cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 423 Documents
Analisis Kapasitas Kerja dan Kelayakan Usaha Agroindustri Beras Ahmad Thoriq; Wahyu Kristian Sugandi; Asep Yusuf; Rikha Nurhasanah
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.01.06

Abstract

Pada beberapa daerah, aktivitas usaha tani dan produksi beras tidak sepenuhnya dilakukan secara mekanis, padahal terdapat Unit Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA). UPJA menyediakan beberapa mesin pertanian yang dapat digunakan petani. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis efisiensi kapasitas kerja dan kelayakan usaha proses produksi beras secara manual dan mekanis. Data dikumpulkan melalui pengukuran langsung terhadap kapasitas kerja pada aktivitas produksi beras secara manual dan mekanis dan wawancara langsung untuk mendapatkan data analisis kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas kerja pada aktivitas budidaya padi sawah hingga panen yang dilakukan secara manual dan mekanis adalah 0.427 ha/jam dan 0.874 ha/jam, sedangkan kapasitas kerja pada aktivitas pasca panen yang dilakukan secara manual dan mekanis adalah 468.34 kg/jam dan 635.47 kg/jam. Pada usaha produksi beras dengan tingkat suku bunga 7% pertahun yang dilakukan secara manual diperoleh nilai NPV Rp 180 372 465, BCR 1.30, IRR 30.67%, PBP terjadi pada musim ke-4 dan diperoleh keuntungan usaha sebesar Rp 8 326 167/musim, sedangkan pada produksi beras secara mekanis dengan alsintan sewa diperoleh nilai NPV Rp 223 099 135, BCR 1.30, IRR 30.89%, PBP terjadi pada musim ke-4 dan diperoleh keuntungan usaha sebesar Rp 10 280 776/musim.
Kelayakan Usaha dan Nilai Tambah Sale Pisang di Sentra Pengolahan Sale Kabupaten Grobogan Yuhanidatin Nihaya; Shofia Nur Awami; Hendri Wibowo; Rossi Prabowo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.03.05

Abstract

Sale pisang merupakan produk makanan ringan yang terbuat dari buah pisang yang diawetkan dengan cara pengeringan. Agroindustri merupakan salah satu upaya guna menambah nilai jual dan dapat menambah umur simpan dari produk tersebut. Proses pengolahan (agroindustri) sebagai alternatif dalam pengurangan resiko pembusukan dari komoditas pertanian seperti buah pisang. Buah pisang yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan sale pisang adalah pisang uter. Pisang uter termasuk pisang buah yakni bisa langsung dimakan tanpa diolah terlebih dahulu. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif, sementara analisis data diantaranya analisis keuntungan, R/C dan nilai tambah. Penentuan responden menggunakan metode sensus sebanyak 25 pengolah yang distratifikasi menjadi tiga kategori usaha berdasarkan jumlah output yang dihasilkan yaitu usaha skala kecil 5 pengolah, usaha skala sedang 19 pengolah dan usaha skala besar 1 pengolah. Hasil penelitian dalam periode satu bulan produksi yaitu pada bulan Februari tahun 2020 menunjukkan bahwa rata-rata total penerimaan usaha skala kecil Rp 4 096 000 dengan total biaya Rp 3 377 963, serta rata-rata keuntungan yang diperoleh adalah Rp 718 038. Usaha skala sedang, rata-rata total penerimaan Rp 7.208.421 dengan total biaya Rp.5.547.040, serta rata-rata keuntungan yang diperoleh adalah Rp 1 661 381. Usaha skala besar, rata-rata total penerimaan Rp 49.920.000 dengan total biaya Rp 29 136 564, serta rata-rata keuntungan yang diperoleh adalah Rp 20.783.436. Nilai R/C berturut-turut dari usaha skala kecil yaitu 1.21, 1.30 dan 1.71. Nilai tambah dari hasil pengolahan pisang menjadi sale pisang berturut-turut dari usaha skala kecil sebesar Rp 8.364.81/kg (40.11%), Rp 8.534.57/kg (41.10%) dan Rp 12.568.42/kg (50.35%).
Optimasi Elisitasi Suhu dan Waktu Kejut Listrik untuk Meningkatkan Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Total Fenol Kacang Kedelai (Glycine max) Rijal Asshidiqy; Widya Dwi Rukmi Putri; Jaya Mahar Maligan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.02.05

Abstract

 Kacang kedelai merupakan komoditas pangan penting di Indonesia karena aman untuk dikonsumsi dan relatif murah jika dibandingkan dengan sumber protein dari hewani. Kacang kedelai sendiri telah banyak dimanfaatkan menjadi pangan olahan yang umum dikonsumsi diantaranya adalah tempe, tahu, kecap, hingga tauco. Kacang kedelai dikenal memiliki berbagai macam kandungan senyawa bioaktif seperti total fenol. Kandungan total fenol pada kacang kedelai yaitu 3,49 mgGAE/g yang didukung oleh aktivitas antioksidan IC50 sebesar 77,72 ppm. Untuk memaksimalkan kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan yang ada maka digunakan cara elisitasi dengan kejut listrik tegangan tinggi.  Metode yang digunakan adalah Response Surface Methodology (RSM) dengan Central Composite Design (CCD). Faktor pada penelitian ini yaitu suhu dan waktu saat kejut listrik dengan respon aktivitas antioksidan IC50 dan total fenol. Berdasarkan hasil penelitian,  diperoleh nilai optimal pada suhu 34,73 °C dan waktu 14,93 detik. Respon yang dihasilkan yaitu nilai aktivitas antioksidan 65,07 ppm dan kandungan total fenol 5,02 mg/g.
Potensi Antioksidan pada Krokot (Portulaca oleracea) Sebagai Pangan Fungsional Ratih Yuniastri; Imam Hanafi; Eko Adi Sumitro
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.03.10

Abstract

Krokot (Portulaca oleracea) merupakan tanaman gulma yang dapat tumbuh subur di tempat manapun, kaya akan nutrisi lainnya namun jarang diketahui oleh masyarakat. Perbedaan tempat tumbuh menyebabkan adanya perbedaan kandungan nutrisi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan antioksidan dalam krokot berdasarkan tiga daerah/tempat hidupnya. Metode yang digunakan mengeringkan krokot dengan panas matahari selama 1 minggu dengan tiga perlakuan tempat hidup krokot, yaitu krokot pinggiran sungai/pematang sawah (K1), krokot trotoar (K2), dan krokot pinggir jalan (K3). Analisa pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan krokot K3 memiliki kadar antioksidan terbesar yaitu 60.45c±0.62%, diikuti K1 sebesar 50.26a±0.67% dan K2 sebesar 54.78b±0.67%. Perbedaan lingkungan tempat tumbuh berpengaruh terhadap kadar antioksidan krokot. Besarnya kadar antioksidan yang dikandung krokot berpotensi dimanfaatkan sebagai olahan pangan fungsional.
Analisis Laju Infiltrasi dengan Metode Horton Pada Sub DAS Cikeruh Wahyu Arianto; Edy Suryadi; Sophia Dwiratna Nur Perwitasari
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.01.02

Abstract

Infiltrasi merupakan proses masuknya air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah yang dipengaruhi oleh tekstur tanah, kemiringan lereng, tata guna lahan dan lainlain. Pada Sub DAS Cikeruh terjadi alih fungsi lahan dan defisit air sehingga perlu dilakukan konservasi air. Penelitian ini bertujuan menganalisis laju infiltrasi berdasarkan tekstur tanah dan kemiringan lereng pada Sub DAS Cikeruh dengan metode Horton dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laju infiltrasi di Sub DAS Cikeruh. Alat yang digunakan yaitu single ring infiltrometer. Metode yang digunakan dalam perhitungan adalah metode horton, dimana untuk pengukuran laju infiltrasi menggunakan metode infiltrometer. Hasil pengukuran dan perhitungan diketahui bahwa laju infiltrasi konstan tertinggi terdapat pada kemiringan lahan landai, tekstur tanah lempung liat berdebu dan jenis tanah kambisol yaitu 78.61 cm/jam (sangat cepat) dengan persamaan Horton 42.4+527.6e-0.766t. Laju infiltrasi konstan terendah terdapat pada kemiringan lahan datar, tekstur tanah liat dan jenis tanah gleisol yaitu 1.12 cm/jam (agak lambat) dengan persamaan Horton 0.8+59.2e-1.49t
Irigasi Otomatis Berbasis Kelembaban Tanah pada Lahan Berpasir di Wilayah Pesisir Pantai Arief Sudarmaji; Purwoko Hari Kuncoro; Agus Margiwiyatno; Saparso Saparso
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.03.01

Abstract

Kawasan pesisir masih memiliki banyak lahan marginal yang potensial untuk budidaya pertanian. Salah satu aspek penting dalam budidaya di wilayah pesisir adalah penggunaan air yang efektif untuk pertumbuhan tanaman yang optimal. Metode irigasi tradisional tidak terlalu efektif dan berbiaya tinggi. Makalah ini menyajikan desain irigasi otomatis berdasarkan kelembaban tanah untuk lahan berpasir. Sensor kelembaban tanah berupa probe sederhana dan biaya rendah dibangun dalam sistem otomatis berbasis Arduino-Mega sebagai alat pengendali utama. Algoritma dua set point Kontrol On-Off yang dapat disesuaikan penerapannya untuk menjaga kelembaban tanah berpasir pada kisaran kapasitas lapang dan titik layu permanen. Pengujian probe kelembaban tanah menunjukkan respon yang cukup cepat dan tidak linier terhadap perubahan kelembaban tanah. Sistem irigasi dapat bekerja dengan baik pada set point yang diinginkan (antara 12% dan 20% kelembaban tanah berpasir). Pompa listrik 125W yang digunakan mampu melayani 8 sprinkler untuk tiap petak lahan (@ 1x2 m2).
Degradation Techniques of Hemicellulose Fraction from Biomass Feedstock for Optimum Xylose Production: A Review Budi Mandra Harahap
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.02.01

Abstract

The utilization of xylose, one of the C-5 sugars released from hemicellulose deconstruction of biomass feedstock, is intensively studied, in particular for producing valuable fermentation products. More xylose in the initial fermentation broth is highly expected to induce more final products formed. The techniques for lignocellulose fractionation to obtain the expected xylose amount are widely developed. Nevertheless, these are slightly different from the methods for glucose production. The production of glucose is initiated by delignification to facilitate enzyme accessibility in degrading cellulose to glucose. The delignification process, however, requires harsh conditions causing further decomposition of xylose corresponded to the formation of inhibitors detected in the spent liquor of pretreatment. Hence, xylose recovery needs particular treatments and the corresponding condition. Several strategies offered attributed to xylose production involved in conventional treatment using dilute acid and other promising methods such as an autohydrolysis, solid acids, steam explosion, inorganic salt, and ionic liquid. Post-treatments by enzymatic or acid hydrolysis of xylooligosaccharides dissolved in the liquid fraction are also considered to enhance xylose recovery. This review provides such techniques and the challenges frequently arising during xylose yield optimization performed. Each method has specific benefits and drawbacks that are also addressed in this paper.
Uji Kinerja dan Analisis Ekonomi Mesin Penyosoh Hanjeli (Coixlacryma-jobi L) TEP-0519 Raka Rabean Alifazza; Asep Yusuf; Wahyu Kristian Sugandi; Ahmad Thoriq
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.01.07

Abstract

Ketersediaan sumber pangan menjadi salah satu masalah utama di dunia, khususnya di negara berkembang termasuk Indonesia. Salah satu serealia yang potensial dan memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan yaitu hanjeli (Coix lacryma- Jobi L.). Selama ini pemanfaatan hanjeli masih terbatas pada pembuatan olahan pangan tradisional seperti bubur, tape, dan nasi hanjeli. Masalah dalam pemanfaatan biji hanjeli adalah kulit luarnya yang keras, sehingga sulit untuk dipecahkan. Laboraturium Alat dan Mesin Pertanian Unpad telah merancang mesin penyosoh hanjeli TEP-4 dengan kapasitas 1.31 kg/jam dengan efisiensi mesin 31.43%. Kemudian dilakukan modifikasi pada tahun 2019 menjadi mesin penyosoh hanjeli TEP-0519. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja dan analisis ekonomi mesin penyosoh hanjeli TEP-0519 untuk mengetahui kelayakan mesin secara kinerja dan ekonomis. Hasil pengujian menunjukan nilai kapasitas aktual 48.156 kg/jam, efisiensi mesin 95%, kebutuhan daya aktual 0.620 kW, energi spesifik 46.462 kJ/kg, rendemen penyosohan 80.260%, tingkat kebersihan sosohan 79.975%, tingkat getaran 4.673 m/s sampai dengan 6.913 m/s, tingkat kebisingan 85.367 dB. Hasil analisis ekonomi menunjukan biaya pokok produksi penyosohan sebesar Rp 1 058.92/kg, titik impas usaha setelah memproduksi 16 024.069 kg hanjeli, nilai NPV > 0 yaitu Rp 1 155 243 550.00, B/C ratio > 1 yaitu 4.574, nilai IRR > suku bunga MARR (7%) dengan nilai IRR yaitu 39.325%, dan periode pengembalian modal pada awal tahun pertama (0.042 tahun). Berdasarkan hasil uji, mesin ini dapat menyosoh hanjeli sesuai SNI dan layak secara ekonomi.
Pengaruh Aplikasi Tiga Model Hidroponik DFT Terhadap Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Wibowo, Sapto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.03.06

Abstract

Deep Flow Technique (DFT) merupakan salah satu sistem hidroponik dimana akar tanaman diletakkan dalam lapisan air dengan ketinggian 3 – 4 cm. Air tersebut tersirkulasi karena adanya dorongan dari pompa dan mengandung nutrisi sesuai kebutuhan tanaman. Beberapa model hidroponik DFT yang sudah dikembangkan diantaranya adalah model meja, model piramida, dan model anak tangga, dan ketiga model tersebut digunakan dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan terhadap rata-rata tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat tanaman pakcoy pada ketiga model hidroponik DFT tersebut. Analisis yang digunakan adalah Anava (Analisis Varians) one way karena hanya ada satu variabel independen pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat tanaman pakcoy dengan menggunakan hidroponik DFT model meja, model piramida, dan model anak tangga. Hidroponik DFT model piramida merupakan model yang menghasilkan tinggi tanaman paling baik, jumlah daun paling banyak, dan berat tanaman paling besar apabila dibandingkan dengan hidroponik DFT model meja dan model anak tangga, dengan hasil rata-rata tinggi tanaman 18.4 cm, rata-rata jumlah daun 10.8 helai, dan rata-rata berat tanaman 111.8 g.
Aspek Sumber Daya Manusia yang Kompeten Sebagai Pendukung Utama Urban Farming Ernawati Ernawati; Indratmo Soekarno; Joko Siswanto; Yadi Suryadi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.01.01

Abstract

Urban farming pada dasarnya adalah pola/metode (sisipkan kata benda) pertanian yang dilakukan oleh penduduk kota dengan mengusung konsep keterbatasan ruang. Untuk mewujudkan terciptanya urban farming tentu diperlukan sumber daya manusia yang mempunyai keinginan dan kemampuan lebih untuk melakukan/melaksanakan (sisipkan kata kerja) urban farming itu sendiri. Dengan lahan yang terbatas dan kesibukan masyarakat tentunya akan sangat sulit untuk menerapkan urban farming. Secara garis besar pola bertani di Indonesia dapat dibedakan menjadi dua yaitu bertani secara tradisional dan bertani dengan teknologi terkini dalam bentuk teknologi komunikasi dan informasi (ICT) untuk manajemen (E-Gorvernance), Internet of Thing (IoT), serta kecerdasan buatan (Artficial Intelectual, AI). Oleh karena itu, perlu rancangan skenario, terutama sumber daya manusia yang mumpuni untuk mendukung urban farming. Dengan menggalakan urban farming yang didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten akan berkontribusi terhadap ketahanan pangan, karena secara tidak langsung urban farming mewujudkan kemandirian pangan dengan kemandirian pangan ini diharapkan urban farming dapat meningkatkan ketahanan pangan. Sumber daya manusia yang kompeten sangat diperlukan untuk mendukung urban farming, diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, kemauan dan kerjasama dari manusianya sendiri dalam hal ini masyarakat dan pemerintah. Kompetensi seseorang sangat ditentukan oleh lima unsur, yaitu motif (motive), watak, konsep diri, pengetahuan, dan keterampilan. Niat yang dimiliki masyarakat untuk melakukan urban farming masih di kisaran 24 %, yang melakukan urban farming 2% sehingga hasil kerja belum maksimal Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat yang didukung dengan visi dan misi yang didukung dengan strategi, tujuan dan program/bisnis yang terarah. Diharapkan urban farming dapat memberi kontribusi untuk ketahanan pangan. Kontribusi pemerintah dan masyarakat sangat berperan untuk terwujudnya urban farming yang diharapkan