cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jsal@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran, Malang, 65145, INDONESIA
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23563389     EISSN : 26559676     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jsal
JSAL is a journal under the management of the Environmental Engineering Study Program, Agricultural Technology Faculty, Brawijaya University Indonesia which has been established since 2014. The journal periodically publishes three issues in April, August, and December. JSAL accepts article in Bahasa Indonesia or English by covering topics on natural and environmental resource engineering and other related topics. JSAL has been indexed by Google Scholar, GARUDA (Garba Rujukan Digital) and Crossref (DOI/Digital Object Identifier) and Science and Technology Index (SINTA). Also JSAL already has an International Standard Serial Number (ISSN) in both the online (E-ISSN 2655-9676) and print version (P-ISSN 2356-3389). We are looking forward to accepting articles from potential authors, please kindly search our homepage for information and instruction or contact us.
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
Analisis Keberlanjutan Sumberdaya Hutan Melalui Program Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) Dzikrina Farah Adiba; Bambang Suharto; Liliya Dewi Susanawati
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.323 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2017.004.03.5

Abstract

Merujuk pada konsep pembangunan berkelanjutan (sustainability development), pengelolaan sumberdaya hutan yang berkelanjutan pun harus memperhatikan keberlanjutan pada aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan. Paradigma pengelolaan hutan secara desentralisasi memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berperan serta dalam pengelolaan hutan. Isu perubahan iklim mendorong pengelolaan hutan agar sejalan dengan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim sehingga dapat mengurangi emisi, deforestasi, dan degradasi hutan. Kepedulian masyarakat untuk berperan serta dalam kegiatan pengelolaan sumberdaya hutan yang lestari  menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sumberdaya hutan yang berkelanjutan terutama peran serta dari masyarakat yang tinggal di sekitar dan memanfaatkan sumberdaya hutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya setiap hari.Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan sumberdaya hutan, menganalisis dampak partisipasi masyarakat terhadap keberlanjutan sumberdaya hutan, dan menganalisis tingkat keberlanjutan sumberdaya hutan dalam program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Data dikumpulkan melalui survey atau observasi lapangan, wawancara dengan panduan angket, serta dokumentasi. Data dianalisis menggunakan scoring, analisis deskriptif, analisis regresi, analisis korelasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi keberlanjutan sumberdaya hutan dalam program PHBM adalah hubungan maupun pengaruh antara karakteristik individu petani hutan terhadap partisipasi petani hutan dalam program PHBM.  Setelah uji validitas dan reliabilitas kepada 30 responden, angket digunakan untuk mengambil indikator yang memenuhi validitas dan reliabilitas kepada 110 responden.Berdasarkan hasil angket variabel karakteristik individu petani hutan didapatkan bahwa petani hutan di Desa Donowarih 62% memiliki 1-2 orang jumlah tanggungan keluarga, 64% memiliki pengalaman bertani 15-30 tahun, 70% menggarap lahan seluas ¾ - 1 ha, 64% ikut 1-2 organisasi masyarakat, 84% pernah ikut pelatihan atau penyuluhan PHBM, 98% istri cukup memahami (50%-75%) program PHBM, 66% sangat tergantung (75%-100%) terhadap sumberdaya hutan. Sedangkan variabel partisipasi petani hutan pada aspek ekonomi 46% menanam 4-5 jenis tanaman jangka pendek, 58% 2-3 kali atau cukup pernah mengikuti penjarangan, pada aspek sosial 76% 2-3 kali atau cukup pernah menghadiri undangan pelatihan atau penyuluhan pengelolaan sumberdaya hutan, 85% selalu mengikuti arisan, 98% 2-3 kali atau cukup pernah mengikuti patroli keamanan, pada aspek lingkungan 81% sangat memahami (75%-100%) pentingnya memelihara sumberdaya hutan, 68% sangat memahami (75%-100%) teknik penyadapan getah yang memenuhi kaidah konservasi, pada aspek kelembagaan 73% 2-3 kali atau cukup pernah menghadiri undangan rapat koordinasi, 94% cukup berani menyatakan pendapat atau usulan bila ada pernyataan yang kurang tepat.Melalui uji hipotesis koefisien korelasi, hubungan antara karakteristik individu petani hutan terhadap tingkat partisipasi petani hutan adalah sangat kecil, yaitu didapatkan thitung sebesar 0,017108. Melalui uji hipotesis koefisien regresi,  pengaruh antara karakteristik individu petani hutan terhadap tingkat partisipasi petani hutan adalah negatif, yaitu didapatkan thitung sebesar -0,017148. Bisa dikatakan bahwa keberlanjutan sumberdaya hutan di Desa Donowarih hampir tidak dipengaruhi oleh adanya program PHBM. Hasil observasi dan wawancara di lapangan diketahui bahwa menjaga keberlanjutan sumberdaya hutan sudah menjadi bagian dari kearifan lokal yang masih terjaga dengan baik di Desa Donowarih, jauh sebelum ada program PHBM hingga sekarang.
Evaluasi Kelayakan Finansial Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Studi Kasus di Pulau Mandangin Kabupaten Sampang J. Bambang Rahadi W.; Liliya Dewi Susanawati; Devid Ilmiyatul Hasanah
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.324 KB)

Abstract

Air merupakan kebutuhan dasar manusia yang senantiasa harus tersedia dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk konsumsi, mencuci maupun kebutuhan mandi. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dapat menggunakan air yang bersumber dari sumur dan jasa pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang ada di berbagai daerah. PDAM merupakan perusahaan penyedia air bersih yang dikelola pemerintah daerah. Kenyataannya, di beberapa daerah, PDAM tidak dapat memenuhi kebutuhan air bersih sesuai dengan yang diharapkan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai parameter kelayakan ekonomi pada rencana penyediaan sistem jaringan air bersih berdasarkan indikator Benefit Cost Ratio (B/C), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), titik impas investasi (pay back periode) dan Analisis Sensitivitas. Pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskriptif, kualitatif dan kuantitatif. Aspek finansial maupun ekonomi yang digunakan sebagai alat ukur atau kriteria investasi yaitu perhitungan NPV, Net B/C, IRR dan PP dan analisis sensitivitas untuk penentuan tarif distribusi PDAM kepada masyarakat. Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa PDAM Pulau Mandangin tidak layak secara finansial dengan nilai NPV 1 Rp.   -12.242.596.902, nilai NPV 2 Rp. -11.775.188.316, nilai Net Benefit Cost Ratio (B/C) 0,204, nilai IRR 3,299 dan nilai Gross Benefit Cost Ratio (B/C) -0,044 dimana seluruh nilai tersebut kurang dari batas kelayakan masing-masing indikator. Kata kunci : Analisis kelayakan finansial, PDAM, pulau mandangin
Kajian Potensi Ekologis Sempadan Sungai Bango, Kecamatan Blimbing, Kota Malang Alexander Tunggul; Bambang Rahadi; Yusuf Ilham Hidayat
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.821 KB)

Abstract

Sungai Bango terletak di kecamatan Blimbing, Kota Malang dan memiliki panjang sungai 11 km melewati daerah perkotaan dan tentunya tidak lepas dari permasalahan-permasalahan yang biasa terjadi pada sungai di Indonesia, yaitu pembangunan pada kawasan bantaran sungai yang mempengaruhi potensi ekologis yang dimiliki. Potensi ekologis yang dimaksud adalah jumlah simpanan air dan daya serap CO2 pada bantaran sungai (palung dan sempadan). Metode yang digunakan untuk menentukan potensi ekologis adalah metode deskriptif kuantitatif dan metode spasial, dimana metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk menggambarkan jumlah simpanan air dan daya serap CO2 pada sempadan, sedangkan metode spasial digunakan untuk mengetahui batasan daerah palung sungai dan sempadan sungai sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 28/PRT/M/2015. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakterisik sungai yang diambil sampelnya sepanjang 2000 meter (2 kilometer) adalah dendritik, dengan kedalaman sungai rata 2,4 meter. Kemampuan menyerap air pada sempadan sungai sebesar 416,4968944 m3/tahun, sedangkan Kemampuan menyerap air di daerah palungnya sebesar 544,8745374 m3/tahun. Penanaman trambesi pada bangunan dan jalan meningkatkan kemampuan menyerap air pada sempadan sungai sebesar 8,7% menjadi 592,666413 m3/tahun, untuk daerah palung sungai akan meningkat 42,3% menjadi 592,6666667 m3/tahun. Daya serap CO2 pada sempadan sungai sebesar 142,16 Ton/Ha/Tahun, Daya serap CO2 pada daerah palung sungai 90,86 Ton/Ha/Tahun. dan daya serap CO2 pada daerah sempadan sungai akan meningkat sebesar 19,05 ton/ha/tahun, untuk daerah palung sungai akan meningkat sebesar 5,12 ton/ha/tahun. Kata Kunci: Palung Sungai, Sempadan, Simpanan Air, Daya serap CO2
Pengaruh Penambahan EM4 Dan Jarak Elektroda Terhadap Listrik Yang Dihasilkan MFC (Air Lindi) Evi Kurniati; Alexander Tunggul Sutan Haji; Cahya Amalia Permatasari
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.796 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2019.006.03.3

Abstract

MFC (Micobial Fuel Cell) merupakan suatu sistem bio-elektrokimia yang memanfaatkan metabolisme alami dari mikroba untuk menghasilkan energi. Air limbah yang kaya akan bahan organik biodegradable merupakan kandidat ideal sebagai sumber energi berkelanjutan dalam produksi energi listrik melalui MFC diantaranya dapat diperoleh dari lindi. Salah satu faktor yang mempengaruhi tegangan listrik MFC adalah pemberian bakteri dan jarak elektroda. Penelitian ini merupakan penyelidikan eksperimental yang berkaitan dengan pemilihan jarak elektroda dan penambahan EM4 terhadap kinerja terbaik dari MFC menggunakan substrat air lindi. Metode penelitian ini yaitu metode penelitian komparatif. Mekanisme penelitian dilakukan dengan membuat prototype reaktor MFC dengan perlakuan tanpa dan dengan penambahan EM4; dan jarak elektroda 4 cm dan 8 cm. Hasil penelitian didapatkan bahwa produktivitas listrik tertinggi terdapat pada perlakuan jarak elektroda 4 cm tanpa penambahan EM4. Perlakuan penambahan EM4 terbukti menghasilkan beda potensial dan kuat arus yang lebih rendah. Pengaruh jarak elektroda terhadap produktivitas listrik pada penelitian ini berpengaruh. Sistem MFC terbukti mampu menurunkan kandungan BOD dalam air lindi namun perlakuan jarak elektroda dan penambahan EM4 tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan BOD.
Pengolahan Limbah Cair Domestik Menggunakan Tanaman Kayu Apu (Pistia Stratiotes L.) Dengan Teknik Tanam Hidroponik Sistem DFT (Deep flow technique) Wiweka Arif Wirawan; Ruslan Wirosoedarmo; Liliya Dewi Susanawati
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.01 KB)

Abstract

Di Indonesia, sumber penghasil limbah cair terbesar berasal dari aktivitas rumah tangga. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode penanganan yang tepat untuk mengolah limbah cair domestik. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah fitoremediasi. Dalam penelitian ini digunakan tanaman kayu apu (Pistia stratiotes L.) yang ditanam dengan teknik hidroponik DFT (Deep Flow Technique) untuk mengolah limbah cair domestik dari MCK Terpadu Tlogomas Malang. Kayu apu (Pistia stratiotes L.) sebagai tumbuhan air memiliki potensi dalam menurunkan kadar pencemar air limbah yang memiliki kadar organik tinggi. Kemampuan mencengkeram lumpur dengan berkas-berkas akarnya dapat dimanfaatkan sebagai pembersih air sungai yang sangat kotor. Tanaman kayu apu (Pistia stratiotes L.) mempunyai keunggulan seperti daya berkecambah yang tinggi, pertumbuhan cepat, tingkat absorbsi atau penyerapan unsur hara dan air yang besar, mudah ditemukan, dan daya adaptasi yang tinggi terhadap iklim. Penelitian ini menggunakan sistem recirculating batch. Penelitian ini menggunakan 2 faktor perlakuan, yaitu lama waktu retensi 3hari (A3) dan 6 hari (A6) serta pemberian aerasi B1 (tanpa penambahan aerasi) dan B2 (dengan penambahan aerasi) dimana pada setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama waktu retensi 6 hari dengan penambahan aerasi (A6B2) paling efisien dalam pengolahan limbah cair domestik. Efisiensi penurunan maksimal terhadap nilai COD 65,06%, TSS 19,99%, serta minyak dan lemak sebesar 37,10%. Sedangkan untuk nilai BOD terjadi peningkatan sampai 45,35% dikarenakan adanya tanaman yang mati dan akar tanaman yang rontok sehingga menambah kandungan bahan organik dalam air limbah.Kata kunci: DFT, Hidroponik, Kayu apu, Limbah Domestik
Sorpsi Stronsium Dalam Tanah Lempung Karawang Sebagai Calon Lokasi Disposal Limbah Radioaktif Lailani Syarifah; Bambang Suharto; Bambang Rahadi; Aisyah Aisyah
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.877 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan sorpsi tanah lempung Karawang terhadap Stronsium dan mengetahui pengaruh NaCl dan CaCl2 terhadap koefisien distribusi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode RAL. Dengan mengontakkan radionuklida Stronsium dengan tanah lempung Karawang. Diberikan perlakuan NaCl dan CaCl2 dengan konsentrasi masing-masing 0.1M, 0.5M dan 1M untuk melihat perubahan nilai koefisien distribusi. Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa kandungan tanah lempung Karawang didominasi oleh mineral smectite, pengaruh waktu kontak terhadap Sorpsi Sr oleh tanah lempung Karawang mencapai kesetimbangan pada hari ke 5 dengan nilai Koefisien distribusi masing 589.362 mL g-1 dan 377.108 mL g-1 untuk T3 dan T5. Semakin besar konsentrasi NaCl dan CaCl2 mengakibatkan nilai Koefisien distribusi menurun. Penurunan nilai Koefisien distribusi karena pengaruh CaCl2 lebih besar dibandingkan dengan pengaruh NaCl. Keberadaan kation pengganggu seperti ion Na maupun ion Ca pada suatu fasilitas disposal diharapkan dalam kuantitas yang minimal. Kata kunci: disposal, limbah radioaktif, sorpsi stronsium 
Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah PT. Surabaya Industrial Estate Rungkut – Management Of Pasuruan Industrial Estate Rembang (PT. Sier–Pier) Alexander Tunggul Sutan Haji; Bambang Suharto; Fahmi Alpha Yanitra
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.315 KB)

Abstract

ABSTRAK  Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT SIER–PIER mengolah air limbah industri dan domestik yang dihasilkan dari kegiatan perindustrian di kawasan PT SIER–PIER. IPAL ini telah berdiri sejak 1989. Seiring berjalannya waktu, pertumbuhan dan perkembangan industri semakin meningkat sehingga menambah beban IPAL. Sehubungan dengan beban yang semakin berat maka perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui kinerja. Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh pada tiap-tiap unit pengolahan. Pengukuran dan pengujian lapang dilakukan untuk memperoleh data dan selanjutnya akan dilakukan perhitungan kinerja. Perhitungan kinerja akan dibandingkan dengan standar kriteria desain tiap unit. Hasil penelitian diperoleh debit inlet rata-rata 0,049 m3/dt dan debit puncak 0,074m3/dt. Karakteristik inlet air limbah pada parameter pH, BOD, COD dan TSS memenuhi standar buangan IPAL PT SIER–PIER. Outlet air limbah yang dihasilkan dari IPAL PT SIER–PIER sesuai dengan baku mutu Peraturan Gubernur Jawa Timur no. 72 tahun 2013. Secara keseluruhan kinerja IPAL masih baik. Namun terdapat beberapa parameter yang tidak sesuai dengan standar kriteria desain. Parameter tersebut terdapat pada masing-masing unit pengolahan. Kata Kunci : Air Limbah , Evaluasi IPAL, Kawasan Industri
Aplikasi Natrium Hipokhlorit Sebagai Oksidator Limbah Cair Rumah Pemotongan Ayam Ningrum DD. Apsari; Radjali Amin; Chafid Fandeli; Rukmini Aliman; Djoko Soetrisno
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.122 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2019.006.02.1

Abstract

Pertumbuhan jumlah Rumah Potong Ayam (RPA) kurang diiringi dengan pengelolaan limbah cair yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek larutan natrium hipoklorit (NaOCl) dan waktu endap terhadap kadar BOD, COD, TSS, minyak dan lemak, NH3-N dan pH pada limbah cair RPA.Penelitian ini menggunakan variasi dosis larutan NaOCl 0 ml L-1, 0.003 ml L-1, 0.006 ml L-1, dan 0.009 ml L-1 dan waktu endap 0 menit, 30 menit, 60 menit, dan 90 menit. Pada setiap perlakuan dilakukan uji toksisitas menggunakan ikan nila hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) dengan waktu pajan 24 jam, 48 jam, 72 jam dan 96 jam. Penelitian dilakukan dengan pengulangan sebanyak 3 kali.Hasil terbaik dicapai oleh dosis larutan NaOCl 0.009 ml L-1 dan waktu endap 90 menit dengan nilai BOD 106.56 mg L-1, COD 226.61 mg L-1, TSS 229 mg L-1, minyak lemak 62 mg L-1, NH3-N 0.69 mg L-1, pH 6.1, dan 53% mati ikan nila hitam. HOCl yang terbentuk dari reaksi NaOCl dan air mengoksidasi bahan organik dalam limbah sehingga menurunkan kadar pencemarnya. Uji toksisitas ikan nila hitam menunjukkan bahwa limbah RPA bersifat toksik dan larutan NaOCl terbukti mampu menurunkan toksisitas limbah RPA. Walaupun demikian, penelitian ini belum berhasil membawa parameter uji memenuhi standar baku mutu limbah cair yang ditentukan oleh Pemerintah.
Pengaruh Penggunaan Starter Terhadap Kualitas Fermentasi Limbah Cair Tapioka Sebagai Alternatif Pupuk Cair Rizki Yunia Cesaria; Ruslan Wirosoedarmo; Bambang Suharto
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.864 KB)

Abstract

Industri tapioka adalah salah satu jenis industri yang menghasilkan limbah cair yang dapat  menyebabkan pencemaran apabila tidak dikelola dengan baik karena mengandung senyawa organik yang cukup tinggi, untuk mengatasi permasalahan tersebut timbul gagasan untuk memanfaatkan limbah cair tapioka menjadi produk akhir yang bernilai dengan cara mengelolanya sebagai pupuk cair organik yang juga berguna untuk membantu penyelamatan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan C organik, fosfor, nitrogen, rasio C/N, kalium dan pH pada pupuk cair dari limbah cair tapioka untuk mengetahui mutu pupuk cair yang dihasilkan. Pada penelitian ini terdapat tiga perlakuan, yaitu pengolahan limbah cair tapioka tanpa starter (Kontrol), pengolahan limbah cair tapioka dengan penambahan Trichoderma koningii (Pupuk A), dan pengolahan limbah cair dengan penambahan EM4  (Pupuk B). Analisis parameter  kualitas pupuk seperti C/N, C organik, N, P, K dan pH pada Pupuk A dan Pupuk B berbeda nyata dibandingkan dengan Kontrol. Sementara itu, semua parameter kualitas pada Pupuk A lebih tinggi dibandingkan dengan Pupuk B. Kandungan N, P, K dari Pupuk A sudah memenuhi nilai standar kualitas pupuk sesuai SNI 19-7030-2004. Kata kunci : Limbah cair tapioka, Starter, Pupuk cair 
Penentuan Daya Tampung Sungai Badek Terhadap Beban Pencemar Akibat Limbah Cair Penyamakan Kulit di Kelurahan Ciptomulyo, Malang Valens Ngali Prasetya; Liliya Dewi Susanawati; Bambang Rahadi Widiatmono
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.722 KB)

Abstract

Pencemaran sungai akibat limbah cair merupakan salah satu masalah besardi daerah perkotaan. Sungai Badek yang mengalami pencemaran akibat limbah cair industripenyamakan kulit. Penelitian bertujuan untuk mengukur tingkat pencemaran diSungai Badek dengan menganalisiskondisi kualitas air sungai, menghitung daya tampung dan status mutu air SungaiBadek terhadap parameter air sungai berdasarkan kesesuaian baku mutu air sesuaiperuntukannya. Analisis kualitas air sungai dilakukan denganmenguji dan membandingkan parameter sebelum dan setelah mendapat masukanlimbah, dengan parameter yang digunakan yaitu BOD, COD, DO, TSS, pH dan Suhu.Pengambilan sampel dilakukan pada tiga titik, T1 merupakan titik sebelum adanyamasukan limbah, T2 merupakan limbah industri penyamakan kulit yang masuk kebadan sungai dan T3 adalah titik dimana sungai telah mendapat masukan limbah. Perhitungandaya tampung di T3 didapat dari selisih antara baku mutu air sungai dengankonsentrasi polutan air sungai pada T3 dengan menggunakan metode neraca massa. Perhitunganstatus mutu air menggunakan metode indeks pencemaran. Hasil penelitian T3 sudahmelampaui daya tampung untuk parameter TSS, BOD dan COD namun parameter DO, Suhudan pH belum melampaui daya tampung. Indeks pencemaran di T1 adalah 0.63 dandikategorikan dengan kondisi baik. T2 dan T3 mengalami pencemaran sedang.Indeks Pencemaran di T2 dan T3 adalah 7.63 dan 5.45.Kata kunci : Daya tampung, kualitas air, limbah cairpenyamakan kulit, sungai badek

Page 11 of 21 | Total Record : 208