cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 423 Documents
Pengaruh Ukuran dan Bahan Variasi Komposisi Sampah Organik Universitas terhadap Karakteristik Biobriket Pratama, Kanda Bagus; Hendrawan, Yusuf; Lutfi, Musthofa
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.01.07

Abstract

Biobriket adalah bahan bakar alternatif yang berasal dari bahan organic dan dicetak dalam bentuk blok (padatan) yang berguna untuk memulai dan mempertahankan nyala api. Blotong merupakan limbah padat yang memiliki kualitas bagus untuk menjadi bahan baku pembuatan biobriket. Pemanfaatan sampah organik Universitas Brawijaya sebagai bahan campuran pembuatan biobriket diharapkan dapat menjadi alternatif pengolahan limbah universitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari ukuran partikel dan variasi komposisi sampah organik Universitas Brawijaya dan Blotong terhadap karakteristik biobriket untuk mendapatkan biobriket yang berkualitas. Penelitian ini menggunakan Analysis of Varian (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perlakuan memberikan pengaruh signifikan terhadap rata-rata kadar air 7.89%, rata-rata kadar abu 2.85%, dan rata-rata laju pembakaran 0.0017 gram menit-1. Nilai kalor tebaik diperoleh dengan komposisi Sampah Organik Universitas Brawijaya : Blotong sebesar 1:3, yaitu 3,378.2 kal.gram-1.
Rancang Bangun Prototype Mesin Pengupas Kulit Singkong (Manihot esculenta) Tipe Drum Silinder Berdinding Mild Steel Profil L Bahri, Saepul; Ahmad, Ary Mustofa; Hawa, La Choviya
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.01.03

Abstract

Singkong (Manihot esculenta) merupakan hasil komoditi pertanian yang banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan manusia. Dalam meningkatan produksi pengolahan produk singkong dibutuhkan perbaikan teknologi salah satunya pada proses pengupasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk rancang bangun dan menguji hasil kinerja  prototype mesin pengupas kulit singkong tipe drum berdinding mild steel profil L. Prinsip pengupasan kulit singkong yaitu drum silinder berdinding besi L yang memiliki bentuk sudut siku berfungsi sebagai mata pisau yang akan berputar dan mengiris permukaan bahan secara kontinyu seiring putaran silinder pengupas. Tahapan penelitian ini yaitu meliputi pendekatan fungsional, struktural dan pengujian. Parameter pengujian pada prototype mesin yaitu massa bahan, persentase kerusakan hasil pengupasan, persentase kulit yang tidak terkupas dan efisiensi pengupasan. Pada penelitian ini digunakan teknik analisis data dengan design eksperimental yang menggunakan 1 faktorial rpm (diameter pulley) yang terdiri dari 5 level yaitu  3, 4, 5, 6 dan 7 Inch dengan ulangan sebanyak 3 kali. Pengujian prototype mesin dilakukukan selama 5 menit dengan kapasitas input 5 kg. Perlakuan kecepatan yang dihasilkan yaitu 27,95 ; 33,33 ; 42,51 ; 50,97 dan 70,3 rpm. Efisiensi hasil pengupasan tertinggi yaitu sebesar 90% pada pulley berukuran 6 inch dengan kecepatan putar 50,97 rpm. Pada perlakuan yang sama diperoleh persentase tingkat kerusakan bahan tertinggi yaitu sebesar 20,98%. Pada perlakuan dengan kecepatan 70,3 rpm menghasilkan efisiensi pengupasan terendah yaitu sebesar 57,31%, namun dengan tingkat kerusakan yang terendah juga yaitu yaitu sebesar 8,21%.
Study Trafficability Mesin Thresher Roda Tiga Produksi Bengkel Peni Sukoharjo di Lahan Sawah Ampri Lylyanto Khusna; Gunomo Djoyowasito; Sandra Malin Sutan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.01.08

Abstract

Sistem pemanenan padi secara mekanis pada lahan sawah di beberapa wilayah di Indonesia perlu mempertimbangkan kondisi lahan, lebih khusus lagi pada daya sangga lahan (trafficability) untuk menumpu mesin-mesin pemanen tersebut seperti tergenangnya sawah. Trafficability adalah kemampuan daya dukung lahan dan traksi untuk operasi kendaraan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mencari lahan sawah yang bisa dilewati mesin tresher supaya mesin tersebut bisa ditempatkan didekat lahan sawah yang akan dipanen berdasarkan perbandingan tekanan pada roda tresher dibandingkan dengan uji penetrasi tanah pada masing-masing petak sawah. Metode penelitian yang digunakan ialah mengukur parameter pengamatan yaitu parameter design dan parameter tanah. Pada parameter design, mengukur spesifikasi mesin power tresher roda tiga yaitu gaya pada masing-masing roda, tekanan pada masing-masing roda,  titik pusat beban, dan sudut guling power tresher. Sedangkan pada parameter tanah, mengukur penerasi tanah dan kemiringan lahan pada 15 petak sawah pengamatan. Hasil pengamatan menunjukkan mesin tresher roda tiga memiliki panjang 3,23 m, lebar 1,62 m, dan tinggi 1,63 m dan tenaga penggerak mesin diesel 20 hp. Titik pusat beban dari mesin tresher berada pada sumbu x 129,4 cm, sumbu y 81,02 cm dan sumbu z 69,73 cm. Tekanan pada roda belakang kiri sebesar 1,1227 kg/cm2, pada belakang kanan sebesar 1,07169 kg/cm2, dan pada roda depan sebesar 0,81114 kg/cm2 dan mesin tresher roda tiga dapat melewati lahan sawah yang memiliki nilai penetrasi lebih dari 1,1227 kg/cm2 dengan kadar air tanah maksimal sebesar 39,42%.
Pendugaan Umur Simpan Keripik Kelapa (Cocos nucifera L.) Menggunakan Metode Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) Model Pendekatan Persamaan Arrhenius Evy Puspitasari; Sandra Malin Sutan; Anang Lastriyanto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.01.04

Abstract

Keripik kelapa memiliki sifat yang mudah menyerap air, sehingga penambahan kadar air selama penyimpanan dapat menurunkan mutu keripik. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan laju perubahan mutu, menentukan parameter kritis, dan menduga umur simpan keripik kelapa dengan metode akselerasi (Arrhenius) yang disimulasikan pada tiga kondisi suhu penyimpanan pada inkubator (25⁰C±1, 35⁰C±1, dan 45⁰C±1) selama 16 hari dan setiap 4 hari sekali dilakukan pengamatan terhadap kadar air, kekerasan, dan organoleptik. Umur simpan keripik kelapa yang disimpan pada 25 (˚C), 35 (˚C), dan 45 (˚C) dikemas dengan plastik polipropilen yaitu 18 hari, 16 hari, dan 15 hari. Dikemas dengan plastik polietilen yaitu 17 hari, 13 hari, dan 11 hari. Dikemas dengan microwaveable vacuum pack bag yaitu 15 hari, 11 hari, dan 10 hari.
Uji Mekanik Bioplastik Berbahan Pati Umbi Ganyong (Canna edulis) dengan Variasi Selulosa Asetat dan Sorbitol Dyah Iswatun Lailyningtyas; Musthofa lutfi; Ary Mustofa Ahmad
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.01.09

Abstract

Umbi ganyong (Canna edulis) dapat dimanfaatkan sebagai bahan plastik biodegradable dikarenakan memiliki banyak  kandungan serat. Sifat fisik dan kimia pada umbi ganyong juga sangat baik karena memiliki presentase yang seimbang antara amilosa dan amilopektin, yaitu 41% dan 53%. Sehingga ganyong dapat dijadikan salah satu bahan alternatif yang dapat diambil patinya untuk pembuatan bioplastik. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari proses pembuatan plastik biodegradable serta menganalisis  pengaruh penambahan selulosa asetat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan plasticizer sorbitol terhadap sifat mekanik plastik biodegradable dari pati umbi ganyong (Canna edulis) dengan berbagai parameter yaitu kekuatan tarik, elongasi, modulus Young. Pembuatan plastik biodegradable berbasis pada metode solution casting, dimana dilakukan modifikasi komposisi selulosa asetat dengan penambahan plasticizer sorbitol dan pati umbi ganyong. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu variasi selulosa asetat sebagai penguat pada bioplastik dan sorbitol sebagai plasticizer. Komposisi pati umbi uwi yang digunakan adalah 5 gram, kombinasi konsentrasi selulosa asetat yang digunakan adalah 1 gram; 1,5 gram; 2 gram, 2,5 gram dan 3 gram. Variasi volume sorbitol digunakan adalah 1 ml, 2 ml, 3 ml, 4 ml, 5 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik dari pengujian kuat tarik yaitu pada perlakuan selulosa asetat 2,5 gram dan sorbitol 1 ml sebesar 74,793 MPa. Perlakuan terbaik pada pengujian elongasi yaitu pada perlakuan selulosa asetat 2 gram dan sorbitol 5 ml yakni perpanjangan sebesar 113,340 %. Perlakuan terbaik pada pengujian Modulus Young yaitu pada perlakuan selulosa asetat 2,5 gram dan sorbitol 1 ml sebesar 10,221 Mpa.
Smart Farming: Sistem Tanaman Hidroponik Terintegrasi IoT MQTT Panel Berbasis Android Dewi, Imelda Zahra Tungga; Ulinuha, Muhamad Faqih; Mustofa, Wahyu Ajis; Kurniawan, Ade; Rakhmadi, Frida Agung
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.01.08

Abstract

Maraknya pengalihan fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman dan perindustrian di Indonesia cukup tinggi. Namun peningkatan pengalihan lahan pertanian tidak diikuti dengan penurunan kebutuhan pangan, dimana kebutuhan pangan terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini mendorong suatu inovasi dalam bidang pertanian dengan mengubah pertanian konvensional menjadi pertanian modern guna efektifitas pertanian di lahan sempit. Salah satunya adalah dengan berhidroponik, yaitu budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Namun, demi kemudahan proses budidaya di era digital ini, maka dilakukanlah penelitian untuk membuat sistem digitalisasi pada pertanian hidroponik yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT) menggunakan Iot MQTT Panel berbasis Andorid. Penelitian ini dilakukan melalui 4 tahapan yaitu studi pustaka, perancangan sistem, pembuatan sistem, dan pengujian sistem smart farming. Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan pengontrolan jarak jauh dalam pertanian hidroponik dengan membuat sistem digitalisasi monitoring dan controlling menggunakan sebuah aplikasi tanpa si pemilik berada di lokasi hidroponik. Dalam penelitian ini digunakan Sensor pH, DHT11, Soil Moisture, dan Solenoid Valve untuk pemantauan serta pengelolaan nutrisi pada tanaman hidroponik khususnya pada tanaman cabai dan selada. Smart farming telah berhasil dibuat dan siap pakai untuk dapat memonitoring nutrisi, cahaya, suhu serta kelembapan pada tanaman hidroponik dan mengendalikan sirkulasi air pada tanaman hidroponik.
The Geometric Accuracy of Complex Surface Using 5-Axis Turn-mill Machine Khairul Jauhari; Mahfudz Al Huda
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.03.07

Abstract

This paper presents an analysis model for geometric accuracy measurement of marine propeller blades. Geometric accuracy of marine propeller models, which has been finished by machining processes are measured and analyzed using GOM 3D photo-scanning peripheral and software. The methods we used are firstly, marine propeller blades are scanned by GOM Scanner and then the effects of cutting parameters, that is step-over variation on the geometric accuracy are investigated. Inspection of geometric accuracy is performed by comparing the result of 3D scanning measurement of finished propeller with CAD design data using GOM Inspect 2016 software. The results showed that greater step-over value, the deviation value tends to be smaller. Finally, this method is proven effective in measuring by producing similar trends at two measurement position points.
Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk Menilai Kesiapan Implementasi Modernisasi Irigasi Antara Daerah Irigasi Kewenangan Pusat dan Daerah Heru Sulistiawan; Asna Mustofa; Afik Hardanto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.02.07

Abstract

Modernisasi irigasi merupakan proses adaptasi sistem irigasi terhadap perubahan dengan tujuan meningkatkan kinerja sistem irigasi dari aspek manajemen, metodologi, dan komponen sistem. Modernisasi irigasi di Indonesia dilakukan dengan pendekatan lima pilar irigasi yaitu ketersediaan air, sarana prasarana irigasi, institusi/kelembagaan, sistem pengelola, dan sumber daya manusia. Modernisasi dapat diimplementasikan apabila nilai Indeks Kinerja Modernisasi Irigasi (IKMI) pada suatu Daerah irigasi (DI) minimal 80. Nilai IKMI merupakan nilai kesiapan suatu Daerah Irigasi (DI) berdasarkan pada lima pilar modernisasi irigasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kesiapan modernisasi irigasi pada dua kewenangan DI yang berbeda dengan menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian dilaksanakan di dua DI, yaitu DI Serayu (luas 20.795 ha; kewenangan pemerintah pusat) dan DI Karangnangka (390,8 ha; kewenangan pemerintah Kabupaten Banyumas). Pengambilan data dilakukan selama 4 bulan (April-Juli 2019). Berdasarkan nilai IKMI dari dua kewenangan DI, didapatkan bahwa DI Serayu memiliki kesiapan implementasi modernisasi irigasi lebih baik (rerata ~ 79.2) daripada DI Karangnangka (rerata ~49.2). Perhatian pada aspek sistem pengelolaan (0,221) perlu diperhatikan sebelum implementasi modernisasi di DI Serayu sedangkan aspek peningkatan sarana prasarana menjadi faktor penting di DI Karangnangka (0,261). Perbedaan tingkat kesiapan tersebut dimungkinkan karena aspek faktor sumberdaya manusia, luas areal dan kekuatan institusi. Tantangan modernisasi irigasi pada perbedaan sistem pengelolaan adalah fleksibilitas dan adaptasi terhadap keragaman suatu DI.
Rancang Bangun Mesin Pengaduk Adonan Kerupuk Bawang (Studi Kasus di Usaha Kecil dan Menengah Sakinah, Cimahi) Vibi Ledianti; Asep Yusuf; Asri Widyasanti
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.01.04

Abstract

UKM Sakinah merupakan usaha kecil menengah skala industri rumahan yang memproduksi aneka olahan makanan, salah satu diantanya yaitu kerupuk. Proses pembuatan kerupuk di UKM Sakinah masih mengandalkan tenaga manusia pada tahap pengadukkan adonan. Hal tersebut menjadi salah satu kendala di UKM Sakinah karena tidak dapat memenuhi permintaan akibat jumlah produksi yang sangat terbatas. Kegiatan pengadukan adonan merupakan proses yang paling lama dan terberat dalam pembuatan kerupuk, dalam satu kali proses pembuatan UKM Sakinah hanya mampu mengaduk adonan sebesar 2 kg dalam waktu 20 menit agar adonan menjadi kalis. Mengatasi kendala tersebut, maka diperlukan adanya perancangan mesin, pembuatan mesin dan uji kinerja mesin. Adanya mesin pengaduk adonan kerupuk ini diharapkan dapat mengatasi keterbatasan produksi di UKM Sakinah. Perancangan mesin pengaduk adonan secara rinci dilakukan perhitungan dimensi meliputi menghitung daya motor penggerak, sistem transmisi, poros, pin, bantalan, analisis kekuatan rangka dan analisis kekuatan las. Mesin Pengaduk adonan kerupuk bawang ini memiliki dimensi panjang 1000 mm, tinggi 1070 mm, dan lebar 600 mm. Kapasitas aktual yang dihasilkan pada saat uji kinerja yaitu 45.31 kg/jam dan rendemen sebesar 98.09%.
Pengaruh Fortifikasi Daun Kelor dan Rumput Laut Terhadap Mutu Mie “JENIuS” Satrijo Saloko; Ahmad Alamsyah; Siska Cicilia; Baiq Nuzulina
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.03.03

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menentukan proporsi tepung daun kelor dan tepung rumput laut pada berbagai konsentrasi yang difortifikasikan pada pembuatan mie “JENIuS” (Mie Jagung Enak Nutrisi Instan untuk Sehat). Penelitian dilaksanakan di laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal terdiri 6 perlakuan dan tiga ulangan, yaitu konsentrasi tepung jagung : mocaf : tepung daun kelor : tepung rumput laut E. spinosum yaitu P1 (65%: 20% : 0%: 15%); P2 (65%: 20% : 3%: 12%); P3 (65%: 20% : 6%: 9%); P4 (65%: 20% : 9%: 6%); P2 (65%: 20% : 12%: 3%); P2 (65%: 20% : 15%: 0%). %). Data dianalisis dengan analisis keragaman (Analysis of Variance) pada taraf nyata 5% dengan menggunakan software Co-Stat. Apabila terdapat beda nyata, maka diuji lanjut dengan metode beda nyata jujur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi penambahan tepung daun kelor dan tepung rumput laut memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kadar air, kadar lemak, kadar protein, kadar iodium, kadar kalsium, kadar serat kasar, waktu rehidrasi, cooking time, cooking loss, warna, serta mutu organoleptik baik hedonik maupun skoring. Perlakuan P2 merupakan perlakuan terbaik mie “JENIuS’ dengan kadar air 7,04%; kadar lemak 1,04%; kadar protein 9,2%; kadar iodium 5,58%; kadar kalsium 0,15%; kadar serat kasar 9,71%; waktu rehidrasi 10,36 menit; cooking time 10,22 menit; cooking loss 11,33%; Nilai L* 28,13 sebelum dimasak dan 40,46 setelah dimasak, serta Hue° 77,32 sebelum dimasak dan 83,71 setelah dimasak. Pembuatan mie dengan memanfaatkan potensi lokal perlu terus ditingkatkan, sehingga dapat mengurangi ketergantungan impor.