cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 423 Documents
Pemetaan Daya Dukung Jasa Ekosistem Penyedia Pangan di Kabupaten Banyuwangi Abdul Holik; Riza Rahimi Bachtiar; Halil Halil
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.03.02

Abstract

Kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia perlu untuk terus diawasi guna menjamin keseimbangan antara aktivitas manusia dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sebaran kemampuan lingkungan dalam mendukung penyediaan pangan di Kabupaten Banyuwangi. Metode yang dilakukan adalah dengan cara pembobotan dan tumpang susun dari data spasial dan data tabular tata guna lahan, bentang alam, dan tutupan vegetasi alami. Hasil penelitian dikelompokkan kedalam lima kelas kategori mulai dari sangat rendah hingga sangat tinggi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa daya dukung jasa ekosistem penyedia pangan Kabupaten Banyuwangi masih didominasi oleh kategori tinggi seluas 2,269.34 km2 atau 63% sedangkan kategori sedang seluas 1,216.84 km2 atau 34% dari total luasan. 
Pengaruh Konsentrasi Tapioka dan Margarin terhadap Karakteristik Patty Burger Keong Sawah (Pila ampullacea) Ulya Sarofa; Luqman Agung Wicaksono; Ayin Ika Wayuni
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.02.02

Abstract

Keong sawah merupakan salah satu sumber protein yang dikonsumsi oleh sebagian masyarakat karena mengandung asam lemak omega 6, niacin, folat serta rendah kolesterol.  Pengolahan daging keong sawah menjadi patty burger diharapkan dapat memberikan alternatif produk yang praktis dan disukai. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perlakuan konsentrasi tapioka dan margarin terhadap karakteristik patty burger keong sawah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi tapioka (5%, 10%, 15%) dan faktor kedua konsentrasi margarin (15%, 20%, 25%). Data yang diperoleh diuji menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik didapatkan dari perlakuan konsentrasi tapioka 10% dan margarin 15% yang didapatkan patty burger dengan kadar air 31.09%, kadar abu 2.55%, kadar protein 19.21%, kadar lemak 23.79%, kadar pati 20.99%, susut masak 30.59%, tekstur 0.014 mm/gr/dt dan hasil evaluasi sensory meliputi warna dengan rata-rata nilai 3.25 (netral), rasa dengan rata-rata nilai 3.75 (suka) dan aroma dengan rata-rata nilai 3.75 (suka).
Pendekatan Logika Fuzzy dalam Pengontrolan Suhu dan Kelembaban pada Persemaian Otomatis Full Closed System Tanaman Selada Hijau (Lactuca sativa L.) Choirul Umam; Suhartono Suhartono; Estu Saputro
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.02.07

Abstract

Persemaian merupakan fase awal pada pertumbuhan tanaman, fase ini sangat penting dan menentukan pertumbuhan tanaman. Dalam prosesnya, persemaian memerlukan kondisi lingkungan yang sesuai secara konsisten. Persemaian Otomatis Full Closed System, pada prinsipnya sama dengan pertanian presisi yaitu plant factory, bedanya persemaian otomatis full closed system khusus pada fase persemaian saja. Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun tahapan untuk memperoleh nilai logika fuzzy dan merumuskan nilai PWM mikrokontroler, dengan set poin suhu 27 °C dan kelembaban 70%.  Budidaya tanaman yang termasuk di dalamnya persemaian, dapat dilakukan sepanjang tahun tanpa ada batasan waktu, dikarenakan kondisi lingkungan sesuai dengan kebutuhan tanaman tanpa tergantung dengan kondisi lingkungan luar. Metode persemaian konvensional, sangat bergantung pada kondisi lingkungan mikro tanaman (suhu, kelembaban dan intensitas cahaya) dan nilai lingkungan mikro juga sangat fluktuatif. Penelitian ini menggunakan logika fuzzy untuk mengontrol lingkungan mikro persemaian otomatis, dengan set poin suhu 27 °C dan kelembaban 70%, menggunakan pendekatan fuzzy Tsukamoto, nilai output PWM akhir pada kontrol suhu dan kelembaban pada penelitian ini adalah 613.8.
Pengaruh Pupuk Anorganik dan Gandasil terhadap Pertumbuhan dan Hasil Umbi Porang (Amorphophallus muelleri Blume) Muchdar Soedarjo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.03.03

Abstract

Seperti pada tanaman lainnya, pemupukan dengan NPK, hara makro dan mikro lainnya dimaksudkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil umbi porang. Unsur hara mikro biasanya diberikan dalam bentuk pupuk yang diberikan melalui penyemprotan, seperti Gandasil. Kajian dilaksanakan di rumah paranet dan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK dan pupuk Gandasil terhadap pertumbuhan dan hasil umbi porang di tanah Alfisol. Kajian menggunakan dosis pupuk NPK + ZA dan kombinasi pupuk NPK + ZA dengan Gandasil sebagai perlakuan dan masing-masing perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok dengan 4 kali ulangan. Data dari semua parameter pengamatan dianalisis dengan menggunakan standar deviasi (SD) dari 4 ulangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tinggi tanaman dan diameter batang pada umur 25 hari setelah tanam (HST) dan 50 HST tidak dipengaruhi oleh pemupukan. Pemupukan dengan 200 kg NPK/ha dan 400 kg ZA/ha menghasilkan bobot kering daun, bobot kering batang, diameter umbi, ketebalan umbi dan bobot basah umbi porang tertinggi. Penggunaan pupuk Gandasil melalui tanah tidak diperlukan karena tidak meningkatkan pertumbuhan dan hasil umbi porang di tanah Alfisol.
Aplikasi Edible Coating Kitosan Pada Cabai Merah Selama Penyimpanan terhadap Mutu dan Tingkat Kematangannya Farida Kurniasari; Sandra Malin Sutan; Joko Prasetyo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.02.03

Abstract

Cabai merah merupakan suatu komoditas yang memiliki salah satu karakteristik yang cukup merugikan yaitu mudah rusak dan masa simpan yang singkat. Untuk memperpanjang masa simpan produk dapat dilakukan dengan menekan laju respirasi dan transpirasi melalui pengendalian kondisi lingkungan salah satunya menggunakan edible coating untuk memberikan perlindungan dan mengurangi terjadinya pertukaran gas, migrasi zat terlarut, dan laju reaksi oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung perubahan susut bobot pada cabai merah, mengukur dan menghitung kadar vitamin C dari cabai merah, menganalisis hasil nilai tekstur dan warna cabai merah berdasarkan sudut pandang penilaian panelis, serta menganalisis perbedaan indeks kematangan pada cabai merah. Hasil dari penelitian ini yaitu pemberian edible coating kitosan dan penyimpanan pada suhu rendah berpengaruh baik terhadap kualitas cabai merah dengan kematangan awal indeks III hingga hari ke-13 dibandingkan dengan yang tidak diberi edible coating dan disimpan pada suhu ruang hanya bertahan hingga hari ke-7. Kemudian untuk cabai merah dengan kematangan awal indeks V yang diberi edible coating kitosan dan penyimpanan pada suhu rendah memiliki ketahanan hingga hari ke-16 dibandingkan dengan yang tidak diberi edible coating dan disimpan pada suhu ruang hanya bertahan hingga hari ke-8.
Pertumbuhan dan Efisiensi Penggunaan Energi pada Budidaya Selada dalam Plant factory dengan Beberapa Perlakuan Fotoperiode Slamet Widodo; Fuad Heru Setiawan; Mohamad Solahudin; Lilis Sucahyo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.02.08

Abstract

Cahaya merupakan faktor penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Elemen penting dari pencahayaan meliputi kualitas (spektrum cahaya) dan kuantitas (intensitas dan lama penyinaran/fotoperiode). Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pertumbuhan dan efisiensi penggunaan energi pada selada yang dibudidayakan secara hidroponik dalam plant factory dengan beberapa perlakuan fotoperiode. Selada dibudidayakan secara hidroponik dengan sistem Deep Flow Technique (DFT) dengan beberapa perlakuan fotoperiode (terang/gelap) yaitu 24/0 jam, 18/6 jam, dan 12/12 jam. Untuk perlakuan 18/6 jam sendiri diberikan dalam beberapa siklus terang/gelap berbeda yaitu 18/6 jam (1 siklus), 9/3 jam (2 siklus), 6/2 (3 siklus), dan 3/1 jam (6 siklus). Hasil pengamatan meunjukkan bahwa perlakuan 24/0 jam menghasilkan pertumbuhan dan hasil panen yang paling baik di antara perlakuan lainnya pada semua parameter pertumbuhan yang diamati. Dari efisiensi penggunaan energi, perlakuan 18/6 jam (1 siklus) dan 6/2 jam (3 siklus) memberikan hasil lebih baik dibandingkan perlakuan 24/0 jam. Hasil yang diperoleh ini bisa menjadi alternatif strategi penerapan pencahayaan buatan untuk memperoleh kondisi yang optimum baik dari sisi pertumbuhan dan efisiensi penggunaan energi.
Pengaruh Jarak dan Warna Lampu Led (Light Emitting Diode) Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Microgreen Brokoli (Brassica oleracea L.) Musthofa Lutfi; Siti Hamidah Hanum; Ekoyanto Pudjiono
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.03.08

Abstract

Microgreen merupakan kelas baru sayuran yang dipanen dalam waktu 7-14 hari setelah semai, memiliki banyak potensi gizi dan menjadi tren terbaru dalam industri makanan. Penyinaran sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Pendapatan cahaya yang optimum pada budidaya tanaman secara indoor sangat mempengaruhi proses fotosintesis tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh warna dan jarak vertikal lampu LED terhadap pertumbuhan dan produktivitas microgreen brokoli, sehingga mendapatkan warna dan jarak vertikal lampu LED yang baik untuk budidaya microgreen brokoli. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF), terdiri dari 3 kali pengulangan dan 2 faktorial. Faktor pertama adalah jarak vertikal/tinggi lampu LED (T) yang digunakan yaitu 20 cm (T1), 40 cm (T2) dan 60 cm (T3), faktor kedua yaitu warna cahaya lampu LED (W) yang digunakan berwarna warm white (W1), merah (W2) dan biru (W3). Selain itu ada 3 tanaman pembanding (kontrol) pada jarak vertikal lampu 20 cm (T1) dengan lampu LED putih (W0). Parameter yang diamati yaitu intensitas cahaya, energi lampu LED, tinggi tanaman, jumlah daun, tingkat kehijauan daun dan berat basah microgreen brokoli. Berdasarkan penelitian ini disarankan untuk budidaya sayuran microgreen brokoli dilakukan pada warna lampu LED putih (W0) atau warm white (W1), menggunakan jarak vertikal lampu LED terhadap tanaman 20 cm (T1) dengan lama penyinaran 16 jam/hari agar mendapatkan hasil yang maksimal.
Kajian Penambahan Madu dan Pati Kimpul (Xanthosoma sagittifolium) pada Snack Bar Buah Kering dan Serealia Dedin Finatsiyatull Rosida; Anugerah Dany Priyanto; Devi Wahyu Ristanti
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.03.04

Abstract

Snack bar merupakan camilan berbentuk batangan yang sehat dengan kandungan gizi cukup tinggi dan minimum kalori sebesar 129 kkal. Pembuatan snack bar membutuhkan bahan buah-buahan seperti pisang dan pepaya, serealia berupa emping jagung untuk memperkaya gizi serta bahan pengikat berupa pati kimpul dan madu agar tekstur semakin kompak. Pati kimpul memiliki kandungan amilosa yang cukup tinggi sehingga mampu mengurangi penyerapan air dan membuat tekstur sedikit lebih keras. Sedangkan madu memiliki kandungan monosakarida berupa glukosa dan fruktosa yang mampu memberi rasa manis lebih tinggi dari sukrosa serta tekstur lunak dan chewy pada snack bar. Penggunaan bahan-bahan tersebut dinilai mampu mempengaruhi kualitas snack bar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan madu dan pati kimpul terhadap kualitas snack bar yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama proporsi pati kimpul 15, 20 dan 25%. Faktor kedua adalah proporsi madu 10, 15, dan 20%. Data dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5%. Jika ada perbedaan dilanjutkan dengan Uji Duncan (DMRT) 5%. Hasil penelitian dengan perlakuan optimal berdasarkan nilai tertinggi pada uji organoleptik disertai kandungan gizi yang memenuhi adalah pada perlakuan proporsi pati kimpul dan madu 15:15. Pada perlakuan ini didapatkan kadar air 16%, kadar abu 1.62%, kadar protein 7.71%, kadar lemak 5.89%, kadar karbohidrat 68.70%, tekstur 23.48 mm/g.s, kalori 362.18 kkal, kadar serat pangan 5.76%, dan uji organoleptik (rasa, aroma, warna, tekstur) menunjukkan nilai rasa 4.16 (suka), aroma 4.04 (suka), warna 4.28 (suka), dan tekstur 4.40 (suka).
Perubahan Karakteristik Fisik Anggur Merah (Vitis vinivera) dengan Pelapisan Kitosan Selama Penyimpanan Lusi Yana Sari; David Septian Sumanto Marpaung; Nova Anika; Setyadi Gumaran; Ni Wayan Arya Utari; Tamrin Tamrin
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.03.09

Abstract

Anggur merah (Vitis vinivera) adalah salah satu jenis buah yang banyak digemari masyarakat di Indonesia. Salah satu cara yang digunakan untuk menjaga mutu buah anggur merah adalah dengan pengaplikasikan bahan pelapis buah menggunakan kitosan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pelapisan kitosan terhadap mutu buah anggur merah (Vitis vinivera). Penelitian ini dilakukan dengan variasi konsentrasi kitosan 2, 3, dan 4%. Setiap perlakuan menggunakan metode pencelupan selama 5 menit dan diamati selama 7 hari dengan waktu pengamatan hari ke 0, 3, dan 7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelapisan kitosan dapat menyebabkan perubahan susut bobot dan tekstur selama penyimpanan, yang berpotensi digunakan sebagai pelapis untuk memperpanjang umur simpan anggur merah.
Pengaruh Waktu dan Konsentrasi Ozon Terhadap Residu Pestisida dan Umur Simpan Buah Melon Fresh-Cut dengan Metode Ozonated Water Atik Dwi Wijayanti; Yossi Wibisono; Putu Tessa Fadhila; Nurwahyuningsih Nurwahyuningsih
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.03.07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu dan konsentrasi ozon terhadap residu mankozeb buah melon fresh-cut. Memberikan penanganan yang baik dari segi kualitas pada buah melon fresh-cut menggunakan metode ozonated water dan untuk mengetahui jenis mikroba yang ada pada buah melon fresh-cut. Metodologi penelitian menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan software minitab 2016 dengan perlakuan pada konsentrasi larutan ozon 1.6 ppm, 0.8 ppm, 0.4 ppm, waktu perendaman 10 menit dan 20 menit, serta masa simpan pada suhu kamar selama 3 hari dan 5 hari, dengan 3 kali ulangan. Parameter dalam penelitian adalah kadar residu pestisida dan identifikasi mikroba dengan 16S rRNA. Hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan ozonasi pada berbagai kadar ppm tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata terhadap residu Mankozeb, tetapi berbeda nyata dengan kontrol (tanpa ozonasi) dan hasil identifikasi mikroba menunjukkan hasil galur Kocuria rhizophila (gram positif) sangat mendominasi buah melon fresh-cut karena resistensi jamur dari bahan aktif pestisida sehingga dapat menyebabkan kualitas buah menurun dan buah mudah terkontaminasi oleh mikroba.