cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jsal@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran, Malang, 65145, INDONESIA
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23563389     EISSN : 26559676     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jsal
JSAL is a journal under the management of the Environmental Engineering Study Program, Agricultural Technology Faculty, Brawijaya University Indonesia which has been established since 2014. The journal periodically publishes three issues in April, August, and December. JSAL accepts article in Bahasa Indonesia or English by covering topics on natural and environmental resource engineering and other related topics. JSAL has been indexed by Google Scholar, GARUDA (Garba Rujukan Digital) and Crossref (DOI/Digital Object Identifier) and Science and Technology Index (SINTA). Also JSAL already has an International Standard Serial Number (ISSN) in both the online (E-ISSN 2655-9676) and print version (P-ISSN 2356-3389). We are looking forward to accepting articles from potential authors, please kindly search our homepage for information and instruction or contact us.
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
Evaluasi Penentuan Stasiun Hujan di Pulau Sabu Fajarika, Ifa; Wirosoedarmo, Ruslan; Sutan Haji, A. Tunggul; Sugianto, Seto
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hujan merupakan komponen masukan utama dalam proses hidrologi, dalam prosesnya dibutuhkan data hidrologi yang terdiri dari data curah hujan, data debit dan data iklim. Kesalahan dalam pemantauan data hidrologi tersebut akan menghasilkan data yang kurang optimal dan biasanya disebabkan oleh jumlah stasiun dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) yang kurang memadai dan pola penyebaran stasiun hujan yang tidak merata. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan evaluasi penentuan stasiun hujan yang saat ini tersediasehingga didapatkan jumlah dan penentuan stasiun hujan yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pola jaringan stasiun hujan serta mengetahui tata letak posisi stasiun hujan yang baru berdasarkan Metode Kriging simulasi dengan software ArcGIS 9.3 dan Standard World Meteorological Organization (WMO) dan 2) membandingkan hidrograf pengamatan debit banjir rancangan antara stasiun hujan eksisting dan stasiun hujan rekomendasi. Hasil dari interpolasi Kriging didapatkan tiga stasiun hujan tambahan yaitu terletak di Desa Raenalulu Kecamatan Sabu Barat untuk stasiun hujan A, Desa Depe Kecamatan Sabu Barat untuk stasiun hujan B, stasiun hujan C terletak di Desa Raenyale Kecamatan Sabu Barat untuk stasiun hujan kondisi eksisting terdapat di Kelurahan Mebba Kecamatan Sabu Barat. Perbandingan hidrograf pengamatan hasil debit banjir rancangan metode Kriging dan kondisi eksisting pada alternatif yang dipilih mempunyai nilai kesalahan rata-rata kurang dari 10 persen, sehingga alternatif stasiun hujan yang terpilih dapat dijadikan rekomendasi tambahan stasiun hujan yang baru di Pulau Sabu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kata kunci: Curah Hujan Rancangan, Hujan, Interpolasi, Kriging, Stasiun Hujan Rekomendasi
Implementasi Environmental Management Accounting (EMA) dalam Peningkatan Eko-Efisiensi Produksi Keramik Dinding di Cikarang Fabianto, Ken Raras Cestyakara; Rahadi W., Bambang; Sutan Haji, Alexander Tunggul
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu lingkunganmerupakan topik yang saat ini sering diperbincangkan oleh masyarakat global.Keadaan seperti ini melahirkan konsep yang dinamakan dengan eco-efficiency.Sistem yang mendukung konsep tersebut adalah Environmental Management Accounting (EMA). Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui cara mengimplementasikan EMA di pabrikkeramik dinding,mengetahui kondisi perusahaan sebelum dan sesudah penerapan EMA, dan menemukan solusi atau inovasiyang dapat dilakukan perusahaan untuk meningkatkan eko-efisiensi perusahaan.Metode deskriptif kuantitatif digunakan dengan menggambarkan kinerja ekonomidan kinerja lingkungan berdasarkan data alur bahan dan energi serta biayalingkungan. Dampak lingkungan oleh emisi gas dihitung menggunakan metode CML, sedangkan penilaian investasilingkungan dihitung menggunakan rumus NetPresent Value (NPV), waktu balik modal, dan profit.Hasilpenelitian menunjukkan bahwa eko-efisiensi pabrik sudahsangat baik. Penerapansistem EMAmembuat eko-efisiensiperusahaan meningkat karenapenilaian investasi lingkungan telah dilakukanuntuk mengoptimalkan kesesuaian antara program pengendalian lingkungan dengandampak lingkungan yang ditimbulkan. Hal ini memberikan peningkatan terhadap kinerjaekonomi sebesar 0.31% dan kinerja lingkungan sebesar 0.91%.Hasil perhitungan dampak lingkunganberada di bawah standard CMLdengan HTP Total sebesar 117.12x10-6eq. 1,4-DBCkg-1dan GWP Total sebesar 0.086x10-6eq. CO2kg-1,sehingga tidak membahayakan lingkungan sekitarnya.  Kata kunci : Environmental management accounting, EMA, eko-efisiensi
Strategi Pengendalian Pencemaran Industri untuk Pengelolaan Mutu Air Sungai dan Tanah di DAS Diwak, Jawa Tengah Wisnu Prayogo; Fairuza Marhamah; Hafiz Achmad Fauzan; Rifka Noor Azizah; Vandith Va
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2021.008.03.4

Abstract

ABSTRAK Pencemaran Sungai Diwak akibat aktivitas industri berdampak terhadap penurunan kualitas air sungai dan tanah, dibuktikan dengan adanya temuan tanaman pertanian abnormal. Penelitian ini bertujuan membuktikan apakah aktivitas industri di Kawasan Industri Bergas telah mencemari air sungai dan tanah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Diwak, serta merekomendasikan strategi pengendalian pencemarannya. Lokasi pengambilan sampel dilakukan berada pada Desa Kedungwuni hingga Diwak dengan membaginya menjadi 3 segmen. Dua belas parameter analisis kualitas air sungai dan lima parameter tanah dianalisis dengan dibandingkan pada baku mutu yang dipersyaratkan. Analisis mutu air sungai menggunakan metode Polution Index (PI), sedangkan strategi pengendalian pencemaran menggunakan analisis Strengths, Weakness, Opportunities, dan Threats (SWOT). Hasil kajian diketahui bahwa Sungai Diwak sudah tidak dapat menerima beban pencemar BODc 8.14 mg.L-1. Beban pencemar sudah melampaui daya tampung alami sebesar 2.22 mg.L-1. Korelasi antara pencemaran Sungai Diwak dengan data penurunan kualitas air sungai dan peningkatan unsur logam berat pada sampel tanah di sekitar DAS Diwak memiliki korelasi positif 99.6%. Strategi upaya pengendalian pencemaran air sungai dan tanah adalah (1) menetapkan kebijakan baku mutu air sungai dan tanah, (2) meningkatkan pemantauan aktivitas industri, kualitas air sungai dan tanah; serta (3) pemberian sanksi dan penghargaan kepada industri maupun masyarakat atas prestasinya dalam mengelola ekosistem.Kata kunci: analisis SWOT, IPAL industri, metode PI, parameter logam beratABSTRACTDiwak river was polluted by industrial activities. The polluted river water quality and soil are evidenced by the community’s findings of abnormal agricultural plants. This study aims to prove whether industrial activities have polluted river water and soil in the basin, and to provide advice on controlling strategies. Twelve parameters of river water quality analysis and five parameters of soil were analyzed compared to the required quality standard. Analysis of river water quality used the Polution Index (PI) method, while the pollution control strategy used Strengths, Weakness, Opportunities, dan Threats (SWOT) analysis. The results of the study found that the Diwak River was no longer able to accept the pollutant load of 8.14 mg.L-1. BODc. This pollutant load has exceeded the natural capacity of 2.22 mg.L-1. The correlation between Diwak River pollution and data on decreasing river water quality and increasing heavy metal elements in soil samples has a positive correlation of 99.6%. The strategy for controlling pollution in river water and soil are (1) establish policies on the river and soil water quality standard, (2) improve monitoring of industrial activities, river water quality, and soil, (3) provide legal sanctions and awards to industry for their achievements in managing the quality and ecosystem.Keywords: SWOT analysis, industrial WWTP, PI method, heavy metal parameters
Hidrogeomorfologi Mata Air Lembah Banjarasri Kecamatan Kalibawang Kabupaten Kulonprogo Langgeng Wahyu Santosa
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2021.008.03.5

Abstract

ABSTRAKMata air merupakan sumber air bersih potensial yang dimanfaatkan masyarakat di Lembah Banjarasri Kecamatan Kalibawang Kabupaten Kulonprogo. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik hidrogeomorfologi mata air di daerah penelitian. Kajian hidrogeomorfologi menjelaskan tentang aspek-aspek geomorfologi yang berpengaruh terhadap karakteristik pemunculan mata air pada setiap satuan bentuk lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara geomorfologi di Lembah Banjarasri terdapat 2 mata air yang muncul pada bentuk lahan lerengkaki perbukitan struktural terdenudasi kuat, dengan debit aliran kecil, karena dipengaruhi oleh kemiringan lereng yang sangat curam, tipisnya lapisan tanah sebagai media infiltrasi air hujan, dan jenis material penyusun berupa batuan andesit tua yang relatif kedap air. Terdapat 12 mata air pada bentuk lahan lerengkaki perbukitan struktural terdenudasi sedang tersusun oleh batugamping Formasi Sentolo, berstruktur percelahan dan retakan, sehingga permeabilitas dan prorositas batuan tinggi dan berpotensi memunculkan mata air. Hanya terdapat 4 mata air yang muncul pada lerengkaki perbukitan struktural terdenudasi ringan, karena faktor material penyusun berupa batuan beku andesit tua Formasi Kebobutak. Pada bentuk lahan dataran aluvial terdapat 3 mata air, karena faktor topografi yang relatif datar hingga landai, dan tebalnya endapan aluvium, serta tidak ada kontrol struktur yang tegas sebagai faktor pemunculan mata air.Kata kunci: bentuk lahan, hidrogeomorfologi, mata airABSTRACTSpring is the potential sources of clean water that is used by the community in the Banjarasri Valley, Kalibawang District, Kulonprogo Regency. The aim of this study was to analyze the spring hydrogeomorphological characteristics in the study area. The hydrogeomorphology study explains the geomorphological aspects that affect the characteristics of the appearance of springs in each existing landform unit. Results of the research show that in the Banjarasri valley there are 2 springs that appear on the slopes of the foothills, structurally strongly denuded, with small flow rates, because they are influenced by very steep slopes, the thin layer of soil as a medium for rainwater infiltration, and the type of constituent material in the form of old andesite rocks which are relatively massive and impermeable to water. There are 12 springs that appear on the slopes of the foothills, a moderately denuded structural structure composed of the Sentolo Formation limestones, which has many crevices and fractures structures, so that the permeability and porosity of the rock are high and have the potential to generate springs. There are only 4 springs that appear on the slopes of the foothills with a light denuded structure, due to the constituent material in the form of old andesite igneous rocks originating from the Kebobutak Formation. In alluvial plain landforms, there are 3 springs, due to the relatively flat to sloping topography, thick alluvium and colluvium deposits on the slopes, and there is no firm structural control as a strong factor causing the emergence of springs.Keywords: landform, hydrogeomorphology, spring
Readiness Assessment of Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) Towards Sustainable Industrial Estate Hotnida Nainggolan; Ni Wayan Surya Wardhani; Amin Setyo Leksono; Imam Santoso
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2021.008.03.1

Abstract

ABSTRACTGlobal awareness towards sustainability are putting pressure on industries worldwide to implement procedures to manage the elements of sustainability for an industrial development. This study aims to assess the readiness of Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) towards sustainable industrial estate. This research was conducted using qualitative methods with the type of research in the form of case studies. Six parameters are assessed based on the concept formulated by Ernest Lowe (2001) that include natural system integration with environmental capacity-bearing capability, sustainable energy and water use, integration of output and waste material flows, efficient industrial estate management, environmentally friendly infrastructure design and integration between industrial estates and social communities, contributing to local economic development. Using a Likert scale of 1 to 3 to assess the level of application of EIP principles in the PIER industrial estate, the results obtained are that two EIP principles have not been applied at all and four principles have not been fully implemented.Keywords: assessment, scales, sustainability
Nilai Ekonomi Pemanfaatan Waduk Sungai Paku untuk Kegiatan Budidaya Perikanan di Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar Sri Jummiati; Eriyati Eriyati; Ando Fahda Aulia
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2021.008.03.2

Abstract

ABSTRAK Waduk Sungai Paku merupakan waduk yang terletak di Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Waduk dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, diantaranya untuk irigasi, objek wisata, PDAM, dan kegiatan perikanan baik tangkap maupun budidaya. Untuk kegiatan perikanan budidaya dibagi menjadi dua sistem yaitu keramba jaring apung dan kolam tanah. Namun, pemanfaatan Waduk Sungai Paku belum terukur secara ekonomi sehingga dilakukan studi tentang besarnya nilai ekonomi penggunaan waduk tersebut. Pengkajian ini bermaksud menghitung ekonomi total pemanfaatan waduk untuk kegiatan perikanan budidaya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode market price. Hasil riset menyatakan total nilai ekonomi untuk kegiatan perikanan sebesar Rp. 3.670.637.000,- per tahun, yang terdiri atas pemanfaatan budidaya keramba jaring apung sebesar Rp. 957.296.000,- per tahun dan kolam tanah sebesar Rp. 2.713.341.000,- per tahun.Kolam tanah lebih banyak digunakan dalam membudidayakan ikan karena adanya air yang selalu mengalir.Kata kunci: keramba jaring apung, kolam tanah, manfaat waduk, nilai ekonomiABSTRACT Sungai Paku Reservoir is a reservoir located in Kampar Kiri District, Kampar Regency, Riau Province. Reservoirs are used for various needs, including irrigation, tourist attraction, PDAM, and fisheries activities, both catching and aquaculture. Aquaculture activities are divided into two systems, namely floating net cages and soil ponds. But, the utilization of the Sungai Paku Reservoir has not been measured economically, so a study was conducted on the economic value of using the reservoir. This study intends to calculate the total economic use of reservoirs for aquaculture activities. In this study, researchers used the market price method. The results of the research stated that the total economic value for fishery activities was Rp. 3,670,637,000,- per year, which consisted of the use of floating net cage cultivation of Rp. 957,296,000,- per year and an earthen pool of Rp. 2,713,341,000,- per year.Keywords: floating net cages, soil ponds, reservoir benefits, economic value
Bioakumulasi dan Aktivitas Resistensi Logam Timbal (Pb) terhadap Streptomyces sp. strain I18 Mutia Dinda Lestari; Mesy Miranda AR; Ulin Ni'mah Setiawati; Nismah Nukmal; Endah Setyaningrum; Achmad Arifiyanto; Titik Nur Aeny
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2022.009.01.1

Abstract

ABSTRAKKegiatan antropogenik secara intensif mengakibatkan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh logam berat. Timbal (Pb) merupakan salah satu logam berat toksik. Tingkat toksisitas dapat diturunkan melalui proses bioakumulasi oleh mikroorganisme. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan bakteri Streptomyves sp. strain I18 dalam mengakumulasi logam Pb. Bakteri diidentifikasi morfologi secara makroskopik dan mikroskopik. Daya resistensi bakteri terhadap logam Pb ditentukan dengan menumbuhkan bakteri pada media Muller-Hilton Agar yang disuplementasi Pb pada konsentrasi 5, 50, dan 150 ppm menggunakan metode dilusi pada cawan petri petri. Bioakumulasi bakteri terhadap logam Pb diukur menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) pada konsentrasi 5, 50, dan 150 ppm. Bakteri Streptomyves sp. strain I18 mampu tumbuh pada media padat agar mengandung logam Pb pada bagai konsentrasi dengan diameter koloni terbesar, yakni 50.33 mm pada konsentrasi Pb 5 ppm. Pertumbuhan koloni terkecil sebesar 33.00 mm terjadi pada konsentrasi 150 ppm. Bakteri ini terbukti mampu mengakumulasi logam Pb dengan akumulasi terbesar pada konsentrasi 5 ppm, sebesar 49%. Peningkatan konsentrasi logam menurunkan kemampuan akumulasi logam Pb. Pada konsentrasi 150 ppm dan 50 ppm, bakteri hanya mampu mengakumulasi Pb sebesar 5% dan 9%. Kemampuan optimal bakteri Streptomyves sp. strain I18 sebagai bioakumulator diperkirakan pada konsentrasi kurang dari 50 ppm.Kata kunci: bioakumulasi, Pb, resistensi, Streptomyces ABSTRACTAntropogenic activity intensively can cause environmental pollution by heavy metals. Lead is one of toxic heavy metal. Level of toxicity can be decreased with bioaccumulation by microorganisms. This research conducted to know the ability of bacteria Streptomyces sp. strain I18 to accumulate lead. The morphological of bacteria was identified by microscopic and macroscopic. Bacterial resistance of lead has been known by growing bacterial in Muller-Hilton Agar supplemented lead in concentration 5, 50, and 150 ppm uses dilution plate method. Biaccumulation of bacteria against lead measured by Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Streptomyces sp. strain I18 can grow in solid agar media contains lead in various concentration. The highest diameter of colony 50.33 mm measured in media combined lead concentration 5 ppm. The lowest growth of colony is 33.00 mm in lead concentration of 1000 ppm. These bacteria are proven that can accumulate lead with the highest accumulation reached 49% in concentration of 5 ppm. The concentration of 150 and 50 ppm can accumulate lead reached 5% and 9%. Optimal ability of bacteria Streptomyces sp. strain I18 as bioaccumulator supposed in concentration of less than 50 ppm.Keywords: bioaccumulation, lead, resistance, Streptomyces
Pemetaan Lokasi Pembuangan Sampah Ilegal Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Kota Bogor Alfahmi Ristianto; Hijrah Purnama Putra; Fina Binazir Maziya
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2022.009.01.2

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan penduduk Kota Bogor sangat tinggi, sehingga terjadi peningkatan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Pengelolaan sampah seperti tempat penampungan sementara pemerintah belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, yang mengarah pada munculnya LPS (Lokasi Pembuangan Sampah) ilegal akibat praktik pembuangan sampah ilegal oleh masyarakat setempat. Bahaya LPS ilegal adalah dapat mencemari lingkungan, berpotensi menyebarkan penyakit dan menghilangkan nilai estetika di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis penyebaran situs LPS ilegal dengan faktor-faktor yang berpengaruh. Data penelitian diambil langsung dengan observasi dan pengukuran di lokasi tersebut dan dengan bantuan studi perpustakaan. Hasil penelitian kami menunjukkan ada 6 kecamatan yang menjadi objek penelitian di Kota Bogor, antara lain Bogor Utara, Bogor Barat, Bogor Tengah, Tanah Sareal, Bogor Timur, Bogor Selatan. Hasil penelitian ini menemukan 28 lokasi LPS ilegal yang tersebar di 6 kecamatan. Sebaran dipengaruhi oleh kepadatan penduduk, lahan, jarak ke sungai, jenis jalan dan ketersediaan TPS (Tempat Pemrosesan Sampah) legal.Kata kunci: Kota Bogor, LPS ilegal, pemetaan, sistem informasi geografi ABSTRACT The population growth of Bogor city is very high, so there is an increase in waste that is not managed properly. Although waste management facilities such as temporary shelters have not been able to meet the needs of the community, which leads to the emergence of illegal garbage disposal location due to illegal waste disposal practices by the local community. The danger of illegal garbage disposal location is that it can pollute the environment, potentially spreading disease and eliminating aesthetic value in the area. This study aims to map and analyze the spread of illegal garbage disposal location sites with influential factors. The research data was taken directly with observation and measurement at the site and with the help of library studies. The results of my research showed that there are 6 sub-districts that are the object of research in Bogor City, including North Bogor, West Bogor, Central Bogor, Tanah Sareal, East Bogor, South Bogor. The results of this study found 28 illegal garbage disposal locations spread across 6 sub-districts. Furthermore, the distribution is influenced by population density, land, distance to the river, type of road and availability of legal Garbage Processing Site.Keywords:  Bogor City, illegal garbage disposal location, mapping, geographic information system
Pengaruh Suhu dan Waktu Pulsed Electric Field Terhadap Kualitas Probiotik Pakan Ternak dari Cacing Tanah Mochamad Bagus Hermanto; Angky Wahyu Putranto; Wafa Nida Faida Azra
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2022.009.01.3

Abstract

ABSTRAKCacing tanah atau Lumbricus rubellus adalah salah satu cacing yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Cacing ini memiliki karakteristik hidup yang mudah, cepat berkembangbiak dengan ciri - ciri panjang tubuh 8 cm–14 cm. Oleh karena itu, cacing ini banyak dibudidayakan karena dapat diolah menjadi berbagai macam produk seperti probiotik pakan ternak. Probiotik berbahan cacing memiliki kandungan protein yang sangat tinggi sebesar 64-76%, serat kasar 45% dan kandungan lainnya yang dapat bermanfaat untuk kesehatan ternak. Pemanasan secara konvensional sebelum proses fermentasi secara tidak langsung menurunkan kandungan protein pada cacing tanah. Oleh karena itu, penggunaan teknologi pulsed electric field (PEF) pada penelitian ini bertujuan untuk menjaga stabilitas protein sekaligus mengurangi kontaminasi produk fermentasi. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor, suhu dan waktu pemberian PEF yang diberikan sebelum bahan diproses. Sedangkan pemilihan perlakuan terbaik menggunakan metode Multiple Attribute Zeleny. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan waktu pretreatment PEF, berpengaruh nyata terhadap pH, namun tidak berpengaruh nyata terhadap warna pada probiotik pakan ternak dari cacing tanah. Perlakuan terbaik terdapat pada pretreatment pada suhu 270C dan waktu 30 detik dengan nilai pH sebesar 4.8 dan nilai warna untuk tingkat kecerahan (L*) sebesar 4.8, tingkat kemerahan (a) sebesar 40.90 dan tingkat kekuningan (b) sebesar 2.12.Kata kunci: cacing tanah, pulsed electric field, probiotik, pH, warna ABSTRACTEarthworm or Lumbricus rubellus is one of the worms that are widely cultivated in Indonesia. Lumbricus rubellus has the characteristics of an easy life, fast breeding with characteristics of a body length of 8 cm-14 cm. Therefore, Lumbricus rubellus is widely cultivated since it can be processed into various products such as animal feed probiotics. Probiotics made from worms have a very high protein content of 64-76%, crude fiber 45% and other ingredients that can be beneficial for livestock health. The conventional heating before the fermentation process indirectly reduces the protein content of earthworms. Therefore, the use of pulsed electric field (PEF) technology in this study aims to maintain protein stability and reducing product contamination. This study used a completely randomized design method with two factors, temperature and time of PEF exposure. While the selection of the best treatment using the Multiple Attribute Zeleny. The results showed that the PEF pretreatment had a significant effect on pH, but did not significantly affect the color of animal feed probiotics from earthworms. The best treatment was found at a temperature of 27oC and a PEF time of 30 seconds with a pH value of 4.8 and a color value for the brightness level (L*) of 4.8, the level of redness (a) of 40.90 and the level of yellowness (b) of 2.12.Keywords: earthworms, pulse electric field, probiotic, pH, color
Perhitungan Tapak Karbon Pada Aspek Pengelolaan Sampah Di TPST 3R Mulyoagung Bersatu Sebagai Upaya Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca Bambang Suharto; Evi Kurniati; Dianita Dwi Agustin
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2022.009.01.4

Abstract

ABSTRAK Meningkatnya jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi dan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat berbanding lurus dengan jumlah, jenis dan karakteristik sampah. Sampah adalah produk dari aktivitas manusia yang berkontribusi pada pemanasan global. Salah satu upaya Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca untuk mengurangi dampak perubahan iklim pada sektor pengelolaan sampah dengan mendirikan  program Tempat Pengolahan  Sampah Terpadu (TPST)  dengan menggunakan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Penelitian ini bertujuan menghitung potensi tapak karbon penyumbang emisi GRK dari timbulan sampah, mengetahui kondisi eksisting dan menganalisis pengaruh TPST 3R Mulyoagung Bersatu terhadap pengurangan emisi GRK. Gas rumah kaca dalam penelitian ini dibatasi pada gas metana (CH4). Perhitungan emisi GRK pada penelitian  mengacu pada rumus Tier-1 IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change). Perhitungan emisi GRK emisi metana (CH4) berdasarkan dari 2 skenario yang ditentukan. Skenario 1 menghasilkan emisi (CH4) 45,900 Ton CO2eq/tahun. Skenario 2 menghasilkan emisi sebesar 9,180 Ton CO2eq/tahun. Persentase emisi (CH4) yang terreduksi dari aktivitas TPST 3R  80%. Perhitungan uji korelasi sederhana didapatkan  hubungan yang linier (berbanding lurus) dengan nilai koefisien korelasi bernilai positif (r= 1) hubungan keeratan sangat kuat. Hal tersebut menunjukan dengan adanya TPST mampu mereduksi emisi (CH4) dari total sampah yang akan ditimbun secara langsung di TPA Randuagung.Kata kunci: gas metana (CH4), gas rumah kaca, tapak karbon, TPST 3R ABSTRACT The increasing population, economic growth and changes in people's consumption patterns are directly proportional to the amount, type and characteristics of waste. Garbage is a product of human activities that contribute to global warming. One of Indonesia's efforts to reduce greenhouse gas emissions is to reduce the impact of climate change on the waste management sector by establishing the Integrated Waste Processing Site (TPST) program using the 3R principle (reduce, reuse, recycle). This study aims to calculate the potential carbon footprint that contributes to GRK emissions from waste generation, to determine the existing conditions and to analyze the effect of TPST 3R Mulyoagung Bersatu on GRK emission reduction. The greenhouse gas in this study was limited to methane (CH4). Calculation of GRK emissions in the study refers to the IPCC Tier-1 (Intergovernmental Panel on Climate Change) formula. Calculation of GRK emissions of methane (CH4) emissions based on 2 specified scenarios. Scenario 1 produces 45,900 Ton CO2eq/year (CH4) emissions. Scenario 2 produces emissions of 9,180 tons CO2eq/year. The percentage of emission (CH4) reduced from TPST 3R activity is 80%. Calculation of simple correlation test obtained a linear relationship (directly proportional) with a positive correlation coefficient value (r = 0.999) very strong close relationship. This shows that the presence of TPST is able to reduce emissions (CH4) from the total waste that will be dumped directly at the Randuagung TPA.Keywords:  methane gas (CH4), greenhouse gas, carbon footprint, TPST 3R