cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 423 Documents
PENGARUH PH DAN SUHU FERMENTASI TERHADAP PRODUKSI ETANOL HASIL HIDROLISIS JERAMI PADI Yusuf Hendrawan; Sumardi Hadi Sumarlan; Citra Puspita Rani
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.859 KB)

Abstract

Bioetanol,  salah  satu  bentuk  energi  alternatif  terbarukan  yang  ramah  lingkungan, merupakan etanol (C2H5OH) yang merupakan hasil dari proses fermentasi gula dari biomassa yang mengandung pati menggunakan bantuan mikroorganisme. Dalam proses  konversi  biomassa  menjadi etanol,  fermentasi  berperan  mengubah  glukosa  yang dihasilkan dari proses hidrolisis menjadi etanol. pH dan suhu merupakan faktor yang penting pada proses fermentasi karena menentukan kondisi pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae. Pada penelitian ini, terdapat dua faktor dalam proses fermentasi yaitu pH dan suhu fermentasi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang tersusun atas 2 faktor yaitu pH dan suhu fermentasi pada waterbath. Faktor I (pH) terdiri dari 3 level yaitu 4,  5, dan 6. Sedangkan faktor II (suhu fermentasi) terdiri dari 3 level yaitu suhu 30, 33, dan 36°C sehingga diperoleh 9 kombinasi dengan 3 kali ulangan. Setelah itu dilakukan uji ANOVA.  Hasil uji etanol menggunakan metode Gas Chromatography (GC) menunjukkan bahwa hidrolisat dengan pH 4 dan suhu fermentasi 36oC menghasilkan kadar etanol yang lebih besar dibandingkan dengan perlakuan yang lain yaitu sebesar 0,1352%. Sementara untuk kadar etanol  terendah  yaitu  pada  perlakuan  dengan  pH 6  dan  suhu  fermentasi 30°C  yaitu menghasilkan kadar etanol 0,0678%. Nilai kadar etanol cenderung menurun seiring dengan meningkatnya nilai pH. Sedangkan nilai kadar etanol cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya suhu fermentasi.
Uji Performansi Penyimpanan Tempe Menggunakan Pancaran Radiasi Ultraviolet Bambang Dwi Argo; Nur Komar; Safitri Rizka Rahmawati; Joko Prasetyo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.727 KB)

Abstract

Tempe merupakan makanan tradisional yang sangat populer di Indonesia, Tempe ini sendiri tidak mempunyai umur simpan yang lama karena terfermentasinya bahan dasar yang membuat kapang terus berkembangbiak didalamnya. Alternatif untuk memperlambat perkembangbiakan kapang ini adalah dengan penyinaran menggunakan pancaran radiasi sinar ultraviolet (UV) C dengan panjang gelombang 254 nm yang digunakan untuk menghambat peningkatan jumlah kapang dengan cara mempengaruhi fungsi sel. Hasil akhir yang diharapkan dengan penggunaan radiasi UV adalah penurunan populasi kapang sehingga dapat mempertahankan kualitas tanpa mempengaruhi komposisi kimia di dalam bahan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh dari penggunaan sinar ultraviolet terhadap jumlah kapang, protein, kadar air, dan perubahan warnanya Menentukan jarak penyinaran UV yang optimal terhadap keawetan tempe dalam simpanan, dan Mengetahui efektifitas penyinaran UV. Pada pelaksanaannya rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan pengulangan 3 kali yang terdiri dari 2 faktor yaitu Jarak antara lampu UV dengan bahan 12 cm; 17 cm; 22 cm, dan Lama penyinaran 24 jam; 48 jam; dan 72 jam. Sedangkan parameter yang diamati adalah Jumlah kapang, protein, kadar air, warna. Hasil analisis pengaruh dari penggunaan radiasi sinar UV terhadap jumlah kapang tanpa penyinaran adalah 9.28, dibandingkan dengan penyinaran jarak 12 cm adalah 7.05. Dengan penyinaran maka terjadi penurunan kadar air sebanyak 28.69 %. Perubahan warna merah dan kecerahan pada penyinaran jarak 12 cm dengan 17 cm tidak berbeda nyata dengan nilai warna merah 0.83 dan 0,91 sedangkan nilai kecerahannya 61.25 dan 61.52. Peningkatan jumlah protein terbesar pada penyinaran jarak 12 cm dengan nilai 27.46. Penyinaran yang optimal terhadap keawetan tempe dalam simpanan yaitu penurunan jumlah kapang, kadar protein dan kadar air dengan jarak 12 cm. Sedang pada kecerahan dan warna merah pada jarak 12 dan 17 cm mempunyai nilai tidak berbeda nyata. Dari hasil pengujian maka dapat disimpulkan bahwa dengan radiasi jarak 12 cm mempunyai nilai yang optimal, walaupun jaraknya tidak cukup dekat dengan tempe tapisudah cukup optimal untuk menurunkan jumlah kapang tanpa merusak kandungan dalam tempe.
Pengaruh Pretreatment dan Lama Waktu Ekstraksi terhadap Karakteristik Ekstrak Kulit Jeruk Purut (Citrus hystrix D.C) Menggunakan Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) Bambang Susilo; Sumardi Hadi Sumarlan; Yusuf Wibisono; Novantia Pusputasari
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.913 KB)

Abstract

Kulit jeruk purut mengandung minyak atsiri yang dikenal sebagai minyak eteris (aetheric oil) yang banyak digunakan industri kimia parfum, menambah aroma jeruk pada minuman dan makanan, serta dibidang kesehatan digunakan sebagai antioksidan dan anti kanker. Minyak atsiri jeruk purut dapat diekstrak dengan menggunakan metode Ultrasonic Assisted Extraction (UAE). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis perlakuan pendahuluan bahan yaitu kulit jeruk segar (tanpa pengeringan) dan kulit jeruk kering (dengan pengeringan), faktor kedua adalah lama waktu ekstraksi dengan menggunakan gelombang ultrasonik yang terdiri 3 level yaitu 10 menit, 20 menit, dan 30 menit. Pemilihan perlakuan terbaik menggunakan metode Multiple Atribut Zeleny. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pretreatment kulit jeruk purut sebelum ekstraksi dengan metode ultrasonik tidak berpengaruh nyata (sig>0.05) terhadap rendemen tetapi berpengaruh nyata (sig<0.05) terhadap pH, berat jenis, dan indeks bias. Sedangkan lama waktu ekstraksi berpengaruh nyata (sig<0.05) terhadap rendemen dan berat jenis tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap pH dan indeks bias (sig>0.05). Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan kulit jeruk purut segar dan lama waktu ekstraksi 20 menit dimana nilai rendemen sebesar 11.73037%, pH 4.027, berat jenis 0.84231gr/ml, indeks bias 1.355, kadar sitronellal 18.09%, kadar limonene 22.09%.
PENGARUH FOTOPERIODE dan VARIASI KANDUNGAN NITROGEN (NaNo3) TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN dan KANDUNGAN LIPID MIKROALGA BLT0404 Hendrawan, Yusuf; Sumarlan, Sumardi Hadi; Anggraini, Sabrina
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.813 KB)

Abstract

Mikroalga merupakan salah satu organisme yang dapat di nilai ideal dan potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku produksi biofuel Kandungan lipid dalam biomassa mikroalga kering spesies tertentu dapat mencapai di atas 50%. Fotoperiode memegang peranan penting dalam laju pertumbuhan mikroalga. Ketika mikroalga dikultur dalam kondisi nitrogen terbatas, efek yang paling menonjol adalah degredasi aktif dan spesifik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui laju pertumbuhan, kandungan lipid dan kandungan asam lemak yang dihasilkan dari berbagai perlakuan. penelitian ini metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu faktor I kandungan komposisi nitrogen (NaNO3) dengan 4 level yaitu 25% NaNO3, 50% NaNO3, 75% NaNO3, dan 100% NaNO3 dan faktor II dengan pebandingan fotoperiode 8 jam terang (8T) : 16 jam gelap (16G) dan 24 jam terang (24T) :0 jam gelap (0G). Hasil laju pertumbuhan maksimum (µmaks) mikroalga BLT0404 yang tertinggi dihasilkan dari perlakuan 100% nitrogen dengan fotoperiode 24T:0G yaitu sebesar 14.1134x106 dan kandungan lipid terbesar dihasilkan dari perlakuan 25% nitrogen dengan fotoperiode 24T:0G yaitu sebesar 61.9% dry weight.
Rancang Bangun Alat Ukur Kadar Air Chips Singkong (Manihot Esculenta) dengan Prinsip Frekuensi ke Tegangan Susilo, Bambang; Hermanto, Mochamad Bagus; nainggolan, Yenni
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.595 KB)

Abstract

Kadar air adalah salah satu faktor yang menentukan apakah suatu komoditi layak untuk disimpan atau tidak, apalagi pada jangka waktu yang lama. Perlunya mengetahui kadar air bahan dan produk olahan juga dimaksudkan untuk mendapatkan produk olahan dengan kualitas yang baik. Perancangan alat  terdiri dari dua buah batang stainless stell pejal dengan ukuran 8 cm dan diameter 2 mm, sebagai sensor. Sinyal yang dikuatkan oleh rangkaian pembangkit frekuensi akan diberikan ke batang 2 kemudian akan dilanjutkan ke batang 1. Sinyal yang diterima berupa frekuensi sebesar 1 MHz.  Data frekuensi tersebut dipengaruhi oleh kadar air chips singkong yang dikenakan pada sensor yang diolah menjadi data biner  oleh ADC, kemudian diteruskan ke Mikrokontroler AT89S51 yang juga memproses input ADC untuk ditampilkan dalam LCD. Alat ukur kadar air chips singkong bekerja  berdasarkan frekuensi yang dihantarkan oleh dua batang di mana chips singkong berada di antaranya. Frekuensi akan diubah menjadi tegangan sehingga nilai  tegangan diperoleh berdasarkan frekuensi yang dihantarkan karena perubahan kadar air chips singkong.
KOMBINASI PASTEURISASI TERMAL DAN NON TERMAL PADA SARI BUAH JERUK Hawa, La Choviya; Komar, Nur; Wirayanti, Dani
-
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.443 KB)

Abstract

Sari buah jeruk merupakan alternatif produk olahan jeruk yang banyak diminati masyarakat. Pemanasan merupakan cara konvensional yang biasa digunakan dalam pengolahan untuk mengurangi kontaminasi mikroba pada produk pangan. Proses tersebut menjamin keamanan produk, tetapi kemungkinan rusaknya cita rasa, nutrisi, dan sifat fisikokimia tidak dapat dihindari, sehingga perlu adanya alternatif pengolahan secara non-termal. Penelitian ini mengkombinasikan teknologi pengolahan dengan minimal heat treatment dengan perlakuan suhu (35, 40, 45, dan 50ºC) dan waktu pemberian pulsed electric field (60, 70, 80, dan 90 detik) pada tegangan 40kV/cm untuk menginaktivasi total mikroba dan bakteri asam laktat (BAL) yang terdapat pada sari buah jeruk segar sekaligus meminimalisir terdagradasinya nutrisi serta sifat fisiknya. Kombinasi perlakuan (50ºC; 90 detik; 40kV/cm) dapat menurunkan total mikroba sebanyak 5.2 log cycle dan BAL 3.8 log cycle. Kondisi sifat fisikokimia tidak signifikan terpengaruh ( Fhitung &lt; Ftabel ).  
Pemurnian Bioetanol Menggunakan Proses Distilasi Dan Adsorpsi Dengan Penambahan Asam Sulfat (H2so4) Pada Aktivasi Zeolit Alam Sebagai Adsorben Susilo, Bambang; Nurirenia, Dela Feminda; Sumarlan, Sumardi Hadi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.438 KB)

Abstract

Etanol (alkohol) adalah nama suatu golongan senyawa organik yang mengandung unsur C, H dan O. Untuk mendapatkan bioetanol yang berkadar tinggi maka perlu dilakukan pemurnian kadar etanol yaitu menggunakan proses distilasi dan adsopsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dan penambahan asam sulfat (H2SO4) untuk aktivasi zeolit alam pada proses adsorpsi setelah dilakukan distilasi. Prosedur pemurnian ini menggunakan zeolit alam 100 mesh dengan variasi penggunaan asam sulfat 1%, 2%,3% dan penambahan adsorben 10gr, 25gr, 40gr. Hasil analisis terbaik menggunakan variasi penambahan asam sulfat dan massa zeolit alam diperoleh pada konsentrasi 2% dan penambahan massa zeolit 10 gram. Hasil pengukuran piknometer dengan kadar awal 18% meningkat menjadi sebesar 88,868%, setelah diujikan Gas Chromatography (GC) kadar awal sebesar 13,61% meningkat menjadi 85,18%. Sehingga dengan proses pemurnian menggunakan alat distilasi fraksinasi dan adsorpsi zeolit alam dapat meningkatkan 71,57% kadar etanolnya. Hasil pengujian Gas Chromatography (GC) hanya memiliki selisih sedikit (±5%) dengan pengukuran menggunakan piknometer.
Analisis Finansial Media Apung Sabut Kelapa Untuk Budidaya Tanaman Padi (Oriza sativa.L) di Lahan Rawa Ary Mustofa Ahmad; Ekoyanto Pudjiono; Mochamad Syarbuddin Zuhri
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.692 KB)

Abstract

Penyusutan luas areal pertanian di Indonesia akibat adanya alih fungsi ke nonpertanian dan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia, menyebabkan usaha swasembada pangan akan mengalami kesulitan. Salah satu solusi adalah pemanfaatan lahan rawa. Tujuan penelitian ini adalah Analisis kelayakan finansial media apung sabut kelapa untuk budidaya tanaman padi di lahan rawa dan kajian pertumbuhan generatif tanaman padi. Hasil produksi gabah isi terbesar diperoleh dari Blok 1 yaitu sebesar, 0,51 kg, gabah hampa terbesar diperoleh dari Blok 2 sebesar 0,12 kg. Hasil produksi beras kepala, beras pecah besar, beras pecah kecil dan menir dari masing-masing blok berturut-turut adalah Blok 1(gr) = 241,03; 83,41; 18,97 dan 1,17. Blok 2 (gr) = 49,68; 116,43; 71,03; 9,06. Dan Blok 3(gr)=4,42; 1,58; 5,30; 0,21. Adanya perbedaan jumlah produksi terutama yang ditunjukkan oleh blok 3 diduga disebabkan adanya kebocoran pada plastik pelindung bagian bawah media, sehingga penggunaan pupuk menjadi tidak efektif. Biaya pembuatan media apung sabut kelapa berukuran 4m2 adalah Rp 97.400 atau Rp 241.000.000 perHa, modal kerja selama musim pertama adalah Rp 4.611.250 untuk gabah atau Rp 4.738.750 untuk beras. Biaya tetap sebesar Rp 32.466.750, dan biaya tidak tetap sebesar Rp 4.838.750. Penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 7.650.000 perHa pertahun. Jika dijadikan beras maka penerimaan yang diperoleh adalah Rp 9.865.980 per hektar pertahun.  Pendapatan yang diperoleh untuk produk berupa gabah adalah sebesar Rp – 1.172.500 per hektar untuk tahun pertama dan Rp – 872.500 untuk tahun kedua sampai tahun kelima. Jika produk dijadikan beras maka pendapatan yang diperoleh adalah Rp 788.480 untuk tahun pertama dan Rp 1.088.480 untuk tahun kedua sampai tahun kelima. Nilai BEP untuk produk berupa gabah adalah 12.101 Kg. Dan untuk produk berupa beras kepala adalah 8.730,5 Kg, beras pecah besar 3.021,6 Kg, beras pecah kecil 687,6 Kg, dan menir 42,8 Kg. Dengan hasil seperti diatas maka secara finansial, media apung sabut kelapa dengan ukuran 4 m2 untuk budidaya tanaman padi di lahan rawa masih belum layak untuk diterapkan.
Pengkajian Beras Pecah Kulit (Brown Rice) Dalam Kemasan Vakum (Vacuum Packaging) Berdasarkan Ketebalan Plastik Kemasan Jenis Nylon Yusuf Hendrawan; Ary Musthofa Ahmad; Gunomo Djoyowasito; Meilani Eka Marantika
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.639 KB)

Abstract

Beras pecah kulit (Brown Rice) merupakan beras yang hanya dihilangkan sekamnya, dilakukan satu kali pengilingan tanpa dipoles menjadi beras putih dan masih memiliki kulit ari. Sehingga beras pecah kulit memiliki gizi yang lebih lengkap dibandingkan beras giling. Namun memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi dibandingkan beras sosoh sehingga lebih mudah apek selama masa penyimpanan sehingga dibutuhkan cara penyimpanan yang tepat untuk menjaga penurunan mutu beras selama penyimpanan salah satunya dengan dikemas secara vakum (Vacuum Packaging). Pengemasan vakum merupakan salah satu teknologi pengemasan yang mampu menurunkan reaksi oksidasi pada produk karena pengemasan dilakukan secara vakum atau menghilangkan udara dari dalam kemasan. Jenis kemasan dan ketebalan plastik kemasan yang digunakan juga mampu menghambat kerusakan pada produk. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji beras pecah kulit selama penyimpanan vakum berdasarkan ketebalan kemasan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai cara pengemasan beras pecah kulit secara tepat. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial dengan dua faktor yaitu varietas perlakuan (beras pecah kulit, beras sosoh I dan beras sosoh II) dan ketebalan kemasan (plastik vakum 75 mikron, 100 mikron dan 120 mikron) sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang 3 kali yang akan disimpan pada suhu ruangan selama 2 bulan dan diamati 15 hari sekali. Parameter yang diuji yaitu perubahan berat, kadar air, densitas, kadar lemak dan organoleptik aroma. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan sidik ragam ANOVA, uji lanjut BNJ dan perlakuan terbaik diperoleh menggunakan Multiple Attribute. Berdasarkan hasil penelitian, ketebalan plastik kemasan jenis nylon memberikan pengaruh nyata terhadap perubahan berat, kadar air, densitas, dan kadar lemak. Selama penyimpanan perubahan berat dan kadar air cenderung meningkat, densitas dan kadar lemak cenderung menurun, nilai kesukaan panelis terhadap aroma beras juga cenderung menurun. Perlakuan terbaik yaitu pada beras sosoh II dengan kemasan 120 mikron dengan perubahan berat terendah (0,164%), nilai kadar air terendah (12,751%), nilai densitas tertinggi (0,820 gr/cm3), nilai kadar lemak (0,23%), dan nilai kesukaan panelis tinggi (5,3 atau suka).
Rancang Bangun Sistem Pemurnian Biogas Menggunakan Metode Biofiksasi-Adsorpsi oleh Mikroalga Chlorella Vulgaris dan Karbon Aktif Bambang Susilo; Shinta Rosalia Dewi; Gunomo Djoyowasito; Natalia Simanjuntak
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.467 KB)

Abstract

Kebutuhan akan energi semakin hari semakin meningkat seiring dengan peningkatan populasi manusia. Hal ini menyebabkan tingkat ketergantungan terhadap sumber energi fosil semakin tinggi dan rentan mengalami krisis energi. Oleh karena itu ketergantungan akan energi fosil harus dikurangi penggunaannya dengan cara menggunakan sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui. Biogas merupakan sumber energy alternative yang diproduksi dari bahan organic melauli proses degradasi anaerobik. Komponen utama biogas yaitu metana (CH4), karbondioksida (CO2), dan H2S. Kadar CO2 di dalam biogas menyebabkan turunnya nilai kalori biogas oleh karena itu perlu dilakukan pemurnian. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk merancang  sistem pemurnian biogas dengan proses pemurnian dua tahap menggunakan metode biofiksasi-adsorpsi dan mengetahui penurunan CO2 dalam biogas dengan menggunakan sistem pemurnian. Penelitian ini menggunakan laju alir biogas 1,5 l/min. Hasil percobaan pemurnian biogas menunjukkan terjadi penurunan kadar CO2 yang cukup besar dengan mnggunakan proses pemurnian metode kombinasi. Berdasarkan data hasil pengujian diperoleh kadar CO2 kontrol sebesar 42%. Setelah dilakukan pemurnian menggunakan metode biofiksasi-adsorpsi diperoleh penurunan tertinggi kadar CO2 hingga mencapai 26,4% sehingga kadar CO2 menjadi 15,60%.  Berdasarkan hasil pengujian data maka diperoleh efektivitas penurunan kadar CO2 menggunakan metode biofiksasi-adsorpsi adalah sebesar 62,86%.