cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 423 Documents
Klasifikasi Mutu Gatot Instan Berbasis Pengolahan Citra Dengan Pendekatan Fitur Warna Dan Tekstur Nur Syarifa Khoirunnisa
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gatot merupakan panganan olahan dari ubi kayu. Selama ini proses pemutuaan gatot khususnya gatot instan masih dilakukan secara manual dengan visual mata manusia dan tekanan jari untuk menguji teksturnya. Oleh karena penulis melakukan penelitian berbasis pengolahan citra. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mencari hubungan kadar air terhadap kategori mutu gatot instan dan (2) Menguji hubungan fitur warna dan fitur tekstur citra terhadap kategori mutu gatot instan. Penelitian ini menggunakan objek penelitian berupa gatot instan yang digolongkan menjadi 3 kelas. Dari ketiga kelas tersebut diambil masing-masing 3 buah sampel untuk diukur kadar airnya  dan 150 buah sampel untuk diambil citra menggunakan scanner sehingga total citra dari gatot instan ada 450 buah. Dari 450 citra tersebut kemudian diekstrak untuk diperoleh nilai warna RGB, HSV, HSL, L*a*b, warna keabuan serta 10 tekstur citra. Data citra khususnya tekstur citra kemudian dinormalisasi pada skala 0 hingga 1. Setelah itu dianalisis terkait korelasi parameter citra terhadap kategori mutu gatot instan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 132 parameter citra digital terdapat 20 parameter yang mampu mengategorikan seluruh kategori mutu gatot instan, 43 parameter citra digital yang mampu mengategorikan 2 pasang mutu gatot instan, 9 parameter yang hanya mampu mengategorikan sepasang mutu gatot instan, serta 60 parameter yang tidak dapat dijadikan indikator. 
Rancang Bangun Fungsional Alat Pervaporasi dan Optimasi Kadar Etanol dengan Variabel Suhu Feed dan Tekanan pada Sisi Permeat Meggunakan Response Surface Methodology Yusuf Hendrawan; Sumardi Hadi Sumarlan; Bambang Dwi Argo; Kusuma Faisal M
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.042 KB)

Abstract

Pervaporasi (PV) adalah proses pemisahan untuk campuran cairan dengan bantuan membran tak berpori. Penelitian ini ditujukan untuk membangun suatu alat pervaporasi skala laboratorium sesuai desain fungsional alat tersebut serta mengetahui nilai optimal pada tekanan sisi permeat dan suhu feed untuk mendapatkan kadar etanol yang terbaik dengan menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM). Penelitian dilakukan berdasarkan rancangan Central Composite Design (CCD) pada aplikasi Design Expert 10. Didalam rancangan CCD, dimasukkan faktor tekanan dengan level rendah yaitu 46 kPa dan level tinggi yaitu 56 kPa. Sedangkan untuk faktor suhu, level rendah bernilai 67,8303oC dan level tinggi 76,2023oC. CCD akan mengatur penelitian menjadi 13 kali percobaan. Selanjutnya, dimasukkan 13 hasil yaitu kadar etanol sebagai respon. Kemudian didapatkan model yang disarankan berupa model kuadratik. Solusi optimal berdasarkan RSM yaitu pada tekanan 50,289 kPa dan suhu 71,004oC, menghasilkan kadar etanol 82,830% dengan nilai desirability sebesar 0,681. Dari solusi optimal yang telah didapatkan, dilakukan uji validasi faktor tersebut berdasarkan solusi optimal yang telah diberikan. Dilakukan tiga kali pengujian dengan hasil kadar etanol rata-rata sebesar 82,8505%. Tingkat kesalahan pada pengujian ini yaitu sebesar 0,024% sehingga bisa dikatakan pengujian ini valid karena nilai tersebut masih dibawah batas kesalahan yang dapat diterima, yaitu 5%. 
Optimasi Konsentrasi KOH dan Suhu Reaksi Terhadap Konversi Crude Palm Oil (CPO) Menjadi Biodiesel Menggunakan Response Surface Methodology (RSM) Yudho N, Rifqi
-
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.381 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi optimal antara konsentrasi katalis KOH dan suhu reaksi untuk mendapatkan yield biodiesel dan nilai kalor tertinggi. Untuk mendapatkan kombinasi optimal antara konsentrasi katalis KOH dan suhu reaksi, maka diperlukan metode optimasi, yakni Response Surface Methodology dengan digunakan dua factorial factors, yakni konsentrasi KOH dan suhu reaksi serta dua responses, yakni yield biodiesel dan nilai kalor. Pada akhir penelitian juga diujikan beberapa karakteristik biodiesel diantaranya massa jenis (densitas), viskositas, kadar air, flash point dan nilai kalor. Hasil optimasi RSM menunjukkan kurva parabola dengan fungsi maksimasi atau biasa disebut strictly concave dengan persamaan model matematis quadratic untuk respon Yield sedangkan respon nilai kalor tidak menunjukkan kurva parabola. Persamaan model matematis yang didapatkan untuk respon yield adalah Y1 = -361,75066 + 298,06346 X1 + 15,36142 X2 + 0,5 X1X2 – 159,4 X12 – 0,14463 X22, dimana: Y1 = Respon Yield , X1 = Konsentrasi KOH (% b/v) , X2 = suhu reaksi (0C), sedangkan persamaan model matematis untuk respon nilai kalor adalah Y2 = 21534,81810 + 2163,76029 X1 – 487,60022 X2 + 69,11980 X1X2 -2709,22080 X12 + 3,84021 X22, dimana Y2 = Respon nilai kalor, X1 = Konsentrasi KOH (% b/v) , X2 = Suhu reaksi (0C). Solusi optimasi yang diberikan RSM menunjukkan titik optimum pada konsentrasi KOH 1,08 % (b/v) dan suhu reaksi 60,110C dengan desirability 0,671. Untuk karakteristik biodiesel yang dihasilkan adalah viskositas 7,356 cst, kadar air 5,6 %, massa jenis 0,864 g/ml, flash point 1350C dan  nilai kalor 9864,834 cal/g.
Pengolahan Brine Discharge Desalination (Limbah Air Multi Effect Distillation) dengan Menggunakan Metode Elektroflokulasi Evi Kurniati; Ardhita Setiawan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.338 KB)

Abstract

Brine Discharge Desalination merupakan hasil samping pengolahan desalinasi air laut dengan menggunakan peralatan Multi Effect Distillation. Proses dari pengolahan desalinasi menghasilkan air limbah brine sebesar 60%. Untuk itu diperlukannya pengolahan limbah brine untuk memnuhi standar baku mutu air limbah industri berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.8 Tahun 2009 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan Kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Termal, maka digunakan metode elektroflokulasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan hasil perlakuan terbaik terhadap karakteristik air kandungan salinitas, pH, TSS, dan Kekeruhan limbah brine. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap-Faktorial (RAL-F) yang tersusun atas 2 faktor yaitu besaran arus (1A, 3A, 5A) dan jumlah elektroda (4 lembar, 6 lembar, 8 lembar) dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian pengaruh interaksi besaran arus dan jumlah elektroda memberikan pengaruh yang nyata terhadap nilai seluruh parameter Salinitas (sig=0,04<0,05), pH (sig=0,04<0,05), TSS (sig=0< 0,05), dan Kekeruhan (sig = 0< 0,05). Dan besaran arus 1 A dan jumlah elektroda 8 lembar, merupakan perlakuan terbaik dengan penurunan nilai salinitas sebesar 37,5%, kenaikan besar-kecil nilai TSS sebesar 4,6% dan kenaikan nilai kekeruhan besar-kecilnya nilai kekeruhan sebesar 45%, dan nilai pH optimum 7,1 dan suhu 36,5oC.
Pemaparan Teknologi Sonic Bloom Dengan Pemanfaatan Jenis MusikTerhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Selada Krop (Lactuca Sativa L) Joko Prasetyo; Ilmana Bintang Lazuardi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.302 KB)

Abstract

Tanaman selada (Lactuca Sativa L) merupakan salah satu tanaman hortikultural yang memiliki potensi nilai ekonomi yang sangat baik dan mempunyai potensi tinggi untuk dibudayakan sehingga layak untuk dikembangkan. Tetapi di Indonesia dalam proses pengembangannya belum membudaya, padahal selada memiliki permintaan yang cukup tinggi khususnya selada krop (Lactuca Sativa L) . Dalam memenuhi kebutuhan selada (Lactuca Sativa L) yang cukup tinggi maka dibutuhkan pengembangan inovasi teknologi untuk meningkatkan produktifitas dari selada. Teknologi yang bisa dikembangkan dalam meningkatkan produktifitas selada adalah dengan menerapkan teknologi sonic bloom. Teknologi sonic bloom merupakan teknologi terobosan yang ditujukan untuk membuat tanaman tumbuh lebih baik. Sonic bloom memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi yang berfungsi memacu membukanya mulut daun (stomata) yang dipadu dengan pemberian nutris. Salah satu pemanfaatan Teknologi sonic bloom adalah dengan pemanfaatan musik. Teknologi sonic bloom dengan memanfaatkan musik adalah hal yang baru dengan difokuskan pada karakteristik suara yang dapat diterima oleh tanaman. Gelombang suara yang dihasilkan oleh musik dapat merangsang pembukaan stomata dan mempengaruhi gerakan karbondioksida di sekitar tanaman sehingga dapat mempengaruhi penyerapan karbondioksida di sekitar daun.Dalam penelitian ini mendapatkan hasil rata-rata dari masing-masing perlakuan, bahwa perlakuan musik jazz, gamelan, dan heavy metal dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman selada dibandingkan dengan tanaman kontrol dalam pengukuran tinggi tanaman diukur secara vertikal dari pangkal hingga ujung daun tertinggi sebesar 14,84 cm, 15,96 cm, 15,3 cm, kontrol 12,34 cm, jumlah daun sebanyak 6 helai, 7 helai, 7 helai, kontrol 6 helai, luas daun tanaman didapatkan rata-rata dari 4 helai terlebar sebesar 13,9 cm2, 29,38 cm2, 26,01 cm2, kontrol 13,17 cm2, berat kering akar tanaman sebesar 0,156 gr, 0,244 gr, 0,238 gr, kontrol 0,136 gr, panjang tanaman diukur dari pangkal tumbuhan hingga ujung daun dengan menelungkupkan tumbuhan searah horizontal hasilnya sebesar 16,12 cm, 18,74 cm, 19,5 cm, kontrol 13,66 cm, berat basah tanaman sebesar 1,094 gr, 2,78 gr, 2,384 gr, kontrol 1,03 gr, berat kering tanaman sebesar 0,578 gr, 1,79 gr, 1,254 gr, kontrol 0,49 gr, kandungan klorofil yang diukuru menggunakan kloril meter Konica Minolta seri SPAD 502 indeks kehijauan daun sebesar 15,12 , 17,28 , 16,6 , kontrol 14,42. Perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah perlakuan musik gamelan dengan waktu perlakuan musik selama 3 jam. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan teknologi sonic bloom dengan memanfaatkan musik jazz, gamelan dan heavy metal dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman selada.
Identifikasi Jenis Tepung dengan Machine Vision Menggunakan Metode Artificial Neural Network (ANN) Sumarlan, Sumardi Hadi; Ariyanti, Dian Anggi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.433 KB)

Abstract

Tepung merupakan salah satu produk pertanian yang digunakan sebagai bahan baku dalam pengolahan produk pangan. Jenis tepung yang sering digunakan dalam pengolahan produk pangan yaitu tepung terigu, tepung tapioka, tepung sagu, tepung beras, dan tepung roti. Kesamaan karakteristik tersebut tidak cukup hanya dibedakan secara manual menggunakan indera manusia, sehingga diperlukan cara untuk identifikasi jenis tepung secara lebih akurat yaitu dengan menggunakan nilai intensitas dari tekstur dan warna citra dari jenis tepung tersebut dengan machine vision menggunakan metode Artificial Neural Network (ANN). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara identifikasi jenis tepung dengan machine vision dan mengetahui kombinasi parameter ekstraksi ciri (feature extraction) terbaik untuk identifikasi jenis tepung dengan menggunakan metode ANN. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan antara lain akuisi citra menggunakan scaner printer canon mp 237 dengan resolusi 100 dpi sebanyak 480 gambar, praproses citra yaitu mengolah citra dengan resolusi yang sama yaitu sebesar 420 x 405 pixel dengan format bitmap (.bmp), ekstraksi ciri dilakukan menggunakan aplikasi visual basic untuk mendapatkan nilai intensitas dari co-occurrence matrix (CCM) citra tepung berupa nilai warna (red, green, blue, gray, hue, saturation (HSL), saturation (HSV), lightness(HSL), value (HSV)) dari tekstur energy, entrophy, contrast, homogenity, invers different moment, correlation, sum mean, variance, cluster dan max probability. Nilai CCM yang diperoleh dari feature extraction di kombinasikan untuk pelatihan dan pengujian dalam pemodelan artificial neural network backpropagation (BPNN) dengan menggunakan 2 jenis input layer yaitu 10 input dan 12 input dengan 1 hidden layer 20 node dan learning rate 0,1; 0,2; 0,4; 0,6 dan 0,9 dengan momentum 0,1 dan 0,4. Pelatihan dan pengujian pemodelan BPNN menghasilkan nilai MSE (Mean Square Error). Nilai MSE terkecil merupakan kombinasi terbaik yaitu kombinasi semua warna pada sum mean dengan menggunakan learning rate 0,4 dan momentum 0,4 diperoleh nilai MSE terbaik sebesar 1,04%.
Produksi Bio-Listrik dengan Kompos dan Urea pada Sistem Plant Microbial Fuel Cell Menggunakan Tanaman Padi (Oryza Sativa. L) Roisul Amin; Gunomo Djoyowasito
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.392 KB)

Abstract

Plant Microbial Fuel Cell merupakan teknologi yang dikembangkan untuk memproduksi energi listrik dari tanaman hidup. PMFC bersifat berkelanjutan karena dapat diperbaharui, konversi energi bersih tanpa menimbulkan emisi dan tidak memiliki persaingan terhadap ketahanan pangan. Prinsipnya, energi matahari ditangkap oleh tanaman atau mikroorganisme fotoautropik yang digunakan untuk menghasilkan donor elektron melalui elektroda, kemudian dikonversi oleh mikroorganisme heterotropik menjadi energi listrik. Lahan padi merupakan lahan yang sengaja digenangi air untuk budidaya tanaman yang mengakibatkan hidupnya bakteri anaerob. Kondisi lahan tersebut sangat mendukung dalam produksi energi listrik pada aplikasi PMFC. Metode penelitian berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan dan 3 pengulangan. Hasil data kuantitas berupa nilai tegangan listrik maksimal 215.1 mV dengan nilai kuat arus 2.581 mA/cm2 dan daya 558.2 mW/cm2 yang berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang serta pH tanah dan nilai konduktivitas listrik tanah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5% dan 1% kemudian dilakukan uji lanjut pada Uji DMRT dengan taraf nyata 5% untuk pengambilan perlakuan terbaik.
Karakteristik Sifat Mekanik dan Evaluasi Tingkat Biodegradabilitas Pot Tanam Organik Berbasis Pelepah Pisang Klutuk (Musa Balbisiana Colla) Frilantika Kusuma Wardani; Yusuf Wibisono; Gunomo Djoyowasito
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.877 KB)

Abstract

Pelepah pisang merupakan limbah yang tidak tepat guna, tetapi memiliki kandungan serat yang tinggi dan berkualitas. Pada saat ini, mayoritas penggunaan pot tanam yang digunakan adalah pot tanam berbahan polybag atau biasa juga disebut pot tanam plastik. Plastik sendiri termasuk kedalam golongan dalam bahan yang sukar atau sulit untuk didaur ulang. Pada penelitian ini bertujuan dapat digunakan sebagai sumber informasi dan alternatif petani beralih dari polybag dan menggunakan pot tanam organik berbasis pelepah pisang klutuk sebagai pot tanam terbarukan. Prosedur pembuatan pot tanam organik yaitu persiapan alat dan bahan, pengeringan, kemudian pembentukan pot. Pada penelitian ini memiliki 2 faktor yang ditentukan sebagai pengaruh yaitu faktor lebar lembaran pelepah pisang dengan 3 variasi ukuran yaitu 2 cm, 3 cm, 4 cm dan faktor suhu ada 4 variasi yaitu dengan suhu 60ºC, 65ºC, 70ºC dan 75 ºC. Pengujian pot tanam organik berbasis pelepah pisang klutuk yang dilakukan adalah sifat mekanik berupa nilai uji tarik, permeabilitas air dan biodegradabilitas pelepah pisang. Kadar air tertinggi didapatkan pada pengeringan dengan suhu 65ºC dengan lebar 3 cm yaitu 1500,97%. Nilai kuat tarik pita pelepah pisang kering tertinggi adalah pada perlakuan pengeringan dengan suhu 60ºC dengan lebar pita pelepah pisang 3 cm yaitudalah 56 MPa. nilai permeabilitas tertinggi pada suhu 65ºC dengan lebar 2 cm 1197.741 cm/jam. Biodegradasi dengan waktu paling lama terdapat pada perlakuan dengan suhu pengeringan 75ºC dan lebar 3 cm yaitu dengan rerata lama waktu 32 hari.
Analisis Teknik Dan Finansial Pembuatan Mocaf ( Modified Cassava Flour ) Di Kelompok Tani Usaha Maju II di Desa Argosari Kecamatan Jabung Kabupaten Malang Wahyunanto Agung Nugroho; Bambang Dwi Argo; Souma Wiryo Pamungkas
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.523 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penggunaan mesin-mesin pengolahan  MOCAF, serta menganalisis kelayakan usaha yang akan dijalankan oleh Kelompok Tani Usaha Maju II. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu metode  penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada. Penelitian ini tidak mengadakan manipulasi atau pengubahan pada variabel-variabel bebas. Parameter penelitian yang digunakan adalah kapasitas produksi, Sumber bahan baku dan tambahan, dan teknologi produksi pada analisis teknik kemudian peritungan Nett Present Value, Nett Benefit Cost Ratio, Internal Rate Return, Payback Periode, dan Break Event Point pada analisis finansial.
Pengaruh Paparan Frekuensi Gelombang Bunyi terhadap Fase Vegetatif Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat (Ipomea Reptans Poir) Sandra Malin Sutan; Joko Prasetyo; Irman Mahbudi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.701 KB)

Abstract

 Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian frekuensi gelombang bunyi terhadap pertumbuhan vegetatif dan produktifitas tanaman kangkung darat. Perlakuan pada penelitian ini menggunakan frekuensi gelombang bunyi 5 KHz, 10 KHz, 15 KHz dengan perlakuan selama 3 jam. Intensitas level bunyi yang digunakan berkisar antara 60-65 Db. Penelitian dimulai saat tanaman berumur 15 hari setelah tanam sampai umur 30 hari setelah tanam. Parameter yang diamati pada penelitian ini antara lain tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan perlakuan frekuensi gelombang bunyi peningkatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman kangkung lebih tinggi dibanding tanaman kontrol. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi gelombang bunyi 10 KHz merupakan perlakuan jenis frekuensi terbaik. Hal tersebut dikarenakan pemberian bunyi dengan frekuensi 10 Khz berpengaruh nyata terhadap panjang daun dan berat segar tanaman. Dari hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tinggi tanaman sebesar 33,07%, lebar daun sebesar 13.5%, lebar daun sebesar 2,32%. Dan hasil rerata berat segar tanaman sebesar 22,67 gram/tanaman.