cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 423 Documents
Analisa Rasio Massa Rimpang Kunyit ( Curcuma longaL.) dan Daun Asam Sinom (Tamarindus indica L.) pada Proses Produksi Bubuk Sinom Legen di PT. Petrokimia Gresik Akbar, Dheniz Fajar; Sumarlan, Sumardi Hadi; Susilo, Bambang
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.203 KB)

Abstract

Minuman sinom adalah minuman yang diproduksi menggunakan bahan baku rimpang kunyit (Curcuma longa) dan daun asam (Tamarindus indica L.). Guna memproduksi minuman sinom yang memiliki kandungan antioksidan, total fenol, dan kadar vitamin C yang tinggi serta bertambahnya umur simpan maka perlu dilakukan penelitian mengenai analisis produksi minuman sinom bubuk dengan proses ekstraksi pada rimpang kunyit dan bagian pucuk daun asam atau sinom serta mempertimbangkan formulasi kombinasi rimpang kunyit dan daun sinom yang digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh formulasi rimpang kunyit dan daun sinom yang digunakan terhadap rendemen, kapasitas antioksidan, total fenol, kadar vitamin C, serta atribut sensoris pada ekstrak. Selain itu juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan Foam Mat Drying terhadap rendemen bubuk minuman sinom legen. Hasil uji seluruh sampel diamati menggunakan analisa sidik ragam ANOVA dan uji lanjut BNT dengan taraf kepercayaan 5%. Pada hasil pengujian organoleptik dilakukan analisa sidik ragam (ANOVA) dengan General Linear Model (GLM) dan analisa lanjut dengan Uji BNT. Dalam menentukan perlakuan terbaik yaitu formulasi rimpang kunyit dan daun sinom terbaik dalam produksi minuman sinom legen dilakukan analisa Multiple Attribute. Berdasarkan hasil penelitian, rendemen tertinggi diperoleh pada kode taraf KD3, kapasitas antioksidan tertinggi diperoleh pada KD4, serta total fenolik dan kadar vitamin C tertinggi diperoleh pada KD6. Berdasarkan hasil analisa Multiple Attribute diperoleh perlakuan terbaik yaitu pada formulasi dengan kode taraf KD4 yang menghasilkan rendemen sebesar 84,817%, kapasitas antioksidan 489,416 mg/ml, total fenol 12,98 mg/100 ml, serta vitamin C 1,329 mg/100 ml.Kata kunci: Daun Sinom, Formulasi, Produksi Bubuk Minuman Sinom Legen, Rimpang Kunyit
Rancang Bangun Sistem Aerator Tambak Udang Bertenaga Bayu Djoyowasito, Gunomo; Ahmad, Ary Musthofa; Khasanah, Asmaul
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.784 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.2

Abstract

Sektor perikanan merupakan salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya udang. Udang merupakan komoditas perikanan andalan Indonesia yang menjadi komoditas ekspor (Jenderal Perikanan, 2014). Menurut Suyanto dkk (2009), berkurangnya kualitas air tambak akibat rendahnya kadar oksigen dapat menyebabkan wabah penyakit untuk tambak udang. Selama ini, masyarakat menggunakan aerator listrik untuk meningkatkan kualitas air tambak udang, sehingga tidak hemat energi. Oleh karena itu, dibuatlah aerator dengan tenaga kincir angin. Penelitian ini dilakukan didaerah tambak Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dimana proses pelaksanaannya dilakukan pada bulan Oktober 2017 - Februari 2018. Dari hasil pengujian yang dilakukan, diperoleh rata-rata kecepatan angin sebesar 3,16 m/s, dengan jumlah putaran kincir angin sebesar 26,64 rpm dan jumlah putaran pompa spiral sebesar 2,664 rpm. Sedangkan untuk besarnya daya angin teoritis yang diperoleh adalah 15,79 Wh dan besarnya daya angin actual adalah 9,36 Wh. Kemudian besarnya debit air rata-rata sebesar 8,42 cm3/s dengan tinggi tekannya sebesar 52,8 cm. Dari pengujian dengan DO meter, dapat diketahui bahwa aerator pompa spiral ini mampu meningkatkan kandungan oksigen terlarut sebesar 2,08 mg/L.
PENGARUH RASIO MASSA ADSORBEN DENGAN VOLUME ETANOL DAN WAKTU ADSORBSI TERHADAP KENAIKAN KADAR ETANOL PADA PEMURNIAN BIOETANOL DARI NIRA AREN (Arenga pinnata) Yusuf Hendrawan; Sukses Agustin Nahmudiyah; Bambang Susilo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.353 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.3

Abstract

Meningkatnya permintaan minyak bumi untuk memenuhi kebutuhan manusia dan menipisnya cadangan bahan bakar fosil menyebabkan terjadinya krisis energi. Bioetanol merupakan sumber energi alternatif yang dapat menggantikan bahan bakar fosil. Bioetanol dapat digunakan sebagai BBM harus mempunyai kemurnian minimal 99,5 (%vol). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio massa adsorben dengan volume etanol dan lama waktu adsorpsi pada pemurnian bioetanol dari nira aren dengan metode adsorpsi menggunakan adsorben nanozeolit dengan konsentrasi feed campuran etanol-air sebesar 93 (%vol). Penelitian ini menggunakan analisis Rancang Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan dua faktor. Faktor I yaitu rasio massa adsorben dengan volume etanol (b/v) terdiri dari 3:5, 4:5, dan 1:1. Faktor II yaitu waktu adsorpsi terdiri dari 1 jama, 2 jam, dan 3 jam. Pada penelitian ini diperoleh hasill berpengaruh sangat nyata terhadap pengaruh rasio massa adsorben dengan volume etanol dan waktu adsorbsi.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa metode adsorpsi menggunakan adsorben nanozeolit dapat digunakan untuk memurnikan etanol sampai konsentrasi absolut pada perlakuan rasio massa adsorben dengan volume etanol 1:1 (b/v) dan waktu adsorpsi selama 3 jam, pada perlakuan ini dadapatkan hasil kadar etanol sebesar 95,565 (%vol). Pada penelitian ini, didapatkan hasil bahwa semakin banyak adsorben yang digunakan dan semakin lama waktu adsorbsi, maka kadar etanol yang dihasilkan semakin tinggi.
KARAKTERISTIK DERET SENSOR GAS MOS DALAM IDENTIFIKASI PATCHOULI ALCOHOL PADA MINYAK NILAM MENGGUNAKAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN Arief Sudarmaji; Agus Margiwiyatno; Susanto Budi Sulistyo; Purwoko Hari Kuncoro; Niken Sri Wahyuningsih
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.356 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.5

Abstract

Penentuan kualitas minyak nilam menggunakan metode Gas Chromatography and Mass Spektrometry (GC-MS) secara laboratorium tidak memungkinkan dilakukan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Untuk itu, perlu ada suatu alat dan analisis yang dapat mengidentifikasi minyak nilam yang lebih sederhana dan murah yaitu menggunakan alat ukur aroma dan volatil berbasis sensor gas. Penelitian ini menggunakan jenis sensor gas Metal Oxide Semiconductor (MOS) yang terdiri dari 9 deret sensor gas MOS (TGS-2600, TGS-2602, TGS-2620, MQ-3, MQ-135, MQ-137, F-AQ1, F-SB30, dan FIS-12A) dan sistem akuisisi data. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui respon sensitifitas individu sensor gas terhadap konsentrasi patchouli alcohol pada minyak nilam, (2) mengetahui tingkat keberhasilan sensor gas dengan perbedaan modulasi pada sensor gas dalam mengklasifikasi konsentrasi patchouli alcohol pada minyak nilam menggunakan metode jaringan syaraf tiruan backpropagation. Luaran sensor MOS dinyatakan dengan Sensitivitas, yaitu perbandingan antara resistansi saat pengukuran udara kering dengan resistansi saat pengukuran minyak nilam. Hasil penelitian menunjukkan sensor TGS-2602 memberikan respon sensitifitas paling tinggi. Modulasi terbaik selama pengukuran yaitu pada frekuensi 0,25Hz duty cycle 75% dengan 9 neuron hidden layer menghasilkan akurasi pelatihan 98,6% dan akurasi pengujian 81,9%. Rata-rata akurasi sistem identifikasi ini adalah 90,3%.
Analisis Laju Penurunan Kadar Air pada Pengeringan Benih di Dalam Dryer Box Warianti Warianti; Darmanto Darmanto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.423 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.10

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis penurunan kadar air pada pengeringan benih di dalam dryer box. Alat dan bahan yang digunakan untuk pengamatan adalah satu unit dryer box, termometer ruang digital, termometer ruang konvensional, kantung aerasi, timbangan, dan benih kangkung. Dryer box yang digunakan adalah dryer box 1 yang dekat dengan heater dan dryer box 2 yang paling jauh dari heater. Suhu heater berkisar antara 38oC sampai dengan 42oC. Pengeringan dilakukan hingga kadar air bahan mencapai 11%-10%. Hasil penelitian diketahui bahwa ada perbedaan suhu dan kelembaban relatif udara pengering di dalam dyer box. Dyer box yang terletak paling jauh dari heater (DB2) justru memiliki suhu udara pengering lebih tinggi dibanding dyer box yang paling dekat dengan heater (DB1). Suhu udara pengering di dalam dryer box cenderung naik dan turun sesuai dengan suhu lingkungan di sekitar tempat pengering. Suhu kontrol yang tercatat pada sensor cenderung naik dan turun sesuai dengan suhu lingkungan disekitar ruang pengering. Suhu di dalam dryer box selalu berada diantara suhu kontrol dan suhu lingkungan. Suhu dryer box berkisar antara 33,6oC hingga 38oC. Rata-rata RH udara pengering dalam DB 1 dan DB 2 adalah 55,37% dan 54,51%. Rata-rata penurunan kadar air pada 24 jam pertama sebesar 1,357% dan rata-rata penurunan kadar air pada 24 jam kedua sebesar 0,963%. Rata-rata laju penurunan kadar air pada 24 jam pertama pengeringan lebih besar dibanding pada 24 jam kedua. Dimana rata-rata laju penurunan kadar air pada DB 2 lebih besar dibanding pada DB 1.
Kinerja Pemisah Kulit Ari Tauge Kacang Hijau (Vigna radita L) Berdasarkan Amplitudo Ayakan dan Variasi Putaran Cahyanto, Darmawan Dwi; Hendrawan, Yusuf; Djoyowasito, Gunomo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.03.08

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis banyak menghasilkan kacang hijau (Vigna radiata L) yang dimanfaatkan sebagai sayuran tauge. Proses pemisahan kulit ari tauge yaitu secara konvensional atau dengan menggunakan alat pemisah kulit ari tauge. Alat pemisah kulit ari tauge memiliki kapasitas pemisahan 204 kg/jam dan efektivitas pengayakan sebesar 84,6 %. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial. Perlakuan terdiri atas dua faktor, yaitu (A) kecepatan putar (RPM) dan (B) amplitude ayakan, masing-masing faktor terdiri atas 3  variasi, yaitu kecepatan putar 173 rpm, 186 rpm, dan 200 rpm dengan amplitude ayakan 6 cm, 8 cm, dan 9 cm. Parameter dari penelitian ini yaitu kapasitas pemisahan dan efektivitas pemisahan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA, uji (BNT) 5% dan 1% dan uji Dega. HasiL Kombinasi perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan kecepatan putar 173 rpm dan amplitude ayakan 8 cm dengan nilai kapasitas pemisahan 250,2 kg/jam dan efektivitas pemisahan 87,2%.
Proses Delignifikasi Kandungan Lignoselulosa Serbuk Bambu Betung dengan Variasi NaOH dan Tekanan Larasati, Indri Asiani; Argo, Bambang Dwi; Hawa, La Choviya
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.03.03

Abstract

Bioetanol merupakan senyawa alkohol yang diperoleh melalui proses fermentasi dengan  bantuan mikroorganisme. Proses pembuatan bioetanol ini melalui beberapa tahapan yaitu proses pretretment, proses hidrolisis, proses fermentasi, dan proses distilasi. Proses pretretment merupakan proses yang penting dalam pembuatan bioetanol dikarenakan proses ini menjadi tolak ukur dari proses selanjutnya. Bioetanol dapat dibuat dari bahan-bahan yang mengandung gula. Salah satunya adalah tanaman bambu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi NaOH dan tekanan terhadap kandungan lignoselulosa serbuk bambu betung. Proses delignifikasi pada penelitian bambu betung ini menggunakan NaOH sebagai alkali dan pemanasan bertekanan menggunakan autoclave dengan tekanan absolute 3 bar, 3.5 bar, dan 4 bar. Adapun kandungan hemiselulosa, selulosa dan lignin kontrol (non-treatment) adalah 10,81%., 45,02% dan 28,35%. Setelah dilakukannya pretreatment diketahui bahwa terjadi penurunan kandungan hemiselulosa, selulosa dan lignin yaitu pada perlakuan tekanan absolute 3 bar dan konsentrasi NaOH 1,5M kandungan hemiselulosa terendah adalah 2,96%, kandungan lignin terendah adalah 3,71% dan kandungan selulosa terendah yaitu 18,38%. Untuk kandungan selulosa tertinggi adalah pada perlakuan tekanan absolute 4 bar dan konsentrasi NaOH 1,5M yaitu 30,52%.
Desain Alat Penggerak Partikel Air dengan Prinsip Elektroosmosis dan Berbasis Mikrokontroller Arduino Uno Gigih Widyawantoro; Joko Prasetyo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.03.09

Abstract

Saat ini pemenuhan kebutuhan air pada tanaman masih menggunakan teknik pemenuhan air dengan cara menyiram langsung, tetapi penyiraman air yang digunakan secara langsung akan mengalami infiltrasi masuk kedalam tanah karena ada gaya gravitasi sehingga hanya beberapa persen air yang dapat digunakan tumbuhan. Hal tersebut terjadi karena belum ada penerapan teknologi dalam mempertahankan dan menarik air dari dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk rancang bangun dan menguji kinerja mesin penggerak air dengan sistem elektroomosis berbasis mikrokontroller Arduino Uno. Adapun parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tegangan 12V dan Kadar air pada lapisan tanah. Pada penelitian ini digunakan teknik analisis data dengan desaign eksperimental yang melihat perubahan kadar air pada setiap lapisan tanah 2 cm sedalam 12 cm. Penelitian ini menggunakan tegangan 12V DC yang dialirkan pada tanah untuk memindahkan air yang menghasilkan kadar air sebesar 21,5% dari kadar air awal 14%, sehingga adanya peningkatan kadar air sebesar 6% selama 3 hari.
Karakteristik Fisik Briket dari Campuran Serbuk Teh dan Serbuk Kayu Trembesi (Samanea Saman) dengan Perekat Tepung Tapioka Raka Ariwidyanata; Yusuf Wibisono; Ary Mustofa Ahmad
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.03.04

Abstract

Pengolahan limbah ampas teh menjadi bahan bakar alternatif berupa biobriket yaitu dengan membakar ampas teh kering secara dengan sedikit udara untuk dijadikan arang yang kemudian dicetak menjadi briket. Penggunan tepung tapioka sebagai perekat disebabkan sifatnya lebih tahan dalam penyimpanan, lebih mudah didistribusikan karena praktis, ringan, dan aman. Penelitian ini menggunakan metode Eksperimen dengan melalukan proses pengarangan dan pembriketan dengan menggunakan serbuk limbah teh dan serbuk gergaji kayu trembesi.  Peneliti memberikan komposisi campuran yang berbeda pada briket namun komposisi perekat dan tekanan sama. Parameter pengujian yang akan di ujikan yaitu kadar air, kadar abu, nilai kalor, laju pembakaran, kerapatan massa. Rata-rata terbaik parameter pengujian yaitu kadar air 5,67%, laju pembakaran 0,490 g/menit, kerapatan massa 0,72 g/cm3 , kadar abu 4,3%, nilai kalor 3845,733 kal/g.
Karakteristik Fisik dan Uji Organoleptik Produk Bakso Tepung Singkong sebagai Substitusi Tepung Tapioka Fariz Prayogi Herlambang; Anang Lastriyanto; Ary Mustofa Ahmad
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.03.05

Abstract

Bakso merupakan makanan dari produk olahan daging yang telah dikenal dan disukai masyarakat. Bakso daging adalah salah satu produk pangan yang diatur oleh SNI. Salah satu parameter untuk menentukan bagus atau tidaknya suatu produk bakso adalah kekenyalannya. Masyarakat cenderung menyukai bakso yang teksturnya kenyal dan tidak keras. Faktor yang mempengaruhi tekstur bakso adalah komposisi bakso, proses pembuatan dan lama pemanasannya. Bahan baku dari bakso umumnya adalah daging dan tepung tapioka. Selain tepung tapioka, dapat juga digunakan jenis tepung lain seperti tepung singkong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik, kekenyalan dan kualitas bakso yang dibuat dari tepung singkong. Substitusi tepung singkong yang digunakan yaitu 0% hingga 100%. Bakso yang dihasilkan akan dilakukan uji organoleptik menggunakan 5 orang panelis yang merupakan produsen bakso. Hasil uji organoleptik menunjukkan bakso dengan perlakuan V yang menggunakan 100% tapioka paling disukai oleh panelis. Hasil analisa profil tekstur menggunakan texture analyzer menunjukkan bahwa perlakuan IV (25% tepung singkong : 75% tapioka) memiliki nilai hardness yang mendekati kontrol. Sementara nilai cohesiveness yang medekati kontrol adalah pada bakso dengan perlakuan II yaitu 75% tepung singkong : 25% tapioka.