cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jsal@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran, Malang, 65145, INDONESIA
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23563389     EISSN : 26559676     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jsal
JSAL is a journal under the management of the Environmental Engineering Study Program, Agricultural Technology Faculty, Brawijaya University Indonesia which has been established since 2014. The journal periodically publishes three issues in April, August, and December. JSAL accepts article in Bahasa Indonesia or English by covering topics on natural and environmental resource engineering and other related topics. JSAL has been indexed by Google Scholar, GARUDA (Garba Rujukan Digital) and Crossref (DOI/Digital Object Identifier) and Science and Technology Index (SINTA). Also JSAL already has an International Standard Serial Number (ISSN) in both the online (E-ISSN 2655-9676) and print version (P-ISSN 2356-3389). We are looking forward to accepting articles from potential authors, please kindly search our homepage for information and instruction or contact us.
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
Perencanaan Konsep Konservasi Air Gedung Universitas Swasta di Wilayah Utara Kota Bandung Dina Kardina Choerunnisa; Kancitra Pharmawati; Anindito Nurprabowo
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2020.007.03.5

Abstract

ABSTRAKGedung Universitas Swasta X terletak di wilayah Utara Kota Bandung. Gedung di kota ini diharuskan untuk mematuhi salah satu peraturan yaitu Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 1023 Tahun 2016 tentang Bangunan Gedung Hijau dengan menerapkan konsep konservasi air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi konservasi air yang akan direncanakan pada gedung Universitas Swasta X di Kota Bandung. Konsep dari perencanaan ini yaitu membandingkan konservasi air pada saat musim hujan dengan musim kemarau dan penghematan penggunaan air dari peralatan saniter hemat air. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data dan referensi, serta identifikasi konsep konservasi air. Berdasarkan hasil analisis didapatkan jumlah populasi sebanyak 5629 orang, total kebutuhan air bersih 308100 L.hari-1 dan timbulan air limbah yang dihasilkan sebesar 191022 L.hari-1. Berdasarkan hasil perhitungan, laju aliran maksimum untuk standar Toto 2020 hanya sebesar 41.7%, sedangkan laju aliran maksimum dengan menggunakan standar Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 1023 Tahun 2016 lebih besar 16.5%. Nilai efisiensi konservasi air sebesar 69.0% pada musim hujan dan 30.1% pada musim kemarau.Kata kunci: air daur ulang, air hujan, kolam resapan, konservasi ABSTRACTThe X Private University Building is located in the northern area of Bandung City. Buildings in this city are required to comply with one of the regulations, namely Bandung Mayor Regulation Number 1023/2016 concerning Green Buildings with applying the concept of water conservation.  The purpose of this research is to determine the efficiency of water conservation that will be planned at the X Private University building. The concept of this plan is to compare water conservation during the rainy and dry seasons and to save water use from water-efficient sanitary equipment. The research method used includes data collection and references, identification of water conservation concepts. Based on the analysis, it was found that the total population was 5629 people, the total need for clean water was 308100 L per day, and the resulting wastewater was 191022 per day.  Based on the calculation results, the maximum flow rate that comes out for the Toto standard (2020) is 41.7% or 16.5% lower than Bandung Mayor Regulation Number 1023/2016. The value of water conservation efficiency of 69.0% in the rainy season and 30.1% in the dry season. Keywords: recycle water, rain water, infiltration pond, conservation
Pemetaan Perubahan Penutup Lahan Di Sub-DAS Kreo Menggunakan Machine Learning Pada Google Earth Engine Trida Ridho Fariz; Fitri Daeni; Habil Sultan
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2021.008.02.4

Abstract

ABSTRAKInformasi penutup lahan merupakan data yang sangat penting dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Tantangan dalam penyediaan informasi penutup lahan di DAS Kreo adalah tutupan awan dan cangkupan areanya yang cukup luas. Hadirnya platform pengolahan data spasial berbasis cloud yaitu Google Earth Engine (GEE) bisa menjawab tantangan tersebut. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memetakan penutup lahan di DAS Kreo menggunakan klasifikasi berbasis machine learning pada GEE. Proses pemetaan penutup lahan di DAS Kreo menggunakan citra satelit Landsat 8 dan DEM SRTM. Input data yang digunakan antara lain band 1 sampai 7 pada citra Landsat 8, transformasi NDVI dan NDBI serta nilai elevasi dari DEM SRTM. Adapun tahun yang dipilih adalah tahun 2015 dan 2020 dengan machine learning yang diujikan meliputi CART, Random forest dan Voting SVM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa machine learning yang terbaik dalam memetakan penutup lahan di DAS Kreo adalah Random forest. Penelitian ini masih terdapat banyak keterbatasan terutama kelas penutup lahan yang dipetakan.Kata kunci: Google Earth Engine, klasifikasi multispektral, machine learning, penutup lahanABSTRACTLand cover information is very important data in watershed management. The challenge in providing land cover information in the Kreo watershed is cloud cover and its wide area coverage. The presence of a cloud-based spatial data processing platform, namely Google Earth Engine (GEE) can answer these challenges. Therefore, this study aims to map land cover in the Kreo watershed using machine learning based classification on GEE. The land cover mapping process in the Kreo watershed uses Landsat 8 satellite imagery and DEM SRTM. The input data used include bands 1 to 7 on Landsat 8 imagery, NDVI and NDBI transformations as well as elevation values from DEM SRTM. The selected years are 2015 and 2020 with machine learning being tested including CART, Random forest and SVM Voting. The results of this study indicate that the best machine learning in mapping land cover in the Kreo watershed is Random forest. There are still many limitations in this research, especially the land cover class being mapped.Keywords: Google Earth Engine, multispectral classification, machine learning, land cover
Perencanaan Sistem Pemanenan Air Hujan sebagai Alternatif Penyediaan Air Bersih Gedung Asrama TB 4 ITERA Mutiara Fajar; Ranisa Ayatri; Alfian Zurfi
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2021.008.02.5

Abstract

ABSTRAKGedung asrama Institut Teknologi Sumatera (ITERA) memanfaatkan air tanah dalam memenuhi kebutuhan air bersih penghuninya, namun kuantitas air tanah pada asrama TB 4 ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih, sehingga dibutuhkan transfer air dari asrama lain. Untuk itu diterapkan Pemanenan Air Hujan (PAH) sebagai alternatif penyediaan air bersih dan sebagai upaya dalam memanfaatkan air hujan. Air hujan yang dapat ditampung dipengaruhi oleh curah hujan harian maksimum menggunakan analisis hidrologi. Metode analisis hidrologi ini bertujuan untuk menganalisis kuantitas air hujan yang dapat tertampung melalui atap Asrama TB 4 ITERA. Data curah hujan yang dipakai pada perencanaan ini yaitu data dari BMKG Radin Inten Lampung Selatan. Untuk mendapatkan curah hujan dihitung menggunakan distribusi terpilih yaitu log pearson tipe III dan intensitas hujan menggunakan metode mononobe dengan PUH 5 tahun selama 2 jam sebesar 24.78 mm.hari-1. Dari curah hujan tersebut didapatkan dimensi talang, pipa tegak, pipa datar, dan pipa pencucian atap berukuran 5 inci. Sedangkan volume air hujan yang dapat tertampung sebanyak 10.100 liter per harinya. Perencanaan pemanenan air hujan di asrama TB 4 ITERA ini memerlukan biaya sebesar Rp. 65,532,800.00.Kata kunci: air hujan, asrama, curah hujan, hidrologiABSTRACTThe dormitory building of the Sumatra Institute of Technology (ITERA) utilizes ground water to meet the clean water needs of its residents, but the quantity of ground water in the TB 4 hostel is not sufficient to meet clean water needs, so water transfers from other dormitories are needed. For this reason, Rainwater Harvesting (PAH) is applied as an alternative to providing clean water and as an effort to utilize rainwater. The rainwater that can be collected is influenced by the maximum daily rainfall using hydrological analysis. This hydrological analysis method aims to analyze the quantity of rainwater that can be accommodated through the roof of the TB 4 ITERA Dormitory. Rainfall data used in this plan is data from BMKG Radin Inten South Lampung. To get the rainfall calculated using the selected distribution, namely log Pearson type III and rain intensity using the mononobe method with PUH 5 years for 2 hours at 24.78 mm.day-1. From the rainfall, the dimensions of the gutter, standpipe, flat pipe, and roof washing pipe are 5 inches in size. Meanwhile, the volume of rain water that can be accommodated is 10,100 liters per day. Rainwater harvesting planning at the TB 4 ITERA hostel requires a fee of Rp. 65,532,800.00.Keywords: rainwater, boarding house, rainfall, hydrology
Analisis Nomografi Suhu, Laju Penguapan dan Tekanan Udara untuk Perancangan Alat Desalinasi Tenaga Surya Dengan Pengaturan Vakum Sutan Haji, Alexander Tunggul; Wirosoedarmo, Ruslan; Tyas, Martina W
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2017.004.02.1

Abstract

Krisis air bersih pada beberapa tahun yang lalu melanda banyak daerah di Indonesia, sedangkan penyaluran air bersih belum mampu memenuhi kebutuhan penduduk banyak masyarakat kesulitan terlebih pada musim kemarau panjang. Teknologi desalinasi air laut sangat diharapkan untuk menghasilkan air tawar dengan produksi tinggi tetapi dengan energi murah oleh karna itu di buatlah alat desalinasi air laut menggunakan tenaga surya dengan energi matahari sebagai sumber panas utama untuk penguapan. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Mendapatkan hubungan antara intensitas radiasi matahari dan laju perubahan suhu air laut pada berbagai tekanan udara 2) Mendapatkan hubungan antara suhu air laut dan besarnya laju penguapan air laut pada berbagai tekanan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2012 di Laboratorium Teknik Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Universitas BrawijayaPenelitian ini dilakukan dengan dua perlakuan yaitu penguapan dengan valume air laut 30 liter dan penguapan dengan volume air laut 40 liter, masing- masing perlakuan dilakukan sebanyak tiga pengamatan dengan tekanan -5,-7,5, -10 CmHg. Tiap pengamatan dilakukan selama tiga jam dalam satu hari dan diambil data dari jam 10.00, 11.00, 12.00,13.00 WIB. Parameter yang di ukur pada penelitian ini antara lain : Laju penguapan (ml/jam), Energi kalor matahari (KJ), Suhu (0C), Energi selama proses penguapan (KJ) Effisiensi penguapan (%) Intensitas radiasi matahari (W/m2). Hasil penelitian ini adalah nilai intensitas radiasi matahari berkisar antara 591 W/m2 sampai 680 W/m2, energi kalor matahari yang terjadi berada pada kisaran 1263,83 KJ – 1636,08 KJ, suhu bahan rata- rata dalam alat desalinasi adalah 34.95 0C pada volume 30 liter dan 34.33 0C pada volume 40 liter. Laju penguapan rata- rata didalam ruang desalinasi adalah 169,86 ml/jam pada volume 30 liter dan 161,37 ml/jam pada volume 40 liter. Energi selama penguapan rata- rata harian adalah 430 KJ pada volume 30 liter dan 556 KJ pada volume 40 liter. Hubungan antara intensitas radiasi matahari dengan laju perubahan suhu air laut dan laju penguapan air laut berbanding lurus, semakin besar intensitas radiasi matahari laju perubahan suhu air laut yang dicapai semakin tinggi begitu juga dengan laju penguapan semakin besar.
Identifikasi Daya Tampung Beban Pencemar dan Kualitas Air Sungai Lesti Sebelum Pembangunan Hotel Widiatmono, Bambang Rahadi; Suharto, Bambang; Monica, Florensia Yuke
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2019.006.03.1

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, salah satunya yaitu limbah domestik. Salah satu kawasan padat penduduk terletak di Desa Ngaglik, Kota Batu. Desa Ngaglik memiliki lokasi yang dekat dengan sumber air dan Sungai Lesti yang dimanfaatkan oleh warga sekitar. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kualitas eksisting, indeks pencemaran, dan status mutu air Sungai Lesti serta mengetahui daya tampung beban pencemaran yang dapat diterima oleh Sungai Lesti. Metode untuk menentukan kemampuan daya tampung air sungai terhadap limbah cair domestik yaitu metode Neraca Massa. Penentuan status mutu air menggunakan metode Indeks Pencemaran dengan parameter suhu, pH, BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), DO (Dissolved Oxygen), TSS (Total Suspended Solid), fosfat, dan nitrat. Metode pengambilan sampel yaitu grab sampling pada 5 titik. Penelitian menunjukan bahwa suhu, pH, dan TSS air Sungai Lesti memenuhi baku mutu air sungai kelas II. Daya tampung sungai untuk parameter BOD, COD, nitrat, dan fosfat bernilai negatif yang berarti Sungai Lesti sudah tidak mampu lagi untuk menampung beban pencemaran. Indeks pencemaran pada titik T1-T5 memilki nilai Pij dibawah 5, hal ini menunjukan bahwa status mutu air Sungai Lesti dalam kondisi yang tercemar ringan. Kata kunci: indeks pencemaran, neraca massa, status mutu air
Penentuan Kinerja Sub Das Junggo Dalam Pengelolaan Daerah Hulu Das Brantas Riskihadi, Afrike; Rahadi, Bambang; Suharto, Bambang
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekritisan lahan daerah aliran sungai (DAS) menimbulkan masalah pada pengelolaan DAS berupa perubahan alih fungsi hutan yang mana secara mendasar berakibat mulai turunnya jumlah hutan, berkurangnya sumber mata air, tererosinya lapisan tanah yang subur, timbulnya longsor, dan pendangkalan sungai khususnya daerah hulu yang sebagian besar memiliki lereng curam, salah satunya adalah Sub DAS Junggo yang terletak di Desa Tulung Rejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Tujuan penelitian adalah melakukan monitoring dan evaluasi kinerja Sub DAS Junggo menggunakan dua kriteria yaitu penggunaan lahan dan tata air. Kriteria penggunaan lahan ditentukan dengan indikator penutupan oleh vegetasi, kesesuaian penggunaan lahan, dan indeks erosi, sedangkan kriteria tata air ditentukan dengan indikator debit air sungai.Penentuan kinerja Sub DAS masing-masing kriteria dan indikator kemudian didapatkan nilai dari pembobotan dan skoring yaitu 3.15, dan Sub DAS Junggo termasuk dalam kategori  sedang. Kategori sedang menggambarkan bahwa Sub DAS Junggo memiliki tingkat kinerja yang belum maksimal,karena masih memiliki potensi untuk terjadi kehilangan tanah, terjadi banjir pada musim hujan dan terjadi kekeringan pada musim kemarau. Dalam kondisi ini Sub DAS Junggo memerlukan  penanganan tambahan untuk mengantisipasi penurunan atau peningkatan kualitas dikarenakan terdapat indikator yang menunjukkan adanya penuruna kinerja.Kata Kunci : Daerah Aliran Sungai, Sub DAS Hulu, Kota Batu, Kinerja DAS
Aktivitas Biosurfaktan Serratia Marcescens strain MBC1 dalam Mengemulsikan Solar dengan Variasi pH dan Media Cindy Lukyta Ratih Riyanto; Sumardi Sumardi; Salman Farisi; Christina Nugroho Ekowati; Achmad Arifiyanto
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2021.008.03.3

Abstract

ABSTRAK Resiko pencemaran lingkungan akibat tumpahan solar meningkat tiap tahunnya, oleh karena itu diperlukan upaya ramah lingkungan dengan biaya produksi rendah. Penelitian ini menggunakan bakteri Serratia marcescens strain MBC1 dengan tujuan menguji aktivitas biosurfaktan yang dihasilkan dalam melarutkan solar. Bakteri ini ditumbuhkan pada media produksi Trypton Water, limbah cair produksi tepung tapioka, dan limbah cair produksi  tepung maizena yang masing-masing telah diberi variasi pH yaitu 6, 7, dan 8 kemudian diinkubasi selama 7 hari. Biosurfaktan dari media produksi dipanen dengan sentrifuse dan diuji aktivitas biosurfaktan dengan 3 parameter uji yaitu uji drop collapse, uji oil displacement, dan uji emulsifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biosurfaktan yang dihasilkan dari ketiga jenis media produksi mampu melarutkan solar. Biosurfaktan hasil produksi dari media limbah cair produksi tepung maizena pH 7 menunjukkan aktivitas melarutkan solar paling optimum dengan indeks emulsifikasi sebesar 63.88%.Kata kunci:  biosurfaktan, Serratia marcescens strain MBC1, solarABSTRACTThe risk of environmentall pollution due to diesel fuel spills increases every year therefore it takes an effort that is safe for the environment with low production costs. These bacteria are grown in the media productions that are Tryptone Water, cornstarch wastewater and tapioca wastewater each of them had been given pH variation that are 6, 7, and 8 then incubated for 7 days. Biosurfactants from media productions were harvested by centrifuge and tested for biosurfactant activity with 3 test parameter there are drop collapse test, oil displacement test, and emulsification test. The result showed that the biosurfactants produced from the three types of media production were able to dissolve diesel fuel. Biosurfactant produced from cornstarch wastewater pH 7 showed the most optimum dissolving of diesel fuel with emulsification index is 63.88%.Keywords:  biosurfactant, Serratia marcescens strain MBC1, diesel fuel
Analisis Ketersediaan Air Terhadap Potensi Budidaya Kedelai (Glycine max (L) Merril) di Daerah Irigasi Siman Kinasih, Mentari; Wirosoedarmo, Ruslan; Widiatmono, Bambang Rahadi
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kediri mempunyai makanan khas berupa tahu kuning dan merupakan daerah dengan tingkat konsumsi kedelai yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan dan ketersediaan air terhadap potensi budidaya tanaman kedelai (Glycine max (L) Merril) di Daerah Irigasi Siman Kabupaten Kediri. Daerah Irigasi Siman meliputi 4 (empat) kecamatan dengan luas lahan 7709 Ha, yaitu Kandangan, Pare, Kepung, dan Plemahan. Analisis dilakukan dengan menghitung ketersediaan air dari rata-rata curah hujan efektif bulanan Musim Kemarau (MK) tahun 2009-2013. Kebutuhan air dilakukan dengan menghitung evapotranspirasi dan kebutuhan air tanaman.Perhitungan kebutuhan dan ketersediaan air dilakukan dengan menggunakan software Cropwat 8.0. Hasil perhitungan ketersediaan air menunjukkan surplus air pada MK I (Maret-Juni) dan terjadi defisit air pada MK II (Juni-September). Hasil analisis menunjukkan MK I lebih berpotensi untuk budidaya tanaman kedelai (Glycine max (L) Merril). Kata kunci: Kedelai (Glycine max (L) Merril), Evapotranspirasi, Cropwat 8.0. 
Evaluasi Efisiensi Saluran Terhadap Debit Aliran Air pada Jaringan Irigasi Purwodadi Magetan, Jawa Timur Wirosoedarmo, Ruslan; Rahadi, Bambang; Laksmana, Saktia Indra
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan Irigasi Purwodadi merupakan jaringan irigasi teknis dimana bangunan pengambilan dan bagi atau sadap dilengkapi dengan alat pengatur pembagian air dan alat ukur. Namun masih terjadi inefisiensi penyaluran sehingga air tidak sampai pada petak tersier. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kinerja Jaringan Irigasi Purwodadi, menentukan efisiensi saluran primer dan sekunder, serta menentukan kehilangan air pada saluran. Kecepatan aliran pada saluran primer sudah memenuhi standar yang dibuat oleh Direktorat Pekerjaan Umum Pengairan, namun pada saluran sekunder kecepatan aliran masih dibawah standar sehingga terdapat banyak sedimen pada saluran sekunder. Rata-rata debit pada saluran primer sebesar 0,49 m3/dt dengan kecepatan rata-rata 0,49 m/dt masih memenuhi standar, sedangkan untuk saluran sekunder ruas SK1-SK2 debit aliran 0,46 m3/dt dengan kecepatan aliran 0,19 m/dt, tidak sesuai standar, kecepatan aliran masih terlalu rendah dibandingkan dengan debit yang cukup besar. Kehilangan air terbesar pada saluran primer terdapat pada ruas PP1-PP2 sebesar 0,02 m3/dt /100m dan saluran sekunder pada ruas SKS1-SKS2 sebesar 0,037 m3/dt/100m.  Standar efisiensi saluran primer dan sekunder sebesar 90%, untuk saluran primer Purwodadi masih diatas standar yang ditentukan oleh Dinas Pengairan yaitu sebesar 97,58%, sedangakan untuk saluran sekunder masih dibawah standar yaitu 87,68%. Kehilangan air sangat mempengaruhi besarnya efisiensi saluran, banyak sekali faktor yang menyebabkan tingginya kehilangan air. Perlu dilakukan perbaikan saluran pada titik vital untuk meningkatkan efisiensi saluran irigasi pada jaringan irigasi Purwodadi. Kata kunci : Efisiensi, Kehilangan Air, Jaringan Irigasi Purwodadi
Adsorpsi Senyawa Fosfat Total (PO4) dalam Air Buangan Laundry dengan Zeolit Termodifikasi Wirosoedarmo, Ruslan; Kurniati, Evi; Ardika, Adriel Juan
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2018.005.02.5

Abstract

Permasalahan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh limbah yang dihasilkan oleh industri laundry adalah buangan cair yang mengandung senyawa fosfat. Kelebihan fosfat dalam air menyebabkan eutrofikasi. Wiranas adalah salah satu penyedia jasa laundry di kota Malang dan berdasar hasil uji laboratorium, air buangannya mengandung fosfat total sebesar 1,011 mg/L, dimana melebihi dari baku mutu yang telah ditetapkan dalam PP no.82 tahun 2001. Salah satu teknik yang dapat mengurangi kadar fosfat dalam air yaitu adsorpsi dengan zeolit. Zeolit alam memiliki beberapa kelemahan sehingga perlu dimodifikasi. Modifikasi zeolit pada penelitian ini menggunakan pencucian dengan larutan asam klorida dan air suling. Pencucian ini bertujuan untuk menghilangkan ion kalsium dan klor pada permukaan zeolit yang dapat menurunkan kemampuannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  kapasitas adsorpsi fosfat total dari zeolit termodifikasi, model adsorpsi dan efeknya berdasarkan variansi massa adsorben dan kecepatan pengadukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zeolit termodifikasi mampu menjerap fosfat dengan efisiensi sebesar  47,56 - 71,93% dan model adsorpsinya mengikuti model Freundlich. Efek dari variansi massa adsorben dan kecepatan pengadukan tidak berpengaruh nyata berdasar uji ANOVA dengan alfa 5%