cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 423 Documents
Pemingsanan Dua Jenis Udang menggunakan Pendingin Berbasis Thermoelectric Cooler Firdaus Kurnia Putra; Musthofa Lutfi; Yusuf Hendrawan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.03.02

Abstract

Diperlukan pengkondisian khusus pada udang dalam keadaan segar dan hidup terutama dalam transportasi jarak jauh. Penanganan udang dalam kondisi segar dan hidup dapat melalui beberapa cara, salah satunya dengan imotilisasi (pemingsanan) dengan suhu rendah secara langsung. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan waktu pemingsanan, sifat fisiologis, dan berat akhir dari udang galah (Macrobrachium rosenbergii) dan udang vannamei (Litopenaeus vannamei) dengan menggunakan variasi suhu yang berbeda menggunakan mesin pendingin berbasis thermoelectric cooler. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 3 kali pengulangan dan 2 faktorial. Faktor pertama adalah suhu 12°C, 14°C, dan 16°C. Faktor kedua adalah varietas udang yaitu udang galah dan udang vannamei. Parameter penelitian yang diamati adalah waktu pemingsanan, waktu penyadaran, berat awal dan akhir, kondisi fisiologis saat penurunan suhu, dan kondisi fisiologis saat pingsan. Hasil penelitian didapatkan bahwa variasi suhu rendah berpengaruh sangat nyata terhadap waktu pemingsanan udang galah dan udang vannamei dengan suhu terbaik pada suhu 12°C yaitu selama 62,83 detik. Selanjutnya variasi suhu rendah berpengaruh nyata terhadap susut bobot udang galah dan udang vannamei dengan suhu terbaik pada suhu 16°C dengan rata-rata susut bobot sebesar 0,493 gram. Selain itu perbedaan varietas yaitu udang galah dan udang vannamei terhadap susut bobot berpengaruh sangat nyata. Varietas terbaik dalam peneltian ini adalah dengan jenis udang vannamei dengan susut bobot terkecil yaitu 0,5023 gram.
Unjuk Kerja Mesin Perajang Singkong Berbentuk Chips Produksi Balai Latihan Kerja (BLK) Wonojati, Malang Andi Setiawan; Bambang Susilo; Gunomo Djoyowasito
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.03.06

Abstract

Pada tahun 2012-2016 perkembangan produktifitas Ubi kayu mengalami peningkatan sebesar 2,85% pertahun. Sedangkan luas Ubi kayu di Indonesia pada tahun 2015 seluas 0,95 juta hektar dan produksi yang dicapai sebesar 21,80 juta ton dengan produktivitas sebesar 22,95 ton/ha. Pada tahun 2016 luas panen ubikayu diproyeksikan seluas 1,11 juta hektar dengan produktivitas 20,23 ton/ha maka produksi Ubi Kayu nasional diharapkan mencapai 25 juta ton. Untuk meningkatkan value dari Ubi Kayu perlu di lakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum di distribusikan kekonsumen. Hal ini bertujuan untuk menambah nilai ekonomi dari ubi kayu, yang berdampak pada para petani Ubi Kayu di Indonesia. Pengolahan Ubi kayu (singkong) bisa di lakukan dengan mengolahnya menjadi kripik singkong. Namun selama ini masyarakat masih menggunakan pengirisan secara manual. Untuk meningkatkan efisiensi proses serta kapasitas per satuan waktu, maka perlu penggunaan mesin perajang singkong secara otomatis untuk meningkatkan efisiensi perajangan singkong.  Berdasarkan pemaparakan yang telah di sebutkan di atas, maka penulis melakukan penelitian di Balai Latihan Kerja, untuk merancang dan menguji mesin yang terdapat di Balai Latihan Kerja. Mesin tersebut adalah mesin perajang singkong.  Keunggulan dari mesin Perajang singkong ini adalah Memiliki satu model irisan yakni irisan tipe chips, serta hasil irisan yang lebih banyak daripada irisan secara manual. Sehingga pada akhirnya mesin ini bisa di gunakan oleh masyarakat agar bisa dirasakan manfaatnya serta meningkatkan value dari produk singkong dan menambah nilai jual produk singkong.
Prediksi Kegagalan Statis Pipa Saluran Uap (Vapor Line) Akibat Tekanan Kerja Darmanto Darmanto; Fathur Adi Alfiansyah
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.03.10

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi kegagalan statis pada salah satu pipa saluran uap (vapor line) evaporator berdasar tekanan kerja. Tekanan diamati pada salah satu pipa selama tiga hari dan dilakukan perhitungan tegangan utama (principal stress). Tegangan utama tertinggi digunakan sebagai acuan dalam menentukan kegagalan material pipa. Dua teori kegagalan digunakan adalah Teori Tegangan Geser Maksimum (Maximum Shear Stress Theory)/Tresca Theory dan Teori Energi Dsitorsi Maksimum (Maximum Distortion Energy Theory)/Von Misses-Hencky Theory. Dengan menggunakan analisis tegangan dua dimensi diperoleh nilai tegangan geser maksimum akibat tekanan, τmaks, dan tegangan efektif Von Mises, σe, masing-masing 12,42 MPa dan 10,74 MPa. Nilai kedua tegangan tersebut jauh di bawah tegangan yield masing-masing teori sehingga pipa sangat aman untuk beroperasi pada tekanan kerja yang teramati.
Hidrolisis Hemiselulosa pada Kulit Pisang Ambon Hong (Musa Acuminata) Menggunakan Katalis Asam Sulfat (H2SO4) pada Produksi Xilosa Haposan Vincentius Manalu; Yusuf Wibisono; Dina Wahyu Indriani
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.01.05

Abstract

Dalam penelitian ini, proses hidrolisis digunakan untuk mendegradasi hemiselulosa menjadi xilosa dengan menggunakan asam sulfat (H2SO4) sebagai katalisnya. Bahan utama yang digunakan adalah kulit pisang Ambon Hong (Musa acuminata) yang sudah matang. Proses hidrolisis berlangsung pada suhu 1210C menggunakan autoclave. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan kombinasi dua faktor, yaitu konsentrasi asam sulfat (0,2; 0,3; dan 0,4 M) dan waktu hidrolisis (40; 50; dan 60 menit). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor variasi konsentrasi asam sulfat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kandungan xilosa, sedangkan faktor waktu hidrolisis tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kandungan xilosa. Faktor variasi konsentrasi asam sulfat dan variasi waktu hidrolisis tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap rendemen hasil hidrolisis. Kandungan xilosa tertinggi menggunakan kombinasi konsentrasi H2SO4 0,3 M dan waktu hidrolisis 50 menit dengan pengujian metode DNS adalah 0,081% dan terendah menggunakan kombinasi konsentrasi H2SO4 0,2 M dan waktu hidrolisis 40 menit adalah 0,004%. Kandungan xilosa tertinggi menggunakan konsentrasi H2SO4 sebesar 0,3 M dengan pengujian HPLC adalah 0,679% dan terendah menggunakan konsentrasi H2SO4 sebesar 0,2 M sebesar 0,667% dengan waktu hidrolisis sebesar 40 menit. Kulit Pisang Ambon Hong mempunyai kadar air basis basah sebesar 87,02%.
Strategi Pengembangan Klaster Ukm Produksi Bandeng Asap dengan Menggunakan Metode K-Means Clustering dan Fuzzy Ahp Siti Asmaul Mustaniroh; Lathifah Septina Jauhari; Jaya Mahar Maligan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.01.10

Abstract

Bandeng asap merupakan produk unggulan dari Kabupaten Sidoarjo yang banyak diproduksi oleh UKM binaan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sidoarjo. Mengacu pada data Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Sidoarjo, sebanyak 13 UKM pengolah ikan bandeng tersebar di beberapa lokasi yang ada di Kab. Sidoarjo. Tersebarnya lokasi menyebabkan UKM masih berjalan secara individu dalam pemenuhan kebutuhan produksi serta belum terbentuknya klaster industri bagi UKM bandeng asap. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan klaster UKM bandeng asap yang ada di Kab. Sidoarjo serta dapat memberikan usulan strategi pengembangan bagi UKM yang bersangkutan. Metode yang digunakan yakni K-means clustering untuk pengklasteran UKM. Responden berasal dari UKM yang dijadikan sebagai subyek,. Hasil analisis K-means clustering menunjukkan bahwa terbentuk 2 klaster dimana klaster 1 yang beranggotakan 2 UKM (Sumber Rejeki dan Kartini) termasuk dalam skala usaha mikro dan kalster 2 yang beranggotakan 3 UKM (Bu Djalil, Bu Sunnah, Bunda Food) termasuk dalam skala usaha kecil.
Analisis Efisiensi Kinerja pada Aktivitas Pengolahan Tanah Sawah secara Manual dan Mekanis Nadia Karimah; Wahyu Kristian Sugandi; Ahmad Thoriq; Asep Yusuf
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.01.01

Abstract

Pengolahan tanah merupakan proses terberat dari keseluruhan proses budi daya, dimana lebih dari 1/3 energi  yang digunakan  untuk  seluruh proses budi daya terserap pada kegiatan pengolahan  tanah. Pada proses pengolahan tanah sendiri, Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Sugih Mandiri Kecamatan Cicalengka telah memiliki alat mesin pertanian (alsintan) yaitu delapan unit traktor roda dua beserta implemennya. Akan tetapi kegiatan pertanian secara mekanis belum dapat diterapkan secara optimal karena beberapa kendala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi kinerja pengolahan tanah secara manual dan mekanis. Metode yang digunakan adalah survei dengan melakukan pengukuran kinerja dan kelayakan finansial pengolahan tanah secara langsung. Pengolahan tanah dilakukan secara manual menggunakan tenaga manusia (cangkul) dan tenaga kerbau, sedangkan pengolahan tanah secara mekanis dilakukan menggunakan traktor roda dua. Hasil penelitian menunjukan efisiensi kinerja pengolahan tanah untuk sumber tenaga cangkul, kerbau, dan traktor roda dua masing-masing sebesar 45.556%, 29.977%, dan 56.21%.
Transportasi dan Penyimpanan Curah pada Cabai Keriting Segar Sandro Pangidoan Siahaan; Y. Aris Purwanto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.01.06

Abstract

Cabai merah adalah salah satu komoditas pertanian yang dibutuhkan masyarakat Indonesia dan bernilai ekonomis yang tinggi. Cabai merah mudah rusak dan dibutuhkan dalam bentuk segar, sehingga cara pengemasan yang tepat serta transportasi yang baik menjadi titik kritis pascapanen untuk menjaga kesegaran produk pada saat didistribusikan sampai ke tangan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan transportasi langsung dengan pengemasan curah pada cabai keriting segar dan mengevaluasi pengaruh dari transportasi dan pengemasan terhadap susut bobot, kekerasan, warna dan kadar air pada cabai keriting segar. Pengemasan dilakukan pada dua jenis kemasan yaitu kemasan karton (kardus) dan keranjang plastik. Susut bobot terjadi di setiap perlakuan kemasan dan transportasi meskipun hasil analisis sidik ragam menunjukkan perlakuan kemasan dan transportasi tidak berbeda nyata terhadap susut bobot cabai. Kemasan kardus menunjukkan hasil yang lebih baik dalam menekan susut bobot dibandingkan keranjang plastik. Penurunan kadar air berkorelasi dengan susut bobot yang terjadi akibat transportasi dan lebih tampak lagi setelah dilakukan penyimpanan selama 14 hari.
Desain Alat Pemanen Buah Manggis melalui Pendekatan Kansei Engineering Wahyu K Sugandi; Ahmad Thoriq; Asep Yusuf; Amorita Iqradiella
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.03.01

Abstract

Pemanenan buah manggis umumnya dilakukan dengan cara memanjat pohon (manual) dan menggunakan alat panen. Alat panen yang digunakan terbuat dari bambu dan memiliki beberapa kelemahan yaitu pengarah buah tidak dapat diatur dengan mudah, pengarah buat tidak disesuaikan dengan ukuran buah manggis dan juga galah yang terbuat dari bambu terlalu panjang dan membutuhkan ruang yang cukup besar, sehingga perlu dirancang alat pemanen manggis. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu melalui pendekatan kansei engineering. Kansei Engineering merupakan metode yang dapat mengetahui keinginan desain dari pemanen yang dilakukan dengan mencari Kansei Word dan elemen desain dari alat panen dalam bentuk kuisioner berpasangan yang diberikan kepada 30 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa elemen desain yang terpilih pada pengarah buah yaitu berbentuk “V” dengan cara panen di putar (X12), kapasitas tempat penampungan yaitu 1 (satu) buah (X22), pada kedudukan pengarah buah yaitu diberi baut sebagai pengikat galah dengan tempat penampungan (X31) dan galah berbentuk teleskopik (X42).
Transportasi Curah Cabai Merah Segar dan Introduksi Pengukuran Getaran Berbasis Android Sandro Pangidoan Siahaan; Y. Aris Purwanto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.03.07

Abstract

Cabai merah adalah salah satu komoditas pertanian yang dibutuhkan masyarakat Indonesia dan bernilai ekonomis yang tinggi. Cabai merah mudah rusak dan dibutuhkan dalam bentuk segar, sehingga transportasi yang baik menjadi titik kritis pascapanen untuk menjaga kesegaran produk pada saat didistribusikan sampai ke tangan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah melakukan perbandingan antara transportasi sesungguhnya cabai merah segar secara curah dan simulasi transportasi skala laboratorium dan mengintroduksi cara pengukuran getaran baru berbasis Android. Pengukuran getaran yang diperoleh di lapangan Android Smartphone menggunakan aplikasi berskala MMI (Modified Mercalli Intensity Scale). Hubungan antara MMI dengan frekuensi dan amplitudo didekati dengan hubungan antara MMI dengan amplitudo pada frekuensi yang sama dan MMI dengan frekuensi pada amplitudo yang sama melalui regresi polynomial ordo tiga. Berdasarkan hasil penelitian ini, pengukuran getaran berbasis Android dapat digunakan sebagai gambaran langsung secara praktis untuk mengukur pengaruh getaran dalam transportasi.
Analisis Ketersediaan Lahan untuk Pemenuhan Kebutuhan Serealia di Kabupaten Aceh Jaya Afzal, Muhammad; Fachruddin, Fachruddin; Jayanti, Dewi Sri
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.01.02

Abstract

Komoditi serealia sangat penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sebagai sumber karbohidrat utama. Produksi serealia salah satunya ditentukan oleh ketersediaan lahan pertanian yang luas dan subur. Kabupaten Aceh Jaya memiliki potensi untuk pengembangan tanaman serealia khususnya padi dan jagung. Semakin besar jumlah penduduk maka kebutuhan terhadap serealia juga akan semakin besar. Kebutuhan serealia dihitung menurut kebutuhan energi penduduk yang terus bertambah setiap tahun, serta mengetahui ketersediaan lahan yang sesuai untuk tanaman serealia berdasarkan kriteria tumbuh dan rencana tata ruang wilayah di Kabupaten Aceh Jaya). Hasil analisa menunjukkan jumlah penduduk di Kabupaten Aceh Jaya pada Tahun 2006 yang berjumlah 86.396 jiwa akan terus bertambah hingga Tahun 2030 berjumlah 115.359 jiwa. Produksi serealia (padi dan jagung) pada Tahun 2015 padi sebanyak 80.170 ton dan produksi jagung sebanyak 4.892 ton hingga pada Tahun 2030 produksi padi menjadi 1.161.329 ton dan produksi jagung menjadi 672.558,80 ton. Ketersediaan energi rata-rata dari produksi serealia di Kabupaten Aceh Jaya pada Tahun 2006-2015 masih surplus dengan rata-rata ketersediaan energi 69.328,53 juta/kkal sedangkan rata-rata kebutuhan energi penduduk sebesar 36.899,23 juta/Kkal. Ketersediaan lahan untuk budidaya tanaman serealia di Kabupaten Aceh Jaya seluas 19.119 ha telah mencukupi kebutuhan lahan untuk pemenuhan kebutuhan serealia yaitu seluas 4.402,87 ha. Ketersediaan lahan potensial yang sesuai untuk budidaya serealia di Kabupaten Aceh Jaya seluas 66.400,39 ha dapat mecukupi kebutuhan lahan untuk pemenuhan kebutuhan serealia penduduk hingga Tahun 2030 seluas 5.102,97 ha.