepage for information and instruction or contact us.
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
Evaluasi Saluran Drainase di Jalan Gajayana dan Jalan Sumbersari Kota Malang Jifa, Azarine Nabila; Susanawati, Liliya Dewi; Sutan Haji, Alexander Tunggul
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.227 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2019.006.01.2

Abstract

ABSTRAK Perkembangan Kota Malang mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk yang pesat. Hal ini menyebabkan berkurangnya tanah yang mampu meresapkan air, sehingga menimbulkan genangan atau banjir ketika hujan turun. Saluran drainase di Kota Malang mulai mengalami penurunan kualitas sehingga tidak mampu menampung air limpasan hujan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi eksisting sistem saluran drainase di Jalan Gajayana dan Jalan Sumbersari, merancang dimensi saluran drainase berdasarkan hujan rancangan kala ulang 25 tahun, mengevaluasi dimensi saluran drainase eksisting apakah masih mampu menampung debit hujan rancangan untuk kala ulang 10 tahundan 25 tahun. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif evaluatif. Tahapan penelitian dimulai dari pengumpulan data berupa data sekunder dan data primer, analisis hidrologi, review desain dimensi dan evaluasi saluran drainase. Berdasarkan hasil dan analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa saluran di Jalan Gajayana masih mampu untuk menampung debit hujan untuk 25 tahun kedepan. Sedangkan saluran di Jalan Sumbersari debit kapasitas saluran eksistingnya lebih kecil dari debit kapasitas saluran rancangan sehingga perlu diganti dimensi salurannya agar dapat menampung debit hujan hingga 25 tahun kedepan. Kata Kunci     :  Drainase, Evaluasi, Jalan Gajayana, Jalan Sumbersari, ABSTRACT  Malang developments resulted in rapid population growth. This causes a reduction of land that capable for absorbing water, causing pond when it rains. Now drainage systems in Malang have decrease of quality and unable to accommodate the water runoff that causes flooding. The aim of this study was to determine the condition of the existing system of drainage channels at Gajayana Street and Sumbersari Street, designing dimensions of drainage channels based from rain design return period for 25 years, to evaluate the dimensions of drainage channels of the existing is still able to accommodate discharge of rain draft for return period 10 years and 25 years. Method that used is descriptive method evaluative. Research start from collecting primary data and secondary data, hydrology analysis, review and evaluation design dimensional drainage channels. Based on the results and the data analysis, it can be concluded that the channels in Gajayana Street still able to accommodate discharge of rain for the next 25 years. While the discharge channel at Sumbersari Street existing channel capacity is smaller than the discharge capacity of the channel, so the design of the channel dimensions need to be replaced in order to accommodate the discharge of rain up to 25 years.  Keywords: Drainage, Evaluation, Gajayana Street, Sumbersari Street
Pengaruh Penambahan Effective Microorganisms pada Limbah Cair Industri Perikanan Terhadap Kualitas Pupuk Cair Organik Marsetyo Ramadhany Bagus Dwicaksono; Bambang Suharto; Liliya Dewi Susanawati
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.255 KB)

Abstract

Pupuk merupakan salah satu komponen penting dalam usaha peningkatan hasil pertanian. Penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang dapat merusak sifat fisik, kimia, dan biologi tanah sehingga kemampuan tanah untuk mendukung ketersediaan air, hara, dan kehidupan mikroorganisme menurun. Solusi permasalahan ini adalah menggunakan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah cair industri perikanan. Lokasi penelitian ini di Universitas Brawijaya Malang Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasi penambahan Efective Microorganisms (EM4), dan lima perlakuan yaitu variasi konsentrasi EM4 yang ditambahkan. Berdasarkan hasil penelitian,menunjukkan penambahan EM4 dapat mempengaruhi parameter yang diujikan. Penambahan EM4 meningkatkan kandungan C-organik, fosfor, dan kalium. Kata kunci: Pupuk organik cair, limbah cair industri perikanan, EM4
Pengaruh Variasi Waktu Tinggal Terhadap Kadar BOD dan COD Limbah Tapioka dengan Metode Rotating Biological Contactor Priyo Susilo, Fahmi Agus; Suharto, Bambang; Susanawati, Liliya Dewi
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.987 KB)

Abstract

Limbah cair tapioka memiliki karakteristik antara lain seperti mempunyai kenampakan keruh, berwarna keruh, berbau menyengat dan sedikit berbusa pada permukaannya serta kandungan glukosida sianogenik yang bersifat toxic. Metode dalam penelitian ini adalah deskripstif kuantitatif dimana alat pengolahan limbah yang digunakan adalah Rotating Biological Contactor untuk menurunkan kadar COD, BOD, TSS, dan meningkatkan nilai pH pada limbah cair tepung tapioka dengan variasi waktu tinggal antara 12, 24, 32 dan 48 jam dengan kecepatan putaran sebesar 100 rpm. Sementara waktu tinggal 24 jam yang pada penelitian terdahulu menunjukkan kadar nutrisi BOD sebesar 92.06%, TSS 94.56% dan pH meningkat 47.56%.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan waktu tinggal 48 jam, reaktor Rotating Biological Contactor terbukti dapat menurunkan kandungan CODsebesar 97.9%,BODturun sebesar 96.1%, TSS turun sebesar 89.63%dan peningkatan nilai pH sebesar 47.4% dan kondisi limbah belum diolah, dalam penelitian ini waktu tinggal 48 jam mempengaruhi nilai konsentrasi BOD dan COD dengan jumlah penurunan yang memenuhi baku mutu, dimana dengan waktu tinggal yang lebih lama maka kontak limbah dengan bakteri biofilm akan semakin lama sehingga memberikan efisiensi penurunan konsentrasi BOD dan COD.Kata Kunci : Air, limbah cair, BOD, COD, TSS, pH, rotating Biological Contactor
Analisa Potensi Penerapan Produksi Bersih di Rumah Pemotongan Hewan Kota Malang Susanawati, Liliya Dewi; Wirosoedarmo, Ruslan; Nasfhia, Siti Desiree
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.585 KB)

Abstract

Rumah Potong Hewan merupakan salah satu industri yang saat ini dituntut untuk berkembang.  Permintaan bahan baku untuk industri daging sapi secara langsung telah menyebabkan industri RPH ikut berkembang dan harus menaikan kapasitas produksinya. Indonesia telah menentukan SNI untuk hasil produksi RPH, yaitu daging yang berkualitas Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Atas dasar tersebut RPH dituntut untuk melakukan proses produksi yang bersih dan aman demi menjaga kualitas daging olahannya. Rumah Potong Hewan Kota Malang merupakan salah satu tempat penampungan dan pemotongan sapi yang diakui kualitasnya, namun sayangnya belum memaksimalkan pengelolaan lingkungan dan memanfaatkan produk sampingnya sebagai nilai tambah untuk perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi sistem manajemen lingkungan di RPH Kota Malang untuk mengetahui strategi produksi bersih yang dapat diterapkan dalam rangka optimalisasi kualitas RPH.Penelitian dilakukan dengan metode observasi lapang, wawancara, serta kuesioner. Jenis metode yang digunakan dalam menganalisa strategi atau potensi penerapan produksi bersih di RPH Kota Malang, adalah metode analisis SWOT dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui pembobotan atau skoring. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa saat ini kondisi RPH berada dalam kuadran II, yaitu dimana RPH harus melakukan diversifikasi strategi dalam pengelolaan lingkungannya. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategi apa saja yang dapat dilakukan dalam rangka memperbaiki kualitas lingkungan, yaitu: (1) Penerapan sistem screening awal dan evaluasi lingkungan, (2) Pemanfaatan limbah padat untuk pupuk dan biogas, (3) Perapihan sistem manajemen K3, (4) Menerapkan HACCP, (5) Re-design IPAL, (6) Pelatihan dan penambahan tenaga kerja. Kata Kunci : Rumah Pemotongan Hewan (RPH), Analisis SWOT, Produksi Bersih.
Daya Dukung Lingkungan Berbasis Keseimbangan Air di Kabupaten Nganjuk Menggunakan Sistem Informasi Geografi Yulitasari, Endah; Sutan Haji, Alexander Tunggul; Susanawati, Liliya Dewi
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.134 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2017.004.03.1

Abstract

Peningkatan pertumbuhan penduduk, industri secara langsung berakibat terhadap meningkatnya kebutuhan air. Kondisi tersebut memaksa agar suatu wilayah menjaga kuantitas dan kualitas sumberdaya air. Peningkatan kebutuhan tersebut dapat memicu adanya degradasi lingkungan karena aktivitas-aktivitas baru. Dalam menjaga kelestarian sumberdaya air pada suatu wilayah perlu adanya studi (pengawasan) terhadap status daya dukung lingkungan berbasis keseimbangan air di wilayah tersebut. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui status daya dukung lingkungan berbasis kseimbangan air dengan metode analisis deskripsi kuantitatif. Faktor penentu penelitian ini adalah jumlah pendududk dengan proyeksi jumlah penduduk, luas sawah padi, luas industri pada kondisi saati ini (2014) dan memprediksi pada 20 tahun kedepan (2033) berdasarkan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kebutuhan air pada ketiga sektor yaitu penduduk 0.74 %, industri 7.78 % dan irigasi 0.6 %. Berdasarkan Rasio daya dukung lingkungan per kecamatan dapat dikatakan bahwa status daya dukung lingkungan berbasis keseimbangan air pada semua kecamatan dinyatakan surplus aman. Kata Kunci : Daya Dukung Lingkungan, keseimbangan air, rencana tata ruang wilayah (RTRW)
Penurunan Kadar Fosfat Air Limbah Laundry Menggunakan Kolom Adsorpsi Media Granular Activated Carbon (GAC) Suharto, Bambang; Anugroho, Fajri; Putri, Fidyasari Kusuma
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.745 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2020.007.01.5

Abstract

Penggunaan deterjen dalam laundry yang meningkat seiring perubahan gaya hidup dan sosial-ekonomi menghasilkan limbah laundry yang dapat menimbulkan dampak pencemaran air akibat berlebihnya kadar fosfat di perairan. Metode kolom adsorpsi merupakan salah satu cara mengolah air limbah laundry. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh variasi aliran, waktu dan kolom terhadap suhu, pH, warna dan konsentrasi fosfat; serta mengetahui pengaruh kombinasi granular activated carbon (GAC) berbahan dasar tempurung kelapa dalam kolom terhadap removal fosfat. Kolom adsorpsi dijalankan dengan aliran non-sirkulasi (NS) dan sirkulasi (S). Media adsorpsi adalah GAC 4x8 mesh (11.3 mm2) 200 gram (K1); GAC 4x8 mesh 300 gram (K2); GAC 6x12 mesh (5.6 mm2) 200 gram (K3) dan; GAC 6x12 mesh 300 gram (K4). Pengambilan sampel dilakukan setiap 60 menit sekali selama 3 jam. Peningkatan suhu terjadi pada kolom NS dan penurunan suhu terjadi pada kolom S saat waktu retensi 60-180 menit. Penurunan pH terjadi pada semua kolom dengan semua jenis aliran selama proses. Warna air meningkat pada waktu retensi 180 menit, dimana warna air berubah dari gelap menjadi transparan. Peningkatan konsentrasi fosfat terjadi pada kolom NS dan penurunan konsentrasi fosfat terjadi pada kolom S saat waktu retensi 60-180 menit. Kolom terbaik dalam menyisihkan fosfat adalah kolom K4 dimana mampu menghilangkan kadar fosfat sebanyak 70.79 – 74.68%. Konsentrasi fosfat berkorelasi positif sedang (R2 = 0.49) terhadap suhu dan berkorelasi positif lemah (R2 = 0.14) terhadap pH selama proses.
Studi Penentuan Daya Tampung Beban Pencemaran Sungai Akibat Buangan Limbah Domestik (Studi Kasus Kali Surabaya – Kecamatan Wonokromo) Pavita, Komang Della; Widiatmono, Bambang Rahadi; Dewi, Liliya
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.382 KB)

Abstract

Permasalahan lingkungan semakin sering terjadi di sungai Kali Surabaya, banyaknya pemukiman mengakibatkan limbah domestik yang dihasilkan semakin meningkat setiap tahunnya. Penelitian bertujuan untuk mengukur pencemaran di sungai Kali Surabaya dengan menghitung dan menganalisa daya tampung beban pencemaran terhadap parameter air sungai. Analisis kualitas air dilakukan dengan menguji dan membandingkan parameter sebelum dan setelah mendapat masukan limbah, dengan parameter yang digunakan yaitu BOD, COD, DO, TSS, pH, suhu, nitrat, dan fosfat. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga titik, T1 merupakan titik sebelum adanya masukan limbah, T2 merupakan limbah domestik yang masuk ke badan sungai, dan T3 adalah titik dimana sungai telah mendapat masukan limbah. Perhitungan besarnya daya tampung didapat dari selisih antara baku mutu air sungai dengan konsentrasi pada T3 yang didapat dari metode neraca massa. Hasil penelitian menunjukkan limbah domestik mengakibatkan peningkatan yang signifikan pada parameter TSS, BOD, COD, pH, dan nitrat. Untuk nilai DO, suhu dan fosfat pada T3 terdapat perbedaan terhadap T1 tetapi tidak signifikan. T3 sudah tidak memiliki daya tampung lagi untuk parameter TSS, BOD, dan fosfat, sedangkan parameter  COD, DO, dan nitrat masih memilki daya tampung masing-masing sebesar 46%, 33%, 86%.Kata Kunci : Daya tampung, sungai Kali Surabaya, Kualitas Air, limbah domestic
Analisis Sebaran Beban Partikulat secara Keruangan dari Industri Semen di Kabupaten Tuban Yhulliarsih, Etty; Sutan Haji, Alexander Tunggul; Widiatmono, Bambang Rahadi
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.444 KB)

Abstract

Pesatnya pembangunan mengakibatkan peningkatan kebutuhan bahan baku material. Salah satunya yaitu semen. Industri semen menimbulkan pencemaran udara berupa partikulat yang berasal dari cerobong. Sebaran partikulat sulit untuk diketahui hanya saja dalam jangka panjang dapat membahayakan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sebaran beban partikulat secara keruangan yang berasal dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Tuban.Penelitian ini menggunakan analisis spasial dan metode deskriptif kuantitatif. Metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk menggambarkan konsentrasi partikulat dengan pemodelan gaussian point source dan analisis spasial digunakan untuk mengetahui sebaran beban partikulat di Kabupaten Tuban melalui pemetaan. Proses analisis spasial menggunakan software Arcview 3.3.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran partikulat terbesar terletak pada jarak terdekat dengan cerobong dan daerah yang terletak di garis lurus titik cerobong sesuai arah angin. Konsentrasi rata-rata sebaran partikulat masing-masing Kecamatan yaitu Kerek 156.839 µg m-3, Montong 9.65 µg m-3, Bangilan 3.164 µg m-3, Kenduruan 2.225 µg m-3, Jatirogo 0.607 µg m-3, Tambakboyo 0.282 µg m-3, Kecamatan Soko 0.057 µg m-3, Singgahan 0.022 µg m-3, Bancar 0.013 µg m-3, Parengan 0.009 µg m-3, Senori 0.004 µg m-3, dan Kecamatan yang tidak dilalui arah angin konsentrasinya adalah 0 µg m-3, yaitu Kecamatan Jenu, Merakurak, Grabagan, Rengel, Semanding, Tuban, Plumpang, Palang dan Widang. Konsentrasi partikulat masih dibawah baku mutu. Kata kunci : Analisis spasial, cerobong, partikulat, sebaran
Estimasi Gas Rumah Kaca dari Sektor Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau Aryo Sasmita; Isnaini Isnaini; Rizki Zustika
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2021.008.01.5

Abstract

ABSTRAK Pertanian merupakan sektor yang berkontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kampar. Namun di sisi lain, sektor pertanian ini termasuk di dalamnya peternakan dan perkebunan turut menyumbang 8% dari emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Nasional Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai emisi gas rumah kaca di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan di Kabupaten Kampar. Metode yang digunakan dalam perhitungan emisi menggunakan metode Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) 2006 dan 2019 Refinement to the 2006 dengan pendekatan Tier 1. Emisi GRK dihitung dari kegiatan penanaman padi, penggunaan pupuk, pengelolaan tanah, pengelolaan kotoran hewan, dan hasil fermentasi enterik dari proses pencernaan hewan. Data didapat dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kampar yang telah dikonfirmasi oleh Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa emisi GRK di Kabupaten Kampar dari sektor pertanian dan perkebunan adalah sebesar 297.15 Gg CO2 ekivalen per tahun, sedangkan emisi GRK dari sektor peternakan sebesar 14,012.24 Gg CO2  ekivalen per tahun. Emisi GRK total dari sektor pertanian, perkebunan dan peternakan tahun 2019 adalah sebesar 14,309.39 Gg CO2 ekivalen per tahun, dimana sektor peternakan berkontribusi paling besar sebesar 97.92%.Kata kunci : emisi GRK, Kabupaten Kampar, perkebunan, pertanian, peternakan  ABSTRACT Agriculture is a sector that contributes greatly to the economic growth in Kampar Regency. However, the agricultural sectors include animal husbandry and plantations accounted for 8% of Indonesia's national Greenhouse Gas (GHG) emissions. This study aims were to obtain emission values in the agriculture, plantation, and animal husbandry sectors in Kampar Regency. The emission calculation method is based on the IPCC 2006 and 2019 refinement to the 2006 method with a Tier 1 approach. GHG emissions are calculated from rice cultivation activities, fertilizers usage, soil management, animal manure management, and the results of enteric fermentation from the digestion of animals. Data were obtained from BPS Kampar Regency confirmed by Department of Food Crops and Horticulture in Kampar Regency. The results showed that the GHG emission in Kampar Regency from the agricultural and the plantation sectors was 297.15 Gg CO2 equivalent per year, and the GHG emission from the animal husbandry sector was 14,012.24 Gg CO2 equivalent per year. The total GHG emissions from the agricultural, plantation, and animal husbandry sectors in 2020 amounted to 14,309.39 Gg CO2 equivalent per year, where the animal husbandry sector contributed the most by 97.92%.Keywords : GHG emissions, Kampar District, plantations, agriculture, animal husbandry
Identifikasi Luas Area Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Banjarbaru Berbasis Sistem Informasi Geografis Nova Annisa; Hafiizh Prasetia; Rony Riduan
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2020.007.03.1

Abstract

ABSTRAKKegiatan pembangunan di perkotaan sering mengubah konfigurasi alami lahan menjadi sesuatu yang keras dan kaku. Permasalahan serupa juga terjadi pada wilayah Kota Banjarbaru yang hanya memiliki luas sebesar 371.3 km2 (37,130 hektar). Pada tahun 2010 dilaporkan bahwa Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Banjarbaru dengan luas 26,577.54 hektar. Luas RTH ini berkurang sangat signifikan pada tahun 2016, yaitu sebesar 2,683.83 hektar. Pengurangan luas RTH ini dimungkinkan adanya pembangunan skala besar yang dilakukan oleh pemerintah Kota Banjarbaru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi luas RTH di Kota Banjarbaru. Metode yang digunakan untuk mengetahui luas RTH adalah dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data spasial yang digunakan berasal dari citra ikonos, quickbird, foto udara, peta penggunaan lahan dan RTH, peta RTRW Kota Banjarbaru, dan data sekunder dari instansi relevan. Analisis dan pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software Quantum GIS chugiak 2.4.0. Berdasarkan hasil analisis SIG, bahwa RTH Kota Banjarbaru memiliki total luasan sebesar 13,584.15 hektar atau sekitar 36.59% dari luasan keseluruhan Kota Banjarbaru.Kata kunci: Kota Banjarbaru, RTH, SIG ABSTRACTDevelopment activities in urban areas often change the original configuration of land into something stiff and rigid. Similar problems also occur in areas of Banjarbaru city, which has only a place of 371.3 km2 (37,130 acres). In 2010 it was reported that the green open space (GOS) of Banjarbaru city had an area of 26,577.54 acres. The size of this GOS was significantly reduced in 2016, which was 2,683.83 acres. The reduction of GOS size as possible in developing a large scale carried out by Banjarbaru municipality. This study aimed to identification of size area of GOS in Banjarbaru city. The research design was conducted using a geographic information system (GIS). Spatial data used originates from ikonos imagery, quickbird, aerial photographs, map of land use and green open space, map of spatial master Banjarbaru city, and secondary data from the relevant institution. Analysis and processing data was undertaken on the software Quantum GIS Chugiak 2.4.0. Based on the GIS analysis, green open space in  Banjarbaru city has a total of 13,584.15 acres or about 36.59 percent of whole cities in Banjarbaru city.Keywords: Banjarbaru city, GOS, GIS